• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. Ir. Musyawaroh, MT. Tim Dosen KWU UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dr. Ir. Musyawaroh, MT. Tim Dosen KWU UNS"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Dr. Ir. Musyawaroh, MT.

Tim Dosen KWU UNS

(2)

TEORI

MOTIVASI

(3)

Definisi motivasi

 Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan.

 Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup.

 Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses

untuk tercapainya suatu tujuan

(4)

Pegertian Motivasi Kewirausahaan

“MOTIVASI” berasal dari perkataan Bahasa Inggris yaitu “MOTIVATION“. Kata motivasi berasal dari akar kata

"motive" atau "motiwum" yang berarti 'a moving cause' yang berhubungan dengan 'inner drive, impulse, intension'. Kata "motive" atau "motif" ini bila berkembang menjadi motivasi, artinya menjadi 'sedang digerakkan atau telah digerakkan oleh sesuatu, dan apa yang menggerakkan itu terwujud dalam tindakan'.

Wexley & Yukl motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.

Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.

Motivasi adalah pikiran untuk menghasilkan dan melatar belakangi sesuatu yang akan diraih

didalam berwirausaha yang merupakan dorongan dari dalam diri seseorang untuk berbuat.

(5)

Sumber : ierckhampkreativity101.files.wordpress.com

(6)

Jenis Motivasi Kewirausahaan

1.

Fear Motivation

Motivasi yang didasarkan atas ketakutan. Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi,

Contoh :

patuh pada bos karena takut dipecat,

membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

2.

Achievement Motivation

Motivasi yang didasarkan karena ingin mencapai sesuatu.

Contoh :

Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

3.

Inner Motivation

Motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam, yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya.

Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan, bukan sekadar untuk memperoleh uang, harga diri, kebanggaan, prestasi tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.

(7)

Maslow’s Hierarchy of Needs

Physiological need - fisiologis Safety Needs - keamanan

Social Needs - sosial Esteem Needs - penghargaan

Self-Actualization Maximization of potential.

Respect, recognition.

Social interaction.

Job security.

The basics: food, shelter, and clothing.

Theory: People must fulfill lower needs in order to move onto higher needs.

(8)

Teori Motivasi Abraham Maslow (1943- 1970)

Hirarki Kebutuhan Maslow

1.

Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)

2.

Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)

3.

Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)

4.

Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)

5.

Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan

menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan

aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

(9)

Teori Motivasi Herzberg (1966)

Mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan

 Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah

hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik)

 faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya

adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat

kehidupan, dsb (faktor intrinsik)

(10)

Teori Motivasi Douglas McGregor

Pandangan manusia

1.

Teori x (negative), yg dipegang manajer

karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja

karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.

Karyawan akan menghindari tanggung jawab.

Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja

2.

Teori Y (positif) :

karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.

Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.

Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.

Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

(11)

Teori Motivasi Vroom (1964)

Cognitive theory, motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya

menghasilkan kurang dari yang diharapkan.

 Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas

 Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu)

 Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan

posistif, netral, atau negatif

(12)

Achievement Theory / Teori

achievement Mc Clelland (1961)

Kebutuhan manusia

 Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)

 Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan

sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)

 Need for Power (dorongan untuk mengatur)

(13)

Teori Clayton Alderfer ERG

Jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan

 keberadaan (exsistence),

 hubungan (relatedness), dan

 pertumbuhan (growth)

(14)

MOTIF PSIKOLOGIS MANUSIA DALAM HIDUP

1.

Motif Berprestasi (the need for achievement)

Suatu kondisi dimana seseorang memiliki dorongan untuk terus berprestasi dengan patokan, yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain.

Motif ini sangat perlu dikembangkan pada setiap individu yang ingin berwirausaha.

2.

Motif Berafiliasi (the need for affiliation)

Mendorong individu untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain yang di dalamnya mengandung sebuah rasa percaya, afeksi (kasih sayang) dan empati.

3.

Motif Berkuasa (the need for power)

Mendorong individu untuk menguasi dan memanipulasi orang lain.

(15)

PRESTASI, selalu ingin berprestasi/ meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :

• Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.

• Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan

• Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi

• Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan

• Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.

BERAFILIASI, hasrat untuk dapat diterima dan disukai oleh orang lain. Ciri umumnya adalah :

• menyukai persahabatan,

• Lebih menyukai bekerjasama daripada persaingan dan saling pengertian

BERKUASA, yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan dan menguasai oranglain

Ciri-cirinya :

• senang bersaing,

• berorientasi pada status dan menguasai orang lain

(16)

1. Motifasi melalui sentuhan tubuh: motivasi ini dapat dilakukan dengan senyuman, berjabat tangan, menepuk bahu, dll. Sentuhan ini nantinya akan memberikan sebuah dorongan kuat untuk menjadi individu yang lebih baik, sehingga individu tersebut akan tergarak untuk lebih aktif dan maju.

2. Motifasi melalui sentuhan rohani: motivasi ini berkaitan dengan pengembangan “integritas serta komitmen”. Dengan sentuhan pada moral setiap individu dapat dengan cara memberikan nasihat, masukan, dll maka akan terbentuk kesetabilan moral. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap integritas diri, rohani, sosial, ekonomi, dan integritas kerja yang stabil.

3. Motivasi melalui sentuhan psikologi: motivasi psikologi dapat dilakukan dengan pujian atau teguran yang diberikan kepada bawahan. Dengan cara penyampian yang baik maka motivasi ini akan menciptakan sebuah lingkungan kerja yang baik, nyaman dan efektif.

4. Motivasi sukses: motivasi ini dapat di capai dengan kenaikan prestasi sosial atau imbalan ekonomi.

5. Motivasi diri: memberikan sugesti positif pada diri sendiri, tujuannya adalah menjaga kestabilan sikap serta tekad untuk terus maju dan berprestasi.

CARA MEMBERIKAN MOTIVASI

(17)

1. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya suatu kegiatan.

2. Kegiatan yang bermotivasi pada hakikatnya adalah kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat dari si pelaku.

3. Kegiatan yang bermotivasi menuntut kreatifitas dan imajinitas untuk berupaya secara sungguh- sunggu mencari cara yang relevan.

4. Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan mendayagunakan motivasi dalam kegiatan berkaitan dengan upaya pembinaan disiplin.

Nilai yang Terkandung dalam Motivasi

(18)

KETERKAITAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN WIRAUSAHA

Motivasi merupakan faktor pendorong bagi seseorang dalam mewujudkan tujuannya. Bila ditinjau ulang berdasarkan fungsi motivasi, maka hal ini sangat berkaitan erat saat

seseorang akan melakukan kegiatan kewirausahaan.

Motivasi menimbulkan keinginan kuat untuk berbuat (berwirausaha). Individu yang memiliki motivasi berani menghadapi resiko.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, muncul motivasi berprestasi yang memunculkan kreatifitas untuk membuat langkah-langkah atau strategi menuju kesuksesan wirausaha.

Dengan adanya strategi, persoalan yang timbul selama proses mewujudkan dapat ditangani secara lebih siap.

Motivasi berprestasi menggerakkan individu untuk berjuang menuju tujuannya. Meskipun terdapat permasalahan, individu dengan motivasi berprestasi memiliki tanggung jawab tinggi atas komitmen yang telah dibuat. Permasalahan tersebut diperlukan sebagai

umpan balik dalam memantau performa kerja dalam kewirausahaan.

(19)

FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA

INTELEGENSI

Menurut Board of Scientific Affairs of American Psychological Association dalam laporan berjudul

“Intelligence: Knowns and Unknowns” pada tahun 1995, intelegensi merupakan kemampuan individu dalam memahami ide kompleks, secara efektif mengadaptasi diri pada lingkungan, belajar dari pengalaman, berpikir melalui berbagai sudut pandang dan pemikiran, serta mengambil keputusan dalam kondisi berbeda-beda.

Hal ini memengaruhi cara individu bertindak dalam memberikan reaksi atas keadaan dan tantangan.

Selanjutnya, ia juga menentukan efektifitas reaksi dan pekerjaan dari individu tersebut. Intelegensi dapat berupa intelegensi ilmiah dan intelegensi sosial.

PENDIDIKAN

Ketika intelegensi bersifat bawaan dan terdapat dalam diri masing-masing individu, pendidikan merupakan faktor luar yang dapat meningkatkan potensi intelegensi. Dalam pendidikan akan diajarkan pengalaman- pengalaman baru untuk menyelesaikan masalah. Pendidikan memperluas pengetahuan individu baik secara teoritis maupun praktis. Sudut pandang dan pertimbangan dalam menyelesaikan masalah akan bertambah.

Pendidikan juga memberikan pengalaman dari orang lain sehingga dapat menjadi preseden dalam bertindak bila menempuh masalah sama.

(20)

FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA

LINGKUNGAN

Foreign refugee. Keadaan ini terjadi ketika keadaan negara lain berpotensi secara ekonomi untuk melakukan wirausaha tetapi negara asal individu dalam keadaan tidak stabil.

Corporate refugee. Keadaan ini terjadi ketika individu yangbekerja dalam lingkungan perusahaan terstruktur berusaha memulai dan menjalankan usaha sendiri untuk

kondisi hidup yang lebih baik.

Feminist refugee. Pada kondisi ini, wanita-wanita merasa terdiskriminasi dan

diperlakukan berbeda dari laki-laki dalam sistem mereka berada seperti pendidikan, perusahaan, maupun masyarakat.

Parental refugee.

Housewife refugee

Educational refugee

(21)

Cara Menumbuhkan Motivasi dalam Berwirausaha

1. Dengan paksaan (by force) atau melalui perintah atau instruksi bersifat memaksa.

Subyek akan melakukan tugas didasarkan pada rasa takut apabila menolak tugas tersebut. Metode ini sangat tepat dilaksanakan oleh mentor/coach kepada orang yang tidak menyadari potensi di dalam dirinya.

2. Dengan persuasif (persuasion) yaitu melalui cerita-cerita yang menarik, sehingga subyek terpikat dan atas kemauan sendiri meniru gambaran tentang keberhasilan orang lain.

Metode persuasif tepat untuk menumbuhkan motivasi wirausahawan yang belum banyak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang kewirausahaan.

3. Dengan stimulasi (stimulation)

yaitu melalui gambaran dan petunjuk, sehingga subyek tertarik dan timbul inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Metode stimulasi ini akan lebih baik, bila diterapkan pada subyek yang sudah memahami permasalahan kewirausahaan.

4. Belajar dari konsep 3M - Mulai dari yang kecil

-Mulai dari diri sendiri -Mulai saat ini juga

(22)

Motivasi dalam berwirausaha juga bisa didapat dari alasan orang itu melakukan usaha atau berwirausaha.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha antara lain : 1. Untuk Merdeka Financial

Gaji pegawai ada batasnya / standar + kenaikan gajinya tidak akan setimpal dengan kenaikan laba perusahaan dan juga biasanya tidak bisa mengimbangi kenaikan harga barang.

Dengan berwirausaha, seseorang dapat mengatur besarnya penghasilan.

2. Untuk Merdeka Waktu

Dengan mempunyai usaha sendiri, seorang wirausaha akan mempunyai jam kerja yang bebas, tidak terikat jam kantor, serta bebas dari sikap suka dan tidak suka dari atasan.

3. Untuk Mewujudkan Impiannya

Dari hasil berwirausaha, seseorang dapat mewujudkan impian hidupnya : a. Ingin menjadi apa?

b. Ingin berbuat apa? (untuk diri sendiri dan untuk orang lain) c. Ingin memiliki/memberi apa?

d. Ingin dikenang sebagai apa?

Semua hal diatas dapat terwujud jika seseorang mempunyai motivasi yang kuat di dalam dirinya.

Tanpa adanya motivasi semua hal tersebut hanya akan menjadi angan-angan semata yang tidak

akan terwujud. Karena motivasi merupakan penggerak sekaligus pendorong seseorang untuk

berbuat dan melakukan sesuatu.

(23)

Daftar pustaka

Motivasi Berwirausaha & Proses Terbentuknya Wirausaha, diakses dari ierckhampkreativity101.files.wordpress.com

Supiani, Teori-teori Motovasi, diakses dari supiani.gunadarma.ac.id tanggal 26 Pebruari 2015

Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. 2014. Modul Seri Kewirausahaan: Menumbuhkan Motivasi Berwirausaha. (Modul Daring)

Dosen FIP UM. 2009. Motivasi Belajar dan Analisis Kebutuhan untuk Peningkatan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

(http://dosen.fip.um.ac.id/sadun/2009/08/motivasi-belajar-dan-analisis-kebutuhan- untuk-peningkatan-motivasi-berprestasi-mahasiswa-universitas-negeri-malang/

diakses tanggal 25 Februari 2015)

(24)

Dikembangkan Dari Tugas “KEPEMIMPINAN”

Oleh :

Abi Rafdiansyah M. Irfan Izzuddin Nazih Hilyatul A.I0

Riza Larenahadi

Yugo Raka Siwi

(25)

• Kepemimpinan adalah sebuah proses bagaimana seorang pemimpin

memengaruhi pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:

pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai objek.

DEFINISI KEPEMIMPINAN

(26)

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu

(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24)

Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.

Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam

mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

DEFINISI KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI

(27)

POSISI MORAL & SPIRITUAL DALAM KEPEMIMPINAN

Unsur iman ataupun spiritual sangat penting dan menjadi penopang dalam model kepemimpinan, sehingga

diharapkan dapat mengedepankan kereligiusannya dalam melaksanakan tugasnya.

Lebih beretika dan bermoral, jauh dari anarkisme, rasisme,

maupun perlakuan diskriminatif lainnya (Arcadius Benawa,

2014).

(28)

TEORI SEBAB MUNCULNYA PEMIMPIN

TEORI GENETIS TEORI SOSIAL TEORI EKOLOGIS TEORI SITUASI leaders are borned not

built leaders are built not

borned leaders are borned

and built Leaders are for some situation

karena ia dilahirkan untuk menjadi

pemimpin karena

mempunyai bakat dan pembawaan untuk

menjadi pemimpin

menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu atau keadaan memungkinkan ia menjadi pemimpin

seorang pemimpin perlu bakat dan bakat itu perlu dibina supaya berkembang namun tergantung kepada lingkungan, waktu dan keadaan

setiap orang bisa menjadi pemimpin, tetapi dalam situasi tertentu saja, karena ia mepunyai kelibihan- kelebihan yang

diperlukan dalam situasi itu

tidak setiap orang bisa

menjadi pemimpin Setiap orang bisa

memimpin asal diberi kesempatan dan diberi pembinaan

Orang yang

mempunyai bakat

pemimpin harus dibina agar

kepemimpinannya bisa berhasil

tidak setiap orang bisa menjadi pemimpin

Contoh : Raja, kaisar Contoh : presiden,

walikota Contoh : raja, kaisar Contoh : komandan

perang

(29)

SIFAT KEPEMIMPINAN

George R. Terry (1992: 156)

1. Penuh energi

2. Memiliki stabilitas emosi

3. Memiliki pengetahuan tentang manusia.

4. Motivasi pribadi

5. Kemahiran komunikasi 6. Kecakapan mengajar 7. Kecakapan social

8. Kemampuan teknis

(30)

• Penuh energy = Untuk tercapainya kepemimpinan yang baik maka diperlukan energi yang baik pula, jasmani maupun rohani.

• Memiliki stabilitas emosi = Seorang pemimpin yang efektifitas harus melepaskan diri dari berburuk sangka

• Memiliki pengetahuan tentang manusia = pemimpin harus dapat mengetahui berbagai sifat manusia agar dapat bertindak di setiap keadaan dengan tepat

• Motivasi pribadi = keinginan untuk memimpin datang dari batin diri sendiri

• Kemahiran komunikasi = cakap dalam mengungkapkan gagasannya baik secara lisan maupun tulisan

• Kecakapan mengajar = pemimpin harus dapat memberi petunjuk, mengoreksi kesalahan, meberi dan menerima saran

• Kecakapan social = Seorang pemimpin harus mengetahui benar tentang manusia dan masyarakat, kemampuan-kemampuannya maupun kelemahan-kelemahannya

• Kemampuan teknis = Dengan memiliki kemampuan teknis yang tinggi dari seorang pemimpin

akan lebih mudah mengadakan kkoreksi bila terjadi suatu kesalahan pelaksanaan tugas dari

bawahannya

(31)

Konsep Kepemimpinan menurut Ralph M. Stogdill

1. Kepemimpinan sebagai suatu seni untuk menciptakan kesesuaian paham.

Para pemimpin memberikan dorongan terhadap anggotanya untuk mengerjakan apa yang dikehendaki pemimpin tersebut.

2. Kepemimpinan sebagai suatu bentuk persuasi dan inspirasi.

Bentuk kemampuan mempengaruhi orang lain bukan melalui pemaksaan melainkan himbauan dan persuasi.

3. Kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang memiliki pengaruh.

Sifat-sifat dan watak yang dimiliki oleh pemimpin yang menunjukkan keunggulan sehingga menyebabkan pemimpin tersebut memiliki

pengaruh yang baik terhadap anggotanya.

(32)

4. Kepemimpinan adalah tindakan dan perilaku.

sebuah gambaran sebagai serangkaian perilaku seseorang yang dapat berupa; menilai anggota kelompok, menentukan hubungan kerjasama, mampu memperhatikan

kepentingan anggotanya dan lain-lain.

5. Kepemimpinan merupakan titik sentral proses kegiatan kelompok.

Artinya dalam sebuah kehidupan organisasi dari kelompok, diharapkan lahir berbagai gagasan baru yang melahirkan berbagai perubahan, kegiatan, dan seluruh proses kegiatan kelompok

6. Kepemimpinan merupakan hubungan kekuatan dan kekuasaan.

hubungan seseorang atau sekelompok orang berperilaku karena akibat adanya kewibawaan atau kekuasaan yang ada pada orang yang memimpin, orang yang memimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi.

7. Kepemimpinan sebagai sarana pencapaian tujuan.

kepemimpinan mempunyai peranan sebagai kekuatan dinamik yang mendorong,

memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

(33)

8. Kepemimpinan merupakan hasil dari interaksi.

Artinya suatu proses sosial yang merupakan hubungan antar pribadi dimana pihak lain mengadakan penyesuaian, suatu proses saling mendorong dalam mencapai tujuan bersama.

9. Kepemimpinan adalah peranan yang dibedakan.

Artinya dalam kehidupan organisasi masing-masing anggota kelompok mempunyai peranan yang berbeda, dalam mencapai tujuan anggota kelompok mempunyai

sumbangan yang berbeda-beda. Demikian pula kepemimpinan yang muncul sebagai akibat interaksi dalam kehidupan organisasi, karena kebaikan-kebaikan dan sumbangan- sumbangannya sebagai pemimpin.

10. Kepemimpinan sebagai inisiasi struktur.

Artinya kepemimpinan bukan dipandang sebagai jabatan pasif melainkan harus berperan sebagai suatu jabatan yang terlibat dalam suatu tindakan memenuhi pembentukan

struktur dalam interaksi sosial sebagai bagian suatu proses pemecahan masalah bersama.

(34)

GAYA KEPEMIMPINAN

suatu cara yang digunakan pemimpin dalam

berinteraksi dengan bawahannya

Tjiptono (2006:161)

(35)

MACAM MACAM GAYA KEPEMIMPINAN Hartono, 2016

1 2

4

(36)

5. Karismatis  menarik orang lain dengan gaya bicaranya 6. Diplomatis  dapat menempatkan posisi dirinya diantara

kompetitornya

7. Moralis  mempunyai empati yg tinggi

8. Administratif  konservatif dan mencari aman, kurang berani mengambil resiko

9. Analitis  berorientasi pada hasil, menekankan pada rencana jangka panjang

10.Asertif  lebih terbuka terhadap konflik dan kritik

11.Entrepreneur  mencari pesaing dalam mentargetkan standar capaian

12.Visioner  ditujukan untuk bias memberi arti pada kerja dan

usaha, dijalankan bersama anggota

(37)

Arcadius Benawa, 2014. Dimensi Spiritual Dalam Kepemimpinan, jurnal HUMANIORA Vol.5 No.2 Oktober 2014: 872-880

Hari, Widijo. 2013. Optimalkan The Leader in You. Jakarta. PT Elex Media Komputindo http://ekoif.weebly.com/teori-kepemimpinan.html

http://roisahmabruroh.blogspot.co.id/p/sifat-sifat-kepemimpinan.html http://www.asikbelajar.com/2014/02/sifat-sifat-kepemimpinan.html https://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

Hartono, 2016. Tipe dan Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli Terlengkap,

http://gomarketingstrategic.com

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil temuan di lapangan mengenai proses bisnis dari tiap bidang yang ada dapat di simpulkan bahwasannya setiap aktivitas atau proses di lakukan secara

Akan tetapi bila dicermati, aspek-aspek yang terdapat dalam rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut sangat relevan dengan aspek-aspek yang terdapat dalam tujuan

Untuk mengestimasi dan meng-kuantisasi medan-medan vektor, sering dengan cara mengukur / kuantisasi aliran medan vektor tersebut ( atau netto aliran masuk dan keluar ). baik

Sebagai contoh, RPP yang dibuat sebagai rencana untuk mengajar belum tentu sesuai dengan kenyataan yang terjadi saat mengajar karena menyesuaikan dengan situasi

Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs &

Simpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah bahwa indikator- indikator dimensi informasi, transaksi, dan hubungan yang terdapat dalam model ICTRT perlu

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peluang kerja suami dan istri pada rumahtangga nelayan tradisional di luar sektor

REZA