PENGARUH PENGETAHUAN INVESTASI, RETURN, DAN RISIKO TERHADAP MINAT MAHASISWA BERINVESTASI DI PASAR
MODAL (STUDI KASUS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA)
OLEH
WESLEY AGUSTIN SIAHAAN 160502082
PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2020
ABSTRAK
PENGARUH PENGETAHUAN INVESTASI, RETURN, DAN RISIKO TERHADAP MINAT MAHASISWA BERINVESTASI DI PASAR
MODAL (STUDI KASUS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA)
Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia terus bertambah setiap tahunnya, hingga pada 2019 mencapai 2.478.234 investor, namun jumlah ini relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Salah satu hal yang mempengaruhi minat investasi di pasar modal adalah risiko yang relatif lebih besar dibanding instrumen investasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis assosiatif dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tahun 2017- 2019 dengan jumlah 1699 orang. Jumlah sampel adalah 324 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tahun 2017-2019.
Analisis data yang digunakan adalah Analisis Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko berpengaruh signifikan terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal.
Secara parsial, Pengetahuan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi, Return berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi, dan Risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Minat investasi di Pasar Modal pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Kata Kunci: Pengetahuan Investasi, Return, Risiko, Minat Investasi
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF INVESTMENT KNOWLEDGE, RETURN, AND RISK ON STUDENTS INTEREST IN INVESTING IN THE CAPITAL MARKET (RESEARCH ON STUDENT OF FACULTY ECONOMICS
AND BUSINESS NORTH SUMATERA UNIVERSITY)
The number of investors in the Indonesian Capital Market continues to grow every year, until in 2019 it reached 2,478,234 investors, but this number is relatively small when compared to the total population of Indonesia. One of the things that affects investment interest in the capital market is the risk that is relatively bigger than other investment instrument. This study aims to know the influence of investment knowledge, return, and risk on Investment Interest in Capital Market at the Students of Faculty Economics and Business, University of Sumatera Utara. This research is an associative research and the type of data used is quantitave data. The sampling technique with simple random sampling. The population of this study is a student in Faculty Economic and Business of North Sumatera University year 2017-2019 with totaled 1699 people. The number of samples was 324 students in Faculty Economic and Business of North Sumatera University year 2017-2019. Analysis of data used multiple linear analysis. The result of this study that in unison Investment Knowledge, Return, and Risk has a significant effect on Investment Interest in Capital Market at students of Faculty Economics and Business, North Sumatera University. Partially, Investment Knowledge has a positive and significant effect on Investment Interest, Return has a positive and significant effect on Investment Interest, and Risk has a negative and significant effect on Investment Interest of Students of Faculty Economics and Business North Sumatera University.
Keywords: Investment Knowledge, Return, Risk, Investment Interest
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih setia yang diberikan-Nya sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara)”. Penelitian ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini, peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada kedua orang tua tercinta, ayahanda L. Siahaan dan ibunda T. M.
Br. Panggabean yang senantiasa mendukung peneliti baik berupa doa, motivasi, perhatian, maupun materil bagi peneliti hingga akhirnya bisa menyelesaikan perkuliahan dan penelitian ini.
Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang setulusnya, kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Amyls Syahputra Silalahi, SE, M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Beby Kendida Hasibuan, SE, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan, dan saran dalam penulisan skripsi ini.
4. Bapak Dr. Syahyunan, SE, M.Si, selaku Dosen Penguji I yang telah banyak
membantu dan memberikan saran untuk kesempurnaan dalam skripsi ini.
5. Ibu Prof. Dr. Isfenti Sadalia, SE, M.Si, selaku Dosen Penguji II yang telah banyak membantu dan memberikan saran untuk kesempurnaan dalam skripsi ini.
6. Terima kasih kepada seluruh Dosen dan Staf di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara untuk segala jasanya dalam perkuliahan.
7. Secara khusus peneliti mengucapkan terima kasih kepada kakak dan abang terkasih, Kak July, Bang Willy, Kak Loren, dan Bang Wendi.
8. Kepada teman-teman seperjuangan di kampus yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah banyak memberikan saran, motivasi dan dukungan kepada peneliti selama mengerjakan skripsi.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan balasan atas semua kebaikan yang telah diberikan kepada peneliti baik di dunia maupun di akhirat kelak. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik yang bersifat membangun sangat peneliti harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.
Medan, … Desember 2020 Peneliti,
Wesley Agustin Siahaan 160502082
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 11
1.3 Tujuan Penelitian ... 11
1.4 Manfaat Penelitian ... 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 13
2.1 Pasar Modal ... 13
2.1.1 Pengertian Pasar Modal ... 13
2.1.2 Instrumen Pasar Modal ... 15
2.1.3 Manfaat Pasar Modal ... 16
2.2 Minat Investasi ... 17
2.2.1 Pengertian Minat ... 17
2.2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Minat ... 19
2.2.3 Pengertian Investasi ... 19
2.2.4 Jenis-Jenis Investasi ... 20
2.2.5 Tujuan Investasi ... 21
2.2.6 Indikator Minat Investasi ... 21
2.3 Pengetahuan Investasi ... 22
2.4 Return ... 23
2.4.1 Pengertian Return... 23
2.4.2 Jenis-Jenis Return ... 24
2.4.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return ... 25
2.5 Risiko ... 26
2.5.1 Pengertian Risiko ... 26
2.5.2 Jenis dan Sumber Risiko ... 27
2.6 Penelitian Terdahulu ... 30
2.7 Kerangka Konseptual ... 33
2.7.1 Pengaruh Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Investasi ... 33
2.7.2 Pengaruh Return Terhadap Minat Investasi .... 34
2.7.3 Pengaruh Risiko Terhadap Minat Investasi .... 34
2.8 Hipotesis ... 35
BAB III METODE PENELITIAN ... 36
3.1 Jenis Penelitian ... 36
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 36
3.3 Batasan Operasional Variabel ... 36
3.4 Definisi Operasional ... 36
3.4.1 Variabel Independen ... 37
3.4.2 Variabel Dependen... 37
3.5 Skala Pengukuran Variabel ... 38
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian ... 40
3.6.1 Populasi ... 40
3.6.2 Sampel... 40
3.7 Jenis dan Sumber Data ... 42
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 42
3.9 Uji Instrumen Penelitian ... 43
3.9.1 Uji Validitas ... 43
3.9.2 Uji Reliabilitas ... 45
3.10 Teknik Analisis Data ... 46
3.10.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 46
3.10.2 Analisis Regresi Linear Berganda ... 46
3.11 Uji Asumsi Klasik ... 47
3.11.1 Uji Normalitas ... 47
3.11.2 Uji Heteroskedastisitas... 47
3.11.3 Uji Multikolinearitas ... 48
3.12 Koefisien Determinasi (R2) ... 49
3.13 Uji Hipotesis ... 49
3.13.1 Uji Signifikan Serempak (Uji F) ... 49
3.13.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ... 50
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 52
4.1 Gambaran Umum Pasar Modal... 52
4.2 Analisis Statistik Deskriptif ... 55
4.2.1 Karakteristik Responden ... 55
4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel Pengetahuan Investasi ... 56
4.2.3 Analisis Deskriptif Variabel Return... 59
4.2.4 Analisis Deskriptif Variabel Risiko ... 61
4.2.5 Analisis Deskriptif Variabel Minat Investasi .. 64
4.3 Analisis Regresi Linear Berganda ... 67
4.4 Uji Asumsi Klasik ... 68
4.4.1 Uji Normalitas ... 68
4.4.2 Uji Heteroskedastisitas... 69
4.4.3 Uji Multikolinearitas ... 70
4.5 Uji Koefisien Determinasi (R2)... 70
4.6 Uji Hipotesis ... 71
4.6.1 Uji Serempak (Uji F) ... 71
4.6.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ... 72
4.7 Pembahasan ... 73
4.7.1 Pengaruh Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Investasi ... 73
4.7.2 Pengaruh Return Terhadap Minat Investasi .... 75
4.7.3 Pengaruh Risiko Terhadap Minat Investasi .... 76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 78
5.1 Kesimpulan ... 78
5.2 Saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA ... 80
DAFTAR LAMPIRAN ... 82
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
1.1 Jumlah Nasabah yang Membuka Rekening Efek ... 6
2.1 Penelitian Terdahulu ... 30
3.1 Operasionalisasi Variabel ... 38
3.2 Instrument Skala Likert ... 39
3.3 Instrument Skala Guttman ... 39
3.4 Populasi Penelitian ... 40
3.5 Sampel Penelitian ... 42
3.6 Hasil Uji Validitas ... 44
3.7 Hasil Uji Reliabilitas ... 46
4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 55
4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan... 56
4.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pengetahuan Investasi ... 57
4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Return ... 59
4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Risiko ... 61
4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Minat Investasi ... 64
4.7 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 67
4.8 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov ... 69
4.9 Hasil Uji Heteroskedastisitas Glejser ... 69
4.10 Hasil Uji Multikolinearitas ... 70
4.11 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 71
4.12 Hasil Uji Signifikansi Serempak (Uji-F) ... 71
4.13 Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) ... 72
4.14 Skala Kategori Pengetahuan Investasi ... 73
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
1.1 Data Jumlah Investor Indonesia ... 3 1.2 Persentase Kepemilikan Ekuitas di BEI ... 4 2.1 Kerangka Konseptual ... 35
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1 Kuesioner Penelitian ... 85
2 Uji Validitas ... 88
3 Uji Reliabilitas ... 89
4 Distribusi Jawaban Responden ... 90
5 Karakteristik Responden ... 101
6 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 103
7 Hasil Uji Asumsi Klasik... 104
8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 107
9 Hasil Uji Hipotesis ... 107
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap negara tentunya menginginkan memiliki perekonomian yang maju dan berkembang pesat. Saat ini, pasar modal merupakan salah satu tolok ukur kemajuan perekonomian suatu negara. Pasar modal juga memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian suatu negara, dikarenakan pasar modal memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang membutuhkan dana (issuer). Dalam hal ini pasar modal bertindak sebagai tempat yang bisa digunakan oleh pihak berkepentingan untuk beraktivitas terutama dalam bidang ekonomi. Sedangkan pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan/keuntungan bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih (Darmadji & Fakhrudin, 2015). Dalam fungsi keuangan ini yang dibicarakan memang berfokus pada dana atau modal. Karena hal ini dianggap salah satu komponen yang penting dalam sebuah kegiatan ekonomi.
Setelah pasar modal di Indonesia diaktifkan kembali pada tahun 1976, pasar modal di Indonesia memiliki manfaat yang sangat positif, yaitu membantu peningkatan aktifitas perekonomian di Indonesia. Dengan adanya pasar modal, diharapkan aktivitas perekonomian dapat meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan sehingga perusahaan dapat
beroperasi dalam skala yang lebih besar dan selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas (Darmadji &
Fakhrudin, 2015).
Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengelola pasar modal terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan program kampanye “Yuk Nabung Saham” pada akhir tahun 2015. Program ini merupakan sebuah kampanye guna mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal melalui metode “sharesaving”. Dalam program ini hanya dengan nominal mulai Rp 100.000,- setiap bulannya, masyarakat dapat membeli saham melalui perusahaan sekuritas. Dengan adanya program tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala. Adapun ketentuan kegiatan tersebut yaitu, masyarakat diwajibkan untuk membuka rekening efek di perusahaan sekuritas. Kemudian, masyarakat menyetorkan dana secara rutin, ataupun bisa menggunakan fasilitas “auto transfer” di setiap periode yang telah ditentukan dan kemudian membeli saham secara rutin. Program ini juga ditujukan untuk meningatkan awareness masyarakat, khususnya kalangan millennials, akan pentingnya melakukan investasi sejak usia muda. Sehingga diharapkan kedepannya semakin banyak lagi investor pasar modal yang berasal dari generasi millennials maupun mahasiswa.
Berikut pada Gambar 1.1 adalah grafik pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia.
Sumber : www.ksei.co.id (2020)
Gambar 1.1
Data Jumlah Investor Indonesia
Dapat dilihat dari Gambar 1.1, terlihat bahwa pertumbuhan jumlah investor dari tahun 2014 hingga tahun 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2014 jumlah investor saham yang tercatat di KSEI adalah sebesar 364.465 orang, lalu mengalami peningkatan sebesar 19 persen menjadi 434.107 orang pada tahun 2015. Pada tahun 2016 juga mengalami peningkatan sebesar 106 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 894.116 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 1.122.668 orang, yang artinya mengalami peningkatan sebessar 25 persen. Pada tahun 2018 kembali mengalami peningkatan sebesar 44 persen sehingga menjadi 1.619.372 orang investor saham pada akhir 2018. Kemudian pada tahun 2019 jumlah investor saham di Indonesia sebanyak 2.478.243 orang, yang artinya mengalami peningkatan sebesar 53 persen. Jumlah ini tentu saja masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berdasarkan data terakhir dari BPS pada tahun 2015 sebesar 238.518.000 jiwa, yang artinya jumlah investor Indonesia masih sekitar 1 persen dari jumlah
364,465 434,107
894,116
1,122,668
1,619,372
2,478,243
0 500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000
2014 2015 2016 2017 2018 2019
Jumlah Investor Indonesia
Jumlah Investor (Orang)
penduduk Indonesia.
Meskipun pada grafik terlihat jumlah investor di pasar modal tiap tahunnya bertambah, namun investor asing masih mendominasi kepemilikan di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 9 Agustus 2019 melaporkan bahwasanya berdasarkan kepemilikan pasar modal Indonesia masih didominasi pihak asing.
Berikut ini data disajikan dalam bentuk gambar.
Sumber : www.ksei.co.id (2019)
Gambar 1.2
Persentase Kepemilikan Ekuitas di Bursa Efek Indonesia
Pada Gambar 1.2 di atas dapat dilihat bahwa investor asing masih mendominasi kepemilikan modal di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan modal sebesar Rp1.907 triliun atau setara dengan 51,46 persen, sementara porsi kepemilikan investor domestik tercatat sebesar Rp1.799 triliun atau setara dengan 48,54 persen dari total ekuitas. Direktur KSEI Alec Syafruddin
48.54%
51.46%
Persentase Kepemilikan di BEI
Domestik Asing
mengatakan meski masih didominasi asing, secara persentase porsi kepemilikan asing mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir tahun 2018 lalu. Pada Desember 2018 lalu, asing tercatat menggenggam Rp1.857 triliun atau setara dengan 52,17 persen ekuitas, sementara domestik mengempit Rp1.703 triliun atau setara dengan 47,83 persen.
Selanjutnya diharapkan pada tahun–tahun mendatang akan semakin banyak investor lokal yang berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga pasar modal Indonesia tidak lagi bergantung pada aliran modal asing. Untuk mencapai hal ini BEI selaku pengelola bursa, gencar melakukan sosialisasi mengenai investasi saham. Khususnya kepada kalangan mahasiswa, dimana mahasiswa yang merupakan aset dimasa mendatang yang akan mengisi industri keuangan di pasar modal atau sebagai calon investor. Selain program sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa, BEI juga menambah jumlah galeri investasi sebanyak 443 galeri hingga Oktober 2019, yang diharapkan dapat terus bertambah. Galeri Investasi merupakan bentuk kerjasama antara BEI, Universitas dan pihak Sekuritas untuk semakin memperkenalkan pasar modal kepada kalangan mahasiswa. Universitas Sumatera Utara merupakan salah satu universitas yang sudah memiliki galeri investasi ini.
Dengan semakin banyaknya galeri investasi yang ada disetiap kampus, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berinvestasi, sehingga mahasiswa tertarik untuk mencari tahu lebih jauh tentang investasi di pasar modal, yang pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal. Berikut ini merupakan data jumlah nasabah yang telah membuka rekening efek di Galeri Investasi BEI-USU.
Tabel 1.1
Jumlah Nasabah yang Membuka Rekening Efek di Galeri Investasi BEI USU dan Aktif Bertransaksi
Tahun Jumlah
(Orang) Transaksi (Rp)
2013 8 47.876.500,-
2014 71 3.389.698.400,-
2015 227 4.877.304.100,-
2016 281 24.432.794.680,-
2017 370 6.791.802.300,-
2018 400 7.690.676.900,-
2019 531 9.534.338.200,-
Sumber: Galeri Investasi BEI-USU (2020)
Berdasarkan Tabel 1.1 tersebut dapat dilihat bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang berinvestasi di Galeri Investasi BEI- USU. Pada tahun 2014 terjadi peningkatan yang signifikan 787,5 persen menjadi 71 orang, dimana pada tahun sebelumnya hanya ada 8 orang nasabah. Begitu juga pada tahun 2015 juga terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 219,7 persen menjadi 227 orang. Pada tahun 2016 juga terjadi peningkatan nasabah menjadi 281 orang atau sebesar 23,7 persen dibandingkan tahun ssebelumnya. Pada tahun 2017 juga terjadi peningkatan jumlah nasabah sebesar 31,6 persen menjadi 370 orang. Begitu juga pada tahun 2018 terjadi peningkatan jumlah nasabah menjadi 400 orang atau sebesar 8,1 persen dari tahun sebelumnya. Dan pada tahun 2019 jumlah nasabah yanTg membuka rekening efek di Galeri Investasi BEI-USU menjadi 531 atau mengalami peningkatan sebesar 6,2 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa umumnya minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal cukup tinggi, terlihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa yang berinvestasi di Galeri Investasi BEI-USU setiap tahunnya. Dari
data di atas juga terdapat fenomena dimana nilai transaksi yang naik signifikan pada tahun 2016, dari yang sebelumnya senilai Rp4.877.304.100,- menjadi Rp24.432.794.680,-. Terdapat hipotesis awal tentang fenomena ini, salah satunya adalah hal ini terjadi karena masifnya kampanye program “Yuk Nabung Saham”
yang diluncurkan BEI pada November 2015, dimana pada program ini BEI juga menurunkan modal investasi minimal menjadi Rp100.000,- dari sebelumnya sebesar Rp500.000,-. Namun untuk memastikan hipotesis ini dibutuhkan analisis lebih lanjut.
Pada era kemajuan teknologi saat ini, investasi bukan merupakan hal yang baru ditelinga masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa. Dengan memanfaatkan teknologi, seseorang bisa dengan mudah mengakses informasi mengenai investasi, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan minat untuk berinvestasi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Slameto (2010) yang mengatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu aktivitas tertentu, akan berusaha mencari informasi mengenai aktivitas tersebut dan pada akhirnya melakukan aktivitas tersebut tanpa adanya paksaan dari pihak lain.
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2010). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk melakukan investasi yaitu pengetahuan investasi, return, dan risiko.
Peneliti telah melakukan prasurvey kepada 30 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, dan mendapatkan fenomena dimana mahasiswa pada umumnya memiliki minat investasi yang tinggi dengan beberapa alasan. Hal ini terlihat dari hasil pra survey yang peneliti lakukan, dimana 28 dari 30 mahasiswa mengatakan berminat untuk berinvestasi dengan beberapa alasan seperti, sudah memiliki pengetahuan dasar tentang investasi dari materi perkuliahan, tertarik dengan keuntungan yang ditawarkan, dan juga karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Pengetahuan investasi merupakan pemahaman yang harus dimiliki seseorang mengenai berbagai aspek investasi, dimulai dari pengetahuan tentang pasar modal, pengetahuan tentang instrumen investasi, mengetahui pengembalian (return) dan risiko investasi dan mengetahui manfaat dari investasi (Efferin, 2010). Pengetahuan tentang investasi akan menjadi dasar bagi seorang inverstor untuk mengambil keputusan investasi. Pada dasarnya seseorang yang memiliki pengetahuan tentang investasi cenderung lebih berminat untuk berinvestasi dibandingkan seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang investasi.
Dalam hal ini teori ini sejalan dengan kondisi yang ada pada penelitian ini yaitu, mahasiswa pada umumnya mengikuti perkuliahan ataupun seminar-seminar tentang pasar modal, sehingga akhirnya mengetahui pentingnya berinvestasi di pasar modal. Hal ini terlihat dari hasil pra survey yang dilakukan peneliti, dimana 26 dari 30 mahasiswa mengatakan mengetahui tentang investasi dari materi perkuliahan di kampus dan dari seminar pasar modal yang mereka ikuti, sehingga akhirnya mengetahui pentingnya berinvestasi di pasar modal.
Penelitian yang dilakukan oleh Pajar & Pustikaningsih (2017) mendapat kesimpulan bahwa pengetahuan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi mahasiswa. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Haidir (2019) bahwa pengetahuan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Ini menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan tentang investasi cenderung lebih berminat terhadap investasi dibandingkan yang tidak memiliki pengetahuan tentang investasi.
Menurut Gumanti (2011) return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu atau institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Salah satu tujuan utama seseorang berinvestasi tentu saja untuk mendapatkan keuntungan, oleh karena itu semakin tinggi potensi return yang bisa didapatkan maka semakin tinggi juga minat investasi seseorang, sebaliknya semakin rendah potensi return yang bisa didapat akan membuat minat investasi seseorang tersebut semakin rendah.
Dalam hal ini teori ini sejalan dengan kondisi yang ada pada penelitian ini yaitu, mahasiswa berminat untuk berinvestasi di pasar modal karena return yang ditawarkan cukup menjanjikan. Hal ini terlihat dari hasil pra survey yang peneliti lakukan yaitu, 29 dari 30 mahasiswa mengatakan bahwa return merupakan alasan utama yang membuat mereka tertarik untuk berinvestasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Raditya, Budiartha, &
Suardikha (2014) bahwa return sebagai variabel bebas berpengaruh positif signifikan terhadap variabel minat investasi sebagai variabel terikat. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tandio & Widanaputra (2016)
bahwa return berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa semakin tinggi return dari suatu investasi maka semakin tinggi minat mahasiswa akan investasi tersebut.
Menurut Tandelilin (2010) risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau return negatif dari suatu investasi. Risiko berbanding lurus dengan return, semakin tinggi return maka semakin tinggi juga risiko yang harus ditanggung seorang investor. Pada umumnya seorang investor cenderung akan meminimalkan risiko dari sebuah investasi.
Dalam hal ini teori ini sejalan dengan kondisi yang ada pada penelitian ini yaitu, mahasiswa pada umumnya cenderung lebih memilih menghindari risiko. Hal ini terlihat dari hasil pra survey yang dilakukan peneliti, yaitu 24 dari 30 mahasiswa mengatakan mereka lebih suka investasi yang risikonya tidak terlalu besar.
Penelitian yang dilakukan oleh Nandar, Rokan, & Ridwan (2018) mendapati hasil bahwa risiko investasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal. Namun hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Malik (2017) yang justru mendapatkan hasil bahwa risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal.
Berdasarkan penjelasan di atas dan dari hasil penelitian terdahulu dimana terdapat hasil yang inkonsisten, maka peneliti melakukan penelitian kembali dengan judul “Pengaruh Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal (Studi Kasus Mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara)”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan di atas maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah penelitian yaitu:
1. Apakah Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Apakah Pengetahuan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Apakah Return berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Apakah Risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengetahuan Investasi terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Return terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Risiko terhadap Minat Investasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian 1. Secara akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan dapat menambah wawasan bagi pembacanya.
2. Secara praktis
Dapat menyediakan informasi mengenai pengaruh Pengetahuan Investasi, Return, dan Risiko terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal.
3. Secara kebijakan
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan oleh pihak sekuritas maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengelola pasar modal untuk menjaring investor-investor baru di pasar modal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pasar Modal
2.1.1 Pengertian Pasar Modal
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa pasar modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek (Darmadji & Fakhrudin, 2015). U tun Wai dan Hugh T. Patrick (dalam Anoraga & Pakarti, 2011) menyebutkan tiga pengertian tentang pasar modal sebagai berikut:
1. Definisi dalam Arti Luas
Pasar modal adalah kebutuhan sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuangan dan serta surat-surat berharga jangka panjang dan pendek, primer dan tidak langsung.
2. Definisi dalam Arti Menengah
Pasar modal adalah semua pasar yang terorganisasi dan lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit termasuk saham, obligasi, pinjaman berjangka, hipotek, tabungan serta deposito berjangka.
3. Definisi dalam Arti Sempit
Pasar modal adalah pasar terorganisasi yang memperdagangkan saham-saham, obligasi dan warrant dengan memakai jasa makelar, komisioner dan underwriter.
Dapat disimpulkan bahwa pasar modal secara umum merupakan pasar
untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.
Menurut Gumanti (2011) secara umum pasar modal terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:
1. Pasar Perdana
Pasar perdana adalah pasar dimana efek diperdagangkan pertama kalinya sebelum dicatatkan di bursa efek melalui proses penawaran umum perdana.
2. Pasar Sekunder
Pasar sekunder adalah pasar dimana efek yang telah tercatat di bursa efek diperdagangkan (kelanjutan dari pasar perdana).
3. Pasar Reguler
Pasar reguler adalah pasar dimana perdagangan efek di bursa efek dilaksanakan berdasarkan proses tawar menawar secara lelang (continuous auction market) oleh anggota bursa efek melalui JATS (Jakarta Automated Trading System) dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa kedua setelah terjadi transaksi.
4. Pasar Tunai
Pasar tunai adalah pasar tempat perdagangan efek pada bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar menawar secara lelang (continuous auction market) oleh anggota bursa efek melalui JATS (Jakarta Automated Trading System) dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan transaksi.
5. Pasar Negosiasi
Pasar negosiasi adalah tempat perdagang efek di luar bursa (over the counter market-OTC) atau disebut juga bursa paralel (tawar menawar tidak secara lelang atau secara individual). Bursa paralel terorganisasi di luar bursa efek resmi, dalam bentuk pasar sekunder yang dilaksanakan oleh pasar ketiga (Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek) yang diawasi OJK.
2.1.2 Instrumen Pasar Modal
Menurut Fahmi (2012) menjelaskan secara umum instrumen dalam pasar modal dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Saham (Stock), merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan, artinya pemilik saham merupakan pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasaannya di perusahaan tersebut.
Keuntungan yang diperoleh dari saham dikenal sebagai deviden.
2. Surat berharga obligasi, yaitu instrumen utang bagi perusahaan yang hendak memperoleh modal. Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti. Penerbit obligasi adalah si peminjam ataupun debitur.
Sedangkan pemegang obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan kupon obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembayaran investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.
3. Surat berharga turunan/derivative, terbagi menjadi 4, yaitu :
a. Option (opsi), yaitu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk
membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.
b. Warrant, yaitu surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya.
c. Right, yaitu produk turunan dari saham yang berupa surat berharga yang bentuknya memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh emiten pada suatu harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan dan ditentukan. Right diberikan kepada pemegang saham lama yang memiliki hak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan. Masa perdagangan instrumen jenis ini kurang lebih antara 1-2 minggu saja.
d. Reksadana, yaitu instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dimana investor menyetorkan dananya untuk kemudian diinvestasikan pada portofolio efek oleh manajer investasi.
2.1.3 Manfaat Pasar Modal
Manfaat pasar modal bisa dirasakan bagi seluruh masyarakat terutama investor, emiten, pemerintah dan lembaga penunjang. Berikut penjelasannya:
1. Bagi Emiten
a. Jumlah dana yang dihimpun dapat berjumlah besar.
b. Dana ini dapat diterima sekaligus selesainya pasar perdana.
c. Dapat memperbaiki citra perusahaan karena solvabilitas perusahaan yang tinggi.
d. Emisi saham baik dan cocok dalam membiayai perusahaan yang memiliki resiko tinggi.
e. Tidak ada beban finansial yang tetap.
f. Penggunaan dana tanpa waktu tidak terbatas.
g. Tidak terkait dengan kekayaan penjamin tertentu.
h. Profesionalisme dalam manajemen meningkat.
2. Bagi Investor
a. Nilai investasi dapat berkembang karena terikat oleh pertumbuhan ekonomi.
b. Mendapatkan deviden bagi yang memiliki saham dan bunga tetap atau bunga yang mengambang bagi pemegang obligasi.
c. Mempunyai hak suara dalam rapat RUPS bagi yang memegang saham d. Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi dan akan
meningkatkan keuntungan serta mengurangi risiko.
3. Bagi Pemerintah
a. Mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
b. Mendorong investasi.
c. Menciptakan lapangan kerja.
d. Memperkecil Debt Service Ratio (DSR).
e. Mengurangi beban anggaran kepada Badan Usaha Milik Negara.
2.2 Minat Investasi 2.2.1 Pengertian Minat
Menurut Slameto (2010) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Seseorang yang
memiliki minat terhadap suatu aktivitas tertentu, akan berusaha mencari informasi mengenai aktivitas tersebut dan pada akhirnya melakukan aktivitas tersebut tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan secara konsisten dengan rasa senang karena hal tersebut datang dari dalam diri seseorang yang didasarkan pada rasa suka dan tidak adanya paksaan dari pihak luar.
Dalam teori pemasaran yang diungkapkan Kotler & Keller (2012) menjelaskan bahwa minat merupakan perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan seseorang untuk melakukuan pembelian. Sedangkan Kusumawati (2011) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa, ciri-ciri seseorang yang berminat untuk berinvestasi dapat diketahui dengan seberapa berusahanya mereka mencari tahu tentang suatu jenis investasi atau mereka langsung mencoba berinvestasi pada jenis investasi tersebut.
Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Triwijayati &
Koesworo (2006) mengungkapkan bahwa perilaku yang berubah merupakan hasil dari niat perilaku, dan niat perilaku dipengaruhi oleh sikap individu terhadap perilaku. Hal ini menunjukkan bahwa niat berperilaku dapat menunjukkan perilaku yang akan dilakukan oleh seseorang. Hal ini juga berarti bahwa seseorang yang memiliki minat berinvestasi maka kemungkinan besar dia akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencapai keinginan mereka untuk berinvestasi, seperti mengikuti pelatihan dan seminar tentang investasi, menerima dengan baik penawaran investasi dan pada akhirnya melakukan investasi.
Menurut Khairani (2017) minat pada dasarnya adalah sebab akibat dari
pengalaman. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat adalah factor inner urge yaitu bahwa rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas yang dilakukan.
Misalnya seseorang yang berminat terhadap investasi, maka ia akan berusaha untuk mencari tau informasi yang berkaitan tentang investasi, seperti dengan membaca buku tentang investasi, ikut seminar tentang investasi, dan akan mencoba untuk memulai investasi.
2.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat seseorang, yaitu (Slameto, 2010):
1. Faktor Internal yaitu yang bersumber dari dalam diri individu yang bersangkutan (misal: bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian).
2. Faktor Eksternal yang berasal dari pihak luar seperti lingkungan, keluarga (cara orang tua mendidik, relasi anggota keluarga, keadaan ekonomi keluarga), dan kampus (metode mengajar di kelas, kurikulum, relasi dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa).
2.2.3 Pengertian Investasi
Menurut Tandelilin (2010), investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Sedangkan menurut Martalena & Malinda (2011), investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi
masa sekarang untuk memperoleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana didalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian, sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut. Dengan demikian investasi dapat didefinisikan sebagai bentuk pengelolaan dana dengan harapan memperoleh keuntungan sebagai bentuk kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi tersebut.
Menurut Nagy dan Obenberger (dalam Lubis, Sadalia, Fachrudin, &
Meliza, 2014) menyatakan bahwa dalam menentukan sebuah investasi investor memerlukan informasi-informasi yang merupakan faktor-faktor penting sebagai dasar untuk menentukan pilihan investasi. Dari informasi yang ada, kemudian membentuk suatu model pengambilan keputusan yang berupa kriteria penilaian investasi untuk memungkinkan investor memilih investasi terbaik di antara alternatif investasi yang tersedia.
2.2.4 Jenis-Jenis Investasi
Berdasarkan jenisnya, investasi dapat dibedakan menjadi investasi langsung dan investasi tidak langsung, yaitu (Fahmi, 2012):
1. Investasi langsung (direct investment)
Investasi langsung adalah investasi pada aset atau faktor produksi untuk melakukan usaha (bisnis). Investasi langsung disebut juga sebagai investasi pada sector rill atau investasi yang jelas wujudnya, mudah dilihat dan diukur dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan.
2. Investasi tidak langsung (indirect investment)
Investasi tidak langsung adalah investasi yang bukan pada aset atau faktor
produksi, tetapi pada aset keuangan (financial assets), seperti deposito, investasi pada surat berharga (sekuritas), seperti saham, obligasi, reksadana dan sebagainya.
2.2.5 Tujuan Investasi
Pada dasarnya, tujuan orang melakukan investasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Secara lebih khusus, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain (Fahmi, 2012):
1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebik layak di masa mendatang Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa mendatang.
2. Mengurangi tekanan inflasi
Dengan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan atau kegiatan investasi lainnya, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan akibat adanya pengaruh inflasi.
3. Dorongan untuk menghemat pajak
Di beberapa negara, banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang usaha tertentu.
2.2.6 Indikator Minat Investasi
Menurut Schiffman & Kanuk (2010) terdapat 5 komponen yang menjadi
indikator seseorang memiliki minat terhadap suatu produk (dalam hal ini produk yang dimaksud merupakan produk investasi), yaitu:
1. Tertarik untuk mencari informasi tentang produk investasi.
2. Mempertimbangkan untuk membeli produk investasi.
3. Tertarik untuk mencoba berinvestasi.
4. Ingin mengetahui produk investasi.
5. Ingin memiliki produk investasi.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa minat investasi merupakan hasrat atau keinginan yang kuat pada seseorang untuk mencari informasi/mempelajari segala hal yang berkaitan dengan investasi hingga pada tahap mempraktikkannya (berinvestasi).
2.3 Pengetahuan Investasi
Menurut Baihaqi (2016) pengetahuan adalah informasi yang telah diorganisasikan di dalam memori sebagai bagian dari sebuah sistem/jaringan informasi yang terstruktur. Suatu aktifitas pembelajaran akan menyebabkan penambahan informasi mengenai sesuatu yang dipelajari dan menyebabkan suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari informasi yang diterima individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pengetahuan investasi adalah pengetahuan dasar yang harus dimiliki untuk melakukan investasi. Pengetahuan investasi akan memudahkan seseorang untuk mengambil keputusan investasi, karena pengetahuan merupakan dasar pembentukan sebuah kekuatan bagi seseorang untuk mampu melakukan sesuatu
yang diinginkannya (Efferin, 2010).
Beberapa pengetahuan investasi yang harus dimiliki oleh calon investor sebelum berinvestasi di pasar modal, yaitu (Efferin, 2010):
1. Pengetahuan dasar tentang pasar modal.
2. Pengetahuan tentang instrumen investasi.
3. Mengetahui tingkat pengembalian (return) dan risiko investasi.
4. Mengetahui manfaat investasi.
Hibbert, Lawrence, & Prakash (2012) menyatakan bahwa individu yang memiliki lebih banyak pengetahuan tentang investasi lebih mungkin untuk mengalokasikan sebagian besar investasi mereka secara efisien. Pengetahuan dasar tentang investasi tersebut yang akan menjadi dasar seorang individu dalam mengambil keputusan investasi.
2.4 Return
2.4.1 Pengertian Return
Menurut Gumanti (2011) return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu atau institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya.
Semakin tinggi return saham maka semakin baik investasi yang dilakukan karena dapat menghasilkan keuntungan, sebaliknya semakin rendah return saham atau bahkan negatif maka semakin buruk investasi yang dilakukan. Return adalah pendapatan yang dinyatakan dalam persentase dari modal awal investasi.
Menurut Hartono (2017) return merupakan imbal hasil yang diperoleh dari investasi. Sebagai seorang investor yang rasional, tentunya hasil pengembalian investasi sangat diperhatikan sehingga marginal keuntungan
atau kerugian akan selalu dapat dipantau untuk menentukan rencana investasi dimasa yang akan datang.
2.4.2 Jenis – Jenis Return
Menurut Hartono (2017) secara umum return dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi dihitung menggunakan data historis. Return realisasi penting karena digunakan untuk mengukur kinerja dari suatu investasi. Return realisasi atau return historis ini juga berguna sebagai dasar penentuan ekspektasi return dimasa mendatang.
2. Return ekspektasi (expected return) adalah return yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi. Return ekspektasi penting karena digunakan untuk menentukan target investasi dimasa mendatang.
Selanjutnya, Hartono (2017) juga menjelaskan dua komponen dari return saham, yaitu:
1. Capital gain
Capital gain merupakan selisih dari harga jual yang lebih tinggi dibanding harga beli.
2. Yield
Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi saham.
2.4.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Return
Selanjutnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi return saham.
Menurut Iskandar (2010), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi return saham, antara lain:
1. Faktor Internal
a. Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.
b. Pengumuman pendanaan (financing ennouncements), seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas atau hutang.
c. Pengumuman badan direksi manajemen (management board of director announcements), seperti perubahan dan pergantian direktur manajemen, dan struktur organisasi.
d. Pengumuman aksi korporasi, seperti rencana akuisisi perusahaan dan buyback saham.
e. Pengumuman investasi (investment announcements), seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan penutupan usaha lainnya.
f. Pengumuman laporan keuangan perusahaan.
2. Faktor Eksternal
a. Pengumuman dari pemerintah, seperti perubahan suku bunga tabungan deposito, kurs valuta asing, inflasi serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
b. Pengumuman industri sekuritas (securities announcements), seperti
laporan rapat umum pemegang saham, insider trading, valume perdagangan saham, pembatasan atau penundaan trading.
c. Gejolak politik luar negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu negara.
d. Berbagai isu baik dalam negeri dan luar negeri.
Hal ini bisa saja disebabkan dari penilaian pada kinerja perusahaan. Semua persepsi yang positif terhadap kinerja perusahaan akan membawa harga saham ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena saham tersebut memberikan return yang optimal. Sebaliknya jika ternyata membuat persepsi yang negatif bagi investor, maka harga saham akan bergerak kearah yang lebih rendah dari sebelumnya (Hartono, 2017).
2.5 Risiko
2.5.1 Pengertian Risiko
Menurut Tandelilin (2010) risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau return negatif dari suatu investasi. Hartono (2017) menyatakan bahwa risiko adalah penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diharapkan. Sedangkan menurut Fahmi (2012), risiko dapat diartikan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi dimasa depan (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan saat ini. Risiko selalu berbanding lurus dengan return, artinya semakin tinggi potensi return dari suatu investasi maka semakin tinggi juga risiko dari investasi tersebut, sebaliknya semakin rendah potensi return dari investasi maka semakin
rendah juga risiko yang dihadapi oleh investor dari investasi tersebut.
Menurut Widoatmodjo (2017) secara umum ada tiga risiko yang dihadapi investor dalam investasi saham, yaitu:
1. Capital loss
Risiko ini merupakan risiko akibat dari lebih rendahnya harga jual dibandingkan harga pada saat beli saham. Dalam investasi, terkadang untuk menghindari potensi kerugian yang makin besar akibat penurunan harga saham, maka seorang investor rela menjual harga saham dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pada saat membelinya atau yang biasa disebut dengan cut loss.
2. Tidak mendapatkan dividen
Risiko ini terjadi pada saat perusahaan tidak mendapatkan laba atau dalam kata lain perusahaan mengalami kerugian. Perusahaan akan membagikan dividen jika pada operasinya menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, perusahaan tidak dapat membagikan dividen jika perusahaan tersebut mengalami kerugian. Dengan demikian potensi kerugian investor untuk mendapatkan dividen ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.
3. Perusahaan bangkrut (likuidasi)
Kebangkrutan adalah risiko terburuk bagi pemegang saham, karena sebagai pemegang saham memiliki hak paling akhir setelah perusahaan dilikuidasi.
2.5.2 Jenis Dan Sumber Risiko
Fahmi (2012) menyatakan bahwa secara umum risiko dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Risiko sistematis
Risiko sistematis (systematic risk) adalah risiko yang tidak bisa didiversifikasi atau dengan kata lain risiko yang sifatnya mempengaruhi secara menyeluruh. Contohnya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997.
2. Risiko tidak sistematis
Risiko tidak sistematis (unsystematic risk) yaitu hanya membawa dampak pada perusahaan yang terkait saja. Misalnya faktor struktur modal, struktur aset, tingkat likuiditas, dan tingkat keuntungan.
Beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi, yaitu (Fahmi, 2012):
1. Risiko Tingkat Bunga (Interest Rate Risk)
Risiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang berlaku di pasar.
Biasanya risiko ini berjalan berlawanan dengan harga-harga instrumen pasar modal.
2. Risiko Pasar (Market Risk)
Fluktuasi pasar secara keseluruhan yang mempengaruhi variabilitas return suatu investasi disebut sebagai risiko pasar. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan.
Perubahan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, ataupun perubahan politik.
3. Risiko Inflasi (Inflation Risk)
Risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan tingkat inflasi. Perubahan ini akan menyebabkan berkurangnya daya beli uang yang diinvestasikan maupun
bunga yang diperoleh dari investasi sehingga nilai riil pendapatan menjadi lebih kecil.
4. Risiko Bisnis (Business Risk)
Risiko dalam menjalankan bisnis dalam suatu jenis industri disebut sebagai risiko bisnis.
5. Risiko Finansial (Financial Risk)
Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan utang dalam pembiayaan modalnya. Semakin besar proporsi hutang yang digunakan perusahaan, semakin besar risiko finansial yang dihadapi perusahaan.
6. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)
Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Semakin cepat suatu sekuritas diperdagangkan, semakin likuid sekuritas tersebut, demikian sebaliknya. Semakin tidak likuid suatu sekuritas semakin besar pula risiko likuiditas yang dihadapi perusahaan.
7. Risiko Nilai Tukar Mata Uang (Exchange Rate Risk)
Risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestik (misalnya Rupiah) terhadap mata uang negara lain (misalnya Dolar Amerika Serikat).
8. Risiko Negara (Country Risk)
Bagi perusahaan yang beroperasi di luar negeri, stabilitas politik dan ekonomi negara bersangkutan sangat penting diperhatikan untuk menghindari risiko negara yang terlalu tinggi.
Menurut Fahmi (2012) sikap investor terhadap risiko akan sangat tergantung kepada preferensi investor tersebut terhadap risiko. Jenis investor dalam menghadapi risiko ada tiga, yaitu:
1. risk seeker, yaitu sikap seorang investor yang berani mengambil risiko.
2. indifferent to risk, yaitu sikap seorang investor yang sangat berhati-hati terhadap risiko.
3. risk averter, yaitu sikap seorang investor yang menghidari risiko.
2.6 Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini, antara lain:
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian Variabel Penelitian Metode
Analisis Hasil Penelitian 1 Haidir
(2019)
Pengaruh Pemahaman Investasi, Modal Minimal, dan Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Dalam Melakukan Investasi di Pasar Modal Syariah
Variabel Bebas : Pemahaman investasi Modal minimal Motivasi Variabel terikat :
Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemahaman Investasi dan Modal Minimal berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Minat Investasi.
Sedangkan Motivasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi.
2 Saputra (2018)
Pengaruh Manfaat, Modal, Motivasi, dan Edukasi Terhadap Minat Dalam Berinvestasi di Pasar Modal
Variabel Bebas:
Manfaat Modal Motivasi Edukasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Manfaat Investasi dan Motivasi Investasi berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Sedangkan Modal
Lanjutan Tabel 2.1
No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian Variabel Penelitian
Metode
Analisis Hasil Penelitian Variabel Terikat:
Minat investasi
Investasi
berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Minat Investasi. Dan Edukasi Investasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Minat Investasi.
3 Nandar, Rokan, &
Ridwan (2018)
Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal Syariah Melalui Galeri Investasi Iain Zawiyah Cot Kala Langsa
Variabel bebas : Edukasi investasi Modal minimal Risiko
Return Motivasi
Variabel Terikat : Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi Investasi
berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Edukasi Investasi, Modal Minimal, dan Return berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Minat Investasi. Risiko berpengaruh negatif signifikan terhadap Minat Investasi.
4 Pajar (2017)
Pengaruh Motivasi Investasi dan Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Pada Mahasiswa FE UNY
Variabel Bebas:
Motivasi Investasi Pengetahuan Investasi Variabel Terikat:
Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi dan Pengetahuan berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
5 Nisa &
Zulaika (2017)
Pengaruh Pemahaman Investasi, Modal Minimal Investasi, dan Motivasi Investasi Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal
Variabel bebas Pemahaman Investasi Modal Minimal Motivasi Investasi Variabel terikat : Minat investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Modal Minimal investassi dan Motivasi Investasi
berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Pemahaman Investasi
berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Minat Investasi.
Lanjutan Tabel 2.1
No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian Variabel Penelitian
Metode
Analisis Hasil Penelitian 6 Malik
(2017)
Analisa Faktor – faktor yang Mempengaruhi Minat
Masyarakat Berinvestasi di Pasar Modal Syariah Melalui Bursa Galeri Investasi UISU
Variabel Bebas:
Risiko
Level Pendapatan Motivasi Pengetahuan Persepsi Belajar
Variabel Terikat:
Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Risiko, Pendapatan, dan Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Sedangkan Pengetahuan, Persepsi, dan Belajar berpengaruh negatif signifikan terhadap Minat Investasi.
7 Tandio &
Widanaputra (2016)
Pengaruh Pelatihan Pasar Modal, Return, Persepsi Risiko, Gender dan Kemajuan Teknologi pada Minat Investasi Mahasiswa
Variabel Bebas:
Pelatihan Pasar Modal
Return
Persepsi Risiko Gender Kemajuan Teknologi VariabelTerikat:
Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan Pasar Modal, Return, dan Gender berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Sedangkan Teknologi
berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Minat Investasi. Dan Persepsi Risiko berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Minat Investasi.
8 Merawati &
Semara Putra (2015)
Kemampuan Pelatihan Pasar Modal
Memoderasi Pengaruh Pengetahuan investasi dan Penghasilan Pada Minat
Berinvestasi Mahasiswa
Variabel bebas:
Pengetahuan Investasi Penghasilan Variabel Moderat:
Pelatihan Pasar Modal
Variabel Terikat:
Minat Investasi
Regresi Linear Berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan dan Penghasilan berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi.
Pelatihan Pasar Modal tidak mampu memengaruhi hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat.