5.4. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
Analisis dan perancangan sistem informasi berikut menggunakan alat bantu yang dinamakan dengan Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa permodelan yang menyediakan standarisasi dalam menjelaskan kebutuhan dan desain sebuah sistem sebelum melakukan pembuatan program, sehingga dapat menggambarkan sebuah sistem atau program yang akan dibuat.
5.4.1 Analisis dan Pembahasan Sistem yang Sedang Berjalan
Aliran sistem kerja Divisi I bagian Produksi sekarang ini adalah diawali dari departemen PPIC memberikan PWO (Production Work Order) dan Master Lot Sheet dalam bentuk cetakan laporan kepada divisi I bagian Produksi. Departemen PPIC akan secara berkala memberikan notulen rapat koordinasi Plant ke divisi I Produksi yang berisikan data Purchase Order distributor, stok kritis, dan data jumlah produk yang akan diekspor Kemudian Manajer Produksi I menjabarkan PWO, Master Lot Sheet, dan notulen rapat ke dalam Rencana Kerja Harian Produksi I.. Rencana Kerja Harian Produksi I tersebut dibuat secara manual oleh manajer produksi I untuk menjadwalkan proses produksi setiap produk di bagiannya. Rencana kerja harian produksi I ini berisi jadwal kerja setiap mesin yang mengatur kapan dan urutan produk apa saja yang akan diproduksi setiap harinya. Adapun penjadwalan produksi produk golongan tablet/kaplet OTC, yaitu Mixagrip, Mixadin, Fatigon dan Fatigon Spirit masih dilakukan secara perhitungan manual yang belum terkomputerisasi. Rencana kerja harian produksi I ini kemudian diberikan kepada Asisten Manajer Produksi I. Asisten Manajer Produksi I menggunakan rencana kerja harian produksi I ini untuk mengatur operator mesin dan memantau kerja mesin.
Rencana kerja harian produksi ini kemudian diketik dan disimpan oleh asisten manajer produksi I ke dalam database komputer yang kemudian dicetak dan diberikan kepada manajer produksi I sebagai laporan pertanggungjawaban. Manajer produksi I akan menggunakan laporan ini untuk membuat laporan produksi setiap bulannya dan mencetaknya untuk diberikan kepada bagian administrasi bagian produksi. Bagian administrasi akan menyimpannya sebagai arsip. Laporan produksi bulanan juga diberikan kepada Plant Manager. Laporan produksi dibuat dengan Microsoft Word, dimulai dari pembuatan tabel, pengetikan manual kepala judul dan pengisian manual isi tabel yang dilakukan dengan melihat database simpanan sebelumnya, sehingga laporan produksi tidak berhubungan langsung dengan database yang ada. Dengan demikian, komputer lebih banyak dipakai untuk merancang laporan produksi yang akan dicetak dan hanya sebagai media penyimpanan data dalam bentuk softcopy.
Gambar 5.4 Gambaran Sistem Berjalan di PT. Dankos Laboratories, Tbk.
5.4.2 Analisis dan Pembahasan Sistem Informasi Usulan
Sistem kerja yang sedang berjalan di divisi I bagian Produksi terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan, seperti:
¾ Penentuan urutan proses produksi produk selama ini hanya berdasarkan pengalaman dan intuisi Manajer Produksi I, sehingga sering menimbulkan ketidakefisienan pemanfaatan waktu proses produksi.
¾ Penentuan dan perhitungan jadwal kerja mesin selama ini dilakukan secara manual, sehingga seringkali terjadi ketidaktepatan dalam penentuan jadwal kerja mesin.
¾ Penentuan waktu penyelesaian produk tidak diketahui secara pasti, sehingga divisi I Produksi selama ini tidak dapat memberikan kepastian waktu penyerahan produk ke divisi PPIC.
¾ Laporan produksi masih dilakukan dengan pengetikan manual kepala judul, pembuatan tabel, dan pengisian data.
Sistem informasi yang diusulkan untuk dibangun di divisi I bagian produksi ini adalah sistem informasi yang mampu memberikan informasi mengenai pembagian batch produk yang sesuai dengan kapasitas maksimum yang mampu diproses mesin, penentuan urutan batch produk mana yang dikerjakan terlebih dahulu dan penjadwalan kerja mesin secara otomatis. Dengan demikian sistem informasi tersebut mampu mendukung peran manajer produksi I yang selama ini menjadwalkan urutan proses produksi dan kerja mesin berdasarkan intuisi dan pengalamannya.
Selain itu, sistem informasi usulan juga mendukung manajer produksi I untuk menentukan tanggal penyelesaian produksi produk, sehingga mendukung manajer produksi I dalam pengambilan keputusan waktu penyelesaian produk kepada bagian
PPIC yang bertanggungjawab terhadap waktu penyerahan produk ke pelanggan, mengingat selama ini divisi I bagian Produksi belum dapat memberikan kepastian kepada bagian PPIC dan divisi II bagian Produksi mengenai waktu penyelesaian produk.
Sistem informasi usulan mempercepat penyampaian informasi dari manajer produksi I sampai asisten manajer produksi I, terutama mengenai informasi dari rencana kerja harian produksi I.
Sistem informasi usulan juga mendukung pembuatan laporan produksi yang efektif dan efisien waktu bagi manajer produksi tanpa dilakukan dengan pengetikan secara manual. Selain itu, sistem informasi usulan juga mendukung Plant Manager yang ingin memantau perkembangan aktivitas divisi I bagian produksi, selain hanya menunggu laporan produksi bulanan.
Adapun aliran informasi dari sistem usulan adalah dimulai dari Divisi PPIC memberikan PWO, Master Lot Sheet dan Notulen Rapat ke Manajer Produksi I. Manajer Produksi I membuat penjadwalan produksi melalui program perhitungan yang telah terkomputerisasi di sistem informasi usulan, kemudian memberitahukan tanggal dan waktu penyelesaian produk ke Divisi PPIC. Asisten Manajer Produksi I kemudian mengakses sistem untuk memperoleh informasi mengenai rencana kerja harian produksi I. Dengan ini asisten manajer produksi I dapat segera memberitahukan informasi penjadwalan produksi ke operator-operator mesin.
Asisten manajer produksi I akan memberikan informasi mengenai proses penyelesaian produk ke sistem usulan dan mencetaknya sebagai laporan pertanggungjawaban untuk diberikan kepada manajer produksi I. Manajer Produksi I dapat mengakses informasi dari asisten manajer melalui sistem usulan, ataupun menerima informasi dari cetakan laporan asisten manajer.
Manajer produksi I yang menerima informasi tersebut akan mencetak Laporan Produksi I untuk diberikan ke bagian administrasi sebagai arsip, dan cetakan laporan produksi rangkap lain diberikan kepada Plant Manager. Sistem usulan mengijinkan hak akses ke Plant Manager hanya terbatas untuk melihat dan mencetak laporan produksi.
Berikut ini gambaran aliran sistem informasi usulan
Gambar 5.5 Aliran Sistem Informasi Usulan untuk PT. Dankos Laboratories, Tbk.
Berdasarkan definisi sistem usulan tersebut, maka rangkuman fungsi sistem usulan tersebut adalah sebagai berikut:
9 Sistem memberikan kemudahan kepada manajer produksi I dalam pencatatan dan penyimpanan data seperti data pesanan produk yang diterima dari bagian PPIC, sehingga manajer produksi I dapat melihat data yang telah disimpan tersebut jika diperlukan. Pengguna juga dapat memasukkan data baru tersebut ke dalam sistem.
9 Sistem mampu melakukan pembagian batch dan menentukan urutan batch produk yang akan diproduksi, menghitung lama waktu proses produksi tiap produk, dan menghasilkan jadwal kerja tiap mesin yang memproses produk, serta menentukan tanggal dan waktu penyelesaian produk.
9 Sistem memiliki fasilitas untuk memberikan kesempatan untuk melakukan realisasi/mengubah penjadwalan produksi agar sesuai dengan jadwal produksi yang nyata, sehingga informasi penjadwalan produksi menjadi lebih akurat.
9 Sistem memberikan kemudahan bagi manajer produksi I untuk membuat laporan produksi I.
9 Sistem memberikan hak akses kepada asisten manajer produksi I untuk memperoleh informasi rencana kerja harian produksi I melalui sistem, sehingga sistem menghemat waktu asisten manajer dalam memperoleh informasi tersebut.
9 Sistem juga memberikan hak akses kepada Plant Manager terbatas untuk memantau perkembangan informasi produksi di divisi I bagian Produksi dan mencetak informasi penjadwalan produksi.
Demi kelancaran fungsi sistem usulan, pengguna sistem perlu melakukan input secara berkala agar sistem dapat menghasilkan kebutuhan informasi yang akurat.
Inputan yang dimaksud adalah data order produksi, hari besar/libur, mesin, produk, waktu operasi. Data-data tersebut akan mempengaruhi kalkulasi penjadwalan produksi yang pada akhirnya berpengaruh pada keakuratan informasi yang dihasilkan, yaitu rencana penjadwalan produksi untuk pesanan selanjutnya.
5.4.3 Problem Domain 5.4.3.1 Class Diagram
Berdasarkan definisi sistem sebelumnya, maka permodelan problem domain dapat diawali dengan pembuatan aktivitas kelas (Class). Class Diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan hubungan antar Class dalam sebuah sistem informasi.
Class diagram memodelkan elemen-elemen data dalam sebuah sistem, menunjukkan bagaimana kemungkinan elemen-elemen data tersebut dapat dikelompokkan bersama, dan hubungan antar elemen-elemen data tersebut. Sebelum dibuat class diagram, dicari terlebih dahulu Class Candidate dan Event Candidate dari definisi sistem sebelumnya.
Tabel 5 127 Class Candidates Sistem Usulan Class Candidates
Divisi PPIC Operator
Order Produksi Bagian Administrasi
Hari Libur Mesin
Persediaan Pelanggan Waktu Operasi Perincian Produksi
Produk Production Work Order
Pengguna Master Lot sheet
Pengurutan Batch Produksi Notulen Rapat Jadwal Produksi Realisasi Jadwal
Tabel 5.128 Event Candidates Sistem Usulan
Event Candidates
Entri Data Mengurutkan Produksi
Buat Form Cetak
Cek Data Memesan Produk
Cari Data Menjawab Pesanan
Simpan Data Membatalkan Pesanan
Hapus Data Menjadwalkan Waktu Produksi
Update Data Hitung Make Span
Hitung Total Flow Time Membagi Batch
Memeriksa status keterlambatan Memeriksa Persediaan
Class Candidates dan Event Candidates yang ditentukan masih bersifat umum.Oleh karena itu akan dibuat Event Table yang dapat mengindikasikan keterlibatan hubungan Class dalam Event yang spesifik.
Dengan demikian Event-Event dan Class-Class yang kurang terlibat dalam hubungan yang signifikan tidak ditampilkan dalam event table berikut. Tanda (check mark) dalam event table mengindikasikan bahwa class terlibat dalam event yang spesifik
Tabel 5.129 Event Table Penjadwalan Class
Event
Order Produksi
Hari
Libur Produk Jadwal Produksi
Realisasi Jadwal
Mesin Perincian Produksi
Pengurutan Batch Produksi
Waktu Operasi
Entri Data * + + * + + +
Simpan Data * + + * * + * +
Update Data * + + * * + + * +
Hapus Data + + + + + + +
Cetak + +
Cek Data * * * * * * * * *
Membagi Batch * * *
Mengurutkan Produksi * * * * *
Menjadwalkan waktu
Produksi * * * * * * * * *
Keterangan
* Event dapat terjadi lebih dari sekali atau tidak sama sekali + Event dapat terjadi sekali saja atau tidak sama sekali
Class Diagram berikut menampilkan class-class yang ada dalam sistem serta hubungan antar class dimana masing-masing class tersebut mempunyai atribut dan behavior.
Gambar 5.6 Class Diagram Sistem Usulan di PT. Dankos Laboratories, Tbk
5.4.3.2 StateChart Diagram
State Chart Diagram menggambarkan daur hidup sebuah class/object yang diawali dengan munculnya class sampai berakhirnya daur hidup class tersebut. Dengan demikian Statechart diagram menggambarkan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem akibat adanya kejadian yang diterima. Berikut statechart diagram dari masing-masing class.
a. Statechart diagram dari class Order Produksi
Gambar 5 7 Statechart diagram Class Order Produksi
b. Statechart diagram dari class Produk
Gambar 5.8 Statechart diagram Class Produk
c. Statechart diagram dari class Mesin
Gambar 5.9 Statechart diagram Class Mesin
d. Statechart diagram dari class Hari Libur
Gambar 5.10 Statechart diagram Class Hari Libur e. Statechart diagram dari class Waktu Operasi
Gambar 5.11 Statechart diagram Class Waktu Operasi f. Statechart diagram dari class Pengurutan Batch Produksi
Gambar 5.12 Statechart diagram Class Pengurutan Batch Produksi g. Statechart diagram dari class Perincian Produksi
Gambar 5.13 Statechart diagram Class Perincian Produksi
h. Statechart diagram dari class Jadwal Produksi
Gambar 5.14 Statechart diagram Class Jadwal Produksi i. Statechart diagram dari class Realisasi Jadwal
Gambar 5.15 Statechart diagram Class Realisasi Jadwal
5.4.4 Application Domain 5.4.4.1 Use Case Diagram
Aktivitas analisa sebuah aplikasi domain dapat menciptakan sekumpulan besar informasi yang memiliki nilai kecil untuk perkembangan proses. Supaya efisien, diperlukan abstraksi yang relevan dan berfokus pada user dan sistem. Use Case dapat membantu pencapaian tingkat abstraksi dan fokus yang relevan.
Use Case menyediakan sebuah gambaran kebutuhan sistem yang dipandang dari segi user/pemakai sistem dan sebagai dasar untuk menjelaskan kebutuhan fungsi dasar dan kebutuhan interface.
Use case diagram mampu menggambarkan fungsi di dalam sistem untuk memenuhi kebutuhan user terhadap sistem. Dengan use case diagram, informasi seperti
apa saja yang dapat dilakukan oleh sistem, siapa aktor yang terlibat dalam sistem, serta hubungan antara aktor dengan sistem dapat ditunjukkan dengan jelas. Aktor table berikut menyediakan gambaran interaksi antara use case dan aktor yang menggunakannya.
Tabel 5.130 Tabel Aktor untuk Sistem Usulan Penjadwalan Produksi I PT. Dankos Laboratories, Tbk.
Actors
Use Cases Manajer
Produksi I
Asisten Manajer Produksi I
Plant Manager
Mendata Order Produksi √
Mendata Mesin √
Mendata Produk √
Mendata Hari Libur √
Mendata Waktu Operasi √
Mengurutkan Batch Produksi √ √
Mendata Perincian Produksi √ √
Menjadwalkan Produksi √ √
Merealisasikan Jadwal Produksi √ √
Mencetak Jadwal Produksi √ √
Mencetak Realisasi Jadwal √ √
Berikut adalah use case diagram yang menggambarkan secara grafis informasi yang sama dengan aktor tabel di atas.
Sistem Penjadwalan Produksi I PT. Dankos Laboratories, Tbk
Manajer Produksi I
Asisten Manajer Produksi I
Plant Manager mendata order
produksi
mendata mesin
mendata produk
mendata hari libur
mengurutkan batch produksi
mendata perincian produksi
Menjadwalkan produksi
Mendata Realisasi Jadwal Produksi
mencetak Jadwal Produksi I mendata waktu
proses
Mencetak Realisasi Jadwal
Gambar 5.16 Use Case Diagram Sistem Usulan PT. Dankos Laboratories, Tbk
Spesifikasi Aktor
Spesifikasi aktor terdiri dari tiga bagian: goal (Tujuan), characteristics (Karakteristik), dan examples (Contoh). Goal (Tujuan) menjelaskan peranan aktor dalam hubungannya dengan target sistem. Characteristics (Karakteristik) menjelaskan aspek-aspek penting
kegunaan sistem bagi user. Karakteristik umum didukung dengan contoh-contoh (examples) yang konkret.
Berikut spesifikasi aktor-aktor dari sistem usulan penjadwalan produksi I PT. Dankos Laboratories, Tbk.
Tabel 5.131 Actor Specification Manajer Produksi I Manajer Produksi I
Goal: Manajer Produksi I adalah orang yang melakukan pendataan, perhitungan dan pengurutan batch produksi, dan penjadwalan produksi melalui sistem, sehingga mengetahui kapan terjadi penyelesaian produk.
Characteristics : Manajer Produksi I ini berjumlah satu orang, dengan tanggungjawab penuh terhadap penjadwalan produksi di divisi I Produksi, dan Manajer Produksi I berhak mencetak hasil penjadwalan produksi melalui sistem untuk dijadikan laporan produksi I. Untuk itu, Manajer Produksi I adalah user yang sepenuhnya menguasai sistem penjadwalan produksi I, dan memahami perhitungan manual penjadwalan produksi untuk kebutuhan realisasi penjadwalan produksi I.
Examples: Manajer Produksi I memasukkan data yang diperlukan untuk penjadwalan, kemudian menjalankan sistem untuk rencana penjadwalan produksi I.
Bila rencana penjadwalan tidak sesuai dengan kenyataan proses produksi, maka Manajer Produksi I melakukan realisasi penjadwalan dan mencetaknya sebagai Laporan Produksi I.
Tabel 5.132 Actor Specification Asisten Manajer Produksi I Asisten Manajer Produksi I
Goal: Asisten Manajer Produksi I adalah orang yang membantu tugas Manajer Produksi I dalam kegiatan operasional produksi, yang menggunakan sistem untuk membantu melakukan rencana penjadwalan, membantu melakukan realisasi penjadwalan produksi I, dan mencetak rencana kerja harian produksi I.
Characteristics : Asisten Manajer Produksi I yang berjumlah satu orang ini memiliki tanggungjawab yang hampir sama dengan Manajer Produksi I, namun terbatas untuk hak melakukan penginputan data realisasi penjadwalan. Untuk itu, Asisten Manajer Produksi I perlu memiliki kemampuan perhitungan manual penjadwalan, memahami informasi sistem yang ditampilkan, sehingga mampu membantu melakukan realisasi penjadwalan produksi I, dan mencetak rencana kerja harian produksi I.
Examples: Asisten Manajer Produksi I membantu melakukan pengurutan batch produksi, menjadwalkan produksi, dan mencetaknya sebagai rencana kerja harian produksi I. Setelah Asisten Manajer Produksi I bertindak langsung dalam pengaturan operasional operator dan mesin di lapangan, bila terdapat perbedaan penjadwalan produksi di kenyataan dengan hasil penjadwalan sistem , maka Asisten Manajer Produksi I menginput data realisasi ke dalam sistem.
Tabel 5.133 Actor Specification Plant Manager Plant Manager
Goal: Plant Manager adalah seorang kepala produksi yang memanfaatkan sistem untuk mengendalikan kegiatan penjadwalan produksi di divisi I Produksi, dan memanfaatkan sistem untuk memeriksa data mesin, data pesanan, dan data produk.
Characteristics : Plant Manager meliputi seorang user yang hanya memiliki hak akses data dan mencetak penjadwalan produksi, sehingga Plant Manager perlu memahami fungsi dasar dari sistem penjadwalan produksi.
Examples: Untuk periode tertentu, Plant Manager dapat memeriksa keadaan umum produksi di divisi I Produksi, sehingga ia hanya perlu mengakses sistem, mencari informasi di dalamnya dan mencetak penjadwalan produksi.
Spesifikasi Use Case
Spesifikasi Use Case menguraikan teks terstruktur yang berfokus pada aktor. Untuk tambahan, di dalam spesifikasi Use Case dapat diuraikan pula mengenai obyek sistem dan fungsi yang relevan.
Tabel 5.134 Use Case Specification Mendata Order Produksi Mendata Order Produksi
Use Case : Use Case Mendata Order Produksi diawali dengan input dari Manajer Produksi I berdasarkan Purchase Order yang diberikan oleh divisi PPIC. Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di-edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Object : Order Produksi, data Produk
Functions : Menginput, mengupdate, dan menyimpan data order produksi.
Tabel 5.135 Use Case Specification Mendata Mesin Mendata Mesin
Use Case : Use Case Mendata Mesin diawali dengan input dari Manajer Produksi I berdasarkan data-data mesin yang ada di lapangan produksi I. Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di-edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Object : Mesin
Functions : Menginput, mengupdate, dan menyimpan data mesin.
Tabel 5.136 Use Case Specification Mendata Produk Mendata Produk
Use Case : Use Case Mendata Produk diawali dengan input dari Manajer Produksi I berdasarkan data-data produk golongan tablet/kaplet OTC yang diproduksi di divisi I produksi. Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di-edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Object : Produk
Functions : Menginput, mengupdate, dan menyimpan data produk.
Tabel 5.137 Use Case Specification Mendata Hari Libur Mendata Hari Libur
Use Case : Use Case Mendata Hari Libur diawali dengan input dari Manajer Produksi I berdasarkan hari Libur di luar hari Minggu sesuai dengan aturan kalender pemerintah.
Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di-edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Object : Hari Libur
Functions : Menginput, mengupdate, dan menyimpan data hari libur.
Tabel 5.138 Use Case Specification Mendata Waktu Operasi Mendata Waktu Operasi
Use Case : Use Case Mendata Waktu Operasi diawali dengan input dari Manajer Produksi I berdasarkan jumlah waktu proses dan waktu antar-operasi dari jenis mesin yang digunakan setiap produk. Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di- edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Object : Waktu Operasi, data Mesin, data Produk
Functions : Menginput, mengupdate, dan menyimpan data waktu operasi.
Tabel 5.139 Use Case Specification Mengurutkan Batch Produksi Mengurutkan Batch Produksi
Use Case : Use Case Mengurutkan Batch Produksi diawali dari Manajer Produksi I/Asisten Manajer Produksi I menjalankan pengurutan melalui sistem dengan memilih tanggal Purchase Order dari pesanan yang ada. Sistem mengambil data order produksi, data mesin, dan data produk untuk dihitung batch produksi masing-masing produk.
Kemudian sistem mengurutkan batch produk tersebut sesuai dengan urutan produk yang akan diproduksi terlebih dahulu.
Objects : Pengurutan Batch Produksi, Mesin, Order Produksi, Produk, Waktu Operasi Functions : Menghasilkan informasi urutan produksi tiap batch produk dan menyimpan informasi urutan batch produksi ke dalam database.
Tabel 5.140 Use Case Specification Mendata Perincian Produksi Mendata Perincian Produksi
Use Case : Use Case Mendata Perincian Produksi diawali dengan input dari Manajer Produksi I/Asisten Manajer Produksi I berdasarkan hasil pembagian dan urutan batch.
Input yang dilakukan adalah input no batch pada tiap batch yang akan diproduksi. Input dapat dibatalkan jika diinginkan, dapat diubah/di-edit bila terjadi kesalahan, dan dapat dihapus. Setelah input data telah benar, maka data disimpan dalam database.
Objects : Data Perincian Produksi, data Order Produksi, data Produk
Functions : Menginput no batch, dan menyimpan data tersebut yang kemudian digunakan sebagai data untuk penjadwalan produksi I.
Tabel 5.141 Use Case Specification Menjadwalkan Produksi Menjadwalkan Produksi
Use Case : Use Case Menjadwalkan Produksi diawali dengan Manajer Produksi I atau Asisten Manajer Produksi I memasukkan tanggal dan jam mulai produksi, dan memilih penjadwalan dilakukan berdasarkan tanggal Purchase Order atau tanggal Produksi, kemudian hasil penjadwalan ditampilkan dan dapat dicetak. Sistem memproses penjadwalan dengan mengambil data mesin, data perincian produksi, dan data hari libur, data waktu operasi, dan data produk.
Objects : Jadwal Produksi, data Mesin, data Perincian Produksi, data Hari Libur, data Waktu Operasi, data Produk
Functions : Menghasilkan informasi jadwal rencana produksi dalam bentuk tampilan pada sistem.
Tabel 5.142 Use Case Specification Merealisasikan Penjadwalan Produksi Merealisasikan Penjadwalan Produksi
Use Case : Use Case Merealisasikan Penjadwalan Produksi diawali dengan edit data penjadwalan produksi dari Manajer atau Asisten Manajer Produksi I. Setelah edit data telah dilakukan, maka data penjadwalan nyata disimpan dalam database.
Objects : Jadwal Produksi, Realisasi Jadwal, Mesin, Produk, Order Produksi, Perincian Produksi
Functions : Meng-edit, menyimpan, jadwal produksi..
Tabel 5.143 Use Case Specification Mencetak Jadwal Produksi I Mencetak Jadwal Produksi I
Use Case : Use Case Mencetak Penjadwalan Produksi I diawali dengan preview yang dilakukan oleh Manajer Produksi I untuk memeriksa kebenaran informasi data jadwal produksi, kemudian informasi dicetak sebagai informasi jadwal rencana produksi.
Object : Jadwal Produksi
Functions : Mencetak Jadwal Produksi.
Tabel 5.144 Use Case Specification Mencetak Realisasi Jadwal Mencetak Realisasi Jadwal
Use Case : Use Case Mencetak Realisasi Jadwal diawali dengan preview yang dilakukan oleh Manajer Produksi I untuk memeriksa kebenaran informasi data jadwal produksi, kemudian informasi dicetak sebagai Laporan Produksi I..
Object : Jadwal Produksi I, Realisasi Jadwal Functions : Mencetak Realisasi Jadwal
5.4.4.2 Function List
Function List merupakan daftar yang menjelaskan spesifikasi tindakan untuk kebutuhan pemahaman suatu sistem, sehingga sistem menjadi lebih jelas fungsinya bagi user. Function List berikut akan mendukung use case dari sistem usulan sebelumnya dengan memberikan beberapa fungsi penting berikut.
Tabel 5.145 Function List
Functions Complexity Type
* Mendata Order Produksi
Input data Order Produksi Simple Update
Simpan data Order Produksi Simple Update
Query database Produk Medium Read
* Mendata Mesin
Input data mesin Simple Update
Simpan data mesin Simple Update
* Mendata Produk
Input data produk Simple Update
Simpan data produk Simple Update
* Mendata Hari Libur
Input data hari libur Simple Update
Simpan data hari libur Simple Update
* Mendata Waktu Operasi
Input data waktu Operasi Simple Update
Simpan data waktu proses Simple Update
Query database Mesin Medium Read
Query database Produk Medium Read
* Mengurutkan Batch Produksi
Query database Mesin Medium Read
Query database Produk Medium Read
Query database Order Produksi Medium Read
Query database Waktu Operasi Medium Read
* Mengurutkan Batch Produksi Very Complex Compute Tampilkan urutan batch produksi Simple Read
Tabel 5.145 Function List (lanjutan)
* Mendata Perincian Produksi
Input perincian produksi Simple Update
Simpan perincian produksi Simple Update
Query database Order Produksi Medium Read
Query database Produk Medium Read
* Menjadwalkan Produksi
Query database Mesin Medium Read
Query database Order Produksi Medium Read
Query database Waktu Operasi Medium Read
Query database Perincian Produksi Medium Read
Query database Hari Libur Medium Read
Jadwalkan waktu produksi Very Complex Compute
Tampilkan penjadwalan Simple Read
* Mendata realisasi jadwal Produksi
Update penjadwalan Simple Update
* Mencetak Jadwal Produksi I
Preview Jadwal Produksi I Simple Read
* Mencetak Realisasi Jadwal
Preview Realisasi Jadwal Simple Read
5.4.4.3 Sequence Diagram
Sebuah sequence diagram menjelaskan interaksi antara beberapa obyek untuk periode waktu tertentu. Sequence diagram menekankan interaksi sekumpulan obyek pada waktu atau pada hubungannya. Sequence diagram dapat menjelaskan aliran pesan antar objek saat menjalankan suatu use case.
Berikut adalah sequence diagram yang menjelaskan aliran pesan antar obyek dalam aktivitas use case sistem yang diusulkan.
¾ Sequence Mendata Order Produksi
Gambar 5.17 Sequence diagram Mendata Order Produksi Keterangan sequence diagram untuk mendata Order Produksi:
1. Manajer Produksi membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI Order Produksi.
2. Data order produksi dientri melalui user interface order produksi. Ketika dientri, beberapa data diambil dari obyek produk dan ditampilkan ke UI order produksi.
3. Perhitungan stok awal, stok akhir, dan batch produksi dilakukan di user interface order produksi
4. Setelah mengentri data, Manajer Produksi I menyimpan data melalui UI order produksi. UI order produksi akan melakukan penyimpanan ke obyek order produksi melalui method disimpan().
5. Obyek order produksi akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI order produksi.
6. Manajer Produksi I yang selesai mengentri dan melihat data order produksi kemudian menutup UI order produksi.
¾ Sequence Mendata Mesin
Gambar 5.18 Sequence diagram Mendata Mesin Keterangan sequence diagram untuk mendata mesin:
1. Manajer Produksi I membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI Mesin.
2. Data Mesin dientri melalui user interface mesin.
3. Setelah mengentri data, Manajer Produksi I menyimpan data melalui UI rmesin.
UI mesin akan melakukan penyimpanan ke obyek mesin melalui method disimpan().
4. Obyek mesin akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI mesin.
5. Manajer Produksi I yang selesai mengentri dan melihat data mesin kemudian menutup UI mesin.
¾ Sequence Mendata Produk
Gambar 5.19 Sequence diagram Mendata Produk Keterangan sequence diagram untuk mendata produk:
1. Manajer Produksi I membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI produk.
2. Data produk dientri melalui user interface produk.
3. Setelah mengentri data, Manajer Produksi I menyimpan data melalui UI produk.
UI produk akan melakukan penyimpanan ke obyek produk melalui method disimpan().
4. Obyek produk akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI produk.
5. Manajer Produksi I yang selesai mengentri dan melihat data produk kemudian menutup UI produk.
¾ Sequence Mendata Hari Libur
Gambar 5.20 Sequence diagram Mendata Hari Libur Keterangan sequence diagram untuk mendata hari libur:
1. Manajer Produksi I membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI hari libur.
2. Data hari libur dientri melalui user interface hari libur.
3. Setelah mengentri data, Manajer Produksi I menyimpan data melalui UI hari libur. UI hari libur akan melakukan penyimpanan ke obyek hari libur melalui method disimpan().
4. Obyek hari libur akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI hari libur.
5. Manajer Produksi I yang selesai mengentri dan melihat data hari libur kemudian menutup UI hari libur.
¾ Sequence Mendata Waktu Operasi
Gambar 5.21 Sequence Diagram Mendata Waktu Operasi Keterangan sequence diagram untuk mendata waktu operasi:
1. Manajer Produksi I membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI waktu operasi.
2. Data waktu operasi dientri melalui user interface order produksi. Ketika dientri, beberapa data diambil dari obyek mesin dan obyek produk dan ditampilkan ke UI waktu operasi.
3. Setelah mengentri data, Manajer Produksi I menyimpan data melalui UI waktu operasi. UI waktu operasi akan melakukan penyimpanan ke obyek waktu operasi melalui method disimpan().
4. Obyek waktu operasi akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI waktu operasi.
5. Manajer Produksi I yang selesai mengentri dan melihat data waktu operasi kemudian menutup UI waktu operasi.
¾ Sequence Mengurutkan Batch Produksi
Actor : Manajer Produksi I
Object : Pengurutan_Batch_Produksi UI: Menu UI : Pengurutan_Batch_Produksi
dibuka
dijalankan_pengurutan dibuka
ditutup
Object : Produk
diambil
Object : Mesin
data_produk diambil data_mesin
Object : Order Produksi
diambil data_Order_Produksi
dihitung diurutkan
ditampilkan
Object : Waktu_Operasi
diambil data_waktu_operasi
disimpan
disimpan data_pengurutanBatchProduksi
Gambar 5.22 Sequence Diagram Mengurutkan Batch Produksi (Manajer Produksi I)
Gambar 5.23 Sequence Diagram Mengurutkan Batch Produksi (Asisten Manajer Produksi I)
Keterangan sequence diagram untuk mengurutkan batch Produksi:
1. User (Manajer Produksi I dan Asisten Manajer Produksi I) membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI Pengurutan Batch Produksi.
2. User kemudian menjalankan pengurutan melalui pilihan-pilihan yang ada pada UI pengurutan batch produksi.
3. UI pengurutan batch produksi akan mengambil data dari obyek produk, obyek mesin, obyek order produksi, dan obyek waktu operasi, dan melakukan perhitungan serta kegiatan pengurutan berdasarkan algoritma pengurutan pekerjaan yang ada.
4. UI pengurutan batch produksi kemudian melakukan penyimpanan data ke obyek pengurutan batch produksi melalui method disimpan().
5. Obyek pengurutan batch produksi akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI pengurutan batch produksi.
6. User yang selesai mengurutkan dan melihat data pengurutan batch produksi produksi kemudian menutup UI pengurutan batch produksi.
¾ Sequence Mendata Perincian Produksi
Gambar 5.24 Sequence Diagram Mendata Perincian Produksi (Manajer Produksi I)
Actor : Asisten Manajer Produksi I
Object : Perincian_Produksi UI: Menu UI : Perincian_Produksi
dibuka dientri dibuka
disimpan disimpan
disimpan
ditutup
Object : Produk Object : Order Produksi
diambil data_produk
diambil data_order_produksi
ditampilkan data_perincianProduksi
Gambar 5.25 Sequence Diagram Mendata Perincian Produksi (Asisten Manajer Produksi I)
Keterangan sequence diagram untuk mendata perincian produksi:
1. User (Manajer Produksi I dan Asisten Manajer Produksi I) membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI perincian produksi.
2. Data perincian produksi dientri melalui user interface perincian produksi. Ketika dientri, beberapa data diambil dari obyek produk dan obyek order produksi dan ditampilkan ke UI perincian produksi.
3. Setelah mengentri data, user menyimpan data melalui UI perincian produksi. UI perincian produksi akan melakukan penyimpanan ke obyek perincian produksi melalui method disimpan().
4. Obyek perincian produksi akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI perincian produksi.
5. User yang selesai mengentri dan melihat data perincian produksi kemudian menutup UI perincian produksi.
¾ Sequence Menjadwalkan Produksi
Gambar 5.26 Sequence Diagram Menjadwalkan Produksi (Manajer Produksi I)
Gambar 5.27 Sequence Diagram Menjadwalkan Produksi (Asisten Manajer Produksi I) Keterangan sequence diagram untuk Menjadwalkan Produksi:
1. User (Manajer Produksi I dan Asisten Manajer Produksi I)membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI Jadwal Produksi.
2. User kemudian menjalankan penjadwalan melalui pilihan-pilihan yang ada pada UI jadwal produksi.
3. UI jadwal produksi akan mengambil data dari obyek produk, obyek mesin, obyek order produksi, obyek waktu operasi, dan obyek perincian produksi dan melakukan perhitungan waktu produksi kegiatan penjadwalan, dan pemeriksaan status keterlambatan.
4. UI jadwal produksi kemudian melakukan penyimpanan data ke obyek jadwal produksi melalui method disimpan().
5. Obyek jadwal produksi akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI jadwal produksi.
6. User yang selesai menjadwalkan dan melihat jadwal produksi kemudian menutup UI jadwal produksi.
¾ Sequence Merealisasikan Jadwal Produksi
Gambar 5.28 Sequence Diagram Merealisasikan Jadwal Produksi (untuk manajer produksi I)
Gambar 5.29 Sequence Diagram Merealisasikan Jadwal Produksi(untuk Asisten Manajer Produksi I)
Keterangan sequence diagram untuk mendata perincian produksi:
1. User (Manajer Produksi I dan Asisten Manajer Produksi I) membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI Realisasi Jadwal.
2. Ketika UI Realisasi Jadwal dibuka, data Jadwal Produksi akan ditampilkan ke UI Realisasi Jadwal.
3. User mengedit jadwal produksi melalui UI Realisasi Jadwal.
4. Ketika diedit, beberapa data diambil dari obyek produk, obyek mesin, obyek order produksi, dan obyek perincian produksi, dan ditampilkan ke UI realisasi jadwal.
5. Setelah mengedit jadwal produksi, user menyimpan realisasi jadwal melalui UI realisasi jadwal. UI realisasi jadwal akan melakukan penyimpanan ke obyek realisasi jadwal melalui method disimpan().
6. Obyek realisasi jadwal akan melakukan kegiatan penyimpanan, dan kemudian hasil simpanan ditampilkan kembali ke UI realisasi jadwal.
7. User yang selesai mengedit dan melihat data realisasi jadwal kemudian menutup UI realisasi jadwal.
¾ Sequence Mencetak Jadwal Produksi I
Gambar 5.30 Sequence Diagram Mencetak Jadwal Produksi I (Manajer Produksi I)
Gambar 5.31 Sequence Diagram Mencetak Jadwal Produksi I (Asisten Manajer Produksi I)
Keterangan sequence diagram untuk mencetak jadwal produksi I:
1. User (Manajer Produksi I/Asisten Manajer Produksi I) membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI jadwal produksi.
2. UI jadwal produksi menampilkan data dari obyek jadwal produksi.
3. User melakukan preview pada UI jadwal produksi, dan UI jadwal produksi membuka UI Preview Jadwal Produksi.
4. UI Preview Jadwal Produksi melakukan preview obyek jadwal produksi, sehingga data jadwal produksi akan ditampilkan pada UI Preview Jadwal Produksi.
5. User kemudian melakukan kegiatan mencetak melalui UI Preview Jadwal Produksi.
6. Ketika selesai kegiatan pencetakan, User menutup UI Preview Jadwal Produksi.
UI Preview Jadwal Produksi melakukan method ditampilkan() obyek jadwal produksi ke UI Jadwal Produksi.
7. User yang selesai melihat data jadwal produksi kemudian menutup UI jadwal produksi.
¾ Sequence Mencetak Realisasi Jadwal.
Gambar 5.32 Sequence Diagram Mencetak Realisasi Jadwal (untuk Manajer Produksi I)
Actor : Plant Manager
Object : Realisasi_Jadwal UI: Menu UI : Realisasi_Jadwal
dibuka dibuka
dibuka
realisasi_jadwal ditampilkan()
data_pilihan dipreview
UI : Preview_Realisasi_Jadwal
dipreview()
dicetak dicetak()
ditutup ditampilkan()
realisasi_jadwal ditutup
Gambar 5.33 Sequence Mencetak Realisasi Jadwal Produksi (untuk Plant Manager) Keterangan sequence diagram untuk mencetak Realisasi Jadwal:
1. User (Manajer Produksi I, Plant Manager) membuka halaman menu agar selanjutnya dapat membuka UI realisasi jadwal.
2. UI realisasi jadwal menampilkan data dari obyek realisasi jadwal.
3. User melakukan preview pada UI realisasi jadwal, dan UI realisasi jadwal membuka UI Preview Realisasi Jadwal.
4. UI Preview Realisasi Jadwal melakukan preview obyek realisasi jadwal, sehingga data realisasi jadwal ditampilkan pada UI Preview Realisasi Jadwal.
5. User kemudian melakukan kegiatan mencetak melalui UI Preview Realisasi Jadwal.
6. Ketika selesai kegiatan pencetakan, user menutup UI Preview Realisasi Jadwal.
UI Preview Realisasi Jadwal melakukan method ditampilkan() obyek realisasi jadwal ke UI Realisasi Jadwal.
7. User yang selesai melihat data realisasi jadwal kemudian menutup UI realisasi jadwal.
5.4.4.4 Interface (Navigation Diagram)
Navigation diagram merupakan sebuah jenis khusus dari statechart diagram yang berfokus pada keseluruhan dinamika user interface. Diagram tersebut memperlihatkan partisipasi windows dan transisi di antaranya. Navigation Diagram juga dapat menunjukkan urutan pengaksesan layar di dalam sistem yang dibuat , dimulai dari saat user mengakses sistem hingga user keluar dari sistem.
Berikut adalah navigation diagram dari sistem usulan.
Gambar 5.34 Navigation Diagram untuk Sistem Usulan
5.4.4.5 Rancangan Layar
Berikut ini adalah tampilan User Interface yang dibuat untuk sistem informasi usulan penjadwalan produksi dan penjelasan mengenai perancangan layar tersebut.
Tampilan layar user interface di bawah ini merupakan tampilan layar yang sebenarnya.
Gambar 5.35 Rancangan Layar untuk Login
Layar Login ini akan muncul setiap kali pengguna masuk ke dalam sistem, tujuan dari login ini adalah untuk mencegah pengguna asing atau pengguna tidak berwenang mengakses sistem. Oleh karena itu, login memberikan dua inputan, yaitu user dan password. Kedua inputan ini hanya diketahui oleh pengguna yang berwenang, dan masing-masing pengguna berwenang memiliki user dan password yang berbeda satu sama lain. Jika salah satu inputan salah, maka sistem akan memberikan sinyal kesalahan berupa message box. Tombol Exit digunakan untuk membatalkan pengaksesan sistem, atau keluar dari sistem.
Gambar 5.36 Rancangan Layar Menu Utama
Jika pengguna telah login sistem, maka sistem akan memunculkan layar utama.
Menu Utama ini memiliki 5 menu yang merupakan menu-menu inti sistem usulan penjadwalan produksi. Kelima menu tersebut adalah:
1. Menu Data, merupakan menu yang memberikan submenu-submenu data Master, yaitu: Submenu Produk, Submenu Mesin, Submenu Waktu Operasi
2. Menu Transaksi, berisikan menu order produksi, di mana data order produksi ini diperbaharui secara rutin per periode.
3. Menu Penjadwalan, yaitu menu yang merupakan inti dari proses sistem penjadwalan produksi tersebut, yang memiliki beberapa submenu, seperti:
Submenu Pengurutan Batch Produksi, Submenu Perincian Produksi, Submenu Jadwal Produksi, dan Submenu Realisasi Jadwal.
4. Menu Data Lain, yaitu menu yang memiliki submenu data yang cukup dianggap penting untuk mempengaruhi sistem, seperti Submenu Hari Libur, dan Submenu Pengguna.
5. Menu Keluar, digunakan untuk keluar dari sistem.
Gambar 5.37 Rancangan Layar untuk Produk
Rancangan Layar Produk ini memiliki 6 inputan yang harus dimasukkan untuk menjelaskan karakteristik produk-produk OTC yang ada di perusahaan. Keenam inputan data tersebut adalah kode produk, nama produk, golongan produk, berat 1 batch dalam kg, jumlah tablet/kaplet dalam satu batch, dan keterangan untuk produk tersebut.
Apabila salah satu data tersebut tidak terisi (kecuali keterangan), maka sistem akan memberikan sinyal message box untuk mengingatkan pengguna.
Adapun tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data. Frame Cari Produk digunakan untuk mencari produk berdasarkan kode produk atau nama produk. Dan Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Produk. Di
sebelah kanan layar diberikan tampilan hasil penginputan data, sehingga pengguna dapat memperhatikan secara langsung hasil inputan data yang dilakukannya.
Gambar 5.38 Rancangan Layar untuk Mesin
Rancangan Layar Mesin ini juga memiliki beberapa inputan yang harus diisi kecuali keterangan mesin, seperti kode mesin, nama mesin, fungsi mesin, jumlah mesin (unit), kapasitas mesin (kg). Apabila pengguna tidak mengisi salah data inputan, maka sistem akan memberikan sinyal message box untuk mengingatkan pengguna sistem tersebut. Adapun tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data.
Frame Cari Mesin digunakan untuk mencari data mesin berdasarkan kode mesin atau nama mesin. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Mesin. Di sebelah kanan layar diberikan tampilan hasil penginputan data, sehingga pengguna dapat memperhatikan secara langsung hasil inputan data yang dilakukannya.
Gambar 5.39 Rancangan Layar untuk Waktu Operasi
Rancangan layar waktu operasi juga memiliki beberapa data inputan yang harus dimasukkan,seperti kode mesin, kode produk, tahapan proses, waktu proses, dan waktu antar-operasi. Kode mesin dirancang dengan secara langsung memberikan pilihan data-data mesin yang ada, sehingga pengguna tidak keliru memasukkan data mesin yang ada. Rancangan ini juga dilakukan pada kode produk dengan tujuan penggunaan yang sama. Tahapan proses menunjukkan tahap keberapa mesin terpilih digunakan untuk produk terpilih. Waktu proses adalah waktu yang diperlukan untuk mengerjakan seluruh kapasitas maksimum bahan yang ada dalam sistem, dan waktu antar-operasi merupakan waktu di luar waktu proses yang cukup berpengaruh pada kegiatan penjadwalan.
Tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data. Frame tampil waktu digunakan untuk menampilkan data waktu berdasarkan kode produk dan kode mesin yang dipilih. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu
Waktu Operasi. Di sebelah kanan layar diberikan tampilan hasil penginputan data, sehingga pengguna dapat memperhatikan secara langsung hasil inputan data yang dilakukannya.
Gambar 5.40 Rancangan Layar untuk Order Produksi
Rancangan layar order produksi ini memiliki beberapa inputan yang harus diisi (kecuali keterangan), yaitu kode pesanan, kode produk, tanggal PO, due date, jumlah order dalam satuan dus, jumlah tablet/kaplet dalam satu dus. Persediaan awal. Total jumlah order adalah perkalian antara jumlah order dengan jumlah tablet/kaplet dalam satu dus, sehingga sistem akan secara otomatis menghitung total jumlah order tersebut. Persediaan awal merupakan jumlah sisa stok produk yang ada di gudang dari periode sebelumnya. Di sebelah kanan layar diberikan tampilan hasil penginputan data, sehingga pengguna dapat memperhatikan secara langsung hasil inputan data yang dilakukannya. Namun untuk submenu Order Produksi ini, tabel
tersebut ditambah dengan kolom batch produksi yang merupakan jumlah produksi yang diperkirakan dari total jumlah order yang ada, dan kolom persediaan akhir yang merupakan perkiraan berapa persediaan akhir yang dihasilkan dari hasil produksi tersebut.
Tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data. Frame cari pesanan digunakan untuk mencari data order produksi berdasarkan kode pesanan yang dipilih. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Order Produksi
Gambar 5.41 Rancangan Layar untuk Pengurutan Batch Produksi
Rancangan layar untuk submenu pengurutan batch produksi memiliki beberapa kolom, seperti tanggal PO, due date, kode produk, nama produk, total order, jumlah,
dan batch produksi. Inti dari submenu ini terdapat pada kolom batch produksi dan pengurutan produk untuk diproduksi. Batch produksi ini menunjukkan berapa banyak produk yang akan diproduksi dalam satuan batch. Adapun urutan prioritas produk yang akan diproduksi dimulai dari atas sampai bawah. Proses pengurutan batch produksi ini dimulai dari pengguna memilih terlebih dahulu pesanan berdasarkan tanggal PO yang ada, kemudian dengan menekan tombol “Proses”, maka proses pengurutan produksi akan dilakukan oleh sistem. Bila ingin keluar dari submenu ini, maka pengguna cukup menekan tombol silang.
Gambar 5.42 Rancangan Layar untuk Perincian Produksi
Rancangan layar untuk submenu perincian produksi memiliki inputan yang harus diisi agar produk yang akan dijadwalkan untuk produksi memiliki karakteristik khusus tersendiri, seperti No. Batch, No. PWO, tanggal PO, kode pesanan, kode produk, Jumlah Batch. Hasil penginputan dapat dilihat pada tabel yang tersedia di sebelah kanan, urutan pengisian data batch tiap produk adalah sesuai dengan urutan yang dihasilkan sistem pada submenu pengurutan batch produksi. Tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan
Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data.
Frame tampilan batch digunakan untuk menampilkan data perincian produksi berdasarkan tanggal PO yang dipilih. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Perincian Produksi.
Gambar 5.43 Rancangan Layar untuk Jadwal Produksi
Layar penjadwalan produksi memiliki beberapa inputan. Salah satunya adalah tanggal PO yang apabila dipilih, maka semua pesanan yang memiliki tanggal PO tersebut akan dijadwalkan oleh sistem. Adapun frame Waktu Mulai mengharuskan pengguna untuk memasukkan tanggal mulai produksi dan jam mulai produksi.
Apabila tanggal mulai produksi bersamaan dengan tanggal hari libur yang telah diisi sebelumnya, maka proses penjadwalan akan langsung beroperasi satu hari setelah tanggal libur. Tombol Proses digunakan apabila pengguna ingin menjalankan sistem untuk penjadwalan. Tombol Simpan digunakan pengguna yang ingin menyimpan
hasil penjadwalan sistem ke dalam database. Tombol hapus digunakan pengguna yang ingin menghapus informasi penjadwalan pesanan yang ada berdasarkan tanggal PO. Tombol Cetak digunakan pengguna apabila pengguna ingin mencetak hasil proses penjadwalan sebagai laporan produksi, dan tombol cetak ini akan menghubungkan submenu penjadwalan produksi ke submenu preview laporan yang akan dicetak. Adapun informasi penjadwalan produksi ditampilkan dalam suatu tabel yang ada di bawah. Tombol Selesai dapat digunakan untuk keluar dari submenu Penjadwalan Produksi.
Gambar 5.44 Rancangan Layar untuk Realisasi Jadwal
Rancangan layar Realisasi Jadwal digunakan untuk mengubah informasi dari jadwal produksi yang tidak sesuai dengan aktivitas kenyataannya. Dalam Submenu Realisasi Jadwal ini memberikan pilihan tampilan jadwal produksi menurut tanggal PO. Dengan demikian, pengguna mampu mengubah informasi jadwal produksi sesuai dengan tanggal PO. Kemudian Pengguna dapat mengubah
informasi jadwal produksi tersebut dengan menekan tombol Edit, Proses, Simpan, dan Batal. Layar tersebut juga disediakan fasilitas cari batch untuk memudahkan pengguna mencari informasi berdasarkan no batch yang diinginkan. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Realisasi Jadwal. Hasil penginputan dapat dilihat pada tabel di sebelah kanan.
Gambar 5.45 Rancangan Layar untuk Hari Libur
Rancangan layar Hari Libur memiliki inputan, seperti tanggal, hari dan keterangan. Bila pengguna telah memilih tanggal libur, maka sistem akan secara langsung menampilkan hari libur tersebut, sehingga pengguna dapat langsung mengisi keterangan dari hari libur tersebut. Tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data. Frame cari tanggal libur digunakan untuk mencari informasi hari libur berdasarkan tanggal yang dipilih. Tombol Selesai digunakan apabila pengguna ingin keluar dari Submenu Order Produksi. Hasil penginputan dapat dilihat pada tabel di sebelah kanan.
Gambar 5.46 Rancangan Layar untuk Pengguna Sistem
Rancangan layar untuk submenu pengguna sistem memiliki dua buah frame utama, dimana masing-masing frame memiliki inputan. Frame Add User memiliki inputan berupa nama, divisi, jabatan, password, dan re-password. Frame Hak Akses yang berada di dalam frame Add User memberikan pilihan wewenang yang dapat ditetapkan untuk user yang ada. Hak akses Read menunjukkan bahwa pengguna sistem diberikan hak akses untuk melihat informasi yang ada di dalam sistem. Hak akses Write memberikan wewenang ke pengguna untuk menginput data sistem. Hak akses Compute memberikan wewenang ke pengguna untuk menjalankan proses penjadwalan. Hak akses Print memberikan wewenang ke pengguna untuk dapat mencetak laporan produksi.
Frame Edit Password digunakan oleh pengguna yang ingin mengubah password yang lama ke password yang baru. Tabel kecil di sebelah kanan bawah menunjukkan informasi hasil penginputan.
Tombol Tambah, Edit, Hapus, Simpan, dan Batal yang ada di frame Add User digunakan apabila pengguna ingin menambah, mengurangi, atau mengupdate data.
Sedangkan tombol Edit, simpan, Batal yang ada di frame Edit Password digunakan untuk mengupdate password pengguna.
5.4.5 Perbaikan Analisa
Setelah melakukan analisa Problem domain dan Application domain, diperoleh beberapa perbaikan pada Class yang digambarkan pada Revised Class Diagram dibawah ini
Gambar 5.47 Revised Class Diagram Sistem Usulan
5.4.6 Architectural Design 5.4.6.1 Criteria
Kriteria-kriteria untuk mengatur prioritas perancangan sistem ditampilkan dalam tabel berikut. Tujuan dari kriteria ini adalah untuk menghasilkan sistem yang berkualitas dan membantu memprioritaskan strategi pengembangan sistem usulan, mendukung perencanaan evaluasi, dan membantu dalam menilai kelengkapan sistem usulan.
Tabel 5.146 Kriteria Sistem Usulan Criterion Very
Important Important Less
Important Irrelevant Easily Fullfiled
Usable √
Secure √
Efficient √
Correct √
Reliable √
Maintainable √
Testable √
Flexible √
Comprehensible √
Reuseable √
Portable √
Keterangan :
• Usable : Kegunaan sistem usulan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
• Secure : Keamanan dari akses pihak yang tidak berwenang.
• Efficient : Efisiensi dari eksploitasi ekonomis.
• Correct : Terpenuhinya kebutuhan.
• Reliable : Terpenuhinya hasil dari eksekusi fungsi-fungsi yang ada.
• Maintainable : Pengalokasian biaya dan perbaikan sistem yang rusak.
• Testable : Dapat dipastikan sistem yang dikembangkan sesuai fungsi.
• Flexible : Kemudahan modifikasi sistem.
• Comprehensible : Usaha yang di butuhkan untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dari sistem.
• Reusable : Potensial penggunaan bagian sistem dalam sistem lain.
• Portable : Pemindahan sistem ke platform yang lainnya.
5.4.6.2 Component Design
Component Diagram berikut menggambarkan hubungan komponen – komponen program sistem informasi usulan penjadwalan produksi. Pola arsitektur yang digunakan dalam mengembangkan sistem Informasi usulan ini adalah pola Client – Server dengan arsitektur Centralized Data sehingga setiap client dapat menggunakan fungsi sistem dan menyimpan database dalam model yang ada di server. Client ini berupa komputer PC.
Seluruh data ditempatkan pada server.
Server : Client Manajer Produksi I
User Interface: Aplikasi program VB 6.0 EXE
Function: Aplikasi fungsi VB 6.0
Client Asisten Manajer Produksi I
User Interface: Aplikasi Program VB 6.0 EXE
Function: Aplikasi Fungsi VB 6.0
Client Plant Manager
User Interface: Aplikasi Program VB 6.0 EXE
Function: Aplikasi Fungsi VB 6.0 Model: Access Database
Gambar 5.48 Component Diagram Sistem Usulan
Tabel 5.147 Tabel Arsitektur Client-Server
Client Server Architecture
User Interface+ Function Model Centralized Data
5.4.6.3 Architectural Process
Untuk proses arsitektur akan ditunjukkan dalam bentuk Deployment Diagram.
Deployment Diagram berikut menggambarkan hubungan arsitektur sistem Informasi dengan perangkat keras. Perangkat keras yang akan digunakan adalah beberapa komputer desktop dan printer yang sudah terpasang di kantor masing – masing user, dan sebuah server. Jaringan yang akan digunakan adalah WiFi untuk Pocket PC, dan LAN untuk komputer desktop yang sudah terpasang
Gambar 5.49 Deployment Diagram SistemUsulan
5.4.7 Usulan Penerapan 5.4.7.1 Perangkat Keras.
Beberapa perangkat keras yang dibutuhkan telah ada di PT. Dankos Laboratories, Tbk. Apapun perangkat keras keseluruhan yang dibutuhkan adalah :
1. Server
Server ini digunakan untuk Database server dari beberapa client Manajer Produksi dan Asisten Manajer Produksi I. Spesifikasi umum server yang diusulkan adalah :
¾ Processor Intel Pentium IV Xeon 1.7Ghz
¾ DDR SDRAM 400 ECC 1GB
¾ Harddisk 40 Giga Bytes
¾ 10/100 Mbps NIC 2. Workstation Client
Spesifikasi umum PC untuk setiap workstation Client adalah :
¾ Processor Intel Pentium IV 1.7Ghz
¾ DDR SDRAM 400 ECC 1GB
¾ Harddisk 40 Giga Bytes
¾ Printer standar
¾ 10/100 Mbps NIC 3. Hub / Switch
Hub / Switch 10/100 Mbps standar yang dapat berfungsi untuk menghubungkan seluruh jaringan yang ada.
5.4.7.2 Perangkat Lunak
Untuk perangkat lunak yang telah tersedia di PC beberapa Client PT. Dankos Laboratories, seperti Manajer Produksi I dan Asisten Manajer Produksi I adalah Windows XP. Untuk Plant Manager, sistem operasi yang diusulkan dapat berupa Windows XP atau Windows 2000.
Bahasa pemrograman yang dipakai untuk menjalankan sistem informasi ini adalah Visual Basic 6.0 yang dihubungkan dengan Microsoft Access sebagai database.
Pemakaian software Visual Basic 6.0 hanya untuk tim pemelihara dan pengembang sistem selama proses percobaan dan pengembangan sistem dilakukan. Jika sistem telah berjalan baik, maka sistem atau program yang dibuat dapat dijalankan tanpa harus memakai software Visual Basic 6.0.
5.4.7.3 Jadwal Implementasi.
Aplikasi program belum dikenal oleh perusahaan, dan baru diusulkan ke perusahaan, sehingga pihak perusahaan yang terkait perlu mempelajarinya terlebih dahulu dan perlu diadakan pelatihan. Untuk itu jadwal implementasi yang diusulkan dapat dilihat berikut ini :
Tabel 5.148 Jadwal Implementasi
Minggu ke- Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 Pembelian dan pemasangan hardware
Pembelian dan instalasi software
Instalasi sistem informasi penjadwalan
Pelatihan pengguna
Pengentrian data
Testing, evaluasi, dan pemeliharaan sistem