MAJU, p-ISSN: 2355-3782 Volume 8 No. 2, September 2021 e-ISSN: 2579-4647 Page : 17-31
17
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA ONLINE ERA PANDEMI
COVID-19 PADA MATEMATIKA
Eka Putri Melania 1) , Lessa Roesdiana 2) , Haerudin3)
1Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, Jln. Assalam 3 Gang 14 Kec. Babelan, Kab. Bekasi 17610, E-mail:
2Doses Universitas Singaperbangsa Karawang, Perumahan Gempol Permai No.21 RT/RW 02/01, Kec. Tanjungpura Kab.
Karawang
3Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang, Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) Blok T15/18 RT 19 RW 08 Desa Bengle Kec. Majalaya Kab. Karawang
Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memahami efektivitas memanfaatkan media online di era pandemi covid-19 pada matematika, penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif deskriptif yang terfokus pada media online pembelajaran matematika. Populasi penelitian ini adalah 153 orang mahasiswa, pelajar SD, SMP, SMA dan SMK di wilayah pulau Jawa pada matematika khususnya terhadap mahasiswa pendidikan matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Menggunakan metode survey dengan tetap memperhatikan homogenitas. Untuk instrumen yang dibagikan kepada responden mengenakan kuesioner pembelajaran daring. Analisis data yang diperoleh jika pembelajaran matematika dalam memanfaatkan media online sebagai sarana sangat efektif (7%), paling besar respoden memilih efektif dengan nilai (75%), sebagian dari mereka menilai kurang efektif senilai (9%) dan beberapa lainnya menilai cukup efektif (9%) cara meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara sebagai berikut: (1) Ketika membagikan bahas ajar sebaiknya lebih diringkas ; (2) Memperkecil ukuran video ketika membagikannya pada aplikasi chatting atau youtobe untuk menghemat kuota; (3) Menggunakan kreatifitas seperti animasi dan bahasa yang mudah dimengerti pelajar atau mahasiswa; (4) Membagikan bahan ajar sebelum memulai aktivitas pembelajaran; (5) Menyebarkan soal kepada seluruh siswa dalam bentuk berbeda tiap orangnya; (6) Ketika mengerjakan harus diberikan cara penyelesaiannya tentang hasil yang didapat; (8) Tepat waktu ; (9) Memberikan pesan singkat jika ada tugas dihari sebelumnya; (10) Menurunkan tugas pelajar atau mahasiswa.
Kata-kata kunci: Media online, Pembelajaran dalam jaringan, Pandemi covid nineteen
Abstract: This study aims to understand the effectiveness of utilizing online media in the era of the Covid-19 pandemic on mathematics. This research is included in descriptive quantitative research that focuses on online media for learning mathematics. The population of this research is 153 students, elementary, junior high, high school and vocational high school students in the Java region in mathematics, especially for mathematics education students at the University of Singaperbangsa Karawang. Using simple random sampling method while still paying attention to homogeneity. For instruments distributed to respondents using an online learning questionnaire. Analysis of the data obtained if mathematics learning in utilizing online media as a very effective tool (7%), most respondents choose effective with a value (75%), some of them consider it less effective (9%)
18 and some others consider it quite effective ( 9%) how to improve the quality of learning in the following ways:
(1) When sharing teaching, it should be more summarized; (2) reduce the size of the video when sharing it on the chat application or youtobe to save quota; (3) Using creativity such as animation and language that is easy for students to understand; (4) Distribute teaching materials before starting learning activities; (5) Distribute questions to all students in different forms for each person; (6) When working, the solution must be given about the results obtained; (8) Be on time; (9) Give a short message if there is an assignment the day before; (10) Lowering student or student assignments.
Key words: online media, online learning, pandemic covid nineteen PENDAHULUAN
Kasus yang terjadi di wilayah Indonesia dan juga seluruh dunia tentang masalah Pandemi yang terjadi saat ini yaitu tentang Covid-19 . Dari data yang paling terbaru hari ini tanggal 02 Februari 2021 dari WHO atau World Health Organization, Banyak negara yang sudah terkena Covid-19, ada 106.042.748 juta jiwa yang sudah terverifikasi positif terkena virus ini dari 200 lebih negara dan yang menjadi korban jiwa dalam kasus pada hari ini berjumlah 2.314.602. Menurut (Munandar, 2020) Virus Corona adalah Penyakit yang berasal dari Wuhan, China pada tahun 2019, Virus ini dapat menyebar atau menular secara berpapasan langsung atau dengan cara tak langsung dan dampak dari virus ini menyebabkan penderita dimulai dari hidung yang sulit bernafas, disertai batuk pada tenggorokan dan terdapatnya efek samping pada paru paru jika dibiarkan, Sulitnya mengatasi virus ini dikarenakan, belum terdapat obat atau vaksin untuk mengobati dan mengatasi penyakit pada pasien, dan adanya batasan pada alat untuk melindungi diri pada tenaga medis, untuk melenyapkan semakin berkembangnya virus di Indonesia pemerintah melakukan kebijakan yang ketat. Dengan cara melakukan Physical distancing, yaitu jaga jarak
kepada setiap orang minimal 2-3 meter, membatasi masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan 3M (Memakai Masker, Cuci tangan dan menjaga jarak). Tetapi dengan dilakukannya kebijakan tersebut yang menjadi terdampak negatif adalah kehidupan ekonomi negara, masyarakat, dan juga bagi bidang lainnya yaitu bidang pendidikan. Kebijakan yang diambil pemerintah untuk menghentikan aktivitas pembelajaran di sekolah, dan melakukan semua aktivitas pembelajaran yang awalnya di lakukan disekolah menjadi di rumah atau di sebut dengan Work from home(WFH) memicu keresahan untuk seluruh orang yang terlibat pada bidang ini, Kebijakan yang harus dilakukan warga negara Indonesia sudah tercantum dalam Surat Edaran Menteri pada nomor 50 tahun 2020 dan nomor 19 pada tahun 2020 (Fauziyah, 2020) dengan dilaksanakannya aktivitas pembelajaran secara online, salah satu orang yang mengalami kendala adalah guru yang menjadi kendala terberatnya adalah ketika melakukan aktivitas belajar dan mengajar matematika di universitas atau sekolah. Kesulitan yang terjadi saat ini adalah banyak peserta didik yang mengaku dan berpendapat bahwa matematika pembelajaran yang sulit (Auliya, 2016). Menurut (Auliya, 2016) bahwa matematika dipandang sebagai
19 mata pelajaran yang sulit karna beragam sifat
sistematis, logis dan abstraknya dan penuh dengan rumus dan lambang yang sulit untuk dipahami. Problematika yang terjadi pada matematika mengharuskan guru untuk selalu kreatif dan dapat berinovasi ketika pembelajaran berlangsung dirumah, media dan metode yang dilakukan juga harus menarik agar para siswa atau mahasiswa tidak jenuh ketika pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan media pembelajaran online atau berdasarkan multimedia membuat siswa dapat mengerti bahan ajar yang dipelajari,dan merupakan solusi dari permasalahan saat ini walaupun belum 100%
sempurna karna dibalik suatu metode atau media pembelajaran ada kelemahannya, Pendapat ini sejajar dengan perolehan studi yang dilakukan oleh (Ibrahim, 2014) yang memperlihatkan ada pengaruh positif pada pemanfaatan pembelajaran secara online kepada prestasi dan motivasi belajar siswa di SD Negeri Tahunan Yogyakarta. Pembelajaran daring memanfaatkan media online telah dilakukan saat ini hampir di berbagai Universitas dan Sekolah di seluruh Indonesia di mulainya work form home dilakukan sejak tanggal 16 maret 2020. Media pembelaaran yang digunakan biasanya menggunakan Website berbasis pembelajaran seperti quizzes dan gform, youtobe/video.com, google classroom, webex, Whatsapp, email, dan telegram
gambar 1. Media Pembelajaran online
Materi yang dibagikan adalah berbentuk power point, pdf, video pembelajaran, buku bacaan Penggunaan media online atau media berbasis multimedia merupakan salah satu solusi untuk membuat peserta didik mampu memahami materi pelajaran dengan baik. Tetapi pada saat melakukan pembelajaran daring, harus dilakukan penilaian untuk bisa memperbaiki data, oleh karena itu penulis ingin memahami keefektifan dari pembelajaran daring menggunakan media online pada matematika pada mahasiswa dan peserta didik di Indonesia.
METODE
Pada Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 April 2020, menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif untuk memahami potret efektivitas pembelajaran daring memakai media pembelajaran berbasis online pada matematika.
Populasi pada penelitian yakni mahasiswa dan peserta didik di wilayah Jawa yang menggunakan metode daring adapun jumlah dari populasi adalah 153 orang mahasiswa dan peserta didik Indonesia diwilayah Jawa Barat, Metode yang di pakai pada penelitian ini adalah metode teknik survey, teknik survey dimanfaatkan untuk mengelompokkan
20 informasi dari beberapa orang mengenai isu
yang terjadi saat ini (Gunawan, 2017). Pada proses pengambilan data kita menggunakan Kuesioner yang isinya tentang pertanyaan terbuka, semi tertutup dan tertutup secara individual kepada subjek, disebarkan melalui link google form, selanjutnya data dianalisis untuk dideskripsikan dan diagnosis data memakai statistik deskriptif dibantu dengan komputerisasi.
Komponen yang terdapat pada kuesioner terdiri atas beberapa pertanyaan diantaranya : (1) Jenis Kelamin dan Institusi; (2) Apakah di sekolah atau institusi anda sudah menerapkan pembelajaran daring (dalam jaringan)?; (3)Berapa kali dalam seminggu anda menggunakan pembelajaran daring?; (4) Apakah anda senang belajar sistem daring?;(5) 12. Berapa jam dalam sehari anda menatap layar handphone, laptop, televisi?; (6) Apakah pembelajaran daring memiliki kekurangan?
Jelaskan?; (7) Metode pembelajaran apakah yang kamu sukai?; (8)Pembelajaran daring seperti apa yang sering anda gunakan saat ini?;
(9) Apakah ada kendala saat anda menggunakan pembelajaran daring? Jelaskan? ; (10) Apakah pembelajaran daring mempengaruhi minat anda dalam belajar? Iya atau tidak, Jelaskan? ;(11) Apakah pembelajaran daring pada matematika ini efektif untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia ?.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Karakteristik Sampel
Jumlah Sampel untuk di analisis terdapat 153 orang responden diantaranya ada 64,6% Jenis kelamin perempuan dan 36,4% jenis kelamin
laki laki (Gambar 2).
gambar 2. Jenis Kelamin
Para responden berasal dari SD, SMP, SMA atau SMK dan Universitas di pulau Jawa, Sebagian besar responden berasal dari pulau Jawa, yang berasal dari Universitas Singaperbangsa 46%, Universitas Nahdatul Ulama 6%, SMKN Kalitengah 8%, SMP Islama Saadah 4%, SMPN 21 Bekasi 4%, Stikes Kharisma Karawang 3%, dan lain lain tercantumkan pada gambar 3.
gambar 3. Sekolah atau institusi
Domisili asal sekolah atau institusi subject memperlihatkan bahwa sekolah memahami aturan dalam melakukan kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran daring disekolah, aturan terkait work from home sudah dijelaskan diawal tadi bahwa siswa diwajibkan untuk belajar dirumah secara online dari gambar di atas menyimpulkan bahwa hampir lima puluh persen didominasi oleh
0 20 40 60 80
Universitas…
Sekolah Tinggi Teknologi…
SMAN 1 Cikampek Smk farmasi galenium Smkn 6 makassar SMPISLAMASSAADAH SMPN 18 MAKASSAR STIKES BANI SALEH Universitas Bina Sarana…
Universitas mercu buana Universitas Sultan Ageng…
Series1 Series2
21 mahasiswa, oleh karena itu saran yang
diberikan dari mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk para dosen ketika membutuhkan inovasi ketika di gunakan dikelas nanti begitu pula dengan guru yang akan mengajar nanti.
gambar 4. Penerapan pembelajaran Daring
Dari Data Diatas Disimpulkan 150 orang (98%) siswa mengatakan bahwa di sekolah atau Kampus Mereka sudah memberlakukan Sistem pembelajaran daring dan 3 orang mengatakan sebaliknya hal ini menunjukan masih ada beberapa sekolah yang belum memberlakukan sistem pembelajaran daring secara merata dari 3 orang dan sebagian besar siswa sudah memberlakukan daring disekolah, dan itu sangat baik dilakukan. Mengingat work from home diwajibkan diberlakukan hampir diseluruh sekolah dipulau jawa dan di Indonesia khususnya di pulau jawa diharapkan seluruh sekolah melakukan aktivitas pembelajaran secara daring, Selama kegiatan dilakukan dirumah saja, peserta meluangkan waktu untuk menyelesaikan tugas mereka untuk seluruh mata kuliah atau pelajaran, salah satunya adalah matematika. Penggunaan media pembelajaran daring handphone dan alat elektronik digunakan oleh mahasiswa dan peserta didik rata-rata penggunaannya lebih dari 5 kali dalam seminggu dengan jumlah 93 orang (63,4%), dan diperoleh data siswa sebesar 51 orang (33,3%) yang kurang dari 5 kali dalam seminggu menggunakan media pembelajaran, 4 orang tidak pernah menggunakan media online (2,6%)
dan beberapa orang lainnya (0,7%) mengisi sesuai peraturan disekolah dari data diatas dapat di gambar 4.
gambar 5. Penggunaan media pembelajaran daring
Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa data yang paling banyak terdapat pada lebih dari 5 kali dalam seminggu mahasiswa atau peserta didik belajar menggunakan media online ketika melakukan aktivitas pembelajaran Pada pemakaian handphone atau alat elektronik memakai internet untuk melakukan pembelajaran jika pemakaiannya berlebihan dan banyaknya radiasi dari alat tersebut jika digunakan terlalu lama dapat menyebabkan menurunnya kesehatan bagi mahasiswa atau peserta didik, Setelah 2 minggu diberlakukan belajar dari rumah peneliti melakukan penelitian pada para mahasiswa mengenai tingkat kesukaan siswa atau mahasiswa ketika belajar daring dari hasil yang di peroleh 70 orang (45,8%) menjawab mungkin dan masih ragu ragu dalam menjawab, 36 orang (25,5%) menjawab tidak, 32 orang (20,9%) menjawab ya, dan lainnya menjawab kesulitan ketika belajar online dapat kita simak pada gambar 6.
gambar 6. Tingkat Kesukaan siswa pada belajar online
22 Dari data diatas dapat disaksikan bahwa siswa
atau mahasiswa masih ragu-ragu dalam menjawab, dan dari kata ya atau tidak yang paling banyak siswa menjawab tidak senang dengan pembelajaran daring, berikut terdapat kegiatan siswa atau mahasiswa menatap layar handphone atau barang elektronik dalam keseharian ada bermacam macam diantaranya, kebanyakan siswa menantap lebih dari 5 jam dalam sehari terdapat 110 siswa (72,4%), dn yang menjawab 3 jam dalam sehari terdapat 18 orang (11,8%), dan 5 jam dalam sehari terdapat 12 orang (7,9%), 1 jam dalam sehari terdapat 3 orang(2%) dan lainnya mengungkapkan alasan lain dari hasil diatas mencetuskan bahwa siswa paling banyak menatap alat elektronik selama 5 jam lebih.
gambar 7. Analasis melihat layar handphone
Penggunaan handphone dengan durasi yang terlalu lama dan intensitas yang terlalu sering menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan, seperti menyebabkan mata menjadi kelelahan, tidak adanya istirahat menyebabkan tubuh seperti keram otot jika terlalu lama duduk, karena digunakan mengerjakan tugas keluhan mereka kebanyakan padakesehatan dan fasilitas(kuota, aplikasi yang buruk) kekurangan tersebut sama dengan penelitian sebelumnya (Sidabutar, 2019) menurutnya hal yang menyebabkan sakit mata atau sakit kepala pada pelajar saat ini berasal dari gawai mereka.
Dari hasil penelitian sebelumnya (Bawelle,
2016) menyebutkan bahwa, jika fokus mata terletak pada objek tertentu dengan mengharuskan pelajar atau mahasiswa mengamati secara terus menerus maka yang akan mengalami kelelahan adalah mata itu sendiri karna fokus dan tidak diberi waktu istirahat. Menurut (Ali Sadikin, 2020) kuota atau jaringan internet adalah salah satu fasilitas yang dimiliki oleh seluruh pelajar Indonesia jika menerapkan pembelajaran daring secara merata pada saat ini hal itulah yang harus dihadapi indonesia, jaringan internet harus secara merata hingga penjuru negeri jika tidak secara merata pelajar atau mahasiswa akan kesulitan mengakses pelajaran dari guru menggunakan internet, Menurut (Ali Sadikin, 2020) pada proses belajar berbentuk panggilan video aplikasi mengeluarkan kuota yang sangat banyak, tetapi jika pesan singkat menggunakan aplikasi tidak menggunakan kuota yang banyak, berikut pembelajaran daring menurut responden tentang kekurangan dari pembelajaran daring menurut mereka 136 orang atau 89%
pembelajaran daring “iya” memiliki kekurangan, dan 16 orang atau (10%) mengatakan “tidak” dan 1 orang mengatakan mungkin pembelajaran daring memiliki kekurangan. Dapat kita lihat pada gambar
gambar 8. Kekurangan pembelajaran daring
Ya tidak
mungki n
Pembelajaran Daring Memiliki Kekurangan
23 Kekurangan yang di hasilkan dari gambar diatas
menunjukan bahwa pembelajaran daring banyak sekali kekurangan menurut pelajar dan mahasiswa 89% setuju dengan pernyataan tersebut, Kekurangannya diantaranya banyak pelajar atau mahasiswa yang mengatakan fasilitas yang mereka dapatkan belum sempurna diterima seperti ( biaya kuota, aplikasi pembelajaran belum vip, Media, sulitnya jaringan internet di wilayah mereka, dan lain lain) diperoleh (37%) orang memilih hal itu, dan yang selanjutnya dihasilkan tentang kekurangan daring kesulitan memahami penyampaian dosen atau guru mereka kurang jelas terdapat (29%) yang mengatakan hal tersebut, ada juga yang mengatakan bahwa pembelajaran daring ini tidak efektif jika diterapkan di Indonesia (17%) pelajar atau mahasiswa yang mengatakan hal itu, kesulitan berkomunikasi dengan dosen atau guru (Mastura, 2020) hal yang dilakukan guru atau dosen ketika berkomunikasi dengan pelajar atau mahasiswanya secara langsung diterapkan seperti kegiatan tanya jawab, dan jawaban yang diperoleh secara cepat dan tepat diterima, tetapi secara online dengan cara mengirim pesan terkadang terdapat miskomunikasi, respon yang kurang cepat menyebabkan peserta kesulitan dapat berkomunikasi kepada dosen atau guru mereka terdapat (9%) yang menyetujui, hal selanjutnya adalah tidak patuh dengan peraturan sekolah, maksud dari hal diatas adalah terkadang masih terdapat guru atau dosen yang tidak sesuai jam pelajaran mengirimkan materi atau tugas tambahan pada pelajar atau mahasiswanya diperoleh (4%), mempengaruhi kesehatan yang sudah saya paparkan diatas, kesehatan adalah salah satu yang paling penting dalam kehidupan
pelajar atau mahasiswa ketika mereka melakukan aktivitas pembelajaran, terdapat (2%) yang menyetujui. (lihat pada gambar 9)
gambar 9. Kekurangan Pembelajaran daring
2. Bentuk pembelajaran daring pada matematika
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadap pelajar dan mahasiswa di sekitar pulau jawa khususnya didaerah universitas di Karawang di peroleh 102 orang (67%) memilih menyukai pembelajaran tatap muka pada mata kuliah atau mata pelajaran matematika alasan mereka karena Pembelajaran daring menurut mereka kurang baik jika dikaitkan dengan pemahaman yang akan didapat oleh mahasiswa atau pelajar apalagi untuk pembelajaran matematika. Matematika lebih dipahami jika dipelajari dengan cara langsung bertatap muka, dan untuk yang lainnya memilih menyukai pembelajaran daring (33%) karna dapat dilakukan dimana saja, praktis dan tidak membutuhkan biaya transportasi atau lainnya seperti hari biasa. ( lihat pada gambar
37%
4%29%
9%2%2%17%
Kekurangan pembelajaran Daring
Fasilitas, Kuota atau sinyal, error aplikasi yang buruk
Penyampaian atau pemahaman Materi kurang jelas
24
gambar 10. Metode yang disukai
Manfaat dari penggunaan E-learning menurut saya adalah membuat para mahasiswa atau pelajar diseluruh Indonesia Lebih Praktis, cepat, memiliki banyak waktu luang bersama keluarga, tetapi berikut Menurut (Elyas, 2018) diantaranya adalah (1) lebih praktis, fleksibel jika para siswa terbiasa belajar secara langsung dengan maksud siswa harus berada di kelas terdapat media pembelajaran seperti papan tulis, proyektor dan lain lain sebagai media penunjang dalam melakukan pembelajaran ketika berada dikelas, maka dari pembelajaran secara online ini mempermudah siswa untuk belajar ditempat dan waktu sesuai jadwal dan dibebaskan tempat belajar tidak harus dikampus atau sekolah melalui pembelajaran ini, dengan adanya media pembelajaran online ini tidak akan membuat siswa menempuh perjalanan yang panjang, di tempat tempat umum juga sudah menyediakan fasilitas internet gratis(mall, restoran, cafe, dan bandara internasional), seluruh siswa dan pelajar dapat mengakses internet dan membuka aplikasi media online tersebut dengan mudah (2)Para pelajar dan mahasiswa dapat belajar secara individu dan dapat menentukan tingkat kesuksesan mereka, artinya mereka dapat menargetkan kapan waktu mereka memulainya dan kapan mereka menyelesaikan, mereka dapat menentukan kapan waktunya
mengerjakan, ia dapat menyelesaikan materi sesuai minat dan kesukaannya, dan dapat melewati materi yang sudah pernah atau bisa dikerjakan, jika ia tidak bisa menyelesaikan maka dapat dipelajari berulang-ulang sampai ia bisa, jika mereka belum mengerti dengan materi maka bisa menghubungi guru atau dosen mereka, melalui media online dengan menggunakan pesan teks, atau percakapan video (3) Jika kita lihat Biaya termasuk salah satu manfaat dari pembelajaran menggunakan media internet, biaya untuk transportasi dan tempat tinggal selama kegiatan pembelajaran berlangsung (yang paling utama adalah para pelajar atau mahasiswa yang berbeda negara atau wilayah dan harus menyewa tempat untuk belajar), biaya pada pengelolaan administrasi, biaya untuk tersedia sarana dan prasarana belajar.
Penggunaan internet adalah salah satu faktor dari manfaat e-learning, karena pada dunia internet teknis pembelajaran begitu banyak, pada kegiatan pembelajaran para pendidik dapat berpengaruh karena dimasa lampau, buku dan pendidik kegiatan belajar itu yang menjadi tolak ukur (teacher center era) dan dimasa depan yang akan mendominasi adalah teknologi, buku, dan para pendidik. Hal yang dapat mempengaruhi kehidupan kita saat ini adalah teknolgi. Siapapun, kemanapun, dimanapun seseorang tinggal ada hubungannya dengan teknologi maka dari itu kita tidak
‘panik’ dengan teknologi, beberapa hasil penelitian juga menunjukan siapa saja yang telat memahami teknologi maka ia dapat tertinggal untuk mendapatkan kemajuan. Pada penelitian menurut (Hartanto, 2016) mengatakan bahwa walaupun penggunaan 67%
33%
Jenis Metode yang disukai
25 internet sangat mudah dilakukan tetapi para
pelajar atau mahasiswa lebih memilih belajar secara langsung tatap muka bersumber dari hasil wawancara yang dilakukan dengan dosen psikolog pendidikan yang bernama Maizzara Puspita dewi, terdapat tiga reaksi tingkah laku seseorang jika dihadapkan dengan bahaya, ketika awalnya siswa keberatan kenyataan, lalu mereka akan saling bertraksaksi setelah itu mereka akan memperbolehkan, mereka dalam tahap penolakan karena lebih senang terhadap metode pembelajaran tatap muka, setelah beberapa bulan di pertanyakan lagi tentang metode ini jawaban siswa atau mahasiswa bisa saja berubah karna mulai terbiasa dan mahir dalam teknologi.
Menurut (Hartanto, 2016) mengatakan bahwa jika dibandingkan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran daring maka model ini yang dapat membagikan sebuah pengetahuan terbaru, keuntungan yang pertama karna dibebaskan oleh waktu dan tempat untuk belajar siswa dibebaskan mereka memilih sendiri kapan dan dimana mereka akan belajar sesuai deadline yang diberikan dosen/guru, jadi siswa dengan mudahnya menerima ilmu daripada dikelas dan mereka bebas mengeksplorasi minat dan bakat mereka, dengan pembelajaran blended learning menurut (Wardani, 2018) pembelajaran menjadi lebih ‘asik’ dikelas atau secara online, jika dibentuk secara kreatif maka setiap siswa dan pelajar akan sangat menyukai hal tersebut.
3. Media daring yang paling banyak di gunakan peserta didik
Media daring yang paling banyak digunakan menurut para responden adalah berasal dari
website (quizzez, gform, dll) sebesar 25%, dari website (quizzez, gform, dll), Youtobe, Video.com dan situs video, Whatsapp atau line 13%, dari website (quizzez, gform, dll), Whatsapp atau line senilai 12%, dari Whatsapp atau line 12%, dari Dari website (quizzez, gform, dll), Dari website (quizzez, gform, dll), Edmodo, zoom, skype, Youtobe, Video.com dan situs video, Whatsapp atau line 6%, dari aplikasi Edmodo, zoom, skype 3%, Edmodo, zoom, skype 3%, Whatsapp atau line, Classroom dan google meet 2%, Dari website (quizzez, gform, dll), Youtobe, Video.com dan situs video 2%, dari Edmodo, zoom, skype, Whatsapp atau line 2% dan lainnya senilai 1%
mereka menggunakan media tersebut karena lebih mudah dalam mengakses, hemat kuota internet, dan tidak kesulitan dalam mengoperasikannya, meskipun banyak yang ingin melakukan pembelajaran secara tatap muka online dengan aplikasi google meet, youtobe, zoom dan lain lain kendala saat ini adalah kuota internet untuk para mahasiswa dan pelajar Indonesia
gambar 11. Media daring yang paling banyak digunakan
Menurut (Waryanto, 2006) Model pembelajaran ini merupakan salah satu model dengan menggunakan teknologi, menerapkan bahan ajar yang paling teraktual tidak ada batasan waktu maupun ruangan, sumber berasal dari internet lebih banyak dan membuat mahasiswa atau pelajar di Indonesia lebih mandiri, Hasil penelitian menurut (Chandrawati, 2010) mengatakan bahwa dengan menggunakan fasilitas internet saat ini
0%
50%
0 50
Media daring
Series3 Series4
26 komunikasi dan bimbingan dengan pelajar dan
mahasiswa dapat dilakukan, dengan kriteria yang harus diterapkan situs website sekolah dan universitas dibuat semudah dan sekreatif mungkin untuk memudahkan siswa dalam melakukan aktivitas belajar menurut (Maharani, 2019) karna fitur yang terdapat pada google classroom sudah lengkap, guru dan dosen dapat mengirimkan bahan ajar mereka secara lengkap, sehingga para pelajar Indonesia dapat termotivasi dari pembelajaran ini.
4. Kendala menggunakan model pembelajaran daring selama pandemi
Kendala dan masalah yang dihadapi peserta didik saat ini yang paling utama adalah mereka membutuhkan jaringan yang stabil, akses jaringan yang cepat dan kuota internet, 109 orang (71%) pada penelitian ini mengatakan bahwa mereka kesulitan mengakses jaringan internet, terdapat (17%) orang mengatakan alat komunikasi yang mereka gunakan (handphone, laptop dan lain lain) bermasalah pada memori yang tidak cukup, handphone/laptop yang sudah rusak, dan banyak lagi. Untuk miskomunikasi antara pendidik dengan pelajar terdapat (5%) maksud dari hal ini terkadang dosen dengan mahasiswa terdapat miskonsespsi ketika memberikan pendapat, bimbingan melalui tulisan pada aplikasi chatting whatsapp terkadang ada kata kata yang typo atau makna yang disalah artikan baik dari dosen ataupun mahasiswa, Waktu yang tidak teratur (4%) maksudya dalah ketika mengumpulkan tugas, para mahasiswa harus mengumpulkan tugas dengan diberikan waktu yang sedikit dan mendadak, terkadang mengajar digabung kelasnya, pengajar tidak tepat waktu, Terdapat
(3%) orang yang mengatakan monoton dan penerangan materi kurang jelas maksud dari perkataan orang itu adalah penyampaian materi kurang maksimal dari dosen atau guru, terdapat (2%) orang mengatakan sulit digunakan, kesulitan ini ada pada aplikasi atau media yang mereka gunakan dalam proses pembelajaran, dan (1%) mengatakan belum terbiasa, mudah bosan atau jenuh pada media online karena guru atau dosen masih menerapkan model pembelajaran teacher center dan harus fokus terhadap guru saja kurang kreatif memanfaatkan teknologi dan lainnya, satu hal yang menjadi poin utama saat ini adalah biaya kuota yang mahal dan koneksi jaringan yang tidak stabil bisa kita lihat pada gambar 12.
gambar 12. Kendala model pembelajaran daring
Menurut (Hendrastomo, 2008) pada proses pembelajaran model ini diharuskan memiliki jaringan internet yang stabil karna ciri khas dari pembelajaran ini dengan menggunakan media online maka internet adalah salah satu poin yang paling utama dalam hal ini, pada kenyataannya jaringan internet di Indonesia termasuk lambat menurut (Jatmiko, 2019) dari berbagai negara di asia tenggara, Indonesia merupakan negara ketiga terbawah untuk mengunduh paling lama, maka dari itu karna jaringan internet atau sinyal yang sulit ada di sekitar wilayah yang kesulitan akses, dan biaya
71%15%
5%4%
3%2%
1%1%
0 50 100 150
membutuhkan…
komunikasi…
monoton dan…
Belum Terbiasa
Kendala
Series5 Series4
27 kuota yang begitu besar menjadi penghambat
pada model pembelajaran ini.
5. Minat responden terhadap matematika pembelajaran daring
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian menghasilkan peserta didik berminat dalam pembelajaran daring sebanyak 90 orang (61%) berminat terhadap pembelajaran daring matematika, lalu terdapat 11 orang (7%) masih ragu-ragu menjawab mungkin pada penelitian ini, dan terdapat 46 orang (31%) menjawab kurang berminat dalam pembelajaran daring matematika.
gambar 13. minat dalam pembelajaran daring
Menurut Penelitian (Sobron A.N, 2020) manfaat metode daring ini selain meningkatkan minat belajar siswa karena siswa tidak merasa jenuh ketika aktivitas belajar berlangsung, siswa semakin penasaran dengan pembelajaran daring ini jika guru melakukan komunikasi tanya jawab kepada para siswa secara langsung, siswa dapat melakukan tanya jawab secara langsung melalui aplikasi, pembelajaran daring adalah pembelajaran menyenangkan karena siswa dapat melihatnya melalui alat komunikasi seperti handphone, laptop dan lainnya tidak hanya menatap buku dan membacanya siswa
dapat melihat video interaktif yang dibagikan oleh guru atau dosen, untuk para guru dan dosen dengan menggunakan metode ini juga sangat bermanfaat karna memudahkan untuk guru yang belum bisa mengajar dikelas, dan sedang ada kesibukan diluar kelas, dari hal ini guru dapat memberikan akses kepada para siswa untuk mengunduh materi melalui media online.
6. Penilaian Keefektifan Model pembelajaran daring pada matematika
Pada masa pandemi saat ini kegiatan work from home dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan mengharuskan siswa belajar secara daring(dalam jaringan). Para peserta didik atau mahasiswa menilai bahwa, jika pembelajaran matematika dalam memanfaatkan media online sebagai sarana sangat efektif (7%), paling besar memilih efektif dengan nilai (75%),sebagian dari mereka menilai kurang efektif senilai (9%) dan beberapa lainnya menilai cukup efektif (9%) terdapat pada gambar
gambar 14. Keefektifan model pembelajaran daring
Dari hasil diatas diperoleh bahwa aktivitas pembelajaran dengan model pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di era pandemi covid-19 75% dinilai efektif karna
minat dalam pembelajaran daring
mungkin berminat kurang
9%
75%
9%7%
keefektifan model pembelajaran daring
Kurang efektif Efektif Cukup efektif sangat efektif
28 membuat mereka bersemangat dengan kreasi
animasi atau bacaan yang telah di berikan dosen atau guru, dan termotivasi untuk belajar secara mandiri. Menurut (Sianturi, 2018) mengatakan bahwa Memanfaatkan internet pada kegiatan pembelajaran pada kenyataannya dapat meningkat motivasi bagi mahasiswa secara signifikan.
Beberapa penelitian terkait hal diatas sesuai dengan penelitian (Puspitasari, 2018) menghasilkan ada pengaruh yang signifikan pada pemanfaatan media online dengan motivasi siswa. Sama dengan penelitian sebelumnya (Ibrahim, 2014) mengatakan adanya pengaruh yang positif pada pembelajaran e-learning di SD Negeri Tahunan Yogyakarta terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Untuk penelitian selanjutnya sama dengan penelitian diatas menurut (Aurora, 2019) bahwa pembelajaran e-learning dapat memberikan motivasi belajar kepada mahasiswa, Hasil Penelitian menurut (Nadziroh, 2017) menunjukan bahwa belajar secara online itu efektif dalam menambahkan mutu pembelajaran karena pada setiap proses pembelajaran tidak terbatas dengan waktu atau ruangan.
Kesimpulan
Kreatifitas yang diterapkan selama proses pembelajaran oleh para guru dan dosen dalam memanfaatkan media online sebagai sarana untuk membantu peserta didik dan mahasiswa selama pandemi covid-19. Hasil akhir yang diperoleh maka Para peserta didik atau mahasiswa menilai bahwa, jika pembelajaran matematika dalam memanfaatkan media online
sebagai sarana sangat efektif (7%), paling besar memilih efektif dengan nilai (75%),sebagian dari mereka menilai kurang efektif senilai (9%) dan beberapa lainnya menilai cukup efektif (9%) untuk membentuk pembelajaran online menjadi lebih efektif adalah dengan cara Ketika melakukan kegiatan pembelajaran bisa memanfaatkan video call bersamaan (1) Ketika membagikan bahas ajar sebaiknya lebih diringkas ; (2) Memperkecil ukuran video ketika membagikannya pada aplikasi chatting atau youtobe untuk menghemat kuota; (3) Menggunakan kreatifitas seperti animasi dan bahasa yang mudah dimengerti pelajar atau mahasiswa; (4) Membagikan bahan ajar sebelum memulai aktivitas pembelajaran; (5) Menyebarkan soal kepada seluruh siswa dalam bentuk berbeda tiap orangnya; (6) Ketika mengerjakan harus diberikan cara penyelesaiannya tentang hasil yang didapat; (8) Tepat waktu ; (9) Memberikan pesan singkat jika ada tugas dihari sebelumnya; (10) Menurunkan tugas pelajar atau mahasiswa.
Saran
untuk pembelajaran matematika di Sekolah atau Kampus agar lebih Efektif, Berikut merupakan saran dari para responden terkait permasalahan yang terjadi saat ini tentang pemanfaatan media online.
1) Ketika melakukan kegiatan
pembelajaran bisa
memanfaatkan video call bersamaan
2) Ketika membagikan bahas ajar sebaiknya lebih diringkas
29 3) Memperkecil ukuran video
ketika membagikannya pada aplikasi chatting atau youtobe untuk menghemat kuota
4) Menggunakan animasi dan bahasa yang mudah dimengerti pelajar atau mahasiswa
5) Membagikan bahan ajar sebelum memulai aktivitas pembelajaran 6) Menyebarkan soal kepada seluruh siswa dalam bentuk berbeda tiap orangnya
7) Ketika mengerjakan harus diberikan cara penyelesaiannya tentang hasil yang didapat 8) Tepat waktu
9) Memberikan pesan singkat jika ada tugas dihari sebelumnya 10) Menurunkan tugas pelajar atau
mahasiswa
Walaupun banyak sekali peserta didik yang menyukai pembelajaran secara tatap muka, tetapi mereka tetap mematuhi protokol kesehatan untuk selalu menerapkan perilaku work from home di rumah dan kegiatan pembelajaran ini termasuk efektif. Tetapi dengan selalu melakukan kegiatan pembelajaran dirumah menyebabkan pelajar atau mahasiswa sudah terbiasa menggunakan handphone dalam waktu yang sangat lama hingga menyebabkan kecanduan dan terkadang hingga lupa waktu pada kegiatan sehari hari dirumah, maka yang akan terjadi pada mahasiswa yang terlalu lama atau sering menggunakan handphone menyebabkan berbagai macam keluhan pada fisik mereka paling banyak terdapat pada psikologis mereka
lalu mata yang kelelahan dan juga sakit kepala.
Mereka berharap semoga pandemi ini segera berakhir.
Daftar Pustaka
ali sadikin, a. h. (2020). pembelajaran daring di tengah wabah covid-19. biodik: jurnal ilmiah pendidikan biologi, 214-224.
auliya, r. n. (2016). kecemasan matematika dan pemahaman matematis. jurnal ilmiah pendidikan mipa, 12-22. doi:
https://doi.org/10.30998/formatif.v6i1.
748
aurora, a. &. (2019). pengaruh penggunaan media pembelajaran e-learning terhadap motivasi belajar mahasiswa di universitas negeri padang. jtev (jurnal teknik elektro dan vokasional),, 05(02), 11–16.
bawelle, c. f. (2016). hubungan penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas samratulangi manado angkatan 2016. jurnal e-biomedik, 0–
5.
doi:https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2 016.14865.
chandrawati, s. r. (2010). pemanfaatan e- learning dalam pembelajaran. jurnal cakrawala pendidikan, 8(2), 172–181.
elyas, a. h. (2018). penggunaan model pembelajaran e-learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran . jurnal warta edisi , 56.
30 fauziyah, i. (2020, maret 16). surat edaran
menteri ketenagakerjaan republik indonesia. retrieved from hukum online indonesia:
https://covid19.hukumonline.com/wp- content/uploads/2020/04/surat_edaran _menteri_ketenagakerjaan_nomor_m_
2_hm_01_iii_2020_tahun_2020-2.pdf
gunawan, h. (2017). dasar-dasar metodologi penelitian pendidikan. bandung:
fakultas tarbiyah dan keguruan uin sunan gunung djati.
hartanto, w. (2016). penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran. jurnal pendidikan ekonomi, 10(1), 1–18.
hendrastomo, g. (2008). dilema dan tantangan pembelajaran e-learning 1 the dilemma and the challenge of. majalah ilmiah pembelajaran, 4, 1–13.
ibrahim, d. s. (2014). pengaruh penggunaan e- learning terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa sd negeri tahunan yogyakarta. jurnal prima edukasia, 2(1), 66. doi:
https://doi.org/10.21831/jpe.v2i1.2645
jatmiko, l. d. (2019, 6 3). ini penyebab internet di indonesia lambat. retrieved from bisnis.com:
https://teknologi.bisnis.com/read/2019 0603/84/930266/ini-penyebab- internet-di-indonesia-lambat
maharani, n. &. (2019). penggunaan google classroom sebagai pengembangan kelas virtual dalam keterampilan pemecahan masalah topik kinematika
pada mahasiswa jurusan sistem komputer. pendipa journal of science education, 3(3),167–173.
doi:https://doi.org/10.33369/pendipa.3.
3.167-173.
mastura, r. s. (2020). dampak pandemi covid- 19 terhadap proses pengajaran bagi guru dan siswa. jurnal studi guru dan pembelajaran, vol. 3, no. 2, 293.
retrieved from https://e-
journal.my.id/jsgp/article/download/29 3/293/
munandar, a. (2020, maret 30). penjelasan tentang covid 19. retrieved februari 08, 2021, from kompasiana:
https://www.kompasiana.com/dangaris /5e821764d541df33b1388bc4/penjelas an-tentang-covid-19
nadziroh, f. (2017). analisa efektifitas sistem pembelajaran berbasis e-learning.
jurnal ilmu komputer dan desain komunikasi visual (jikdiskomvis),, 2(1), 1–14.
puspitasari, p. s. (2018). pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar mahasiswa ikip siliwangi.
parole: jurnal pendidikan bahasa dan sastra indonesia,, 1(2), 227–232.
doi:https://doi.org/http://dx.doi.org/10.
22460/p.v1i2p%25p.243.
sianturi, s. r. (2018). meningkatkan motivasi belajar melalui evaluasi e-learning pada institusi keperawatan di jakarta dan depok. jurnal pendidikan keperawatan indonesia, 4(2).
31 sidabutar, l. a. (2019). analisis pengaruh game
online mobile terhadap kesehatan mata pada mahasiswa fti uajy. sintak 2019, 402–410.
sobron a.n, b. r. (2020). persepsi siswa dalam studi pengaruh daring learning
terhadap minat belajar ipa. scaffolding:
jurnal pendidikan islam dan multikulturalisme, 37.
wardani, d. n. (2018). daya tarik pembelajaran di era 21 dengan blended learning.
jurnal kajian teknologi pendidikan.
jktp, 1(1), 13–18.
waryanto, n. h. (2006). on-line learning sebagai salah satu inovasi pembelajaran.
pythagoras, 2(1), 10–23.