• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI OMNIBUS LAW

TIM PENELITI Ketua:

Aristoteles, S.Si., M.Si. (0021058103, 5980605) Anggota:

Dedy Miswar, S.Si., M.Pd. (0008117407, 6675562)

JURUSAN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

2021

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Judul Penelitian : Rancang Bangun Sistem Informasi Ominbus Law

Manfaat Sosial Ekonomi : Peningkatan IPTEKS dalam bidang Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Jenis Penelitian : Penelitian Dasar Penelitian Terapan

: Pengembangan Eksperimental Ketua Peneliti

a. Nama Lengkap : Aristoteles, S.Si., M.Si.

b. NIDN : 0021058103

c. SINTA ID : 5980605

d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

e. Program Studi : Ilmu Komputer

f. Nomor HP : 081320178069

g. Alamat Surel (e-mail) : [email protected] Anggota Peneliti (1)

a. Nama Lengkap : Dedy Miswar, S.Si., M.Pd.

b. NIDN : 0008117407

c. SINTA ID : 6675562

d. Program Studi : Pendidikan Geografi

Anggota Peneliti (2)

a. Nama Lengkap : -

b. NIDN : -

c. SINTA ID : -

d. Program Studi : -

Jumlah Mahasiswa yang Terlibat : 1 Orang Jumlah Alumni yang Terlibat : - Jumlah Staf yang Terlibat : -

Lokasi Kegiatan : Universitas Lampung

Lama Kegiatan : 6 (Enam) Bulan

Biaya Penelitian : Rp 35.000.000,-

Sumber Dana : DIPA BLU Unila Tahun 2021

(3)
(4)

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG 1. Judul Penelitian : Rancang Bangun Sistem Informasi Ominbus Law. 2. Tim Peneliti

No Nama Jabatan Bidang Keahlian

Program Studi

Alokasi Waktu

(jam/minggu) 1 Aristoteles Ketua Ilmu Komputer Ilmu

Komputer

8 jam 2 Dedy

Miswar

Anggota 1 Pendidikan Geografi

Pendidikan Goegrafi

8 jam 3 Putra Saut

Martua Sinaga

Anggota 2 Programmer Ilmu Komputer

Ilmu Komputer (Mahasiswa)

8 jam

3. Objek Penelitian (jenis material yang akan diteliti dan segi penelitian)

Koleksi data Undang-Undang, Legal Drafter, Harminisasi Undang-Undang Similarity Rancangan Undang-Undang dengan Undang-Undang, Metode yang digunakan adalah TF dan Cosine Similarity

4. Masa Pelaksanaan

Mulai : Bulan Maret Tahun 2021 Berakhir : Bulan September Tahun 2021 5. Usulan Biaya : Rp. 35.000.000,00

6. Lokasi Penelitian (lab/studio/lapangan)

Laboratorium Komputasi Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila dan 7. Instansi lain yang terlibat (jika ada, uraikan apa kontribusinya)

-

8. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu (uraikan tidak lebih dari 50 kata, tekankan pada gagasan fundamental dan orisinal yang akan mendukung pengembangan iptek)

Diharapkan pengembangan sistem informasi ini akan mendukung pengembangan IPTEK khususnya pada Hukum dan Perundang-undangan di Republik Indonesia.

(5)

9. Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran untuk penerima hibah (tuliskan nama terbitan berkala ilmiah dan tahun rencana publikasi).

Penelitian ini telah di submit dan publikasikan di Turkish Journal of Computer and Mathematics Education (TURCOMAT) pada tahun 2021.

(6)

DAFTAR ISI

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM ... iv

DAFTAR ISI ... vi

RINGKASAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 11

1.1 Latar Belakang ... 11

1.2 Road Map Penelitian ... 12

1.3 Tujuan Khusus ... 14

1.4 Keutamaan Penelitian ... 14

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 15

2.1 Omnibus law ... 15

2.2 Undang Undang ... 15

2.3 UML (Unified Modelling Language)... 16

2.4 CodeIgniter ... 19

2.5 Term Frequency Inverse Document Frequency (TF-IDF) ... 19

2.6 Cosine Similarity ... 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 22

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 22

3.2 Alat dan Bahan ... 22

3.3 Tahapan Penelitian ... 23

1. Studi Literatur ... 24

2. Perancangan Sistem ... 24

2.1 Usecase Diagram... 25

2.2 Class Diagram ... 25

2.3 Rancangan Antar Muka ... 26

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

4.1 Hasil ... 32

4.2 Pembahasan ... 32

4.2.1 Praproses ... 33

4.2.1.1 Data Input ... 33

4.2.1.2 Case Folding ... 35

4.2.1.3 Tokenizing ... 35

4.2.1.4 Filtering ... 36

(7)

4.2.1.5. Stemming ... 37

4.2.2 Cosine Similiarity ... 38

4.3 Implementasi Sistem ... 39

4.3.1 Halaman Utama... 40

4.3.2 Halaman Arsip UU ... 40

4.3.3. Halaman Drafting UU ... 41

4.3.4. Halaman Harmonisasi UU ... 41

4.3.5. Halaman Login ... 42

4.3.6. Halaman Data User ... 42

4.3.7. Halaman Kategori ... 43

4.3.8. Halaman Kelola Dokumen ... 43

4.3.9. Halaman Status Dokumen ... 44

4.3.10. Halaman Rekomendasi Dokumen ... 44

4.4 Pengujian Sistem ... 45

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

5.1 Kesimpulan ... 52

5.2 Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 53

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 1 Model Umum ... 12

Gambar 2. Diagram Alur Penelitian ... 23

Gambar 3. Tahapan Extreme Programming (Pressman, 2010). ... 24

Gambar 4. Use case SI Omnibus Law ... 25

Gambar 5 Class Diagram Sistem Informasi Omnibus Law ... 26

Gambar 6 Tampilan Home SI Omnibus law ... 27

Gambar 7 Tampilan Pencarian Dokumen ... 27

Gambar 8 Tampilan Smilar Dokumen ... 28

Gambar 9 Halaman Kelola Dokumen ... 29

Gambar 10 Halaman Status Dokumen ... 29

Gambar 11 Halaman Rekomendasi ... 30

Gambar 12 Halaman Kelola Dokumen ... 31

Gambar 13. Alur Pengerjaan sistem ... 33

Gambar 14. Konversi dokumen pdf ke HTML ... 34

Gambar 15 Halaman Utama ... 40

Gambar 16 Halaman Arsip RUU ... 40

Gambar 17. Halaman drafting undang undang ... 41

Gambar 18 Halaman Harmonisasi UU ... 41

Gambar 19 Halaman Login ... 42

Gambar 20 Halaman data user ... 42

Gambar 21. Halaman Kategori ... 43

Gambar 22 Halaman Kelola Dokumen ... 43

Gambar 23 Halaman Status dokumen ... 44

Gambar 24 Halaman Rekomendasi Dokumen ... 45

Gambar 25. Diagram Mean Value Item ... 49

Gambar 26. Benchmark tampilan ... 50

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1 Road Penelitian ... 12

Tabel 2 Usecase Diagram (Sugiarti, 2013) ... 16

Tabel 3. Activity Diagram (Haviluddin, 2011) ... 17

Tabel 4. Class Diagram (Novianta & Setyaningsih, 2015) ... 18

Tabel 5 Konversi kalimat ke case folding ... 35

Tabel 6. Konversi kalimat ke bentuk tokenizing ... 36

Tabel 7. Konversi kalimat ke dalam bentuk filtering ... 37

Tabel 8. konversi kalimat ke dalam bentuk stemming ... 38

Tabel 9. Term Frequency ... 39

Tabel 10.Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Administrator ... 46

Tabel 11. Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Legal drafter ... 47

Tabel 12. Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Pengguna ... 48

Tabel 13 Mean Value Per Item ... 50

(10)

RINGKASAN

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI OMNIBUS LAW

Secara Terminologi Omnibus law berasal dari kata latin yang memeiliki makna untuk semuanya. Omnibus law merupakan metode atau konsep yang dibuat dengan cara menggabungkan beberapa regulasi serta substansi pengaturannya yang berbeda dan menjadi satu kesatun dalam satu hukum. Sistem omnibus law belum mempunyai tata kelola penyerdahanaan legalisasi sistem omnibus law. Fungsi omnibus law dapat memangkas banyaknya RUU. Sistem pernyerdahanaan omnibus law harus dilakukan secara teliti dan tepat, oleh karna itu jika dilakukan secara manual dapat menghabiskan waktu yang banyak serta melibatkan data yang besar dalam hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan sistem informasi.

Penelitian ini memiliki tujuan agar terbentuk nya suatu sistem informasi untuk memudahkan legal drafter untu mengoptimalkan sistem informasi omnibus law dalam pencarian RUU terkait dengan menggunakan filter dan search keyword dengan menggunakan metode cousine similiarity. Tahapan dalam penelitian ini yaitu pencarian data penelitian untuk mengumpulkan kebutuhan sistem sehingga memiliki proses bisnis yang akan diterapkan pada sistem; dan tahap kedua adalah membuat desain database, coding program, integrasi dilanjutkan instalasi, running, dan pengujian program.

Kata kunci: Omnibuslaw, Cousine Similiarity, coding program

(11)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai negara hukum akan menertibkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara denga menggunakan aturan hukum keadilan. Tatanan kehidupan bangsa indonesia didalam wadah yang demokratis didasarkan di dalam keadilan. tradisi hukum eropa konentinental sudah melekat dalam bangsa indonesia serta pembangunan hukum harus di dasari pada pembangunan legislasi(Chen, 2010).

Pembagunan hukum indonesia berada pada hukum versi barat atau hukum asli indonesia, rezim order baru muncul pada tahun 1966 merupakan sebagai pembangunan hukum(Daniel, 2019).. Rezim order baru menjadi sebuah mazhab mainstream didalam pembangunan hukum indonesia dan alat rekayasa sosial untuk menjalankan program program pembangunan hukum yang sedang dijalankan(Daniel, 2019).

Pertumbuhan ekonomi dalam masa pembangunan hukum mazhab semakin menguat, dalam hal ini ketiadaan basis pembangunan legislasi menjadikan legislasi menjadi tidak terarah sampai akhirnya terjadinya reformasi.

Refotmasi tidak banyak memberikan solusi dalam pembangunan legislasi, walaupun prolegnas sudah diarahkan, tetapi tidak memiliki basis dan dalam kenyataan, akibatnya perkembangan legislasi berkembangan dengan cepat dan mengkedepankan kuantitas daripada kualitas

Banyaknya regulasi yang tumpah tindih dan tidak selaras mengharuskan regulasi tersebut di selaraskan dan disederhanakan, oleh karna itu regulasi tidak boleh menghambat pekembangan teknologi serta regulasi harus mengekedapakan kepentingan rakyat sehingga membuat indonesia menjadi lebih maju, omnibus law merupakan kunci dari reformasi legislasi

(12)

Indonesia belum mengenal sistem omnibus law dan indonesia tidak mengenal belum mempunyai tata kelola penyerdahanaan legalisasi sistem omnibus law.

Fungsi omnibus law dapat memangkas banyaknya RUU. Sistem pernyerdahanaan omnibus law harus dilakukan secara teliti dan tepat, oleh karna itu jika dilakukan secara manual dapat menghabiskan waktu yang banyak serta melibatkan data yang besar dalam hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan sistem informasi. Gambaran umum mekanisme sistem informasi omnibus law, terdapat dalam gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1 Model Umum

Dalam pengembangan sistem informasi perlu memperhatikan aspek keamanan, efisien, dan kualitas sehingga diperlukan pengembangan sistem menggunakan framework. Pengembangan sistem informasi Omnibus Law menggunakan framework merupakan salah satu tujuan agar sistem lebih mudah dalam perawatan dan pengembangan sistem lebih lanjut.

1.2 Road Map Penelitian

Berikut ini road map penelitian : Tabel 1 Road Penelitian

Tahun Aktivitas yang dilakukan

Luaran yang dihasilkan

Skema Penelitian

Sumber Pendanaan Aktifitas yang telah dilakukan

2013- 2014

Pro poor model dalam perumusan perda yang berorentasi pada pemenuhan hak

masyarakat miskin atas pelayanan dasar

Publikasi Ilmiah

Penelitian Strategis Nasional

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI

(13)

2016- 2017

Rekonstruksi Pembangunan

Legislasi berbasis Hukum Pengayoman

Publikasi Ilmiah

Penelitian Hibah Kompetitif Nasional

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI 2018-

2019

Model Hukum Pengayoman untuk Melindungi dan Memberdayakan Desa

Publikasi Ilmiah

Penelitian Strategis Nasional Institusi

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI 2018-

2019

Karakterisasi Graf Petersen Berbilangan Kromatik Lokasi Empat atau Lima

Publikasi Ilmiah

Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI

2018 PENGEMBANGAN

SISTEM INFORMASI PENILAIAN KESEHATAN HUTAN

Publikasi Ilmiah, HKI,

Penelitian Strategis Nasional Institusi

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI

2017 PENGEMBANGAN

SISTEM INFORMASI PENILAIAN KESEHATAN HUTAN

Publikasi Ilmiah, HKI

Penelitian Produk Terapan

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI 2015 PENGGUNAAN

OPTICAL CHARACTER RECOGNATION

(OCR) PADA

APLIKASI MOBILE

‘VIRTUAL

GUIDE’MUSEUM LAMPUNG

Publikasi Ilmiah

Penelitian Produk Terapan

Kementerian Riset,

Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi RI

Aktifitas yang sedang dilakukan 2020-

2021

Riset Inovasi Produktif tentang Tata Kelola Penyederhanaan Legislasi Berbasis Aplikasi OmniLaw

Publikasi Ilmiah

Kompetisi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan RI (LPDP RI)

(14)

Aktifitas yang akan dilakukan 2021 RANCANG

BANGUN SISTEM INFORMASI

OMNIBUS LAW

Publikasi Ilmiah

Penelitian Terapan

BLU Unila

1.3 Tujuan Khusus

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Meranncang serta mengembangkan sistem informasi omnibus law dan melakukan pencarian kata-kata serta filter secara optiomal untuk RUU terkait dengan menggunakan cousine similiarity dalam website dengan menggunakan framework CodeIgniter.

1.4 Keutamaan Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Memudahkan pencarian RUU yang relevan sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan

2. Sistem informasi penjaminan mutu internal menjadi lebih mudah, aman, dan efisien waktu.

1.5 Target Temuan Penelitian

Target temuan utama dari penelitian ini adalah pengembangan sistem pencarian kata di dalam RUU yang relevan denan menggunakan cousine similiarity.

(15)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Omnibus law

Definisi daripada Omnibus Law dimulai dari kata Omnibus. Kata Omnibus berasal dari bahasa Latin, dimana artinya berkaitan dengan atau berurusan dengan berbagai objek dalam berbagai tujuan. Kata Law yang maka dapat didefinisikan sebagai hukum untuk semua. Omnibus Law adalah aturan undang undang baru yang memuat beragam subtansi aturan yang keberadaannya mengemademenkan beberapa undang undang(Busroh, 2017).

Omnibus law diadopsi pada Tahun 2002 yang mengatur status otonom Provinsi Vojvodina yang termasuk di dalam Serbia. Hukum tersebut mencakup yuridiksi pemerintah Provinsi Vojvodina mengenai budaya, pendidikan, bahasa, media, kesehatan, sanitasi, jaminan kesehatan, pensiun, perlindungan sosial, pariwisata, pertambangan, pertanian, dan olahraga.

Omnibus Law termasuk hal yang baru di Indonesia walaupun negara-negara lain telah menerapkan seperti Amerika Serikat, Kanada, Filipina, Australia dan masih banyak Negara yang telah menerapkan omnibus law

2.2 Undang Undang

Undang undang merupakan hokum yang telah di sahkan oleh badan legislatf, sebelum terbentuknya undang undang maka sebutannya adalah rancangan undang undang. Otoritas yang berguna untuk mengatur, menyediakan dana dan menghukum serta membatasi sesuatu merupakan fungsi dari undang undang. Suatu rancangan undang-undang diusulkan oleh anggota badan legislatif lalu badan eksekutif dan selanjutnya dibahas di antara anggota legislatif. Undang-undang sering kali diamandemen sebelum akhirnya disahkan atau mungkin juga ditolak.(Saidin, 2018).

(16)

2.3 UML (Unified Modelling Language)

UML (Unified Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek (Sukamto & Shalahudin, 2014)

1. Usecase Diagram

Usecase diagram merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor (Sugiarti, 2013).

Tabel 2 Usecase Diagram (Sugiarti, 2013) No Gambar Nama Keterangan

1 Usecase Fungsional yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

2 Aktor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.

3 Asosiasi Komunikasi antara aktor dan usecase yang berpartisipasi pada usecase atau usecase memiliki interaksi dengan aktor.

4 Include Relasi usecase tambahan ke sebuah usecase yang ditambahkan memerlukan usecase ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat.

5 Ekstensi Relasi usecase tambahan ke sebuah usecase dimana usecase yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walaupun tanpa usecase tambahan itu.

E

(17)

2. Activity Diagram

Activity diagram atau diagram aktivitas yaitu menggambarkan aktifitas-aktifitas, objek, state, transisi state dan event. Dengan kata lain kegiatan diagram alur kerja menggambarkan perilaku sistem untuk aktivitas (Haviluddin, 2011).

Tabel 3. Activity Diagram (Haviluddin, 2011)

3. Class Diagram

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package, dan objek beserta hubungan satu sama lain (Novianta & Setyaningsih, 2015).

No Gambar Nama Keterangan

1 Activity Menandakan sebuah aktivitas.

Bagaimana masing-masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain.

2 Action State dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

3 Initial Node Titik awal, untuk memulai suatu aktivitas.

4 Activity

Final Node

Objek dibentuk dan diselesaikan atau di akhiri.

5 Line

Connector

Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang digunakan untuk menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya

6 Decision Pilihan untuk mengambil keputusan.

(18)

Tabel 4. Class Diagram (Novianta & Setyaningsih, 2015) artTToolbar Nama Keterangan

1 Class Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.

2 Association

Association

Menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya.

3 Directed

Associati on

Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, directed assoc iation biasanya juga disertai dengan multiplicity.

4 Aggregation Relasi antar kelas dengan makna semua- bagian (Whole-part).

5 Composition Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut memiliki relasi composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut.

6 Dependency Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri (independent).

7 Generalizati

on

Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor) (umum-khusus).

(19)

2.4 CodeIgniter

CodeIgniter merupakan sebuah toolkit yang ditujukan untuk orang yang ingin membangun aplikasi web dalam bahasa pemrograman PHP (Raharjo, 2015).

Dalam framework CodeIgniter terdapat beberapa macam kelas (class) yang berbentuk library dan helper, yang berfungsi membantu programmer dalam mengembangkan aplikasi. Dalam CodeIgniter terdapat konsep MVC (Model View Control) (Suharsana, 2016). CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis. Tujuan pengembangannya untuk membantu developer mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal (Daqiqil, 2011). CodeIgniter ini memungkinkan para pengembang untuk menggunakan framework secara parsial atau secara keseluruhan. Artinya bahwa CodeIgniter masih memberi kebebasan kepada para pengembang untuk menulis bagian-bagian kode tertentu didalam aplikasi menggunakan cara konvensional atau dengan syntax umum didalam PHP, tidak harus menggunakan aturan penulisan kode di CodeIgniter (Septian, 2011).

2.5 Term Frequency Inverse Document Frequency (TF-IDF)

ITF (Term Frequency) ialah frekuensi kemunculuan kata pada setiap dokumen, dari TF tersebut didapatkan DF (document frequency) yaitu banyaknya dokumen yang mengandung suatu kata tersebut.TF-IDF merupakan sebuah nilai yang digunakan untuk menghitung bobot sebuah kata yang muncul dalam dokumen. TF-IDF didapatkan dari hasil perkalian antar TF dan IDF,

dimana IDF merupakan hasil invers dari DF. Perhitungannya dapat dituliskan sebagai berikut :

(20)

I𝐷𝐹(𝑤) = 𝑙𝑜𝑔 𝑁

𝐷𝐹(𝑤)

(1)

𝑇𝐹 − 𝐼𝐷𝐹 (𝑤, 𝑑) = 𝑇𝐹(𝑤, 𝑑) ∗ 𝐼𝐷𝐹(𝑤) (2)

Keterangan:

IDF(w) : bobot kata dalam seluruh dokumen.

w : sebuah kata.

TF(w,d) : frekuensi kemunculan kata w dalam dokumen d.

IDF(w) : inverse DF dari kata w.

N : jumlah seluruh dokumen.

DF(w) : jumlah dokumen yang mengandung kata w Jika diperhatikan dari perhitungan IDF rumus nomer 1, apabila N = DF(w) maka akan didapatkan hasil 0 (nol). Untuk mensiasati hal tersebut maka dapat ditambahkan nilai 1 pada sisi IDF, dan perhitungan TF (w,d) menjadi sebagai :

TF − IDF (w, d) = 𝑇𝐹(𝑤, 𝑑) ∗ (𝑙𝑜𝑔 ( 𝑁

𝐷𝐹(𝑤)) + 1 ) (3)

Kemudian untuk menstandarisasi nilai TF-IDF ke dalam interval 0 sampai 1 diperlukan normalisasi sebagai berikut

𝑇𝐹 − 𝐼𝐷𝐹 (𝑤, 𝑑) = 𝑇𝐹 − 𝐼𝐷𝐹(𝑤,𝑑)

𝑛𝑤=1TF−IDF (w,d) (4)

Dimana ∑ TF − IDF(w,d) 𝑛 𝑤=1 adalah jumlah dari nilai TF-IDF dari kata pertama hingga kata ke n yang terdapat dalam dokumen d.

(21)

2.6 Cosine Similarity

Cosine similarity berfungsi untuk membandingkan kemiripan antar dokumen, dalam hal ini yang dibandingkan adalah query dengan dokumen latih [3].

Dalam menghitung cosine similarity pertama yaitu melakukan perkalian skalar antara query dengan dokumen kemudian dijumlahkan, setelah itu melakukan perkalian antara panjang dokumen dengan panjang query yang telah dikuadratkan, setelah itu di hitung akar pangkat dua. Selanjutnya hasil perkalian skalar tersebut di bagi dengan hasil perkalian panjang dokumen dan query. Rumus dapat dilihat sebagai berikut

𝑐𝑜𝑠𝑆𝑖𝑚(𝑑𝑗, 𝑞𝑘) = (𝑥 + 𝑎)𝑛 = 𝑛𝑖=1(𝑡𝑑∗𝑡𝑞 )

√∑𝑛𝑖=1𝑡𝑑∗ ∑𝑛𝑖=1𝑡𝑞𝑡𝑞

(5) Keterangan:

cosSim(dj,qk) : tingkat kesamaan dokumen dengan query tertentu tdij : term ke-i dalam vektor untuk dokumen ke-j tqik : term ke-i dalam vektor untuk query ke-k n : jumlah term yang unik dalam data set

(22)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s.d September 2021 di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan LPPM Universitas Lampung yang berada di Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian ini guna mendukung dan menunjang pelaksanaan penelitian, antara lain:

1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini adalah satu unit laptop dengan spesifikasi:

a. Processor: AMD® A8-6410 APU RADEON @ 1.60GHz (8 CPUs), ~2.0GHz

b. Installed memory (RAM): 8192 MB c. System type: 64-bit Operating System

d. Operating System: Windows 10 Home Single Language 64-bit (10.0, Build 17763)

e. Monitor: LCD 14”

2. Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah:

a. COREL DRAW X7 dan Adobe XDesign CC c. Framework CodeIgniter

d. Star UML

e. Visual Studio Code

f. Web Browser Mozilla Firefox dan Google Chrome g. XAMPP dengan PHP 7.2.7

(23)

3.3 Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu studi literatur, perancangan sistem, pengembangan sistem, pengujian sistem, dan penulisan laporan. Alur langkah tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut.

Gambar 2. Diagram Alur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Extreme Programming. Extreme Programming (XP) adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel (Ferdiana, 2012).

Extreme Programming pertama kali diperkenalkan oleh Kent Beck dalam metodologi pengembangan perangkat lunak.

Model Extreme Programming didefinisikan sebagai suatu metode ringan yang menekankan pada komunikasi intens, hingga model pengerjaan yang interaktif dan incremental. Pengembangan sistem yang menggunakan Extreme Programming terdapat empat tahapan, yaitu Planning, Design, Coding, dan Testing (Pressman, 2010).

(24)

Gambar 3. Tahapan Extreme Programming (Pressman, 2010).

1. Studi Literatur

Studi literatur adalah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder.

Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di LPPM Unila dan DPD RI. Sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan atau dokumentasi dan bahan-bahan lain yang relevan dengan masalah dalam pembuatan sistem ini.

2. Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah suatu fase dimana diperlukan suatu keahlian perancangan untuk elemen-elemen komputer yang akan menggunakan sistem, yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru (Kristanto, 2010). Tahapan rencana pengembangan sistem ke dalam desain yang digunakan untuk mempermudah pengguna melihat rancangan sistem yang dibuat. Langkah-langkah yang digunakan yaitu merancang usecase diagram, activity diagram, dan class diagram.

Langkah pertama yaitu menentukan alur dari sistem yang akan dikembangkan dan dijelaskan menggunakan diagram untuk mempermudah pengguna untuk memahami alur proses sistem.

(25)

2.1 Usecase Diagram

Sistem informasi omnisbus Law 4 pengguna, yaitu Administrator, Legal drafter sebagai Verfikator dan User. Aktor administrator memiliki 3 interaksi yaitu tambah dokumen, hapus dokumen, edit dokumen. Aktor Legal Drafter memiliki 5 interaksi, yaitu tambah dokumen, edit dokumen, verifikasi dokumen, review dokumen dan memberikan rekomendasi dokumen. Aktor User dapat mencari dokumen serta mengunduh dokumen dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Use case SI Omnibus Law

2.2 Class Diagram

Class diagram digunakan untuk mendeskripsikan jenis-jenis objek sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terjadi. Class diagram dapat dilihat pada Gambar 5.

(26)

2.3 Rancangan Antar Muka

Rancangan antarmuka merupakan bentuk tampilan yang berhubungan langsung dengan pengguna. Antarmuka berfungsi sebagai penghubung antara sistem informasi omnibus law dengan pengguna. Rancangan antarmuka dibuat sesuai dengan proses bisnis yang sedang berjalan saat ini.

a. Rancangan Antarmuka user

Rancangan antarmuka user sistem informasi omnibus law ditujukkan pada gambar-gambar sebagai berikut.

1. Tampilan utama

Pada saat pengguna mengakses Si omnibus law maka tampilan yang akan muncul terlebih dahulu adalah tampilan Gambar 5 Class Diagram Sistem Informasi Omnibus Law

(27)

utama yang memeiliki beberapa menu dapat dilihat pada gambar 6.

2. Tampilan Arsip Dokumen

Tampilan arsip dokumen merupakan tampilan yang berfungsi sebagai pencarian dokumen sesuai keinginan user. Pencarian dokumen dapat dilakukan bedasarkan filtering dan keyword, serta user dapat mendownload dokumen jika diperlukan dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7 Tampilan Pencarian Dokumen Gambar 6 Tampilan Home SI Omnibus law

(28)

3. Tampilan Similar Dokumen

merupakan tampilan yang berfungsi sebagai pencarian dokumen sesuai keinginan user, yang mencocokan pencarian user bedasarkan keyword yang dicari dan menampilkan hasil pencarian berupa persentase dapat dilihat gambar 8.

b. Rancangan Antarmuka Pelaku Legal Drafter

Rancangan antarmuka Legal Drafter sistem informasi pengembangan ombibus law ditunjukkan pada gambar-gambar berikut.

1. Rancangan antarmuka Kelola Data Gambar 8 Tampilan Smilar Dokumen

(29)

Antarmuka Kelola Data digunakan untuk mengatur dokumen mulai dari penambahan dokumen, edit dokumen dan hapus dokumen dapat dilihat pada gambar 9.

2. Rancangan Antarmuka Review Dokumen

Antarmuka Review Dokumen digunakan untuk mengatur dokumen yang masuk dan legal drafter akan mereview setiap dokumen dan memberikan nilai yaitu, terverifikasi atau tidak terverifikasi pada dokumen tersebut dapat dilihat pada gambar 10.

Gambar 9 Halaman Kelola Dokumen

Gambar 10 Halaman Status Dokumen

(30)

3. Rancangan Antarmuka Rekomendasi Dokumen

Antarmuka Rekomendasi Dokumen digunakan untuk mengatur dokumen yang telah diverfikasi dan legal drafter akan merekomendasikan setiap dokumen dan memberikan nilai yaitu, Rekomendasi atau tidak Rekomendasi pada dokumen tersebut yang akan di lihat oleh user dapat dilihat pada Gambar 11.

c. Rancangan Antarmuka Pelaku administrator

Rancangan antarmuka administrator sistem informasi omnibus law ditujukkan pada gambar-gambar sebagai berikut.

1. Rancangan Antarmuka Kelola Dokumen Gambar 11 Halaman Rekomendasi

(31)

Antarmuka Kelola Data digunakan untuk mengatur dokumen mulai dari penambahan dokumen, edit dokumen dan hapus dokumen dapat dilihat pada gambar 12.

Gambar 12 Halaman Kelola Dokumen

(32)

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil

Sistem informasi omnibus law memudahkan legal drafter dalam membentuk rancangan undang undang dalam mencari presentasi kesamaan antara undang undang satu dengan yang lain nya, baik secara pencarian kata, serta membandingkan antara satu dokumen dengan dokumen yang lainnya.

Sistem informasi Omnibus law terdapat tiga kelompok pengguna.yaitu pengunjung (user), legal drafter / verifikator serta administrator. Aktor Pengujung dapat menggunakan fitur kesamaan persentase perhitungan kesamaan dokumen, ada dua cara dalam mencari persentase yaitu pencarian keyword dan menggunakan dokumen dengan cara mengunggah file tersebut. Aktor pengunjung tidak diperlukan dalam akses login. Aktor Legal drafter dapat serta dapat mengelola file serta memodifikasi dan memberi status dokumen serta memverifikasi rancangan undang undang yang akan dilihat pengunjung, Aktor administrator dapat mengelola akun-akun terkait di dalam sistem seperti username dan password, mengelola kategori jika dibutuhkan penambahan kategori yang dibutuhkan serta pengurangan, serta mengatur dokumen jika dibutuhkan.

Sistem informasi ini dibangun menggunakan HTML dan Bootstrap untuk menangani dalam hal interface, serta Javascript dalam hal aksi dan proses yang diperlukan berdasarkan permintaan pengguna pada sistem.

4.2 Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian ini dapat diilustrasikan pada Gambar 13. Dalam pembangunan penelitian terdapat dua tahapan yaitu tahap coding dan testing serta dijabarkan ke dalam bentuk sistem.

(33)

Gambar 13. Alur Pengerjaan sistem 4.2.1 Praproses

Dokumen pada umumnya memiliki struktur tidak beraturan terhadap satu dengan yang lainnya. Hal ini diperlukan suatu proses untuk menjadikan sekumpulan dokumen memiliki satu struktur yang sama, proses ini disebut teks praproses.

Berikut praproses yang dilakukan pada penelitian ini.

4.2.1.1 Data Input

Pengembangan sistem informasi omnibus law menggunakan dokumen undang undang bentuk portable document format. Sumber primer Undang-Undang diperoleh dari peraturan.go.id. Undang-Undang yang digunakan di sebanyak 200 dan berasal dari tahun 1995 sampai dengan 2010. Source code konversi pdf ke

(34)

HTML dapat dilihat pada Potongan Kode 1 Contoh Portable document fotmat yang di upload. Undang-Undang yang diunggah akan di konversi menjadi bentuk hyper text markup language (HTML), Hasil konversi ke dalam bentuk HTML dapat dilihat pada Gambar 14.

Potongan kode 1. Source code konversi pdf ke HTML

Gambar 14. Konversi dokumen pdf ke HTML

(35)

4.2.1.2 Case Folding

Case folding merupakan tahapan pertama dalam melakukan praprosesing dan merupakan bentuk teks praprosesing paling sederhana dan efektif. Case folding berfungsi untuk untuk menyeleraskan semua huruf dalam sebuah dokumen dan diubah menjadi huruf kecil, menghapus angka, menghapus tanda baca, menghapus whitespace. Source code case folding dapat dilihat pada Potongan Kode 2. Contoh hasil konversi kalimat ke dalam bentuk case folding dapat dilihat Tabel 6.

Potongan kode 2. Source code case folding Tabel 5 Konversi kalimat ke case folding

Kalimat sebelum

dikonversi Kalimat sesudah dikonversi

"Undang-Undang Rancangan Indonesia"

undang undang rancangan indonesia

4.2.1.3 Tokenizing

Tokenizing merupakan tahapan kedua dalam praproses pada penelitian ini.

Tokenizing berfungsi untuk memisahkan kalimat teks menjadi potongan potongan dan hal ini disebut token, sehingga setiap kata yang sudah dipotong menjadi satu index array. Source code tokenizing dapat dilihat pada Potongan Kode 3. Hasil konversi kalimat kedalam bentuk tokenizing dapat dilihat pada Tabel 6.

(36)

Tabel 6. Konversi kalimat ke bentuk tokenizing

Kalimat sebelum

dikonversi Kalimat sesudah dikonversi

undang undang rancangan indonesia

[undang, undang, rancangan, indonesia]

4.2.1.4 Filtering

Filtering merupakan tahapan ketiga dalam pengerjaan praproses dalam penelitian ini. Filtering berfungsi untuk mengambil dari hasil potongan kata atau token dan membuang kata kata stopword/stoplist. Stopword merupakan kata umum yang sering muncul dan tidak memiliki makna contohnya seperti kata konjungsi yaitu,

“yang”, “dan”, “di”, “dari”, “bagaimana” dan sebagainya. Source code dapat dilihat pada Potongan Kode 4 dan hasl konversi kalimat ke dalam bentuk filtering dapat dilihat pada Tabel 7.

Potongan kode 3. Source code Tokenizing

(37)

4.2.1.5. Stemming

Stemming merupakan tahapan terakhir dalam proses praproses. Stemming berfungsi menghilangkan imbuhan dalam sebuat kata ke bentuk kata dasar.

Stemming yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan sastrawi dengan bahasa Indonesia, Contoh penggunaan Stemming adalah kata

“membaca”, “dibaca”, “terbaca” diubah menjadi kata “baca”. Source code Stemming dapat dilihat pada Potongan Kode 5 dan hasil konversi kalimat kedalam bentuk stemming dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 7. Konversi kalimat ke dalam bentuk filtering

Kalimat sebelum

dikonversi Kalimat sesudah dikonversi

[undang, undang, yang, rancangan, di, indonesia]

[undang, undang, rancangan, indonesia]

Potongan kode 4. Source code tokenizing

(38)

Tabel 8. konversi kalimat ke dalam bentuk stemming kalimat sebelum

dikonversi kalimat sesudah di konversi

[undang, undang, rancangan, indonesia]

[undang, undang, rancang, indonesia]

4.2.2 Cosine Similiarity

Cosine similiarity sebagai metode untuk menghitung nilai kemiripan antara kalimat, yang dilakukan dalam penelitian. Contoh kalimat yang digunakan dapat dilihat sebagai berikut :

Undang-undang atau legislasi adalah hukum yang telah disahkan oleh badan legislatif atau unsur ketahanan yang lainnya.

Uji kemiripan teks dilakukan dengan Rumus (1): Berikut Term Frequency text yang di gunakan dalam perhitungan cosine similiarity dapat dilihat pada Tabel 9.

Potongan kode 5. Source code stemming

(39)

Tabel 9. Term Frequency

NO Daftar kata banyak kata

1 undang 2

2 atau 2

3 legislasi 1

4 adalah 1

5 hukum 1

6 yang 2

7 telah 1

8 disahkan 1

9 oleh 1

10 badan 1

11 legislatif 1

12 unsur 1

13 ketahanan 1

14 lainnya 1

Queri yang dicari adalah kata ‘undang’. Kata undang memiliki frekuensi kata sebanyak dua pada dokumen tersebut. Sehingga dapat memasukan ke dalam Rumus :

2.1

√12

=2 . √22 + 12+ 12 + 12+ 12 + 22+12+12+ 12+ 12+ 12+ 12 + 12+ 12 2

1 . √23 2

4.795831523312

Maka di dapatkan hasil cosine similiarity sebesar 0,4170288281141512 dengan queri ‘undang’ pada Tabel 12.

4.3 Implementasi Sistem

Implementasi sistem merupakan tahapan penelitian dari hasil rancangan sistem.

Implementasi sistem informasi omnibus law memiliki dua tahap yaitu tahap coding

(40)

dan testing. Berikut hasil impelemtasi sistem informasi omnibus law ditunjukan dengan tampilan berikut.

4.3.1 Halaman Utama

Halaman utama merupakan halaman yang muncul pertama kali ketika pengguna mengakses sistem informasi ini. Hal ini dapat di lihat pada Gambar 15.

Gambar 15 Halaman Utama 4.3.2 Halaman Arsip UU

Halaman Arsip UU merupakan daftar untuk melihat rancangan RUU yang sudah di verfikasi oleh legal drafter untuk dilihat oleh pengunjung terlihat pada Gambar 16.

Gambar 16 Halaman Arsip RUU

(41)

4.3.3. Halaman Drafting UU

Halaman Drafting UU merupakan halaman pencarian kesamaan kata dengan menggunakan keyword tertentu, dalam halaman drafting UU dapat memasukan kata yang ingin dicari oleh pengunjung untuk mencari persentase kesamaan pada dokumen, dapat dilihat pada Gambar 17.

4.3.4. Halaman Harmonisasi UU

Halaman Similiarity merupakan Halaman pencarian kesamaan kata dengan memasukan file portable document fotmat (pdf), Fitur ini dapat mencari tingkat kesamaan dalam file yang dimasukan. Hasil pada saat memasukan file ke dalam sistem dapat dilihat pada Gambar 18.

Gambar 17. Halaman drafting undang undang

Gambar 18 Halaman Harmonisasi UU

(42)

4.3.5. Halaman Login

Halaman Login digunakan untuk mengakses halaman kontrol administrator dan legal drafter, hal ini dapat dilakukan dengan mengklik fitur dari login dapat dilihat pada Gambar 19.

4.3.6. Halaman Data User

Halaman data user merupakan halaman yang pertama kali muncul pada saat admin berhasil login, dalam halaman ini terdapat informasi mengenai level user seperti dministrator dan legal drafter. Table action memiliki fitur edit dan hapus. Aksi edit dan hapus dapat dilihat pada Gambar 20.

Gambar 19 Halaman Login

Gambar 20 Halaman data user

(43)

4.3.7. Halaman Kategori

Halaman kategori merupakan halaman untuk mengatur setiap kategori yang di bututkan pada sistem informasi omnibus law, Admin dapat menambahkan, mengurangi serta mengediit kategori yang ada pada sistem informasi omnibus law.

Gambar dapat dilihapat pada Gambar 21.

4.3.8. Halaman Kelola Dokumen

Halaman Kelola Dokumen merupakan halaman yang digunakan untuk mengoperasikan Undang-Undang dalam berbentuk pdf, Halaman kelola dokumen terdapat kolom action, pada kolom tersebut terdapat tombol unduh, edit dan hapus dapat dilihat pada Gambar 22.

Gambar 22 Halaman Kelola Dokumen Gambar 21. Halaman Kategori

(44)

4.3.9. Halaman Status Dokumen

Halaman Status Dokumen merupakan halaman untuk menverifikasi dokumen yang di rekomendasikan oleh legal drafter yang akan ditunjukan kepada pengunjung.

Halaman ststus dokumen memiliki kolom aksi, pada kolom aksi tersebut memiliki tombol download serta tombol rekomendasi. Tombol Rekomendasi di gunakan untuk merekomendasikan file rancang undang undang ke dalam halaman rekomendasi dokumen, dapat dilihat pada Gambar 23.

4.3.10. Halaman Rekomendasi Dokumen

Rekomendasi halaman merupakan halaman yang berguna untuk mengetahui dokumen rancangan undang undang yang mendapatkan label rekomendasi dari legal drafter. Halaman rekomendasi memiliki tombol aksi download dan batal rekomendasi, dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 23 Halaman Status dokumen

(45)

4.4 Pengujian Sistem

Pengujian fungsional sistem informasi omnibus law di gunakan dengan menggunakan black box testing dan pengukuran user experience pada sistem informasi omnibus law menggunakan user experience quistionnaire. Black box testing merupakan pengujian fungsional ststem untuk menguji sebuah sistem tanpa perlu mengetetahui struktur kode internal pada sistem tersebut.

Pengujian fungsional sistem informasi ini dilakukan untuk mengetahui hasil uji coba setiap menu dapat dilihat pada table berikut.

1. Administrator

Pengujian pada actor administrator dalam menu manajemen User, pengelolaan dokumen dan pengololaan kategori yang terdiri dari sub menu edit dokumen, tambah dokumen, hapus dokumen, pemberian manajemen level user, penambahan serta pengurangan kategori, hal ini dapat dilihat pada Tabel 10.

Gambar 24 Halaman Rekomendasi Dokumen

(46)

Tabel 10.Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Administrator Fungsi yang

Diuji

Masukan Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Menampilkan

data

manajemen User

Pengguna memasukkan data username dan pasword secara lengkap.

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan.

BERHASIL

Menambah data user

Pengguna menekan tombol tambah data.

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Mengubah data user

Pengguna menekan tombol edit

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Menghapus data user

Pengguna menekan tombol hapus.

Sistem akan menampilkan peringatan, jika iya maka data akan terhapus, jika tidak maka sistem tidak menghapus data.

BERHASIL

Menampilkan data kategori

Memasukan data kategori secara tepat

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan.

BERHASIL

Menambah Kategori

Pengguna menekan tombol tambah data.

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Mengubah nama kategori

Pengguna menekan tombol edit

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Menghapus Kategori

Pengguna menekan tombol hapus.

Sistem akan menampilkan peringatan, jika iya maka data akan terhapus, jika tidak maka sistem tidak menghapus data.

BERHASIL

Menampilkan data

dokumen

Memasukan dokumen dengan

mengunggah file pdf

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan.

BERHASIL

Menambah dokumen

Pengguna menekan tombol tambah data.

Sistem akan menyimpan dokumen dan menampilkan informasi dokumen telah disimpan

BERHASIL

(47)

Fungsi yang Diuji

Masukan Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Mengubah

nama dokumen

Pengguna menekan tombol edit

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Menghapus dokumen

Pengguna menekan tombol hapus.

Sistem akan menampilkan peringatan, jika iya maka dokumen akan terhapus, jika tidak maka sistem tidak menghapus dokumen.

BERHASIL

2. Legal Drafter

Pengujian pada aktor legal drafter dalam menu pengelolaan dokumen dan Rekomendasi dokumen serta status dokumen yang terdiri dari sub menu edit dokumen, tambah dokumen, hapus dokumen, pemberian status dokumen dan rekomendasi dokumen, hal ini dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Legal drafter Fungsi yang

Diuji

Masukan Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Menampilkan

data dokumen

Memasukan dokumen dengan

mengunggah file pdf

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan.

BERHASIL

Menambah dokumen

Pengguna menekan tombol tambah data.

Sistem akan menyimpan dokumen dan menampilkan informasi dokumen telah disimpan

BERHASIL

Mengubah nama dokumen

Pengguna menekan tombol edit

Sistem akan menyimpan data dan menampilkan informasi data telah disimpan

BERHASIL

Menghapus dokumen

Pengguna menekan tombol hapus.

Sistem akan menampilkan peringatan, jika iya maka dokumen akan terhapus, jika tidak maka sistem tidak menghapus dokumen.

BERHASIL

Memberi status pada dokumen

Drafter legal menekan tombol

“like”

Maka dokumen akan berpiindah ke dalam tab rekomendasi dokumen

BERHASIL

(48)

Fungsi yang Diuji

Masukan Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Memberi

nilai

rekomendasi

Drafter legal menekan tombol

“rekomendasi”

Maka dokumen yang telah di beri rekomendasi oleh legal drafter dapat dilihat ileh user

BERHASIL

2. Pengguna

Pengujian pada aktor pengunjung/pengguna dalam menu pencarian tingkat kesamaan kata yang di cari, tingkat kesamaan bedasarkan dokumen, serta unduh dokumen, hal ini dapat dilihat pada Tabel 12 berikut.

Tabel 12. Hasil Pengujian Fungsional Sistem pada Pengguna Fungsi yang

Diuji

Masukan Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Menampilkan

data arsip undang undang

Menekann tombol unduh pada kolom aksi

Sistem akan mengunduh otomatis sesuai dengan undang undang yang dipilih

BERHASIL

Memasukan irisan kata pada halaman perhitungan

Memasukan irisan kata lalu submit

Sistem akan mencari presentasi kesamaan terhadap undang undang yang berada pada database

BERHASIL

Memasukan dokumen pada halaman similiarity

Pengguna akan memasukan dokumen dalam bentuk pdf

Sistem akan

membandingkan antara dokumen yang telah di upload oleh pengguna dan akan dibandingkan tingkat kemiripan pada dokumen yang ada di database.

BERHASIL

Bedasarkan hasil dari pengujian blackbox pada sistem informasi omnilaw diperoleh hasil bahwa sudah dapat berjalan dengan baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dari penguji yang sudah menguji dari masing masing kelompok.

Pengujian di lakukan dengan menggunakan User Experience Questionnare (UEQ).

Pengujian melibatkan 25 responden, Berikut hasil jawaban masing masing

(49)

responden yang telah di peroleh pada Diagram Mean Value Per Item seperti yang di tunjukan pada Gambar 25 serta detail Tabel 14.

Gambar 25. Diagram Mean Value Item

(50)

Tabel 13 Mean Value Per Item

Berdasarkan pengujian UEQ, diperoleh level user experience pada sistem informasi omnilaw dapat dilihat pada Gambar 26.

Gambar 26. Benchmark tampilan Item Mean Variance

Std.

Dev. No. Left Right Scale

1 1,7 1,7 1,3 22 menyusahkan menyenangkan Daya tarik

2 1,6 1,7 1,3 22 tak dapat dipahami dapat dipahami Kejelasan

3 0,2 4,0 2,0 22 kreatif monoton Kebaruan

4 1,2 2,8 1,7 22 mudah dipelajari sulit dipelajari Kejelasan

5 1,1 4,6 2,1 22 bermanfaat kurang bermanfaat Stimulasi

6 1,1 1,5 1,2 22 membosankan mengasyikkan Stimulasi

7 1,5 1,0 1,0 22 tidak menarik menarik Stimulasi

8 1,6 1,0 1,0 22 tak dapat diprediksi dapat diprediksi Ketepatan

9 1,0 2,4 1,5 22 cepat lambat Efisiensi

10 0,6 3,7 1,9 22 berdaya cipta konvensional Kebaruan

11 1,9 0,8 0,9 22 menghalangi mendukung Ketepatan

12 1,3 2,4 1,6 22 baik buruk Daya tarik

13 1,5 2,4 1,5 22 rumit sederhana Kejelasan

14 1,5 1,3 1,1 22 tidak disukai menggembirakan Daya tarik

15 1,3 1,0 1,0 22 lazim terdepan Kebaruan

16 1,6 1,8 1,3 22 tidak nyaman nyaman Daya tarik

17 0,5 3,2 1,8 22 aman tidak aman Ketepatan

18 0,5 2,3 1,5 22 memotivasi tidak memotivasi Stimulasi

19 0,9 2,5 1,6 22 memenuhi ekspektasi tidak memenuhi ekspektasi Ketepatan

20 1,3 1,4 1,2 22 tidak efisien efisien Efisiensi

21 1,0 3,3 1,8 22 jelas membingungkan Kejelasan

22 1,5 1,4 1,2 22 tidak praktis praktis Efisiensi

23 0,8 3,1 1,8 22 terorganisasi berantakan Efisiensi

24 0,6 2,5 1,6 22 atraktif tidak atraktif Daya tarik

25 0,5 2,8 1,7 22 ramah pengguna tidak ramah pengguna Daya tarik

26 1,6 1,9 1,4 22 konservatif inovatif Kebaruan

(51)

Pada benchmark tampilan sistem informasi omnilaw mendapatkan rata-rata penilaian dengan tingkat Above Average. Penilaian tertinggi ada pada kategori kejelasan dan Penilaian terendah pada kategori stimulasi.

(52)

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pengembangan sistem informasi omnisbus law diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

1. Berhasil mengembangkan Sistem Informasi Omnibus law dengan menggunakan framework CodeIgniter.

2. Cukup berhasil dengan menggunakan cosine similiarity untuk mencari kesamaan kata dalam secara filtering serta keyword

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan saran sebagai berikut.

1. Perlu penelitian tambahan terkait similiarity lain nya, seperti jaccard, word2vec, hashing untuk dapat menentukan mana yang lebih baik.

2. Meningkatkan tampilan agar dapat lebih resposif pada banyak jenis ukuran layar.

3. Perlu penelitian tambahan agar sistem dapat mendeteksi gambar hasil scan.

(53)

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, S. (2017). Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.

Badiyanto. (2013). Buku Pintar Framework YII Cara Mudah Membangun Aplikasi.

Yogyakarta: Mediakom.

Daqiqil, I. (2011). Framework CodeIgniter : Sebuah Panduan dan Best Practice.

Pekanbaru.

Ferdiana, R. (2012). Rekayasa Perangkat Lunak yang Dinamis dengan Global Extreme Programming. Yogyakarta: Andi.

Haryanto, A., & Sucipto, T. (2013). Sistem Komputer. Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.

Haviluddin. (2011). Memahami Penggunaan UML (Unified Modelling Language).

Jurnal Informatika Mulawarman.

Indriasari, S. (2012). Sistem Informasi Berbasis Web Untuk Membantu Kegiatan Tracer Study Program Diploma Institut Pertanian Bogor. 84-102.

Kemenristekdikti. (2018). Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal. Jakarta:

Direktorat Penjaminan Mutu.

Krismiaji. (2015). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Unit Penerbit.

Ladjamudin, A.-B. B. (2013). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Mahendra, D., Ramadhan, G., & Amron, K. (2017). Analisis Availabilitas dan Reliabilitas Multi-master Database Server dengan State Snapshot Transfers (SST) Jenis Rsync pada MariaDB Galera Cluster. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer., Vol. 4 No.1.

Novianta, M., & Setyaningsih, E. (2015). Sistem Informasi Monitoring Kereta Api.

Jurnal Momentum, Vol.17 No.2.

(54)

Pangestu, A. (2019). Sistem Informasi Penjaminan Mutu Internal Universitas Lampung (Studi Kasus Audit Mata Kuliah).

Prasojo, L. (2013). Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Pratama, A. (2014). Sistem Informasi dan Implementasinya. Bandung: Informatika Bandung.

Purbadian, Y. (2016). Trik Cepat Membanngun Aplikasi Berbasis Web dengan Framework CodeIgniter. Yogyakarta: Andi.

Romney, M., & Steinbart. (2015). Sistem Informasi Akutansi. Jakarta: Salemba Empat.

Sibero, A. F. (2014). Web Programming Power Pack. Yogyakarta: Mediakom.

Sugiarti, Y. (2013). Analisis dan Perancangan UML (Unified Modelling Language). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suharsana. (2016). Implementasi Model View Controller Dengan Framework Codeigniter Pada E-Commerce Penjualan Kerajinan Bali. Stikom Bali:

Jurnal Sistem Dan Informatika.

Sukamto, R., & Shalahudin, M. (2014). sistem Informasi Akutansi. Bandung:

Informatika Bandung.

Sulaiman. (2016). Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta:

Universitas Gajah Mada.

Warman, I., & Ramdaniansyah, R. (2018). Analisis Perbandingan Kinerja Query Database Management Sistem (DBMS) antara MySQL dan MariaDB.

Jurnal Teknologi Informasi, Vol. 6 No.1.

Yakub. (2012). Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

(55)

Lampiran 1 : Halaman Profil Sinta Anggota Peneliti 1. Aristoteles

2. Dedi Miswar

Gambar

Gambar 1 Model Umum
Tabel 3. Activity Diagram (Haviluddin, 2011)
Tabel 4. Class Diagram (Novianta & Setyaningsih, 2015)  artTToolbar  Nama  Keterangan
Gambar 2. Diagram Alur Penelitian
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Apabila debit banjir suatu waduk diperkirakan akan berkapasitas besar dibandingkan Apabila debit banjir suatu waduk diperkirakan akan berkapasitas besar dibandingkan dengan volume

Penelitian ini berjudul “Analisis Nilai Moral dan Pendidikan Tokoh Utama dalam Novel Sri Rinjani Karya Eva Nourma dan Kitannya dengan Pembelajaran Sastra di

(atau lulusan) yang memiliki kaidah Islam yang kokoh; memiliki pemahaman Islam yang benar, luas, dan mendalam; memiliki uji kompetensi standar internasional; mampu

Berdasarkan pada data yang diperoleh pada siklus I tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Scramble menunjukkan hasil yang cukup signifikan terjadi

Untuk penilaian keterampilan Ananda sudah melakukannya dalam kegiatan praktik pembelajaran dengan cara mengisi lembar kerja yaitu LK.4 sesuai dengan aktivitas (aktivitas 5)

Perlu ditekankan bahwa sesungguhnya penyelenggaraan program pelatihan dan pengernbangan sangat situasional sifat- nya. Artinya, dengan penekanan pada perhitungan

Koperasi yang ada saat ini pun sangat jarang dipergunakan masyarakat karena banyak cara lain yang lebih mudah untuk memperoleh barang yang di inginkan, sedangkan

Laminasi bilah bambu yang digunakan sebagai material bangunan atas kapal ikan merupakan bagian konstruksi pada kapal yang tidak terkena air secara langsung namun akan