• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mamin-3.4/4.4/ 12 /04

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mamin-3.4/4.4/ 12 /04"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Di kelas XI dulu kalian sudah mempelajari tentang materi nilai stasioner fungsi aljabar Pengetahuan ini juga dipakai untuk menentukan nilai stasioner fungsi trigonometri.

Nilai stasioner fungsi dapat ditentukan dengan menggunakan uji turunan pertama dan uji turunan kedua.

A. Nilai stasioner fungsi ada 3 jenis, yaitu : 1. Nilai balik maksimum

2. Nilai balik minimum 3. Titik belok

Tergantung hasil uji tanda f’ (x) disekitar titik tersebut. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

Jika f’ (a) = 0, maka f (a) adalah nilai stasioner f pada x = a.

Nilai stasioner itu mungkin nilai balik maksimum, nilai balik minimum, atau titik belok horisontal pada grafik f

Secara umum :

Misanya x = a memberikan niai stasioner sebesar f(a) dari fungsi f dan jika f’ (x) ada, maka di sekitar x=a ada 4 kemungkinan grafik f

AKTIVITAS 4.2

Masih ingatkah dengan gradient/

kemiringan suatu garis ?

1. Jika suatu garis miring ke kanan maka gradiennya bertanda …..

2. Jika suatu garis miring ke kiri maka gradiennya bertanda …..

3. Jika suatu garis sejajar dengan sumbu x maka gradiennya bernilai …

4. Jika suatu garis sejajar dengan sumbu y maka gradiennya bernilai …..

(2)

Gunakan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan soal-soal berikut di buku tulis kalian

Contoh : 1.Tentukan nilai-nilai stasioner dan jenisnya fungsi f(x)=2 sin x untuk 0≤x≤2 𝜋 Jawab :

Cara 1 : f(x) = 2 sin x f’(x) = 2 cos x

Syarat nilai stasioner f’(x) = 0 2 cos x = 0

cos x = 0 maka x = 𝜋

2 dan x = 3𝜋

2

Untuk x = 𝜋

2 maka f( 𝜋

2) = 2 sin 𝜋

2 = 2 Untuk x = 3𝜋

2 maka f( 3𝜋 2 ) = 2 sin 3𝜋2 = -2 Jadi nilai stasionernya 2 untuk x = 𝜋

2 dan -2 untuk x = 3𝜋

2 atau titik-titik stasionernya A (𝜋

2 , 2) dan B (3𝜋

2 , -2) x a- a a+

f’(x) - 0 +

x a- a a+

f’(x) + 0 -

f(a) merupakan nilai balik minimum f(a) merupakan nilai balik maksimum

x a- a a+

f’(x) + 0 +

x a- a a+

f’(x) - 0 -

(3)

- untuk x =

2 , f’ (

2) = 2 cos

2 = 0 - untuk x > 𝜋

2 , misal x = 2𝜋

3 maka f’ (2𝜋

3) = 2 cos 2𝜋

3 = 2(- 1

2)=-1 < 0

f’(x) berganti tanda dari positif (+) melalui nol menjadi negatif (-) maka titik A (𝜋

2 , 2) adalah titik balik maksimum

2)

titik stasioner di B (3𝜋

2 , -2) - untuk x < 3𝜋

2 , misal x = 5𝜋

4 maka f’ (5𝜋

4) = 2 cos 5𝜋

4 = 2( −1

2√2) = − √2 < 0 - untuk x = 3𝜋

2 , f’ (𝜋

2) = 2 cos 3𝜋

2 = 0 - untuk x > 3𝜋

2 , misal x = 5𝜋

3 maka f’ (5𝜋

3) = 2 cos 5𝜋

3 = 2(1

2)= 1 > 0

f’(x) berganti tanda dari negatif (-) positif (+) melalui nol menjadi positif (+) maka titik B (3𝜋

2 , -2) adalah titik baik minimum

Dari gambar tampak untuk nilai stasioner di x = 𝜋 bahwa f’(x) tidak berganti tanda yaitu negatif melalui nol menjadi negatif. Maka titik (

𝜋 ,

0) adalah titik belok grafik fungsi y = 2 sin x.

Cara 2 : f(x) = 2 sin x f’(x) = 2 cos x

Syarat nilai stasioner f’(x) = 0 2 cos x = 0

cos x = 0 maka x = 𝜋

2 dan x = 3𝜋

2

Untuk x = 𝜋

2 maka f( 𝜋

2) = 2 sin 𝜋

2 = 2 Untuk x = 3𝜋

2 maka f( 3𝜋 2 ) = 2 sin 3𝜋2 = -2 Jadi nilai stasionernya 2 untuk x = 𝜋

2 dan -2 untuk x = 3𝜋

2 atau titik-titik stasionernya A (𝜋 , 2) dan B (3𝜋 , -2)

(4)

Contoh : 2. Tentukan nilai-nilai stasioner dan jenisnya dari fungsi f(x)=sin x(1+cos x) untuk 0o ≤ x ≤ 360o

Jawab :

Cara 1 : f (x) = sin x ( 1 + cos x )

f' (x) = cos x ( 1 + cos x ) + sin x ( - sin x) = cos x + cos2 x – sin2 x

= cos x + cos 2x

Nilai stasioner

didapat jika →

f' (x) = 0 cos x + cos 2x = 0

cos x + 2 cos2 x – 1 = 0 2 cos2 x + cos x – 1 = 0 (2 cos x – 1) ( cos x + 1) = 0 2 cos x – 1 = 0 atau cos x + 1 = 0 cos x = 1

2 atau cos x = -1 x = 60o , 300o atau x = 180o

x = 60o

f (60o) = sin 60o ( 1 + cos 60o )

=

1

2

√3 (1 +

1

2

)

= 3

4√3

x = 180o

f (180o) = sin 180o ( 1 + cos 180o ) = 0

x = 300o

f (300o) = sin 300o ( 1 + cos 300o )

= −

1

2

√3 (1 +

12

)

= −34√3

(5)

1) Nilai stasioner di A(60o, 3

4√3)

• Untuk x < 60o

misal x = 30o f' (30o) = cos 30o - cos 60o

= 1

2

√3 −

12

> 0

• Untuk x = 60o

f' (60o) = cos 60o + cos 120o = 1

2

1

2

= 0

• Untuk x > 60o

misal x = 90o f' (90o) = cos 90o + cos 180o

=

0 – 1 = -1< 0

f' (x) berganti tanda dari positif (+) melalui nol (0) menjadi negatif (-) maka titik A(60o, 34√3) adalah titik balik maksimum.

2) Nilai stasioner di B(180o,0)

• Untuk x < 180o

misal x = 120o f' (120o) = cos 120o - cos 120o

=

1

2

1

2

= -1 < 0

• Untuk x = 180o

f' (180o) = cos 180o + cos 360o = -1 + 1

= 0

• Untuk x > 180o

misal x = 240o f' (240o) = cos 240o + cos 480o

=

1

2

1

2

= -1 < 0

f' (x) berganti tanda dari negatif (-) melalui nol (0) menjadi negatif (-) maka titik B(180o,0) adalah titik belok.

3) Nilai stasioner di C(300o,− 3

4√3)

• Untuk x < 300o

misal x = 270o f' (270o) = cos 270o + cos 540o

= 0 – 1

= -1 < 0

(6)

• Untuk x = 300o

f' (300o) = cos 300o + cos 600o

1 2

1

2

= 0

• Untuk x > 300o

misal x = 330o f' (330o) = cos 330o + cos 660o

= 1

2

√3 −

1

2

= -1 > 0

f' (x) berganti tanda dari negatif (-) melalui nol (0) menjadi positif (+) maka titik C(300o,− 3

4√3)adalah titik balik minimum.

Cara 2 : f (x) = sin x ( 1 + cos x )

f' (x) = cos x ( 1 + cos x ) + sin x ( - sin x) = cos x + cos2 x – sin2 x

= cos x + cos 2x

Nilai stasioner

didapat jika →

f' (x) = 0 cos x + cos 2x = 0

cos x + 2 cos2 x – 1 = 0 2 cos2 x + cos x – 1 = 0 (2 cos x – 1) ( cos x + 1) = 0 2 cos x – 1 = 0 atau cos x + 1 = 0 cos x = 1

2 atau cos x = -1 x = 60o , 300o atau x = 180o

x = 60o

f (60o) = sin 60o ( 1 + cos 60o )

=

1

2

√3 (1 +

1

2

)

= 3

4√3

x = 180o

f (180o) = sin 180o ( 1 + cos 180o ) = 0

x = 300o

f (300o) = sin 300o ( 1 + cos 300o )

= −

1

2

√3 (1 +

12

)

= −34√3 Jadi nilai-nilai stasioner adalah 3

4√3 untuk x = 60o 0 untuk x = 180o

3

4√3) untuk x = 300o Atau titik-titik stasioner adalah A(60o, 3

4√3) ,B(180o, 0) dan C(300o,− 3

4√3)

(7)

- Untuk melengkapi pemahaman kalian, bacalah buku Konsep dan Penerapan Matematika kelas XII karya Sutrisno Slamet Waluyo halaman 67-71

- Kalian sudah mempelajari konsep nilai stasioner fungsi dengan uji turunan pertama

Untuk mengecek pemahaman kalian, kerjakan soal berikut pada COBALAH berikut ini di buku tulis kalian.

Tentukan niai-niai stasiner dan jenisnya dari fungsi berikut : 1. f(x) = sin x + cos x dalam interval 0o ≤ x ≤ 360o

2. f(x) = x + cos 2x dalam interval 0o ≤ x ≤ 2𝜋

Untuk meningkatkan ketrampilan dalam mengerjakan soal , maka kerjakan soal tantangan berikut ,

SIAP TANTANGAN

SOAL TANTANGAN:

Tuliskan jawabannya pada buku tugas kalian !

Tentukan titik-titik stasioner dan jenisnya dari fungsi berikut dalam interval 0o ≤ x ≤ 360o f(x) = 2 cos (2x-60o) - 1

(8)

Setelah melakukan serangkaian kegiatan pada Aktivitas 4.2, susunlah simpulan yang terkait dengan nilai stasioner fungsi trigonometri

Untuk memperkuat ketrampilan hitung kalian dan pemahaman kalian latihlah dengan mengerjakan soal berikut :

………

……….

………

………

………

………

Buku paket Konsep dan Penerapan Matematika kelas XII karya Sutrisno Slamet Waluyo latihan 4.1 halaman 71 no : 2, 5, 9 , 13

Referensi

Dokumen terkait

Perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan dalam sengketa bersenjata sesungguhnya telah dapat ditemukan pada aturan-aturan tentang perang yang termuat dalam

dilihat berdasarkan perbandingan antara periode rentang waktu dari MA dapat terlihat perbedaan bahwa pada LQ-45 lebih banyak menggunakan rentang periode yang cukup

Untuk membantu dalam penyelesaian masalah tersebut dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan yang mempunyai kecerdasan dalam pemilihan lahan pembangunan yang dengan tepatnya

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak, yang artinya secara simultan perubahan laba bersih, perubahan arus kas operasi, perubahan arus kas investasi, perubahan

DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN NOMOR : DIPA- 012.22.1.344317/2015 DS:2127-0000-0003-3099 1 Sub Fungsi Fungsi 02 PERTAHANAN 486.979.786.000 486.102.530.000 02.01

Melalui perhitungan korelasi antara data hasil interpolasi dengan data pengukuran langsung, maka didapatkan bahwa metoda interpolasi spline memiliki tingkat presisi

Alif lam syamsiyah adalah alif lam sukun yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur atau

Dapat kita lihat dalam kerangka berpikir di atas bahwa variabel yang digunakan dalam menganalisis dampak kebijakan moneter terhadap sektor riil di Indonesia (periode Money