Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 19
Perbedaan Prestasi yang Menggunaan Alat Peraga dan Tidak Menggunakan
Alat Peraga Stand AC Mobil Pada Standar Kompetensi Sistem Air Conditioner Di SMK Al Musyaffa Kendal
Andhi Supriyanto (09320061)
Mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang
Abstrak
Dalam penelitian, yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin Otomotif SMK Al Musyaffa.Dengan jumlah dua kelas 60 siswa masing-masing kelas berjumlah 30 siswa dan diambil seluruh populasi tersebut untuk melakukan tes formatif.
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif sebab akibat, variable bebas pada penelitian yaitu tidak menggunakan alat peraga dan yang menggunakan alat
peraga stand AC mobil.Teknik pengumpulan datanya tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Untuk hipotesis H0 : µ1
≤ µ2 terhadap H1 : µ1> µ2 yang memberikan nilai Hasil uji-t hitung 5,185 lebih besar darittabel 2,001, maka H0ditolaksehingga Ha diterima: Ada perbedaan prestasi belajar kompetensi memelihara/service sistemAC mobil yang menggunakan alat peraga stand AC
mobil dengan yang tidak menggunakan alat peraga.Penggunaan media alat peraga ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dikarenakan lebih mudah memahami
materi yang diberikan, Saran ini penulis tujukan kepada semua pihak untuk selanjutnya perlunya inovatif di bidang IT dalam penggunaan media pembelajaran yang bertujuan
meningkatkan peretasi siswa.
Kata Kunci : Alat peraga, AC mobil
PENDAHULUAN
Seorang guru dituntut untuk dapat merumuskan tujuan pengajaran secara jelas, terarah dan sistematis. Memelihara/ Servis Sistem AC Mobil adalah salah satu pelajaran produktif kompetensi kejuruan yang terdapat pada kurikulum di SMK Al Musyaffa Kendal. Pentingnya pelajaran Sistem Air Conditioner untuk dikuasai, karena Sistem Air Conditioner merupakan salah satu sistem yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan kenyamanan banyak orang dalam berkendara.
Untuk itu guru di tuntut untuk mengetahui macam-macam metode untuk menyampaikan materi pelajaran. Sebelum tersedianya alat peraga yang berupa Stand AC Mobil, guru di SMK Al Musyaffa Kendal dalam penyampaian materi pada Standar Kompetensi
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 20 Memelihara/ Servis Sistem Air Conditioner guru menggunakan metode ceramah. Metode ini sangat lemah bila guru tidak mampu mempergunakan berbagai teknik secara bervariasi, dan dapat mendatangkan kejenuhan. Untuk mengatasi hal ini, maka guru harus mampu mempergunakan
teknik dan cara menyampaikan pelajaran. Untuk itu alangkah baiknya metode ceramah ini dibantu dengan media alat peraga yang berupa Stand AC Mobil.
Dengan demikian untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar alat peraga Stand AC Mobil sangat bermanfaat dan mempermudah terhadap tercapainya tujuan pendidikan, terlebih untuk para siswa yang baru mengenal pelajaran memelihara/ servis sistem Air Conditioner untuk itu guru dituntut lebih berat lagi untuk membuat atau menggunakan alat peraga dalam memberikan pelajaran pada Standar Kompetensi Memelihara/ Servis Sistem Air Conditioner ini agar lebih cepat dimengerti oleh para siswa, oleh karena itu jelas peranan alat peraga yang berupa Stand AC Mobil sangat membantu sehingga anak didik akan lebih lengkap menyerap mata pelajaran yang diberikan oleh guru.
TINJAUAN PUSTAKA
Alat peraga atau alat bantu pengajaran disebut pula audio visual, dari kata auditif, artinya pendengaran dan visual artinya penglihatan. Audio visual mengandung pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan diserap oleh telinga. Alat-alat tersebut berguna supaya bahan pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami atau dengan kata lain mempermudah siswa dalam menangkap pelajaran yang diberikan guru.
Alat Peraga Pengajaran Sistem Air Conditioner pada Mobil
Alat peraga pengajaran prinsip sistem Air Conditioner di SMK Al Musyaffa’ Kendal, menurut hasil opservasi yang penulis lakukan pada umumnya berupa gambar yang dibuat dari kertas/ karton dan dalam bentuk benda aslinya.
Pelaksanaan Penggunaan Alat Peraga Stand AC
Penggunaan alat peraga pengajaran, merupakan usaha guru untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar dan pemilihan alat peraga apa yang hendak dipakai, hal ini tergantung kepada tujuan yang hendak dicapai dan bahan yang akan disajikan.
Berdasarkan hasil opservasi maka dapat disimpulkan. Pada umumnya guru-guru pengajar mata pelajaran Memelihara/ Service Sistem Air Conditioner mobil menggunakan dengan cara metode ceramah dan dibantu dengan alat bantu pengajaran yang berupa gambar- gambar serta membawa benda sebenarnya kedalam kelas. Pada dasarnya pelajaran
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 21 Memelihara/ Service Sistem Air Conditioner ini, siswa diharapkan dapat mengetahui nama komponen-komponen beserta fungsinya dan cara kerja sistem serta trouble- shooting yang terjadi.
METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan alat peraga stand AC mobil dengan yang tidak menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, untuk membandingkan kelompok control pada kelompok A dan kelompok percobaan pada kelompok B.
Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian adalah disaat peneliti mengadakan penelitian di sekolahan. Dalam penelitian ini penulis mengambil hari-hari yang efektif selama satu hari dalam satu minggu selama kurun waktu tiga bulan. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan mengadakan penelitian selama pembuatan skripsi ini, dimuali bulan Desember 2011 sampai Februari 2012.
Daerah yang digunakan sebagai penelitian oleh peneliti adalah lingkungan SMK Al Musyaffa’ Kendal.
Populasi dan Sampel
Karena subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Teknik Kendaraan Ringan SMK Al Musyaffa’ Kendal sebanyak 60 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas XI TKR1 dan 30 siswa kelas XI TKR2. Peneliti mengambil kelas XI TKR1 sebagai kelompok kontrol dan kelas XI TKR2 sebagai kelompok eksperimen sehingga subjek yang akan dilakukan penelitian adalah seluruh populasi.
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 22 Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian untuk mendapatkan data yang valid dengan menggunakan instrument berupa tes/soal. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa pada aspek kognitif tingkat aplikasi. Hasil tes yang diperoleh selain digunakan untuk membandingkan prestasi belajar siswa juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Paradigma penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sebagai gejala yang bervariasi, Sutrisno Hadi (2000).
Sedangkan menurut Suharsimi (2000) Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang memiliki titik perhatian satu penelitian. Dalam penelitian ini hanya menggunakan satu variabel yaitu variabel bebas. Variabel bebas (Variabel X) yaitu variable yang mempengaruhi (Variabel penyebab/ independent variable), Suharsimi Arikunto (2002). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengajaran yang menggunakan alat peraga stand AC mobil (X2), dan yang tidak menggunakan alat peraga stand AC mobil (X1).
Instrumen Pengumpulan Data
Untuk mencapai tujuan penelitian dibutuhkan data yang berhubungan dengan objek untuk mencapai jawaban dari permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode tes. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, intelegensi, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Disain Penelitian
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 23 Disain penelitian yaitu melakukan penelitian yang digunakan untuk membedakan prestasi belajar siswa, antara kelompok belajar yang menggunakan alat peraga stand AC mobil (kelompok 2) dengan yang tidak menggunakan alat peraga stand AC mobil (Kelompok 1). Namun sebelumnya dengan melakukan pretes (tes awal) pada kelompok 1 dan 2 yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, dilanjutkan dengan memberikan pembelajaran sistem Air Conditioner pada mobil yang di bantu dengan media alat peraga stand AC mobil pada kelompok 2. Selanjutnya dilanjutkan dengan postes terhadap kedua kelompok tersebut untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara kelompok 1 dan 2.
Teknik Analisis Data
Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel yang ada dalam penelitian ini yang dimaksudkan agar lebih mudah dalam memahaminya. Mengacu pada petunjuk teknis penilaian hasil belajar peserta didik siswa sekolah menengah kejuruan tahun 2009 yang dikeluarkan depdiknas sebagai berikut:
Tabel Kriteria Prestasi Kompentensi Dasar Sistem Air Conditioner
Status Nilai Kriteria
Kompeten
9,0 – 10 8,0 - 8,9 7,0 - 7,9
Istimewa Sangat baik
Baik
Tidak Kompeten 0 - 6,9 Kurang
Petunjuk teknis penilaian SMK, Depdiknas 2009
HASIL PENELITIAN Hasil Pengujian Validitas
No Rumus γpbi Rtabel Keterangan
1 0,608 0,444 Valid
2 0,561 0,444 Valid
3 0,499 0,444 Valid
4 0,499 0,444 Valid
5 0,496 0,444 Valid
6 0,604 0,444 Valid
7 0,557 0,444 Valid
8 0,525 0,444 Valid
9 0,466 0,444 Valid
10 -0,077 0,444 Tidak Valid
11 0,612 0,444 Valid
12 0,490 0,444 Valid
13 -0,258 0,444 Tidak Valid
14 0,561 0,444 Valid
15 0,466 0,444 Valid
16 0,466 0,444 Valid
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 24
17 -0,167 0,444 Tidak Valid
18 0,604 0,444 Valid
19 0,557 0,444 Valid
20 0,525 0,444 Tidak Valid
21 0,466 0,444 Valid
22 0,466 0,444 Valid
23 0,491 0,444 Valid
24 0,526 0,444 Valid
25 -0,109 0,444 Tidak Valid
Analisis pengujian validitas instrumen untuk variabel prestasi belajar siswa dengan menggunakan Rumus γpbi terhadap 25 butir soal, N uji coba sebanyak 20 siswa pada taraf signifikasi 5 % didapat rtabel = 0,444. Item soal dikatakan valid apabila rhitung > rtabel. Dari 25 soal yang diuji cobakan ternyata ada 21 soal yang valid sehingga soal diganti 4 butir soal dan digunakan dalam penelitian.
Deskriptif Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan hasil nilai pada standar kompetensi memelihara/ service sistem Air Conditioner yang di dapat dari hasil penelitian, ternyata di peroleh nilai mean (rata-rata) pre tes kelas kontrol 64,1 kelompok eksperimen 66,2 sedangkan nilai mean post tes kelas kontrol 77,2 kelompok eksperimen 88,0 dapat dilihat pada tabel berikut.
Interval Nilai
Frekuensi Kriteria
Kontrol Eksperiment
50-60 10 6 Kurang Baik
61-70 15 20 Cukup Baik
70-79 5 4 Baik
Jumlah 30 30
Rata-rata 64,1 66,2
Standar devisisai 6,7 5,7
Dari Tabel diatas tampak gambaran hasil belajar siswa, bahwa responden yang termasuk kategori baik sebanyak 5 responden atau 16,7%, sebanyak 15 responden atau 50%
termasuk dalam kategori cukup baik, sebanyak 10 responden atau 33,3% termasuk dalam kategori kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam diagram berikut ini.
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 25 Gambaran hasil belajar siswa sebelum pembelajaran kelopok eksperimen, bahwa responden yang termasuk kategori baik sebanyak 4 responden atau 13,33%, sebanyak 20 responden atau 66,7% termasuk dalam kategori cukup baik, sebanyak 6 responden atau 20% termasuk dalam kategori kurang baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar berikut ini.
Tabel Distribusi Nilai Sesudah Pembelajaran Kelompok Kontrol dan Eksperiment
Interval Nilai Frekuensi Kriteria
Kontrol Eksperiment
50-60 1 6 Kurang Baik
61-70 8 20 Cukup Baik
70-79 13 4 Baik
80-89 7 Sangat Baik
90-100 1 Istimewa
Jumlah 30 30
Rata-rata 77,2 88,0
Standar Devisiasi 8,7 7,3
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 26 Dari Tabel bahwa responden yang menyatakan proses pembelajaran konvensional yang termasuk kategori istimewa sebanyak 1 responden atau 3,33%, Termasuk kategori sangat baik sebanyak 7 responden atau 23,34%, termasuk kategori baik sebanyak 13 responden atau 43,33%, sebanyak 8 responden atau 26,67% termasuk dalam kategori cukup baik.
sebanyak 1 responden atau 3,33% termasuk dalam kategori kurang baik Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar berikut ini.
Bahwa responden yang menyatakan proses pembelajaran menggunakan Stand AC yang termasuk kategori istimewa sebanyak 10 responden atau 33,34%, Termasuk kategori sangat baik sebanyak 13 responden atau 34,33%, termasuk kategori baik sebanyak 7 responden atau 23,33%, dapat dilihat dalam gamabr dibawah.
Dari data yang telah di ditribusikan terlihat bahwa adanya perbedaan yang menonjol antara kedua kelompok kontrol dengan kelompok percobaan. Bisa di liha pada interval nilai postes kelompok kontrol dan percobaan, nilai interval 50-60 pada kelompok kontrol masih ada satu siswa sedangkan kelompok percobaan tidak ada, pada interval 61-70 kelompok kontrol sebanyak 8 siswa sedangkan percobaan tidak ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat prestasi belajar siswa di kelompok percobaan lebih baik di bandingkan dengan kelompok kontrol.
0 5 10 15
71-80 81-90 91-100
Hasil Post Tes Eksperiment
Hasil Post Tes Eksperiment
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 27 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil prestasi belajar siswa pada standar kompetensi memelihara/ service sistem Air Conditioner kelompok kontrol atau yang tidak menggunakan alat peraga stand AC mobil mendapatkan rata-rata nilai sebesar 77,27 dengan kriteria prestasi baik, sedangkan kelompok percobaan yang menggunakan alat peraga stand AC mobil adalah mendapatkan rata-rata nilai sebesar 88 dengan kriteria sangat baik, jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat prestasi belajar siswa kelompok percobaan lebih baik di bandingkan kelompk kontrol..
2. Dari hasil analisis data yang diperoleh dapat menjawab kebenaran dari hipotesis.
Hasil uji-t adalah 5,185 lebih besar dari ttabel 2,001, maka H0 ditolak sehingga Ha : Ada perbedaan prestasi belajar kompetensi memelihara/ service sistem Air Conditioner siswa yang signifikan antara yang menggunakan alat peraga stand AC mobil dengan yang tidak menggunakan alat peraga stand AC mobil.
DAFTAR PUSTAKA
A. Nababan., 1991, Metodologi Penelitian, Jurusan FPTK IKIP Bandung.
Abas Nurdin 1984, Sikap dan Kebiasaan Serta Kecemasan Dihubungkan Prestasi Belajar.
Abin Syamsudin, 1981, Psikologi Kependidikan, Bandung, Remaja Rosda Karya.
Abu Ahmadi, 1991, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
PT HONDA PROSPECT MOTOR, BRUSH UP TRAINING II, Dealer Support &
Training Service Devision
Depdikbud, 1993, Program Menengah Kejuruan, Jakarta
Muhamad Ali, 1985, Penelitian Kependidikan, Bandung, Angkasa.
Nasution S., 2004, Didaktik Asas-Asas Mengajar, Jakarta, Bumi Aksara.
Poerwodarminto, 1985. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka
Slametto, 1994, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, Rineke Cipta.
Sugiyono, 2007, Statistika Untuk Penelitian, Bandung, Alfabeta.
Gardan. Vol. 1 No.1, Juli 2012 28
…………, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Bandung, Alfabeta.
Suharsimi Arikunto, 1990, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Angkasa.
………, 2006, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Angkasa.
………., 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, Rineka Cipta.
Sujana, 1997, Metoda Statistika, Bandung, Tarsito.
Sutrisno, 2004, Statistik, Yogyakarta, Technical Data dan Informasi PT Toyota Astra Motor, New Step 1 Training Manual
http://www.scribd.com/doc/44484341 Sistem-AC-Kendaraan Andreas_sinoy 12/01/2010
www.scribd.com/doc/33009874 Makalah-Sistem-AC Ined_Afterlife_4560 06/14/2010
Mobil69.com/ototalk/mengenal komponen pendukung sistem AC mobil
Farid WN 24/11/2011
www.toyota.co.id/news/tips/articel.php?articel_id=1231
11/03/2003