42 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Penelitian 4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian
Dusun Grompol, Desa Jembrak terletak di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah sekitar ± 5 km ke arah Kota Salatiga. Rumah-rumah penduduk rata-rata berdinding papan kayu ada juga yang berdinding batu bata atau batako dan memiliki pekarangan yang luas. Transportasi yang umum digunakan masyarakat untuk transportasi antar dusun masyarakat biasa berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan pribadi mereka.
4.1.2 Gambaran Khusus Responden
Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu-ibu khususnya yang berusia dari 30 – 45 tahun. Karakteristik responden yang diteliti dalam penelitian ini yaitu umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, informasi dan sarana penyampaian informasi dengan hasil sebagai berikut:
1. Karakteristik responden berdasarkan umur Tabel 4.1
Distribusi umur responden (n=26) Umur
Responden
Jumlah %
30 – 35 tahun 9 34,61%
36 – 40 tahun 11 42,30%
41 – 45 tahun 6 23,07%
Total 26 100%
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 26 responden penelitian sebagian besar berumur 36 – 40 tahun yaitu sebanyak 11 orang (42,30%) sedangkan yang berumur 30 – 35 tahun sebanyak 9 orang (34,61%) dan yang berumur 41 – 45 tahun sebanyak 6 orang (23,07%).
2. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan
Tabel 4.2
Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan
Pendidikan responden
Jumlah %
SD 9 34,61%
SMP 11 42,30%
SMA 6 23,07%
Total 26 100%
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa rata-rata pendidikan responden penelitian adalah Sekolah Menegah Pertama sebanyak 11 orang (42,30%),
sedangkan sebanyak 9 orang (34,61%) Sekolah Dasar dan 6 orang (23,07%) tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas.
3. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Tabel 4.3
Distribusi responden berdasarkan pekerjaan Pekerjaan
responden
Jumlah %
IRT 15 57,69%
Petani 8 30,76%
Wiraswasta 3 11,53%
Total 26 100%
Pada tabel 4.3 di atas terlihat bahwa rata-rata pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 15 orang (57,69%), sebanyak 8 orang (30,76%) sebagai petani dan 3 orang (11,53%) sebagai wiraswasta.
4. Karakteristik responden berdasarkan penghasilan Tabel 4.4
Distribusi responden berdasarkan penghasilan Penghasilan
Responden
Jumlah % Rp 250.000 – Rp 500.000 6 23,07%
Rp 750.000 – Rp 1.000.000 17 65,38%
≥ Rp 1.000.000 3 11,53%
Total 26 100%
Pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa rata-rata penghasilan responden sebanyak 17 orang (65,38%)
berpenghasilan Rp 750.000 – Rp 1.000.000/bulan.
Sedangkan sebanyak 6 orang (23,07%) berpenghasilan Rp 250.000 – Rp 500.000/bulan. Dan 3 orang (11,53%) berpenghasilan lebih dari Rp 1.000.000/bulan.
5. Karakteristik responden berdasarkan informasi Tabel 4.5
Distribusi responden berdasarkan informasi Informasi
Responden
Jumlah %
Ya 26 100%
Total 26 100%
Berdasarkan tabel 4.5 di atas bahwa seluruh responden sebanyak 26 orang (100%) pernah mendapatkan informasi tentang menopause.
6. Karakteristik responden berdasarkan sarana informasi Tabel 4.6
Distribusi responden berdasarkan sarana informasi
Sarana Informasi
Jumlah Presentase
Puskesmas 2 7,69%
Teman 12 46,15%
Surat Kabar 1 3,84%
Televisi 11 42,30%
Total 26 100%
Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 12 orang (46,15%) mendapatkan informasi dari teman, 11 orang (42,30%) mendapat informasi
dari sarana televisi, sedangkan 2 orang (7,69%) mendapat informasi dari puskesmas dan 1 orang (3,84%) dari sarana surat kabar.
4.2 Pelaksanaan Penelitian 4.2.1 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama ± 2 minggu yaitu, dimulai dari tanggal 17 Juni – 28 Juni 2014. Surat ijin penelitian dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan LITBANKES Kabupaten Semarang dapat dilihat pada lampiran 3, 4, 5 dan 6.
4.2.2 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Dusun Grompol, Desa Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, pada setiap rumah yang terdapat responden dengan kriteria:
Bersedia menjadi responden.
Usia responden 30 - 45 tahun.
Dapat membaca dan menulis.
4.3 Hasil Penelitian 4.3.1 Uji Validitas
Responden dalam uji validitas ini adalah diluar sampel penelitian yaitu 20 responden ibu-ibu di Dusun Pete Desa Sukoharjo Kecamatan Pabelan Kabapaten
Semarang. Uji validitas dikatakan tidak valid jika nilai p >
0,05 atau nilai rhitung < rtabel(0.444) dan sebaliknya dikatakan valid jika nilai p < 0,05 atau nilai rhitung > rtabel(0.444). Dari uji kuesioner atau angket penelitian yang dilakukan menunjukkan dari 25 item pernyataan tingkat pengetahuan tentang menopause, 22 item pernyataan dinyatakan valid. Dimana 3 item pernyataan lainnya gugur dan dihilangkan, yaitu item 12, 19 dan 20. Hasil valid 22 item dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.7
22 Item pernyataan valid
Pernyataan Nilai p r hitung Kesimpulan
Item 1 0,047 0,450 Valid
Item 2 0,028 0,490 Valid
Item 3 0,003 0,631 Valid
Item 4 0,013 0,547 Valid
Item 5 0,026 0,496 Valid
Item 6 0,000 0,974 Valid
Item 7 0,000 0,785 Valid
Item 8 0,000 0,974 Valid
Item 9 0,000 0,974 Valid
Item 10 0,000 0,974 Valid
Item 11 0,000 0,833 Valid
Item 12 0,376 0,102 Tidak Valid
Item 13 0,000 0,974 Valid
Item 14 0,001 0,671 Valid
Item 15 0,000 0,974 Valid
Item 16 0,000 0,735 Valid
Item 17 0,000 0,729 Valid
Item 18 0,000 0,974 Valid
Item 19 0,984 -0,005 Tidak Valid Item 20 0,102 0,376 Tidak Valid
Item 21 0,000 0,756 Valid
Item 22 0,019 0,518 Valid
Item 23 0,000 0,974 Valid
Item 24 0,000 0,785 Valid
Item 25 0,000 0,785 Valid
Dari hasil tabel 4.7 diatas 22 item yang dinyatakan valid dan akan digunakan untuk pengolahan data selanjutnya. Data blue print dapat dilihat pada lampiran 7.
4.3.2 Uji Realibilitas
Untuk menghitung realibilitas kuesioner digunakan metode Alpha Cronbach dioleh dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16. Hasil uji realibilitas disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil uji realibilitas
Dapat dilihat pada tabel diatas dari 22 item pernyataan dengan nilai koefisien α = 0,955. Hal ini berarti bahwa kuesioner pernyataan dikatakan sangat reliabel. Data uji reliabel dapat dilihat pada lampiran 8.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.955 25
4.3.3 Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji one sampel kolmogorov-smirnov. Uji ini bertujuan
untuk menentukan data normal atau tidak maka Asymp.
Sig dibandingkan dengan 0,05. Jika Asymp. Sig > 0,05
maka data tersebut normal (Riwidikdo, 2012).
Tabel 4.9 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Dari hasil uji normalitas pada tabel 4.9 di atas, dapat dilihat bahwa nilai kolmogorov – smirnov untuk sampel pre sebesar 0,086 (p > 0,05) dan signifikansi untuk sampel post didapat data sebesar 0,167 (p >
0,05). Berdasarkan aturan yang dikemukakan diatas, maka didapat signifikansi dari masing-masing kelompok tersebut > 0,05 sehingga dapat disimpulkan
PRE POST
N 26 26
Normal Parametersa
Mean 11.50 17.08
Std. Deviation 4.140 5.051
Most Extreme Differences
Absolute .246 .219
Positive .246 .165
Negative -.189 -.219
Kolmogorov-Smirnov Z 1.255 1.115
Asymp. Sig. (2-tailed) .086 .167
a. Test distribution is Normal.
bahwa kedua jenis data berdistribusi normal. Uji normal dapat dilihat pada lampiran 9.
4.2.3 Perbedaan dan Prosentase Tingkat Pengetahuan Responden Pre dan Post Test
1. Pretest
Berikut adalah distribusi frekuensi responden berdasarkan katagori hasil pretest :
Tabel 4.10
Distribusi frekuensi responden berdasarkan hasil pretest (n=26)
Pre test F %
Baik 7 27%
Cukup 9 34,6%
Kurang 10 38,4%
Total 26 100%
Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa sebelum diberi pendidikan kesehatan tentang menopause sebanyak 10 orang (38,4%) masuk dalam katagori kurang, sebanyak 9 orang (34,6%) dalam katagori cukup dan sebanyak 7 orang (27%) dalam katagori baik.
2. Posttest
Berikut adalah distribusi frekuensi responden berdasarkan katagori hasil posttest :
Tabel 4.11
Distribusi frekuensi responden berdasarkan hasil posttest
Post test F %
Baik 15 57,7%
Cukup 8 30,8%
Kurang 3 11,5%
Total 26 100%
Berdasarkan tabel 4.11 di atas setelah diberi pendidikan kesehatan tentang menopause sebanyak 15 orang (57,7%) masuk dalam katagori baik, sebanyak 8 orang (30,8%) dalam katagori cukup dan sebanyak 3 (11,5%) orang masuk dalam katagori kurang.
4.3.5 Analisis Perbedaan Pretest dan Posttest
Perbandingan skor pretest dan posttest secara statistik dapat dilihat berdasarkan ukuran-ukuran sebagai berikut :
Tabel 4.12
nilai-nilai statistik deskriptif skor pengetahuan Test Mean Standar Deviasi
Pre test 11,50 4,140
Post test 17,08 5,051
Berdasarkan tabel di atas secara umum hasil post test lebih baik dibandingkan skor hasil pre test. Hal ini terlihat
dari rata-rata skor hasil post test sebesar 17,08 dan rata- rata hasil pre test sebesar 11,50.
Untuk membuktikan kebenaran hipotesis tentang perbedaan skor hasil pretest dan posttes, dilakukan pengujian sebagai berikut :
Tabel 4.13 Rekap hasil uji t Perbedaan
Pengetahuan Mean T df
Sig. (2- tailed) Pre - Post -5,577 -11,674 25 0,000
Perhitungan uji statistik menghasilkan nilai t sebesar -11,674 dengan p-value (signifikansi) sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada perbedaan yang bermakna. Data uji t test dapat dilihat pada lampiran 10.
4.4 Pembahasan
Dalam bagian ini akan dibahas hasil penelitian sebagai berikut :
1. Perbedaan dan prosentase tingkat pengetahuan tentang menopause
Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang
menopause. Hasil posttest memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil prettest.
Dari hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 10 orang (38,4%) dalam katagori kurang, sebanyak 9 orang (34,6%) dalam katagori cukup dan sebanyak 7 orang (27%) dalam katagori baik. Dan setelah diberikan pendidikan sebanyak 15 orang (57,7%) masuk dalam katagori baik, sebanyak 8 orang (30,8%) dalam katagori cukup dan sebanyak 3 orang (11,5%) tetap dalam katagori kurang. Dari data yang didapat menunjukkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, hal tersebut disebabkan oleh pendidikan yang diberikan secara individu, dimana materi yang diberikan berfokus pada individu sehingga ibu-ibu lebih menerima dan memahami materi yang disampaikan dan akan menambah pengetahuan yang lebih tentang menopause.
Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya oleh Suryaningsih (2013) yang menyatakan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu post partum tentang ASI Eksklusif. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori menurut Notoatmodjo (2003), pendidikan kesehatan sebagai salah satu
metodenya merupakan proses belajar individu, kelompok dan masyarakat dari tidak tahu nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak mampu mengatasi masalah menjadi mampu mengatasi masalah sendiri. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting terbentuknya sikap dan perilaku yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif, maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng.
Dari uji statistik paired t test didapatkan nilai p-value 0,000 α ≤ 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan dalam merubah tingkat pengetahuan ibu-ibu kearah yang lebih baik.
Hasil ini penelitian diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Romadhoni (2012) tentang penyerapan pengetahuan tentang kanker serviks sebelum dan sesudah penyuluhan juga didapati bahwa ada perbedaan skor sebelum dan sesudah penyuluhan berbeda nyata, dimana skor sesudah penyuluhan lebih tinggi atau meningkat dibandingkan skor sebelum penyuluhan. Peningkatan pengetahuan yang terjadi sesudah penyuluhan
membuktikan bahwa penyuluhan berpengaruh pada tingkat pengetahuan masyarakat.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan a. Usia Responden
Sebagian besar responden pada penelitian ini berusia 36 – 40 tahun, yaitu sebanyak 11 (42,30 %) responden, sebanyak 9 (34,61%) responden berusia 30 - 35 dan sebesar 9 (34,61%) responden berusia 30 – 35 tahun.
Menurut Nursalam (2008) ditemukan adanya korelasi negatif antar pertambahan umur dengan kemampuan belajar, yang artinya setiap individu yang dewasa akan semakin sulit untuk belajar seiring dengan bertambahnya usia (aspek penurunan kemampuan fisik). Dapat disimpulkan bahwa usia sangat berpengaruh pada tingkat pengetahuan.
b. Tingkat Pendidikan Responden
Responden yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari latar belakang tingkat pendidikan yang beragam. Paling banyak responden yang berpendidikan Sekolah Menegah Pertama 11 (42,30%) dan Sekolah Dasar 9 (34,61%) sedangkan hanya 6 (23,07%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Menegah Atas. Kondisi latar belakang tingkat pendidikan yang
rendah yang dimiliki responden menyebababkan keterbatasannya pengetahuan. Pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang. Karena dapat membuat seseorang untuk lebih mudah mengambil keputusan dan bertindak (Notoatmodjo, 2003).
c. Pekerjaan Responden
Sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 15 (57,69%), sebanyak 8 (30,76%) sebagai petani dan 3 (11,53%) sebagai wiraswasta. Menurut Mubarak dkk, (2007) lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
d. Penghasilan Responden
Sebagian besar penghasilan responden sekitar Rp 750.000 – Rp 1.000.000 sebanyak 17 (65,38%), dan Rp 250.000 – Rp 500.000 sebanyak 6 (23,07%) sedangkan
≥ Rp 1.000.000 sebanyak 3 (11,53%) responden.
Menurut teori Notoatmodjo (2003), tingkat kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tingkat ekonominya lebih tinggi akan lebih mudah
mendapatkan informasi karena kemampuannya dalam penyediaan sarana informasi.
e. Informasi dan Sarana Informasi
Dari hasil penelitian didapat bahwa seluruh responden sebanyak 26 (100%) orang pernah mendapatkan informasi tentang menopause. Responden memperoleh pengetahuan tentang menopause dari teman 12 (46,15%), sebanyak 11 (42,30%) mendapatkan informasi dari sarana televisi, sebanyak 2 (7,69%) mendapatkan informasi dari puskesmas dan 1 (3,84%) dari surat kabar.
Kemudahan untuk memperoleh suatu informasi menurut Mubarak dkk, (2007) dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti umur, tingkat pendidikan dan informasi sebagai faktor penting untuk memperoleh pengetahuan. Sumber informasi responden untuk mendapatkan pengetahuan tentang menopause yang terbatas dan tidak beragam tersebut yang berpengaruh pada tingkat pengetahuan.
Hal ini diperkuat oleh teori Soekanto (2002), seseorang dengan sumber informasi yang banyak dan beragam akan menjadikan orang tersebut memiliki pengetahuan yang luas.
4.5 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam penelitian ini hanya membahas perbedaan tingkat pengetahuan pada ibu-ibu usia 30 – 45 tahun. Variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal, kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang cenderung terbatas sehingga responden hanya bisa menjawab benar atau salah. Pengumpulan data menggunakan kuisioner memiliki informasi yang cenderung terbatas dan tidak menjamin jawaban yang diberikan benar- benar menggambarkan keadaan responden. Pada saat pembagian kuisioner peneliti menjelasakan tujuan penelitian dan mengharapkan agar responden bisa terbuka dan jujur dalam pengisian kuisioner.
Ada sebagian responden yang secara tiba-tiba membatalkan kontrak waktu dan membuat rencana peneliti tertunda.