• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENILAIAN. 1 Pascasajana: S3 S2 2 Sarjana (S1) atau setara dengan S1 (Diploma IV)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENILAIAN. 1 Pascasajana: S3 S2 2 Sarjana (S1) atau setara dengan S1 (Diploma IV)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DRAF (20 Des 2013)

PEDOMAN PENILAIAN

UNSUR UTAMA

I. PENDIDIKAN

Sub-unsur Butir Kegiatan Satuan

Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Pendidikan

formal dan memperoleh ijazah/gelar

1 Pascasajana:

1.1.1.1.1.

S3

1.1.1.1.2.

S2

Ijazah Ijazah

200 150

Semua jenjang 2 Sarjana (S1)

atau setara dengan S1 (Diploma IV)

Ijazah 100 Semua

jenjang

B Pendidikan dan peltihan

fungsional di bidang penelitian dan/atau pengembangan serta

memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat

1 Lamanya lebih dari 960 JP Sertifikat 15 Semua jenjang 2 Lamanya antara 641-960 JP Sertifikat 9 Semua jenjang 3 Lamanya antara 481-640 JP Sertifikat 6 Semua jenjang 4 Lamanya antara 161-480 JP Sertifikat 3 Semua jenjang 5 Lamanya antara 81-160 JP Sertifikat 2 Semua jenjang 6 Lamanya antara 30-80 JP Sertifikat 1 Semua jenjang C Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan

Pendidikan dan Pelatihan Peneliti tingkat pertama dan tingkat lanjut

Prajabatan Golongan III

Sertifikat 2 Kandidat peneliti, semua jenjang

I.A. Pendidikan formal dan memperoleh ijazah/gelar

1. Ijazah yang diakui adalah ijazah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah memperoleh pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. Ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi luar negeri harus memperoleh pengesahan kesetaraan dari instansi berwenang.

2. Ijazah yang diajukan pertama kali untuk menduduki jabatan fungsional peneliti tidak dilihat bidang ilmu ataupun kepakaran, tetapi memenuhi standar Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dari BKN. Ijazah yang diajukan diserahkan sepenuhnya kepada instansi pengusul untuk kesesuaian latar belakang pendidikan dengan bidang kepakarannya dan dilegalisasi oleh unit Kepegawaian paling kurang setingkat eselon II. Setelah menduduki jabatan fungsional peneliti, ijazah selanjutnya yang diajukan harus sesuai dengan bidang kepakarannya. Jika terjadi perbedaan pandangan penilai atas kesesuaian ijazah, maka Tim Penilai Peneliti Pusat (TP3) akan memutuskan hal tersebut.

(2)

DRAF (20 Des 2013)

3. Ijazah D4/S1/S2/S3 yang diusulkan untuk angka kredit fungsional peneliti adalah ijazah yang telah mendapat pengakuan/penyetaraan dari pejabat kepegawaian yang berwenang.

4. Ijazah yang diajukan pertama kali untuk menduduki jabatan fungsional peneliti dilengkapi dengan: Cover, daftar isi, abstrak dan lembar persetujuan, skripsi/tesis/disertasi. Dikecualikan bagi lulusan S1/S2/S3 yang tidak disyaratkan menulis skripsi/tesis/disertasi dalam kelulusannya, wajib melampirkan surat keterangan dari Perguruan Tinggi dan disahkan oleh Kepala Unit Kerja yang terkait.

5. Ijazah yang lebih tinggi yang dinilaikan sebagai unsur utama harus memenuhi standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Peraturan BKN.

6. Ijazah yang lebih tinggi, tetapi tidak sesuai dengan bidang kepakarannya hanya dinilai sebagai unsur penunjang, dikecualikan apabila tema disertasi/tesis terkait dengan bidang kepakarannya.

7. Pendidikan tidak bergelar dinilai sebagai pelatihan, penataran atau kursus ilmiah.

post-doc, scientist exchange, joint research dianggap sebagai pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jumlah jam pelajaran yang dipersyaratkan. Dinilai semuanya (setiap post-doc) apabila subjek berbeda.

8. Pendidikan Diploma IV disamakan dengan S1.

9. Memiliki gelar lebih dari satu pada strata yang sama, hanya dinilai satu.

10. Gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) tidak diberi angka kredit sebagai kriteria pendidikan, melainkan sebagai kriteria penghargaan ilmiah.

I.B.Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penelitian dan/atau pengembangan serta memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat

1. Diklat/kursus yang dimaksud adalah diklat teknis berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan yang sesuai dengan bidang keahlian/kepakaran ilmunya, antara lain: penyusunan proposal, metode penelitian, penyusunan instrumen penelitian/pengembangan, pengolahan data, penulisan/ penyuntingan karya tulis ilmiah, teknis penggunaan peralatan penelitian/ pengembangan, pengelolaan penelitian/pengembangan, Analis Lingkungan, Statistik Populasi, analisa Molekuler

2. Lamanya diklat adalah:

a. JP = Jam Pembelajaran

b. 1 JP setara dengan 45 menit atau sehari sama dengan 12 JP efektif.

c. Penilaian angka kredit diklat/kursus dapat ditentukan dari jumlah JP

3. Sertifikat Diklat JFP Tingkat Pertama berlaku dua tahun bagi lulusan Diklat JFP Tingkat Pertama mulai Januari tahun 2014, dikecualikan bagi yang ditugaskan belajar, struktural atau bekerja di luar unit litbang. Bagi lulusan Diklat JFP Tingkat Pertama sebelum Januari 2014, masa berlaku sertifikat sampai Desember 2016.

4. Bagi lulusan Diklat JFP tingkat Pertama yang melampaui batas dua tahun wajib mengikuti uji kompetensi.

5. Pengusulan penilaian harus melampirkan fotokopi STTPP atau sertifikat yang disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi tersebut.

6. Diklat/kursus keterampilan seperti bahasa, mengetik, komputer tidak memperoleh angka kredit, kecuali kursus/diklat yang sesuai dengan bidang kepakarannya.

(3)

DRAF (20 Des 2013)

7. Pendidikan spesialisasi seperti Apoteker, Dokter Umum, Dokter Spesialis, Notaris dan sejenisnya yang dilakukan sesudah pemiliknya mendapat gelar kesarjanaan (S1) dianggap sebagai diklat/kursus yang setara dengan diklat/kursus yang diikuti selama 960 Jam Pembelajaran (JP) atau lebih.

8. Diklat/kursus kurang dari 30 JP dinilai sebagai keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah (Unsur VII.B.2.6).

9. Diklat kepemimpinan IV, III, II, I tidak memperoleh angka kredit.

10. Diklat/kursus dalam kegiatan ilmiah yang diikuti wajib melampirkan daftar mata ajarnya.

I.C. Pendidikan dan pelatihan prajabatan

1. Diklat prajabatan golongan III hanya dinilai untuk kandidat peneliti.

2. Sertifikat yang diusulkan untuk JFP adalah Fotokopi STTPP/sertifikat yang disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi tersebut.

II. PENELITIAN

Sub-unsur Butir Kegiatan Satuan Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Karya tulis

ilmiah hasil penelitian, pengembanga n atau hasil pemikiran ilmiah yang telah diterbitkan

1 Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam bentuk buku, penerbit internasional

Buku 40 Semua Jenjang

2 Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam bentuk buku, penerbit nasional

Buku 30 Semua Jenjang

3 Membuat karya tulis ilmiah, bagian dari buku penerbit internasional

Bagian Buku 20 Semua Jenjang

4 Membuat karya tulis ilmiah, bagian dari buku penerbit nasional

Bagian Buku 15 Semua Jenjang

5 Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam jurnal ilmiah internasional

Jurnal Ilmiah

Internasional 40 Semua Jenjang

6 Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam jurnal ilmiah nasional

Jurnal Ilmiah Nasional

25 Semua Jenjang

7 Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam prosiding pertemuan ilmiah internasional

Prosiding 15 Semua Jenjang

8 Membuat karya tulis

ilmiah terbit dalam Prosiding 10 Semua Jenjang

(4)

DRAF (20 Des 2013)

II.A.Karya tulis ilmiah hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah yang telah diterbitkan

1. Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam bentuk buku, penerbit internasional KTI terbitan internasional dalam bentuk buku diusulkan dengan menyertakan buku seutuhnya, lengkap dengan melampirkan alamat dan laman website terkait.

2. Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam bentuk buku, penerbit nasional a. KTI bentuk buku terbitan nasional dinilai apabila diterbitkan melalui lembaga

penerbit/publishing house serta paling banyak tiga buku dalam satu tahun.

b. Lembaga penerbitan dikategorikan sebagai publishing house adalah:

1) Berbadan hukum resmi

2) Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) prosiding pertemuan

ilmiah nasional 9 Membuat karya tulis

ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi

Jurnal Ilmiah Nasional

Tidak Terakreditasi

5 Semua Jenjang

10 Membuat

makalah/komunikasi pendek hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah, terbit dalam majalah ilmiah terakreditasi

Majalah Ilmiah Terakreditasi

3 Semua Jenjang

11 Membuat

makalah/komunikasi pendek hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah, terbit dalam majalah ilmiah tidak terakreditasi

Majalah Ilmiah Tidak Terakreditasi

1 Semua Jenjang

B Karya tulis ilmiah hasil penelitian dan pengembanga n atau

tinjauan/ulasa n, tidak/belum diterbitkan, makalah disampaikan dalam pertemuan ilmiah tingkat nasional

Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian,

pengembangan atau

pemikiran yang tidak/belum dipublikasikan, berupa makalah yang diajukan dalam pertemuan ilmiah organisasi penelitian yang diikuti oleh minimal tiga instansi.

Karya Tulis

Ilmiah 3 Semua Jenjang

(5)

DRAF (20 Des 2013)

3) Memiliki editorial board 4) Merupakan unit independen

5) Memiliki jaringan distribusi pelanggan

6) Jumlah buku yang diterbitkan paling sedikit 300 eksemplar

c. KTI dalam bentuk buku yang diterbitkan oleh publishing house dapat dinilai:

1) Sistimatika tulisan lengkap sesuai dengan Peraturan Kepala LIPI tentang Pedoman KTI, dinilai 30.

2) Sistimatika tulisan kurang lengkap, sebagaimana Peraturan Kepala LIPI tentang Pedoman KTI, dinilai 20.

3) Sistimatika tulisan tidak lengkap sebagaimana Peraturan Kepala LIPI tentang Pedoman KTI, dinilai 10.

3. Membuat karya tulis ilmiah, bagian dari buku penerbit internasional

a. KTI terbitan internasional dalam bentuk bagian dari buku/’bunga rampai”, dapat diusulkan dalam bentuk buku seutuhnya atau bila hanya sebagian bab (bagian yang ditulis), harus menyertakan cover buku dan daftar isi. Bentuk bab (bagian yang ditulis) mencerminkan kriteria sebuah buku/KTI.

b. KTI dalam bentuk bagian dari buku penerbit internasional dapat dinilai:

1) Sistimatika tulisan lengkap, dinilai 20.

2) Sistimatika tulisan kurang lengkap, dinilai 15.

4. Membuat karya tulis ilmiah, bagian dari buku penerbit nasional

a. KTI terbitan nasional dalam bentuk bagian dari buku/‘bunga rampai”, dapat diusulkan dalam bentuk buku seutuhnya atau bila hanya sebagian bab (bagian yang ditulis), harus menyertakan cover buku dan daftar isi. Bentuk bab (bagian yang ditulis) mencerminkan kriteria sebuah buku/KTI.

b. KTI dalam bentuk bagian buku yang diterbitkan dapat dinilai:

1) Sistimatika tulisan lengkap, dinilai 15.

2) Sistimatika tulisan kurang lengkap, dinilai 10.

c. KTI terbitan nasional dalam bentuk bagian dari buku dinilai paling banyak dua tulisan per terbitan yang nilainya paling tinggi.

5. Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam jurnal ilmiah internasional a. KTI terbit dalam jurnal internasional memenuhi kriteria sebagai berikut:

1) Tidak masuk dalam daftar jurnal pemangsa (predatory journals).

2) Bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, rusia atau Cina) secara penuh.

3) Penyumbang artikel/naskah berasal dari paling sedikit 3 negara untuk setiap nomor penerbitannya.

4) Dewan penyunting (editorial board) berasal dari paling sedikit dari 3 negara dan mempunyai kepakaran sesuai bidangnya.

5) Menjadi acuan bagi banyak peneliti di dunia yang dilaporkan oleh lembaga pengindeks internasional bereputasi (sudah memiliki nilai jumlah sitasi, nilai faktor dampak atau sejenisnya, dan/atau nilai h-index).

6) Tercantum/terindeks di lembaga pengindeks internasional bereputasi.

b. KTI terbit dalam jurnal internasional dinilai:

1) KTI terbit di Jurnal internasional yang terindeks Web of Science (Thomson Reuters dan/atau Scopus) dan tidak masuk dalam daftar jurnal pemangsa (predatory journals), dinilai 40.

(6)

DRAF (20 Des 2013)

2) KTI terbit di Jurnal internasional yang terindeks Directory of Open Access Journal (DOAJ), IEEE, Pubmed, CABI, dan/atau yang setara dan tidak masuk dalam daftar jurnal pemangsa (predatory journals), dinilai 35

3) KTI terbit di Jurnal internasional yang terindeks dalam lembaga pengindeks internasional bereputasi cukup termasuk aggregator (Google Scholar, EBSCO, Proquest, Gale, dan/atau lainnya yang setara) dan tidak masuk dalam daftar jurnal pemangsa (predatory journals), dinilai 30.

c. KTI terbitan majalah ilmiah nasional yang telah memenuhi persyaratan internasionalisasi yang ditentukan oleh institusi yang berwenang, maka KTI tersebut dinilai sebagai KTI internasional.

d. KTI yang diajukan sebagai KTI internasional harus menyertakan lampiran sebagai berikut:

1) Reprint/asli dari penerbit

2) Alamat situs atau penerbit yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan berlaku 3) Susunan dewan redaksi

e. KTI yang sama diterbitkan dalam lebih dari satu bahasa, hanya dinilai satu KTI.

6. Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam jurnal ilmiah nasional

a. Akreditasi bagi jurnal ilmiah nasional menggunakan Pedoman Akreditasi jurnal Ilmiah yang ditetapkan oleh Instansi yang berwenang.

b. KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah di negara yang lingkupnya (editorial board, distribusi, dan penulis) hanya negara yang bersangkutan, dinilai sebagai jurnal ilmiah nasional.

c. KTI terbitan jurnal ilmiah nasional, paling banyak dinilai dua KTI dalam satu terbitan.

d. KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang merupakan persyaratan dalam proses akreditasi pertama kali maka dianggap sebagai jurnal tidak terakreditasi.

e. KTI terbitan jurnal ilmiah nasional terakreditasi dinilai dengan tetap melihat substansi berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1) Sistimatika tulisan lengkap, hasil dan pembahasan bagus. Kesimpulan berkaitan dengan tujuan dan pembahasan, dinilai 25.

2) Sistimatika tulisan lengkap, hasil dan pembahasan kurang. Kesimpulan berkaitan dengan tujuan dan pembahasan, dinilai 20.

3) Sistmatika tulisan lengkap, hasil dan pembahasan kurang, hanya cerita grafik atau tabel. Kesimpulan mendadak ada, dinilai 15.

7. Membuat KTI terbit dalam prosiding pertemuan ilmiah internasional

a. Prosiding/risalah dapat dinilai apabila telah diterbitkan sebagai hasil dari pertemuan ilmiah internasional dan dibuat setelah melalui proses editing. KTI dalam prosiding yang melalui proses editing sebelum pertemuan, dijelaskan melalui kata pengantar/surat keterangan dan/atau melampirkan call for paper.

b. KTI yang diterbitkan dalam prosiding ilmiah internasional dinilai apabila melampirkan daftar isi, cover, dan diterbitkan setelah seminar, apabila prosiding dalam bentuk soft copy harus menyertakan hard copy KTI yang terkait.

c. Kriteria dan penilaian prosiding internasional adalah:

1) Menggunakan bahasa yang diakui PBB (selain bahasa Inggris harus diterjemahkan dalam bahasa Inggris/Indonesia).

(7)

DRAF (20 Des 2013)

2) Melalui proses editorial.

3) Artikel penulis dari berbagai negara.

4) Penyunting/Editor paling sedikit dari tiga negara.

5) Makalah yang dipresentasikan paling sedikit berasal lebih dari tiga negara.

6) Poster yang sudah ditulis dalam bentuk makalah dan melalui proses editorial dinilai sama dengan makalah yang dipresentasikan.

7) Prosiding Internasional yang diterbitkan di Indonesia wajib menggunakan ISSN/ISBN

f. KTI terbitan jurnal ilmiah prosiding internasional dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1) Prosiding sebagai pemakalah (oral presentation), dinilai 15 2) Prosiding dalam bentuk poster, dinilai 10

8. Membuat karya tulis ilmiah terbit dalam prosiding pertemuan ilmiah nasional a. Prosiding/risalah dapat dinilai apabila telah diterbitkan sebagai hasil dari

pertemuan ilmiah nasional dan dibuat setelah melalui proses editing. KTI dalam prosiding yang melalui proses editing sebelum pertemuan, dijelaskan melalui kata pengantar/surat keterangan dan/atau melampirkan call for paper.

b. KTI yang dimuat dalam prosiding dapat diusulkan kembali apabila diterbitkan di majalah ilmiah terakreditasi dengan menambah muatan substansi, akan dinilai sesuai dengan kriteria dikurangi dengan nilai yang telah diberikan.

c. KTI yang diterbitkan dalam prosiding ilmiah nasional dinilai apabila melampirkan daftar isi, cover, kata pengantar, ada ISBN dan diterbitkan setelah seminar, apabila prosiding dalam bentuk soft copy harus menyertakan hard copy KTI yang terkait.

d. KTI dalam Prosiding yang diterbitkan bersamaan dengan tanggal seminar dan tidak melalui proses editorial, dinilai sebagai KTI yang belum diterbitkan.

e. KTI yang diterbitkan dalam prosiding, paling banyak dinilai tiga makalah dalam satu terbitan, dengan makalah sebagai penulis pertama atau tunggal maksimal satu.

f. Prosiding nasional yang terbit secara berkala (seminar tahunan) menggunakan ISSN, sedangkan prosiding yang sekali terbit menggunakan ISBN.

g. Jumlah prosiding dinilai paling banyak tiga KTI dalam satu tahun.

h. Jumlah prosiding yang diajukan oleh Peneliti Madya (IV/c) dan Peneliti Utama dinilai paling banyak 40% dari total usulan unsur II sampai dengan IV.

i. Jumlah prosiding yang dapat diajukan oleh Peneliti Utama untuk maintenance, paling banyak 40% dari 20 Angka Kredit unsur II yang diajukan.

j. KTI/buku orasi ilmiah dalam pengukuhan profesor riset dinilai sebagai prosiding ilmiah nasional.

k. KTI terbitan jurnal ilmiah prosiding dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1) Sistimatika tulisan lengkap, Pembahasan/interprestasi data ada, Kesimpulan berkaitan dengan tujuan dan pembahasan, dinilai 10

2) Sistimatika tulisan lengkap, tidak ada interprestasi data, Kesimpulan berkaitan dengan tujuan dan pembahasan, dinilai 5

(8)

DRAF (20 Des 2013)

9. Membuat karya tulis ilmiah dalam majalah ilmiah nasional tidak terakreditasi Semua KTI yang terbit di majalah ilmiah tidak/belum terakreditasi dinilai 5 (lima).

10. Membuat makalah/komunikasi pendek hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah, terbit dalam majalah ilmiah terakreditasi

a. Berbentuk ringkasan hasil penelitian.

b. KTI hasil penelitian/pemikiran yang diterbitkan dalam bentuk makalah/komunikasi pendek dalam majalah ilmiah dapat dinilai sebagai unsur utama.

11. Membuat makalah/komunikasi pendek hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah, terbit dalam majalah ilmiah tidak terakreditasi

a. Berbentuk ringkasan hasil penelitian.

b. Makalah yang disajikan dalam bentuk pointers dan country report, tidak dapat dinilai.

c. KTI hasil penelitian/pemikiran yang diterbitkan dalam bentuk makalah kebijakan (policy paper) dan kajian kebijakan (policy brief) yang diterbitkan dapat dinilaikan sesuai dengan ketentuan.

II.B. Karya tulis ilmiah hasil penelitian dan pengembangan atau tinjauan/ulasan, tidak/belum diterbitkan, makalah disampaikan dalam pertemuan ilmiah

1. Usulan KTI disertai dengan jadwal acara, undangan, dan surat tugas, dihadiri oleh paling kurang 3 (tiga) instansi.

2. Pertemuan ilmiah dilaksanakan oleh instansi setingkat eselon II dan/atau organisasi profesi ilmiah, paling banyak 3 (tiga) makalah per pertemuan ilmiah, dengan status sebagai penulis pertama atay utama maksimal satu

3. KTI hasil litbang atau tinjauan/ulasan, tidak/belum diterbitkan, yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah dapat dilaksanakan oleh UPT-UPT di daerah. untuk instansi tingkat pusat tetap dilaksanakan oleh instansi setingkat eselon II dan/atau organisasi profesi ilmiah.

4. Jumlah KTI unsur II.B yang dapat diajukan oleh Peneliti Utama untuk maintenance, paling banyak 20% dari usulan 20 Angka Kredit unsur II yang diajukan.

Lain-lain

1. KTI ditulis dengan mengikuti norma-norma penulisan ilmiah mengacu pada Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/E/2012 tentang Pedoman Karya Tulis Ilmiah.

2. KTI yang ada kaitannya dengan penulisan/tugas akhir pendidikan sarjana/pascasarjana/doktor tidak dapat dinilai sebagai karya tulis yang diajukan untuk dinilai, karena sudah merupakan bagian dari pendidikan formal yang diikutinya dan/atau gelar yang diperolehnya. Dikecualikan KTI yang ada kaitannya dengan penulisan tugas akhir pendidikan dan telah dimuat di majalah ilmiah ilmiah sebagai bagian dari proses memperoleh gelar. Bagian skripsi/tesis/disertasi yang ditulis dan dikembangkan dengan analisis baru dapat dinilai sebagai unsur utama sesuai dengan unsur kegiatan.

3. KTI yang ditulis oleh 2 (dua) orang, pembagian angka kreditnya adalah: 60% (enam puluh persen) untuk penulis pertama dan 40% (empat puluh persen) untuk penulis kedua. Jika KTI ditulis oleh 3 (tiga) orang, pembagian angka kreditnya adalah: 50%

(9)

DRAF (20 Des 2013)

untuk penulis pertama dan masing masing 25% untuk penulis kedua dan ketiga.

Jika KTI ditulis oleh 4 (empat) orang, pembagian angka kreditnya adalah 40%

untuk penulis pertama dan 20% untuk masing-masing penulis dibagi sama rata.

Jika penulis lebih dari ketentuan tersebut, 40% untuk penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata di antara penulis lainnya.

4. KTI diterbitkan oleh lebih dari satu penulis, apabila penulis pertama tidak berada pada urutan kesatu maka perlu dilampirkan Surat Pernyataan tentang Penulis pertama dari penulis lainnya.

5. KTI hasil penelitian dan pengembangan dengan menggunakan satu metode penelitian yang sama tetapi menggunakan berbagai sampel/daerah penelitian yang berbeda, berpeluang dianggap sebagai satu KTI apabila kontribusi substansi ilmiahnya tidak cukup signifikan.

6. KTI dalam proses penerbitan dapat dinilai sesuai ketentuan dengan menyertakan surat keterangan dari Dewan Redaksi dan artikel serta daftar isi majalah ilmiah dalam bentuk pracetak (dummy).

7. KTI hasil penelitian dan pengembangan dari unsur penilaian lebih rendah kemudian ditulis ulang dengan penambahan data terkini, referensi terbaru dan penambahan analis dapat diajukan ke unsur penilaian yang lebih tinggi dikurangi dengan nilai yang telah diberikan serta harus mendapatkan Surat Keterangan dari instansi induk/pemberi tugas.

8. KTI yang tidak sesuai dengan bidang kepakaran, dinilai 60% dari ketentuan. Bidang kepakaran yang diakui adalah digit 2 (4 angka).

9. Pengusulan KTI bagi kandidat peneliti tidak dibatasi tahun kadaluarsa maupun bidang kepakarannya.

10. KTI dapat diajukan dalam bentuk cetak lepas (reprint).

11. KTI yang dapat dinilai berasal dari kurun waktu Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Penilaian Angka Kredit (PAK) terakhir dikurangi dua tahun, kecuali bagi yang aktif kembali dihitung dari TMT terakhir sebelum bebas sementara.

12. KTI yang dipublikasi setelah penemuannya mendapatkan pengakuan paten, dapat dinilai sesuai dengan kriteria yang ada.

13. KTI terbitan majalah ilmiah nasional dalam bentuk majalah ilmiah elektronik (e- journal) dan memenuhi kriteria KTI penilaiannya sama dengan majalah ilmiah yang dicetak.

14. Syarat pengusulan dari KTI yang terbit dalam bentuk e-journal dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Memiliki e-ISSN

b. Semua proses penerimaan makalah sampai dengan pemuatan makalah dilakukan secara on line

c. Menyerahkan cetak lepas/re-print/off-print naskah yang telah dilegalisasi oleh pimpinan instansi tertinggi di unit kerja lengkap dengan halaman sampul, kelembagaan penerbit dan alamat/laman jurnal ilmiah (website)

d. Dalam makalah tercantum nama majalah ilmiah, nomor volume, e-ISSN, nomor halaman, dan tahun publikasi.

e. Melampirkan daftar editorial board

(10)

DRAF (20 Des 2013)

III. PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK)

Sub-unsur Butir Kegiatan Satuan

Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Pengemban

gan dan pemanfaata n ilmu pengetahua n dan teknologi

1 Penemuan teori dan konsep iptek yang nyata dimanfaatkan untuk kemanusiaan

a.Menyusun dan

menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang memiliki dampak sosial ekonomi secara internasional dan memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang

Teori dan/atau

Konsep

150 Peneliti Madya dan

Peneliti Utama

b.

Menyusun dan

menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang memiliki dampak sosial ekonomi secara nasional dan memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang

Teori dan

Konsep 50 Peneliti

Madya dan Peneliti

Utama

2 Menciptakan prototype/desain, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat

a.

Menciptakan pilot project berbasis paten/PVT tersertifikasi atau konsep kebijakan yang

dimanfaatkan/diadopsi menjadi kebijakan serta memperoleh pengakuan dari LIPI

Produk, SK,

Royalti 30 Peneliti

Muda - Peneliti Utama

b.

Menciptakan

prototype/desain/varietas produk yang terlindungi HKI atau konsep sosial ekonomi, yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat melalui skema lisensi serta memperoleh pengakuan dari LIPI

Produk, SK, lisensi (Peta, bibit

unggul, rumpun, varietas, inovasi teknologi

dll)

20 Peneliti Muda - Peneliti Utama

c.

Menciptakan prototype/desain

terlindungi HKI dan konsep sosial ekonomi, yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan

SK tentang Prototipe, desain atau

konsep sosial ekonomi

15 Semua

Jenjang

(11)

DRAF (20 Des 2013)

memperoleh pengakuan dari LIPI dan atau Menteri terkait, Eselon 1 terkait B Pengemban

gan Iptek yang menghasilk an

paten/PVT

Membuat/menghasilkan paten yang sudah termasuk dalam daftar paten yang disetujui

Surat tanda terima pendaftaran

5 Semua

Jenjang

III. A. Pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi

1. Penemuan teori dan konsep iptek yang nyata dimanfaatkan untuk kemanusiaan a. Menyusun dan menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang

memiliki dampak sosial ekonomi secara internasional dan memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang mendapatkan nilai 150. Pengajuan usulan dilampiri dengan Asli atau fotokopi karya ilmiah tentang teori baru, konsep baru ataupun proses/prosedur baru yang disertai dengan surat pernyataan/hasil evaluasi Dewan Pakar sebagai verifikator/validator yang dibentuk atau ditunjuk oleh instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI) dan/atau berdasarkan peraturan yang berlaku.

b. Menyusun dan menghasilkan suatu teori, konsep, proses/prosedur yang memiliki dampak sosial ekonomi secara nasional dan dipakai sebagai kebijakan nasional serta memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang mendapatkan nilai 50. Pengajuan usulan Asli atau fotokopi karya ilmiah tentang teori baru, konsep baru ataupun proses/prosedur baru yang disertai dengan surat pernyataan/ hasil evaluasi Dewan Pakar sebagai verifikator/validator yang dibentuk atau ditunjuk oleh instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI) dan/atau berdasarkan peraturan yang berlaku.

2. Menciptakan prototype/desain, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Penemuan teori/konsep Iptek yang nyata di manfaatkan untuk kemanusiaan dinilai apabila:

a. Menciptakan pilot project berbasis paten/PVT tersertifikasi atau konsep kebijakan yang dimanfaatkan/diadopsi menjadi kebijakan serta memperoleh pengakuan dari LIPI. Pengajuan usulan dilampiri dengan Produk dan Surat Keterangan/Surat Keputusan Kepala LIPI dan/atau Menteri terkait tentang produk tersebut dan royalti.

b. Menciptakan prototype/desain/varietas produk yang terlindungi HKI atau konsep sosial ekonomi, yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat melalui skema lisensi serta memperoleh pengakuan dari LIPI. Produk berupa peta, bibit unggul yang telah digunakan oleh masyarakat, misal: Peta Wilayah tertentu, Padi Cilosari-Batan. Pengajuan usulan dilampiri dengan Produk dan Surat Keterangan/Surat Keputusan Kepala LIPI dan/atau Menteri terkait tentang produk tersebut dan lisensi..

c. Menciptakan prototipe/disain terlindungi HKI, konsep sosial ekonomi yang sudah dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat dan memperoleh pengakuan dari LIPI dan/atau Menteri terkait. Usulan pengajuan melampirkan contoh Prototipe, disain, konsep sosial ekonomi, surat pernyataan pemanfaatan dari suatu daerah/komunitas tertentu di masyarakat, misal: Konsep pengadilan Konsiliasi Lamaholot di NTT, disahkan oleh pejabat eselon I instansi pengusul.

(12)

DRAF (20 Des 2013)

d. Mengembangkan produk baru berupa peta, penemuan spesies baru, varietas baru yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat yang memperoleh pengakuan dari LIPI dan atau Menteri terkait sebagaimana diatur oleh peraturan yang berlaku diberikan nilai 80 % untuk pemulia dan 20 % untuk peneliti (untuk varietas tanaman).

e. Membuat/menghasilkan paten iptek yang sudah diproduksi atau dimanfaatkan (III.A.2.a) diberikan nilai 30. dilampiri dengan surat keterangan dari pejabat tertinggi instansi dengan melampirkan bukti dari pengguna paten terkait.

f. Membuat/menghasilkan paten sederhana dan sudah memperoleh surat penerimaan paten dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat (III.A.2.b) diberikan nilai 20, dilampiri dengan surat keterangan dari pejabat tertinggi instansi dengan melampirkan bukti dari pengguna paten terkait.

III.B. Paten ilmu pengetahuan dan teknologi

Membuat/menghasilkan paten yang sudah termasuk dalam daftar paten. Pengajuan usulan dengan melampirkan Surat pemberitahuan terdaftar yang sudah disahkan oleh pejabat yang berwenang di unit kerjanya.

Lain-lain:

1 Hasil Pengembangan iptek yang dilakukan oleh lebih dari satu orang (Tim), maka penilaian didasarkan kepada kontribusi masing-masing anggota dan dibuktikan dengan surat pernyataan berkontribusi yang ditandatangani oleh semua anggota.

2 Pengusulan penilaian unsur pengembangan Iptek harus disertai dengan pembuktian/surat keterangan dari Dewan Pakar yang membidangi bidang iptek dimaksud. Dewan Pakar dapat dibentuk atau ditunjuk oleh instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI) dan/atau berdasarkan peraturan yang berlaku.

3 KTI Pengembangan Iptek dilakukan oleh peneliti di luar jenjang dan telah mendapat pengakuan dari Dewan Pakar maka dapat diberikan angka kredit yang sama besar.

4 Semua pengajuan terkait dengan unsur III harus melampirkan Surat Pengantar pengajuan HKI dari Unit Pengelola HKI Kementerian/Lembaga

IV. DISEMINASI PEMANFAATAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Sub-unsur Butir Kegiatan Satuan

Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Penyusunan

buku pelajaran perguruan tinggi atau buku pegangan/tulisa n teknis

(kamus, ensiklopedi, peraturan perundangan, )

1 Menyusun buku untuk perguruan tinggi, diterbitkan, diedarkan dan dipakai secara nasional

Buku 20 Peneliti

Muda dan Peneliti

Utama 2 Menyusun buku

pegangan/tulisan teknis,

diterbitkan dan diedarkan secara nasional

Buku 20 Peneliti

Muda dan Peneliti

Utama

B Buku pelajaran sekolah atau buku

1 Menyusun buku pelajaran sekolah yang diterbitkan dan dimanfaatkan

Buku 10 Semua

Jenjang

(13)

DRAF (20 Des 2013)

IV.A. Penyusunan buku pelajaran perguruan tinggi atau buku pegangan/tulisan teknis

1. Menyusun buku pelajaran untuk perguruan tinggi, diterbitkan, diedarkan dan dipakai secara nasional. Pengusulan melampirkan:

a. Buku asli atau fotokopi yang sudah disahkan Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi (paling rendah eselon IV) dari instansinya.

b. Mengikuti sistematika GBPP yang berlaku (misal: saat ini mengikuti GBPP berbasis kompetensi).

c. Penerbit memiliki reputasi nasional dan memiliki nomor ISBN

2. Menyusun buku pegangan/tulisan teknis, diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengusulan melampirkan:

a. Buku asli atau fotokopi yang sudah disahkan Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi dari instansinya.

b. Mengikuti sistematika GBPP yang berlaku (misal: saat ini mengikuti GBPP berbasis kompetensi).

c. Penerbit memiliki reputasi nasional dan memiliki nomer ISBN

d. Memuat informasi praktis bidang tertentu, minimal 40 halaman kertas A4.

IV.B. Buku pelajaran sekolah atau buku penyuluhan/tulisan popular

1. Menyusun Buku Pelajaran sekolah yang diterbitkan dan dimanfaatkan dengan melampirkan Buku asli atau fotokopi yang sudah disahkan Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi dari instansinya, dengan ketentuan:

a.

Buku asli atau fotokopi yang sudah disahkan Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi (paling rendah eselon IV) dari instansinya.

b.

Mengikuti sistematika GBPP yang berlaku (misal: saat ini mengikuti GBPP berbasis kompetensi).

c.

Penerbit memiliki reputasi nasional dan memiliki nomor ISBN

2. Menyusun buku penyuluhan/tulisan popular/panduan yang diterbitkan dan dimanfaatkan (kamus, ensiklopedi)

a. Buku asli atau fotokopi yang sudah disahkan Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi (paling rendah eselon IV) dari instansinya.

penyuluhan/tuli san

popular/pandua n

2 Menyusun buku penyuluhan/tulisan popular/panduan yang diterbitkan dan dimanfaatkan

Buku 10 Semua

Jenjang

C Penyusunan makalah iptek dalam rangka memasyarakatk an hasil

penelitian dalam buku/majalah ilmiah tidak terakreditasi/m ajalah semi populer

Menulis makalah iptek dalam kerangka pemasyarakatan hasil penelitian dalam buku/majalah ilmiah yang tidak

terakreditasi/majalah semi populer

Makala

h 5 Semua

Jenjang

(14)

DRAF (20 Des 2013)

b. Mengikuti sistematika yang berlaku.

c. Penerbit memiliki reputasi nasional dan memiliki nomor ISBN.

d. Memuat informasi praktis bidang tertentu, minimal 20 halaman kertas A4

IV.C. Penyusunan makalah iptek dalam rangka memasyarakatkan hasil penelitian dalam buku/majalah ilmiah tidak terakreditasi/majalah semipopuler

Menulis makalah iptek dalam kerangka pemasyarakatan hasil penelitian dalam buku/majalah ilmiah yang tidak terakreditasi/ majalah semipopuler, yaitu:

1. Diterbitkan di dalam buku/majalah/ buletin/majalah semipopuler. Buku harus memiliki ISBN, sedangkan majalah harus memiliki ISSN.

2. Makalah yang memuat informasi deskripsi iptek yang dimasyarakatkan dalam bentuk kajian kebijakan tertentu (policy brief) ditujukan kepada masyarakat luas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami

Lain-lain:

1. KTI dalam majalah ilmiah yang diterbitkan untuk tujuan pertukaran informasi tingkat regional atau internasional dinilai sebagai diseminasi.

2. Ketidaksesuaian bidang kepakaran dengan diseminasi pemanfaatan iptek akan mendapat nilai 60% dari nilai yang seharusnya.

3. Peneliti dengan jenjang jabatan lebih rendah dari ketentuan mampu menyusun buku pegangan untuk perguruan tinggi, sekolah, diklat, penyuluhan dsb., diberikan angka kredit yang sama besar dengan ketentuan yang ada.

V. PEMBINAAN KADER PENELITI

V.A. Bimbingan/konsultasi teknis/ilmiah kepada Peneliti

1. Bimbingan merupakan proses transfer pengetahuan dan ketrampilan dari seseorang kepada orang lain melalui serangkaian kegiatan melalui penelitian dan Subunsur Butir Kegiatan Satuan Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Bimbingan/k

onsultasi teknis/ilmiah kepada Peneliti

Memberikan bimbingan kepada Peneliti

Surat pernyataan instansi dan

bukti bimbingan

2 Peneliti Utama 1,5 Peneliti Madya 1 Peneliti Muda B Mengajar

pada diklat fungsional Peneliti

Melaksanakan tugas mengajar pada kursus/penataran jabatan fungsional peneliti

Setiap 2 jam

mengajar 0,08 Peneliti Utama 0,06 Peneliti Madya 0,04 Peneliti Muda C Memimpin

kelompok penelitian

Memimpin kelompok Peneliti dan terlibat langsung dalam penelitian

Setiap penelitian

4 Peneliti Utama 3 Peneliti Madya 2 Peneliti Muda 1 Peneliti

Pertama

(15)

DRAF (20 Des 2013)

pengembangan maupun kegiatan lain terkait dengan penelitian dan pengembangan. Jenjang JFP sebagai pembimbing paling kurang setingkat lebih tinggi dari yang dibimbing. Bukti bimbingan dapat berupa laporan hasil penelitian, review buku/resume buku, KTI diterbitkan/tidak diterbitkan dengan pembimbing sebagai penulis kedua atau ketiga, bukti acknowledgment atau surat keputusan pimpinan tertinggi Instansi yang bersangkutan

2. Dalam pengusulan bimbingan kepada Peneliti melampirkan surat pernyataan dari pejabat/penanggung jawab unit kerja tertinggi yang memberikan penugasan untuk membimbing peneliti di bawahnya, paling banyak tiga peneliti per tahun.

3. Bagi Peneliti Utama–IV/e yang melakukan pembinaan kader nonpeneliti khususnya pembimbingan S-3 angka kredit maintenance dari pembimbingan S-3 dapat diajukan sebagai angka kredit maintenance paling banyak 20% dari persyaratan.

4. Menilai buku naskah orasi Profesor Riset oleh Tim penilai. Buku naskah orasi yang dinilai paling banyak tiga buku orasi dalam setahun dan dibuktikan dengan surat tugas dari Kepala LIPI, dapat diajukan untuk maintenance paling banyak 20% dari persyaratan maintenance.

5. Anggota TP3 dan anggota TP2I yang telah diberikan kewenangan mendapatkan nilai 2 per tahun.

6. Anggota Science Referee suatu publikasi ilmiah, diedarkan dan diterbitkan secara nasional mendapatkan nilai 2

7. Memberikan bimbingan penulisan orasi profesor riset mendapatkan nilai 2 per orang

V.B. Mengajar pada diklat fungsional Peneliti

Melaksanakan tugas mengajar/pembimbingan pada kursus/penataran jabatan fungsional peneliti. Pengusulan melampirkan surat undangan, jadwal diklat fungsional/penataran serta mata ajaran yang dibawakan.

V.C. Memimpin kelompok penelitian

1. Memimpin kelompok peneliti dan terlibat langsung dalam penelitian. Pengusulan melampirkan Surat Keputusan Kepala Unit Kerja Tertinggi/Pemberi Tugas yang berisikan Keputusan ybs. sebagai Peneliti Utama, disertai dengan keanggotaan Tim Peneliti, dinilai 1 penelitian/tahun.

2. Kelompok Peneliti yang dimaksudkan adalah Tim Peneliti yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan maupun kelompok peneliti yang ditunjuk.

VI. PENGHARGAAN ILMIAH DAN PENUGASAN UNTUK MEMIMPIN UNIT KERJA LITBANG

Sub-unsur Butir Kegiatan Satuan

Hasil Angka

Kredit Pelaksana A Penghargaan

ilmiah tingkat internasional

1 Memperoleh tanda jasa atas prestasi dalam kegiatan ilmiah pada tingkat internasional

Tanda Jasa

5

Semua Jenjang

2 Memperoleh gelar

kehormatan akademis Tanda 5 Peneliti Muda - Peneliti

(16)

DRAF (20 Des 2013)

VI.A.Penghargaan ilmiah tingkat internasional

1. Memperoleh tanda jasa/sertifikat/piagam/Penghargaan atas prestasi dalam kegiatan ilmiah pada tingkat internasional. Pengusulan melampirkan fotokopi tanda penghargaan disertai pengesahan dari Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi dari instansinya. Tanda jasa/penghargaan atas prestasi dari organisasi profesi atau scientific NGO juga dapat dinilai.

2. Tanda jasa/sertifikat/piagam/Penghargaan bersifat nasional diberikan oleh lembaga yang berwenang.

3. Memperoleh gelar kehormatan akademis pada tingkat internasional. Pengusulan melampirkan fotokopi tanda penghargaan disertai pengesahan dari Pejabat/Kepala tertinggi unit kerjanya.

VI.B. Penghargaan ilmiah tingkat nasional

1. Memperoleh tanda jasa/sertifikat/piagam/Penghargaan atas prestasi dalam kegiatan ilmiah pada tingkat nasional. Pengusulan melampirkan fotokopi tanda penghargaan disertai pengesahan dari Pejabat/Kepala tertinggi unit kerjanya.

2. Memperoleh gelar kehormatan akademis pada tingkat nasional. Pengusulan melampirkan fotokopi tanda penghargaan disertai pengesahan dari Pejabat/Kepala unit kerja tertinggi dari instansinya.

3. Penghargaan ilmiah/tanda jasa yang diberikan Pemerintah atau scientific NGO atau organisasi profesi tidak ada batas kadaluarsa selama belum pernah diusulkan.

VI.C. Memimpin unit kerja Litbang

1. Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang selanjutnya disebut litbang adalah lembaga yang melaksanakan penelitian dan/atau pengembangan.

2. Unit kerja litbang adalah satu unit organisasi paling rendah setingkat eselon IV (subbidang atau subbalai atau loka) yang menjalankan tugas pokok fungsi

pada tingkat

internasional Jasa Utama

B Penghargaan ilmiah tingkat nasional

1 Memperoleh tanda jasa atas prestasi dalam kegiatan ilmiah pada tingkat nasional

Tanda Jasa

3

Semua Jenjang

2 Memperoleh gelar kehormatan akademis pada tingkat nasional

Tanda Jasa

3 Peneliti Muda - Peneliti

Utama C Memimpin

unit kerja Litbang

1 Memimpin unit Litbang

setara dengan eselon I Setiap

Tahun 11 Peneliti Utama 2 Memimpin unit Litbang

setara dengan eselon II Setiap

Tahun 8 Peneliti Utama

3 Memimpin unit Litbang

setara dengan eselon III Setiap

Tahun 5 Peneliti Madya

4 Memimpin unit Litbang setara dengan eselon IV

Setiap Tahun

3 Peneliti

Pertama

(17)

DRAF (20 Des 2013)

penelitian, pengembangan, diseminasi dan pemanfaatan hasil-hasil litbang.

3. Setiap pejabat fungsional peneliti yang menduduki jabatan struktural diberikan angka kredit sesuai dengan eselon yang dijabat tanpa melihat jenjang jabatan /pangkat/golongannya.

4. Memimpin unit litbang setara dengan eselon I, II, III, dan IV. Pengusulan melampirkan fotokopi pengangkatan. Dinilai pada tiap-tiap tahunnya.

UNSUR PENUNJANG

VII. PENUNJANG TUGAS PENELITI

1. Unsur penunjang tugas peneliti adalah angka kredit kumulatif yang dikumpulkan paling banyak 20% untuk melengkapi unsur utama.

2. Unsur Penunjang tugas peneliti diperoleh melalui kegiatan: pemasyarakatan Iptek, keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah, pembinaan kader non peneliti, perolehan penghargaan/tanda jasa dan perolehan gelar kesarjanaan lainnya.

3. Peneliti dengan jenjang jabatan lebih rendah dari ketentuan mampu melaksanakan kegiatan penunjang tugas peneliti diberikan angka kredit yang sama besar dengan ketentuan yang ada.

4. Pengusulan dari unsur penunjang melampirkan makalah/KTI/bukti yang telah disahkan oleh disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi.

5. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan berdasarkan penugasan.

u Nisa, saya tidak ingat bunyinya persis karena notulen sidang TP3 bulan Nov tidak saya bawa, tapi sepertinya belum dimasukkan masukan yang VIIA1.b1 masih ada kata "kegiatan lain" yang dapat menimbulkan multi tafsir.

Juga saran dari hasil sidang TP3 bulan lalu, adalah yang kalimat sama di VIIA1.b1 dan VIIA1.b2 sama2 ada kata : memberikan pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan berdasarkan ... (yang b1: ...berdasarkan bidang keahlian; yang b2:

...berdasarkan penugasan), sehingag hingga kalimat: .... berdasarkan, bisa ditarik ke atas bagian VII A1 kalimat tsb, lalu yg b1 hanya kalimat sisa dan b2 kalimat sisa yang membedakan saja. Di draft yang Bu Nisa kirim, di VIIA1b2 masih ada tulisan (dan warna sama dengan kalimat sebelumnya sehingga tidak terlihat akan ditambah)....berdasarkan penugasan kriteria diperjelas dan pembatasan. Kalau masih seperti ini, bisa jadi pertanyaan cecaran peserta saat prasos tgl 20 Des. Jadi kesimpulannya...sepertinya yang ada di notulen Sidang TP3 bulan lalu (notulen dibacakan sidang tadi pagi Senin tgl 16 Des) belum dimasukkan.

VII. A.Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

No Unsur/Sub Unsur Penjelasan Keterangan

VII.A.1.a Makalah iptek dan pelayanan kepada masyarakat 1) menulis makalah iptek

dalam majalah populer atau surat kabar

 Bukti makalah yang disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi.

 Hasil wawancara yang dimuat dalam majalah/surat kabar tidak dinilai

Nilai 2, semua jenjang

2) menulis naskah iptek untuk tayangan di TV/radio/media elektronik lainnya atau

Bukti makalah, tanggal/jadwal penayangan acara tersebut dilampiri dengan surat undangan/pernyataan dari

Nilai 2, semua jenjang

(18)

DRAF (20 Des 2013)

tempat tertentu di luar

lingkungan kerjanya pengelola TV/radio 3) menulis karya tulis

ilmiah yang tidak diterbitkan

Bukti makalah dan Surat keterangan dari pejabat tertinggi unit kerja tentang tujuan penulisan KTI tersebut, serta laporan penelitian yang diterbitkan bukan oleh Publishing house

Nilai 2, bagi jenjang Peneliti Pertama dan Peneliti Muda

VII.A.1.b Pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan

1) memberikan pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum

pemerintahan dan pembangunan berdasarkan bidang keahlian

Surat keterangan atau bukti lainnya yang disahkan pejabat unit kerja tertinggi dari instansinya

Nilai 1, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

2) memberikan pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum

pemerintahan dan pembangunan

berdasarkan penugasan untuk pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kompetensi dan memberikan dampak positif

Surat keterangan atau bukti lainnya yang disahkan pejabat unit kerja tertinggi dari instansinya

Nilai 1, Peneliti Pertama dan Peneliti Muda

VII.A.2 Terjemahan buku pelajaran

a)

Terjemahan/

saduran buku pelajaran perguruan tinggi atau buku ilmiah

 Buku, asli atau foto kopi yang disahkan oleh pejabat tertinggi unit kerja

 Disertai surat keterangan apabila diterjemahkan oleh lebih dari satu orang

Nilai 15, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

b)

Terjemahan/

saduran buku pelajaran SLTA ke bawah

Sda Nilai 5, semua

jenjang

VII. B. Keikutsertaan dalam Kegiatan Ilmiah VII.B.1 Keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah

a. Penyuntingan risalah pertemuan (publikasi

ilmiah), majalah ilmiah, buku ilmiah, buku pelajaran

Menyampaikan bukti penerbitan (cover publikasi ilmiah, daftar isi)

(19)

DRAF (20 Des 2013)

1)

Anggota Science Referee suatu publikasi ilmiah, diedarkan dan

diterbitkan secara nasional

 Paling banyak tiga nama majalah/publikasi ilmiah yang berbeda per tahun, memiliki ISSN atau ISBN.

 Menyampaikan dokumen pendukung yang sesuai dengan tugas-tugas ybs.

Nilai 5 per majalah/naskah, bagi jenjang Peneliti Madya dan Peneliti Utama

2)

Anggota Science Referee

suatu publikasi ilmiah, diedarkan dan

diterbitkan secara intrenasional

 Paling banyak tiga nama majalah/publikasi ilmiah yang berbeda per tahun, memiliki ISSN atau ISBN.

 Menyampaikan dokumen pendukung yang sesuai dengan tugas-tugas ybs.

Nilai 8 per majalah/naskah, bagi jenjang Peneliti Madya dan Peneliti Utama

3)

Anggota redaksi majalah

ilmiah, terakreditasi  Paling banyak tiga majalah/

publikasi ilmiah, memiliki ISSN atau ISBN.

 Menyampaikan dokumen pendukung yang sesuai dengan tugas-tugas ybs.

Nilai 3 per majalah, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

4)

Anggota redaksi majalah

ilmiah, tidak terakreditasi

 Paling banyak tiga majalah/

publikasi ilmiah, memiliki ISSN atau ISBN.

 Menyampaikan dokumen pendukung yang sesuai dengan tugas-tugas ybs

Nilai 1 per majalah, bagi jenjang Peneliti Pertama s.d.

Peneliti Madya

b.

Anggota pengarah pertemuan ilmiah, tim teknis konsultan ahli penelitian dan

delegasi RI

1)

Anggota panitia pengarah pertemuan ilmiah,

konsultasi ahli dalam penelitian

Asli atau fotokopi surat penunjukan keanggotaan panitia (SK) disahkan pejabat berwenang

Nilai 1, bagi jenjang

Peneliti Madya dan Peneliti Utama

2)

Ketua delegasi ke

pertemuan ilmiah internasional

Asli atau fotokopi surat penunjukan keanggotaan panitia (SK) disahkan pejabat berwenang

Nilai 3, bagi jenjang Peneliti Utama

3)

Anggota delegasi ke pertemuan ilmiah internasional

Asli atau fotokopi surat penunjukan keanggotaan panitia (SK) disahkan pejabat berwenang

Nilai 2, bagi jenjang Peneliti Muda s.d Peneliti Utama c. Pertemuan teknis ilmiah antar unit/organisasi penelitian terkait dengan bidang kepakaran

 Ketua dalam pertemuan ilmiah tingkat

internasional/

regional/nasional

Asli atau fotokopi surat penunjukan (SK) atau sertifikat yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 1 per tahun, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

 Anggota dalam

pertemuan ilmiah tingkat

Asli atau fotokopi surat penunjukan

(SK) atau sertifikat yang telah Nilai 0.5 per tahun, bagi

(20)

DRAF (20 Des 2013)

internasional/

regional/nasional disahkan oleh pejabat berwenang jenjang Peneliti Pertama dan Peneliti Muda

 Anggota Pengurus organisasi profesi ilmiah internasional/nasional

Asli atau foto kopi surat penunjukan (SK) atau sertifikat yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 2 per tahun, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

 Anggota organisasi profesi internasional/

nasional

Foto kopi kartu anggota, ATAU BUKTI OTENTIK LAINNYA

Nilai 1 per tahun, bagi jenjang Peneliti Pertama s.d.

Peneliti Madya VII.B.2 Keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah yang tidak termasuk bidang kepakaran pejabat

peneliti: Kursus/pelatihan ilmiah yang tidak termasuk bidang kepakarannya tetapi masih terkait.

1)

Mengikuti kursus lebih dari 960 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 7, bagi semua jenjang

2)

Mengikuti kursus antara

641 dan 960 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 5, bagi semua jenjang

3)

Mengikuti kursus antara

481 dan 640 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 4, bagi semua jenjang

4)

Mengikuti kursus antara

161 dan 480 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 3, bagi semua jenjang

5)

Mengikuti kursus antara

80 dan 160 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 2, bagi semua jenjang

6)

Mengikuti kursus kurang

dari 80 JP

Foto kopi sertifikat dan mata ajar kursus yang telah disahkan oleh pejabat berwenang

Nilai 1, bagi semua jenjang

VII.C. Pembinaan Kader Non Peneliti

VII.C.1 Memberikan bimbingan penuh kader ilmiah sampai mencapai tingkat:

a. Doktor, per orang sebagai:

1) Pembimbing utama Fotokopi cover disertasi, disertai dengan lembar persetujuan pembimbing, daftar isi, disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 8 per orang, bagi jenjang Peneliti Utama

2) Pembimbing pendamping Sda. Nilai 3, bagi

jenjang

Peneliti Madya dan Peneliti Utama 3) Penguji Doktor Surat permohonan, pernyataan dari

fakultas/jurusan universitas ybs. Nilai 1.5, bagi jenjang Peneliti

(21)

DRAF (20 Des 2013)

Utama b. Pasca Sarjana, per orang sebagai:

1) Pembimbing utama Fotokopi cover thesis, disertai dengan lembar persetujuan pembimbing, daftar isi, disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 3, bagi jenjang Peneliti Madya dan Peneliti Utama

2) Pembimbing pendamping Sda. Nilai 2, bagi

jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama 3) Penguji Pasca Sarjana Surat permohonan, pernyataan dari

fakultas/jurusan universitas ybs. Nilai 1, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama c.Sarjana, per orang sebagai:

1) Pembimbing Utama Fotokopi cover skripsi atau tugas akhir, disertai dengan lembar persetujuan pembimbing, daftar isi, disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 1, bagi jenjang Peneliti Muda s.d.

Peneliti Utama

2)

Pembimbing

Pendamping

Fotokopi cover skripsi atau tugas akhir, disertai dengan lembar persetujuan pembimbing, daftar isi, disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 1, bagi semua jenjang

VII.C.2 Pengajaran kader ilmiah

a. Melaksanakan tugas mengajar pada perguruan tinggi, tiap SKS (maksimum 6 SKS) per semester:

1) Strata 1 Mendapatkan ijin tugas mengajar dari unit kerja, disertai surat keterangan dari universitas tempat mengajar, fotokopi disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 0.5 per SKS, bagi semua jenjang

2) Strata 2 atau strata 3 Mendapatkan ijin tugas mengajar dari unit kerja, disertai surat keterangan dari universitas tempat mengajar, fotokopi disahkan oleh pejabat unit kerja tertinggi

Nilai 1 per SKS, bagi jenjang Peneliti Muda s.d. Peneliti Utama

b.

Melaksanakan tugas

mengajar pada kursus/

penataran ilmiah, per tahun (dihitung satu kali)

Surat keterangan mengajar dari penanggung jawab

kursus/penataran ilmiah

Nilai 1, bagi semua jenjang

VII.D. Perolehan penghargaan/tanda jasa

Memperoleh penghargaan/ tanda jasa Satya Lencana Karya Satya:

a) 30 (tigapuluh) tahun Surat Keterangan/Sertifikat Nilai 3, bagi

(22)

DRAF (20 Des 2013)

semua jenjang b) 20 (duapuluh) tahun Surat Keterangan/Sertifikat Nilai 2, bagi

semua jenjang c) 10 (sepuluh) tahun Surat Keterangan/Sertifikat Nilai 1, bagi

semua jenjang

VII.E. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar

kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugas:

Pengusulan penilaian harus melampirkan:

 Foto kopi ijazah yang disahkan pejabat/kepala unit kerja tertinggi di instansi tersebut.

melampirkan fotokopi cover disertasi/thesis, daftar isi dan abstraknya.

a) S3 Jelas Nilai 15/gelar,

bagi semua jenjang

b) S2 Jelas Nilai 10/gelar,

bagi semua jenjang

c) S1 Jelas Nilai 5/gelar,

bagi semua jenjang

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara cedera kepala ringan dan kelainan intrakranial pada gambaran CT-Scan kepala di RSUP

melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Emiten atau Perusahaan Publik tidak memiliki fungsi pemantau risiko

Perbedaan penelitian ketiga dengan penelitian ini adalah pada penelitian ketiga bertujuan untuk mengetahui karakteristik media pembelajaran komik IPA yang dibutuhkan

Data yang diperoleh dari angka gua digunakan untuk memberikan informasi tentang kualitas dari arah mata angin yang ditunjukkan oleh pengguna, serta

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tarif Layanan

kemudian sensor arus dan tegangan akan menerima sinyal analog dari Solar cell dan beban lampu yang akan di proses mikrokontroler arduino uno menjadi sinyal digital dimana

Hasil perancangan sistem yang dibangun adalah Sistem Aplikasi Konseling Pelanggaran Siswa di SMP Negeri 1 Ngancar akan menjadi solusi sistem lama yang akan mempermudah

Dengan demikian dampak turunan terhadap persepsi masyarakat tidak banyak berpengaruh dengan kata lain persepsi masyarakat terhadap kegiatan yang sedang dilaksanakan di