05.02 12.25 15.47 18.27 19.39
Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini
BACA HAL-7
Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar
SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | SENIN, 28 MUHARRAM 1443 H EDISI 647 TAHUN II | Rp. 4.500
Pembuka Ruang Batin
Oleh: Prof. Duski Samad
Dan sungguh beruntung orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya.
Serta orang-orang yang memelihara shalatnya.
(QS Al Mu’minun: 8-9)
BACA HAL-7 BACA HAL-7
SISI LAIN ‘SURAT ITU’ DI MATA BAMBANG WIDJAJANTO:
‘Unsur Korupsi Masih Perlu Kajian’
Kehebohan ‘Surat itu’ atau surat pemintaan sponsorship bertandatangan Gubernur Mahyeldi menurut mantan Komisioner KPK Bambang Widjajanto perlu dilihat juga sisi lainnya. Apakah betul ada unsur kerugian negara atau memperkaya diri maupun orang lain?
Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Sisi lain dari kehebohan ‘Surat Itu’ nyaris tidak dilihat publik. Misalnya apakah maksud surat itu untuk membuat buku profil Sumatera Barat itu merugikan keuangan negara, memperkaya diri sendiri dan atau orang lain. Rata-rata publik melihat dari sisi penggunaan kop surat dan pembubuhan tandatangan gubernur.
Sejumlah fakta sejak berita itu mencuat sudah teruangkap di kepolisian. Misalnya, fakta bahwa kop surat dan tandatangan adalah asli, uang yang diminta (total Rp170 juta) sudah dikembalikan kepada penyumbang- penyumbang, bahwa lima orang yang yang tadinya disebut-sebut ‘menipu’
tapi ternyata tidak ada dalil yang
KETUA DPR RI PUAN MAHARANI
Nevi Zuairina, Perempuan Multitasking
Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Tidak banyak perempuan yang yang dalam keseharian beraktivitas secara multitasking atau mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dengan hasil yang maksimal. Perempuan Minang memiliki kemampuan seperti itu.
Salah satu adalah Hj.Nevi Zuarina, anggota DPR RI dari Sumatera Barat. Luar biasa ia menjalani kehidupannya bersama sang suami Prof. Irwan Prayitno dan anak-anaknya.
Nevi mengasuh dan membe- sarkan anak, menjalankan bisnis, menjadi guru, beraktivitas di partai dan tidak lupa berinteraksi dengan sesama. Aktivitas yang multitasking itu diperankan Nevi seperti yang ia ceritakan dalam buku memoarnya yang diluncurkan Sabtu (4/9/2021)
Nevi Zuairina menyerahkan buku memoar kepada Gubernur Mahyeldi Zuairina, didampingi Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Wardarusmen serta dua editor Eko Yanche Edrie dan Devi Diany, Sabtu siang di gedung Perpuskataan Daerah Sumbar.
SEGERA DIGULIR DI BUKITTINGGI
Marandang ala
Bank Nagari, Kikis Rentenir
Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Rentenir ada di mana-mana. Yangbterang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi menjalankan praktiknya. Tak terkecuali di Bukittinggi kota yang ekonominya sangat dinamis ini.
“Ada, ada tidak sedikit warga yang terjerat rente tinggi dan kemudian menjadi jatuh miskin,” kata Kepala Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Tasman, ketika ditanya Khazanah tentang apa jalan keluar yang bisa dilakukan oleh Bank Nagari terutama Bank Nagari seang akan bermetamorfosis menjadi Bank Nagari Syariah.
Menurut Tasman, rentenir atau sering juga disebut tengkulak (terutama di pedesaan) adalah orang yang memberi pinjaman uang tidak resmi atau resmi dengan
MENYUSURI DUNIA MALAM PADANG (3)
Anjelo, Jaringan Transnasional dan Transaksi Online Anjelo, Jaringan Transnasional dan Transaksi Online Anjelo, Jaringan Transnasional dan Transaksi Online Anjelo, Jaringan Transnasional dan Transaksi Online Anjelo, Jaringan Transnasional dan Transaksi Online
PENGANTAR -- Menyusuri liku dunia malam tak bisa dipisahkan dari prostitusi. Di Padang ada? Ada! Wartawan Khazanah, Kabati melakukan penelusuran dunia esek-esek itu berahri-hari. Sebuah liputan yang merupakan bagian dari program Workshop dan Story Grant Pers Main- stream yang digelar Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) bekerjasama dengan Norwegian Embassy untuk Indonesia, berikut dimuat secara bersambung.
BERIKAN MOTIVASI DAN DOA,
Wako Hendri Septa Lepas Jerimy Menuju Seleksi Timnas Piala Dunia U-20
P PP P
PADANGADANGADANGADANGADANG - Sebuah kabar baik di dunia sepakbola tengah meng- hampiri publik Ranah Minang.
Hal itu dikarenakan, salah seorang putra terbaik Kota Padang, Jerimy Arianto (18) terpanggil mengikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional (Pelatnas) dalam persiapan Timnas menapaki Piala Dunia U-20 yang dituanrumahi Indonesia di 2023 mendatang.
Mendengar kabar itu, Wali Kota Padang Hendri Septa pun langsung turut memberikan apre- siasi disertai motivasi dan doanya.
Sebelum terbang menuju Jakarta, Jerimy pun dilepas dengan sukacita oleh orang nomor satu di Kota Padang tersebut. Diketahui, anak muda asal Kampung Pinang, Kuranji itu akan mengikuti Pelat- nas U-18 selama 5-11 September 2021 ini di Jakarta.
"Atas nama Pemerintah Kota
Padang saya tentu bangga dan Walikota Padang Hendri Septa beri dukungan dan melepas Jerimy Arianto Seleksi Timnas U-18.
BACA HAL-7 BACA HAL-7
TASMAN
Mural dan moral untuk menyampaikan kesan kekalahan dan kesalahan. Di sebuah dindin kota.
SENJA SENJASENJA SENJA
SENJA jatuh di Pantai Padang. Azan magrib bersiap mengumandang. Suasana Jalan Hayam Wuruk lumayan ramai.
Sebuah motor menepi, perempuan yang duduk di boncengan turun. Dandanannya biasa saja. Kaos lengan pendek dipadukan dengan celana yang menempel ketat.
Setelah bicara sejenak dengan laki- laki yang mengantarnya, perempuan itu
melangkah ke dalam sebuah kafe. Tak ada simbol menyolok yang bisa ditandai bahwa dia seorang pekerja seks.
“Tapi memang begitu. Kan tidak perlu pula tampil norak untuk menunjukkan diri sebeagai pekerja seks,” ujar D, yang menemani penulis duduk di sebuah kafe sore itu.
BACA HAL-7
Burhan artinya penglihatan batin disaat situasi, keadaan membutuhkan.
Sesulit apapun keadaan bila mata batin dapat menerangi ruang batin maka masalah dapat diurai dan mudah menghadapinya. Nabi Yusuf mampu mengunakam mata batinnya (burhan), maka dapat ia bebas dari maksiat dan tekanan psikologis menghadapi dari majikan perempuan yang ingin berbuat serong dengannya.
"Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih."(QS. Yusuf 12: Ayat 24)
Riwayat sukses Nabi Yusuf as bermula dari jalan terjal dan kekuatan batin menempuhnya.
Ladunni adalah suara batin dari yang Maha Batin, Allah swt. Ashabul kahfi dapat selamat dari penculikan penguasa
kejam ketika ia dibukakan suara batin dari dalam dirinya yang menuntun mereka menuju ruang batin, masuk ke dalam gua dan tinggal disana lebih 3 abad.
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."(QS. Al- Kahf 18: Ayat 10).
Kisah ashabul kahfi mestinya
Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar Syiar
Pembuk
2
SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 SENIN, 28 MUHARRAM 1443 HHILANGKAN POTENSI GANGGU HARMONISASI KETATANEGARAAN
Amandemen UUD 45 Harus "Checks and balances"
Jakarta, Khazanah - Jakarta, Khazanah - Jakarta, Khazanah - Jakarta, Khazanah - Jakarta, Khazanah - Wacana amandemen terbatas Konstitusi menggelinding bebas dan menimbulkan pro dan kontra publik setelah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menyinggung isu konstitusional ini pada sidang tahunan MPR (16/08) lalu.
Kita ketahui bersama bahwa, praktik kehidupan demokrasi masih mengalami pasang surut seiring dengan dinamika perkembangan politik di Indonesia. Secara konseptual pemikiran demokrasi yang berkembang di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran demokrasi di luar Indonesia,
"Demokrasi dan konstitusi telah menjamin dinamika politik dan sistem ketatanegaraan berkembang sesuai kehendak dan kebutuhan politik kebangsaan, selama agenda konstitusional ini tidak sedikitpun menegasikan kepentingan rakyat sebagai pemilik kedaulatan di republik ini," ungkap Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin di Jakarta pada Sabtu (04/09).
Sebagai Negara Bangsa yang kompleks, menurut Sultan, Pada hakikatnya Indonesia hingga saat ini masih mencari sistem dan pendekatan demokrasi yang relevan dengan Pancasila dan jatidiri bangsa Indonesia.
Akibatnya sistem ketatanegaraan kita terkesan hibrid dan cenderung menjauhkan bangsa dari cita-cita negara kesejahteraan yang adil makmur.
"Sehingga pilihan amandemen UUD 1945 untuk ke- 5 kalinya dinilai tepat. Namun, jika amandemen hanya terbatas pada penambahan kewenangan
menyusun PPHN keterlibatan MPR dalam RAPBN, rasanya sangat nanggung dan justru akan mengganggu titik keseimbangan dan harmonisasi ketatanegaraan kita. Bahwa, Memaksa eksekutif bekerja sesuai PPHN dalam sistem presidensial, merupakan praktik Komando Politik yang tidak proporsional bagi hubungan antar lembaga eksekutif dan legislatif,"
terang mantan wakil Gubernur Bengkulu ini.
Jika kita benar-benar serius melakukan pembaharuan konstitusi, tegasnya, tidak boleh setengah-setengah apalagi setengah hati sesuai kehendak politik kelompok Politik tertentu.
Maka penting untuk kita kaji ulang secara detail tentang bagaimana keterkaitan kausalitas antara pasal yang satu dengan pasal lainnya.
"Kami ingin mengatakan bahwa, penambahan PPHN ataupun klausul lainnya secara parsial tentu akan mengakibatkan kerancuan konstitusi. Kita tak mungkin menugaskan presiden untuk melaksanakan tugasnya sesuai PPHN, sementara di saat yang sama presiden merasa sangat dominan (executive heavy) dengan legitimasi electoralnya sebagai daulat langsung rakyat,"
ujarnya.
Bisa dibayangkan betapa rancunya sistem demokrasi konstitusional yang demikian.
Kita memandang Indonesia harus memiliki pedoman pembangunan bangsa yang disebut PPHN, tapi tidak lantas menyebabkan keseimbangan politik demokrasi perwakilan yang seimbang (check and balance). Politik pengawasan dan evaluasi MPR sebagai mandataris kedaulatan rakyat dibatasi oleh kekuasaan eksekutif
yang juga terlegitimasi mandat rakyat oleh pemilihan langsung.
Sultan Menuturkan bahwa sistem multi partai dan kapasitas personal pemimpin masih akan mengganggu jalan demokrasi Pancasila Indonesia, jika kita hanya memperkuat kewenangan MPR yang juga pemegang mandat rakyat dengan hanya pada mem- perbaharui UUD, dan menyusun PPHN.
"Oleh karena itu, kami mengusulkan agar tidak terkesan rancu, amandemen UUD harus dilakukan secara bersama-sama pada pasal yang terkait dengan suksesi kepemimpinan nasional.
Selain itu, terdapat anasir demokrasi lain yang urgen untuk kita dorong sebagai konsensus kebangsaan dalam amandemen UUD kali ini, yakni terkait
kesetaraan dan keadilan politik bagi putra-putri terbaik bangsa non partai politik dalam rekru- itmen calon presiden," jelas Sultan.
Lebih lanjut, Sultan menjel- askan bahwa, Realitas multikultural dan memiliki kompleksitas multikarakter sosiologis bangsa Indonesia yang secara politik terrepresentasi melalui lembaga DPD RI merupakan entitas politik yang tidak boleh diabaikan begitu saja dalam proses rekruitmen kepemimpinan nasional. Di tengah kualitas kaderisasi partai politik yang seadanya, Negara wajib memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada bakal Kandidat presiden independen dalam momentum suksesi kepemimpinan nasional, sama ketika dilaksanakannya
prosesi demokrasi di daerah (Pilkada).
Di tengah krisis mult- idimensial bangsa yang sedikit banyak mengancam disintegrasi NKRI, kita membutuhkan cara- cara yang besar. Sehingga menjadi penting bagi kita sebagai bangsa untuk mempertimbangkan misalnya menambah jumlah wakil presiden sesuai sistem zonasi kewilayahan di Indonesia saat ini yang berjumlah empat wilayah.
"Negara ini dibangun atas fondasi kesepakatan perwakilan tokoh-tokoh daerah Dengan pertarungan kualitas intelektual dan moral politik unggul, bukan dibentuk atas paradigma dan orientasi politik praktis yang berdasar hanya pada kekuatan politik tertentu," tandasnya.
Sebagai penutup Senator muda
asal Bengkulu itu menerangkan bahwa, saat ini kita sedang berada di persimpangan jalan menuju negeri demokrasi madani. Kita harus memilih untuk menerj- emahkan demokrasi Indonesia sebagai demokrasi konstitusional yang bersifat hibrid, atau kita meletakkan demokrasi pada posisi puncak yang baku sebagai demo- krasi Pancasila yang merupakan asas, falsafah dan pedoman politik tunggal dalam kita bernegara.
"Kita harus memilih antara sistem presidensial yang cenderung mutlak dengan koalisi gemuk, atau menetapkan MPR RI sebagai lembaga perwakilan tunggal, sehingga tercipta demokrasi yang lebih proporsional dan ideal dengan suasana sosiologis bangsa,"
tutupnya. jer/*jer/*jer/*jer/*jer/*
Erman Safar: Camat Harus Memasyarakat dengan Warga
Jakarta, Khazanah - Jakarta, Khazanah -Jakarta, Khazanah -
Jakarta, Khazanah -Jakarta, Khazanah - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) berencana akan, menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak covid-19 tahun anggaran 2021. Total bantuan yang akan, disalurkan sebesar 6,9 miliar rupiah. Dimana terdiri dari Rp6,2 miliar, bantuan untuk masjid dan 700 juta rupiah bantuan untuk musala.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengungkapkan, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid/musala untuk, memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan dan percepatan penanganan covid- 19.
“Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan Covid-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,”katanya, di Jakarta, Sabtu (4/9).
Dia menyebutkan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid atau musala dalam penanganan pandemi covid- 19. Dia berharap, bantuan operasional yang disalurkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala, untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi covid-19.
Menurutnya, pandemi covid-19 memberikan dampak pada pembatasan dan peniadaan sementara kegiatan peribadahan dan kewajiban penerapan prokes. Ini tentu berpengaruh terhadap beban operasional bagi takmir dan pengurus masjid ataupun musala.
Adapun besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar 20 juta rupiah untuk tiap masjid, dan 10 juta rupiah untuk tiap musala.
Dementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan, ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid atau musala.
“Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid/musala, dan terdampak/
berada pada daerah yang terpapar Covid-19,”
ujar Abdul Syukur.
Adapun dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon kelaman h t t p s : / / s i m a s . k e m e n a g . g o . i d / p a g e / permohonanbantuan.
Permohonan bantuan, lanjut Abdul Syukur, paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021.
“Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” tandasnya.
Abdul Syukur menambahkan, untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa langsung mengunjungi Instagram @bimasislam pada link h t t p s : / / i n s t a g r a m . c o m / bimasislam?utm_medium=copy_link tersebut.
Murdiansyah EkoMurdiansyah EkoMurdiansyah EkoMurdiansyah EkoMurdiansyah Eko
Bukittinggi, Khazanah- Bukittinggi, Khazanah- Bukittinggi, Khazanah- Bukittinggi, Khazanah- Bukittinggi, Khazanah- Serah terima jabatan Camat Guguk Panjang Syanji Faredi Filaferde, S.STP kepada Yelrizon, S.SH disaksikan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi, Ketua TP PKK Bukittinggi, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan undangan berlangsung di halaman kantor Camat Guguk Panjang, Sabtu (4/9).
Wako Erman Safar dalam sambutannya menyampaikan, jabatan Camat merupakan jabatan yang cukup berat. Seorang Camat harus bisa berkoordinasi dengan baik bersama Lurah dan seluruh stakeholder Kecamatan. hal-hal yang baik dari Camat sebelumnya harus dilanjutkan. Masukan dan saran dari ninik mamak, masalah bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran dan segala macamnya. Ini mesti dikawal,” ujar Wako.
Ditegaskan Erman Safar, Camat dan Lurah seyogianya tidak banyak bekerja di kantor. Persoalan di tengah masyarakat harus dijemput ke tengah masyarakat.
Cukuplah masyarakat ke sini ke kantor Camat mengurus administrasi yang penting saja, dan lainnya Camat-lah yang langsung mendatangi bersama Lurahnya ke rumah-rumah masyarakat.
Camat dan Lurah harus siap untuk sebentar saja di kantor, lebih dari itu di rumah warga. Lalu persoalan pentingnya, seluruh aktivitas masyarakat ini, agar ditampung dan diakomodir oleh Camat. Diperjuangkan masuk ke dalam kegiatan-kegiatan SKPD.
Sehingga apa yang menjadi kebutuhan- kebutuhan dasar di tingkat Kelurahan ini mesti diakomodir dan dilaksanakan,”
ujar Wako Erman Safar.
Sementara itu Syanji Faredi pejabat Camat Guguk Panjang yang lama, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama segenap elemen masyarakat, seperti ninik mamak, bundo kanduang, alim ulama, Forkopimca, para Lurah dan ASN di Kecamatan Guguk Panjang. Ia mengungkapkan masih banyak hal yang perlu ditindaklanjuti seraya berharap di bawah kepemimpinan Camat yang baru, hal tersebut dapat dilanjutkan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.
Sedangkan Camat Guguk Panjang yang baru, Yelrizon, dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari segenap elemen masyarakat Kecamatan Guguk Panjang dalam mengemban amanah dan menjalankan tugas di Kecamatan Guguk Panjang. Yelrizon berharap, dengan kebersamaan yang terjalin, segenap elemen masyarakat Kecamatan Guguk Panjang dapat berbuat yang lebih baik untuk menjadikan Kecamatan Guguk Panjang sebagai Kecamatan terdepan menuju Bukittinggi Hebat.
Kepada Khazanah, Yelrizon, S.SH Camat Guguk panjang yang baru dilantik menjelaskan untuk langkah kedepannya akan menyesuaikan dengan
visi misi Kota Bukittinggi menjadikan Kota Bukittinggi yang Hebat di segala bidang dan juga ABS-SBK, kini ekonomi masyarakat sangat terpuruk di masa pandemi Covid-19. Yelrizon akan meningkatkan UMKM-UMKM yang ada di Kecamatan, akan memacu ekonomi masyarakat, mengenai adat dan agama, juga fasilitas umum semuanya akan menjadi prioritas.
Sesuai arahan Wali Kota Bukittinggi, satu Kelurahan akan ada satu rumah tahfidz, ini akan diterapkan Yelrizon.
Begitu juga Yelrizon akan menggiatkan remaja-remaja masjid untuk menangkal perbuatan remaja yang tidak baik.
Begitu juga dengan memperhatikan sanggar seni budaya, agar generasi muda khususnya di Kecamatan Guguak Panjang dapat eksis nantinya,"
ucapnya.
Tommy Hidayat sebagai Sekcam Guguk Panjang yang juga baru dilantik mengatakan, intinya akan memperkuat program-program Sekcam yang sebelumnya, yaitu masalah adat budaya dan keagamaan, banjir yang belum diselesaikan, masalah UMKM akan melihat yang lebih baik nantinya akan diteruskan dan dilanjutkan," jelasnya.
Iwin SBIwin SBIwin SBIwin SBIwin SB
Tiga Atlit KONI Limapuluh Kota Ikut Perkuat Kontingen Sumbar di PON Papua
Sarilamak, Khazanah - Sarilamak, Khazanah - Sarilamak, Khazanah - Sarilamak, Khazanah - Sarilamak, Khazanah - Tiga atlet berprestasi binaan KONI Kabupaten Limapuluh Kota dari dua cabang olahraga, yakni atletik dan senam berikut satu pelatih, dipastikan bakal ikut memperkuat kontingen Sumbar dalam ajang PON XX di Papua 2 - 15 Oktober 2021 mendatang.
"Ada 3 orang atlet tambah 1 pelatih binaan kita ikut ajang PON XX 2021 ke Papua," kata Ketua Umum KONI Limapuluh Kota, Wirianto Dt Paduko Bosa Marajo dalam keterangannya, Minggu (5/9).
Dikatakan Wirianto, tiga atlet plus satu pelatih tersebut antara lain, Lusiana Satriani (Putri) dan Fajar Hidayat (putra) dari cabang atletik.
Sedangkan Rori Satria Putra, juga merupakan pelatih atletik asal Limapuluh Kota yang ikut memperkuat kontingen Sumbar. Fajar Hidayat (putra) dari cabang atletik.
Sedangkan Rori Satria Putra, juga merupakan pelatih atletik asal Limapuluh Kota yang ikut memperkuat kontingen Sumbar.
Adapun satu atlet lainnya yaitu, Aulia Safitri (Putri) dari cabang senam.
Wirianto memastikan, tiga atlet berikut pelatih tersebut kini sedang mengikuti pemusatan latihan di Kota Padang bersama atlet lainnya, guna memantapkan kemampuan maksimal menghadapi lawan pada ajang PON di Papua.
"Tentu saja bagi kita terkait keikutsertaan atlet asal Kabupaten
Limapuluh Kota menjadi atlet PON merupakan kebanggaan tersendiri. Kita juga siap mendukung mereka untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi,"
sebut Wirianto.
Hal tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi spirit guna memotivasi atlet lainnya bagi kemajuan olahraga.
Termasuk memberi dorongan dan support bagi pengurus cabang olahraga agar terus memotivasi atletnya.
"Pengurus cabor dan pelatih kita minta terus memupuk semangat secara intensif memacu prestasi di ajang PON ini. Kita optimis, atlet kita mampu berkompetisi di pentas nasional.
Upaya ini sekaligus dalam rangka mewujudkan visi kita di KONI, bagaimana membawa atlet 50 Kota ke pentas nasional dan internasional,"
tuturnya.
Terpisah, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo saat menerima kunjungan pengurus KONI akhir pekan kemarin, juga turut menyatakan dukungan bagi para atlit Luak Nan Bungsu yang bakal ikut berkompetisi memperkuat kontingen Sumbar di PON Papua.
"Meski saat ini, baru sebanyak 3 atlet, saya harapkan pada perhelatan olahraga lainnya, potensi prestasi para
atlit kita terus bertumbuh sehingga dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional," kata Safaruddin di hadapan pengurus KONI di rumah dinasnya.
Dia juga memastikan akan meminta OPD terkait terutama Dinas Pariwisata dan Olahraga supaya dapat memberi dukungan baik secara moril serta fasilitas dana.
"Jangan sampai dukungan fasilitas bagi atlet kita lebih sedikit dari daerah lain. Mari kita sama-sama berdoa, semoga di ajang PON Papua nanti, para atlet kita sukses meraih medali emas," ajak Bupati. lili yuniatilili yuniatilili yuniatilili yuniatilili yuniati
Ditjen Binmas Islam Bantu Masjid dan Musola Rp6,9 M
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin
BERDISKUSI - Ketua Umum KONI Limapuluh Kota, Wirianto Dt Paduko Bosa Marajo, bersama pengurus KONI berdiskusi dengan bupati terkait penyampaian laporan 3 atlet yang ikut PON ke Papua
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar memasangkan tanda jabatan kepada Camat Guguk Panjang, Yelrizon
SENIN, 6 SEPTEMBER 2021 SENIN, 28 MUHARRAM 1443 H
3
P.a.t.i
Listrik Mengubah Hidup Manusia
Sebelum listrik tersedia lebih dari 100 tahun yang lalu, rumah diterangi lampu minyak tanah, makanan didinginkan dalam kotak es, dan ruangan dihangatkan oleh tungku pembakaran kayu atau batubara.
Banyak ilmuwan dan penemu telah bekerja untuk menguraikan prinsip-prinsip listrik sejak tahun 1600-an. Beberapa prestasi penting telah dibuat oleh Benjamin Franklin, Thomas Edison, dan Nikola Tesla.
Benjamin Franklin menunjukkan bahwa kilat adalah listrik. Thomas Edison menemukan bola pijar tahan lama yang pertama kali.
Sebelum tahun 1879, listrik arus searah (DC) telah digunakan pada lampu arc untuk penerangan luar ruangan. Pada akhir tahun 1800, Nikola Tesla merintis generator, transmisi, dan penggunaan listrik alternating current (AC), yang mengurangi biaya transmisi listrik jarak jauh.
Penemuan Tesla membuat listrik bisa digunakan untuk menerangi rumah kita dan untuk menggerakkan mesin listrik industri.
Meskipun sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, beberapa dari kita mungkin tidak pernah berpikir seperti apa hidup tanpa listrik.
Seperti udara dan air, kita cenderung untuk melupakan peranan besar listrik.
Kita telah menggunakan listrik untuk melakukan banyak pekerjaan sehari - mulai dari penerangan, pemanas dan pendinginan rumah, dan juga untuk menyalakan televisi dan komputer.
Kehidupan masyarakat dewasa ini sangat bergantung kepada sumber daya energi listrik.
Keberadaan energi listrik sudah merupakan sebuah keharusan sebagai penggerak roda kehidupan, termasuk roda perekonomian, pada sebuah bangsa untuk tetap bergerak dan mengarah maju ke depan.
Adapun ketergantungan akan ketersediaan energi yang satu ini kian hari kian meningkat, mengingat keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas sehari-hari di masyarakat maupun sektor industri.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa tanpa adanya energi listrik akan menghambat hingga menghentikan aktivitas masyarakat yang berujung pada terhambatnya bahkan terhentinya roda kehidupan masyarakat.
Ketersediaan tenaga listrik yang handal, aman, ramah lingkungan dan efisien dengan harga terjangkau merupakan faktor yang cukup penting dalam menunjang kehidupan masyarakat sehari- hari.
Nyatanya, yang kita lihat beberapa waktu lalu ketersediaan tenaga listrik, khususnya di pulau jawa, beberapa kali mengalami masalah dikarenakan keterbatasan supply dibanding kebutuhan yang semakin hari semakin meningkat.
Tentu ini bukan hanya tugas PLN saja untuk melakukan pembenahan diri secara internal dan eksternal, tapi juga tugas dari seluruh masyarakat Indonesia sebagai user atau pengguna listrik.
Mengingat begitu besar dan pentingnya manfaat dari energi listrik sedangkan sumber energi pembangkitnya, terutama yang berasal dari sumber daya tak terbarui yang keberadaannya terbatas, maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah atau solusi yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan terjangkau.
Disadari atau tidak, listrik sekarang ini sudah merupakan kebutuhan utama bagi seluruh lapisan masyarakat, pasalnya hampir semua hal dalam kehidupan sehari-hari berhubungan dengan listrik.
P P P
P Pek ek ek ek ekerja Seks di P erja Seks di P erja Seks di P erja Seks di Padang, erja Seks di P adang, adang, adang, adang, yang Rentan dan
yang Rentan dan yang Rentan dan yang Rentan dan yang Rentan dan T
T T
T Terabaik erabaik erabaik erabaikan erabaik an an an an
(BAGIAN TERAKHIR DARI 3 TULISAN) OLEH : KABATI
MAKI ajukan praperadilanaa soal kasus Pemindo II
Agiah taruih KI !
Pegadaian dinilai lambat mengurus asuransi nasabah
Tando manusiawi ma bro !
Varian baru virus corona bernama MU mulai mengancam
Ondeh...., tanyato virus ba epesiode pulo !
RUNDO
Siapakah yang Dimaksud Ulama Suu’ atau Jahat? Serba Serbi Serba Serbi Serba Serbi Serba Serbi Serba Serbi
ilmunya bertujuan mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan.
Setiap orang dari mereka adalah tawanan setan. Ia telah dibinasaka hawa nafsunya dan dikuasai oleh kesengsaraannya. Siapa saja yang kondisinya demikian, maka bahayanya terhadap umat datang dari beberapa sisi. Dari sisi umat, mereka mengikuti ucapan- ucapan dan perbuatan- perbuatannya.
Ia memperindah penguasa yang menzalimi manusia dan gampang mengeluarkan fatwa untuk penguasa.
Pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan. Karena sombong, ia mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui.” (Faydh al-Qadîr , VI/369)
Ulama klasik menjelaskan kriteria yang dimaksud ulama suu’. Makna yang dimaksud ialah peringatan agar kita jangan meniru mereka dalam ucapan dan keadaan kita. Allah SWT telah berfirman: “Benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS At- Taubah: 34)
Demikian itu karena mereka (para rahib dan orang-orang alim Yahudi) menukar agama mereka dengan duniawiyah, dan mereka memakan harta para pengikutnya melalui kedudukan dan kepemimpinan mereka, seperti yang terjadi di kalangan orang- orang alim Yahudi di masa Jahiliyah, mereka mempunyai kehormatan
tersendiri, dan mereka membebankan kepada para pengikutnya untuk membayar upeti, hadiah, serta pajak untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Setelah Allah mengutus Rasul-Nya, mereka tetap menjalankan kesesatan, kekufuran, dan keingkaran mereka karena ketamakan mereka untuk mempertahankan kedudukan tersebut.
Tetapi Allah memadamkannya dengan nur (cahaya) kenabian, mencabutnya dari mereka, memberi ganti mereka dengan kehinaan dan dipandang remeh, serta mereka kembali dengan membawa murka dari Allah SWT. Dia berfirman: “Dan mereka menghalang- halangi (manusia) dari jalan Allah.”
(QS At-Taubah: 34) Ustadz Teguh mengatakan, yakni
di samping mereka memakan barang yang haram, mereka juga menghalang- halangi manusia supaya jangan mengikuti jalan yang benar; dan mencampuradukkan perkara yang hak dengan perkara yang batil, lalu menampakkan di kalangan orang-orang bodohnya bahwa mereka menyeru kepada kebaikan, padahal kenyataannya tidaklah seperti apa yang mereka duga. Bahkan mereka adalah para penyeru kepada neraka, dan kelak di hari kiamat mereka tidak akan mendapat pertolongan.
Al Allamah Al-Minawi dalam Faydh al-Qadîr Syarah Jami’ Shogir dari Imam Syuyuthi, mengatakan,
“Bencana bagi umatku (datang) dari ulama sû’, yaitu ulama yang dengan
persyaratan administratif tidak ada. Ini birokrasi penyaluran bantuannya begitu,” ujar Jumaidi, Kepala Dinsos Sumbar..
Walaupun sadar bahwa orang-orang seperti Ta, Ai, A, In, Mami dan kawan-kawannya inilah yang paling layak untuk mendapat bantuan sosial-kemanusiaan karena jelas paling terdampak, namun menurut Jumaidi peraturan harus tetap ditegakkan.
“Kecuali kalau yang diberikan itu dana pribadi yang tidak perlu pertanggungjawaban administratif,” lanjut Jumaidi.
Menanggapi pernyataan Jumaidi, Dira, sangat kecewa. Perempuan ini pernah bekerja sebagai relawan di Panti Andam Dewi, satu-satunya tempat rehabilitasi mental bagi para pekerja seks di Sumbar. Dia paham betul bagaimana jebakan kemiskinan membuat banyak perempuan nekat terjun sebagai pekerja seks. Di juga mengetahui bagaimana kompleksnya alur penyaluran dana pembinaan buat pekerja seks.
“Kadang sering tidak tepat sasaran. Mestinya yang diringankan itu persoalan ekonomi mereka, atau masalah administrasi seperti ketiadaan kartu identitas. Bukan malah para pekerja seks ditekan untuk mengkhatam Al-Quran atau mendengar ceramah agama secara terus menerus,”akunya.
Jumaidi mengkonfirmasi, untuk bisa ‘lulus’
dari Panti Andam Dewi, para pekerja seks disyaratkan untuk khatam mengaji.
Yefri Heriani, Ketua Ombudsmen RI Perwakilan Sumbar juga punya pandangan yang sama dengan Dira. Menurut Yefri, mestinya pemerintah lewat Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dukcapil) bisa membantu membereskan persoalan administratif, terutama pembuatan KTP. Mungkin dengan bekerja sama dengan instansi seperti Dinsos maupun para relawan pendamping.
“Harusnya bisa. Inikan persoalan identitas.
Setiap orang punya hak atas identitas kependudukannya. Tinggal kemauan. Baik kemauan kawan-kawan pekerja seks maupun kemauan pihak Dukcapil untuk mempermudah urusannya,” ujar Yefri yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis perempuan dari WCC Nurani Perempuan ini.
Kenyataan-kenyatan di lapangan berupa temuan penduduk tanpa identitas ini menurut Yefri harus mampu dilihat dengan cermat oleh pihak penyelenggaran negara.
“Pemerintah harus belajar melihat fakta seperti ini. Ada hal-hal yang membuat orang akhirnya tidak punya penanda identitas. Perlu advokasi ke arah itu,” tambahnya.
Orang miskin adalah kelompok rentan, apa lagi jika yang hidup dalam kemiskinan itu perempuan,pekerja seks pula. Hal inilah yang kemudiaan mendorong Komnas Perempuan memberikan definisi khusus buat mereka:perempuan yang dilacurkan (Pedila).
“Mereka adalah korban,” tegas Professor Alimatul Qibtiyah anggota Komnas Perempuan yang juga guru besar kajian gender di UIN Sunan Kalijaga.
Karena posisinya sebagai korban, maka menurut Alimatul, para perempuan ini harusnya mendapat pembelaan dan pertolongan, bukan diabaikan, disalahkan dan dituding.
Belakangan kabar baik mulai terdengar.
Banyak pihak-pihak yang terus memperlihatkan kepeduliannya pada persoalan penegakan HAM dan perlindungan hak kelompok rentan, termasuk para pekerja seks perempuan. Menurut laporan Tempo (15/8/2021), tahun ini pemerintah sudah mempermudah soal kepengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan akte kelahiran untuk kelompok rentan. Walau kebijakan pemerintah itu belum terlihat aplikasinya di Kota Padang, namun Yefri menyambut gembira kabar tersebut.
“Ini perlu ditindaklanjuti bersama. Yang jelas aturannya sudah ada, tinggal kemauan kita bekerja untuk menyelesaikan persoalan ini. Mari sama-sama kita tunjukkan kepedulian kita,”ujarnya.
Kehidupan seperti matahari yang tenggelam di Pantai Padang. Gelap datang. Tetapi semua orang tahu, akan ada pagi di hari yang lain.
(tamat)
Liputan ini merupakan bagian dari program Workshop dan Story Grant Pers Mainstream yang digelar Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) bekerjasama dengan Norwegian Embassy untuk Indonesia.
Pekerja Seks dan Risiko Kesehatan Pekerja Seks dan Risiko KesehatanPekerja Seks dan Risiko Kesehatan Pekerja Seks dan Risiko Kesehatan Pekerja Seks dan Risiko Kesehatan Selain tiga kawasan di atas, ‘hot zone’
prostitusi lainnya menyebar di beberapa titik.
Baik untuk kalangan kelas atas maupun bawah.
Hotel kelas melati sampai hotel berbintang.
Ini menunjukkan ada sistem yang mendukung pekerjaan berisiko ini.
Sejatinya PKBI Sumbar mempunyai peta khusus tentang titik-titik prostitusi, tetapi hal tersebut tidak bisa diumumkan. Salah satu program PKBI adalah pendampingan para pekerja seks.
“Kami tidak bisa mempublikasikan peta tentang titik-titik prostitusi di Sumbar, karena akan berisiko bagi teman-teman pekerja seks.
Jika peta itu kami sebar, bisa membuat hilang kepercayaan mereka pada kami,” ujar Lova, salah seorang pekerja sosial di PKBI.
Program pendampingan PKBI terhadap para pekerja seks disertai dengan memberi edukasi terhadap persoalan kesehatan reproduksi bagi mereka.
“Pekerjaan-pekerjaan seperti itu kan rawan dengan penyebaran dan penularan penyakit, terutama HIV/AIDS. Kami lebih fokus ke sana.
Kami tidak mengurusi masalah moral mereka,”
aku Lova.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumbar, Padang tercatat sebagai kota dengan jumlah HIV/AIDS tertinggi di banding 19 kabupaten/kota lain. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terbanyak laki-laki. Di Padang ada 207 laki-laki orang dengan AIDS dan 440 HIV.
Sedangkan pada perempuan 38 (AIDS) dan 109 (HIV).
“Biasanya ODHA di Sumbar berusia 25 sampai 49 tahun,” papar Linarni Jamil, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumbar.
Karena itu, untuk mengurangi risiko terjangkit serta terjadinya penularan ini, PKBI aktif mendampingi para pekerja seks, membekali mereka dengan kondom, memberi penjelasan medis tentang kesehatan reproduksi serta menjadi pendamping untuk memeriksa kesehatan secara berkala.
“Kami di sini ada klinik. Tetapi bagi yang punya kartu BPKS tetapi enggan ke klinik karena takut mengalami stigmatisasi, kami mendamping mereka berobat,” ujarErniwati, teman Lova sesama pekerja sosial di PKBI.
Walaupun stigma terhadap para pekerja seks masih sangat kuat di masyarakat,terlebih pekerja seks dengan HIV/AIDS, menurut Lova maupun Erniwati pihak pemerintah cukup peduli dan mau bekerjasama membantu mereka.
“Sejauh ini untuk layanan kesehatan tidak ada masalah. Persoalannya hanya bagaimana kita meyakinkan kawan-kawan pekerja seks bahwa mereka punya hak mendapat pelayanan yang sama. Sebab, umumnya mereka minder duluan jika harus berhadapan dengan instansi pemerintah atau layanan-layanan kesehatan milik pemerintah,” kata Lova menerangkan.
Untuk itu, agar program mereka bisa berjalan dengan baik, pihak PKBI lebih aktif menemui
para pekerja seks.
“Kami punya mobil layanan. Kalau mereka enggan ke tempat umum, mobil layanan yang kita punya akan sangat membantu,”jelasnya.
Namun demikian, satu mobil layanan untuk wilayah seluas Sumbar tentu tidak memadai.
Bantuan Sosial dan Kendala Administratif Untuk mengatasi persoalan kemiskinan, pemerintah menyediakan beberapa model program bantuan.Jumlahnya triliunan rupiah.
Bahkan tahun depan sudah pula dialokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp427,5 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Anggaran tersebut dipakai untuk membantu masyarakat miskin dan rentan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka,” demikian kata Presiden Joko Widodo dalam acara rapat paripurna dengan DPR RI, Senin (16/8/2021) di Gedung MPR/DPR, Jakarta.
Masalahnya, bantuan-bantuan dari pemerintah untuk warga miskin dan rentan tidak selalu sampai ke tangan para pekerja seks. Alih-alih dicarikan jalan keluar agar kelompok rentan mentas dari pekerjaan yang penuh risiko, mereka malah kerap dipersekusi dan dikriminalisasi karena penyelenggara pemerintahan selalu berangkat dari perspektif berbasis moral untuk mengatasi persoalan prostitusi di Kota Padang.
Akibatnya, bantuan dari pemerintah, jika ada, tidak mencukupi. Ini dirasakan In, salah seorang anggota yang dinaungi Mami di Padang Teater.
“Dulu pernah dapat 300 ribu per bulan.
Tetapi semenjak tahun 2021 ini belum ada lagi, entahlah,”jawabnya.
Meskipun sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah yang lebih memadai dan rutin setiap bulan, pada akhirnya In dan rekan-rekan sesama pekerja seks tidak banyak berharap.
“Prinsipnya kami kalau dapat syukur, tapi kalau tidak, mau apa? Tak pula bisa diandalkan bantuan-bantuan itu,” ujar In.
Ironisnya, Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi yang tercatat lamban dalam penyerapan anggaran, sehingga gubernurnya mendapat teguran keras dari Mendagri karena tidak menyalurkan dana bantuan Covid-19 dengan maksimal.
Menurut keterangan Erniwati, kendala administratif kependudukan ini memang menjadi penghalang banyak pekerja seks dalam mendapatkan bantuan pemerintah.
“Kami sering menemui kendala seperti itu.
Persoalan ini muncul bisa jadi karena status perkawinan yang tidak jelas atau pindah alamat yang tidak diurus. Makanya kami selalu mendorong kawan-kawan pekerja seks tersebut untuk mempunyai KTP dan juga BPJS,” ujarnya dalam obrolan di kantor PKBI Jl. Sutan Syahrir Padang, Jumat (30/7/2021).
Pihak Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat membenarkan adanya hambatan administratif yang dialami oleh para pekerja seks.
“Bagaimana mau memberikan bantuan kalau
4
Dirpolair Dirpolair Dirpolair
Dirpolair Dirpolairud P ud P ud P ud P ud Polda Sumbar olda Sumbar olda Sumbar olda Sumbar olda Sumbar Apresiasi P
Apresiasi P Apresiasi P
Apresiasi P Apresiasi Personel Berprestasi ersonel Berprestasi ersonel Berprestasi ersonel Berprestasi ersonel Berprestasi
SENIN, 6 SEPTEMBER 2021 SENIN, 28 MUHARRAM 1443 H
Dirsamapta Nyinyir Ingatkan Anggota Agar Melakukan Patroli
Sulaiman - Jalan Jhoni Anwar - Jalan Gajah Mada - Jalan KH Ahmad Dahlan - Jalan Teuku Umar - Jalan Jati Adabiah - Jalan Situjuh dan kembali ke Mako Polda.
Sementara itu Kasubdit Gasum Direktorat Samapta Polda Sumbar Kompol Dedy Indrawan A.mk mengatakan, malam itu patroli yang dipimpin Kanit II Siturjawali Iptu Awaluddin, S.H beserta delapan anggota Unit II Subdit Gasum menyasar Situ Cafe, Perum Villa Hadis Permai, Perum Mega Asri Nanggalo, Perum Grand Town dan Kantor LLDIKTI Wilayah X.
“Selain melakukan patroli, personel juga mengimbau warga yang sedang berada di cafe, perkantoran dan perumahan
maupun masyarakat yang beraktifitas agar tetap mematuhi aturan pada masa PPKM Level IV,” kata Dedy Indrawan.
Dikatakan, personel Subdit Gasum juga melakukan teguran secara humanis kepada masyarakat yang beraktifitas di cafe, perkantoran dan perumahan yang tidak mematuhi protokol kesehatan terutama tidak menggunakan masker dan menjaga jarak.
“Malam itu personel kita juga memberikan imbauan dan pesan- pesan Kamtibmas kepada Security atau Pamswakarsa dan masyarakat untuk waspada serta antisipasi terjadinya tindak pidana,” ujar Dedy Indrawan. firmanfirmanfirmanfirmanfirman s i k u m b a n g
s i k u m b a n g s i k u m b a n g s i k u m b a n g s i k u m b a n g Padang, Khazanah
Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah—Banyak sudah inovasi dan terobosan yang dilakukan Kombes Pol Sahat Marisi Hasibuan SIK, MH saat memimpin di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar, di Jalan Raya Padang-Painan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Namun karena jarang terekspos media massa, namanya pun jarang mencuat ke
“permukaan”.
Seperti diketahui, serahterima jabatannya dilakukan pada 5 Juni 2020 lalu sesuai dengan keluarnya surat telegram Kapolri Jenderal Idham Aziz nomor: ST/1630/VI/
KEP/2020 tanggal 5 Juni 2020, mengantikan Kombes Pol Soelistijono, SIK, MH yang dipromosikan menjabat Dirpolairud Polda Aceh.
Saat wartawan Khazanah menemuinya ke gedung baru Ditpolairud yang memiliki struktur bangunan tiga lantai dengan luas bangunan 1612,5 M3 yang dipergunakan masing-masing satuan kerja (satker) Ditpolairud Polda Sumbar, Sahat Marisi Hasibuan menyambut dengan baik.
Ia mengatakan, saat ini Ditpolairud Polda Sumbar memiliki sekitar 160 personel, dan memiliki 11 kapal dengan satu kapal di masing-masing Satpolair yang ada di Polres jajaran Polda Sumbar.
Sahat Marisi Hasibuan merasa dengan jumlah personil sebanyak itu ditambah dukungan 11 kapal, sudah cukup untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terkhusus masyarakat yang berada di perairan.
Bahkan beberapa bulan lalu Sahat Marisi Hasibuan berhasil menambah sarana pendukung kapal patroli cepat jenis pemburu
yang diberi nama KM Mandeh III 2006, yang merupakan bantuan dari dari Korpolairud Mabes Polri.
Dari data yang ada pada Khazanah, kapal berwarna putih biru itu langsung diresmikan oleh Kapolda Sumbar yang saat itu masih dijabat Irjen Pol Toni Harmanto. Peresmian pengoperasian kapal itu ditandai dengan pemecahan kendi ke badan kapal oleh Irjen Toni, pada 23 Juni 2021 lalu.
Semenjak memimpin Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Pol Airud) Polda Sumbar, berbagai langkah dan terobosan pun telah dilakukan oleh mantan Kasubdit Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY dan mantan Kasubdit Gakkum Pol Air Polda DIY ini.
Bahkan saat pandemi Covid- 19 melanda hampir seluruh daerah di Sumatera Barat (Sumbar), Perwira Tinggi (Pati) Polda Sumbar ini bersama personelnya tak sungkan turun langsung untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat pesisir yang ada di kawasan Mako Ditpolairud Polda Sumbar di kawasan Bungus Kota Padang.
“Bantuan sembako untuk nelayan adalah kepedulian Ditpolairud Polda Sumbar kepada masyarakat nelayan yang terdampak ekonomi akibat adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah. Kami berharap bantuan itu bisa meringankan beban warga masyarakat yang terdampak penyebaran Covid-19,” kata Sahat.
Mantan Kapolres Bantul tahun 2018 ini bahkan kerap disua melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pesisir dan pulau yang ada di wilayah hukum
Dikatakanya, kategori pemberian penghargaan kepada personel yaitu kategori kinerja dan kedisiplinan anggota.
Penilaian itu dilakukan terhadap masing-masing satuan kerja (satker) seperti di Gakkum, Ren Min, Subdit Patroli dan lainnya.
Ia menyebutkan, teknis penilaiannya dilakukan oleh Tim Wanjak yang dipimpin Wadir Pol Airud AKBP Tejo Yuwantoro. SIK M.Si dimana masing-masing Satker mengajukan satu nama personilnya.
“Setelah masing masing Satker mengajukan “orang terbaiknya”
ke Tim Wanjak, lalu tim mengajukan ke saya untuk diseleksi lagi menjadi satu orang pemenang. Hasilnya dari lima orang dari masing-masing Satker, yang terdiri Bripka Joko Riyadi, Bripka Indra Gomi, Bripka Detri Teteosa, Bripda Genta Aditya dan Bripda Aldo Nanda Permana diseleksi lagi menjadi yang terbaik, tentu melalui proses yang selektif. Untuk bulan Agustus ini terpilih sebagai yang terbaik adalah Bripka Detri Teteosa dari Satker Ren Min,” ujar Sahat Marisi Hasibuan.
Pada kesempatan itu Sahat Marisi Hasibuan juga melepas masa tugas AKBP Guswanto. SH yang berakhir pada 1 September 2021 kemaren.
“AKBP Guswanto telah melaksanakan tugas sebagai kepolisian selama 36 tahun 6 bulan. Beliau bertugas di Dit Pol Airud Polda Sumbar sejak bulan Juli 2008. Beliau merupakan seorang perwira yang berdisiplin tinggi dan ikhlas dalam melaksankan tugas sebagai Kasubit Patroli di Ditpol Airud Polda Sumbar,” kata Sahat Marisi Hasibuan. firman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbang
Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah—Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumbar dibawah kepemimpinan Kombes Pol Achmadi, SIK tak pernah jenuh mengingatkan masyarakat untuk patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (pokes) yang ketat.
“Kunci utama memutus mata rantai persebaran virus Covid-19 adalah menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” kata Achmadi yang dihubungi Khazanah, Sabtu (4/9/2021).
Dikatakannya kepatuhan terhadap protokol kesehatan lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif dan tidak dilakukan sendiri. “Kalau kita
sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan,”
imbaunya.
Oleh karena itulah kata Achmadi, ia nyinyir mengingatkan personelnya agar tak henti melakukan patroli untuk memantau dan mengingatkan masyarakat agar patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ia pun mencontohkan giat patroli yang dilakukan anggota Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sumbar pada Sabtu malam, yang dimulai dari Mako Polda di Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Raden Saleh - Jalan Khatib mereka untuk memberikan arahan
secara langsung agar taat protokol kesehatan. Sahat bersama personelnya juga selalu mengajak warga pesisir pantai menjalani vaksinasi untuk menyukseskan program pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Salah satu yang menjadi ciri khas pria bertubuh besar ini adalah tak sungkan memberi apresiasi tinggi atas kinerja yang ditunjukan personelnya.
“Personel yang bekinerja bagus layak untuk diganjar dengan penghargaan agar memacu untuk selalu memberikan kontribusi terbaiknya,” kata Sahat Marisi Hasibuan pada Khazanah, Jumat 3 September 2021 usai berikan reward pada personelnya yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dikatakannya, reward yang diberikan tiap bulan itu dilakukan untuk memotivasi dan
memberikan semangat kerja bagi personel lainnya.
Ia pun berjanji akan tetap memberikan penghargaan pada personel yang berprestasi, begitu juga sebaliknya yang melakukan pelanggaran diberikan hukuman.
“Saya berharap pemberian penghargaan menjadi motivasi bagi personel dan diminta ke depannya agar berlomba-lomba menuai prestasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya
UNTUK MEMBENTUK HERD IMUNITY
Polres Bukittinggi Bergerak dari Sekolah ke Sekolah
MENGINGATKAN – Personel Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sumbar saat mengingatkan pengunjung cafe agar mematuhi protokol kesehatan. (Foto : Firman Sikumbang)
MENYERAHKAN PENGHARGAAN - Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sumbar Kombes Pol Sahat Marisi Hasibuan SIK, MH saat menyerahkan penghargaan pada Bripka Detri Teteosa. (Foto : Firman Sikumbang)
Polres Padang Pariaman Gelar Gebyar Vaksinasi Bersama Forkopimda
Padang Pariaman, Khazanah Padang Pariaman, KhazanahPadang Pariaman, Khazanah
Padang Pariaman, KhazanahPadang Pariaman, Khazanah—Polres Padang Pariaman bersama Pemda Kabupaten Padang Pariaman, Kodim 0308 Pariaman menggelar gebyar vaksinasi massal di GOR Stadion Utama Sumatera Barat Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Sabtu (4/9/2021).
Acara tersebut berkat kolaborasi yang kuat antara Polres Padang Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, serta Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Terlihat juga antusiasisme masyarakat yang sangat tinggi untuk ikut serta dalam kegiatan vaksinasi massal itu.
Dalam pembukaan pada acara Gebyar Vaksinasi Massal, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur SE MM mengapresiasi masyarakat yang ikut serta dalam pelaksanaan vaksin massal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinkes Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi SKm, Mkm, Wakil Bupati Drs Rahmang MM, Dandim 0308 Pariaman Letkol Czi Titan Jatmiko, Kapolres AKBP Dian Nugraha HBWPS SH SIK, Wakapolres Kompol Alfias Marzuki SE MH dan stakeholder lainnya.
Adapun jumlah animo masyarakat yang mendaftarkan diri untuk ikut vaksinasi massal sebanyak 748 orang.
Kasubbag Humas Polres Padang Pariaman AKP Emel mengatakan dari 748 orang mendaftarkan diri, yang bisa di vaksin sebanyak 706 orang.
“Ada beberapa orang yang mendaftar tidak bisa melaksanakan vaksin dikarnakan kondisi kesehatan yang tidak mendukung dan penyakit bawaan,” katanya.
Kegiatan ini juga sebagai langkah kongkrit Polres Padang Pariaman beserta Forkipimda untuk mensukseskan program pemerintah pusat dalam mencegah serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah KabupatenPadang Pariaman. rel humas polresrel humas polresrel humas polresrel humas polresrel humas polres padang pariaman
padang pariamanpadang pariaman padang pariamanpadang pariaman
Bukittinggi terhadap negeri, Dody Prawiranegara bersama personelnya gencar mendatangi sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukumnya melakukan pelayanan vaksin, guna membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity terhadap para pelajar.
Untuk membentuk herd imunity bagi pelajar pada sekolah yang ada di Kota Bukittinggi, Polres Bukittinggi melakukan pelayanan vaksin terhadap siswa SMA baik negeri maupun swasta mulai dari tanggal 1 hingga 4 September 2021.
“Vaskisnasi perdana kita laksanakan di SMAN 2 Bukittinggi, pada Rabu 1 September 2021,” kata Dodi, Sabtu 4 September.
Pada hari berikutnya kata Dody menambahkan, Gerai Vaksin Presisi untuk wilayah hukum Polres Bukittinggi juga ditujukan bagi pelajar SMA Negeri 1 Ampek Angkek atau SMA Lambah Biaro Kabupaten Agam.
Apa yang dilakukan itu kata Dody menambahkan, sesuai dengan
instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajaran di Polda dan Polres untuk membuka Gerai Vaksin Presisi guna memfasilitasi dan mempercepat pelaksanan vaksin kepada masyarakat.
“Ini dilaksanakan untuk mencapai target pelaksanaan vaksin di Wilayah Indonesia, agar seluruh masyarakat dapat terhindar dari Covid-19. Diharapkan semua pelajar Bukittinggi yang sudah layak divaksin agar mau dilakukan vaksin, dengan demikian diharapkan akan terjadi herd imunity di lingkungan sekolah ini,” ujar Dody.
Dikatakan Dody, Gerai Vaksin Presisi Polres Bukittinggi tersebut sama sekali tidak memungut biaya atau gratis.
“Dalam kegiatan Vaksin di SMAN 2 ini sebagai tenaga vaksin dari Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi, serta Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi dan sebagai Vaksin dari Droping khusus Polri, yaitu Sinovac,”
ujarnya. firman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbang KUNJUNGI SEKOLAH – Personel Pores Bukittinggi saat melakukan
kunjungan ke sekolah untuk melakukan pelayanan vaksin terhadap siswa SMA. (Foto : Firman Sikumbang)
Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah—Ada tekad bulat yang dipatrikan dalam hati oleh Kapolres Bukittinggi, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Dody Prawiranegara, SH, SIK,
MH untuk melindungi para pelajar agar terhindar dari paparan dan infeksi virus corona atau Covid- 19 melalui “Gerai Vaksin Presisi”.
Sebagai bukti bakti Polres
BANYAK PELAKU UMKM TERDAMPAK COVID-19
Kapolsek Baso Salurkan Sembako
Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah—Jumat 3 September 2021 Kapolsek Baso Polres Bukittinggi Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKP Yustian Sayiful.
SH menyalurkan bantuan berupa sembako kepada 21 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak PPKM Mikro di wilayah hukumnya.
Pembagian sembako itu dipimpin oleh Kapolsek Baso AKP Yustian Sayiful. SH yang diwakili Kasi Humas Polsek Baso Iptu
Aldrin Edwin didampingi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Baso, Wali Nagari, Wali Jorong dan Personil Polsek Baso lainya.
Dikatakan Yustian Sayiful, bantuan sembako itu diharapkan dapat meringankan beban ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid- 19.
Ia mengatakan, program tersebut menindaklanjuti Instruksi Kapolres Bukittinggi AKBP Dody
Prawiranegara SH, SIK, MH untuk melakukan inventarisasi pada pelaku UMKM dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah hukumnya.
Menindaklanjuti Intruksi Kapolres itu, pada Jumat pagi personil Polsek Baso telah membagikan paket sembako itu kepada 21 orang penerima manfaat, baik kepada pelaku UMKM maupun kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
Yustian Sayiful mengatakan dalam proses pendistribusian, pihaknya menyalurkan secara langsung dari ke rumah rumah warga (door to door), hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan masyarakat yang menerima bantuan, tuturnya.
“Kita tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, terutama physically distancing (jaga jarak fisik),”
katanya. firman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbangfirman sikumbang
5
Payakumbuh, Khazanah— Setelah Sempat memanas akibat masalah aset hubungan dua daerah bersaudara antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh mulai mencair, Kedua daerah kini malah bersepakat melakukan kerjasama pembangunan terintegrasi, dan hal itu sudah dimulai dengan pertemuan kedua kepala daerah.
SENIN, 6 SEPTEMBER 2021 SENIN, 28 MUHARRAM 1443 H
Pabrik Pupuk di Dharmasraya Kewalahan Penuhi Permintaan
HUBUNGAN LIMAPULUH KOTA DAN PAYAKUMBUH MENCAIR
WALIKOTA PADANG PANJANG FADLY AMRAN
Bicara Wisata Hanyalah Masalah Narasi
Pelatihan yang digelar Disporapar tersebut, kata Fadly juga bertujuan untuk menciptakan pemandu wisata yang profesional dan memiliki pengetahuan, pemahaman dan wawasan terhadap tempat-tempat wisata yang ada di Kota Padang Panjang dan sekitarnya.
Kemudian diharapkan terciptanya peningkatan mutu kualitas pelayanan dari pemandu wisata kepada wisatawan.
“Dengan meningkatnya mutu pelayanan ini, diharapkan akan berdampak dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan Padang Panjang, Khazanah—
Padang Panjang, Khazanah—Padang Panjang, Khazanah—
Padang Panjang, Khazanah—
Padang Panjang, Khazanah—
Berbicara tentang wisata, menurut Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, hanyalah soal narasi.
Menurutnya terkadang kadang tempat-tempat itu terlihat biasa saja, tetapi cerita atau legendanya itu yang harus digali dari kearifan lokal masyarakat itu sendiri.
“Contohnya patung Anak Laki- laki Pipis yang melegenda di Belgia (Manneken Pis), itu kan hanya patung anak kecil yang tingginya hanya 60 cm dan berada di pojok jalan yang terbilang sempit, itu hanyalah legenda yang tidak ada literaturnya, cerita itu dibiarkan tetap melegenda, hingga menjadi daya tarik wisatawan khususnya dari luar negeri yang datang ke Belgia,” ujar Fadly, Jumat (3/9).
Hal itu disampaikan Fadly saat menjadi narasumber pada Pelatihan Pemandu Wisata Budaya yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padang Panjang di Aula Hotel Rangkayo Basa, Jumat (3/9).
Lebih lanjut Fadly menyebutkan, narasi atau cerita dibutuhkan untuk menguatkan citra suatu destinasi pariwisata. Berkaca dari Bali, Fadly mengatakan, cerita dan narasi yang kuat di balik destinasinya mampu mengundang wisatawan untuk selalu kembali ke Pulau Dewata.
“Mengapa wisatawan terus menerus kembali ke Bali, karena Bali tidak hanya sekadar menawarkan alam yang indah, spot- spot wisata yang menarik, tetapi juga ada cerita dan narasi yang kuat di baliknya,” katanya.
Ditambahkan Fadly, cerita dan narasi di balik suatu destinasi bisa memunculkan relasi yang kuat bagi wisatawan.
“Jadi apa yang menjadi story telling sehingga kita mengkonsumsi berulang kali itu tentu dengan pengalaman berbeda-beda. Inilah yang harus kita bangun di industri pariwisata Kota Padang Panjang, khususnya pada wisata budaya yang kita miliki, mari berinovasi dan adaptasi karena dua hal kolaborasi ini merupakan kuncinya,” imbuhnya.
kebun sawit miliknya. Selain itu hargganyapun terjangkau.
“Pemerintah tentunya sangat mensuport kehadiran pabrik pupuk yang dikelola oleh KUD Lubuk Karya tersebut,” terang Darisman.
Menurutnya, yang perlu dibenahi oleh pihak pabrik adalah manajemen sumber daya manusianya serta pengelolaan dan pemasarannya agar permintaan pasar bisa dipenuhi. Yang lebih penting lagi adalah memenuhi bahan baku pembuatan pupuk.
“Permasahan yang dihadapi pihak pabrik saat ini dalah bahan baku pupuk seperti tandan kosong ( tankos) kelapa sawit, abu dan lain sebagainya. Karena tankos yang ada di sejumlah pabrik sawit di wilayah Dharmasraya telah memiliki langganan tetap atau mitra kerja lain,”
pungkasnya Ahmad Habibie.Ahmad Habibie.Ahmad Habibie.Ahmad Habibie.Ahmad Habibie.
pemangku adat, Riza Falepi sebagai Ninik Mamak bergelar Datuak Rajo Ka Ampek Suku dan Safaruddin bergelar Datuak Bandaro Rajo pada nagari tempat kelahirannya masing-masing.
Dengan latar belakang yang sama tersebut tentunya berdampak positif terhadap kultur masyarakat yang memegang teguh prinsip dasar masyarakat yang santun dan berakal budi di dalam kerangka
“Adat Basandi Syara’, Syara’
Basandi Kitabullah”.
Meski sempat ada isu yang pernah hangat beberapa waktu yang lalu, terkait polemik keberadaan aset Kabupaten Limapuluh Kota yang masih berada di Kota Payakumbuh, namun dalam pertemuan itu lebih menekankan kebersamaan dua kepala daerah dalam pembangunan di segala bidang yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakatnya.
“Itu kan yang memanaskan segelintir orang yang mungkin belum baca aturan terbaru soal birokrasi dan aset. Justru dalam rangka optimalisasi aset dengan aturan sekarang lebih mudah dilaksanakan, misalnya saling hibah, dan lain-lain,” pungkas Riza Falepi Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati. Lili Yuniati.
Bahas Kerjasama Pembangunan Terintegrasi
Wali Kota Riza Falepi menemui Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo di rumah dinas bupati yang berlokasi di kawasan Labuah Basilang, Kota Payakumbuh, Sabtu (4/9) pagi.
Kedatangan Wako Riza Falepi yang didampingi Sekretaris Daerah Rida Ananda serta sejumlah pejabat Pemko Payakumbuh itu dalam rangka bersilahturahmi sekaligus membicarakan kerja sama pembangunan terintegrasi antara ke dua daerah, Pemerintah Kota Payakumbuh dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
“Meski secara administrasi dua wilayah di Luak Limopuluah ini sudah berpisah, namun secara kemasyarakatan merupakan kesatuan adat, budaya maupun kultural yang tidak dapat terpisahkan, mereka tetaplah satu.
Bahkan dua daerah ini saling mempengaruhi kemajuannya satu sama lain,” kata Riza kepada media, Sabtu (4/9).
Sementara itu, Bupati Safaruddin didampingi Asisten I, Dedi Permana, menyambut baik kegiatan silahturahmi dan rencana
kerjasama pembangunan antara Pemkab Limapuluh Kota dengan Pemko Payakumbuh itu.
Senada, Bupati juga menyampaikan bagaimanapun jua, ikatan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh adalah dua daerah yang tidak bisa dipisahkan karena memiliki hubungan historis kekeluargaan dan kesamaan budaya.
“Selaku pimpinan dua daerah tentunya bupati dan wali kota harus menjalin komunikasi yang intens untuk memajukan ke dua daerah yang secara kultur adat dan budaya adalah Luak Nan Bungsu,” tambah Bupati Safaruddin.
Ditegaskan Safarudin, program pembangunan yang dilaksanakan kedua daerah yang terintegrasi ini, perlu dilaksanakan.
Bupati juga menegaskan, terkait ajakan Wali Kota Riza Falepi yang menawarkan kerjasama pembangunan yang terintegrasi antara dua daerah disambut baik olehnya.
“Pemerintahan Kabupaten Limapuluh sangat mendukung program pembangunan yang disampaikan Wali Kota Riza
Falepi. Dengan bangkitnya pembangunan di kedua daerah ini, tentu akan menguntungkan bagi masyarakat dan kedua daerah,” sebut politikus Golkar itu.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Riza Falepi dan Bupati Safaruddin membahas persoalan PDAM atau pengelolaan air minum, juga bicarakan banyak hal, termasuk pengelolaan sampah
dan tinja di dua daerah karena Payakumbuh sudah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).
Kedua tokoh ini merupakan
akan mendorong pariwisata di Kota Padang Panjang menjadi lebih maju,” harapnya.
Fadly berharap dengan adanya pelatihan ini semakin banyak yang bisa dipromosikan dan Pemko Kota Padang Panjang tidak henti-hentinya dan terus bergandeng tangan berkolaborasi dengan semua pihak.
Ditambahkan Fadly, hal itu diperlukan untuk memajukan pariwisata di Kota Padang Panjang dengan berbagai keunikan pariwisata yang lahir dari para Pokdarwis dan para pelaku wisata yang ada Paulhendri.
Paulhendri.
Paulhendri.
Paulhendri.
Paulhendri.
bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.
Terpisah salah seorang konsumen, H. Rasul Hamidi Dt Saridano mengaku dengan Pabrik Pupuk Dharmasraya yang dikelola KUD Lubuk Karya sangat membantu petani sawit karena hasilnya pemupukan lebih subur.
“ Keluarga besar kami menggunakan pupuk tersebut dan hasilnya sangat bagus, tanaman lebih subur,” terangnya singkat.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman mengatakan, dengan adanya pabrik pupuk tersebut bisa mengantisipasi kelangkaan pupuk yang acap kali dikeluhkan petani serta tingginya harga pupuk dipasaran.
Menurut Kepala Dinas Pertani ini, kualitas pupuk tersebut sangat bagus karena keluarga besarnya juga menggunakan untuk pemupukan Pulau Punjung, Khazanah-
Pulau Punjung, Khazanah- Pulau Punjung, Khazanah- Pulau Punjung, Khazanah-
Pulau Punjung, Khazanah-- Saat ini pabrik Pupuk Dharmasraya Indonesia yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Lubuk Karya mulai kewalahan memenuhi permintaan konsumen lantaran tingginya kebutuhan pupuk tersebut dibandingkan dengan hasil produksi.
Pabrik pupuk tersebut berada di di kawasan Jorong Guguak Tinggi, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya.
Pupuk buatan KUD Lubuk Karya ini memang sangat diminati olah para petani karena membuat tanaman berupa kelapa sawit tumbuh lebih subur.
Pabrik yang mulai berdiri tahun 2007 itu memproduksi Pupuk NPK Andalas.
Selama kurun Bulan Januari hingga Agustus 2021, pabrik sudah memproduksi sebanyak 1.067.150 kilogram, dan hal ini lebih rendah
dibandingkan permintaan petani.
“Kami agak kewalahan memenuhi permintaan para petani kepala sawit karena tingginya permintaan. Dalam satu tahun kami hanya bisa memproduksi 5000 ton, sementara permintaan lebih tinggi,” ungkap pimpinan Pabrik, Jhon Nasri, Minggu ( 5/9).
Jhon Nasri menambahkan, saat ini sebagian dari konsumen juga berani membayar dimuka dengan jumlah rata- rata 1.550 kilogram.
Menurutnya, Jhon Nasri, kewalahan memenuhi permintaan konsumen karena sulitnya mendapat bahan baku pupuk seperti tandan kosong kelapa sawit dan bahan lainnya serta modal.
“ Permintaan pupuk ini tidak hanya petani di Dharmasraya, tapi juga konsumen dari Provinsi Jambi, Sumbar, Riau, Sumut, dan Sumsel. Kami berharap kesulitan kami ini menjadi perhatian
P4GN SMP di Bukittinggi
Bukittinggi, Khazanah—
Bukittinggi, Khazanah—
Bukittinggi, Khazanah—
Bukittinggi, Khazanah—
Bukittinggi, Khazanah— Guna mengantisipasi remaja terpengaruh dengan narkoba, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi, melalui Kepala Kantor Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan, sosialisasi P4GN merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika sejak dini, yang berdampak buruk bagi generasi muda. Sosialisasi kepada pelajar bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pelajar tentang penyalahgunaan narkoba.
“Dampak yang ditimbulkan dari narkoba sangat membahayakan masa depan generasi muda. Penanganan covid- 19 memang menjadi prioritas utama Pemerintah saat ini, namun pencegahan narkoba juga tidak kalah penting, karena generasi muda sangat rentan menjadi sasaran peredaran narkoba,”
ungkapnya.
Untuk awal sosialisasi, kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMP Negeri 4 Kota Bukittinggi, Sabtu (4/9).
“Kita lakukan secara bertahap. Saat ini untuk pelajar SMP Negeri 4, dalam minggu depan, diberikan sosialisasi untuk pelajar SMP Negeri 6, SMP Negeri 1 dan MTsN 1 Bukittinggi.
Kita targetkan Kota Bukittinggi Hebat menjadi Kota yang
‘BERSINAR’ (Bersih Narkoba),” pungkasnya Iwin SB. Iwin SB. Iwin SB. Iwin SB. Iwin SB.
Cegah Stunting di Pasbar
Simpang Empat, Khazanah—
Simpang Empat, Khazanah—
Simpang Empat, Khazanah—
Simpang Empat, Khazanah—
Simpang Empat, Khazanah— Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Padang melaksanakan kegiatan workshop pencegahan stunting melalui pendidikan gizi bagi ibu dan anak di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu.
Ketua pelaksana Yessy Aprihatin, SKM, M.M.Kes di Simpang Empat, Minggu mengatakan kegiatan itu dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang di ikuti oleh 21 orang kader Bina Keluarga Balita (BKB) yang ada di daerah itu.Yessy Aprihatin mengucapkan terimakasih kepada Wali Nagari Kajai Afni Rozi yang telah membantu memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting di Pasaman Barat,” katanya, Sabtu (4/9).
Ditunjuknya Nagari Kajai sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, katanya, karena pada tahun 2020 ditemukan angka kejadian stunting yang tinggi dibandingkan dengan Nagari lain di Pasaman Barat yaitu sebesar 32,8 persen.
Paling banyak terjadi pada rentang usia 12-24 bulan dimana kejadian stunting pada anak balita akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak nantinya sehingga akan berdampak pada kondisi mental maupun kesehatan anak.
Melalui program pengabdian masyarakat inilah Yessy Aprihatin, SKM.M.MKes dan timnya melakukan workshop pendidikan gizi sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kejadian stunting di Pasaman Barat khususnya di Nagari Kajai
Sutan Pamenan. Sutan Pamenan. Sutan Pamenan. Sutan Pamenan. Sutan Pamenan.
IV KOTO HILIA
Tingkat Ekonomi Warga dengan Perternakan Sapi
apa yang menjadi keinginan kita untuk kemajuan desa dan ekonomi masyarakat dengan inovasi itu, segera terwujud,”
katanya.
Disampaikan, saat ini telah terdapat sejumlah petak kandang sapi yang telah dibuat di bawah daratan Bukit Pulai di Nagari IV Koto Hilia. Tempat itu, adalah milik warga yang nantinya, siap bermitra dengan BUMNag IV Koto Hilir.
“Nanti, kalau kita dapat anggarannya, Insyaallah akan kita buat kandang lebih besar dan beli sapi yang lebih banyak. Untuk lahan tersedia dua hektar.
Nantinya, di sekitar lokasi itu, juga ada potensi wisata alam, rencananya kita buat flying fox,”
tuturnya.
Lanjut Satria, jika hal itu berhasil, maka juga akan berdampak terhadap pendapatan asli nagari dan ekonomi warga yang bekerjasama mengelola peternakan */Novrizal */Novrizal */Novrizal */Novrizal */Novrizal S a d e w a .
S a d e w a . S a d e w a . S a d e w a . S a d e w a . Nagari (BUMNag) nantinya pemerintah nagari akan berupaya mengelola peternakan sapi dan wisata alam.
“Iya ini rencana kita. Melalui BumNag nanti kita akan olah peternakan dan wisata alam,”
jelasnya saat dihubungi, Sabtu (4/9).
Di tengah Pandemi Covid-19 menurutnya perlu upaya dan inovasi untuk menguatkan perekonomian warga.
Banyak potensi-potensi di nagari yang dirasa bisa diangkat dan dimajukan dengan pengelolaan yang lebih baik.
Untuk itu, perlu dukungan anggaran untuk tetap melanjutkan upaya inovasi ekonomi tersebut.
Rencananya, saat ini, akan mengupayakan untuk mengajukan proposal ke pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Menurut informasi yang diterimanya, ada dana untuk desa berinovasi sekitar Rp1 miliar.
“Sekarang, kita lagi buat proposalnya, dan mudah-mudahan
Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari
Painan, Khazanah—
Painan, Khazanah—
Painan, Khazanah—
Painan, Khazanah—
Painan, Khazanah—
Pemerintah Nagari IV Koto Hilia, Kecamatan BatangKapas, Kabupaten Pesisir Selatan mencoba inovasi baru dalam
meningkatkan ekonomi warga serta pendapatan nagari.
Wali Nagari IV Koto Hilia, Satria Darma Putra mengatakan melalui Badan Usaha Milik PETERNAKAN- Pemerintah Nagari IV Koto Hilia, Kecamatan BatangKapas, Kabupaten Pesisir Selatan mencoba inovasi baru dalam meningkatkan ekonomi warga serta pendapatan nagari dengan membangun peternakan sapi (foto: Ist/net).
MENCAIR- Setelah Sempat memanas akibat masalah aset hubungan dua daerah bersaudara antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh mulai mencair, Kedua daerah kini malah bersepakat melakukan kerjasama pembangunan terintegrasi, dan hal itu sudah dimulai dengan pertemuan kedua kepala daerah (foto: Lili Yuniati).