https://socialinvestment.id/
Tema yang dibahas dalam seri-28 ini tentang “Perikanan Berkelanjutan sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan”. Sesi ini mendiskusikan mengenai peran penting perikanan berkelanjutan untuk menyangga ketersediaan sumber daya ikan dan kesehatan ekosistem, isu strategis, permasalahan, dan dampak potensial dari aspek ekonomi, serta bagaimana upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan yang ada selama ini.
Narasumber yang hadir yakni:
1. Dr. Ir. Tommy Hermawan, MA - Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas 2. Dr. Imam Musthofa Zainudin - WWF Indonesia
3. Kemal A. Massi - Medco E&P Natuna, Ltd.
https://socialinvestment.id/
UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN
Dr. Ir. Tommy Hermawan, MA
Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas
UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN
BERKELANJUTAN
Tommy Hermawan
Perencana Ahli Utama
Direktorat Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas
Jakarta, 22 Oktober 2021
PENGELOLAAN PERIKANAN DALAM RPJMN 2020-2024
2
Sebagai bagian dari upaya
pencapaian Agenda Pembangunan 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi
Untuk Pertumbuhan Yang Berkualitas
“Menjadikan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) sebagai basis spasial dalam
pembangunan perikanan berkelanjutan, transformasi kelembagaan dan fungsi WPP, meningkatkan kualitas pengelolaan WPP….”
Photo by: chuttersnap, from Unsplash
Dilaksanakan dengan memperhatikan
keseimbangan antaraEkonomi dan Ekologi (bukan dikotomi, namun complementary) Menerapkan pemanfaatan perikanan
berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan
Kaidah Pembangunan:
Tujuh Agenda Pembangunan dan Pengarusutamaan
2
1. Kesetaraan Gender
2. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik 3. Pembangunan Berkelanjutan
4. Kerentanan Bencana dan Perubahan Iklim
5. Modal Sosial dan Budaya 6. Transformasi Digital
Pengarusutamaan
Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim
Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar
Revolusi Mental dan PembangunanKebudayaan
Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing
Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas
RPJMN 2020-2024
Strategi Pengelolaan Kelautan dan Kemaritiman RPJMN 2020-2024
PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI UNTUK PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS
PP4 Peningkatan Pengelolaan Kemaritiman dan Kelautan
• Peningkatan pengelolaan WPP dan penataan ruang laut dan rencana zonasi pesisir;
• Peningkatan ekosistem kelautan dan pemanfaatan jasa lingkungan;
• Peningkatan produksi, produktivitas, standardisasi mutu dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan;
• Peningkatan fasilitasi usaha, pembiayaan, dan akses perlindungan usaha kelautan dan perikanan
• Peningkatan SDM dan riset kemaritiman dan kelautan serta database kelautan dan perikanan
MEMBANGUN LINGKUNGAN HIDUP, MENINGKATKAN KETAHANAN BENCANA, DAN
PERUBAHAN IKLIM
Pembangunan Rendah Karbon Peningkatan Kualitas
Lingkungan Hidup
PP1
PP2
PP3
• Pencegahan Pencemaran dan KerusakanSumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
• Pemulihan Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
• Pemulihan Kerusakan Ekosistem dan Lingkungan Pesisir dan Laut
Peningkatan
Ketahanan Bencana dan Iklim
• Peningkatan Ketahanan Iklim
• Peningkatan Perlindungan Kerentanan Pesisir dan Sektor Kelautan
• Rendah Karbon Pesisir dan Laut
• Inventarisasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan kelautan Menjaga Stabilitas Keamanan
Nasional
PP5
• Penguatan Keamanan Laut
• Penguatan Kapasitas Operasi Keamanan Laut
MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG
BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING
PP7 Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing
• Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Berbasis Kerjasama Industri
3
REVOLUSI MENTAL DAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN
Meningkatkan Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan
Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan
Publik
PP2
• Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Budaya
• Pengembangan budaya bahari dan sumber daya maritim
• Pelindungan hak kebudayaan dan ekspresi budaya
Isu Strategis: Tata Kelola dan Kelembagaan
Persoalan tata operasional Perizinan yang cepat, efisien, dan efektif
Perikanan inklusif: Sinergitas Industri Perikanan dengan pelaku perikanan skala kecil belum diatur secara harmonis
Data perikanan kelautan yang reliable Fokus WPP saat ini masih terbatas
pada hitungan stok → economy unit.
Adanya disparitassumber daya, ekologi dan sosial di setiap WPP mengharuskan adanya pendekatan baru pengelolaan berbasis keunikan wilayah
Zonasi dan tata ruang laut belum selaras dengan tata ruang darat
Kualitasdan kompetensi SDM, dan sistem inovasi iptekkelautan masih perlu ditingkatkan
Isu Strategis dan Arah Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Sasaran RPJMN 2020-2024 Bidang Kelautan dan Perikanan 2020 2024
1 Jumlah kawasan konservasi 23,4 juta Ha 26,9 juta Ha
2 Produksi ikan (budidaya dan tangkap) 15,47 juta ton 20,42 juta ton 3 Target nilai ekspor perikanan 6,1 miliar USD 8,2 miliar USD
Indikator WPP dalam RPJMN 2020-2024 2020 2024
1 Model Percontohan Penguatan Tata Kelola WPP 3 WPP 11 WPP
2 Menjamin Akurasi Pendataan Stok dan Pemanfaatan WPP secara berkelanjutan 11 WPP 11 WPP
Pengelolaan Laut Berbasis WPP
Mendorong pembentukan platform/kelembagaan yang
mandiri dan mengatur pengelolaan setiap WPP
Perlu adanya Road map pengelolaan masing-
masing WPP Setiap wilayah pengelolaan perikanan memiliki
karakteristik, komoditas, kondisi ekosistem, dan permasalahan yang berbeda → memerlukan penanganan yang berbeda untuk setiap WPP
Arah Kebijakan dan Strategi:
Efektifitas Tata Kelola dan Penguatan Kelembagaan
Sasaran : Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Berbasis WPP
Implementasi Pengelolaan Perikanan Berbasis WPP
Penguatan Kualitas,
Kompetensi, Kapasitas SDM dan Sistem Inovasi Iptek KP
Pengelolaan Zonasi, Tata Ruang Laut dan
Batas Maritim
Pemantapan Tata Kelola Sumber Daya Kelautan
Perikanan
• Pengembangan kelembagaan dan pilot pelaksanaan
pengelolaan perikanan berbasis WPP
• Manajemen stok ikan berbasis perikanan berkelanjutan
• Pelaksanaan stock assesment secara reguler
• Pengembangan pusat data kelautan perikanan yang reliable, literasi data dan informasi
• Penguatan peran dan
eksistensi lembaga Pendidikan Perikanan sebagai sumber SDM unggulan
• Pengembangan kurikulum dan model pembelajaran modern dan literasi maritim
• Pengembangan centre of
excellence dan riset kolaboratif strategis serta inovasi
teknologi
• Penguatan infrastruktur dan manajemen riset
• Integrasi tata ruang laut dan darat
• Kepastian Pemanfaatan ruang untuk sinergitas program pembangunan
• Penyelesaian diplomasi batas maritim
• Penguatan Pemberantasan IUU Fishing
• Penguatan lembaga
pengawasan sumber daya kelautan perikanan
Pengembangan Kelembagaan Tata Kelola
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)
• Rentang kendali pusat terbatas
• Luas perairan Indonesia
• Negara kepulauan
• Karateristik ekosistem perikanan yang berbeda pada setiap WPP NRI
• Sosial, ekonomi, budaya pemanfaatan sumber daya ikan yang berbeda pada setiap WPP NRI
Belum optimalnya pengelolaan Sumber Daya Perikanan di WPP Lemahnya koordinasi & sinergi kerjasama pengelolaan perikanan
antar stakeholders Multi-speciesMulti-gears
Multi-habitat
Multi- stakeholders
Perlu wadah koordinasi & sinergi pengelolaan perikanan di masing-
masing WPP NRI
Lembaga Pengelolaan Perikanan di WPP
Menuju SDG 14: Life Below Water
PolicyDirection 2020-2024 Strategies
PolicyDirection 2025-2030 Strategies
• Establishment of Fisheries Management Area (FMA/WPP) as a management body in 3 pilot locations
• Conducting comprehensive fisheries stock assessments regularly in 11 WPP locations to provide a reliable fisheries data and statistics
• Developing Sustainable Fisheries Platform for all stakeholders
• Improving transparent and optimum fishing permits through implementation of harvest strategy and harvest control rules, including “catch based fishing quota”.
• Strengthening and replicatingFMA management authority in 11 FMA locations.
• Strengthening data management of fisheries stock by group ofspecies and FMA.
• Implementation of sustainablefisheries policies, and strengthening and operationalizing fisheries platformon National and Regionallevel.
• Developing efficient and effective electronic-based licensing, to improve fishing capacity, competitiveness, and sustainable production.
• Complying environmentally friendly principlesin fisheries management standards.
• Promoting the useof environmentally fishinggears and equipments.
• Improving the healthy coastal and fisheries ecosystem to supportsustainable productionof fisheries.
• Improving capacity andresourceaccess for smallscale fisheries.
• Combating Illegal,Unreported, and Unregulated, and Destructive(IUU) fishing.
• Applying sustainability instruments for each typeof fishing business at nationaland regional level.
• Strengthening upstream-downstream integration to optimize fisheries development in accelerating sustainable fisheries production and improvingaddedvalue.
• Promoting rationalizationand modernizationof fishing vessel.
• Strengthening Legal,Reported andRegulated Fisheriesat NationalandLocal Levels.
Improving Fisheries Governance
StrengtheningFisheriesGovernance
Revitalizing Sustainable Fisheries Practices
ImplementingResponsibleand SustainableFisheries
52.65 56.11
89.04
50 70 60 80 90 100
40
2014 2016 2018 2020 2022 2024 2026 2028 2030 Estimated
2024 target 73,23
BAU Projection
Intervention Scenario
Total Allowable Catch
Proprortionofcapture fisheries productionwithin MSY (%)
78.31
89.04% 78.31%
Proportion of marine capture fisheries production in 2030 with business-as-usual
scenario
Proportion of marine capture fisheries production in 2030 with intervention scenario
Source:Ministry of Marine and Fisheries Affairs
Projection: Directorate for Marine Affairs and Fisheries, Bappenas
Tata Laksana Masterplan
I 2020
II 2021
III 2022
IV 2023
V 2024
ROAD MAP PENGEMBANGAN WPP 2020 – 2045
Revitalisasi Perencanaan WPP:
1. Inventarisasi dan evaluasi potensi WPP
2. Penyelesaian wilayah operasi WPP (Kawasan perikanan tangkap, budidaya, konservasi dsb) 3. Penguatan Rencana Pengelolaan WPP (Wilayah Kerja WPP)
Pemanfaatan, restorasi dan perlindungan wilayah laut dan ekosistemnya:
1. Pengendalian IUU Fishing & Penegakan hukum 2. Rehabilitasi dan restorasi ekosistem perairan
3. Optimalisasi pemanfaatan kawasan dan sumber daya perikanan Menciptakan enabling conditions:
1. Rekonsiliasi STOK (MSY), pengurusan dan pengelolaan 2. Transformasi manajemen SDM
3. Penyusunan dan revisi regulasi
4. Penyiapan infrastruktur digitalisasi pengelolaan WPP
5. Optimalisasi sumber pendanaan dari blended finance dan KPBU
Tindak Lanjut
1. Bentuk Kelembagaan WPP yang lebih ”functional”, untuk
menjadikan WPP sebagai bentuk akselerasi pertumbuhan wilayah berbasis perikanan
2. Mekanisme kerja multi pihak yang akan terlibat dalam manajemen WPP
3. Analisa operasional manajemen (Institutional Framework) WPP yang ada dalam Permen KP No.33 Tahun 2019 tentang organisasi dan tata kerja Lembaga pengelola WPP
Terima Kasih
12
https://socialinvestment.id/
PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN
CSR MEDCO E&P
Kemal A. Massi
Medco E&P Natuna, Ltd
PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN CSR MEDCO E&P
Kemal Abduhrahman Massi Medco E&P Natuna Ltd.
2021
This document contains certain results of operation, and may also contain certain projections, plans, strategies, policies and objectives of the Company, which could be treated as forward looking statements within the meaning of applicable law. Forwards looking statements, by their nature, involve risks and uncertainties that could cause actual results and development to differ materially from those expressed or implied in these statements.
PT Medco Energi Internasional Tbk does not guarantee that any action, which should have been taken in reliance on this document will bring specific results as expected.
2
3
PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN SUTAINABLE FISHERIES
A. Kondisi Perikanan Nasional
Kajian Strategis Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan yang diterbitkan Bappenas (2014), menyatakan bahwa:
1) Kegiatan perikanan di Indonesia dapat dinyatakan belum berjalan secara berkelanjutan, karena belum sepenuhnya menerapkan kaidah-kaidah perikanan yang bertanggungjawab
(Code of Conduct Responsible Fisheries / CCRF -FAO) 2) Permasalahan utama perikanan tangkap adalah:
- pengelolaannya yang masih bersifat ”open access”,
- tekanan yang tinggi pada daerah perairan pantai akibat dominansinya armada perikanan skala kecil yang jumlahnya mencapai 89% dari total armada perikanan nasional, dan
- maraknya praktik illegal fishing di perairan lepas pantai wilayah Indonesia.
3) Permasalahan utama dalam kegiatan perikanan budidaya:
- Penyediaan pakan ikan yang masih tergantung dari produk impor,
- Penyediaan benih unggul yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan - belum terjaminnya tata ruang untuk mendukung pelaksanaan perikanan budidaya yang
berkelanjutan
PERIKANAN BERKELANJUTAN
B. Gambaran Umum Wilayah Kab. KepulauanAnambas - Secara geografis, Kab. Kepulauan Anambas terdiri dari
238 pulau- pulau besar dan kecil
- Wilayahnya berbatasan langsung dengan perairan Negara lain atau lautan internasional.
- Memiliki kelimpahan Sumber Daya Perikanan yang berorientasi ekspor.
- Salah satu habitat ikan dengan nilai ekonomis tinggi,
seperti: Napoleon (Cheilinus Undulatus) dan ikan karang lainnya.
- Masyarakat mengambil bibit Napoleon dan ikan karang lainnya dari alam untuk dibesarkan dalam Kolam Jaring Tancap (KJT) dan Kolam Jaring Apung (KJA)
- Peningkatan jumlah penduduk peningkatan tekanan terhadap daya dukung lingkungan, termasuk yang
berasal dari sektor perikanan budidaya
Peta Wilayah Block B- Medco E&P Natuna)
4
Kab. Kep. Anambas Kab. Natuna
Kabupaten Kepulauan Anambas
Peta Wilayah Block B- Medco E&P Natuna)
5
Kab. Natuna Kab. Kep. Anambas
Dengan kondisi seperti ini, apa yang perusahaan
dapat lakukan?
6
TANTANGAN BARU
PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN
C. Kondisi Perikanan di Perairan sekitar Operasional Perusahaan
Kajian dilakukan tahun 2007
Lokasi: Perairan sekitar P. Pahat, Perairan Teluk Sena dan Perairan Selat
Potensi & Permasalahan Perikanan Tangkap:
7
a. Potensi Perikanan masih melimpah
b. Teknologi masih sederhana jangkauan terbatas
c. Sarana Prasarana, modal & keterampilan nelayan kurang memadai
d. Harga BBM yang tinggi
e. Maraknya illegal, unregulated & unreported fishing Potensi & Permasalahan Perikanan Budidaya:
a. Kondisi perairan menunjang untuk budidaya
b. Menurunnya kemampuan reproduksi ikan kerapu secara alamiah, akibat penangkapan indukan betina oleh nelayan c. Terbatasnya ketersediaan benih, tepat waktu, tepat jumlah &
tepat mutu serta tepat harga
Rekomendasi Kegiatan:
Perikanan Tangkap
1) Pengembangan teknologi tangkap dan armada perahu untuk nelayan
2) Pelatihan penggunaan alat bagi nelayan 3) Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur Perikanan Budidaya
1) Penyediaan benih berkualitas 2) Pembangunan Hatchery
BALAI BENIH IKAN ANAMBAS
• Sejak akhir tahun 2007.
• Potensi perikanan dan perairan di wilayah Anambas,
• Merubah Budaya/kebiasaan nelayan budidaya
• Untuk kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan benih bagi nelayan budidaya.
• Tahapan pelaksanaan kegiatan, meliputi:
1. Th. 2008 – 2012: Penyediaan infrastruktur KJA & Hatchery Laut untuk pemeliharaan benih ikan berukuran kecil yang didistribusikan kepada nelayan budidaya agar semakin terampil memelihara benih ukuran lebih kecil
2. Th. 2012 – 2017: Penyediaan bantuan modal kerja untuk praktek usaha pengadaan benih oleh komunitas, dan dipasarkan dalam bentuk skema komersil kepada masyarakat pembudidaya ikan.
3. Th. 2018 – kini: penyempurnaan infrastruktur hatchery darat untuk menunjang keberhasilan ujicoba fase pemeliharaan telur/larva sampai benih siap pendederan, praktek usaha tetap berlangsung
dengan tujuan untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan BBI Anambas.
8
DAMPAK PERIKANAN BERKELANJUTAN
9
Dampak program:
a) Aspek Lingkungan: Mengurangi tekanan terhadap lingkungan b) Aspek Sosial: Merubah kebiasaan masyarakat dalam
pemeliharaan bibit ikan dari ukuran 15 cm menjadi ukuran 3 cm c) Aspek Ekonomi: (i) Minimalisasi ukuran bibit, meningkatkan
jumlah bibit yang diusahakan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan nelayan budidaya. (ii) Mampu menyiapkan benih yang unggul, tepat waktu dan harga yang ekonomis.
d) Aspek pendidikan: BBI telah menjadi salah satu tempat
menimba ilmu untuk proses budidaya modern termasuk untuk
pemeliharaab induk, kultur pakan alami, Proses pemeliharaan
bibit ikan serta management Hatchery & Balai Benih Ikan
10
Perkembangan Balai Benih IkanAnambas
Pembangunan Infrastruktur
Keramba Jaring Apung (KJA) & Hatchery di Desa Candi
Persiapan Indukan Ikan Kerapu
Kolam pendederan dan bak pakan alami
Pemijahan Ikan Kerapu
BAGIAN PENCAPAIAN
BALAI BENIH IKAN ANAMBAS
SEBAGAI TEMPAT PEMBELAJARAN SISWA DAN MAHASISWA
Mahasiswi Univ Indraprasta - Jakarta Siswa SMK Perikanan - Peserta Magang
11
Jumlah Nelayan yang terlayani:
- 378 orang
- Tersebar di 24 desa/kelurahan dan 6 kecamatan
- Omset Transaksi hingga tahun 2020 mencapai: Rp. 4,85 M,
12
BAGIAN PENCAPAIAN
BALAI BENIH IKAN ANAMBAS
KESIMPULAN DAN BAHAN DISKUSI
13
• Perlu komitmen yang berkelanjutanbila ingin mencapai program perikanan berkelanjutan sesuai dengan gambaran sebelumnya.
• Pengembangan kapasitas nelayan untuk menjadi pembudidaya ikan dilakukan dengan terstruktur dan tidak tergesa-gesa. Merubah kebiasaan nelayan dari pengetahuan yang telah mereka praktekkan dari generasi dibutuhkan kesabaran lebih.
• Untuk mencapai Perikanan berkelanjutan perlu dukungan dari semua stakeholder serta dukungan faktor alam yang baik.
• Penguasaan Supply Chain Management juga berperan penting untuk
keberhasilan kelompok binaan ini.
PT Medco Energi Internasional Tbk
The Energy Building 53rd Floor SCBD Lot 11A
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta 12190 Indonesia
P. +62-21 2995 3000 F. +62-21 2995 3001
Website :www.medcoenergi.com
https://socialinvestment.id/
PERIKANAN
BERKELANJUTAN SEBAGAI PRIORITAS PEMBANGUNAN SEKTOR KELAUTAN
Dr. Imam Musthofa Zainudin
WWF Indonesia
Dr. Imam Musthofa Zainudin
Head of marine & fisheries program WWF-Indonesia
”SIRD – Perikanan Berkelanjutan sebagai prioritas pembangunan sector kelautan”
Potensi Sumberdaya Perikanan Indonesia
Source : FAO – SOFIA, 2018
Kondisi Laut dan Perikanan
• STOP - Degradasi kualitas ekosistem kelautan (Habitat & Species)
• SUPPORT - Pemanfaatan berkelanjutan SDL (Perikanan)
• PREVENT - Perubahan iklim lautan (adaptasi dan mitigasi)
Perubahan perilaku dan rantai makanan di lautan
Perikanan Budidaya
Market Transformation
Ecological Footprint & Market Transformation
Market Transformation
www.seafoodsavers.org
“Market Driven”
Market Transformation
www.wwf.id
Terimakasih
https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia
PROFILE
PT SAHABAT INVESTASI INDOTAMA
(Social Investment Indonesia)
https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia
SIAPA KAMI ?
• Konsultan yang mempunyai kompetensi inti dalam menyediakan dukungan untuk pengembangan masyarakat melalui pendekatan investasi sosial yang strategis (strategic community investment).
• Dukungan tersebut kami wujudkan dalam penyediaan layanan konsultasi kami secara terpadu dari:
– Proses Perencanaan: Penilaian (assessment) dan Penyusunan Strategi;
– Proses Pelaksanaan dan Pendampingan Teknis;
– Proses Pemantauan, Evaluasi & Penilaian Dampak; dan – Proses Komunikasi & Pelibatan Pemangku Kepentingan
• Kami mendorong pelaksanaan investasi sosial sebagai bagian dari
pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sesuai dengan SNI ISO 26000:2013 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial.
• Kami bermitra dengan perusahaan dari seluruh sektor, khususnya pertambangan, minyak & gas, manufaktur, perkebunan & kehutanan.
https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia
LINGKUP & JENIS LAYANAN KAMI
• Untuk memaksimalkan dampak investasi sosial perusahaan, maka Kami menyediakan layanan
konsultasi yang terintegrasi mengikuti daur program, mulai penilaian, penyusunan strategi, pelaksanaan &
pengkomunikasian.
• Jenis layanan yang Kami berikan meliputi:
– Pemberian Pendampingan Teknis (Technical Assistance)
– Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas (Capacity Building)
– Pelaksanaan Riset dan Pengembangan Program – Alihdaya dan Retainer Consultant
Strategic Community
Investment
https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia
OUR PRODUCTS & SERVICES BASED ON OUR 4 CORE COMPETENCIES
TECHNICAL ASSISTANCE
Kami memberikan bantuan teknis untuk manajemen tingkat menengah & atas dalam menyusun program strategis investasi sosial. Beberapa layanan konsultasi yang kami berikan meliputi:
Strategic Plan Development
▪ Program Design & Manual Development
▪ Stakeholders Engagement Strategy
▪ Conflict Management & Resolution
▪ Employee Engagement/Volunteering
▪ Reporting & Communication
▪ Tri-sector Partnership
▪ Performance Indicator for Social Investment Program Development
▪ Program Monitoring & Evaluation
RESEARCH
Untuk menunjang efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program investasi sosial, maka diperlukan beberapa pengkajian dan penelitian. Kami telah berpengalaman melakukan berbagai pengkajian dan penelitian, diantaranya adalah:
▪ Social Impact Assessment
▪ Economic Impact Assessment
▪ Stakeholders Mapping
▪ Social Mapping
▪ Baseline Studi & Community Need Assessment
▪ Perception Study
▪ Community Satisfaction Survey
▪ Impact Evaluation, khususnya menggunakan Metode Social Return on Investment/SROI &
Sustainable Livelihood Impact Assessment/SLIA
TRAINING & CAPACITY BUILDING
Pengembangan kapasitas merupakan hal yang esensial bagi perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaksana program. Kami secara reguler mengadakan sesi pembelajaran (learning series), seperti:
▪Program design based-on Risk & Opportunity Assessment
▪Social Assessment
▪Measuring Program’s Impact
▪Project Management
▪Conflict Management
Kami juga menyediakan layanan Inhouse & Tailor Made Training, dengan materi, waktu dan lokasi pelaksanaan yang lebih fleksibel.
Kami juga memberikan layanan pengembangan kapasitas untuk mitra kerja, kelompok/kelembagaan pemangku kepentingan dan komunitas..
OUTSOURCING & RETAINER
▪ Banyak perusahaan yang mempunyai keterbatasan SDM untuk pelaksanaan program investasi sosialnya. Melalui layanan alih daya ini, maka SDM pelaksanaan program dapat Kami dipasok sesuai dengan kebutuhan.
▪ Melalui penyediaan tenaga-tenaga profesional pelaksana program, maka akan terjadi akselerasi pelaksanaan program.
▪ Kami menawarkan SDM yang handal, khususnya untuk level pelaksana (officer, executive, supervisor, superintendent hingga senior manager).
▪ Bentuk dukungan lainnya yang dapat dimanfaatkan berupa retainer consultant untuk membantu pelaksanaan program perusahaan.
PRODUK & JENIS LAYANAN KAMI
https://socialinvestment.id/
KLIEN KAMI
https://socialinvestment.id/
Tentang Pelatihan:
Setiap program investasi sosial (CSR) yang di jalankan, selayaknya menjadi sebuah Investasi Sosial. Namun tidak jarang kita terlewat untuk menghitungnya, bahkan belum punya rencana untuk menghitungnya. Akibatnya kita tidak pernah tahu sejauh mana dampak program investasi sosial yang sudah berjalan? kepada siapa saja dampak itu terjadi?
berapa besarnya? siapa yang menerima dampak paling besar? siapa yang menerima dampak paling kecil?
Bagaimana menghitung itu semua?
Bergabunglah bersama kami dalam Virtual Learning Series, Social Return on Investment Training (SROI) #Batch18, pada:
Tanggal : 9-11 November 2021 Waktu : 08:30 s.d. 15:30 WIB Tempat : Zoom Meeting Room
Pendaftaran:
https://bit.ly/daftarSROI18
1. Social Return on Investment (SROI) Training
https://socialinvestment.id/
AGENDA TRAINING 2021
- Social Investment Indonesia Learning Series (SIILS) -
Desember
14-16 | Measuring the Impact of Social Investment Program
21-23 | Creating Shared Value (CSV); Maximizing Your Business Impact for Stakeholder
Selengkapnya di:
https://socialinvestment.id/agenda-training-events/
November
9-11 | Social Return On Investment (SROI)
23-25 | Project Management for Sosial Investment Program
https://socialinvestment.id/
Question & Answer Please ask
For more information, visit our website:
https://socialinvestment.id/
SOCIAL INVESTMENT INDONESIA
Jl. Bendul Merisi Selatan Airdas No.18A, Surabaya – Jawa Timur 60239 Phone : +6231-8432810 | +62251 8315579
Mobile : +62813 -1724-5657 Fax : +6231- 8433036
Email : [email protected]