• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III RANCANGAN KARYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III RANCANGAN KARYA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB III

RANCANGAN KARYA

3.1 Tahap Pembuatan

Terdapat langkah-langkah memenuhi kriteria program studi jurnalistik klaster reporting based project dengan audio reporting and thematic story telling.

Sebuah buku, yaitu “Expert Podcasting for Dummies”, Morris, Terra, dan Williams menekankan pentingnya perencanaan dengan menentukan topik yang sesuai. Idealnya topik atau tema yang dipilih podcaster berada dalam bidang minat dan kemampuannya. Di samping itu, ketersediaan sumber daya adalah faktor yang harus diperhatikan untuk menyempurnakan topik yang dipilih. Misalnya, beberapa situs online perguruan tinggi menyediakan materi podcast berisi topik ilmiah dari para ahli atau pakar yang ada di perguruan tinggi tersebut. Setelah menentukan topik, perhitungkan juga potensi khalayak atau pendengar yang membutuhkan dan atau berminat dengan topik yang direncanakan. Semakin besar potensi pendengar semakin layak rencana produksi dilanjutkan (Morris, Terra, & Williams, dikutip dalam Fadilah, Yudhapramesti, & Aristi, 2017, p. 99)

Podcast Disko Bertindak dibuat sesuai dengan peminatan dan kemampuan penulis, memilih nama yang kerap digunakan banyak orang atau memorable, memilih podcaster dengan karakter suara yang unik, memilih peralatan yang

(2)

28

mumpuni, serta menerima feedback pendengar untuk dijadikan pertumbuhan jumlah pendengar sebagai prioritas (Sulaiman, 2017).

3.1.1 Rancangan Pra-produksi Disko Bertindak Podcast

a. Membuat Ide

Pada tahap ini penulis menentukan garis besar atau sifat dari podcast yang ingin dibuat. Pada tugas akhir berbasis karya ini penulis berhasil merangkai ide untuk membuat sebuah podcast yang berkategorikan musik disko Indonesia. Podcast ini akan membawakan gaya audio reporting base atau perbincangan dengan pegiat musik disko Indonesia dengan topik yang berbeda disetiap episodenya. Salah satu kekuatan podcast ini adalah menghadirkan bintang tamu yang memiliki peran pada musik disko Indonesia.

Sesudah menentukan tema, penulis harus menentukan nama yang unik, mudah diingat, mempunyai nilai branding yang kuat agar menjadi identitas utama channel podcast nantinya. Tercetuslah nama “Disko Bertindak” yang memiliki filosofi bahwa, “memberi ruang terbuka dan bebas bagi pendengar berinteraksi dengan narasumbar. Dan memberi informasi bagi pendengar tentang sejarah, perkembangan, dan pergerakan musik disko di Indonesia.”

Target pendengar penulis adalah masyarakat secara umum dan juga yang menyukai skena musik disko Indonesia tanpa memandang usia.

(3)

29

Sebagai sebuah genre musik disko telah mengalami asam garam kehidupan. Telah lebih dari 5 dekade berlalu sejak musik yang membuat kepala dan tubuh bergoyang ini menjadi fenomena global. Musik ini telah menginspirasi tidak hanya kebahagiaan, kesedihan, tetapi juga pembunuhan (Haider, 2018).

Budaya disko masuk melalui diskotek pertama terlihat dengan lahirnya diskotek pertama di Indonesia yang juga pertama di Asia Tenggara pada tangal 12 November 1970, yaitu, Tanamur, akronim dari Tanah Abang Timur (Puspafirdausi, 2018). Hal ini didukung oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, yang memberi kesempatan untuk membangun tempat rekreasi bagi pemuda-pemudi.

Berkembangnya disko di Indonesia juga di dukung dengan hasil rekaman musisi disko salah satunya adalah kaset. Kaset yang memiliki harga relatif murah sehingga membuat orang memilih untuk membeli kaset ketimbang piringan hitam. Hasil rekaman juga dibantu peran penting sejumlah media masa seperti Kompas, majalah Mas, Prisma, serta radio Prambors untuk memperkenalkannya (Hanggoro, 2018).

Sebagai sebuah radio penyiaran Prambors memiliki peran yang cukup besar dalam perkembangan musik disko. Prambors tak hanya sekedar menyiarkan musik-musik disko, namun Prambors juga menggelar lomba Disc Jockey (DJ), pemutar piringan hitam di diskotek, dan mengadakan jambore penikmat musik disko antero negeri (Hanggoro, 2018).

(4)

30 b. Menentukan podcaster

Podcaster berperan penting sebagai orang yang akan membawakan acara sama seperti penyiar radio atau pun host. Proses menentukan podcaster ditunjang sebagaimana peraturan tugas akhir di Universitas Multimedia Nusantara yang mengharuskan bahwa skripsi berbasis karya hanya boleh dibantu sesama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Namun, kriteria pemilihan podcaster juga ditententukan sebagai berikut :

1. Mengerti perkembangan musik disko Indonesia

2. Dapat melakukan script reading dengan baik

3. Memiliki karakter suara yang kuat

4. Mampu berbicara dengan lugas

Penulis disini berperan sebagai produser dan merangkap juga sebagai host utama karena saya memahami skena dan perkembangan musik disko Indonesia.

c. Menyiapkan alat dan perangkat lainnya

Sesudah menentukan topik atau identitas podcast yang ingin dibuat. Hal terpenting lainnya sebelum produksi adalah menyiapkan alat perekam untuk membuat konten podcast. Karena pada dasarnya podcast bersifat auditori maka dari itu kualitas audio harus diperhatikan.

(5)

31

Alat-alat penulis yang dipakai diantaranya adalah universal mixer 8 channel, soundcard taff studio V8, mic ashley dynamic i200, dan laptop mac book pro 2012. Penulis memilih alat ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan mudah untuk digunakan.

d. Pengumpulan Data

Pada tahap ini penulis terus melihat referensi berita atau informasi terkini terkait disko Indonesia yang ada pada media daring, blogspot, ataupun forum- forum. Penulis juga terus memantau perkembangan penggiat musik lokal dengan terus mendengarkan lagu-lagu terbaru ciptaan mereka agar dapat menjadi bahan bahasan tugas akhir.

e. Memilih narasumber

Pemilihan narasumber berpengaruh besar kepada konten yang akan dibuat.

Setiap narasumber akan mendapatkan pembahasan yang bisa divariasikan sesuai topik. Untuk mendapatkan narasumber, penulis akan menghubungi Contact Person mereka yang tertera di akun sosial medianya. Jika konfirmasi

berhasil, penulis akan diberitahu hari dan tempat dimana narasumber inginkan

Kekuatan podcast ini ada pada sumber daya manusia yang ditampilkan maka nantinya akan diusahakan untuk mendatangkan narasumber dari pegiat disko Indonesia yang memiliki pengaruh untuk audiens ataupun dalam skala besar disko Indonesia.

(6)

32 f. Pembuatan Naskah

Setelah mendapatkan narasumber, pada tahap ini penulis harus membuat isi konten yang akan dibahas dalam tiap episodik di podcast nantinya. Seperti membuat script yang isinya pertanyaan agar mempermudah podcaster untuk membawakan acara. Lain dari itu pembuatan naskah akan dikelola agar podcast dapat menarik khalayak dan tidak membosankan.

g. Konfirmasi dengan Contact Person

Konfirmasi kepada narasumber didapatkan melalui contact person mereka yang tertera pada akun sosial media seperti Instagram. Setelah mendapatkan nomer contactperson tersebut, penulis akan mengirim pesan melalui Whatsapp atau sms agar narasumber mau untuk meluangkan waktunya untuk berpartisipasi di podcast yang penulis kerjakan.

3.1.2 Breakdown Acara

Audio Reporting Base merupakan konsep skripsi berbasis karya yang memiliki aturan dalam pembuatannya yaitu, memiliki durasi minimal sepanjang 1 jam. Maka dari itu podcast dengan konsep audio reporting bertemakan disko di Indonesia dari masa-kemasa penulis menjadi 6 episode dengan masing-masing episode berdurasi minimal 10 menit.

(7)

33

Tiap episode berisikan kutipan dari satu atau beberapa narasumber yang sudah penulis wawancara. Penulis menyambungkan kutipan dengan narasi yang penulis buat guna menjadikan podcast audio reporting ini kredibel.

a. Episode 1: Gambaran Umum Disko Di Indonesia

Disko merupakan sebuah genre musik yang lahir, berkembang, dan popular dari budaya barat pada awal 70an. Populernya disko akhirnya merambat dan menyebar keseluruh dunia bahkan termasuk Indonesia.

Sejak kedatangannya, disko disambut baik oleh masyarakat Tanah Air.

Masa awal pertumbuhan skena disko diiringi dengan banyaknya diskotek, bar, dan klub-klub malam yang bermunculan di kota-kota besar, khususnya Jakarta.

Namun disko yang dinikmati khalayak Indonesia era 70-an masih begitu didominasi unsur barat. DJ atau disk jocky yang bekerja di diskotek atau tempat hiburan malam lainnya, hanya boleh memutar musik-musik disko karya musisi Barat, alias dilarang keras memutar lagu-lagu Indonesia.

Fenomena ini terjadi lantaran lagu-lagu Indonesia selalu dipandang norak.

Ada stigma yang beredar dalam masyarakat masa itu, kalau musik keren dan pantas dimainkan di diskotek hanya hasil ciptaan musisi Barat. Di episode pertama ini penulis merangkum garis besar musik dan kultur disko di Insonesia dan pembahasan lebih perincinya disebar dalam 5 episode lainnya.

(8)

34

b. Episode 2: Demam Disko dan Lika-Liku Transisi Orde-Nya

Masuknya budaya disko ke Indonesia sejatinya berkaitan dengan sejarah politik dan pemerintahan negara. Pertengahan medio 1960-an sampai awal 1970-an silam, Indonesia mengalami pergantian rezim kepemimpinan dari era Orde Lama, Soekarno, menuju pemerintahan Orde Baru, Soeharto. Soeharto tanpa ragu membuka pintu bagi industri Barat agar mau berinvestasi di Indonesia.

Namun masuknya budaya Barat tidak begitu saja terjadi saat orde lama yaitu, masa pemerintahan Soekarno disko masih belum menjadi sebuah trend dan popular di Indonesia. Pergerakan musisi seperti koesploes yang membawakan lagu-lagu Barat sempat merasakan ketegasan Soekarno.

Episode ini penulis mengulas bagaimana hubungan politik dan masuknya budaya Barat terutama disko di Indonesia. Penulis juga mengulas bagaimana dilematik pemerintah, penggiat, dan masyarakat menyambut fenomena demam disko.

c. Episode 3: Demam Disko Atas Bawah

Dimasa keemasan disko sejak awal sampai akhir 70an penggemar disko datang dari beragam kalangan. Beragam kalangan turut memeriahkan pagelaran acara dan musik disko itu sendiri. Namun, budaya disko yang diidentikan dengan kekayaan atau borjuis dapat dikatakan sebagai penghalang bagi mereka yang berasal dari kalangan menengah kebawah.

(9)

35

Pergerakan disko yang tadinya terbatas oleh kekayaan akhirnya dibantah dengan munculnya kolektif yang membuat inisiatif untuk mewadahi beragam kalangan. Pergerakan ragam kolektif ini terdapat di ibu kota maupun luar kota sekalipun.

Kreatifitas kolektif ini dikemas dalam sebuah acara disko yang disebut disko mobile. Disko mobile pada dasarnya diadakan untuk pesta-pesta rumahan baik ulang tahun, pernikahan, dan ragam perayaan lainnya.

Diepisode „demam disko atas bawah‟ ini penulis mengulas bagaimana pergerakan disko mobile. Penulis juga mengulas bagaimana fenomena ini terjadi.

d. Episode 4: Tanamur Dan Budaya Tanpa Memandang Kelas Sosial

Pada tahun 70an muncul suatu tempat yang bernama Tanamur (tanah abang timur). Tanamur merupakan awal mula disko masuk di Indonesia dan asia tenggara. Tanamur didirikan pada 12 November 1970 oleh pengusaha yang bernama Ahmad Fahmy Alhadi.

Dibukanya pintu bagi investasi asing di Indonesia, gubernur DKI Jakarta pada era itu Ali Sadikin sedang gencar melakukan pembangunan untuk Jakarta, sehingga dibukanya klab malam serta tempat perjudian. Bagi Ali Sadikin klub malam serta tempat perjudian merupakan sumber pemasukan provinsi, sedangkan pengusaha melihat ibukota sebagai pasar yang tengah bergejolak.

(10)

36

Pada episode ini penulis mengulas bagaimana Tanamur mewadahi penggemar disko pada era jayanya disko. Penulis juga membahas bagaimana budaya yang terdapat di Tanamur serta alasan bagaimana tanamur dapat menjadi diskotek yang berjaya.

e. Episode 5: Down Side Up Side Down

Skena disko di Indonesia dan suasana pesta klub malam di tahun 70an tak luput dari hentakan lagu-lagu karya musisi Amerika dan Eropa. Selera publik kala itu memang kurang menyukai hingga menganggap norak lagu-lagu Indonesia.

Dampak stigma norak memunculkan norma tersendiri, yakni larangan kepada para DJ memutar lagu-lagu Indonesia dalam pesta diskotek. Hal ini membuat tidak banyak musisi lokal berani menularkan lagu-lagu straight disko. Namun, fenomena demam disko membuat banyak musisi lokal akhirnya beradaptasi dengan menciptakan karya yang dasarnya pop dan diberi sentuhan up-beat.

Sebenarnya ada beberapa musisi seperti Chrisye yang sanggup melahirkan lagu-lagu pop up-beat dengan balutan lirik easy listening. Meski begitu, lagu- lagu Indonesia tetap gagal menembus diskotek, lantaran stigma norak yang melekat terlanjur begitu kuat.

Pada episode ini penulis mengulas dilematik musik Indonesia di pasar diskotek. Mengapa stigma musik Indonesia dapat label norak bahkan dari warga negaranya sendiri?

(11)

37

f. Episode 6: Diskoria Selekta Dalam Dunia Dansa

Disko yang tumbuh di Indonesia pada 1970-an akhir dan menjadi lagu yang tidak asing bagi orang tua kini juga tak asing bagi anak muda.

Penyebaran budaya ini dibantu dengan munculnya duo dj (disk jockey) selekta asal Jakarta yaitu Diskoria Selekta. Diskoria Selekta atau yang dikenal diskoria terdiri dari Fadli Aat (Aat) dan Merdi Simanjutak (Merdi).

Berangkat dari sebuah keyakinan musik disko lokal (Indonesia) dapat mengalahkan musik disko luar negeri, duo ini terus berkembang sejak 2015.

Invasi mereka dapat dikatakan sukses mempengaruhi anak muda untuk mengenal lagu-lagu disko Indonesia 80-an dan 90-an. Terbukti dengan undangan- undangan main mereka di acara pentas seni sekolah (vice.com).

Pada episode ini penulis mengulas bagaimana lika-liku Diskoria dalam membangkitkan musik disko Indonesia ke khalayak luas terutama muda-mudi.

Penulis juga akan mengulas bagaimana perkembangan dan pergerakan musik serta musisi disko Indonesia belakangan ini.

3.1.3 Rancangan Produksi Disko Bertindak

Tahap ini dapat dikategorikan sebagai tahap perekaman. Setelah proses pra-produksi penulis dapat memulai membuat konten yang telah melalui breakdown. Penulis melakukan wawancara dengan narasumber berkaitan dengan tema yang telah penulis tetapkan ditiap episodenya.

(12)

38

Tahapan ini penulis melakukan wawancara dengan narasumber dan menggunakan alat-alat perekaman yang telah penulis beli. Alat-alat penulis yang dipakai diantaranya adalah universal mixer 8 channel, soundcard taff studio V8, mic ashley dynamic i200, dan laptop mac book pro 2012.

Wawancara merupakan proses tanya jawab yang dilakukan dengan seseorang atau kelompok tertentu guna mendapatkan tanggapan mengenai suatu hal atau masalah. Orang yang mewawancarai dinamakan pewawancara dalam hal ini (podcaster) dan pemberi jawaban dapat disebut narasumber atau responden.

Dengan format talkshow atau percakapan biasa dimana penulis melakukan pertukaran informasi, opini, serta pengalaman dengan narasumber (Arisumandar, 2011).

Sekalipun penulis menggunakan dasar talkshow untuk wawancara, namun penulis akan mengemas hasil wawancara menjadi audio reporting and thematic story telling. Sehingga, pada tahap wawancara terdapat empat sifat dasar

wawancara on the record, off the record, background, dan deep background.

Penulis mematuhi dan menggunakan sifat-sifat ini guna mendapatkan informasi, terutama on the record. On the record, penulis dapat memberikan nama dan jabatan narasumber serta kutipan langsung dari narasumber secara terbuka.

Sedangkan off the record penulis tidak dapat memasukan kutipan yang tidak diijinkan narasumber. (Arisumandar, 2011).

Tempat perekaman dapat dilakukan melalui tatap muka di studio atau rumah narasumber. Namun, terkait dengan andanya pandemi Covid – 19 penulis

(13)

39

juga dapat melakukan talkshow via daring. Penulis menganjurkan proses wawancara kepada narasumber demi kenyamanan narasumber. Penulis juga akan menjabarkan kepada pendengar mengenai situasi perekaman. Penulis menjabarkan kondisi dilokasi guna memberi gambaran kepada pendengar dan menghidupkan unsur theater of mind.

3.1.4 Rancangan Pasca Produksi Disko Bertindak

Hasil rekaman wawancara yang penulis dapat akan memasuki proses penyuntingan. Proses penyuntingan akan dilakukan oleh editor menggunakan ableton live 10. Alasan penulis menggunakan ableton live 10 dikarenakan fitur mengedit yang lebih lengkap terutama dalam efek penyuntingan suara. Hasil penyuntinganpun dapat lebih jernih jika dibandingan software lain seperti garageband.

Pada tahap rancangan pra-produksi penulis melakukan penyuntingan suara terhadap hasil rekaman. Penyuntingan yang dilakukan adalah memperhalus suara agar terhindar dari gangguan seperti noise dan penambahan sound effect.

Penambahan sound effect diperlukan agar podcast lebih menarik dan hidup.

Dalam penyuntingan suara ini penulis juga menambahkan lagu untuk bumper. Lagu bumperini penulis tambahkan agar podcast disko bertindak lebih mudah diingat. Penulis juga memasukan suara latar berupa lagu-lagu yang

(14)

40

berkaitan dengan tema ditiap episode yang penulis sudah tetapkan pada tahap rancangan pra produksi dan breakdown.

3.2 Anggaran

Membuat sebuah karya penulis membutuhkan anggaran untuk menentukan estimasi pengeluaran. Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan dalam suatu uang, tetapi dapat juga dinyatakan dalam satuan barang/ jasa (Narafin, 2013).

Berikut adalah tujuan-tujuan yang terkait dengan penyusunan anggaran (Sasongko dan Parulian, 2013) :

a. Perencanaan Anggaran memberikan arahan bagi penyusunan tujuan dan kebijakan penulis.

b. Motivasi Anggaran membuat penulis dapat menetapkan target-target tertentu yang harus dicapai penulis.

c. Pengendalian Keberadaan anggaran memungkinkan penulis untuk melakukan fungsi pengendalian atas aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan.

Tabel 3.1 Anggaran Pra-Produksi

No Keterangan Anggaran

1 Alat Podcast Rp. 1.300.000

(15)

41

2 Membayar Designer Rp. 200.000

3 Membayar Pembuat Musik Bumper Rp. 200.000

4 Transportasi Penulis Rp. 300.000

5 Protokol Covid-19 269.000

Tabel 3.2 Anggaran Pacsa Produksi

No Keterangan Anggaran

1 Konsumsi Narasumber Rp. 700.000

2 Transportasi Narasumber Rp. 700.000

3 Membayar Editor Rp. 300.000

4 Membayar Soundman Monitor Rp. 500.000

3.3 Target Luaran/ Publikasi

Target pendengar „Disko Bertindak‟ ada pada mereka yang menyukai musik disko. Namun, podcast ini juga dapat dinikmati kepada mereka yang ingin mendapatkan informasi mendalam mengenai musik disko. Pendengar yang ideal adalah remaja, dewasa, hingga lanjut usia dikarenakan adanya pembahasan yang bersingungan dengan narkoba, minuman keras, dan seks bebas. Penulis mempublikasikan Disko Bertindak ini di spotify.

(16)

42

Penulis memilih spotify karena kepemilikan akun yang mudah dikelola dan tidak berbayar. Spotify merupakan platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk mendengarkan podcast. jumlah pengguna yang mencari dan mendengarkan podcast terus bertambah. Ditambah dengan adanya masa pembatasan social akibat pandemi Covid-19, pengguna dan pendenganr podcast kian bertambah (Widianingtyas, 2020).

Tercatat pada 2018 Daily social dan JakPat mobile Survey Platform melakukan survey terkait penggunaan pordcast. Menggunakan 2023 pengguna smartphone di Indonesia 67,97% responden sudah familiar dengan podcast dan 80,82% diantaranya mendengarkan podcast dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Sebanyak 65% responden memilih podcast dikarenakan konten yang bervariasi.

62,69% dikarenakan flesibel. Jumlah podcast yang didengar 70% bertema hiburan dan 60% adalah gaya hidup. Rata-rata pedengar di Indonesia didominasi oleh generasi milenial, dengan kisaran usia 20-25 tahun sebesar 42,12% yang kemudian diikuti oleh kelompok usia 26 - 29 dan 30 - 35 tahun masing-masing sebesar 25,52% dan 15,96%. (Zellatifanny, 2020)

Hal ini juga terlihat dari banyaknya kolektif di Indonesia dengan rata-rata anggotanya berusia 20-30an. Kolektif-kolektif seperti Diskoria Selekta, Pleasure, Scrubs, dan „HDYLW?‟ kolektif ini masih membawa unsur irama disko dalam karya-karyanya. (Aurelia, 2020). Melihat fenomena dan data ini penulis menetapkan target penulis yaitu generasi milenial dengan usia 18-30an.

(17)

43

Selain melalui spotify penulis juga memilih kbr.id sebagai saranan publikasi podcast disko bertindak. KBR adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak 1999. Dengan dukungan reporter dan kontributor terbaik di berbagai kota di tanah air dan Asia, produk KBR telah digunakan lebih dari 500 radio di Nusantara dan 200 radio di Asia dan Australia.

Berita-berita KBR juga bisa disimak lewat website KBR.id, juga di media sosial di Facebook dan Twitter.

KBR.id juga memiliki sebuah web kusus untuk podcast bernama KBRprime.id. Website ini merupakan tempat KBR mempublikasikan konten podcast mereka. Terdapat ragam konten termasuk pendidikian, kesehatan, sosial dan budaya.

Penulis menargetkan KBR sebagai sarana publikasi agar podcast disko bertindak memiliki kualitas yang sesuai dengan standar media masa. Sekalipun spotify telah banyak digunakan banyak orang namun, KBR memiliki nilai ekskulif tersendiri. Tidak sembarang podcast dapat masuk dan dipublikasikan oleh KBR.

Penulis ingin podcast disko bertindak ini dapat dikenal luas sehingga penulis juga menargetkan Kurio untuk mempublikasikan podcast ini. Kurio merupakan content aggregator dan telah digunakan media nasional seperti Kompas, Narasi, Asumsi, Idn Times, dan lainnya.

Tidak sekedar untuk mempublikasikan KBR dan Kurio dapat dijadikan tolok ukur untuk memvalidasi kualitas podcast penulis. Tolok ukur ini

(18)

44

berlandaskan reputasi KBR dan Kurio sebagai media massa yang kredible dibidang podcast.Produk KBR telah digunakan lebih dari 500 radio di Nusantara dan 200 radio di Asia dan Australia. Kurio sudah dijadikan media sekelas Kompas dan IDN Times sebagai salah satu content aggregator untuk memasarkan podcast mereka.

Gambar

Tabel 3.1 Anggaran Pra-Produksi
Tabel 3.2 Anggaran Pacsa Produksi

Referensi

Dokumen terkait

Pada episode keempat dari season satu ini penulis akan membahas salah satu kasus yang sering terjadi di dunia game yaitu hode. Penulis memulai episode ini dengan

“Sekepal Aspal” banyaknya masyarakat, public figure yang antusias datang ke acara tersebut dengan menggunakan motor kustom, membuka mata penulis untuk melihat lebih

Melalui proses brainstorming yang telah dilakukan penulis mulai dari menentukan tema besar Talkshow yang berkaitan dengan psikologi remaja ditengah pandemi dan

Selain menggunakan transkrip wawancara untuk menyortir bagian mana saja yang dapat digunakan sebagai teks, penulis juga akan mengadaptasikan beberapa hasil

Dalam proses riset data, penulis memperoleh data dari berbagai sumber yaitu buku elektronik, portal data Pemprov DKI (data.jakarta.go.id), portal berita online,

Untuk teknik bercerita atau storytelling, penulis mengacu pada artikel dari MasterClass (2020, paras. Berikut tiga teknik storytelling yang penulis lakukan.. Tulis cerita

Tujuannya agar dapat menghasilkan kualitas rekaman yang baik (Groovy, 2019, para. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk membacakan pertanyaan ataupun narasi sebelum

Di lokasi syuting, penulis yang bertindak sebagai produser yang betindak juga sebagai pembuat skrip, dapat menggunakan skrip sebagai patokan dalam menentukan alur