• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Teknologi informasi saat ini semakin berkembang pesat dan digunakan untuk mempermudah berbagai aktivitas dan pekerjaan. Penerapan teknologi secara tepat, membuat layanan dalam berbagai bidang menjadi lebih baik, cepat, dan efisien. Dunia pendidikan pun tidak luput dari dampak perkembangan teknologi ini. Berbagai revolusi pendidikan telah dikembangan, salah satu contohnya distance learning yang memberikan akses pembelajaran dari jarak jauh.

Pendidikan tidak akan pernah lepas dari kegiatan belajar dan mengajar yang melibatkan antara siswa, pendidik, serta orang tua. Pembelajaran merupakan sebuah proses kompleks yang membutuhkan kerja sama sinergis antara tenaga pendidik dengan orang tua. Pelaporan proses pembelajaran oleh tenaga pendidik secara tepat, dapat membuat orang tua lebih menghargai dan mengetahui kebutuhan anak [1]. Akan tetapi, pelaporan ini kadang terhambat oleh jarak antara tempat tinggal orang tua dengan lokasi pendidikan anak yang cukup jauh, sehingga laporan sulit untuk disampaikan ke orang tua.

Jumlah mahasiswa di Yogyakarta pada tahun 2014 tercatat mencapai 298 ribu orang. Dari total mahasiswa tersebut, sekitar 85 persen atau 200 ribu mahasiswa merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia [2].

Mahasiswa di Yogyakarta ini sebagian besar berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Perkembangan anak menjadi sulit dipantau oleh orang tua yang berada di provinsi bahkan pulau yang berbeda. Hal semakin diperparah dengan hasil survei bahwa satu per-empat orang tua hanya memiliki 34 menit setiap harinya yang digunakan bersama anak [3]. Keterbatasan jarak dan kesibukan orang tua menyebabkan pemantauan pendidikan semakin sulit dilakukan. Akibatnya, muncul berbagai prasangka hingga kecemasan orang tua mengenai tugas, ujian, dan kehadiran dalam kegiatan perkuliahan [4].

(2)

Apabila laporan perkembangan mahasiswa sampai ke orang tua sekalipun, pelaporan tersebut hanya dilakukan pada setiap akhir semester. Hal ini membuat orang tua terlambat untuk memberikan perhatian bimbingan, nasehat, keteladanan dan pengarahan. Padahal dukungan penuh orang tua berperan penting dalam pencapaian prestasi anak [5][6]. Pengetahuan terhadap pencapaian akademik anak dapat menjadi bahan acuan untuk memotivasi dan mempengaruhi strategi pembelajaran mandiri anak [7].

Pihak pengelola akademik perguruan tinggi di Indonesia juga menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dalam hal infrastruktur yang bisa dibilang masih cukup minim [8]. Infrastruktur yang ada di lingkungan kampus tidak cukup untuk menampung pesat laju calon mahasiswa baru. Akibatnya biaya kuliah di perguruan tinggi semakin mahal [9]. Universitas harus melakukan penekanan biaya dengan mendorong tingkat kelulusan dan menekan jumlah mahasiswa drop out ataupun berpindah ke perguruan tinggi lain. Kedua parameter ini biasanya terdapat pada universitas dengan kualitas bagus. Penting bagi universitas untuk fokus pada peningkatan kualitas melalui proses akreditasi dan berbagai aspek pelayanan/bimbingan bagi mahasiswa secara baik. Akan tetapi, kurangnya tenaga pengajar dengan jumlah yang cukup besar membuat hal ini sulit diwujudkan [10].

Di DTETI proses pemantauan mahasiswa, terutama yang bermasalah masih dilakukan secara manual yaitu dengan melihat informasi akademik setiap mahasiswa. Belum dilakukan pengolahan data secara otomatis melalui sebuah sistem perangkat lunak. Padahal tidak cukup waktu bagi tenaga pengajar untuk melakukan analisis kondisi akademik mahasiswa satu-persatu dengan beban kerja tenaga pengajar yang semakin tinggi.

Berdasarkan hal tersebut diperlukan sistem yang mampu melakukan pengolahan data lebih lanjut untuk mempermudah orang tua dan pengelola akademik dalam memantau mahasiswa. Setiap mahasiswa akan dianalisis oleh sistem agar pengelola akademik dan orang tua dapat mengetahui potensi ataupun kesulitan akademik yang mungkin dihadapi mahasiswa. Di Indonesia telah banyak dikembangkan sistem pemantauan akademik berupa rapor online untuk menjembatani kerja sama orang tua dengan tenaga pengajar [11][12][13]. Tetapi,

(3)

pengembangan sistem tersebut hanya mencakup pengolahan data sederhana, menampilkan data nilai, profil mahasiswa, dan saran pendidik dalam sebuah sistem. Sistem dibuat dengan memproses data langsung melalui basis data, sehingga ketika akan diaplikasikan pada sistem atau platform berbeda, misalnya pada aplikasi android atau sistem informasi lain, membutuhkan pengembangan seluruh sistem dari awal kembali. API yang berperan sebagai perantara antara pengguna yang melakukan permintaan layanan dengan komponen lain dapat menjadi sebuah solusi. Tidak adanya API, membuat developer harus membuat seluruh sistem mulai dari akses basis data, pemrosesan data, hingga visualisasi data. Akibatnya, jika ingin mengembangkan ke dalam sistem atau platform berbeda maka usaha dan biaya pengembangan menjadi tinggi [14].

Melalui pengembangan API berbasis RESTful untuk pemantauan perkembangan studi mahasiswa, hasil pemrosesan data berupa kondisi dan pencapaian akademik mahasiswa dapat digunakan oleh orang tua dan pengelola akademik untuk memantau perkembangan mahasiswa. Selain itu, data dapat digunakan untuk mendeteksi mahasiswa kritis. API ini dikembangkan untuk melakukan pengaksesan basis data dan melakukan pengolahan data, sehingga developer dapat fokus memvisualisasikan data dalam berbagai sistem atau platform sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansinya.

API memudahkan integrasi data pada sistem informasi yang akan dibangun.

Selain itu, API memungkinkan pengembang menggunakan kembali resource yang ada sehingga mengurangi kompleksitas proses pengembangan yang harus dilakukan saat membangun sistem [15].

1.2 Rumusan Masalah

Orang tua dan pengelola akademik, khususnya di DTETI, mengalami kesulitan dalam memantau mahasiswa. Proses pemantauan untuk menemukan mahasiswa bermasalah oleh pengelola akademik masih dilakukan secara manual yaitu dengan melihat informasi akademik setiap mahasiswa, belum dilakukan pengolahan data secara otomatis melalui sebuah sistem perangkat lunak.

Sementara itu, developer menghadapi kesulitan ketika harus melakukan

(4)

pengembangan aplikasi dalam berbagai jenis sistem atau platform. Oleh karena itu, diperlukan sebuah API yang dapat membantu developer dalam membuat aplikasi pemantauan mahasiswa yang berguna bagi orang tua dan pengelola akademik dalam memantau informasi akademik mahasiswa dan menemukan mahasiswa yang memiliki potensi tidak dapat melanjutkan studi ataupun mahasiswa yang sudah tidak dapat dibantu dalam penyelesaian studinya.

1.3 Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat berfokus pada tujuan utama yang ingin dicapai, terdapat beberapa batasan yang ditetapkan:

1. Fokus penelitian pada perancangan web service serta proses pengaksesan dan pengolahan data mahasiswa.

2. Studi kasus pada penelitian ini adalah Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

3. Penelitian ini berfokus pada fungsi yang digunakan oleh developer, orang tua dan pengelola akademik.

4. Aspek keamanan web service hanya mencakup otentikasi dan otorisasi sederhana, keamanan dalam proses pengiriman data belum menjadi perhatian dalam pengembangan ini.

5. Perancangan sistem informasi, user interface, dan user experience belum menjadi perhatian dalam pengembangan ini.

1.4 Tujuan Penelitian

Untuk menyelesaikan perumusan masalah, penelitian ini memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Merancang dan mengembangkan Application Programming Interface (API) berbasis RESTful sebagai backend sistem untuk mengakses resource data mahasiswa meliputi nilai, status mahasiswa, biodata mahasiswa, mata kuliah mahasiswa, dan informasi lain.

2. Menguji fungsionalitas API dalam mengakses data menggunakan metode black box.

(5)

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan uraian permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka manfaat dari penelitian ini yaitu:

1. Mengembangkan API untuk mempermudah developer dalam membuat aplikasi pemantauan perkembangan studi mahasiswa.

2. Melindungi akses informasi mahasiswa dari pihak yang tidak berhak.

3. Mempermudah proses visualisasi data mahasiswa ketika digunakan untuk pengembangan aplikasi atau sistem informasi terkait pemantauan perkembangan studi mahasiswa.

1.6 Sistematika Penulisan

Laporan tugas akhir ini diharapkan dapat dibaca dengan mudah dan memberi manfaat. Oleh karena itu, penulisan pada penelitian dilakukan secara sistematis dalam beberapa bab yang mengalir sebagai berikut:

1. BAB I: Pendahuluan

Bab ini memberikan pemaparan mengenai akar masalah yang diangkat serta gambaran kasar bagaimana masalah akan dipecahkan dalam penelitian ini.

Pengantar menuju aspek penelitian disampaikan dalam bentuk latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

2. BAB II: Tinjauan Pustaka dan Dasar Teori

Bab tinjauan pustakan dan dasar teori membahas beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai sistem pemantauan mahasiswa.

Selain itu, bab ini juga menjelaskan konsep-konsep dasar terkait API, RESTful, JSON, dan ASP.NET.

3. BAB III: Metodologi Penelitian

Bab ini menjelaskan proses yang dilakukan dalam melakukan perancangan.

Proses tersebut terdiri dari identifikasi kebutuhan sistem dan desain perancangan API seperti use case diagram, sequence diagram, dan data model yang digunakan.

(6)

4. BAB IV: Hasil dan Pembahasan

Pada bab ini akan dijelaskan hasil pengembangan API serta analisis dan hasil pengujian API menggunakan metode black box untuk menguji fungsionalitas sistem.

5. BAB V: Kesimpulan dan Saran

Bab ini memberikan kesimpulan dari hasil rancangan API yang dikaitkan dengan tujuan penelitian. Dari kesimpulan tersebut akan dikembangkan saran yang berisi aspek-aspek yang belum dikembangkan yang diharapkan bisa diteruskan oleh peneliti selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Puas atau tidaknya mahasiswa akan layanan yang diterimanya baik itu layanan administrasi, informasi, akademik termasuk layanan tutorial, tidak terlepas dari

a. Dapat menghasilkan informasi yang lebih baik. Memperbaiki atau mengurangi kesalahan yang sering terjadi pada sistem yang dikerjakan secara manual.. Efisiensi dalam

Untuk menanggulangi kekurangan pada pemantauan secara manual maka munculah inovasi dengan menggunakan konsep IoT, yaitu sebuah konsep dengan tujuan untuk memperluas manfaat

Pengklasifikasian jenis kayu secara manual membutuhkan waktu yang lama, untuk itu perlu adanya cara untuk mempercepat proses tersebut, salah satunya dapat dilakukan dengan image

Melihat variabel-variabel yang mempengaruhi penerimaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran pembelajaran oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Dasar

Untuk dapat menjawab permasalahan ini, dapat dilakukan suatu analisis hubungan antara nilai tes masuk mahasiswa baru dengan nilai akademik mahasiswa selama di universitas,

Hasil kuisioner pada gambar 1.1 menunjukkan bahwa 89% responden mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan laporan kerja praktik secara manual pada buku kerja

Teknologi-teknologi yang dapat diterapkan pada pengembangan mobile application memungkinkan fungsi - fungsi yang dahulu hanya dapat dilakukan secara manual atau