Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 1 of 39P U T U S A N
Nomor 147/Pid.B/2016/PN-Brb
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Barabai yang mengadili perkara pidana dengan acara
pemeriksaan biasa, dalam tingkat pertama, menjatuhkan putusan sebagai berikut, dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI; Tempat lahir : Desa PengambauHulu;
Umur/ Tgl lahir : 21 Tahun / 12 Oktober 1994; Jenis kelamin : Laki-laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Jalan Lok Laga Ria, RT. 004/ RW. 002, Desa Pengambau Hulu, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah;
Agama : Islam; Pekerjaan : Wiraswasta;
Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara Barabai sejak:
1. Penyidik, sejak tanggal 19 April 2016 sampai dengan tanggal 8 Mei 2016;
2. Perpanjangan Penahanan dari Penuntut Umum, sejak tanggal 9 Mei 2016 sampai dengan 17 Juni 2016;
3. Penuntut Umum, sejak tanggal 16 Juni 2016 sampai dengan 5 Juli 2016;
4. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Barabai, sejak tanggal 27 Juni 2016 sampai dengan 26 Juli 2016;
5. Perpanjangan Penahanan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Barabai, sejak tanggal 21 Juli 2016 sampai dengan 18 September 2016;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Barabai tentang penunjukan Majelis Hakim; - Penetapan Hakim tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, ahli dan terdakwa, serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan dipersidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 2 of 391. Menyatakan terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ TURUT SERTA MELAKUKAN
PEMBUNUHAN BERENCANA ” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP dalam dakwaan Primair;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI berupa pidana penjara selama 18 ( delapan belas ) tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan;
3. Menetapkan barang bukti berupa :
- 1 (satu) lembar Jaket warna biru hitam merk DC Shoes USA; - 1 (satu) lembar baju merah Real Madrid;
- 1 (Satu) lembar celana Jeans warna biru muda merk Unisco;
- 1 (satu) bilah pisau dapur dengan gagang warna merah yang ada bercak darahnya;
Dirampas untuk dimusnahkan
4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar permohonan terdakwa secara tertulis yang pada pokoknya menyatakan terdakwa pada dasarnya mengakui perbuatannya yang mengakibatkan korban HARLI Alias AMONG meninggal dunia, oleh karena itu terdakwa memohon kepada Majelis Hakim agar menjatuhkan putusan seringan-ringannya dengan alasan terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut;
Menimbang bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut :
PRIMAIR :
--- Bahwa terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI bersama – sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Nopember 2015, bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Barabai yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara, yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau yang turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain yaitu korban HARLI Alias AMONG, yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:---
− Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, pada awalnya terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA sedang minum minuman beralkohol di simpang tiga kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu kemudian terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 3 of 39Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang lalu ketika saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG sedang duduk diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada korban HARLI Alias AMONG
“beapa ikam (sedang apa kamu) ” dan dijawab oleh korban HARLI Alias AMONG ” menunggu hari bener ae (menunggu hari subuh) ”, kemudian ALPIANOR Alias ALPI
(DPO) berjalan kaki mendekati terdakwa dan berkata “ merampokkah kita, malaran
Ninja (merampokkah kita, lumayan motor Ninja)” dan terdakwa menyetujui perkataan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tersebut, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpisah dengan saksi M. REIZKY HAUDA dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) terlebih dahulu pergi ke rumah ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang dan 1 (satu) buah pisau dapur dengan gagang warna merah yang akan digunakan oleh terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebagai alat untuk mempermudah terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dalam mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG dari penguasaan korban HARLI Alias AMONG lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memasukkan pisau ke dalam saku celananya sedangkan parang diselipkan di pinggang bagian belakangnya selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki menuju ke tempat korban HARLI Alias AMONG berada, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG di tempat yang dimaksud, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memegang parang dengan salah satu tangannya yang disembunyikan di belakang pinggang ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpura-pura mengobrol dengan korban HARLI Alias AMONG, sedangkan terdakwa berada di belakang ALPIANOR Alias ALPI (DPO), kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) langsung menebaskan parang tersebut sebanyak 2 (dua) kali ke arah leher korban HARLI Alias AMONG namun korban HARLI Alias AMONG dapat menghindari tebasan tersebut lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendorong tubuh korban HARLI Alias AMONG yang mengakibatkan korban HARLI Alias AMONG terjatuh, kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil pisau dapur dari kantong celana ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan melemparkan pisau tersebut ke arah terdakwa lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendekap tubuh korban HARLI Alias AMONG dari sisi bagian belakang kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa “lakasi…lakasi (cepat-cepat) “, kemudian terdakwa mengambil pisau tersebut dengan tangan kanan terdakwa selanjutnya terdakwa menusuk leher korban HARLI Alias AMONG kemudian terdakwa menggorok leher korban HARLI Alias AMONG sebanyak 2 (dua) kali yang mengakibatkan luka robek dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 4 of 39pendarahan pada bagian leher, kemudian terdakwa langsung mengambil sepeda motor korban HARLI Alias AMONG yang terparkir di pinggir jalan sedangkan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menyeret tubuh korban HARLI Alias AMONG ke pinggir jalan lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengangkat tubuh korban HARLI Alias AMONG ke atas sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG yang di kendarai oleh terdakwa kemudian tubuh korban HARLI Alias AMONG diapit di bagian tengah antara terdakwa yang mengendarai sepeda motor dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) yang membonceng di bagian belakang, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membuang tubuh HARLI Alias AMONG di sebuah kebun di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan, selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengendarai sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG menuju ke daerah Kecamatan Bati –bati Kabupaten Tanah Laut lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menitipkan sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG tersebut di rumah saksi RAHMAN Alias EMEN, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan menjual sepeda motor tersebut dan uang hasil penjualannya akan di bagi antara terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pergi meninggalkan daerah Bati – bati untuk melarikan diri;
− Bahwa akibat tusukan dan gorokan pisau dari terdakwa tersebut , korban HARLI Alias AMONG mengalami luka robek dan pendarahan pada bagian leher serta korban meninggal dunia, sebagaimana Visum Et Refertum No. KH.370/114/Katib/2015 tanggal 3 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada RSUD H. DAMANHURI BARABAI Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang melakukan pemeriksaan atas nama korban HARLI Alias AMONG Bin OTUK, dengan hasil pemeriksaan :
Keadaan Umum : − Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
Pemeriksaan Fisik :
Leher : − Luka Robek pada leher dengan ukuran 30 x 10 cm;
Punggung − Terdapat luka lecet pada punggung dengan ukuran 5 x 2 cm;
Kesimpulan : ➢ Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
➢ Terdapat luka robek pada leber; ➢ Terdapat luka lecet pada punggung;
− Bahwa berdasarkan Surat Keterangan Kematian No. 440/1349/SKM/RSUD – BRB/ 2015 tanggal 6 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada Rumah Sakit Umum H. Damanhuri Barabai yang menerangkan korban yang bernama HARLI Alias AMONG Bin OTUK telah dalam keadaan meninggal dunia pada hari KAMIS tanggal 5 NOPEMBER 2015 pukul 11.15 Wita;
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. ---
SUBSIDIAIR :
--- Bahwa terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI bersama – sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Nopember 2015,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 5 of 39bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Barabai yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara, telah mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian atau dalam hal tertangkap tangan , untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri yang mengakibatkan luka berat atau kematian dilakukan oleh dua orang atau lebih dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, dijalan umum atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan, yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:---
− Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, pada awalnya terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA sedang minum minuman beralkohol di simpang tiga kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu kemudian terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang lalu ketika saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG sedang duduk diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada korban HARLI Alias AMONG
“beapa ikam (sedang apa kamu) ” dan dijawab oleh korban HARLI Alias AMONG ” menunggu hari bener ae (menunggu hari subuh) ”, kemudian ALPIANOR Alias ALPI
(DPO) berjalan kaki mendekati terdakwa dan berkata “ merampokkah kita, malaran Ninja (merampokkah kita, lumayan motor Ninja)” dan terdakwa menyetujui perkataan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tersebut, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpisah dengan saksi M. REIZKY HAUDA dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) terlebih dahulu pergi ke rumah ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang dan 1 (satu) buah pisau dapur dengan gagang warna merah yang akan digunakan oleh terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebagai alat untuk mempermudah terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dalam mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG dari penguasaan korban HARLI Alias AMONG lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memasukkan pisau ke dalam saku celananya sedangkan parang diselipkan di pinggang bagian belakangnya selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki menuju ke tempat korban HARLI Alias AMONG berada, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG di tempat yang dimaksud, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memegang parang dengan salah satu tangannya yang disembunyikan di belakang pinggang ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpura-pura mengobrol dengan korban HARLI Alias AMONG, sedangkan terdakwa berada di belakang ALPIANOR Alias ALPI (DPO), kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 6 of 39langsung menebaskan parang tersebut sebanyak 2 (dua) kali ke arah leher korban HARLI Alias AMONG namun korban HARLI Alias AMONG dapat menghindari tebasan tersebut lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendorong tubuh korban HARLI Alias AMONG yang mengakibatkan korban HARLI Alias AMONG terjatuh, kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil pisau dapur dari kantong celana ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan melemparkan pisau tersebut ke arah terdakwa lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendekap tubuh korban HARLI Alias AMONG dari sisi bagian belakang kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa “lakasi…lakasi (cepat-cepat) “, kemudian terdakwa mengambil pisau tersebut dengan tangan kanan terdakwa selanjutnya terdakwa menusuk leher korban HARLI Alias AMONG kemudian terdakwa menggorok leher korban HARLI Alias AMONG sebanyak 2 (dua) kali yang mengakibatkan luka robek dan pendarahan pada bagian leher, kemudian terdakwa langsung mengambil sepeda motor korban HARLI Alias AMONG yang terparkir di pinggir jalan sedangkan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menyeret tubuh korban HARLI Alias AMONG ke pinggir jalan lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengangkat tubuh korban HARLI Alias AMONG ke atas sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG yang di kendarai oleh terdakwa kemudian tubuh korban HARLI Alias AMONG diapit di bagian tengah antara terdakwa yang mengendarai sepeda motor dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) yang membonceng di bagian belakang, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membuang tubuh HARLI Alias AMONG di sebuah kebun di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan, selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengendarai sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG menuju ke daerah Kecamatan Bati –bati Kabupaten Tanah Laut lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menitipkan sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG tersebut di rumah saksi RAHMAN Alias EMEN, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan menjual sepeda motor tersebut dan uang hasil penjualannya akan di bagi antara terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pergi meninggalkan daerah Bati – bati untuk melarikan diri;
− Bahwa akibat tusukan dan gorokan pisau dari terdakwa tersebut , korban HARLI Alias AMONG mengalami luka robek dan pendarahan pada bagian leher serta korban meninggal dunia, sebagaimana Visum Et Refertum No. KH.370/114/Katib/2015 tanggal 3 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada RSUD H. DAMANHURI BARABAI Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang melakukan pemeriksaan atas nama korban HARLI Alias AMONG Bin OTUK, dengan hasil pemeriksaan :
Keadaan Umum : − Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
Pemeriksaan Fisik :
Leher : − Luka Robek pada leher dengan ukuran 30 x 10 cm;
Punggung − Terdapat luka lecet pada punggung dengan ukuran 5 x 2 cm;
Kesimpulan : ➢ Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
➢ Terdapat luka robek pada leber; ➢ Terdapat luka lecet pada punggung;
− Bahwa berdasarkan Surat Keterangan Kematian No. 440/1349/SKM/RSUD – BRB/ 2015 tanggal 6 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada Rumah Sakit Umum H. Damanhuri Barabai yang menerangkan korban yang bernama HARLI Alias AMONG Bin OTUK telah dalam keadaan meninggal dunia pada hari KAMIS tanggal 5 NOPEMBER 2015 pukul 11.15 Wita;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 7 of 39----Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 Ayat (4) KUHP . ---
LEBIH SUBSIDIAIR :
--- Bahwa terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI bersama – sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Nopember 2015, bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Barabai yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara, yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau yang turut serta melakukan, dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau memperoleh pelaksanaanya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum terhadap korban HARLI Alias AMONG, yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:---
− Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, pada awalnya terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA sedang minum minuman beralkohol di simpang tiga kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu kemudian terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang lalu ketika saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG sedang duduk diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada korban HARLI Alias AMONG
“beapa ikam (sedang apa kamu) ” dan dijawab oleh korban HARLI Alias AMONG ” menunggu hari bener ae (menunggu hari subuh) ”, kemudian ALPIANOR Alias ALPI
(DPO) berjalan kaki mendekati terdakwa dan berkata “ merampokkah kita, malaran
Ninja (merampokkah kita, lumayan motor Ninja)” dan terdakwa menyetujui perkataan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tersebut, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpisah dengan saksi M. REIZKY HAUDA dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) terlebih dahulu pergi ke rumah ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang dan 1 (satu) buah pisau dapur dengan gagang warna merah yang akan digunakan oleh terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebagai alat untuk mempermudah terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dalam mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG dari penguasaan korban HARLI Alias AMONG lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memasukkan pisau ke dalam saku celananya sedangkan parang diselipkan di pinggang bagian belakangnya selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki menuju ke tempat korban HARLI Alias AMONG berada, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI A lias AMONG di tempat yang dimaksud, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memegang parang dengan salah satu tangannya yang disembunyikan di belakang pinggang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 8 of 39ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpura-pura mengobrol dengan korban HARLI Alias AMONG, sedangkan terdakwa berada di belakang ALPIANOR Alias ALPI (DPO), kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) langsung menebaskan parang tersebut sebanyak 2 (dua) kali ke arah leher korban HARLI Alias AMONG namun korban HARLI Alias AMONG dapat menghindari tebasan tersebut lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendorong tubuh korban HARLI Alias AMONG yang mengakibatkan korban HARLI Alias AMONG terjatuh, kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil pisau dapur dari kantong celana ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan melemparkan pisau tersebut ke arah terdakwa lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendekap tubuh korban HARLI Alias AMONG dari sisi bagian belakang kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa “lakasi…lakasi (cepat-cepat) “, kemudian terdakwa mengambil pisau tersebut dengan tangan kanan terdakwa selanjutnya terdakwa menusuk leher korban HARLI Alias AMONG kemudian terdakwa menggorok leher korban HARLI Alias AMONG sebanyak 2 (dua) kali yang mengakibatkan luka robek dan pendarahan pada bagian leher, kemudian terdakwa langsung mengambil sepeda motor korban HARLI Alias AMONG yang terparkir di pinggir jalan sedangkan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menyeret tubuh korban HARLI Alias AMONG ke pinggir jalan lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengangkat tubuh korban HARLI Alias AMONG ke atas sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG yang di kendarai oleh terdakwa kemudian tubuh korban HARLI Alias AMONG diapit di bagian tengah antara terdakwa yang mengendarai sepeda motor dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) yang membonceng di bagian belakang, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membuang tubuh HARLI Alias AMONG di sebuah kebun di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan, selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengendarai sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG menuju ke daerah Kecamatan Bati –bati Kabupaten Tanah Laut lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menitipkan sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG tersebut di rumah saksi RAHMAN Alias EMEN, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan menjual sepeda motor tersebut dan uang hasil penjualannya akan di bagi antara terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pergi meninggalkan daerah Bati – bati untuk melarikan diri;
− Bahwa akibat tusukan dan gorokan pisau dari terdakwa tersebut , korban HARLI Alias AMONG mengalami luka robek dan pendarahan pada bagian leher serta korban meninggal dunia, sebagaimana Visum Et Refertum No. KH.370/114/Katib/2015 tanggal 3 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada RSUD H. DAMANHURI BARABAI Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang melakukan pemeriksaan atas nama korban HARLI Alias AMONG Bin OTUK, dengan hasil pemeriksaan :
Keadaan Umum : − Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
Pemeriksaan Fisik :
Leher : − Luka Robek pada leher dengan ukuran 30 x 10 cm;
Punggung − Terdapat luka lecet pada punggung dengan ukuran 5 x 2 cm;
Kesimpulan : ➢ Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
➢ Terdapat luka robek pada leber; ➢ Terdapat luka lecet pada punggung;
− Bahwa berdasarkan Surat Keterangan Kematian No. 440/1349/SKM/RSUD – BRB/ 2015 tanggal 6 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada Rumah Sakit Umum H. Damanhuri Barabai yang menerangkan korban yang bernama HARLI Alias AMONG Bin OTUK telah dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 9 of 39keadaan meninggal dunia pada hari KAMIS tanggal 5 NOPEMBER 2015 pukul 11.15 Wita;
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 339 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. ---
LEBIH SUBSIDIAIR LAGI :
--- Bahwa terdakwa ARDIANSYAH Alias ARDI Bin ASMADI bersama – sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain dalam bulan Nopember 2015, bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Barabai yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara, yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau yang turut serta melakukan, dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain yaitu korban HARLI Alias AMONG, yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:---
− Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, pada awalnya terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA sedang minum minuman beralkohol di simpang tiga kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu kemudian terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) , saksi ABDUL HAIR , saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang lalu ketika saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG sedang duduk diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada korban HARLI Alias AMONG
“beapa ikam (sedang apa kamu) ” dan dijawab oleh korban HARLI Alias AMONG ” menunggu hari bener ae (menunggu hari subuh) ”, kemudian ALPIANOR Alias ALPI
(DPO) berjalan kaki mendekati terdakwa dan berkata “ merampokkah kita, malaran Ninja (merampokkah kita, lumayan motor Ninja)” dan terdakwa menyetujui perkataan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tersebut, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpisah dengan saksi M. REIZKY HAUDA dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Ali as ALPI (DPO) terlebih dahulu pergi ke rumah ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang dan 1 (satu) buah pisau dapur dengan gagang warna merah yang akan digunakan oleh terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebagai alat untuk mempermudah terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dalam mengambil sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG dari penguasaan korban HARLI Alias AMONG lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memasukkan pisau ke dalam saku celananya sedangkan parang diseli pkan di pinggang bagian belakangnya selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki menuju ke tempat korban HARLI Alias AMONG berada, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban HARLI Alias AMONG di tempat yang dimaksud, lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) memegang parang dengan salah satu tangannya yang disembunyikan di belakang pinggang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 10 of 39ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berpura-pura mengobrol dengan korban HARLI Alias AMONG, sedangkan terdakwa berada di belakang ALPIANOR Alias ALPI (DPO), kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) langsung menebaskan parang tersebut sebanyak 2 (dua) kali ke arah leher korban HARLI Alias AMONG namun korban HARLI Alias AMONG dapat menghindari tebasan tersebut lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendorong tubuh korban HARLI Alias AMONG yang mengakibatkan korban HARLI Alias AMONG terjatuh, kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengambil pisau dapur dari kantong celana ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan melemparkan pisau tersebut ke arah terdakwa lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendekap tubuh korban HARLI Alias AMONG dari sisi bagian belakang kemudian ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa “lakasi…lakasi (cepat-cepat) “, kemudian terdakwa mengambil pisau tersebut dengan tangan kanan terdakwa selanjutnya terdakwa menusuk leher korban HARLI Alias AMONG kemudian terdakwa menggorok leher korban HARLI Alias AMONG sebanyak 2 (dua) kali yang mengakibatkan luka robek dan pendarahan pada bagian leher, kemudian terdakwa langsung mengambil sepeda motor korban HARLI Alias AMONG yang terparkir di pinggir jalan sedangkan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menyeret tubuh korban HARLI Alias AMONG ke pinggir jalan lalu ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengangkat tubuh korban HARLI Alias AMONG ke atas sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG yang di kendarai oleh terdakwa kemudian tubuh korban HARLI Alias AMONG diapit di bagian tengah antara terdakwa yang mengendarai sepeda motor dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) yang membonceng di bagian belakang, kemudian terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membuang tubuh HARLI Alias AMONG di sebuah kebun di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan, selanjutnya terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mengendarai sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG menuju ke daerah Kecamatan Bati –bati Kabupaten Tanah Laut lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menitipkan sepeda motor milik korban HARLI Alias AMONG tersebut di rumah saksi RAHMAN Alias EMEN, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) bermaksud akan menjual sepeda motor tersebut dan uang hasil penjualannya akan di bagi antara terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) lalu terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) pergi meninggalkan daerah Bati – bati untuk melarikan diri;
− Bahwa akibat tusukan dan gorokan pisau dari terdakwa tersebut , korban HARLI Alias AMONG mengalami luka robek dan pendarahan pada bagian leher serta korban meninggal dunia, sebagaimana Visum Et Refertum No. KH.370/114/Katib/2015 tanggal 3 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada RSUD H. DAMANHURI BARABAI Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang melakukan pemeriksaan atas nama korban HARLI Alias AMONG Bin OTUK, dengan hasil pemeriksaan :
Keadaan Umum : − Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
Pemeriksaan Fisik :
Leher : − Luka Robek pada leher dengan ukuran 30 x 10 cm;
Punggung − Terdapat luka lecet pada punggung dengan ukuran 5 x 2 cm;
Kesimpulan : ➢ Pasien datang sudah dalam keadaan meninggal dunia;
➢ Terdapat luka robek pada leber; ➢ Terdapat luka lecet pada punggung;
− Bahwa berdasarkan Surat Keterangan Kematian No. 440/1349/SKM/RSUD – BRB/ 2015 tanggal 6 Nopember 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. LENA SOVIE SITORUS dokter pada Rumah Sakit Umum H. Damanhuri Barabai yang menerangkan korban yang bernama HARLI Alias AMONG Bin OTUK telah dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 11 of 39keadaan meninggal dunia pada hari KAMIS tanggal 5 NOPEMBER 2015 pukul 11.15 Wita;
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP. ---
Menimbang, bahwa atas dakwaan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan / Eksepsi;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut :
1. Saksi ABIDIN, dibawah sumpah dipersidangan dan pada pokoknya memberikan
keterangan sebagai berikut: ---
- Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) serta saksi tidak ada hubungan keluarga maupun pekerjaan dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO);
- Bahwa saksi melihat mayat korban HARLI Alias AMONG yaitu pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 09.00 Wita bertempat di sebuah kebun warga masyarakat di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kec. Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah;
- Bahwa saksi merupakan saudara sepupu dari korban HARLI Alias AMONG; - Bahwa barang-barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut adalah 1
(satu) buah HP dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna hijau No.Pol. No.Pol. DA 5561 VB;
- Bahwa awal mula saksi mengetahui adanya peristiwa tersebut yaitu ketika saksi sedang menoreh karet di Desa Sungai Harang Kec.Haruyan lalu saksi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penemuan mayat di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kec. Haruyan, setelah mendapat informasi tersebut saksi langsung pergi menuju tempat yang dimaksud kemudian ketika di TKP, saksi melihat korban HARLI Alias AMONG telah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tubuh tengkurap di sebuah kebun warga dan juga saksi melihat terdapat luka robek dan pendarahan akibat gorokan senjata tajam di bagian leher korban , kemudian saksi ikut serta dengan Petugas Kepolisian membawa mayat korban ke RSUD H. Damanhuri untuk dilakukan Visum Et Revertum selanjutnya saksi bersama-sama dengan keluarga memakamkan korban di Desa Bengkuyan Kec. Haruyan;
- Bahwa dalam persidangan telah dibacakan Surat Visum Et Repertum dari RSU H. DAMANHURI BARABAI No. KH.370/114/Katib/2015 tanggal 3 Nopember 2015 An. Korban HARLI Alias AMONG Bin OTUK dan Surat Keterangan Kematian No. 440/1349/SKM/RSUD – BRB/ 2015 tanggal 6 Nopember 2015 An. HARLI Alias AMONG Bin OTUK dan saksi membenarkan isi dalam surat- surat tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 12 of 39- Bahwa setelah peristiwa tersebut sampai dengan pemeriksaan di persidangan, barang-barang milik korban yang berupa HP dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB telah hilang dan tidak ada seorangpun yang meminta izin kepada keluarga korban dalam mengambil barang-barang tersebut;
- Bahwa di persidangan diperlihatkan foto Tempat Kejadian Perkara ditemukannya mayat korban HARLI Alias AMONG dan foto HARLI Alias AMONG setelah kejadian dan saksi membenarkan seluruh foto – foto tersebut;
- Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang dihadirkan di persidangan yaitu berupa : 1 (satu) lembar Jaket warna biru hitam merk DC Shoes USA, 1 (satu) lembar baju merah Real Madrid, 1 (Satu) lembar celana Jeans warna biru muda merk Unisco.
Atas keterangan saksi, Terdakwa tidak keberatan.
2. Saksi MUHAMMAD REIZKY HAUDA Alias IKI, dibawah sumpah dipersidangan
dan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : ---
- Bahwa saksi mengenal terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) serta saksi
tidak ada hubungan keluarga maupun pekerjaan dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO);
- Bahwa saksi mengetahui peristiwa tentang terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI
(DPO) telah menusuk dan menggorok korban HARLI Alias AMONG hingga korban meninggal dunia serta terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah mengambil barang-barang milik korban tersebut terjadi pada hari Kamis 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah;
- Bahwa awal mula saksi mengetahui tentang adanya peristiwa tersebut diatas
yaitu pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 07.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kec. Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah ketika saksi hendak berangkat ke sekolah, saksi melihat banyak ceceran darah manusia di tempat tersebut, kemudian beberapa jam kemudian saksi ada mendengar informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat korban di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan;
- Bahwa sebelum adanya peristiwa ditemukannya ceceran darah dan penemuan mayat korban HARLI Alias AMONG tersebut, pada hari Rabu tanggal 4 Nopember 2015 sekira pukul 23.00 Wita , saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 13 of 39dalam perjalanan pulang dari menonton acara music di Desa Kapuh, kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN berhenti di simpang tiga Muui kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN minum-minuman beralkohol di tempat tersebut, lalu ada saat itu saksi mendengar ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa
“merampokkah kita” dan dijawab oleh terdakwa “ayoha”, beberapa saat
kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang lalu ketika saksi, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) melihat korban sedang menelpon dengan Handphone dan duduk diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu saksi melihat ALPIANOR Alias ALPI (DPO) menyapa dan berkata kepada korban
“beapa ikam (sedang apa kamu) ” dan dijawab oleh korban ” menunggu hari bener ae (menunggu hari subuh) ”, kemudian saksi melihat ALPIANOR Alias
ALPI (DPO) berjalan kaki mendekati terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI kepada terdakwa berkata “ merampokkah kita, malaran Ninja (merampokkah kita,
lumayan motor Ninja)” dan terdakwa menyetujui perkataan ALPIANOR Alias
ALPI (DPO) tersebut, kemudian terdakwa berkata kepada saksi “ bedahulu ha,
aku singgah di rumah ALPI” , kemudian saksi melihat terdakwa dan ALPIANOR
Alias ALPI masuk ke rumah ALPIANOR Alias ALPI, kemudian saksi pulang ke rumah saksi;
- Bahwa terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI tidak pernah memiliki sepeda motor
merk Kawasaki Ninja RR warna hijau, karena pekerjaan sehari-hari terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI adalah serabutan;
- Bahwa jarak antara rumah ALPIANOR Alias ALPI dengan Pabrik padi tempat
saksi melihat korban duduk diatas sepeda motor Kawasaki Ninja RR tersebut adalah sekira 500 meter;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 14 of 39- Bahwa di persidangan diperlihatkan foto Tempat Kejadian Perkara ditemukannya
ceceran darah, foto ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan foto pakaian terdakwa saat sebelum kejadian dan saksi membenarkan seluruh foto – foto tersebut;
- Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang dihadirkan di persidangan yaitu
berupa : 1 (satu) lembar Jaket warna biru hitam merk DC Shoes USA, 1 (satu) lembar baju merah Real Madrid, 1 (Satu) lembar celana Jeans warna biru muda merk Unisco adalah pakaian korban HARLI Alias AMONG sebelum peristiwa tersebut;
Atas keterangan saksi, Terdakwa tidak keberatan;
3. Saksi ALPIANOR Alias ALPIN, dibawah sumpah dipersidangan dan pada
pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : ---
- Bahwa saksi mengenal terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebelumnya
dan saksi tidak ada hubungan darah maupun pekerjaan dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO);
- Bahwa saksi mengetahui peristiwa tentang terdakwa bersama-sama dengan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah menusuk dan menggorok korban HARLI Alias AMONG hingga korban meninggal dunia serta terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah mengambil barang-barang milik korban tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah;
- Bahwa awal mula saksi mengetahui tentang adanya peristiwa tersebut diatas yaitu
pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 07.15 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ketika saksi hendak berangkat ke sekolah, saksi melihat banyak ceceran darah manusia di tempat tersebut, kemudian beberapa jam kemudian saksi ada mendengar informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat korban di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kecamatan Haruyan;
- Bahwa sebelum adanya peristiwa ditemukannya ceceran darah dan penemuan
mayat korban HARLI Alias AMONG tersebut, pada hari Rabu tanggal 4 Nopember 2015 sekira pukul 23.00 Wita , saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi M. REIZKY HAUDA dalam perjalanan pulang dari menonton acara music di Desa Kapuh, kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi M. REIZKY HAUDA berhenti di simpang tiga Muui kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi M.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 15 of 39REIZKY HAUDA minum-minuman beralkohol di tempat tersebut, lalu ada saat itu saksi mendengar ALPI (DPO) berkata kepada terdakwa “merampokkah kita” dan dijawab oleh terdakwa “ayoha”, beberapa saat kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ABDUL HAIR Alias HAIR dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi ABDUL HAIR berboncengan dengan saksi selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi melihat saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang , kemudian saksi dan saksi ABDUL HAIR pulang terlebih dahulu meninggalkan saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI 9DPO) lalu ketika saksi dan saksi ABDUL HAIR melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi dan saksi ABDUL HAIR melihat korban sedang duduk dan menelpon diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu saksi dan saksi ABDUL HAIR pulang ke rumah masing-masing;
- Bahwa setahu saksi , terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tidak pernah
memiliki sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna hijau, karena pekerjaan sehari-hari terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) adalah serabutan;
- Bahwa jarak antara rumah ALPIANOR Alias ALPI dengan Pabrik padi tempat saksi
melihat korban duduk diatas sepeda motor Kawasaki Ninja RR tersebut adalah sekira 500 meter;
- Bahwa di persidangan diperlihatkan foto Tempat Kejadian Perkara ditemukannya
ceceran darah, foto ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan foto pakaian terdakwa saat sebelum kejadian dan saksi membenarkan seluruh foto – foto tersebut;
- Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang dihadirkan di persidangan yaitu
berupa : 1 (satu) lembar Jaket warna biru hitam merk DC Shoes USA, 1 (satu) lembar baju merah Real Madrid, 1 (Satu) lembar celana Jeans warna biru muda merk Unisco adalah pakaian korban HARLI Alias AMONG sebelum peristiwa tersebut;
Atas keterangan saksi, Terdakwa tidak keberatan;
4. Saksi ABDUL HAIR , dibawah sumpah dipersidangan dan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut: ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 16 of 39- Bahwa saksi mengenal terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) sebelumnya dan saksi tidak ada hubungan darah maupun pekerjaan dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO);
- Bahwa saksi mengetahui peristiwa tentang terdakwa bersama-sama dengan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah menusuk dan menggorok korban HARLI Alias AMONG hingga korban meninggal dunia serta terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah mengambil barang-barang milik korban tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kec.Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah;
- Bahwa awal mula saksi mengetahui tentang adanya peristiwa tersebut diatas yaitu pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 07.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ketika saksi melihat banyak warga masyarakat berkumpul di Pabrik Padi di kampung Mu’ui kemudian saksi mendatangi kerumunan warga masyarakat tersebut dan saksi melihat banyak ceceran darah manusia di tempat tersebut, kemudian beberapa jam kemudian saksi ada mendengar informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat korban di Desa Pauh Pengambau Hilir Dalam Kec. Haruyan;
- Bahwa benar sebelum adanya peristiwa ditemukannya ceceran darah dan penemuan mayat korban HARLI Alias AMONG tersebut, pada hari Rabu tanggal 4 Nopember 2015 sekira pukul 23.00 Wita , saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA dalam perjalanan pulang dari menonton acara music di Desa Kapuh, kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA berhenti di simpang tiga Muui kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA minum-minuman beralkohol di tempat tersebut lalu beberapa saat kemudian saksi bersama-sama dengan terdakwa, ALPI (DPO), saksi ALPIANOR Alias ALPIN dan saksi M. REIZKY HAUDA pergi pulang menuju ke rumah masing-masing, dimana terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) membonceng sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA sedangkan saksi berboncengan dengan saksi ALPIANOR Alias ALPIN selanjutnya ketika dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi M. REIZKY HAUDA bersama dengan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) kehabisan bahan bakar minyak, kemudian saksi melihat saksi M. REIZKY HAUDA berjalan kaki mendorong sepeda motor tersebut sedangkan terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) berjalan kaki mengikuti dari arah belakang , kemudian saksi dan saksi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Nomor 147/Pid.B/2016/PN Brb Page 17 of 39ALPIANOR Alias ALPIN pulang terlebih dahulu meninggalkan saksi M. REIZKY HAUDA, terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI 9DPO) lalu ketika saksi dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN melintas di jalan depan pabrik padi di Kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu, saksi dan saksi ABDUL HAIR melihat korban sedang duduk dan menelpon diatas 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna Hijau No.Pol. DA 5561 VB yang terparkir di pinggir jalan, lalu saksi dan saksi ALPIANOR Alias ALPIN pulang ke rumah masing-masing;
- Bahwa setahu saksi , terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) tidak pernah memiliki sepeda motor merk Kawasaki Ninja RR warna hijau, karena pekerjaan sehari-hari terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) adalah serabutan;
- Bahwa jarak antara rumah ALPIANOR Alias ALPI dengan Pabrik padi tempat saksi melihat korban HARLI Alias AMONG duduk diatas sepeda motor Kawasaki Ninja RR tersebut adalah sekira 500 meter;
- Bahwa di persidangan diperlihatkan foto Tempat Kejadian Perkara ditemukannya ceceran darah, foto ALPIANOR Alias ALPI (DPO) dan foto pakaian terdakwa saat sebelum kejadian dan saksi membenarkan seluruh foto – foto tersebut;
- Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang dihadirkan di persidangan yaitu berupa : 1 (satu) lembar Jaket warna biru hitam merk DC Shoes USA, 1 (satu) lembar baju merah Real Madrid, 1 (Satu) lembar celana Jeans warna biru muda merk Unisco adalah pakaian korban HARLI Alias AMONG sebelum peristiwa tersebut;
Atas keterangan saksi, Terdakwa tidak keberatan;
5. Saksi RAHMAN Alias EMEN, dibawah sumpah dipersidangan dan pada pokoknya
memberikan keterangan sebagai berikut: ---
- Bahwa saksi mengenal terdakwa yaitu ketika tahun 2015 saksi dan terdakwa pernah bekerja di peternakan ayam di Kecamatan Bati- Bati Kab. Tanah Laut dan terhadap ALPIANOR Alias ALPI (DPO) saksi tidak mengenal sebelumnya; - Bahwa saksi mengetahui peristiwa tentang terdakwa bersama-sama dengan
ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah menusuk dan menggorok korban hingga korban meninggal dunia serta terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) telah mengambil barang-barang milik korban tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 05 Nopember 2015 sekira pukul 03.00 Wita bertempat di depan pabrik padi kampung Mu’ui Desa Pengambau Hulu Kec. Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah; - Bahwa awal mula saksi mengetahui tentang adanya peristiwa tersebut diatas
yaitu pada Kamis tanggal 5 Nopember 2015 sekira pukul 07.00 Wita , terdakwa dan ALPIANOR Alias ALPI (DPO) mendatangi datang ke rumah saksi di Desa Padang RT. 009/ 002 Kec. Bati- - Bati Kab. Tanah Laut, dimana saksi melihat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :