• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN KEHARMONISASIAN DALAM KE- HIDUPAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL KAMPUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN KEHARMONISASIAN DALAM KE- HIDUPAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL KAMPUS"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN KEHARMONISASIAN DALAM KE- HIDUPAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL

KAMPUS

Oleh : Siti septi Nuraeni Dr. Sri Astuti., DRA., MSA

Pertumbuhan di bidang industri Pendidikan tinggi sangat cepat, se- hingga keterkaitan antara tempat tinggal dan kampus tidak bisa dihindari oleh mahasiswa dari luar kota, oleh karena itu pembangunan asrama mahasiswa yang dekat dengan kampus sangat meminimalisir perjalanan jarak tempuh, juga mampu menyatukan keaneka ragaman karakter dan budaya di Indonesia yang dapat di satukan di lingkungan kampus dan juga tempat tinggal mereka. Dengan adanya keharmo- nisasian dalam lingkungan tempat tinggal di area kampus, maka dari itu di bangunlah sebuah hunian mahasiswa yang mampu mewakili dari setiap karakter mahasiswa tersebut dengan menciptakan sebuah hu- nian mahasiswa yang ramah, nyaman dan mampu memberikan motiva- si belajar di dalam maupun area luar bangunan seperti area ruang terbuka hijau dengan memberikan konsep aktivitas dalam sirkulasi.

Kata kunci : harmoni, mahasiswa, budaya, activitas

PENDAHULUAN

Adanya sarana pendidikan seperti Universitas di Kota Bandung yang memiliki andil besar dalam menyumbang kepadatan penduduk di daerah ini, salah satunya kampus Universitas Komputer Indonesia yang sangat mengedepankan Teknologi

Komputer dalam sistem

pembelajarannya dan memiliki daya yang cukup besar bagi calon mahasiswa baik dalam maupun luar kota bahkan luar negeri.

Untuk memenuhi kebutuhan pertambahan tempat tinggal mahasiswa di sektor indekos maka perlunya dibangun sebuah hunian dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk mencapai hal tersebut di atas, pertimbangan merencanakan asrama mahasiswa yang beridentitas maka bersamaan dengan itu, dibangun juga fasilitas disekitar lingkungannya.

Pada salah satunya kampus Unikom yang menjadi salah satu kampus

terbesar di Bandung yang memiliki mahasiswa sebanyak 1800 sampai 2000 lebih mahasiswa pertahunnya sehingga banyak di lingkungan unikom rumah-rumah menjadi tempat tinggal sementara para mahasiswa namun banyak pula kosan yang tidak memiliki fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa.

Pada setiap bangunan dibutuhkan Keserasian antara bangunan dan lingkungannya adalah dialog arsitektur penting yang harus dinilai dan dievaluasi bersama ketika mencoba mencari solusi melalui pertimbangan desain arsitektur berkelanjutan.

Sebagai contoh, sebuah rumah yang menggunakan pelapis batu bata pada pelat beton dan lembaran baja pada rangka atap baja akan membutuhkan lebih sedikit energi dibandingkan dengan penggunaan energi selama masa pakainya, karena hampir semua energi akan dikonsumsi untuk penerangan, pendinginan, dan /

Alamat korespondensi JOSE MOURINHO. Tel. +62-812– 14428810. E-mail: [email protected] JURNAL DESA,

Dicetak di Indonesia, hak cipta dilindungi undang-undang.

(2)

menggunakan bahan energi dilestarikan dan sistem dibutuhkan sepanjang proses operasional. Prinsip desain pasif surya dengan alat hemat energi dan sistem pencahayaan adalah faktor kunci yang mengurangi konsumsi energi, yang menghasilkan CO 2 serta konsekuensi dari peningkatan produksi energi. (Abioso, Wanita Subadra, Pendekatan siklus hidup untuk penyelesaian perkotaan berkelanjutan (ECO) dalan konteks tropis )

Dapat dilihat bahwa suatu keharusan untuk mendiskusikan bangunan dengan parameter lanskap lain, untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Keserasian semua faktor ini memungkinkan kita untuk mendefinisikan hubungan antara bangunan tinggi dan tekstur perkotaan dengan lebih baik. Keputusan yang tepat tentang lokasi bangunan tinggi mendukung tempat perkotaan yang berkelanjutan dan nyaman dengan pertimbangan fisik dan sosial di mana hubungan antara bangunan dan lingkungan menguat.

Mahasiswa yang tinggal di asrama akan berhadapan dengan orang-orang yang berbeda latar belakang budaya dan tempat tinggal (Handono dan Bashori, 2013) mengungkapkan bahwa seseorang yang berbeda pada suatu lingkungan baru akan menghadapi norma-norma, aturan-aturan dan kebiasaan baru yang ada di lingkungannya. Pada saat seseorang harus masuk pada suatu lingkungan yang baru akan timbul masalah sendiri dari individu tersebut karena adanya perbedaan lingkungan fisik dan sosial.

Mahasiswa baru juga mengalami permasalahan yang menyangkut tentang konflik dengan teman sekamar atau teman seasrama (Genai dan Al- Qaisy, 2014)

Dengan adanya harmonisasi di dalam kehidupan asrama mahasiswa ini maka akan memberikan kenyamanan, ketenteraman serta keamanan bagi

tersebut.

METODA PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi banding pada bangunan sejenis, studi literatur dari bangunan yang sudah ada dan wawancara dari beberapa sumber. Studi lapangan mempelajari dan memahami karakteristik pada setiap mahasiswa.

Kemudian studi banding tentang perletakan ruang-ruang dan hirarki ruang-ruang tertentu. Kemudian setelah melakukan studi banding dari hasil studi lapangan, hasil tersebut di bandingkan kembali dengan studi literatur bangunan yang telah ada. Dari hasil-hasil studi tersebut di ambil beberapa poin yang dapat membantu dalam penerapan karakter harmoni dalam pengolahan tapak dan massa bangunan. Mengetahui berbagai karakteristik mahasiswa terutama mahasiswa Unikom.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Teori sosial dan budaya juga harus diselidiki untuk harmoni bangunan tinggi dengan lingkungan perkotaan. Kualitas perkotaan harus dipertimbangkan dalam hal yang jauh lebih luas dari pada atribut fisik bangunan, ruang dan pola jalan (Montgomery, 1998).

Ada banyak faktor penting yang perlu dipertimbangkan selama proses desain bangunan tinggi yang perlu diperiksa dari skala perkotaan yang lebih luas ke skala arsitektur yang lebih sempit. Contoh yang dapat diberikan untuk faktor-faktor ini adalah :

 lokasi dan pemilihan lokasi,

 penggunaan lahan,

 integrasi, dan elemen lanskap,

 penggunaan sumber daya energi alam (angin, matahari, vegetasi),

 daerah perkotaan yang layak huni dan area bangunan dan simpul (plaza, halaman dalam luar bangunan, lantai servis),

(3)

3 JUDUL ARTIKEL SEBAGIAN SAJA

Pada penelitian karakter mahasiswa unikom ini memiliki karakter yang senang berkumpul, namun kurang di wadahi dengan fasilitas yang baik salah satunya kampus yang tidak memiliki taman sehingga banyak mahasiswa yang bingung mencari tempat terbuka untuk berkumpul dan mengerjakan tugas bersama dan juga pada jam istirahat yang banyak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berkumpul padahal pada jalan merupakan jalan yang di fungsikan sebagai pejalan kaki saja.

Banyaknya mahasiswa yang indekos menggunakan kendaraan padahal lokasi tempat tinggal dekat hanya saja jarak tempuh yang jauh dan menanjak karena harus berkeliling. Maka dari itu dengan adanya asrama di dekat kampus maka akan mempermudah mahasiswa dalam mencapai kampus dan juga lebih mengefisiensikan waktu juga.

Berdasarkan pengamatan lamanya berjalan kaki responden di sepanjang Jalan Dipatiukur didominasi oleh waktu 5-10 menit (50%), selanjutnya 10-15 menit (38%). Sehingga rata-rata pejalan kaki berjalan kurang lebih 5-15 menit.

Hal ini karena dengan panjang Jalan Dipatiukur yang tidak begitu panjang, namun berdiri berbagai fungsi bangunan. Sehingga akan memungkinkan pejalan kaki untuk berjalan kaki dalam mengunjungi satu fungsi tempat ke fungsi tempat lain dalam waktu yang cukup singkat, yaitu 5-15 menit. ( Widiyanti, Tri dan Rohmawati, Tatik, Persepsi pejalan kaki terhadap kondisi fisik trotoar jalan Dipatiukur)

Meskipun dekat namun masih banyak mahasiswa yang membawa motor dikarenakan jalan yang berputar sehingga terasa lebih jauh. Maka dari itu dengan adanya asrama dekat kampus akan membantu mahasiswa agar lebih cepat mencapai kampus.

Dalam lingkungan hidup yang baik, interaksi antar berbagai komponen akan selalu terdapat keseimbangan.

Keseimbangan demikian boleh disebut tergantung pada kepentingan manusia.

Mengapa dikatakan tergantung pada kepentingan manusia, karena hakikatnya lingkungan hidup adalah bersifat antroposentris. Artinya, lingkungan hidup dipelihara, dibangun atau dikelola dengan sebaik-baiknya tidak lain demi kepentingan kelangsungan kehidupan dan generasi- generasi dari umat manusia saja. Selama interaksi manusia dengan lingkungannya berada dalam batas-batas keseimbangan dan dapat pulih seketika dalam keseimbangan, maka selama itu pula lingkungan disebut harmonis (serasi). (N.H.I. Sihaan, Hukum pembangunan dan ekologi pembangunan, 2004)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Keseimbangan lingkungan pada hakikatnya berproses melalui interaksi yang didasarkan pada hukum-hukum keseimbangan dan keteraturan.

Dalam lingkungan keserasian dan saling bermanfaat sangatlah berperan penting, maka dari itu perancangan ini akan menyesuaikan dengan aksisting sekitar tapak, sesuai dengan view, aktivitas, sirkulasi, hierarki, tata guna lahan dan sosial budaya sekitar.

TATA LETAK

Pengolahan tata letak pada tapak didasrkan pada beberapa pertimbangan dan kebutuhan serta keamanan. Untuk warna jingga merupakan asrama putri yang ditempatkan di samping kiri tapak dari jalan utama dan jalan pintu masuk ke 2 karena pertimbangan keamanan dan kemudahan untuk diakses. Warna kudning merupakan asrama putra yang memiliki jarak yang lebih jauh dari asrama putri apabila diakses dari jalan kampus. Untuk tata letak menyesuaikan dengan jalur kontur yang menurun dari arah barat laut ke arah tenggara.

Disetiap bangunan asrama terdapat area ruang komunal yang berada di setiap sudut bangunan yang berfungsi untuk memudahkan saat berkumpul dan akses menuju tempat titik kumpul di area ruang terbuka hijau sehingga membentuk ruang komunal, sehingga mahasiswa dapat berkumpul di area terbuka yang menyatu dengan

(4)

lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat berkumpul diskusi, berinterraksi dengan mahasiswa lainnya dan melakukan kegiatan positif lainnya.

Gambar 1. Tapak MASA BANGUNAN

Pola konfigurasi bangunan diadaptasi dari bentuk bangunan segi empat, karena banyak kelebihan terutama dalam segi layout, efisien dalam perletakan perabotan.

Kemudahan digabungkan dengan bentukan lain (fleksibel), bangunan tunggal (satu massa) untuk mengefisiensikan lahan setempat.

Menyesuaikan dengan bentukan bangunan sekitar, menyesuaikan dengan konsep circulation of activity maka menggunakan sirkulasi sebagai tempat beraktivitas, seperti area tangga.

Gambar 2. Space SIMULASI MODEL

Penelitian ini bersifat eksperimen, maka memerlukan model perancangan sebagai contoh dari penerapan- penerapan yang telah dibahas. Model yang digunakan berupa model 2D dan 3D asrama mahasiswa Unikom yang didapat dari hasil program computer yang dirancang sesuai kriteria dan standar yang ada.

Tapak

Bentuk dasar tapak berbentul linier

sehingga pada bangunan pun menyesuaikan dengan bentuk tapak dan juga menyesuikan dengan bentuk tapak yang berkontur

Gambar 3. Kontur

Gambar 4. Gubahan Massa Memperlihatkan bentuk bangunan yang linier dan modular

Gambar 5. Denah

Pengelolahan Tapak

Pada area plaza terdapat tangga untuk menuju bangunan dijadikan sebagai amphi dan area berkumpul, bersantai dan duduk-duduk. Pad amphi ini berasal dari cut and fill kontur pada tapak. Memiliki tempat foodcourt di

(5)

5 JUDUL ARTIKEL SEBAGIAN SAJA

area terbuka (outdoor) sehingga terkesan lebih luas dan lapang.

Memiliki area taman dan gazebo sebagai tempat berkumpul dan belajar bersama.

Gambar 6. Pengolahan tapak Sirkulasi dan Pencapaian

Sirkulasi pada lingkungan asrama ini bias di akses dari arah jalan utama yaitu Jalan Tubagus Ismail 1, bagian jalan ini diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, bagian akses ini lebih dekat dengan area asrama putra. Untuk akses ke dua bias dilalui dari arah Jalan Tubagus Ismail Bawah yang dimana akses ini lebih dekat dengan area asrama putri.

Gambar 7. Jalan pada Tapak Material

Penggunaan material yang ramah lingkungan dan tidak berlebihan dan mampu menyatukan keharmonisasian antara lingkungan sekitar dan penghuni.

Gambar 8. Material pada Bangunan Kesimpulan

Penggunaan konsep harmoni pada bangunan dan tempat tinggal bukan berupa alam saja namun bisa di sesuaikan dengan karakteristik bangunannya itu sendiri, penghuninya maupun pada fungsinya.

Perpaduan antara perbedaan latar belakang budaya, sifat, fisik, dan sosial membuat penghuni menjadi lebih menghargai perbedaan dengan menjadikan keharmonisan dalam bertempat tinggal agar menjadi lebih selaras.

DAFTAR PUSTAKA

Widiyanti, Tri Natalia, : Persepsi pejalan kaki terhadap kondisi fisik trotoar jalan dipatiukur

Abioso, Wanita Subadra, : Life cycle approach to sustainable (eco) urban settlements in tropical context Horas, Nommy Thombang Siahaan (2004) : Hukum lingkungan dan ekologi pembangunan.

Montgomery, 1998 : Current urban Studies

Genai dan Al-Qaisy, 2014 : Psikologi Pendidikan dan perkenbangan Handono dan Bashori, 2013 :

Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan siosial terhadap stres lingkungan pada siswa baru

1 2

3 4

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan Syukur pada Tuhan Yesus karena berkat pertolongan dan bimbinganNya pada peneliti mulai dari proses awal pembuatan skripsi hingga akhir penulisan skripsi ini,

Uji validasi metode analisis untuk pembuatan kurva kalibrasi digunakan larutan standar boraks pada 5 konsentrasi yaitu 0,2 ppm; 0,4 ppm; 0,6 ppm; 0,8 ppm, dan 1,0

Efektivitas Model Pembelajaran Bahasa Jepang Di SMA Negeri Cisarua Dengan Menggunakan Teknik Information Gap.. Universitas Pendidikan Indonesia |

sering Sering Kadang- kadang Jarang Tidak pernah Tidak tahu 7. Banyaknya ART usia 10 tahun ke atas yang memiliki sahabat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, diameter tajuk, berat kering berangkasan

Analisis permodelan spasial kesesuaian habitat langkap melalui regresi logistik biner dengan peubah bebas berupa Forest Canopy Density (FCD), kelerengan, jarak dari

Gambar 2. Grafik Jumlah jenis pakan di 25 lokasi kubangan. Dari Gambar 2 terlihat bahwa lokasi kubangan ke- 16 dan ke-18 merupakan lokasi kubangan dengan jumlah spesies

Merupakan kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di rumah sakit untuk pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta untuk