• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perikanan Berkelanjutan sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perikanan Berkelanjutan sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

https://socialinvestment.id/

Tema yang dibahas dalam seri-28 ini tentang “Perikanan Berkelanjutan sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan”. Sesi ini mendiskusikan mengenai peran penting perikanan berkelanjutan untuk menyangga ketersediaan sumber daya ikan dan kesehatan ekosistem, isu strategis, permasalahan, dan dampak potensial dari aspek ekonomi, serta bagaimana upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan yang ada selama ini.

Narasumber yang hadir yakni:

1. Dr. Ir. Tommy Hermawan, MA - Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas 2. Dr. Imam Musthofa Zainudin - WWF Indonesia

3. Kemal A. Massi - Medco E&P Natuna, Ltd.

(3)

https://socialinvestment.id/

UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN

SUMBERDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN

Dr. Ir. Tommy Hermawan, MA

Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas

(4)

UPAYA MEWUJUDKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN

BERKELANJUTAN

Tommy Hermawan

Perencana Ahli Utama

Direktorat Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas

Jakarta, 22 Oktober 2021

(5)

PENGELOLAAN PERIKANAN DALAM RPJMN 2020-2024

2

Sebagai bagian dari upaya

pencapaian Agenda Pembangunan 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi

Untuk Pertumbuhan Yang Berkualitas

“Menjadikan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) sebagai basis spasial dalam

pembangunan perikanan berkelanjutan, transformasi kelembagaan dan fungsi WPP, meningkatkan kualitas pengelolaan WPP….”

Photo by: chuttersnap, from Unsplash

Dilaksanakan dengan memperhatikan

keseimbangan antaraEkonomi dan Ekologi (bukan dikotomi, namun complementary) Menerapkan pemanfaatan perikanan

berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan

Kaidah Pembangunan:

(6)

Tujuh Agenda Pembangunan dan Pengarusutamaan

2

1. Kesetaraan Gender

2. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik 3. Pembangunan Berkelanjutan

4. Kerentanan Bencana dan Perubahan Iklim

5. Modal Sosial dan Budaya 6. Transformasi Digital

Pengarusutamaan

Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik

Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim

Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar

Revolusi Mental dan PembangunanKebudayaan

Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas

RPJMN 2020-2024

(7)

Strategi Pengelolaan Kelautan dan Kemaritiman RPJMN 2020-2024

PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI UNTUK PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS

PP4 Peningkatan Pengelolaan Kemaritiman dan Kelautan

Peningkatan pengelolaan WPP dan penataan ruang laut dan rencana zonasi pesisir;

Peningkatan ekosistem kelautan dan pemanfaatan jasa lingkungan;

Peningkatan produksi, produktivitas, standardisasi mutu dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan;

Peningkatan fasilitasi usaha, pembiayaan, dan akses perlindungan usaha kelautan dan perikanan

Peningkatan SDM dan riset kemaritiman dan kelautan serta database kelautan dan perikanan

MEMBANGUN LINGKUNGAN HIDUP, MENINGKATKAN KETAHANAN BENCANA, DAN

PERUBAHAN IKLIM

Pembangunan Rendah Karbon Peningkatan Kualitas

Lingkungan Hidup

PP1

PP2

PP3

Pencegahan Pencemaran dan KerusakanSumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Pemulihan Pencemaran dan Kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Pemulihan Kerusakan Ekosistem dan Lingkungan Pesisir dan Laut

Peningkatan

Ketahanan Bencana dan Iklim

Peningkatan Ketahanan Iklim

Peningkatan Perlindungan Kerentanan Pesisir dan Sektor Kelautan

Rendah Karbon Pesisir dan Laut

Inventarisasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan kelautan Menjaga Stabilitas Keamanan

Nasional

PP5

Penguatan Keamanan Laut

Penguatan Kapasitas Operasi Keamanan Laut

MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG

BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING

PP7 Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Berbasis Kerjasama Industri

3

REVOLUSI MENTAL DAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN

Meningkatkan Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan

Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan

Publik

PP2

Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Budaya

Pengembangan budaya bahari dan sumber daya maritim

Pelindungan hak kebudayaan dan ekspresi budaya

(8)

Isu Strategis: Tata Kelola dan Kelembagaan

Persoalan tata operasional Perizinan yang cepat, efisien, dan efektif

Perikanan inklusif: Sinergitas Industri Perikanan dengan pelaku perikanan skala kecil belum diatur secara harmonis

Data perikanan kelautan yang reliable Fokus WPP saat ini masih terbatas

pada hitungan stok → economy unit.

Adanya disparitassumber daya, ekologi dan sosial di setiap WPP mengharuskan adanya pendekatan baru pengelolaan berbasis keunikan wilayah

Zonasi dan tata ruang laut belum selaras dengan tata ruang darat

Kualitasdan kompetensi SDM, dan sistem inovasi iptekkelautan masih perlu ditingkatkan

(9)

Isu Strategis dan Arah Kebijakan Kelautan dan Perikanan

Sasaran RPJMN 2020-2024 Bidang Kelautan dan Perikanan 2020 2024

1 Jumlah kawasan konservasi 23,4 juta Ha 26,9 juta Ha

2 Produksi ikan (budidaya dan tangkap) 15,47 juta ton 20,42 juta ton 3 Target nilai ekspor perikanan 6,1 miliar USD 8,2 miliar USD

Indikator WPP dalam RPJMN 2020-2024 2020 2024

1 Model Percontohan Penguatan Tata Kelola WPP 3 WPP 11 WPP

2 Menjamin Akurasi Pendataan Stok dan Pemanfaatan WPP secara berkelanjutan 11 WPP 11 WPP

(10)

Pengelolaan Laut Berbasis WPP

Mendorong pembentukan platform/kelembagaan yang

mandiri dan mengatur pengelolaan setiap WPP

Perlu adanya Road map pengelolaan masing-

masing WPP Setiap wilayah pengelolaan perikanan memiliki

karakteristik, komoditas, kondisi ekosistem, dan permasalahan yang berbeda → memerlukan penanganan yang berbeda untuk setiap WPP

(11)

Arah Kebijakan dan Strategi:

Efektifitas Tata Kelola dan Penguatan Kelembagaan

Sasaran : Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Berbasis WPP

Implementasi Pengelolaan Perikanan Berbasis WPP

Penguatan Kualitas,

Kompetensi, Kapasitas SDM dan Sistem Inovasi Iptek KP

Pengelolaan Zonasi, Tata Ruang Laut dan

Batas Maritim

Pemantapan Tata Kelola Sumber Daya Kelautan

Perikanan

Pengembangan kelembagaan dan pilot pelaksanaan

pengelolaan perikanan berbasis WPP

Manajemen stok ikan berbasis perikanan berkelanjutan

Pelaksanaan stock assesment secara reguler

Pengembangan pusat data kelautan perikanan yang reliable, literasi data dan informasi

Penguatan peran dan

eksistensi lembaga Pendidikan Perikanan sebagai sumber SDM unggulan

Pengembangan kurikulum dan model pembelajaran modern dan literasi maritim

Pengembangan centre of

excellence dan riset kolaboratif strategis serta inovasi

teknologi

Penguatan infrastruktur dan manajemen riset

• Integrasi tata ruang laut dan darat

• Kepastian Pemanfaatan ruang untuk sinergitas program pembangunan

• Penyelesaian diplomasi batas maritim

• Penguatan Pemberantasan IUU Fishing

• Penguatan lembaga

pengawasan sumber daya kelautan perikanan

(12)

Pengembangan Kelembagaan Tata Kelola

Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)

• Rentang kendali pusat terbatas

• Luas perairan Indonesia

• Negara kepulauan

• Karateristik ekosistem perikanan yang berbeda pada setiap WPP NRI

• Sosial, ekonomi, budaya pemanfaatan sumber daya ikan yang berbeda pada setiap WPP NRI

Belum optimalnya pengelolaan Sumber Daya Perikanan di WPP Lemahnya koordinasi & sinergi kerjasama pengelolaan perikanan

antar stakeholders Multi-speciesMulti-gears

Multi-habitat

Multi- stakeholders

Perlu wadah koordinasi & sinergi pengelolaan perikanan di masing-

masing WPP NRI

Lembaga Pengelolaan Perikanan di WPP

(13)

Menuju SDG 14: Life Below Water

PolicyDirection 2020-2024 Strategies

PolicyDirection 2025-2030 Strategies

• Establishment of Fisheries Management Area (FMA/WPP) as a management body in 3 pilot locations

• Conducting comprehensive fisheries stock assessments regularly in 11 WPP locations to provide a reliable fisheries data and statistics

• Developing Sustainable Fisheries Platform for all stakeholders

• Improving transparent and optimum fishing permits through implementation of harvest strategy and harvest control rules, including “catch based fishing quota”.

• Strengthening and replicatingFMA management authority in 11 FMA locations.

• Strengthening data management of fisheries stock by group ofspecies and FMA.

• Implementation of sustainablefisheries policies, and strengthening and operationalizing fisheries platformon National and Regionallevel.

• Developing efficient and effective electronic-based licensing, to improve fishing capacity, competitiveness, and sustainable production.

• Complying environmentally friendly principlesin fisheries management standards.

• Promoting the useof environmentally fishinggears and equipments.

• Improving the healthy coastal and fisheries ecosystem to supportsustainable productionof fisheries.

• Improving capacity andresourceaccess for smallscale fisheries.

• Combating Illegal,Unreported, and Unregulated, and Destructive(IUU) fishing.

• Applying sustainability instruments for each typeof fishing business at nationaland regional level.

• Strengthening upstream-downstream integration to optimize fisheries development in accelerating sustainable fisheries production and improvingaddedvalue.

• Promoting rationalizationand modernizationof fishing vessel.

• Strengthening Legal,Reported andRegulated Fisheriesat NationalandLocal Levels.

Improving Fisheries Governance

StrengtheningFisheriesGovernance

Revitalizing Sustainable Fisheries Practices

ImplementingResponsibleand SustainableFisheries

52.65 56.11

89.04

50 70 60 80 90 100

40

2014 2016 2018 2020 2022 2024 2026 2028 2030 Estimated

2024 target 73,23

BAU Projection

Intervention Scenario

Total Allowable Catch

Proprortionofcapture fisheries productionwithin MSY (%)

78.31

89.04% 78.31%

Proportion of marine capture fisheries production in 2030 with business-as-usual

scenario

Proportion of marine capture fisheries production in 2030 with intervention scenario

Source:Ministry of Marine and Fisheries Affairs

Projection: Directorate for Marine Affairs and Fisheries, Bappenas

(14)

Tata Laksana Masterplan

I 2020

II 2021

III 2022

IV 2023

V 2024

ROAD MAP PENGEMBANGAN WPP 2020 – 2045

Revitalisasi Perencanaan WPP:

1. Inventarisasi dan evaluasi potensi WPP

2. Penyelesaian wilayah operasi WPP (Kawasan perikanan tangkap, budidaya, konservasi dsb) 3. Penguatan Rencana Pengelolaan WPP (Wilayah Kerja WPP)

Pemanfaatan, restorasi dan perlindungan wilayah laut dan ekosistemnya:

1. Pengendalian IUU Fishing & Penegakan hukum 2. Rehabilitasi dan restorasi ekosistem perairan

3. Optimalisasi pemanfaatan kawasan dan sumber daya perikanan Menciptakan enabling conditions:

1. Rekonsiliasi STOK (MSY), pengurusan dan pengelolaan 2. Transformasi manajemen SDM

3. Penyusunan dan revisi regulasi

4. Penyiapan infrastruktur digitalisasi pengelolaan WPP

5. Optimalisasi sumber pendanaan dari blended finance dan KPBU

(15)

Tindak Lanjut

1. Bentuk Kelembagaan WPP yang lebih ”functional”, untuk

menjadikan WPP sebagai bentuk akselerasi pertumbuhan wilayah berbasis perikanan

2. Mekanisme kerja multi pihak yang akan terlibat dalam manajemen WPP

3. Analisa operasional manajemen (Institutional Framework) WPP yang ada dalam Permen KP No.33 Tahun 2019 tentang organisasi dan tata kerja Lembaga pengelola WPP

(16)

Terima Kasih

12

(17)

https://socialinvestment.id/

PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN

CSR MEDCO E&P

Kemal A. Massi

Medco E&P Natuna, Ltd

(18)

PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN CSR MEDCO E&P

Kemal Abduhrahman Massi Medco E&P Natuna Ltd.

2021

(19)

This document contains certain results of operation, and may also contain certain projections, plans, strategies, policies and objectives of the Company, which could be treated as forward looking statements within the meaning of applicable law. Forwards looking statements, by their nature, involve risks and uncertainties that could cause actual results and development to differ materially from those expressed or implied in these statements.

PT Medco Energi Internasional Tbk does not guarantee that any action, which should have been taken in reliance on this document will bring specific results as expected.

2

(20)

3

PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN SUTAINABLE FISHERIES

A. Kondisi Perikanan Nasional

Kajian Strategis Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan yang diterbitkan Bappenas (2014), menyatakan bahwa:

1) Kegiatan perikanan di Indonesia dapat dinyatakan belum berjalan secara berkelanjutan, karena belum sepenuhnya menerapkan kaidah-kaidah perikanan yang bertanggungjawab

(Code of Conduct Responsible Fisheries / CCRF -FAO) 2) Permasalahan utama perikanan tangkap adalah:

- pengelolaannya yang masih bersifat ”open access”,

- tekanan yang tinggi pada daerah perairan pantai akibat dominansinya armada perikanan skala kecil yang jumlahnya mencapai 89% dari total armada perikanan nasional, dan

- maraknya praktik illegal fishing di perairan lepas pantai wilayah Indonesia.

3) Permasalahan utama dalam kegiatan perikanan budidaya:

- Penyediaan pakan ikan yang masih tergantung dari produk impor,

- Penyediaan benih unggul yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan - belum terjaminnya tata ruang untuk mendukung pelaksanaan perikanan budidaya yang

berkelanjutan

(21)

PERIKANAN BERKELANJUTAN

B. Gambaran Umum Wilayah Kab. KepulauanAnambas - Secara geografis, Kab. Kepulauan Anambas terdiri dari

238 pulau- pulau besar dan kecil

- Wilayahnya berbatasan langsung dengan perairan Negara lain atau lautan internasional.

- Memiliki kelimpahan Sumber Daya Perikanan yang berorientasi ekspor.

- Salah satu habitat ikan dengan nilai ekonomis tinggi,

seperti: Napoleon (Cheilinus Undulatus) dan ikan karang lainnya.

- Masyarakat mengambil bibit Napoleon dan ikan karang lainnya dari alam untuk dibesarkan dalam Kolam Jaring Tancap (KJT) dan Kolam Jaring Apung (KJA)

- Peningkatan jumlah penduduk peningkatan tekanan terhadap daya dukung lingkungan, termasuk yang

berasal dari sektor perikanan budidaya

Peta Wilayah Block B- Medco E&P Natuna)

4

Kab. Kep. Anambas Kab. Natuna

(22)

Kabupaten Kepulauan Anambas

Peta Wilayah Block B- Medco E&P Natuna)

5

Kab. Natuna Kab. Kep. Anambas

(23)

Dengan kondisi seperti ini, apa yang perusahaan

dapat lakukan?

6

TANTANGAN BARU

(24)

PROGRAM PERIKANAN BERKELANJUTAN

C. Kondisi Perikanan di Perairan sekitar Operasional Perusahaan

Kajian dilakukan tahun 2007

Lokasi: Perairan sekitar P. Pahat, Perairan Teluk Sena dan Perairan Selat

Potensi & Permasalahan Perikanan Tangkap:

7

a. Potensi Perikanan masih melimpah

b. Teknologi masih sederhana jangkauan terbatas

c. Sarana Prasarana, modal & keterampilan nelayan kurang memadai

d. Harga BBM yang tinggi

e. Maraknya illegal, unregulated & unreported fishing Potensi & Permasalahan Perikanan Budidaya:

a. Kondisi perairan menunjang untuk budidaya

b. Menurunnya kemampuan reproduksi ikan kerapu secara alamiah, akibat penangkapan indukan betina oleh nelayan c. Terbatasnya ketersediaan benih, tepat waktu, tepat jumlah &

tepat mutu serta tepat harga

Rekomendasi Kegiatan:

Perikanan Tangkap

1) Pengembangan teknologi tangkap dan armada perahu untuk nelayan

2) Pelatihan penggunaan alat bagi nelayan 3) Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur Perikanan Budidaya

1) Penyediaan benih berkualitas 2) Pembangunan Hatchery

(25)

BALAI BENIH IKAN ANAMBAS

• Sejak akhir tahun 2007.

• Potensi perikanan dan perairan di wilayah Anambas,

• Merubah Budaya/kebiasaan nelayan budidaya

• Untuk kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan benih bagi nelayan budidaya.

• Tahapan pelaksanaan kegiatan, meliputi:

1. Th. 2008 – 2012: Penyediaan infrastruktur KJA & Hatchery Laut untuk pemeliharaan benih ikan berukuran kecil yang didistribusikan kepada nelayan budidaya agar semakin terampil memelihara benih ukuran lebih kecil

2. Th. 2012 – 2017: Penyediaan bantuan modal kerja untuk praktek usaha pengadaan benih oleh komunitas, dan dipasarkan dalam bentuk skema komersil kepada masyarakat pembudidaya ikan.

3. Th. 2018 – kini: penyempurnaan infrastruktur hatchery darat untuk menunjang keberhasilan ujicoba fase pemeliharaan telur/larva sampai benih siap pendederan, praktek usaha tetap berlangsung

dengan tujuan untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan BBI Anambas.

8

(26)

DAMPAK PERIKANAN BERKELANJUTAN

9

Dampak program:

a) Aspek Lingkungan: Mengurangi tekanan terhadap lingkungan b) Aspek Sosial: Merubah kebiasaan masyarakat dalam

pemeliharaan bibit ikan dari ukuran 15 cm menjadi ukuran 3 cm c) Aspek Ekonomi: (i) Minimalisasi ukuran bibit, meningkatkan

jumlah bibit yang diusahakan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan nelayan budidaya. (ii) Mampu menyiapkan benih yang unggul, tepat waktu dan harga yang ekonomis.

d) Aspek pendidikan: BBI telah menjadi salah satu tempat

menimba ilmu untuk proses budidaya modern termasuk untuk

pemeliharaab induk, kultur pakan alami, Proses pemeliharaan

bibit ikan serta management Hatchery & Balai Benih Ikan

(27)

10

Perkembangan Balai Benih IkanAnambas

Pembangunan Infrastruktur

Keramba Jaring Apung (KJA) & Hatchery di Desa Candi

Persiapan Indukan Ikan Kerapu

Kolam pendederan dan bak pakan alami

Pemijahan Ikan Kerapu

(28)

BAGIAN PENCAPAIAN

BALAI BENIH IKAN ANAMBAS

SEBAGAI TEMPAT PEMBELAJARAN SISWA DAN MAHASISWA

Mahasiswi Univ Indraprasta - Jakarta Siswa SMK Perikanan - Peserta Magang

11

(29)

Jumlah Nelayan yang terlayani:

- 378 orang

- Tersebar di 24 desa/kelurahan dan 6 kecamatan

- Omset Transaksi hingga tahun 2020 mencapai: Rp. 4,85 M,

12

BAGIAN PENCAPAIAN

BALAI BENIH IKAN ANAMBAS

(30)

KESIMPULAN DAN BAHAN DISKUSI

13

• Perlu komitmen yang berkelanjutanbila ingin mencapai program perikanan berkelanjutan sesuai dengan gambaran sebelumnya.

• Pengembangan kapasitas nelayan untuk menjadi pembudidaya ikan dilakukan dengan terstruktur dan tidak tergesa-gesa. Merubah kebiasaan nelayan dari pengetahuan yang telah mereka praktekkan dari generasi dibutuhkan kesabaran lebih.

• Untuk mencapai Perikanan berkelanjutan perlu dukungan dari semua stakeholder serta dukungan faktor alam yang baik.

• Penguasaan Supply Chain Management juga berperan penting untuk

keberhasilan kelompok binaan ini.

(31)

PT Medco Energi Internasional Tbk

The Energy Building 53rd Floor SCBD Lot 11A

Jl. Jend. Sudirman, Jakarta 12190 Indonesia

P. +62-21 2995 3000 F. +62-21 2995 3001

Website :www.medcoenergi.com

(32)

https://socialinvestment.id/

PERIKANAN

BERKELANJUTAN SEBAGAI PRIORITAS PEMBANGUNAN SEKTOR KELAUTAN

Dr. Imam Musthofa Zainudin

WWF Indonesia

(33)

Dr. Imam Musthofa Zainudin

Head of marine & fisheries program WWF-Indonesia

[email protected]

”SIRD – Perikanan Berkelanjutan sebagai prioritas pembangunan sector kelautan”

(34)

Potensi Sumberdaya Perikanan Indonesia

Source : FAO – SOFIA, 2018

(35)

Kondisi Laut dan Perikanan

STOP - Degradasi kualitas ekosistem kelautan (Habitat & Species)

SUPPORT - Pemanfaatan berkelanjutan SDL (Perikanan)

PREVENT - Perubahan iklim lautan (adaptasi dan mitigasi)

Perubahan perilaku dan rantai makanan di lautan

Perikanan Budidaya

(36)

Market Transformation

Ecological Footprint & Market Transformation

(37)

Market Transformation

(38)

www.seafoodsavers.org

“Market Driven”

Market Transformation

(39)

www.wwf.id

Terimakasih

(40)

https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia

PROFILE

PT SAHABAT INVESTASI INDOTAMA

(Social Investment Indonesia)

(41)

https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia

SIAPA KAMI ?

• Konsultan yang mempunyai kompetensi inti dalam menyediakan dukungan untuk pengembangan masyarakat melalui pendekatan investasi sosial yang strategis (strategic community investment).

• Dukungan tersebut kami wujudkan dalam penyediaan layanan konsultasi kami secara terpadu dari:

– Proses Perencanaan: Penilaian (assessment) dan Penyusunan Strategi;

– Proses Pelaksanaan dan Pendampingan Teknis;

– Proses Pemantauan, Evaluasi & Penilaian Dampak; dan – Proses Komunikasi & Pelibatan Pemangku Kepentingan

• Kami mendorong pelaksanaan investasi sosial sebagai bagian dari

pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sesuai dengan SNI ISO 26000:2013 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial.

• Kami bermitra dengan perusahaan dari seluruh sektor, khususnya pertambangan, minyak & gas, manufaktur, perkebunan & kehutanan.

(42)

https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia

LINGKUP & JENIS LAYANAN KAMI

• Untuk memaksimalkan dampak investasi sosial perusahaan, maka Kami menyediakan layanan

konsultasi yang terintegrasi mengikuti daur program, mulai penilaian, penyusunan strategi, pelaksanaan &

pengkomunikasian.

• Jenis layanan yang Kami berikan meliputi:

– Pemberian Pendampingan Teknis (Technical Assistance)

– Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas (Capacity Building)

– Pelaksanaan Riset dan Pengembangan Program – Alihdaya dan Retainer Consultant

Strategic Community

Investment

(43)

https://socialinvestment.id/ Social Investment Indonesia

OUR PRODUCTS & SERVICES BASED ON OUR 4 CORE COMPETENCIES

TECHNICAL ASSISTANCE

Kami memberikan bantuan teknis untuk manajemen tingkat menengah & atas dalam menyusun program strategis investasi sosial. Beberapa layanan konsultasi yang kami berikan meliputi:

Strategic Plan Development

▪ Program Design & Manual Development

▪ Stakeholders Engagement Strategy

▪ Conflict Management & Resolution

▪ Employee Engagement/Volunteering

▪ Reporting & Communication

▪ Tri-sector Partnership

▪ Performance Indicator for Social Investment Program Development

▪ Program Monitoring & Evaluation

RESEARCH

Untuk menunjang efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program investasi sosial, maka diperlukan beberapa pengkajian dan penelitian. Kami telah berpengalaman melakukan berbagai pengkajian dan penelitian, diantaranya adalah:

▪ Social Impact Assessment

▪ Economic Impact Assessment

▪ Stakeholders Mapping

▪ Social Mapping

▪ Baseline Studi & Community Need Assessment

▪ Perception Study

▪ Community Satisfaction Survey

▪ Impact Evaluation, khususnya menggunakan Metode Social Return on Investment/SROI &

Sustainable Livelihood Impact Assessment/SLIA

TRAINING & CAPACITY BUILDING

Pengembangan kapasitas merupakan hal yang esensial bagi perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaksana program. Kami secara reguler mengadakan sesi pembelajaran (learning series), seperti:

▪Program design based-on Risk & Opportunity Assessment

▪Social Assessment

▪Measuring Program’s Impact

▪Project Management

▪Conflict Management

Kami juga menyediakan layanan Inhouse & Tailor Made Training, dengan materi, waktu dan lokasi pelaksanaan yang lebih fleksibel.

Kami juga memberikan layanan pengembangan kapasitas untuk mitra kerja, kelompok/kelembagaan pemangku kepentingan dan komunitas..

OUTSOURCING & RETAINER

▪ Banyak perusahaan yang mempunyai keterbatasan SDM untuk pelaksanaan program investasi sosialnya. Melalui layanan alih daya ini, maka SDM pelaksanaan program dapat Kami dipasok sesuai dengan kebutuhan.

▪ Melalui penyediaan tenaga-tenaga profesional pelaksana program, maka akan terjadi akselerasi pelaksanaan program.

▪ Kami menawarkan SDM yang handal, khususnya untuk level pelaksana (officer, executive, supervisor, superintendent hingga senior manager).

▪ Bentuk dukungan lainnya yang dapat dimanfaatkan berupa retainer consultant untuk membantu pelaksanaan program perusahaan.

PRODUK & JENIS LAYANAN KAMI

(44)

https://socialinvestment.id/

KLIEN KAMI

(45)

https://socialinvestment.id/

Tentang Pelatihan:

Setiap program investasi sosial (CSR) yang di jalankan, selayaknya menjadi sebuah Investasi Sosial. Namun tidak jarang kita terlewat untuk menghitungnya, bahkan belum punya rencana untuk menghitungnya. Akibatnya kita tidak pernah tahu sejauh mana dampak program investasi sosial yang sudah berjalan? kepada siapa saja dampak itu terjadi?

berapa besarnya? siapa yang menerima dampak paling besar? siapa yang menerima dampak paling kecil?

Bagaimana menghitung itu semua?

Bergabunglah bersama kami dalam Virtual Learning Series, Social Return on Investment Training (SROI) #Batch18, pada:

Tanggal : 9-11 November 2021 Waktu : 08:30 s.d. 15:30 WIB Tempat : Zoom Meeting Room

Pendaftaran:

https://bit.ly/daftarSROI18

1. Social Return on Investment (SROI) Training

(46)

https://socialinvestment.id/

AGENDA TRAINING 2021

- Social Investment Indonesia Learning Series (SIILS) -

Desember

14-16 | Measuring the Impact of Social Investment Program

21-23 | Creating Shared Value (CSV); Maximizing Your Business Impact for Stakeholder

Selengkapnya di:

https://socialinvestment.id/agenda-training-events/

November

9-11 | Social Return On Investment (SROI)

23-25 | Project Management for Sosial Investment Program

(47)

https://socialinvestment.id/

Question & Answer Please ask

For more information, visit our website:

https://socialinvestment.id/

SOCIAL INVESTMENT INDONESIA

Jl. Bendul Merisi Selatan Airdas No.18A, Surabaya – Jawa Timur 60239 Phone : +6231-8432810 | +62251 8315579

Mobile : +62813 -1724-5657 Fax : +6231- 8433036

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Subsektor perikanan budidaya sekarang tengah ditingkatkan pengembangannya setelah perikanan tangkap tak bisa lagi diandalkan untuk menjaga ketersediaan stok ikan nasional. Sumberdaya

Membangkitkan industri kelautan dan perikanan melalui pemenuhan kebutuhan bahan baku industri, peningkatan kualitas mutu produk dan nilai tambah untuk peningkatan investasi dan

Dalam rangka mewujudkan arah perencanaan pembangunan yang tepat, terpadu dan berkelanjutan, perlu disusun Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Peternakan, Perikanan dan

Konservasi SD Ikan Adalah upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan SD Ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan

selain itu, pembangunan yang berwawasan lingkungan yang dijalankan mampu meningkatkan posisi tawar nilai sumberdaya ikan dalam percaturan perikanan dunia dan regional semakin

Pari merupakan salah satu sumberdaya ikan yang harus diketahui tingkat pemanfaatannya, sehingga perlu adanya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, maka dari itu

Dalam pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem, selektifitas alat terhadap multispecies ikan yang tertangkap lebih menggambarkan komunitas yang terkena dampak

Dalam pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem, selektifitas alat terhadap multispecies ikan yang tertangkap lebih menggambarkan komunitas yang terkena dampak penangkapan