• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

P U T U S A N

Nomor 32 Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Yyk

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta Klas I A memeriksa dan memutus perkara perselisihan hubungan industrial pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusansebagai berikut dalam perkara gugatan antara:

1. DEDI TRI HADIANTO S.E., beralamat di Perum Rinenggo Asri V A1/12, RT/RW: 006/018, Kel/Desa Gumilir, Kecamatan Cilacap Timur, Cilacap, Provinsi Jawa tengah.

Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT I;

2. RETNO SETIYOWATI beralamat di Dusun IV, RT/RW: 003/005, Kel/Desa Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Provinsi Lampung. Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT II;

3. SITA RAYANTI beralamat di Jalan Rembang No. 2, RT/RW: 004/006, Kel/Desa Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI.Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT III;

4. SITI AMINAH beralamat di Batur, RT/RW: 001/003, Kel/Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT IV;

5. TOMI MUDIANTOberalamat di Mrican UH 7/409, RT/RW: 026/009, Kel/Desa Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, D.I.Yogyakarta. Selanjutnya disebut sebagai PPENGGUGAT V;

6. AYUB WIBISONO beralamat di Kenteng, RT/RW: 001/001, Kel/Desa Bojasari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya disebut sebagai P-PENGGUGAT VI;

7. BAMBANG SETIAWAN Pemegang NIK 3173011703900005, berlamat di KP.Utan Bahagia, RT/RW: 006/007, Kel/Desa Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, DKI. Selanjutnya disebut sebagai PPENGGUGAT VII;

8. HERY ABRIYANTO PRABOWO beralamat di Blanten, RT/RW: 002/006, Kel/Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT VIII;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

9. GONDO WATIberalamat di Balong Kidul Banjardadap, RT/RW: 007/-, Kel/Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakart Selanjutnya disebut sebagai P-PENGGUGAT IX;

10. IMAM MAHMUD beralamat di Mutihan, RT/RW: 014/007, Kel/Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno, Provinsi Jawa Tengah.Selanjutnya disebut sebagai PPENGGUGAT X;

11. AMALIA DESTRININGRUM beralamat di Griya Wirokerten Pratama, RT/RW: 005/000, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT XI;

Penggugat I sampai dengan Penggugat XI dalam hal ini memberikan kuasanya kepada SRI WIDODO, S.FIL., S.H., ABDUS SALAM,S.H., M.H., FRIMA TOTONA HAREFA, S.H., adalah Advokat dan Konsultan Hukum pada Satriawan Edo & Co. yang beralamat di Wisma Hartono Lt. 3 Suite 301, Jl. Jend. Sudirman No. 59 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55221 Telp./Fax.: +62274 552004.berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 11 Februari 2019 selanjutnya disebut sebagai PARA PENGGUGAT ;

lawan

PT BINARE INDONESIA GROUP, kantor pusat beralamat di Ruko Malibu Blok B22, ITC BSD Kompleks Jl. Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, untuk selanjutnya mohon disebut sebagai TERGUGAT;

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta;

Setelah membaca berkas perkara yang bersangkutan;

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan Surat Gugatan tanggal 18 Maret 2019 yang dilampiri anjuran atau risalah penyelesaian, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta pada tanggal18 Maret 2019dalam Register Nomor 32/Pdt.Sus/2019/PNYyk telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa Tergugat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Marketin g Service dan Konsultan, berkantor pusat di Ruko Malibu Blok B22, ITC BSD Kompleks Jl. Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan dan memiliki kegiatan usaha di seluruh Indonesia.

Tergugat juga memiliki kantor cabang di Yogyakarta beralamat di Jl. Laksda Adisucipto Km.8, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

2. Bahwa Para Penggugat bekerja pada PT BINARE INDONESIA GROUP, di kantor cabang Yogyakarta beralamat di Jl. Laksda Adisucipto Km.8, Janti, Caturtunggal, Kec.

Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 81 Undang-undang No. 2 Tahun 2004 tentang Peradilan Hubungan Industrial maka gugatan diajukan di tempat buruh/pekerja bekerja atau Para Penggugat bekerja yakni di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta.

3. BahwaPenggugat Iadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive den gan masa kerja selama 19 (sembilan belas) bulan terhitung sejak Maret 2016 sampai dengan September 2017, sebagaimana hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT);

4. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat I dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat I berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat I bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam;

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat I berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

5. Bahwa Penggugat I telah bekerja pada Tergugat sesuai dengan PKWT tersebut dan ju ga telah berhasil menjual sebanyak 56 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp16.405.200.000, - (enam belas miliar empat ratus lima juta dua ratus ribu rupiah), sehingga menurut PKWT Penggugat I berhak atas komisi atas penjualan unit tersebut yakni sebesar 1,5% x Rp16.405.200.000 = Rp246.078.000,- (dua ratus empat puluh enam juta tujuh puluh delapan ribu rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 21 unit = Rp6.300.000,- (enam juta tiga ratus). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

6. Bahwa Penggugat IIadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive dengan masa kerja selama 8 (delapan) bulan terhitung sejak November 2016 sampai dengan Juni 2017, sebagaimana hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

7. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat II dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat II berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat II bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam;

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat II berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

8. Bahwa Penggugat II telah berhasil menjual sebanyak 15 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp4.764.400.000,- (empat miliar tujuh ratus enam puluh empat juta empat ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp4.764.400.000 = Rp71.466.000,- (tujuh puluh satu juta empat ratus enam puluh enam ribu rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 15 unit = Rp4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

9. Bahwa Penggugat IIIadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive, dengan masa kerja selama 7 (tujuh) bulan terhitung sejak September 2016 sampai dengan Maret 2017, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

10. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat III dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat III berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat III bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam;

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat III berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

(3) Closing fee = Rp300.000,-;

11. Bahwa Penggugat III telah berhasil menjual sebanyak 18 unit dengan nilai jual seluruhnya adalah sebesar Rp 5.544.500.000,- (lima miliar lima ratus empat puluh empat juta lima ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp5.544.500.000 = Rp83.317.500,- (delapan puluh tiga juta tiga ratus tujuh belas ribu lima ratus rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 18 unit

= Rp5.400.000,- (lima juta empat ratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

12. Bahwa Penggugat IVadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive, dengan masa kerja selama 7 (tujuh) bulan terhitung sejak Februari 2017 sampai dengan Agustus 2017 yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

13. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat IV dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat IV berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat IV bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam;

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat IV berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

14. Bahwa Penggugat IV telah berhasil menjual sebanyak 3 unit dengan nilai jual seluruhnya adalah sebesar Rp 951.200.000,- (sembilan ratus lima puluh satu juta dua ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp951.200.000 = Rp14.628.000,- (empat belas juta enam ratus dua puluh delapan ribu rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 3 unit = Rp 900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah).

Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

15. Bahwa Penggugat Vadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive, dengan masa kerja selama 7 (tujuh) bulan terhitung sejak April 2016 sampai dengan Oktober 2016, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

16. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat V dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat V berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat.

b. Penggugat V bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat V berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

17. Bahwa Penggugat V telah berhasil menjual sebanyak 16 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp4.565.800.000,- (empat miliar lima ratus enam puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp4.565.800.000 = Rp68.487.000,- (enam puluh delapan juta empat ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 2 unit = Rp600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

18. Bahwa Penggugat VIadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive, dengan masa kerja 13 (tiga belas) bulan terhitung sejak Oktober 2016 sampai dengan November 2017 yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

19. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat VI dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat VI berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat VI bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat VI berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

20. Bahwa Penggugat VI telah berhasil menjual sebanyak 22 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp6.160.000.000,- (enam miliar seratus enam puluh juta rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp6.160.000.000 = Rp 92.400.000,- (sembilan puluh dua juta empat ratus ribu rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp 300.000,- x 22 unit = Rp6.600.000,- (enam juta enam ratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

21. Bahwa Penggugat VIIadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Manager di Kantor Cabang Tergugat yang bergerak dibidang Marketing Service dan Konsultan, beralamat di Jl. Laksda Adisucipto, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan masa kerja selama 17 (tujuh belas) bulan terhitung sejak Agustus 2016 sampai dengan Desember 2017 yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

22. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat VII dan Tergugat telah menyepakati h al-hal sebagai berikut :

a. Penggugat VII berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat;

b. Penggugat VII bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat VII berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp5.000.000,- (2) Komisi = 0,125% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp150.000,-;

23. Bahwa Penggugat VII telah berhasil menjual sebanyak 72 unit dengan nilai jual seluruhnya adalah sebesar Rp22.687.700,- (dua puluh dua miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta tujuh ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 0,125% x Rp22.687.700 = Rp28.359.625,- (dua puluh delapan juta tiga ratus lima puluh sembilan ribu enam ratus dua puluh lima rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp150.000,- x 72 unit = Rp10.800.000,- (sepuluh juta delapan ratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

24. Bahwa Penggugat VIIIadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive dengan masa kerja selama 23 (dua tiga) bulan terhitung sejak Januari 2016 sampai dengan November 2017, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

25. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat VIII dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat VIII berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat.

b. Penggugat VIII bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat VIII berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

26. Bahwa Penggugat VIII telah berhasil menjual sebanyak 47 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp12.562.000.000,- (dua belas miliar lima ratus enam puluh dua juta rupiah ), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp12.562.000.000 = Rp188.430.000,- (seratus delapan puluh delapan juta empat ratus tiga puluh ribu rupiah) dan berh ak pu la mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 17 unit = Rp5.100.000,- (lima juta seratus ribu rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

27. Bahwa Penggugat IXadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive dengan masa kerja selama 14 (empat belas) bulan terhitung sejak Maret 2016 sampai dengan Mei 2017, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

28. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat IX dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat IX berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat.

b. Penggugat IX bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat IX berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

29. Bahwa Penggugat IX telah berhasil menjual sebanyak 35 unit dengan nilai jual seluruhnya adalah sebesar Rp10.107.300.000,- (sepuluh miliar seratus tujuh juta tiga ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp10.107.300.000 = Rp151.609.500,- (seratus lima puluh satu juta enam ratus sembilan ribu lima ratus rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 20 unit = Rp6.000.000,- (enam juta rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

30. Bahwa Penggugat Xadalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive dengan masa kerja selama 6 (enam) bulan terhitung sejak April 2016 sampai dengan September 2016, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

31. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Penggugat X dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Penggugat X berkewajiban melakukan Penjualan atas unit rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat.

b. Penggugat X bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Penggugat X berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing-masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

32. Bahwa Penggugat X telah berhasil menjual sebanyak 20 unit dengan nilai jual seluruhnya adalah sebesar Rp 5.876.200.000,- (lima miliar delapan ratus tujuh puluh enam juta dua ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp5.876.200.000 = Rp88.143.000.000,- (delapan puluh delapan milyar seratus empat puluh tiga juta rupiah) dan berhak pula mendapat Closing Fee sebesar Rp300.000,- x 20 unit = Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi dan closing fee tersebut.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

33. Bahwa Penggugat XIadalah Ahli Waris dari Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati, meninggal dunia pada tanggal 18 Mei 2017 berdasarkan akta kematian nomor 3402-KM- 22062017-0021. Bahwa Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati adalah Pekerja/Buruh yang bekerja sebagai Sales Executive di Kantor Cabang Tergugat, dengan masa kerja selama 8 (delapan) bulan terhitung sejak September 2016 sampai dengan April 2017, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

34. Bahwa di dalam Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PKWT) tersebut, Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati dan Tergugat telah menyepakati hal-hal sebagai berikut :

a. Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati berkewajiban melakukan Penjualan atas u n it rumah/apartemen/ruko/kondotel/perkantoran yang ditetapkan oleh Tergugat.

b. Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati bekerja untuk Tergugat selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan hari libur sebanyak 1 (satu) hari dalam seminggu yang ditetapkan oleh Tergugat, dengan jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam.

c. Bahwa atas pekerjaan tersebut Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati berhak atas upah, komisi untuk setiap unit yang berhasil dijual, serta closing fee yang masing- masing adalah :

(1) Upah = Rp2.000.000,- (2) Komisi = 1,5% dari nilai unit (3) Closing fee = Rp300.000,-;

35. Bahwa Almarhumah Anindya Wahyu Kurniajati telah berhasil menjual sebanyak 14 unit dengan nilai jual seluruhnya Rp4.455.500.000,- (empat miliar empat ratus lima puluh lima juta lima ratus ribu rupiah), sehingga berhak atas Komisi sebesar 1,5% x Rp4.455.500.000 = Rp66.832.500,- (enam puluh enam juta delapan ratus tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah). Namun, pada faktanya Tergugat hanya membayarkan Closing Fee saja, namun tidak memenuhi kewajibannya memberikan komisi tersebut.

36. Bahwa berdasarkan Pasal 88 ayat (3) huruf h Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi:

Pasal 88 ayat (3) huruf h

“Kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) meliputi: h. Hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah”.

Penjelasan pasal di atas menegaskan bahwa komisi dan closing fee adalah bagian dari upah yang harus diberikan oleh Pihak Pengusaha kepada Pekerja/buruh dalam hal ini kewajiban Tergugat kepada Para Penggugat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

37. Bahwa selain itu Para penggugat juga bekerja tidak sesuai dengan jam kerja yang su dah ditentukan yaitu 40 (empat puluh) jam dan 6 (enam) hari kerja dengan waktu kerja masu k jam 08:30 am dan keluar jam 16:30 pm, pada faktanya Para Penggugat mulai masuk kerja jam 08:30 am dan Keluar jam 21:30 pm, sehingga Para Penggugat bekerja selama 13 (tiga belas) jam dalam sehari, namun demikian Para Penggugat tidak mendapat upah lembur dari Tergugat. Bahkan, ketika Para Penggugat masih bekerja, Para Penggugat tidak diberikan waktu untuk libur atau istirahat oleh Tergugat sebagaimana ketentuan yang ada pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT);

38. Bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan secara tegasmengatur pada:

Pasal 78 ayat (2)

“Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur;

39. Bahwa selain itu Keputusan Menteri Nomor KEP.102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur juga secara tegas menyebutkan:

Pasal 7 ayat (1)

“Perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh selama waktu kerja lembur berkewajiban:

a. Membayar upah kerja lembur.

b. Memberikan kesempatan istirahat secukupnya.

c. Memberikan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1.400 kalori apabila kerja lembur dilakukan selama tiga jam atau lebih.

Dari penjelasan Undang-Undang dan Keputusan Menteri diatas, dengan mempertimbangkan jam kerja Para Penggugat yang melebihi batas jam kerja yang sudah ditentukan, maka seharusnya Tergugat membayar upah lembur kepada Para Penggugat;

40. Bahwa Para Penggugat tidak pernah libur atau istirahat selama bekerja di tempat Tergugat, baik itu ketika bekerja pada saat jam kerja di hari kerja (Senin - Sabtu) maupun bekerja pada waktu libur (minggu). Apabila dilihat dari jam masuk kerja di hari kerja (Senin - Sabtu) Para Penggugat yaitu masuk jam 08:30 am dan keluar jam 21:30 pm, maka Para Penggugat lembur sebanyak 5 (lima) Jam dalam sehari. Kemudian jam kerja lembur di hari libur (minggu) yaitu masuk jam 08:30 am dan keluar jam 17:30 pm, maka Para Penggugat bekerja di hari libur sebanyak 8 (delapan) jam.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

41. Bahwa Para Penggugat telah bekerja lembur selama 5 (lima) jam dalam 1 (satu) hari pada hari kerja, dan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari untuk hari libur, sehingga sesu ai dengan lama Para Penggugat bekerja pada Tergugat, Para Penggugat telah dipekerjakan melebihi jam kerja dengan rincian sebagai berikut :

No. Nama karyawan Masa kerja Lama waktu lembur

1. Penggugat I Maret 2016

September 2017 (19 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 19 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 2.470 jam pada hari kerja, dan 608 jam pada hari libur.

Penggugat I belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

2. Penggugat II November 2016 - Juni 2017 (8 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 8 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat II telah bekerja lembur pada Tergugat selama 1.040 jam pada hari kerja, dan 256 jam pada hari libur.

Penggugat II belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

3. Penggugat III September 2016- Maret 2017 (7 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 7 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat III telah bekerja lembur pada Tergugat selama 910 jam pada hari kerja, dan 224 jam pada hari libur.

Penggugat III belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

4. Penggugat IV Februari 2017-

Agustus 2017 (7 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dal am 1 hari pada hari libur berlangsung selama 7 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat IV telah bekerja lembur pada Tergugat selama 910 jam pada hari kerja, dan 224 jam pada hari libur.

Penggugat IV belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

5. Penggugat V April 2016-Oktober 2016 (7 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 7 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat V telah bekerja lembur pada Tergugat selama 910 jam pada hari kerja, dan 224 jam pada hari libur.

Penggugat V belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

6. Penggugat VI Oktober 2016-

November 2017 (13

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 13 bulan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk bulan) (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah

bekerja lembur pada Tergugat selama 1690 jam pada hari kerja, dan 416 jam pada hari libur.

Penggugat VI belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

7. Penggugat VII Agustus 2016-

Desember 2017 (17 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 17 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 442 jam pada hari kerja, dan 544 jam pada hari libur.

Penggugat VII belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

8. Penggugat VIII Januari 2016- November 2017 (23 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam d alam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 23 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 2.990 jam pada hari kerja, dan 736 jam pada hari libur.

Penggugat VIII belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

9. Penggugat IX Maret 2016-Mei 2017 (14 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 14 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 1.820 jam pada hari kerja, dan 448 jam pada hari libur.

Penggugat IX belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

10. Penggugat X April2016- September 2016 (6 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 6 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 780 jam pada hari kerja, dan 192 jam pada hari libur.

Penggugat X belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

11. Penggugat XI September 2016- April 2017 (8 bulan)

5 jam dalam 1 hari pada hari kerja, 8 jam dalam 1 hari pada hari libur berlangsung selama 8 bulan (sesuai masa kerja). Sehingga Penggugat I telah bekerja lembur pada Tergugat selama 1.040 jam pada hari kerja, dan 256 jam pada hari libur.

Penggugat XI belum mendapatkan hak atas upah lembur dari Tergugat.

42. Mempertimbangkan fakta-fakta tersebut pada posita No. 41 maka Para Penggugat mempunyai hak upah lembur dan apabila dihitung hak tersebut adalah sebagai berikut:

Jam Kerja Lembur Hari Kerja (Senin-Sabtu)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk NO PENGGUGAT

MASA KERJA

TOTAL JAM LEMBUR DENGAN RUMUS (Jumlah jam lembur x 2 x upah/bulan)

173

TOTAL YANG

DIDAPAT

1. PENGGUGAT I 19 bulan 2.470 Jam X 2 X 2000.000 173

Rp. 57.109.826,-

2. PENGGUGAT II 8 bulan

1.040 jam x 2 x 2.000.000/173 173

Rp. 24.046.048,-

3. PENGGUGAT III 7 bulan

910 jam x 2 x 2.000.000 173

Rp. 21.040.292,-

4. PENGGUGAT IV 7 bulan

910 jam x 2 x 2.000.000 173

Rp. 21.040.292,-

5. PENGGUGAT V 7 bulan

910 jam x 2 x 2.000.000

173 Rp. 21.040.292,-

6. PENGGUGAT VI 13 bulan

1690 jam x 2 x 2.000.000 173

Rp. 39.074.828,-

7. PENGGUGAT VII 17 bulan

442 jam x 2 x 5.000.000 173

Rp. 10.219.653,-

8. PENGGUGAT VIII 23 bulan

2.990 jam x 2 x 2.000.000

173 Rp. 69.132.947,-

9. PENGGUGAT IX 14 bulan

1.820 jam x 2 x 2.000.000 173

Rp. 42.080.584,-

10. PENGGUGAT X 6 bulan

780 jam x 2 x 2.000.000

173 Rp. 18.034.536,-

11. PENGGUGAT XI 8 bulan 1.040 jam x 2 x 2.000.000 173

Rp. 24.046.048,-

Jam Kerja Lembur Hari Libur (minggu)

NO. PENGGUGAT

MASA KERJA

JAM LEMBUR DENGAN RUMUS (lembur diatas 8 jam,

1x4xupah/bulan)

TOTAL YANG

DIDAPAT

1. PENGGUGAT I 19 bulan

608 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 28.115.606,-

2. PENGGUGAT II 8 bulan

256 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 11.838.150,-

3. PENGGUGAT III 7 bulan

224 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 10.358.831,-

4. PENGGUGAT IV 7 bulan

224 jam x 4 x 2.000.000

173 Rp. 10.358.831,-

5. PENGGUGAT V 7 bulan

224 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 10.358.831,-

6. PENGGUGAT VI 13 bulan

416 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 19.236.994,-

7. PENGGUGAT VII 17 bulan 544 jam x 4 x 5.000.000 Rp. 25.618.497,-

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk 173

8. PENGGUGAT VIII 23 bulan

736 jam x 4 x 2.000.000

173 Rp. 34.034.682,-

9. PENGGUGAT IX 14 bulan

448 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 20.716.763,-

10. PENGGUGAT X 6 bulan

192 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 8.878.612,-

11. PENGGUGAT XI 8 bulan 256 jam x 4 x 2.000.000 173

Rp. 11.838.150,-

43. Bahwa perhitungan upah lembur sebagaimana tersebut di atas dihitung dengan mendasarkan pada nilai kewajiban paling rendah (perhitungan hak atas upah lembur pada hari libur disamakan dengan hak atas upah lembur pada hari kerja) yang menjadi tanggung jawab Pengusaha kepada karyawan dengan maksud perhitungan upah lembu r tersebut tidak terlalu besar dan memberatkan Pengusaha.

44. Bahwa disamping tidak pernah memberikan upah lembur, Tergugat juga tidak pernah memberikan waktu libur atau istirahat kepada Para Penggugat, padahal berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan Pengusaha wajib memberikan waktu istirahat yang cukup kepada pekerja/buruh. Sebagaimana bunyi Pasal 79 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan mengatur sebagai berikut :

(1). Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh (2). Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi:

a. istirahat antara jam kerja, sekurang-kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja;

b. istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) dalam 1 (satu) minggu;

c. cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus dan;

45. Bahwa atas permasalahan perselisihan hak tersebut Para Penggugat dan Tergugat sudah melakukan musyawarah (bipartit), namun tidak ada kesepakatan. Kemudian Para Penggugat dan Tergugat melakukan Mediasi (tripartit) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, namun dalam perundingan mediasi juga tidak tercapai kesepakatan.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

46. Oleh karena tidak ada kesepakatan dalam mediasi tersebut, maka pada tanggal 29 Januari 2019 Mediator Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta selanjutnya mengeluarkan Anjuran yang pada pokoknya menyatakan bah wa pengusaha wajib membayar komisi dan closing fee sesuai dengan perjanjian kerja.

47. Bahwa sampai dengan Gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta, Tergugat tidak juga menyelesaikan kewajibannya kepada Para Penggugat sebagaimana ada dalam surat anjuran Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

48. Bahwa oleh karena tidak ada itikad baik dari Tergugat untuk menunaikan kewajibannya kepada Para Penggugat, maka untuk menjamin terpenuhinya hak-hak Para Penggugat didaftarkanlah gugatan ini di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta. Selanjutnya memohon kepada Majelis Hakim Pemeriksa Perkara agar Tergugat diperintahkan untuk memenuhi hak-hak Para Penggugat sebagai sebagai berikut:

49. Untuk menjamin kepastian bahwa Tergugat segera melaksanakan isi putusan secara sukarela, kiranya menetapkan dwangsom (denda keterlambatan atas realisasi isi putusan) adalah sangat diperlukan.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas mohon kepada Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Yogyakarta berkenan untuk memeriksa, mengadili, dan memberikan putusan sebagai berikut:

PENGGUGAT Komisi Closing fee

Jam Kerja lembur hari kerja

Jam Kerja Lembur

hari libur Total PENGGUGAT I Rp. 246.078.000,- Rp. 6.300.000,- Rp. 57.109.826,- Rp.28.115.606,- Rp. 337.603.432,- PENGGUGAT II Rp. 71.466.000,- Rp. 4.500.000,- Rp. 24.046.048,- Rp. 11.838.150,- Rp. 111.850.198,- PENGGUGAT III Rp. 83.317.500,- Rp. 5.400.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 120.116.623,- PENGGUGAT IV Rp. 14.268.000,- Rp. 900.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 46.567.123,- PENGGUGAT V Rp. 68.487.000,- Rp. 600.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 100.486.123,- PENGGUGAT VI Rp. 92.400.000,- Rp. 600.000,- Rp. 39.074.828,- Rp. 19.236.994,- Rp. 151.311.822,- PENGGUGAT VII Rp. 28.359.625,- Rp. 10.800.000,- Rp. 10.219.653,- Rp. 25.618.497,- Rp. 74.997.775,- PENGGUGAT VIII Rp. 188.430.000,- Rp. 5.100.000,- Rp. 69.132.947,- Rp.34.034.682,- Rp. 296.697.629,- PENGGUGAT IX Rp. 151.609.500,- Rp. 6.000.000,- Rp. 42.080.584,- Rp. 20.716.763 ,- Rp. 220.406.847,- PENGGUGAT X Rp. 88.143.000,- Rp. 6.000.000,- Rp. 18.034.536,- Rp. 8.878.612,- Rp. 121.056.148,- PENGGUGAT XI Rp. 66.832.500,- Rp. 5.400.000,- Rp. 24.046.048,- Rp. 11.838.150,- Rp. 108.116.698,- Total Keseluruhan Kewajiban Tergugat Rp1.587.724.295,-

Terbilang satu miliar lima ratus delapan puluh tujuh juta tujuh ratus dua puluh empat ribu dua ratus sembilan puluh lima rupiah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

P R I M A I R :

1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untukseluruhnya;

2. Menyatakan Para Penggugat sah bekerja sebagai Pekerja/Buruh Tergugat dan berstatus sebagai Buruh/Karyawan Waktu Tertentu;

Menyatakan hubungan Kerja antara Para Penggugat dan Tergugat telah berakhir sejak putusan ini dibacakan, dan menghukum Tergugat untuk membayar kewajibannya kepada Para Penggugat yang lahir dari hubungan kerja. Adapun kewajiban -kewajiban tersebut adalah sebagai berikut:

3. Menghukum Tergugatuntuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,-

per hari, terhitung sejak putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum tetap;

4. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij vooraad) meskipun ada upaya hukum kasasi ataupun upaya hukum lainnya;

5. Membebankan biaya perkara kepada Tergugat.

SUBSIDAIR :

Mohon putusan yang seadil-adilnya. (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan untuk Para Penggugat telah hadir kuasanya dipersidangan, sedangkan Tergugat tidak pernah hadir dipersidangan sebagaimana relaas panggilan sidang tanggal 2 April 2019 untuk sidang tanggal 18 April 2019, surat panggilan tanggal 30 April 2019 untuk sidang tanggal 20 Mei 2019, dan surat panggilan tanggal 13 Juni 2019 untuk sidang tanggal 20 Juni 2019, dan ju ga

PENGGUGAT Komisi Closing fee

Jam Kerja lembur hari kerja

Jam Kerja Lembur hari libur Total

PENGGUGAT I Rp. 246.078.000,- Rp. 6.300.000,- Rp. 57.109.826,- Rp.28.115.606,- Rp. 337.603.432,- PENGGUGAT II Rp. 71.466.000,- Rp. 4.500.000,- Rp. 24.046.048,- Rp. 11.838.150,- Rp. 111.850.198,- PENGGUGAT III Rp. 83.317.500,- Rp. 5.400.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 120.116.623,- PENGGUGAT IV Rp. 14.268.000,- Rp. 900.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 46.567.123,- PENGGUGAT V Rp. 68.487.000,- Rp. 600.000,- Rp. 21.040.292,- Rp. 10.358.831,- Rp. 100.486.123,- PENGGUGAT VI Rp. 92.400.000,- Rp. 600.000,- Rp. 39.074.828,- Rp. 19.236.994,- Rp. 151.311.822,- PENGGUGAT VII Rp. 28.359.625,- Rp. 10.800.000,- Rp. 10.219.653,- Rp. 25.618.497,- Rp. 74.997.775,- PENGGUGAT VIII Rp. 188.430.000,- Rp. 5.100.000,- Rp. 69.132.947,- Rp.34.034.682,- Rp. 296.697.629,- PENGGUGAT IX Rp. 151.609.500,- Rp. 6.000.000,- Rp. 42.080.584,- Rp. 20.716.763 ,- Rp. 220.406.847,- PENGGUGAT X Rp. 88.143.000,- Rp. 6.000.000,- Rp. 18.034.536,- Rp. 8.878.612,- Rp. 121.056.148,- PENGGUGAT XI Rp. 66.832.500,- Rp. 5.400.000,- Rp. 24.046.048,- Rp. 11.838.150,- Rp. 108.116.698,- Total Keseluruhan Kewajiban Tergugat Rp1.587.724.295,-

Terbilang satu miliar lima ratus delapan puluh tujuh juta tujuh ratus dua puluh empat ribu dua ratus sembilan puluh lima rupiah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 42 Putusan Nomor32/Pdt.Sus-PHI/2019./PN.Yyk

tidak mengirimkan wakil atau kuasanya yang sah untuk menghadap/hadir dipersidangan dan ternyata tidak hadirnya itu bukan disebabkan oleh sesuatu halangan atau alasan yang sah;

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak pernah hadir menghadap di persidangan, maka dianggap telah melepaskan hak haknya dipersidangan, untuk men jawab gugatan Penggugat dan mengajukan alat-alat bukti di persidangan, maka selanjutnya persidangan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan Penggugat tanpa hadirnya Tergugat sebagaimana diatur dalam Pasal 125 KUHPerdata;

Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat melalui kuasanya membacakan surat gugatannya dengan menyatakan tetap pada isi gugatannya dan tidak ada perubahan;

Menimbang, bahwa meskipun Tergugat tidak pernah hadir di persidangan maka gugatan harus mengandung alas/dasar hak yang sah dan tidak bertentangan dengan h u kum sehingga dapat dikabulkan gugatannya;

Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalil-dalil gugatannya, kuasa Para Penggugat telah mengajukan bukti-bukti tertulis dalam persidangan pada tanggal 20 Juni 2019, kemudian kesemua bukti surat tersebut diberi tanda P.1 s/d P.169 sebagai berikut :

1. Bukti P-1 Copy dari copy Anjuran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 565/00822 tertanggal 29 Januari 2019.

2. Bukti P-2Copy dari Copy Report Payroll Gaji Tenaga Kerja Bulan Maret 2017 tertanggal 17 Maret 2017 Malioboro Park View;

3. Bukti P-3 Copy dari Copy Internal Memo Peraturan Perusahaan mengenai jumlah persentase komisi Sales Executive, komisi referral/BGB, komisi member by agent, komisi member by inhouse, agent, closing fee sales/member/BT;

4. Bukti P-4 Copy dari Asli Kartu Tanda Penduduk atas nama Dedi Tri Hadianto, S.E.

(Penggugat I);

5. Bukti P-5 Copy dari Asli Kartu Nama dan Name Tag (Tanda Pengenal) atas nama Dedi Tri Hadianto (Penggugat I);

6. Bukti P-6 Copy dari Asli Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PKWT) antara Ronny Hertantyo Raharjo selaku Direktur PT Binare Indonesia Group dan Dedi Tri Hadianto selaku Pihak Kedua;

7. Bukti P-7 Copy dari Asli Formulir Pemesanan Sementara NUP 318 Malioboro Park View atas nama Gilang Putra Perdana dengan alamat Taman Amarilys C -5 Sleman Yogyakarta tertanggal 2 Maret 2016;

8. Bukti P-8 Copy dari Asli Form Konfirmasi Unit NUP 318 Malioboro Park View atas nama Gilang Putra Perdana dengan alamat Taman Amarilys C-5 Sleman Yogyakarta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

Referensi

Dokumen terkait

mengikuti pola yang sama pada saat sebelum dan setelah peledakan. Umumnya kecepatan rambat gelombang lapisan refraktor 3 menunjukkan nilai kecepatan perambatan tinggi

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Sebuah desain yang baik tidak hanya pencerminan dari perencana taman, tetapi juga keinginan dan kebutuhan dari pemilik dan pengguna taman, termasuk kecukupan dana yang

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data ”kasar” yang muncul dari catatan-catatan

Kawasan pemukiman kumuh adalah lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain berada pada lahan yang tidak sesuai dengan

Dengan kehendak Tuhan yang mulia, Dua orang saudara meninggalkan dunia, Hendak disusahkan tiada berdaya, Kerana perbuatan Tuhan yang sedia.. Melainkan hamba berbanyak sabar,

Hal ini dicerminkan dengan sikap responden yang mengatakan bahwa pemasangan bagan di perbatasan dapat menghambat masuknya nelayan luar ke wilayah yurisdiksi

Pada penelitian ini akan dirancang dan dibangun prototipe sistem pengendali lampu di rumah dengan menggunakan mikrokontroler Arduino yang terhubung dengan