6.1 Kesimpulan
Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi atau bisa disebut dengan unmet need KB di salah satu propinsi di Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur menunjukkan angka kejadian yang cenderung meningkat sejak tahun 1997-2007 dan berada di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2012 dengan perhitungan baru angka kejadian di propinsi ini juga belum bisa diturunkan di bawah atau paling tidak sama dengan rata-rata nasional.
Secara keseluruhan jumlah wanita unmet need KB di NTT adalah 143 wanita, 38 persen diantaranya untuk penjarangan dan sisanya adalah untuk pembatasan. Berdasarkan hasil SDKI 2012, karakteristik wanita yang tidak terpenuhi kebutuhan keluarga berencananya di NTT adalah berumur di atas 30 tahun, memiliki 0-2 anak yang masih hidup, tidak pernah menggunakan alat/cara kontrasepsi sebelumnya, tinggal di desa, berpendidikan SD-SMP, bekerja dan berasal dari kelompok kurang mampu (miskin). Karakteristik unmet need untuk penjarangan sama dengan di atas, namun untuk pembatasan ada perbedaan yaitu wanita tersebut memiliki 3 anak yang masih hidup atau lebih dan pernah menggunakan alat/cara kontrasepsi sebelumnya.
Alasan wanita unmet need KB terbanyak adalah alasan alat/cara KB, karakteristik wanita unmet need yang menyatakan alasan ini adalah berumur di atas 30 tahun, memiliki 3-4 anak
hidup, pernah menggunakan kontrasepsi, tinggal di desa, berpendidikan SD-SMP, berstatus bekerja dan berasal dari keluarga miskin. Alasan terbanyak kedua adalah alasan lainnya karakteristik wanitanya hampir sama namun berbeda pada jumlah anak yang dimiliki yaitu antara 0-4 anak hidup. Alasan terbanyak yang terakhir adalah alasan fertilitas dengan alasan utamanya
82