• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bakso Bandung Mas Bambang Tjahjar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Analisa Bakso Bandung Mas Bambang Tjahjar"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

1

Analisa Bakso Bandung

Mas Bambang Tjahjar

(2)

2

A. Analisis Kinerja Keuangan

a.1 Liquidity Ratio a. Current Ratio

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =800000000

123000000 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 6,054

b. Quick Test Ratio

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑇𝑒𝑠𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 − 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑇𝑒𝑠𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =800000000 − 50000000

123000000 𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑇𝑒𝑠𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 6,09

c. Cash Ratio

𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝐶𝑎𝑠ℎ

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 79000000

123000000 𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 0,64

(3)

3 d. Cash Turnover Ratio

𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝐶𝑎𝑠ℎ 𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =59000000

79000000 𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 74,68%

e. Inventory to Net Working Capital Ratio

𝐼𝑇𝑁𝑊𝐶𝑅 = 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 − 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠

𝐼𝑇𝑁𝑊𝐶𝑅 = 50000000

800000000 − 123000000 𝐼𝑇𝑁𝑊𝐶𝑅 = 7%

a.2 Leverage Ratio a. Debt to Asset Ratio

𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =123000000

800000000 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 15%

b. Times Interest Earned Ratio 𝑇𝐼𝐸𝑅 = 𝐸𝐵𝐼𝑇

𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑇𝐼𝐸𝑅 =69000000

1200000

𝑇𝐼𝐸𝑅 = 57,5

(4)

4

B. Postur Stratejik

b.1 Visi dan Misi

Visi : Unggul dalam persaingan dengan perusahaan makanan cepat saji lainnya baik itu dalam segi produknya, popularitasnya dan sukses dalam mencapai target yaitu mampu memberikan cabang anak perusahaan ke seluruh nusantara dan dalam jangka panjang nanti mampu menempuh pangsa pasar luar negeri.

Misi : Memberikan layanan terbaik bagi setiap konsumen

Menjaga kualitas produk dengan menyediakan bahan baku unggulan Membuka usaha waralaba

b.2 Tujuan

Dalam beberapa tahun kedepan, Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” (selanjutnya ditulis dengan BAMBANG TJAHJAR) bertujuan untuk melebarkan pangsa pasarnya ke seluruh nusantara, dengan cara membuka bisnis waralaba sebagai media dalam mencapai tujuan tersebut. Tidak hanya itu, untuk jangka panjang, Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” ingin mencoba memasarkan produknya ke luar negeri.

b.3 Strategi

Strategi yang digunakan adalah diferensiasi produk. Maksudnya adalah, bakso yang ditawarkan oleh Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” sangatlah beragam, mulai dari baso keju, baso cincang dan masih banyak lagi. Hal ini menjadikan ciri khas tersendiri sehingga dapat menjadi selling point yang kuat.

b.4 Kebijakan

Bakso Bandung Mas BAMBANG TJAHJAR memiliki kebijakan terkait pengembangan usahanya, yakni membuka kesempatan bagi para pengusaha muda untuk mencoba bisnis waralaba atau franchise dari Bakso Bandung Mas BAMBANG TJAHJAR. Hal ini juga dilakukan sebagai salah satu langkah BAMBANG TJAHJAR dalam mencapai visi perusahaan.

(5)

5

C. Tata Kelola Perusahaan

c.1 Business ethic

BAMBANG TJAHJAR selalu menerapkan moto quality over quantity, dimana perusahaan ini selalu menggunakan bahan-bahan terbaik yang diperoleh langsung dari pasar tradisional dan juga dari pihak penjual yang sudah terjamin kualitas dan keamanan produk yang di supply, sehingga setiap jenis produk yang BAMBANG TJAHJAR jual, telah memilki standar mutu yang baik. Tidak hanya itu, kualitas pelayanan pun selalu menjadi prioritas utama BAMBANG TJAHJAR.

c.2 Code of conduct Etika Kerja

BAMBANG TJAHJAR memberikan arahan secara khusus kepada para pegawainya untuk selalu bekerja dengan standar tinggi, mengedepankan kualitas baik bagi kepentingan perusahaan dan juga kepentingan konsumen. Pelatihan pun selalu diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pemilik agar dapat memberikan produk-produk terbaik setiap harinya.

Komitmen terhadap hal-hal khusus

Pelaksanaan pengelolaan catatan, dokumen dan informasi yang akurat, tepat waktu dan dapat dipertanggung jawabkan.

Kewajiban untuk turut mengamankan dan menjaga, memelihara dan menggunakan harta benda Perusahaan dengan sebaikbaiknya sesuai dengan ketentuan.

Tidak mentolerir adanya praktek-praktek penjualan informasi dari orang dalam (insider trading) dan melakukan tindakan hukum atas pelaku insider trading.

(6)

6

D. Analisis Lingkungan Internal (Analisis Fungsi Bisnis)

d.1. Marketing a. Product :

(+) BAMBANG TJAHJAR memiliki produk bakso yang sangat variatif mulai dari bakso keju, bakso rudal, bakso bakar, bakso tomat, bakso atom dan masih banyak lagi, yang masih langka ditemui di tempat-tempat bakso lainnya.

(+) Untuk melengkapi bakso tersebut, BAMBANG TJAHJAR juga menyediakan aneka jus dari buah-buahan segar, sehingga konsumen benar-benar sangat dimanjakan.

b. Price :

(+) Harga yang ditawarkan relative murah apabila dibandingkan dengan bakso-bakso yang telah memiliki nama besar

(-) Harga cenderung fluktuatif, mengikuti harga bahan baku daging sapi yang diperoleh dari pasar

c. Place :

(+) Bertempat di taman kopo indah, BAMBANG TJAHJAR memiliki tempat yang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas, sehingga pelanggan dapat menikmati bakso tanpa terganggu polusi dari kendaraan bermotor.

(-) Tempat relative terlalu jauh dari pusat kota, sehingga sulit untuk memperluas pangsa pasar yang ada.

d. Promotion :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan cara tradisional sebagai media promosi utama dengan membagikan brosur kepada masyarakat. Cara ini masih kurang efektif dalam menarik minat konsumen karena lingkupnya yang terlalu kecil.

(7)

7

d.2 Finance a. Financing :

(-) Penggunaan modal pinjaman dari bank yang besar sebagai modal sangat beresiko bagi keberlangsungan usaha.

b. Investing :

(+) Operating income yang diperloleh digunakan untuk menambah asset-asset perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas produksi perusahaan

d.3 Operation

a. Design of good and services :

(+) Jenis produk yang ditawarkan oleh BAMBANG TJAHJAR sangat unik, dimana masih jarang kompetitor yang memiliki produk serupa, seperti bakso keju, bakso rudal dan lainnya.

(+) Kualitas pelayanan yang diberikan sangat baik, dimana setiap pegawai dilatih untuk menyambut pelanggan dan memberikan service yang memuaskan.

b. Managing quality :

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu melihat kondisi pasar dengan melalui berbagai macam media yang ada saat ini, hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen dari BAMBANG TJAHJAR.

(+) BAMBANG TJAHJAR memberikan pengawasan ketat terhadap keseluruhan proses produksi, mulai dari inbound hingga outbound. Alat-alat produksi pun selalu mendapatkan maintenance secara berkala, untuk mencegah menurunya kualitas produk.

c. Process and capacity design :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan alat-alat produksi secara tradisional yang dari segi efisiensi masih rendah apabila dibandingkan dengan kompetitornya.

(-) Tata letak fasilitas produksi pun masih belum terencana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi tempat produksi yang kurang tertata.

(8)

8 d. Location selection :

(+) Bertempat di TKI, BAMBANG TJAHJAR relative jauh dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga pelanggan tidak terganggu oleh polusi kendaraan.

(-) Meskipun demikian, lokasi tersebut dianggap terlalu jauh dari pusat kota. Hal ini menyebabkan rendahnya minat masyarakat yang lokasinya jauh dari BAMBANG TJAHJAR untuk datang dan makan di sana.

e. Layout design :

(-) Desain tempat makan masih terkesan seadanya.

(-) Desain produksi masih belum terlalu memperhatikan aspek efisiensi.

f. Human resources and job design

(+) Penggunaan media internet sebagai media perekrutan dapat menjaring calon tenaga kerja yang lebih luas.

(+) Memberikan penghargaan “employee of the month” sebagai bentuk motivasi tambahan bagi para pegawai.

g. Supply-chain management

(+) Pembelian bahan baku yang berasal dari supplier tetap di pasar tradisional yang telah terjamin kualitasnya.

h. Inventory

(+) Proses penyimpanan bahan baku yang sangat teroganisir, mulai dari pembelian bahan mentah dari pasar, proses pengolahannya yang higienis hingga proses produksi. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas bahan baku bakso agar tetap fresh ketika dikonsumsi

i. Scheduling

(9)

9 (+) Pembelian bahan baku yang sudah terencana untuk produksi selama 1 minggu

j. Maintenance

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu mengadakan maintenance terhadap alat-alat produksi yang digunakan secara rutin, paling tidak dalam 1 bulan dilakukan satu kali perawatan secara intensif.

Tabel IFAS

Faktor Strategis

Internal

Bobo t

Ratin g

Skor Keterangan

A. Kekuatan

1. Produk yang sangat variatif (S1)

0,2 5 1 Produk yang ditawarkan oleh BAMBANG TJAHJAR memiliki kelebaran yang baik

2. Berlokasi di daerah perumahan (S2)

0,1 3 0,3 Berlokasi di perumahan, tempat makan BAMBANG TJAHJAR jauh dari polusi kendaraan

3. Orientasi pengembangan usaha yang baik (S3)

0,05 2 0,1 Omset yang diperoleh digunakan untuk pembelian alat-alat

produksi tambahan

4. Kualitas pelayanan yang baik (S4)

0,05 3 0,15 Pemberian pelatihan kepada pegawai untuk melatih kemampuan

5. Pengawasan ketat terhadap keseluruhan proses produksi (S5)

0,1 3,5 0,35 Keseluruhan proses produksi diawasi dengan ketat untuk menjaga kualitas produksi dari awal hingga akhir

B. Kelemahan

(10)

10

1. Harga jual produk yang fluktuatif (W1)

0,2 4 0,8 Harga jual produk sangat

bergantung kepada dinamisme harga bahan baku daging sapi 2. Tempat usaha

yang jauh dari pusat kota (W2)

0,1 3 0,3 Tempat usaha terlalu jauh dari pusat kota, menyulitkan

penawaran kepada masyarakat luas

3. Media promosi yang masih

tradisional (W3)

0,1 2 0,2 Penggunaan brosur sebagai media pemasaran dianggap kurang

terlalu efektif menggaet pasar 4. Desain tempat

makan masih terkesan seadanya (W4)

0,05 2 0,1 Desain tempat makan terlihat terlalu rumahan, tidak terlalu modis apabila dibandingkan dengan kompetitor yang ada 5. Penggunaan alat

produksi

tradisional (W5)

0,05 2 0,1 Alat-alat produksi belum terlalu canggih, sehingga tidak terlalu efisien

TOTAL 1 3,4

(11)

11

E. Value Chain Analysis

e.1 Inbound logistic

a. Infrastruktur perusahaan : BAMBANG TJAHJAR memiliki gudang penyimpanan sementara untuk menyimpan bahan baku yang akan diproses lebih lanjut.

a. SDM : BAMBANG TJAHJAR merekrut SDM untuk bagian supply bahan baku melalui media internet dan juga koran untuk dapat menjaring calon tenaga secara luas.

a. Teknologi : BAMBANG TJAHJAR belum terlalu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dalam proses distribusi bahan baku.

a. Pengadaan : BAMBANG TJAHJAR menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana utama dalam proses pengiriman bahan baku ke gudang perusahaan.

e.2 Operation

a. Infrastruktur perusahaan : BAMBANG TJAHJAR memiliki manajemen yang terstruktur dengan baik untuk proses produksi bahan baku yang telah diterima.

b. SDM : BAMBANG TJAHJAR merekrut SDM untuk bagian produksi melalui media internet dan juga koran untuk dapat menjaring calon tenaga secara luas, tidak hanya itu, pelatihan pun rutin dilakukan sebagai sarana peningkatan kemampuan para pegawai.

c. Teknologi : BAMBANG TJAHJAR menggunaan teknologi tradisional dalam hal pengolahan bahan baku hingga menjadi bahan setengah jadi.

d. Pengadaan : BAMBANG TJAHJAR menggunakan berapa persen dari operating income untuk digunakan sebagai biaya untuk meningkatan kualitas produksi.

e.3 Outbound

a. Infrakstruktur perusahaan : Gudang penyimpanan bahan setengah jadi dengan dapur sebagai tempat produksi utama tidak terlalu jauh, sehingga proses pengolahan bahan tersebut hingga diberikan kepada konsumen tidak memakan waktu yang terlalu lama.

b. SDM : BAMBANG TJAHJAR merekrut SDM untuk bagian pelayanan kepada konsumen dari media online dan juga koran.

c. Teknologi : BAMBANG TJAHJAR belum memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses penyaluran produk kepada konsumen.

(12)

12 d. Pengadaan : karena tempat produksi bahan setengah jadi menyatu dengan tempat penjualan, maka BAMBANG TJAHJAR tidak memerlukan biaya tambahan.

e.4 Marketing and Sales

a. Infrastruktur perusahaan : BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan media tradisional dalam memasarkan produknya, belum memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis internet.

b. SDM : BAMBANG TJAHJAR menghire SDM untuk bagian pemasaran melalu media internet dan juga koran untuk menjaring calon tenaga kerja secara luas.

c. Teknologi : BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan media tradisional dalam memasarkan produknya berupa penyebaran brosur, dan belum terlalu memanfaatkan sarana internet.

d. Pengadaan : BAMBANG TJAHJAR harus menyediakan dana tambahan untuk pembuatan brosur yang akan disebar sebagai media pemasaran utama mereka.

e.5 Service

a. Infrastruktur perusahaan : BAMBANG TJAHJAR menyediakan kolom untuk media pemberian kesan dan pesan dari konsumen kepada BAMBANG TJAHJAR di setiap meja makan.

b. SDM : BAMBANG TJAHJAR memberikan pelatihan secara konsisten mulai dari penyambutan konsumen, produksi hingga cara berterima kasih kepada konsumen sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen.

c. Teknologi : BAMBANG TJAHJAR belum menggunakan media internet sebagai sarana penyampaian kesan dan pesan konsumen kepada BAMBANG TJAHJAR, dan masih menggunakan media tradisional berupa kotak kesan dan pesan di setiap meja makan.

d. Pengadaan : BAMBANG TJAHJAR menyediakan dana untuk pengadaan program pelatihan para pegawai yang ada, yang diperoleh dari persentase operating income setiap bulannya.

(13)

13

Tabel TIROCA

No Apakah

sumber daya atau kapabilitas organisasi memiliki kriteria sbb:

1 Tangible resources V R I N Daya

Saing

Financial Cash account no no no no CDA

Piutang yes no no no CP

Kapasitas meminjam yes no no no CP

Physical Kemodernan pabrik dan fasilitas no no no no CDA Kestrategisan lokasi pabrik yes yes no no TCA Kecanggihan mesin/perlengkapan

pabrik

no no no no CDA Teknologi Rahasia dagang yes yes no no TCA Proses produksi yang inovatif yes yes yes yes SCA

Patent yes yes no no TCA

HAKI yes yes no no TCA

Merk dagang yes yes yes yes SCA

Organisasi Keefektifan perencanaan strategis no no no no CDA Keunggulan sistem pengendalian yes yes no no TPA Keunggulan sistem evaluasi yes no no no CP

2 Intangible Resources

HR Pengalaman dan kapabilitas yes yes no no TCA Kemampuan untuk dipercaya yes yes yes yes SCA

Keefektifan tim kerja yes no no no CP

Keterampilan manajerial yes no no no CP

Inovasi Keahlian ilmiah yes yes no no TCA

Keahlian teknis yes yes yes yes SCA

Penciptaan ide kreatif yes yes yes yes SCA

Reputasi Nama merek yes yes yes yes SCA

Reputasi dengan pemasok yes yes no no TCA Reputasi dengan pelanggan yes yes yes yes SCA

(14)

14

Keandalan produk yes yes yes yes SCA

Kinerja mutu produk yes yes no no TCA

3 Organisational Capability

Adapt to C Pelayanan pelanggan yang unggul yes no no no CP Prod. Dev. Kapabilitas pengembangan produk yes yes no no TCA HRM Proc. Kemampuan merekrut, motivasi SDM yes no no no CP

F. PEST Analysis

f.1 Politik :

(+) Maraknya program-program pemerintah yang semakin mendukung terhadap koperasi dan UKM. Kehadiran program tersebut dapat menjadi angin segar bagi para pelaku UKM karena dapat memberikan suntikan modal yang amat sangat membantu.

(-) Stabilitas politik di Indonesia sedang tidak baik, hal ini berpotensi menggangu kestabilan industry UKM, terkait dengan kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah.

f.2 BAMBANG TJAHJARnomi :

(+) Harga minyak dunia tengah mengalami penurunan, sehingga berpotensi untuk mengurangi harga-harga bahan baku.

(-) Rupiah tengah mengalami depresiasi yang amat memprihatinkan, hal ini dapat berpengaruh terhadap kestabilan harga-harga bahan baku.

f.3 Sosial dan Budaya :

(+) Masyarakat Indonesia khususnya masyrakat kota Bandung sangat antusias terhadap perkembangan industry kuliner. Hal ini memberikan peluang bagi BAMBANG TJAHJAR untuk menawarkan produknya sebagai salah satu alternatif kuliner yang patut untuk dicoba.

(+) Bakso merupakan makanan tradisional yang sudah sejak lama menjadi makanan favorit bagi masyarakat Indonesia, sehingga produk dari BAMBANG TJAHJAR dapat dengan mudah diterima.

(15)

15

f.4 Teknologi :

(+) Munculnya fenomena peningkatan pengguna media social dapat menjadi peluang pemasaran yang sangat efektif untuk memasarkan produk-produk dari BAMBANG TJAHJAR ke lingkup masyarakat yang lebih luas, sehingga tidak hanya terpaku kepada masyarakat yang tinggal disekitar TKI saja.

(-) Terlalu luasnya akses internet berpotensi mengurangi value BAMBANG TJAHJAR karena informasi yang diberikan oleh masyarakat terhadap BAMBANG TJAHJAR menjadi tidak dapat terkendali dan tersaring.

f.5 BAMBANG TJAHJARlogi :

(-) Kondisi cuaca di Indonesia yang sedang mengalami pancaroba dapat mengganggu proses operasional BAMBANG TJAHJAR.

(-) Tingginya curah hujan berpotensi menghadirkan bencana banjir yang dapat merugikan BAMBANG TJAHJAR.

Tabel EFAS

Faktor Strategis Internal

Bobo t

Ratin g

Skor Keterangan

A. Peluang

1. Maraknya program-

program UKM dari pemerintah

0,2 5 1 Program-program pemerintah semakin mempermudah

pelaku UKM dalam memperoleh modal tambahan

2. Harga minyak dunia sedang mengalami penurunan

0,1 3 0,3 Harga minyak dunia yang

turun dapat berpengaruh

terhadap harga BBM yang

berdampak langsung pada

biaya bahan baku

(16)

16

3. Antusiasme masyrakat terhadap

industri kuliner

0,05 2 0,1 Masyarakat menyambut positif kehadiran berbagai macam produk kuliner, dapat menjadi potensi penjualan 4. Bakso

merupakan kuliner favorit masyarakat Bandung

0,05 3 0,15 Bakso sudah lama menjadi makanan favorit di Kota

Bandung, sehingga tidak akan sulit menawarkan produk BAMBANG TJAHJAR

5. Fenomena media sosial yang sedang booming

0,1 3,5 0,35 Tingginya pengguna medsos dapat menjadi sarana

pemsaran produk BAMBANG TJAHJAR yang sangat efektif dan murah

B. Ancaman

1. Stabilitas politik yang buruk di Indonesia

0,2 4 0,8 Stabilitas politik yang buruk dapat berpengaruh kepada kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah 2. Rupiah

mengalami depresiasi

0,1 3 0,3 Melemahnya nilai tukar rupiah dapat berpengaruh kepada harga-harga bahan baku yang ada di pasaran 3. Terlalu

luasnya akses internet

0,1 2 0,2 Akses internet yang terlalu

luas menjadi sulit dikontrol,

sehingga sulit untuk

(17)

17

memfilter informasi yang tersebar

4. Kondisi cuaca pancaroba

0,05 2 0,1 Cuaca ekstrim yang tengah terjadi berpotensi

mengganggu proses

operasional dari BAMBANG TJAHJAR

5. Tingginya curah hujan

0,05 2 0,1 Tingginya curah hujan berpotensi menghadirkan banjir yang dapat mengurangi tingkat penjualan dari

BAMBANG TJAHJAR

TOTAL 1 3,4

G. Analisis Lingkungan Mikro

f.1 Consumer

Secara umum, seluruh produk yang ditawarkan oleh BAMBANG TJAHJAR merupakan produk B2C atau business to consumer, dimana BAMBANG TJAHJAR secara langsung menawarkan produknya kepada konsumen atau masyarakat luas.

f.2 Competitor

a. Threat of new entrants : Bakso merupakan kuliner yang tidak terlalu sulit untuk dibuat, tidak hanya itu, modal yang diperlukan untuk membuat sebuah usaha rumah makan bakso relative kecil apabila dibandingkan dengan produk lainnya, oleh karena itu hal tersebut menyebabkan banyaknya kompetitor yang dapat dengan mudah masuk kedalam persaingan dan menjadi kompetitor.

(18)

18 b. Rivalry among existing firms : Saat ini sudah banyak sekali jumlah pesaing yang menjual produk utama bakso, tentunya dengan membawa keunggulan dan ciri khas masing-masing. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat persaingan di dalam penjualan produk ini. Persaingan yang tengah terjadi ini dapat dikategorikan sebagai persaingan sempurna, dimana banyak terdapat penjual diikuti dengan banyaknya jumlah pembeli.

c. Threat of substitute : Bakso merupakan kuliner yang memiliki cita rasa yang khas yang tidak dapat ditemukan di dalam produk lainnya, meskipun menggunakan bahan baku yang sama, oleh karena itu tingkat ancaman dari produk subtitusi dapat dikatakan rendah.

d. Bargaining power of buyer : Dengan tingginya minat masyarakat terhadap produk Bakso ini, ditambah lagi harga jual produk yang terdiferensiasi dengan sangat baik, menyebabkan bargaining power of buyer menjadi rendah, karena BAMBANG TJAHJAR tidak hanya bergantung pada beberapa konsumen saja, dalam artian konsumen tidak memiliki dampak yang terlalu signifikan terhadap BAMBANG TJAHJAR.

e. Bargaining power of supplier : Pemasok daging sapi yang ada di kota Bandung sudah sangat berlimpah, mengikuti peningkatan tren konsumsi daging sapi, sehingga supplier tidak memiliki bargaining power yang besar terhadap BAMBANG TJAHJAR.

f. Relative power from other stakeholder : Pengaruh kehadiran stakeholder (pemerintah, serikat pekerja, komunitas local) memberikan pengaruh yang cukup signifikan, atau dapat dikatan medium, karena mereka lah yang berperan sebagai pengawas aktivitas penjualan BAMBANG TJAHJAR secara tidak langsung. Apabila mereka menganggap BAMBANG TJAHJAR melakukan praktik perdagangan yang diluar kewajaran, maka suara mereka dapat dengan mudah menghentikan operasional BAMBANG TJAHJAR.

f.3 Colaborator Supply chain analysis

[Pasar Tradisional] → [Bakso Bandung Spesial Mas BAMBANG TJAHJAR] → [Bakso Bandung Spesial Mas BAMBANG TJAHJAR]

(19)

19 BAMBANG TJAHJAR membeli seluruh bahan baku yang diperlukan dalam produksi dari pasar tradisional. Kemudian, seluruh proses produksi dilakukan oleh BAMBANG TJAHJAR dan begitupun dengan proses penjualan.

f.4 Key Success Factor Analysis

Faktor Kunci Sukses BAMBANG TJAHJAR Bakso Anggrek

BMK

Bobot Rating Skor Rating Skor Rating Skor Saluran distribusi 0,16 4,5 0,72 3,5 0,56 3,5 0,56

Kualitas layanan 0,16 3,5 0,56 3,5 0,56 4 0,64

Reputasi merk 0,18 4 0,72 3 0,54 4 0,72

Promosi dan edukasi produk asuransi

0,13 2,5 0,325 4 0,52 3,5 0,46

Diferensiasi produk 0,12 4 0,48 4 0,48 2,5 0,3 Penerapan sistem

informasi

0,15 3,5 0,525 3,5 0,525 3 0,45

Jaringan mitra 0,1 3 0,3 3,5 0,35 3,5 0,35

TOTAL 3,63 3,535 3,48

f.5 Creditor

BAMBANG TJAHJAR menggunakan dana pinjaman dari bank sebesar Rp. 123.000.000,00

(20)

20

H. Analisis Lingkungan perusahaan

Tabel SFAS

Faktor Strategis Bobot Rating Skor Durasi Keterangan S M L

Produk yang variatif (S1)

0,2 5 1 Y Produk yang inovatif telah menjadi kekuatan utama BAMBANG TJAHJAR sejak pertama kali, sehingga tidak menjadi fokus utama

Berlokasi di

daerah

perumahan (S2)

0,1 3 0,3 Y Untuk memperluas pangsa pasar,

perusahaan perlu mencari alternatif lokasi tambahan

Kualitas pelayanan yang baik (S3)

0,05 2 0,1 Y Kualitas pelayanan yang ada sudah baik, dan hanya perlu sedikit pembenahan

Harga jual produk fluktuatif (W1)

0,05 3 0,15 Y Fluktuasi harga bahan baku sangat

berpengaruh terhadap biaya OP, sehingga harus menjadi fokus utama

Desain tempat yang masih seadanya (W4)

0,1 3,5 0,35 Y Untuk mampu mengimbangi para kompetitor, aspek ini perlu menjadi perhatian dalam beberapa waktu kedepan

Maraknya

program UKM dari pemerintah (O1)

0,2 4 0,8 Y Maraknya program UKM harus dapat

dimanfaatkan sedini mungkin demi kemajuan perusahaan

Antusiasme masyarakat terhadap industri kuliner (O3)

0,1 3 0,3 Y Trend pasar saat ini yang meningkat terhadap industri kuliner diramalkan akan bertahan cukup lama

Fenomena media sosial (O5)

0,1 2 0,2 Y Jumlah pengguna media sosial yang semakin bertambah setiap tahunnya,

(21)

21 sehingga bukan menjadi fokus utama

perusahaan

Stabilitas politik yang buruk (T1)

0,05 2 0,1 Y Ketidak stabilan kondisi politik di Indonesia harus menjadi perhatian

BAMBANG TJAHJAR agar dapat mengambil tindakan preventif

Tingginya curah hujan (T5)

0,05 2 0,1 Y BAMBANG TJAHJAR harus memperhatikan kondisi alam yang ada di sekitar usaha, agar dapat mengambil tindakan preventif sedini mungkin

Total 1 3,4

(22)

22

I. Formulasi Strategi

i.1 Pemetaan Strategi Perusahaan a. Strategi Korporasi

Keterangan:

Perusahaan berada dalam tahap berkembang dengan tongkat pertumbuhan yang prospektif di mana BAMBANG TJAHJAR telah atau sedang menerapkan strategi konsentrasi produk secara vertikal dengan para supplier bahan baku yang selama ini menjadi sole supplier bagi BAMBANG TJAHJAR

b. Strategi Bisnis Competitive

a. Differentiation: Konsisten dengan strategi yang diusung, BAMBANG TJAHJAR menggunakan strategi kompetitif Diferensiasi yang ditunjukkan dengan lini produk yang variatif serta memiliki lebih dari satu macam produk yang dijual.

DIRECTIONAL

STRATEGY GROWTH Konsentrasi Vertikal

(23)

23 b. First Mover: BAMBANG TJAHJAR termasuk salah satu perusahaan yang tergolong “rajin”

dalam menghadirkan produk inovatif yang unik melalui produk-produk bakso yang inovatif.

Hal itu menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan penerap strategi first mover.

c. Market Location Tactic Defensive

Dengan begitu banyaknya competitor yang bergerak di bidang yang sama, maka BAMBANG TJAHJAR menerapkan strategi bertahan dengan cara membuat semacam hak paten bagi produk-produk bakso inovatif yang selama ini di produksi, sehingga mereka menanamkan brand image kepada para konsumennya setiap kali mereka melihat bakso, dan tidak mudah bagi perusahaan lain untuk mengikutinya.

Cooperative

Strategic Alliance Contract Manufacturing

BAMBANG TJAHJAR memutuskan untuk bekerja sama dengan pedagang di pasar tradisional yang berada pada tempat pembelian supply dalam menguatkan posisinya sebagai perusahaan penghasil bakso.

i.2 Functional Strategy

Marketing

a. Product :

(+) BAMBANG TJAHJAR memiliki produk bakso yang sangat variatif mulai dari bakso keju, bakso rudal, bakso bakar, bakso tomat, bakso atom dan masih banyak lagi, yang masih langka ditemui di tempat-tempat bakso lainnya.

(+) Untuk melengkapi bakso tersebut, BAMBANG TJAHJAR juga menyediakan aneka jus dari buah-buahan segar, sehingga konsumen benar-benar sangat dimanjakan.

(24)

24 b. Price :

(+) Harga yang ditawarkan relative murah apabila dibandingkan dengan bakso-bakso yang telah memiliki nama besar

(-) Harga cenderung fluktuatif, mengikuti harga bahan baku daging sapi yang diperoleh dari pasar

c. Place :

(+) Bertempat di taman kopo indah, BAMBANG TJAHJAR memiliki tempat yang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas, sehingga pelanggan dapat menikmati bakso tanpa terganggu polusi dari kendaraan bermotor.

(-) Tempat relative terlalu jauh dari pusat kota, sehingga sulit untuk memperluas pangsa pasar yang ada.

d. Promotion :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan cara tradisional sebagai media promosi utama dengan membagikan brosur kepada masyarakat. Cara ini masih kurang efektif dalam menarik minat konsumen karena lingkupnya yang terlalu kecil.

Finance a. Financing :

(-) Penggunaan modal pinjaman dari bank yang besar sebagai modal sangat beresiko bagi keberlangsungan usaha.

b. Investing :

(+) Operating income yang diperloleh digunakan untuk menambah asset-asset perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas produksi perusahaan

Operation

a. Design of good and services :

(25)

25 (+) Jenis produk yang ditawarkan oleh BAMBANG TJAHJAR sangat unik, dimana masih jarang kompetitor yang memiliki produk serupa, seperti bakso keju, bakso rudal dan lainnya.

(+) Kualitas pelayanan yang diberikan sangat baik, dimana setiap pegawai dilatih untuk menyambut pelanggan dan memberikan service yang memuaskan.

b. Managing quality :

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu melihat kondisi pasar dengan melalui berbagai macam media yang ada saat ini, hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen dari BAMBANG TJAHJAR.

(+) BAMBANG TJAHJAR memberikan pengawasan ketat terhadap keseluruhan proses produksi, mulai dari inbound hingga outbound. Alat-alat produksi pun selalu mendapatkan maintenance secara berkala, untuk mencegah menurunya kualitas produk.

c. Process and capacity design :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan alat-alat produksi secara tradisional yang dari segi efisiensi masih rendah apabila dibandingkan dengan kompetitornya.

(-) Tata letak fasilitas produksi pun masih belum terencana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi tempat produksi yang kurang tertata.

d. Location selection :

(+) Bertempat di TKI, BAMBANG TJAHJAR relative jauh dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga pelanggan tidak terganggu oleh polusi kendaraan.

(-) Meskipun demikian, lokasi tersebut dianggap terlalu jauh dari pusat kota. Hal ini menyebabkan rendahnya minat masyarakat yang lokasinya jauh dari BAMBANG TJAHJAR untuk datang dan makan di sana.

e. Layout design :

(-) Desain tempat makan masih terkesan seadanya.

(-) Desain produksi masih belum terlalu memperhatikan aspek efisiensi.

(26)

26 f. Human resources and job design

(+) Penggunaan media internet sebagai media perekrutan dapat menjaring calon tenaga kerja yang lebih luas.

(+) Memberikan penghargaan “employee of the month” sebagai bentuk motivasi tambahan bagi para pegawai.

g. Supply-chain management

(+) Pembelian bahan baku yang berasal dari supplier tetap di pasar tradisional yang telah terjamin kualitasnya.

h. Inventory

(+) Proses penyimpanan bahan baku yang sangat teroganisir, mulai dari pembelian bahan mentah dari pasar, proses pengolahannya yang higienis hingga proses produksi. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas bahan baku bakso agar tetap fresh ketika dikonsumsi

i. Scheduling

(+) Pembelian bahan baku yang sudah terencana untuk produksi selama 1 minggu

j. Maintenance

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu mengadakan maintenance terhadap alat-alat produksi yang digunakan secara rutin, paling tidak dalam 1 bulan dilakukan satu kali perawatan secara intensif.

(27)

27

BCG Matrix

GE Matrix

IFAS = 3,4 EFAS = 3,4 Keterangan:

BAMBANG TJAHJAR sedang mengalami kondisi STARS, di mana perusahaan ternyata melakukan integrasi vertikal. Di sini perusahaan bertindak sebagai supplier sekaligus produsen, di

mana BAMBANG TJAHJAR memasok dan

memproduksi/mengolah sendiri bahan baku yang diterima.

3

?

Stars

Cash Cows

Dogs

1 2 4 5

1 2 3 4 5

IFAS EFAS

Va IV

II I

VI III

VII VIII IX

Vb

3 3

5 4 2 1

1 2 3 4

5 IFAS = 3,4

EFAS = 3,4 Keterangan:

Berdasarkan matriks GE di samping, BAMBANG TJAHJAR digambarkan sedang mengalami pertumbuhan atau GROWTH yang ditunjukkan pada area berwarna biru pada GE Matrix tersebut (kuadran Va). Perusahaan dapat melakukan ekspansi untuk meperluas pangsa pasar, yang salah satunya dapat ditempuh dengan cara membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia.

(28)

28

TOWS Analysis

i.3 Penentuan Alternatif Strategi

a. GE Matrix Strategy

RBAMBANG TJAHJARmendasi strategy : Ekspansi pasar

Alasan : Perusahaan belum memiliki cabang di kota-kota besar di Indonesia, sedangkan jumlah competitor semakin banyak

b. BCG Matrix Strategy

RBAMBANG TJAHJARmendasi strategy : Integrasi vertikal

Alasan : Dengan wacana penambahan cabang, dengan dilakukannya BCG integrasi vertical, akan mempermudah distribusi

c. TOWS S5T1

RBAMBANG TJAHJARmendasi strategy : Revitalisasi SDM

Opportunities O1. Peningkatan perBAMBANG TJAHJARnomian

O2. Peningkatan kemapanan O3. Menurunnya harga minyak

Threats

T1. Kebijakan peningkatan UMR T2. Melemahnya nilai tukar rupiah T3. Cuaca ekstrem di Indoneisa

Strengths S1. Produk yang variatif S2. Harga bersaing

S3. Produk yang berkualitas S4. Tempat strategis

S5. Managing quality yang baik

S2O2 Meningkatkan produksi mengikuti peningkatan kemapanan konsumen S2O3 Menerapkan harga yang kompetitif mengikuti penuruan harga minyak

S5T1 Dengan peningkatan UMR, melakukan pelatihan SDM untuk meningkatan

efektivitas

S1T3 Memproduksi bakso dengan rasa yang pedas

Weaknesses W1. Harga jual yang fluktuatif W2. RM tidak tersebar W3. Kurangnya promosi

W2O3 Membangun cabang mengikuti penurunan biaya minyak dunia

W3O2 Melakukan promosi secara massive mengikuti trend masyrakat yang berubah

W1T1 Menentukan kebijakan harga jual dengan kebijakan UMR

W2T3 Membangun cabang di daerah yang stabil kondisi cuacanya

(29)

29 Alasan : Dengan adanya kebijakan peningkatan UMR, maka perusahaan sebaiknya meningkatkan kualitas dari SDM yang dimilikinya sehingga tidak ada biaya yang terbuang percuma

d. TOWS W2O3

RBAMBANG TJAHJARmendasi strategy : Buka kantor cabang

Alasan : Peningkatan competitor menyebabkan perusahaan harus meningkatkan penjualannya melalui kantor cabang yang semakin banyak, untuk dapat bersaing

e. TOWS S1T3

RBAMBANG TJAHJARmendasi strategy : Bakso Pedas

Alasan : Dengan semakin tingginya frekuensi hujan, maka BAMBANG TJAHJAR dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan cara memprduksi bakso pedas sehingga konsumen dapat merasa hangat di tengah cuaca yang ekstrim ini.

(30)

30

j. Implentasi Strategi

j.1 Organisasi Pelaksana Program

j.2 Job Description a. General Manager

• Mengarahkan dan mengontrol departemen dala perusahaan

• Merencanakan kegiatan perusahaan b. Sales Manager

• Mengambil keputusan yang berkaitan dengan penjualan

• Merencanakan, mengatur, dan mengontrol budget perusahaan c. Marketing Manager

• Menganalisis kebutuhan di pasar

• Mernecanakan, mengatur, mengontrol strategi pemasaran Owner

Marketing General Manager

Production Sales

(31)

31 d. Production

• Mengontrol pelaksanaan rencana pengendalian produksi

• Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku

j.3 Types of Cross Functional Team

a. Divisi keuangan membutuhkan divisi pemasran untuk koordinasi alokasi anggaran pemasaran b. Divisi produksi membutuhkan divisi pemasran untuk mengetahui jenis produk yang akan diproduksi beserta jumlahnya

c. General manager membutuhkan divisi penjualan untuk melakukan audit keuangan tahunan perusahaan.

j.4 Penjadwalan Pelaksanaan Program

1. STRATEGY 1: Melakukan integrasi vertical

Kode Program PIC Bulan Budget

P1.1 Kerjasama dengan Supplier

Mkt Mgr

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp. 25 juta

2. STRATEGY 2: Ekspansi pasar

Kode Program PIC Bulan Budget

P2.1 Penambahan cabang

BOD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp. 400 juta P2.2 Penambahan

mesin produksi

Fact.

Mgr

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp 25 juta

3. STRATEGY 3: Revitalisasi SDM

Kode Program PIC Bulan Budget

P3.1 Training

1 General

Managar

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp. 3 juta P3.2 Training

2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp 3 juta

(32)

32 P3.3 Training

3

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rp 3 juta

OPTIMAL SUCCESS PARAMETER

No Strategy Disinctive Competency

1 Strategy 1 Bargaining power dan

posisi yang kuat dalam negosisasi

MKT Mkt

intelligence FIN Fin support HRM Conductive teamwork OP Established

SOP for executing project

2 Strategy 2 Kemampuan memilih

lokasi pembangunan cabang

MKT Aggressive selling

FIN Fin

support, ROI naik HRM Conductive

teamwork OP Established

SOP for executing project

3 Strategy 3 Pengalaman yang lebih

dalam pemberian pelatihan

MKT Mkt

knowledge

FIN Fin

support, ROA naik HRM Conductive

teamwork OP Established

SOP for

(33)

33 executing

project BUDGETING

NO STRATEGY PROGRAM KODE BUDGET

1 S1 Kerjasama dengan supplier P11 25,000,000

2 S2 Penambahan cabang P21 400,000,000,000

3 S2 Penambahan mesin produksi P22 25,000,000,000

4 S3 Training 1 P31 3,000,000

5 S3 Training 2 P32 3,000,000

6 S3 Training 3 P33 3,000,000

TOTAL 459,000,000,000

K. Evaluasi dan Pengendalian Strategi

k.1 Balance Scorecard

STRATEGY MAP BAKSO BANDUNG SPECIAL MAS BAMBANG TJAHJAR

Perspektif Keuangan

Perspektif Konsumen

Perspektif Internal

Perspektif Pertumbuhan

dan Pembelajaran

Meningkatkan Net Sales Sebesar 30%

Customer Loyalty Meningkat

Inovasi Produk

Revitalisasi SDM

Pelatihan Pengenalan Teknologi Baru Efisiensi Produksi

Market Share Meningkat sebesar

10%

Meningkatkan ROI 10%

Mengurangi Presentase Barang Cacat Sebesar 15%

Pelatihan Pengembangan dan

Pemasaran Produk

(34)

34 PERSPECTIV

E

OBJECTIVE MEASUREMEN T

TARGET INITIATIVE FINANCE • Net sales

meningkat.

• Meningkatka n ROI.

• Penjualan

• ROI • 30%

• 10% • Efisiensi COGS.

• Meningkatkan net sales.

CUSTOMER • Customer loyalty meningkat.

• Market share meningkat.

• Frekuensi Pembelian

• Market Share

• 4 kali pembelian per dalam 1 bulan

• 10% meningkat.

• Menjalin keintiman customer relation.

• Meningkatkan promosi penjualan.

INTERNAL • Menciptakan inovasi produk.

• Efisiensi produksi.

• Barang cacat berkurang.

• Jumlah Produk Baru

• Cost Production

• Jumlah Barang Cacat

• 2 produk baru/tahun

• Cost Production berkurang 15%

• Berkurang sebesar 40%

• Meningkatkan budget R&D.

• Menjalin kerjasama dengan supplier

• Meningkatkan kualitas SDM.

LEARNING • Revitalisasi SDM

• Pelatihan produksi bakso

• Tingkat Turnover

• Pengetahuan SDM

terhadap bakso

• Meningkat 30%

• SDM mampu memproduks i bakso

• Melakuka n rotasi pegawai

• Owner sebagai tutor

Gambar

Tabel IFAS  Faktor Strategis  Internal  Bobot  Rating  Skor  Keterangan  A. Kekuatan              1
Tabel SFAS

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan peta rawan bencana tersebut, dapat disimpulkan bahwa Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat kerentanan paling tinggi, dengan jumlah 13 wilayah kecamatan yang mungkin

* Jika tidak kurang dari 7 hari sebelum tanggal pemberhentian/berakhirnya perjanjian kerja jangka tetap dalam hal uang pesangon, dan tidak kurang dari 7 hari sebelumnya

Tingginya kebutuhan ruang aktifitas di Kota Makassar serta adanya kompetisi dalam pemanfaatan lahan mengakibatkan naiknya nilai ekonomis untuk lahan-lahan yang

Indonesia telah meratifikasi Konvensi Jenewa 1949 tanpa reservasi apapun melalui Undang- undang Republik Indonesia (RI) Nomor 59 Tahun 1958, namun, untuk dapat

Dengan meningkatkan produksi mesin diesel yang dibuat oleh pabrik mesin baik digunakan sebagai penggerak kendaraan bermotor didarat, di laut, di industri-industri

Hasil penilaian kelayakan alat peraga percepatan pada materi hukum Newton tentang gerak telah dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan persentase

Proses reduksi merupakan proses yang bertujuan untuk mengubah himpunan IT2FLS yang dihasilkan oleh proses sebelumnya menjadi himpunan T1FLS lalu hasilnya akan diproses

Selain itu Human Resource Scorecard juga diartikan sebagai suatu sistem pengukuran yang mengkaitkan sumber daya manusia dengan strategi dan kinerja organisasi, yang akhirnya