• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Kompetensi IT Murid dan Guru SDN Tuntang 02 melalui Mentoring Asesmen Nasional Berbasis Komputer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Meningkatkan Kompetensi IT Murid dan Guru SDN Tuntang 02 melalui Mentoring Asesmen Nasional Berbasis Komputer"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Meningkatkan Kompetensi IT Murid dan Guru SDN Tuntang 02 melalui Mentoring Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Jatmiko Amung Prasojo1, Rizki Afandi2, Silvia Ulin Nafi'3, Gunawan4

1Teknik Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

2Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

3Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang

4Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

Abstrak. Pandemi Covid-19 menyebabkan gangguan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Untuk menekan penyebaran Covid-19 selama pandemi, pembelajaran di sekolah dilaksanakan secara daring yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka. Padahal pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai Asesmen Nasional yang mulai disosialisasikan pada akhir tahun 2020. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menilai satuan pendidikan di Indonesia yang akan dilaksanakan akhir tahun 2021.

Kebijakan ini menimbulkan masalah bagi SDN Tuntang 02. Permasalahan tersebut antara lain pertemuan guru dan murid sangat terbatas, ketersediaan sarana pendukung, tingkat keterampilan penggunaan IT sumber daya pendidik serta akses internet yang kurang memadai. Berdasar latar belakang masalah tersebut perlu dilakukannya upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusianya, yaitu murid dan guru melalui kegiatan mentoring tujuannya supaya SDN Tuntang 02 dapat melaksanakan program Asesmen Nasional sebagaimana semestinya. Penelitian ini memfokuskan pada upaya peningkatan kompetensi penggunaan IT pada siswa dan guru dalam penggunaan komputer di SDN Tuntang 02.

Abstract. The Covid-19 pandemic has caused disruptions in various fields, one of which is in the field of education.

To suppress the spread of Covid-19 during the pandemic, learning in schools was carried out online which was previously done face-to-face. Even though the government issued a policy regarding the National Assessment which began to be socialized at the end of 2020. The policy was implemented to assess education units in Indonesia which will be implemented at the end of 2021. This policy caused problems for SDN Tuntang 02. These problems included very limited teacher and student meetings, availability of supporting facilities, skill level of using IT educator resources and inadequate internet access. Based on the background of the problem, it is necessary to make efforts to improve the competence of its human resources, namely students and teachers through mentoring activities, the goal is that SDN Tuntang 02 can carry out the National Assessment program as it should. This study focuses on efforts to increase the competence of using IT for students and teachers in using computers at SDN Tuntang 02.

Keywords: Assesmen Nasional Berbasis Komputer, Kompetensi IT, Mentoring

Pendahuluan

Covid-19 atau virus corona ditemukan pertama kali akhir tahun 2019 di Wuhan, Tiongkok kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan telah menelan banyak korban jiwa. World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi dan menetapkan status darurat kesehatan masyarakat internasional. Dikarenakan penyebarannya yang sangat cepat dan dengan gejala yang tidak dapat diketahui pada awalnya. Sampai saat ini berdasarkan data resmi yang dapat dipantau melalui situs World Health Organization International dengan update terakhir dikutip pada tanggal 15 September

2021, 224 negara terjangkit Covid-19, terkonfirmasi 225,680,357 kasus, dengan jumlah 4,644,740 jiwa meninggal (World Health Organization, 2021).

Cara paling efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 antara lain dengan menjaga jarak kontak fisik antara individu, sehingga sekolah-sekolah menerapkan pembelajaran

(2)

secara daring. Sebagai sebuah upaya pemerintah demi keberlangsungan pembelajaran di tengah pandemi. Sementara kebijakan program Asesmen Nasional yang akan dilaksanakan oleh setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada satuan tingkatan pendidikan dasar dan menengah. Evaluasi tersebut menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar (Kemendikbud, 2021). Asesmen nasional akan diikuti oleh murid dan pendidik serta kepala sekolah. Bagi murid asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan metode daring. Sedangkan bagi tenaga pendidik hanya menggunakan instrumen survei lingkungan belajar. Seperti sekolah-sekolah lain, SDN Tuntang 02 perlu bersiap dalam melaksanakan Asesmen Nasional. Sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan kompetensi IT murid dan guru melalui kegiatan mentoring.

Mentoring adalah sebuah proses pembelajaran dalam bentuk hubungan saling mendukung dan pengawasan, diantara dua orang atau lebih dimana seseorang dianggap memiliki kemahiran dan kemampuan lebih dari yang lain yang disebut mentor menjadi model, guru, sponsor, konsultan dan pendorong kepada peserta mentoring yang disebut mentee dalam rangka mentransfer pengetahuan dan pemikiran agar kompetensi mentee menjadi lebih berkembang. Istilah mentoring berasal dari bahasa Inggris, yang berarti pembimbingan. Sedangkan kata bimbingan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti petunjuk atau penjelasan cara mengerjakan sesuatu, tuntunan, pimpinan. Mentoring memiliki kata dasar mentor, dalam KBBI memiliki arti berperan sebagai advisor, role model, konselor tutor dan atau guru (Badudu & Zain, 1996).

Kompetensi IT yang diperlukan murid agar dapat berpartisipasi dalam Asesmen Nasional meliputi operasi dasar penggunaan komputer seperti menghidupkan dan mematikan komputer, mengenal perangkat kumputer seperti keyboard, dan mouse, navigasi antarmuka pengguna, mengetik menggunakan Microsoft word, mengenal internet, mengunjungi website Pusmenjar (Pusat Asesmen dan Pembelajaran), mengunduh dan menyimpan file.

Dari berbagai kemungkinan latar belakang masalah, tulisan ini akan mengidentifikasi dan menguraikan upaya untuk meningkatkan kemampuan IT murid kelas

5 SDN Tuntang 02 melalui kegiatan mentoring. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah kegiatan mentoring dapat meningkatkan kompetensi murid kelas 5

SDN Tuntang 02.

Metode

Kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama pengumpulan data, dengan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui studi literatur.

Pada tahap ini dilakukan beberapa tahap yaitu observasi aktivitas guru dan murid melalui pengamatan untuk mendapatkan data mengenai pengaruh kegiatan mentoring terhadap peningkatan kompetensi IT murid. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh data pengetahuan awal peserta mentoring dan Kuesioner untuk mendapatkan informasi mengenai pendapat peserta mentoring. Studi literatur memfokuskan pada cara- cara mentoring Asesmen Nasional berbasis komputer. Tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan berupa mentoring. Kegiatan mentoring dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan.

(3)

Tahap ke tiga penyusunan hasil akhir yang berupa analisis hasil terhadap murid dan guru yang sudah dimentoring.

Hasil dan Pembahasan

Seiring meningkatnya kemajuan dan kompleksitas teknologi, pertukaran informasi juga semakin cepat, kemudian kemajuan teknologi juga menjadi pendukung manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya tanpa perlu melakukan kontak fisik sesama manusia (Sabihaini, 2006). Saat ini penggunaan IT untuk mendukung suatu pekerjaan sudah mejadi hal yang wajar, terutama saat pandemi ini semakin tidak terhindarkan untuk menggunakan IT demi menekan penyebaran Covid-19 karena dapat mengurangi kontak fisik antara manusia.

Untuk menilai performa murid maka dilakukan penilaian dalam berbagai aspek penanganan komputer sebelum dan setelah dilakukannya mentoring. Pertama sebagai pertanyaan pembuka, murid diberikan pertanyaan apakah mereka sudah pernah mengoperasikan komputer, pertanyaan ini untuk mengetahui seberapa banyak murid mengerti tentang komputer. Dari 14 murid, hanya 2 murid yang sebelumnya pernah mengoperasikan komputer.

Apakah kamu pernah mengoperasikan komputer?

2

12

Pernah Belum pernah

Gambar 1. Grafik banyaknya murid yang belum pernah mengoperasikan komputer.

Berdasarkan respon, maka perlu dilakukannya mentoring pengenalan komputer terlebih dahulu. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenalkan komputer terhadap murid. Pengenalan ini meliputi bagaimana operasi dasar komputer seperti menyalakan komputer, bagaimana mematikannya setelah selesai menggunakannya, bagaimana menggunakan keyboard, bagaimana menggunakan touchpad yang ada pada laptop dan perangkat mouse untuk menggerakkan kursor yang muncul di monitor kumputer untuk menjalankan perintah dari pengguna terhadap komputer, dan memahami antarmuka pengguna.

Kegiatan I berlangsung dalam 1 kali pertemuan selama 60 menit. Materi yang diajarkan dalam pertemuan ini adalah operasi dasar penggunaan komputer seperti menghidupkan, dan mematikan komputer, mengenal perangkat komputer seperti keyboard, dan mouse, dan navigasi antarmuka pengguna.

Kegiatan II dilakukan 1 kali pertemuan selama 90 menit. Materi yang diajarkan adalah mengetik menggunakan Microsoft Word serta navigasi antarmuka penggunanya, bagaimana melakukan navigasi antarmuka pengguna pada sistem operasi Microsoft Windows, dan sesi permainan komputer.

(4)

Gambar 2. Pengenalan komputer kepada murid

Gambar 3. Murid mengerjakan soal AKM

Setelah murid terbiasa dengan operasi dasar komputer, murid mendalami dan meningkatkan kemampuan mengetik pada program Microsoft Word. Murid memilih sebuah cerita dari buku pelajaran mereka, yang kemudian diketikkan ke Microsoft Word dengan format yang semirip mungkin dengan aslinya. Pelajaran mengetik ini memiliki kendala pada awalnya dimana murid tidak mengingat lokasi setiap karakter pada keyboard, namun kemudian para murid dapat terbiasa dengan cepat. Setelah murid selesai mengetik, teks yang sudah selesai diketik kemudian disimpan ke dalam folder di dalam komputer yang dimana sebelumnya murid sudah diajarkan untuk membuat folder khusus di komputer untuk menyimpan dokumen yang berbentuk teks sebagai penyimpanan yang rapi. Dan untuk melancarkan kelihaian menggerakkan mouse, murid diajak memainkan permainan komputer yang memerlukan kelihaian menggerakkan perangkat mouse. Selain menyenangkan bagi murid, sesi permainan ini juga meningkatkan kelihaian murid dalam mengoperasikan perangkat mouse komputer.

Kegiatan III dilakukan dalam 1 kali pertemuan selama 90 menit dengan materi yang diajarkan adalah penggunaan aplikasi Google Chrome, dan mesin pencari Google. Murid diarahkan untuk membuka website Asesmen Nasional dari Kemendikbud untuk mencoba mengerjakan soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) secara daring. Soal AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi numerasi.

AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten (Kemendikbud, 2021).

Guru-guru juga diajarkan bagaimana menggunakan perangkat modem untuk keperluan menyambungkan internet murid demi mengakses soal AKM Asesmen Nasional dari Kemendikbud. Tidak hanya modem, guru-guru juga diajarkan menyambungkan koneksi internet dari perangkat smartphone yang dapat digunakan sebagai alternatif dari perangkat modem.

Setiap kegiatan mentoring dilakukannya pengamatan observasi untuk menilai performa murid dalam menggunakan komputer menggunakan instrument pengamatan yang disesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilakukan. Rubrik penilaian yang digunakan adalah sebagai berikut :

(5)

Tabel 1. Rubrik Penilaian

Sangat Baik Tepat, cepat, dan tanpa kesalahan Baik Tepat, agak cepat, dan tanpa kesalahan Cukup Tepat, lambat, ada beberapa kesalahan Perlu Bimbingan Belum bisa dan banyak kesalahan

Berikut adalah data hasil pengamatan selama kegiatan mentoring :

Jumlah Siswa: 14

Tabel 2. Data Penilaian

No Aspek Penilaian Sangat

Baik Baik Cukup Perlu

Bimbingan Jumlah Siswa

1 Operasi dasar penggunaan

komputer. 2 4 6 2 14

2 Mengetik menggunakan

Microsoft Word. 1 3 7 3 14

3 Mengenal Internet dan mengakses situs

Pusmenjar.

1 3 9 1 14

4 Latihan AKM daring. 2 3 7 2 14

Berdasarkan perolehan penilaian tersebut kemampuan murid mengenai kompetensi penggunaan komputer memiliki kemampuan yang sudah cukup, dan beberapa masih perlu bimbingan supaya murid memiliki kompetensi yang lebih baik.

Untuk 12 murid yang sebelumnya tidak mengenal komputer dan hanya 2 yang sudah mengenal komputer, tingkat kompetensi mereka sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil dari latihan soal AKM secara daring juga menunjukkan murid sudah memiliki kemampuan yang cukup, dan pelaksanaan Asesmen Nasional diharapkan berjalan dan dilaksanakan oleh murid dengan lancar.

Simpulan

Pendidikan merupakan hal yang penting dan setiap warga Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir seluruh bidang dan lapisan masyarakat, berbagai perubahan dalam aturan dan metode perlu dilakukan untuk menekan dan meminimalisir penularan Covid-19.

Salah satu penyesuaian metode baru seperti berlakunya pendidikan secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi saat ini. Metode ini diberlakukan sehigga

(6)

kegiatan pembelajaran masih dapat berlangsung dengan aman tanpa meningkatkan resiko penularan. Berdasarkan mentoring yang sudah dilaksanakan di SDN Tuntang 02, peningkatan kompetensi murid dalam bidang teknologi informasi perlu dilakukan demi kelancaran program Asesmen Nasional dan keberlangsungan pendidikan Indonesia. Mentoring terhadap murid dibuktikan cukup efektif dan memiliki dampak positif bagi murid dengan meningkatkan kompetensi mereka dalam penggunaan komputer. Penelitian masih terbatas dalam pengujian dalam satu sekolah dasar sehigga penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Referensi

Badudu J.S & Zain, Sutan Mohammad. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:

Pustaka Sinar Harapan.

Republik Indonesia. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07./MENKES/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jakarta: Menteri Kesehatan.

Riyadi, & Larasaty. (2020). Masyarakat Pada Protokol Kesehatan Dalam Mencegah Penyebaran COVID-19. Seminar Nasional Official Statistics 2020: Pemodelan Statistika Tentang Covid-19, 19, 45-54.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (2021). Peta Sebaran Covid-19. Retrieved August 29, 2021, from Satgas Covid19: https://covid19.go.id/peta-sebaran-covid19

World Health Organization. (2021). Coronavirus Dashboard. Retrieved September 15, 2021, from WHO Web site: https://covid19.who.int/table

World Health Organization. (2021). Coronavirus Disease (Covid-19). Retrieved September 15, 2021, from WHO Web site: https://www.who.int/health-topics/coronavirus Wu, D., Wu, T., Liu, Q., & Yang, Z. (2020). The SARS-CoV-2 Outbreak: What We Know.

International Journal of Infectious Diseases, 94, 44-48.

(7)

INOVASI PANGAN LOKAL BERBASIS IKAN GABUS DAN GENJER SEBAGI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL DI DESA BANYUBIRU

Puput Devi Saputri1, Adelia Fatma2, Dhea Ayu Meisarah3, Gunawan4

1,2,3 Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang

4 Progam Studi Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Email : [email protected] Abstrak

Diversifikasi pangan atau penganekaragaman pangan merupakan suatu proses pemilihan pangan yang tidak bergantung pada satu jenis pangan, akan tetapi memiliki beragam pilihan pangan untuk dikonsumsi. Diversifikasi pangan dilakukan sebagai upaya kestersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Genjer dan ikan gabus merupakan salah satu bahan pangan lokal di Desa Banyubiru dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat sekitar, akan tetapi tidak semua orang menyukai dan mau mengonsumsinya. Sehingga diperlukan inovasi pengolahan pangan lokal yang menjadi nugget dari ikan gabus dan juga kerupuk dari genjer. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) Memanfaatkan potensi ikan gabus dan genjer yang melimpah (2) Menambah tingkat konsumsi pangan masyarakat akan ikan gabus dan genjer yang memiliki banyak manfaat. Metode dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini meliputi (1) Pembuatan produk dan (2) Sosialisasi. Simpulan dari kegiatan ini yaitu diversifikasi pangan lokal Desa Banyubiru berupa Ikan gabus dan genjer ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Hasil dari pembuatan inovasi pangan lokal berupa nugget ikan gabus dan krupuk genjer serta dilakukannya sosialisasi, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk ikut berinovasi memanfaatkan pangan lokal.

Kata kunci : Diversifikasi pangan lokal; Ikan gabus; Genjer

Abstract

Food diversification is a food selection process that does not depend on one type of food, but has a variety of food choices for consumption. Food diversification is carried out as an effort to provide and consume food that is diverse, nutritionally balanced and based on the potential of local

(8)

resources. Genjer and cork fish are one of the local food in Banyubiru Village and are often consumed by the surrounding community, but not everyone likes and wants to eat them. So that local food processing innovations are needed which are nuggets from cork fish and also chips from genjer. The objectives of this activity are (1) To take advantage of the abundant potential of cork fish and genjer (2) To increase the level of community food consumption for cork fish and genjer which have many benefits. Methods in implementing this community service program include (1) Product creation and (2) Socialization. The conclusion of this activity is that the local food diversification of Banyubiru Village in the form of cork fish and genjer is aimed at increasing the added value of local food. The results of making local food innovations in the form of cork fish nuggets and genjer chips as well as socialization are expected to provide motivation for the community to participate in innovating using local food.

Keywords: local food diversification; cork fish; genjer

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia merupakan refleksi spesies asli tropis basah yang dipengaruhi oleh ekosistem Asia dan Australia dan merupakan negara kepulauan. Terdapat berbagai jenis fauna seperti mamalia, kupu-kupu, reptil, burung dan amfibi (Direktorat Jendral Bea dan Cukai, 2015). Diperkirakan terdapat 28.000 spesies tumbuhan yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat, antara lain untuk pangan, sandang, papan, dan biofarmaka. Untuk menambah keanekaragaman pangan dan menggali manfaat kesehatan dari sumber daya alam, potensi sumber keanekaragaman hayati tersebut perlu digali dan dikembangkan (Supriati, 2016).

Desa Banyubiru merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah dengan sebagian besar wilayah berupa rawa seluas 220.000 Ha dan sawah seluas 192.087 Ha yang berpotensi untuk mendukung kesuksesan sektor pertanian dan perikanan (Susilowati, 2020). Biasanya terdapat tanaman genjer (Limnocharis flava) di sawah dan juga rawa. Genjer kerap dikonsumsi oleh masyarakat sekitar dengan diolah menjadi tumisan, lalap atau pecel (Nuarisma, 2012). Seluruh bagian genjer mengandung serat yang relatif tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Genjer juga mengandung flavonida, kardeonida dan polifenol (Limbong, 2017). Selain genjer, berbagai spesies ikan juga banyak ditemukan di Rawa Pening salah satunya yaitu ikan gabus. Ikan gabus (Channa striata) memiliki bau yang amis, sehingga tidak semua

(9)

orang akan menyukainya. Akan tetapi, ikan gabus merupakan penghasil albumin yang bermanfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan oleh tubuh (Harianti, 2011). Ikan gabus juga mengandung kalori, lemak, besi, kalsium, phosphor, vitamin A dan B (Santoso, 2009).

Genjer dan ikan gabus merupakan salah satu bahan pangan lokal di Desa Banyubiru yang mudah ditemukan dalam jumlah banyak, akan tetapi tidak semua orang menyukai dan mau mengonsumsinya. Masih banyak anak-anak yang tidak mau mengonsumsi genjer dan beralasan bahwa genjer itu pahit. Sedangkan ikan gabus juga kurang diminati anak-anak karena baunya yang amis dan kurangnya variasi pengolahan. Padahal keduanya memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Maka dari itu, diperlukan berbagai variasi pengolahan genjer dan ikan gabus agar lebih diminati berbagai kalangan.

Diversifikasi pangan atau penganekaragaman pangan merupakan suatu proses pemilihan pangan yang tidak bergantung pada satu jenis pangan, akan tetapi memiliki beragam pilihan pangan untuk dikonsumsi. Diversifikasi pangan dilakukan sebagai upaya kestersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan cara pengembangan pengolahan pangan lokal. Melalui pengembangan pengolahan pangan lokal ini, diharapkan konsumsi pangan masyarakat lebih beragam. Salah satu pengembangan pengolahan pangan lokal yang diterapkan saat pengabdian di Desa Banyubiru yaitu pembuatan nugget dari ikan gabus dan juga kerupuk dari genjer. Pembuatan nugget dari ikan gabus dan juga kerupuk dari genjer diharapkan dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih berinovasi dalam pengolahan bahan pangan lokal demi terwujudnya diversifikasi pangan sebagai upaya untuk mencapai ketahanan pangan.

Pembuatan nugget dari ikan gabus dilakukan karena nugget yang biasa beredar di pasaran berbahan baku ayam, jadi pengabdi berinisiatif untuk mengganti penggunaan daging ayam dengan ikan gabus. Hal ini dikarenakan ikan gabus merupakan bahan pangan lokal dan kandungan gizi dalam ikan gabus sangat baik jika dikonsumsi. Sehingga dengan dibuatnya nugget ikan gabus ini diharapkan ikan gabus semakin diminati oleh masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Ikan gabus sendiri memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan seperti membantu pertumbuhan dan pembentukan otot, meningkatkan kadar albumin dan daya tahan tubuh, mempercepat proses penyembuhan proses pasca operasi dan mempercepat penyembuhan luka dalam atau luka luar (Yulianti, 2018).

(10)

Pembuatan kerupuk dari genjer juga salah satu pengolahan bahan pangan lokal yang dilakukan pengabdi karena biasanya genjer hanya dimasak tumis, lalap atau pecel sehingga banyak anak-anak yang kurang berminat. Pengabdi berinisiatif membuat kerupuk dari genjer agar berbeda dari pengolahan genjer biasanya dan berharap agar kerupuk genjer ini diminati masyarakat sekitar.

Genjer memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan seperti meremajakan sel-sel tubuh, cadangan energi dalam tubuh, memperkuat tulang, mencegah kanker colon dan mencegah sembelit serta mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker (Andayani, 2015).

METODE

Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun Tegalwuni, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah:

a. Sosialisasi

Sosialisasi dilakukan di Dusun Tegalwuni, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Sosialisasi ini berisi pemaparan resep nugget ikan gabus dan kerupuk genjer, menampilkan video cara pembuatan dan juga manfaat dari masing- masing produk.

Selain melakukan sosialisasi, pengabdi juga membagikan produk kepada masyarakat.

b. Pembuatan Produk

Pembuatan nugget ikan gabus dan kerupuk genjer dilakukan di Dusun Tegalwuni, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pembuatan kedua produk dilakukan oleh pengabdi dengan menayangkan rekaman video cara pembuatan produk ketika kegiatan sosialisasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Sosialisasi

Sosialisasi diversifikasi pangan lokal kerupuk genjer dilakukan pada hari Kamis, 02 September 2021 dan nugget ikan gabus dilakukan pada hari Jum’at, 03 September 2021.

Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi yaitu masyarakat setempat, dengan jumlah peserta sosialisasi nugget ikan gabus 7 orang dan sosialisasi kerupuk genjer 5 orang.

Sosialisasi diawali dengan pengenalan bahan dasar pembuatan diversifikasi pangan lokal yaitu genjer dan ikan gabus. Dilanjutkan dengan penjelasan manfaat bahan pangan tersebut

(11)

bagi kesehatan dan resep pembuatan keduanya. Penjelasan juga dilengkapi dengan keunggulan-keunggulan diversifikasi pangan lokal. Peserta yang mengikuti sosialisasi terlihat antusias karena diversifikasi pangan lokal berbasis inovasi olahan pangan lokal sangat diperlukan bagi peserta untuk menambah tingkat konsumsi akan genjer dan ikan gabus.

Gambar 1. Sosialisasi nugget ikan gabus

Gambar 2. Sosialisasi nugget ikan gabus

Hal menarik selama sosialisasi dan tanya jawab bersama peserta adalah masih banyak peserta yang tidak mengetahui manfaat akan genjer dan ikan gabus. Oleh karena itu pengabdi menekankan akan manfaat genjer dan ikan gabus yang sangat banyak dan penting untuk menjaga kesehatan dengan menawarkan solusi berupa diversifikasi pangan lokal yaitu inovasi pangan dari genjer menjadi kerupuk genjer dan ikan gabus menjadi

(12)

nugget ikan gabus. Adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk ikut berinovasi dengan pangan lokal membuat kerupuk genjer dan nugget ikan gabus dengan rasa yang enak dan bergizi.

Gambar 3. Sosialisasi kerupuk genjer

b. Pembuatan Nugget Ikan Gabus

Ikan Gabus (Channa striata) merupakan sejenis ikan predator yang hidup di air tawar yang dan dikenal dengan berbagai nama. Di wilayah Jawa, ikan gabus disebut juga ikan "kutuk". Ikan gabus merupakan salah satu hasil perikanan dari rawa pening yang sangat dekat dengan Desa Banyubiru. Ikan gabus memiliki bau yang amis, sehingga tidak semua orang akan menyukainya. Akan tetapi, ikan gabus merupakan penghasil albumin yang bermanfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan oleh tubuh (Harianti, 2011). Ikan gabus juga mengandung kalori, lemak, besi, kalsium, phosphor, vitamin A dan B (Santoso, 2009).

Beberapa manfaat konsumsi ikan gabus untuk membantu proses penyembuhan luka, mengatasi malnutrisi, mengurangi risiko penyakit kanker, meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia, mengobati penyakit jantung dan stroke, tingkatkan kecerdasan dan kesehatan anak, membantu mengatasi hipoalbuminemia. Dari banyaknya manfaat ikan gabus bagi kesehatan, pengabdi memikirkan inovasi pengolahan pangan lokal agar ikan gabus dapat diminati di kalangan masyarakat.

Kegiatan memasak dilakukan pengabdi di salah satu rumah pengabdi di wilayah Dusun Tegalwuni, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Ikan

(13)

gabus dipilih karena merupakan salah satu ikan yang banyak tersebar di lokasi pengabdian.

Selain itu, ikan gabus memiliki kandungan gizi tinggi yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan gizi ikan gabus per 100 gr Komposisi Kandungan ikan gabus segar Kalori 69 gr

Protein 25,2 gr Lemak 1,7 gr Mineral besi 0,9 mg Mineral seng 3,86 mg Mineral kalsium 62 mg Mineral fosfor 176 mg Vitamin A 15 SI Vitamin B 0,04 mg Air 69 g Sumber : (Astuti, 2015)

Langkah pertama dalam memasak Nugget Ikan Gabus yaitu dengan merendam fillet ikan gabus dengan perasan jeruk nipis selama ± 15 menit, disamping itu haluskan bawang merah dan putih, kemudian tambahkan gula dan garam. Setelah direndam dengan perasan jeruk nipis, fillet ikan gabus dihaluskan menggunakan blender dan ditambahkan telur. Selesai diblender, campurkan dengan bumbu halus hingga merata lalu ditambahkan kaldu dan lada. Kemudian masukan tepung maizena, tepung terigu, tepung panir, wortel dan minyak, lalu aduk kembali hingga tercampur rata. Adonan nugget tersebut selanjutnya dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama 20 menit. Setelah dikukus, tunggu adonan hingga dingin untuk kemudian di potong-potong dan dibalur dengan tepung terigu, kocokan telur dan tepung panir. Nugget ikan gabus siap digoreng. Kandungan nugget ikan gabus dalam 100 gram dapat dilihat di Tabel 2. Nugget ikan gabus yang dibuat dapat bertahan di suhu ruang selama 3 hari dan di freezer selama 2 minggu.

Tabel 2. Kandungan gizi nugget ikan gabus per 100 gr Komposisi Kandungan nugget ikan gabus Karbohidrat 9,12 gr

Protein 18,66 gr

(14)

Lemak 13,76 gr Albumin 2,28 gr Ca 81,59 mg/kg Fe 2,95 mg/kg Zn 6,70 mg/kg Sumber : (Sianipar, 2020)

c. Pembuatan Kerupuk Genjer

Genjer merupakan sejenis tumbuhan rawa yang dapat dan kerap dijumpai di perairan dangkal maupun sawah. Di Desa Banyubiru genjer banyak dijumpai dan memiliki hasil yang melimpah. Namun, tingkat konsumsi genjer di masyarakat masih sedikit, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dikarenakan genjer memiliki cita rasa yang sedikit pahit, sehingga anak-anak enggan mengkonsumsi genjer yang memiliki banyak manfaat. Genjer kaya akan kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat dan mineral. Beberapa manfaat genjer adalah dapat membantu meningkatkan stamina tubuh, melancarkan sistem pencernaan, menguatkan tulang dan gigi, menambah nafsu makan, membuat kulit awet muda, mengatasi anemia, serta dapat mencegah penyakit kanker dan jantung. Dengan banyaknya manfaat tersebut, pengabdi memberikan inovasi pengolahan pangan lokal genjer agar lebih diminati oleh masyarakat yakni dibuat menjadi kerupuk genjer.

Kegiatan memasak kerupuk genjer dilakukan di salah satu rumah pengabdi di wilayah Dusun Tegalwuni, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Beberapa manfaat dari genjer yaitu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker karena kandungan polifenol yang terdapat di dalam genjer mampu berperan aktif sebagai antioksidan, memperkuat tulang karena adanya kandungan kalsium dan fosfor pada genjer yang cukup tinggi mampu membantu meningkatkan kualitas tulang terutama pada anak- anak yang masih dalam masa pertumbuhan, membantu mencegah sembelit karena mengandung banyak serat, serta dapat mencegah anemia karena kandungan mineral dalam genjer juga mampu meningkatkan produksi sel darah merah.

Langkah pertama dalam memasak kerupuk genjer yaitu cuci dan potong genjer terlebih dahulu dan sisihkan. Langkah kedua, blender genjer dengan tambahan air sampai halus kemudian pindahkan jus genjer ke dalam wajan. Selanjutnya, haluskan ketumbar,

(15)

bawang putih dan garam lalu masukkan ke dalam wajan yang sudah berisi jus genjer.

Masukkan tepung terigu ke dalam wajan dan masak dengan api sedang sambil dimasak di api sedang sampai adonan mengental. Setelah itu, pindahkan adonan yang sudah dimasak ke dalam baskom dan tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Bentuk adonan kerupuk genjer menjadi lonjong lalu rebus ke dalam air mendidih yang sebelumnya sudah ditambahkan 1 sdm minyak goreng hingga mengambang. Selesai direbus, didiamkan pada suhu ruang sampai adonan dingin lalu masukkan ke dalam kulkas semalaman agar mengeras. Adonan yang sudah mengeras, kemudian di iris tipis lalu jemur selama kurang lebih 2 hari sampai kering dan kerupuk siap digoreng untuk dinikmmati.

KESIMPULAN

Diversifikasi pangan lokal Desa Banyubiru berupa ikan gabus dan genjer ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Kegiatan diverisfikasi pangan lokal tersebut dilakukan dengan pembuatan produk kemudian melakukan sosialisasi dengan pemaparan resep, menampilkan video, dan membagikan produk. Respon dari peserta yang mengikuti sosialisasi terlihat antusias, karena adanya inovasi pangan lokal. Hasil dari pembuatan inovasi pangan lokal berupa nugget ikan gabus dan krupuk genjer serta dilakukannya sosialisasi, yaitu diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk ikut berinovasi dengan pangan lokal.

SARAN

Dari adanya kegiatan sosialisasi diversifikasi pangan lokal diharapkan masyarakat Desa Banyubiru bisa lebih memanfaatkan potensi lokal selain ikan gabus dan genjer untuk dikembangakan menjadi produk olahan atau bahkan produk unggulan Desa Banyubiru.

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, D. (2015). Manfaat Tanaman Genjer Bagi Kesehatan. 3 Juni 2015.

https://jakarta.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita/4-info-aktual/533-manfaat- tanaman-genjer-bagi-kesehatan

Astuti. (2015). Penentuan Kadar Mineral Seng (Zn) dan Fosfor (P) dalam Nugget Ikan Gabus (Channa Striata) – Rumput Laut Merah (Eucheuma Spinosum). Jurnal Sains Dan Seni, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), 4(2), 81.

Direktorat Jendral Bea dan Cukai. (2015). Jaga Alam, Lindungi Flora & Fauna Indonesia. Warta Bea Cukai, 47(7), 1–64.

(16)

Harianti. (2011). Ikan Gabus (Channa striata ) dan Berbagai Manfaat Albumin yang Terkandung di dalamnya. Jurnal Balik Diwa, 2(1), 18–25.

Limbong, M. H. (2017). Pengaruh perbandingan bubur genjer dengan labu jipang dan jumlah glukosa terhadap mutu vegetable leather. Universitas Sumatera Utara.

Santoso, A. H. (2009). Uji Potensi Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) sebagai Hepatoprotector pada Tikus yang diinduksi dengan Parasetamol. Institut Pertanian Bogor.

Sianipar, A. V. (2020). Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Gabus Terhadap Kadar Albumin pada Ibu Menyusui di wilayah Kerja Puskesmas Mandala Kota Medan. Politeknik Kesehatan Medan.

Supriati, Y. (2016). Keanekaragaman Iles-Iles ( Amorphophallus spp .) dan Potensinya Untuk Industri Pangan Fungsional, Kosmetik, dan Bioetanol. Biodeversity of Iles-Iles ( Amorphophallus spp.) and Its Potency for Functional Food, Cosmetics, and Bioethanol

Industries. Jurnal Litbang Pertanian, 35(2), 69–80.

https://doi.org/10.21082/jp3.v35n2.2016.p69-80

Susilowati, T. (2020). Kajian Akademi Tentang Badan Usasa Milik Desa Di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Lemabaga Penelitaian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Guppi (Undaris).

Yulianti. (2018). Analisis Kadar Protein dan Tingkat Kesukaan Nugget Ikan Gabus dengan Penambahan Tepung Wortel. Jurnal Agriculture Technology, 1(1), 37–38.

Gambar

Gambar 2. Pengenalan komputer  kepada murid
Tabel 1.  Rubrik Penilaian
Gambar 1. Sosialisasi nugget ikan gabus
Gambar 3. Sosialisasi kerupuk genjer

Referensi

Dokumen terkait

ini kecil sedangkan nilai gradien kecepatan poros besar akibatnya penurunan nilai torsi tidak berpengaruh pada daya efektif pengereman. Daya efektif

Hasil sidik ragam pada pertumbuhan dan hasil tanaman seledri menunjukkan bahwa interaksi antara media tanam dan konsentrasi larutan nutrisi berpengaruh nyata terhadap

Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam pasal 4 ayat (6) Penetapan Presiden Nomor 6 tahun 1959 (disempurnakan) dan pasal 5 sub b Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi

Almega Geosystems menggunakan Terrestrial Laser Scanner dilakukan di tiga titik berdiri alat, supaya mendapatkan hasil scanning yang semaksimal mungkin dan untuk

Jelaskan tata kelola infrastruktur TIK dari sisi inventarisasi ( data meliputi semua nama barang, nama unit/satker, status keterkinian, ada sistem dan prosedur,

Antioksidan alami di dalam makanan dapat berasal dari (a) senyawa antioksidan yang sudah ada dari satu atau dua komponen makanan, (b) senyawa antioksidan yang terbentuk dari

(suatu bagian pendek dari tulisan yang terdiri atas sedikitnya satu kalimat dan dimulai pada garis baru. Paragraf itu biasanya membicarakansatu kejadian, gambaran, gagasan,

Di dalam projek ini, satu aplikasi carian web berasaskan semantik web atau ontologi dibangunkan dengan mengintegrasikan alatan-alatan yang menyokong SHOE seperti Expose, Parka