• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA TAHUN 2021"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

i

RENCANA KERJA TAHUN 2021

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN INOVASI

DESEMBER 2020

(2)
(3)

ii RINGKASAN EKSEKUTIF

Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, diamanatkan kepada Kementerian/Lembaga untuk menyusun Renja K/L sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman pada Renstra K/L dan mengacu kepada RKP tahunan. Sebagai pelaksanaan ketentuan tersebut, untuk memberikan acuan dalam pelaksanaan rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun 2021 di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH).

Penyusunan Renja Tahun 2021 mengacu pada Renstra Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Tahun 2020 – 2024 yang ditetapkan sesuai Keputusan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Nomor SK.44/P3HH/PROEV/Lit.1/11/2020 tanggal 6 November 2020 dan Rencana Strategis Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) Tahun 2020 – 2024 yang ditetapkan sesuai Peraturan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Nomor P.4/Litbang/Set/Ren.0/9/2020 tanggal 7 September 2020.

Sesuai dengan amanat PermenLHK Nomor P.18/Menlhk-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bahwa Pusat Litbang Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan. Esensi dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh P3HH adalah menghasilkan dasar ilmiah melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai dasar dalam pengelolaan hasil hutan dalam rangka peningkatan produktivitas nilai tambah dan daya saing produk hasil hutan. Perencanaan kegiatan litbang harus mampu memetakan kebutuhan bidang pengelolaan hasil hutan, isu strategis, kebutuhan pengguna dan state of the art hasil litbang. Dengan demikian, IPTEK yang dihasilkan dapat menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh publik melalui hilirisasi dan komersialisasi. Penyusunan Renja P3HH memperhatikan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan sampai tahun 2020. Akan tetapi, mengingat tahun 2020 terjadi situasi pandemi Covid-19, maka kegiatan penelitian,

(4)

iii pengembangan dan inovasi ditunda pelaksanaannya dan anggaran kegiatannya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi tahun 2020 akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Dinamika dan tantangan ke depan khususnya pemanfaatan hasil hutan harus diantisipasi dengan baik dan tepat. Perencanaan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi pemanfaatan hasil hutan harus selaras dengan perencanaan di atasnya yaitu Renstra BLI, Renstra KLHK, RPJMN dan RIRN. Gap yang ada diisi dengan kegiatan komprehensif sehingga kegiatan yang direncanakan mampu menjawab dan memberikan solusi permasalahan dan tantangan yang dihadapi.

Sebagai lembaga riset di bawah Kementerian, P3HH harus mengaplikasikan IPTEK dan kebaruan (novelty) yang mampu menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan, sekaligus mendukung dan rujukan bagi eselon teknis. Selain IPTEK, juga diperlukan dukungan kemanfaatan IPTEK berupa Jurnal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hak cipta, paten, serta pengembangan jejaring dan kerja sama IPTEK nasional dan internasional. Untuk mendukung hal tersebut, P3HH telah mengembangkan brand lembaga yaitu FORPRO yang merupakan akronim dari Forest Product Research and Development Center dengan tag line “more than technology”. Pengembangan FORPRO merupakan upaya P3HH lebih dikenal oleh pengguna sehingga IPTEK yang dihasilkan dapat semakin banyak diaplikasikan.

Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi mandat P3HH adalah mendukung pencapaian target pada IKU 8: Peningkatan Nilai Ekspor Hasil Hutan, TSL, dan Bioprospecting melalui IPTEK yang dihasilkan. Selain itu juga mendukung IKU 15:

Hasil Litbang yang Inovatif dan Implementatif yang berupa peningkatan produk litbang yang implementatif dan inovatif. Untuk mendukung hal tersebut, P3HH melaksanakan kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan. Indikator Kegiatan yang ditetapkan yaitu (1) jumlah produk untuk kegiatan penelitian dan pengembangan nilai tambah hasil hutan, (2) purwarupa untuk kegiatan pengembangan AIKO KLHK untuk mendukung penegakan hukum bidang LHK dan (3) unit untuk pengelolaan laboratorium. Target yang ditetapkan berupa produk IPTEK litbang yang terdiri dari Jurnal Ilmiah Terakreditasi Nasional,

(5)

iv Jurnal Ilmiah Terakreditasi Internasional, Buku terindex, HAKI, Rekomendasi Kebijakan dan produk lainnya. Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi P3HH sebagai berikut:

1. Pengembangan Sistem Aplikasi AIKO KLHK untuk mendukung Penegakan Hukum di bidang LHK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari prioritas nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan data base, koleksi kayu dan sistem identifikasi kayu. Komponen kegiatannya antara lain berupa:

- Penambahan data base jenis kayu sebanyak 1050 pada tahun 2021 - Penambahan koleksi kayu, bambu dan rotan

- Penguatan sistem identifikasi material berlignoselulosa - Publikasi dan diseminasi

2. Penerapan IPTEK LHK untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi, hilirisasi dan komersialisasi IPTEK agar memberikan kemanfaatan untuk masyarakat.

3. Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan yang Inovatif dan Implementatif

Kegiatan ini merupakan kegiatan terintegrasi yang disusun dalam dokumen RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan, yang bertujuan untuk menghasilkan material fungsional berbasis kehutanan untuk industri nasional yang berdaya saing.

Komponen kegiatan ini berupa kegiatan untuk menghasilkan paket data, informasi dan standarisasi di bidang:

- Pemanenan hasil hutan

- Diversifikasi hasil hutan (karakteristik/sifat dasar kayu dan non kayu)

- Pengembangan teknologi pemanfaatan dan penyempurnaan produk hasil hutan - Nano teknologi hasil hutan/kehutanan

Selain itu, kegiatan ini juga melaksanakan topik litbang yang tertuang dan mendukung RPPII lainnya yang relevan.

4. Pengelolaan Laboratorium Hasil Hutan.

P3HH mengelola 16 (enam belas) laboratorium untuk mendukung kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi, serta fokus pada penataan laboratorium untuk pengembangan akreditasi. Komponen kegiatan antara lain:

(6)

v - Identifikasi peralatan, maintenance/pemeliharaan alat, kalibrasi alat, penataan

SDM, serta kelengkapan administrasi - Layanan pengujian

Mengacu pada kebijakan yang telah ditetapkan, target yang ingin dicapai tahun 2021 antara lain: 1) jumlah data spesies kayu pada aplikasi AIKO KLHK, 2) jumlah produk hasil litbang peningkatan nilai tambah hasil hutan yang inovatif dan implementatif hutan (8 kegiatan penelitian dan 1 kegiatan pengembangan), 3) jumlah laboratorium hasil hutan yang dikelola (1 unit).

Kegiatan pelaksanaan dukungan manajemen dalam pelaksanaan operasional dan non operasional untuk mendukung pelaksanaan tupoksi P3HH antara lain:

1. Perencanaan Program dan Anggaran

• Perencanaan Program dan Anggaran sebanyak 2 dokumen

• Pemantapan RENSTRA 2020 – 2024

• Pembahasan RPPII 2020 – 2024

2. Monitoring dan Evaluasi terkait pelaksanaan Litbang Hasil Hutan dan isu strategis tentang:

 Laporan Kegiatan dan Evaluasi Instansi sebanyak 5 laporan

 Laporan Kinerja

 Laporan Evaluasi Renstra 3. Penyelenggaraan SPIP

 Penyusunan desain SPIP dan laporan penyelenggaraan.

4. Pengelolaan Data dan Informasi

 Layanan Data dan Informasi

 Domain website instansi

 Statistik Instansi

5. Pelaksanaan Tindaklanjut Hasil Penelitian

 Tindak lanjut hasil penelitian dan pengembangan 6. Pengelolaan Publikasi dan Diseminasi Litbang Hasil Hutan:

 Kerjasama Teknis

 Penerbitan Publikasi Litbang Hasil Hutan

 Penyelenggaraan Pameran/Gelar Teknologi Litbang Hasil Hutan

 Pengelolaan Jurnal

(7)

vi 7. Pengelolaan administrasi dan pelayanan urusan ketatausahaan serta

peningkatan kapasitas dan kapabilitas SDM serta sarana Litbang Hasil Hutan 8. Pengelolaan Laboratorium lingkup P3HH

9. Sertifikasi Manajemen

 Akreditasi ISO 17025: 2017

 KNAPPP 2017

10. Pelaksanaan Sistem Akuntansi Keuangan dan BMN 11. Pengelolaan HKI

12. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan Litbang Hasil Hutan.

13. Operasional Perkantoran

 Pembayaran gaji dan tunjangan

 operasional perkantoran

(8)

vii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… ii

RINGKASAN EKSEKUTIF ……… iii

DAFTAR ISI ……….. vii

DAFTAR TABEL ……….. viii

DAFTAR GAMBAR ………. ix

BATASAN ISTILAH ……… x

BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1

a. Latar Belakang ………. 1

b. Tugas pokok dan Fungsi ………. 2

c. Program dan Kegiatan ………. 4

d. Pengarusutamaan Gender ………. 9

BAB II. CAPAIAN PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2020 ……….……… 10

a. Capaian Pelaksanaan s.d Tahun 2020 ………. 10

b. Sertifikasi ……… 19

c. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ……….. 20

d. Laboratorium P3HH ……… 25

e. Permasalahan yang dihadapi dalam Pelaksanaan kegiatan ………. 28

BAB III. RENCANA KERJA TAHUN 2021 ………. 30

a. Rencana Kerja Tahun 2021 ……… 30

b. Pengukuran Kinerja ……… 36

BAB IV. PENUTUP ………. 37

LAMPIRAN ………. 38

(9)

viii DAFTAR TABEL

Tabel 1 Pelaksanaan Kegiatan Litbangsi P3HH Tahun 2020……….. 10

Tabel 2 Kegiatan dan Sasaran Kegiatan RPPII IX Tahun 2020 ……… 12

Tabel 3. Sertifikasi P3HH ……… 20

Tabel 4. Daftar Paten Biasa, Paten Sederhana dan Hak Cipta ……… 20

Tabel 5. Kondisi Peralatan Laboratorium P3HH ……….… 25

Tabel 6. Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi P3HH Tahun 2021 ……….. 30

Tabel 7. Tujuan dan Sasaran RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan ……….. 32

Tabel 8. Topik Kegiatan Berdasarkan Sasaran RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan ……… 33

(10)

ix DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Perangkat Alat Produksi Arang Terpadu ... 18 Gambar 2. Alih Teknologi Arang Terpadu ………... 19

(11)

x BATASAN ISTILAH

KLHK : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan K/L : Kementerian/Lembaga

BLI : Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Litbang : Penelitian dan Pengembangan

P3HH : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Renstra : Rencana Strategis

Renja : Rencana Kerja

RPPII : Rencana Penelitian Pengembangan dan Inovasi Integratif HHBK : Hasil Hutan Bukan Kayu

IPTEK : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi SDM : Sumber Daya Manusia

AIKO : Alat Identifikasi Kayu Otomatis COVID-19 : Corona Virus Disease 2019

PEN : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

(12)

1 I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) adalah salah satu satuan kerja lingkup Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI), KLHK yang telah lebih dari 100 tahun melakukan penelitian dan pengembangan bidang kehutanan. P3HH mengemban tugas melaksanakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan hasil hutan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, diamanatkan kepada Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menyusun Renja K/L sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman pada Renstra K/L dan mengacu kepada RKP tahunan. Sebagai pelaksanaan ketentuan tersebut, perlu dibuatkan acuan dalam pelaksanaan Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun 2021 di lingkup P3HH.

Rencana Kerja (Renja) 2021 P3HH ini merupakan jabaran dari Rencana Strategis (Renstra) P3HH tahun 2020 – 2024, Rencana Penelitian Pengembangan dan Inovasi Integratif 2020 – 2024 (RPPII 2020 – 2024), Roadmap Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 2010 – 2025, Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2010 – 2030, RPJMN, dan RIRN yang merupakan rangkaian perencanaan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Dinamika dan tantangan khususnya pemanfaatan hasil hutan harus diantisipasi dengan baik dan tepat. Gap yang ada diisi dengan kegiatan komprehensif sehingga kegiatan yang direncanakan mampu menjawab dan memberikan solusi permasalahan dan tantangan yang dihadapi.

(13)

2 Struktur organisasi P3HH telah disempurnakan dari sebelumnya, yaitu dengan adanya penyetaraan antara aspek pengembangan dan aspek penelitian serta penguatan aspek kerjasama. Dengan penyempurnaan ini, diharapkan dapat lebih memberikan ruang untuk menindaklanjuti hasil penelitian, baik itu berupa pengembagan metode maupun pengembangan produk hasil hutan. Dengan penyempurnaan organisasi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja P3HH dalam memberikan hasil yang nyata bagi pengguna hasil litbang, masyarakat pada umumnya maupun untuk pengkayaan ilmu pengetahuan.

B. Tugas Pokok, Fungsi, Visi dan Misi 1. Tugas pokok

Sesuai dengan amanat Permenhut Nomor P.18/Menlhk-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, P3HH mempunyai tugas melaksanakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan.

2. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas, P3HH menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan kebijakan teknis penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan;

b. pelaksanaan tugas penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan;

c. pelaksanaan pengelolaan data dan tindak lanjut penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan;

(14)

3 d. pelaksanaan kerja sama penelitian, pengembangan dan inovasi serta diseminasi hasil penelitian di bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan;

e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Esensi dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh P3HH adalah menghasilkan dasar ilmiah melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai dasar dalam pengelolaan hasil hutan dalam rangka peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk hasil hutan. Perencanaan kegiatan litbang harus mampu memetakan kebutuhan bidang pengelolaan hasil hutan, isu strategis, kebutuhan pengguna dan state of the art hasil litbang. Dengan demikian, IPTEK yang dihasilkan dapat menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh publik melalui hilirisasi dan komersialisasi.

3. Visi dan Misi

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada sidang paripurna tanggal 24 Oktober 2019 bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsinya K/L wajib mengacu pada visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Arahan ini ditegaskan kembali pada sidang paripurna mengenai RPJMN tanggal 14 November 2019 yang menugaskan Kementerian PPN/Bappenas sebagai Clearing House untuk melihat konsistensi antara Renstra K/L, RPJMN serta visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden.

P3HH sebagai bagian dari BLI, berkomitmen untuk mendukung pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan oleh BLI melalui kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan P3HH secara khusus mendukung:

 Program ke-2 : Litbang dan Inovasi Hasil Hutan

 Misi ke-2 : Mewujudkan peningkatan nilai tambah hasil hutan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi

(15)

4

 Tujuan ke-2 : Meningkatkan nilai tambah hasil hutan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari hutan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

 Sasaran strategis: (a) menciptakan IPTEK serta produk litbang LHK yang inovatif dan implementatif bagi seluruh stakeholder; (b) meningkatkan akses bagi masyarakat untuk mengadopsi hasil litbang LHK.

C. Program dan Kegiatan

P3HH melaksanakan kegiatan utama Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan, yang akan menghasilkan 2 (dua) output yaitu tersedianya iptek bidang peningkatan nilai tambah hasil hutan dan terlaksanakannya pengelolaan laboratorium. Kegiatan akan menghasilkan output berupa produk hasil penelitian pengembangan dan inovasi, antara lain berupa naskah jurnal baik nasional maupun internasional, pilot iptek, demplot, prototype, buku, naskah kebijakan, paten, hak cipta, SNI. Kegiatan ini tercakup dalam RPPII IX Material Maju berbasis Kehutanan serta RPPII lain yang terkait.

P3HH bertanggung jawab melaksanakan kegiatan sebagai berikut:

1. Pengembangan AIKO (Alat Identifikasi Kayu Otomatis) dan Xylarium Bogoriense

2. Implementasi IPTEK Peningkatan Produktivitas Hutan untuk Pemanfaatan Limbah Sawit

3. Implementasi IPTEK Peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan untuk Hutan Kayu Energy, Bioenergy, Biofuel

Selain mengacu pada Renstra, kegiatan penelitian pengembangan dan inovasi diarahkan untuk menjawab permasalahan-

(16)

5 permasalahan yang ada serta mendorong terwujudnya target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. P3HH dalam hal ini mendukung pencapaian target pada IKU 8: Peningkatan Nilai Ekspor Hasil Hutan, TSL, dan Bioprospecting melaluiIPTEK yang dihasilkan dan mendukung IKU 15: Hasil Litbang yang Inovatif dan Implementatif yang berupa peningkatan produk litbang yang implementatif dan inovatif.

P3HH melaksanakan kegiatan litbang terintegrasi yang dituangkan dalam RPPII IX Material Maju berbasis Kehutanan. Ruang lingkup RPPII IX dibatasi pada material fungsional dan material nano berbasis hasil hutan dan bekerjasama dengan berbagai pihak. Kegiatan P3HH adalah sebagai berikut:

1. Pengembangan Sistem Aplikasi AIKO-KLHK untuk mendukung Penegakan Hukum di bidang LHK

Merupakan bagian dari Prioritas Nasional tahun 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatan data base, koleksi kayu dan sistem identifikasi kayu. Komponen kegiatan ini berupa:

- Penambahan data base jenis kayu sebanyak 1050 - Penambahan koleksi kayu, bambu dan rotan

- Penguatan sistem identifikasi material berlignoseliose - Publikasi dan diseminasi

2. Penerapan IPTEK LHK untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kegiatan ini bertujuan utnuk meningkatkan adopsi, hilirisasi dan komersialisasi IPTEk agar memberikan kemanfaatan untuk masyarakat.

3. Penelitian dan Pengembangan peningkatan nilai tambah hasil hutan yang inovatif dan implementatif

Kegiatan ini merupakan kegiatan terintegrasi yang disusun dalam dokumen RPPI IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan yang

(17)

6 bertujuan untuk menghasilkan material fungsional berbasis kehutanan untuk industri nasional yang berdaya saing. Komponen kegiatan ini berupa kegiatan untuk meghasilkan paket data, informasi dan standarisasi di bidang:

- pemanenan hasil hutan

- diversifikasi hasil hutan (karakterisasi/sifat dasar kayu dan non kayu)

- pengembangan teknologi pemanfaatan dan penyempurnaan produk hasil hutan

- nano teknologi hasil hutan/kehutanan.

Selain itu, kegiatan ini juga melaksanakan topik litbang yang tertuang dalam mendukung RPPII lainnya yang relevan

4. Pengelolaan laboratorium hasil hutan

P3HH mengelola 16 (enam belas) laboratorium untuk mendukung kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi, serta fokus pada penataan laboratorium untuk pengembangan akreditasi. Komponen kegiatan ini adalah:

- Identifikasi peralatan, maintenance/pemeliharaan alat, kalibrasi alat, penataan SDM, serta kelengkapan administrasi.

- Layanan pengujian.

Dalam mendukung kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi, P3HH juga melaksanakan kegiatan dukungan manajemen yang meliputi:

1. Penyusunan perencanaan dan evaluasi terkait pelaksanaan Litbang dan isu strategis tentang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan terdiri dari:

a. Perencanaan program dan anggaran

b. Pelaporan kegiatan dan evaluasi kegiatan instansi c. Penanganan Isu strategis

(18)

7 2. Pengelolaan data dan informasi Litbang Hasil Hutan terdiri dari:

a. Penerbitan publikasi hasil bidang hasil hutan.

b. Penyelenggaraan Seminar, Pameran/Gelar Teknologi penelitian bidang hasil hutan.

c. Pelayanan data dan Informasi terkait bidang hasil hutan.

d. Pengelolaan website instansi

e. Pengurusan/Pengelolaan Hak kekayaan intelektual (HAKI) 3. Pelaksanaan fasilitasi, pelayanan, koordinasi, jejaring kerjasama

internal dan eksternal Litbang Hasil Hutan serta diseminasi hasil penelitian terdiri dari:

a. Publikasi, pertemuan ilmiah dan pameran hasil penelitian di bidang hasil hutan

b. Penjalinan Kerjasama Penelitian dengan Instansi Terkait dan Instansi Luar Negeri

c. Tindak lanjut hasil penelitian dan pengembangan.

4. Pengelolaan administrasi dan pelayanan urusan ketatausahaan serta peningkatan kapabilitas SDM dan sarana prasarana Litbang Hasil Hutan terdiri dari:

a. Pengelolaan adminitrasi keuangan, perlengkapan dan BMN b. Pengelolaan administrasi Pengelolaan kepegawaian

c. Pengelolaan tata persuratan dan kearsipan.

d. Pemeliharaan dan pengembangan ISO dan KNAPPP e. Pembayaran gaji dan tunjangan dan penyelenggaraan

operasional dan pemeliharaan perkantoran

f. Pelaksanaan Sistem Pengawasan Internal Pemerintah (SPIP).

Terdapat juga Kelompok Jabatan Fungsional yang mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang hasil hutan. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Peneliti

(19)

8 dan Teknisi Litkayasa, yang dikelompokan ke dalam Kelompok Peneliti (Kelti):

1) Kelti Keteknikan Hutan dan Pemanenan Hasil Hutan, 2) Kelti Biologi dan Pengawetan Hasil Hutan,

3) Kelti Pengolahan Kimia dan Energi Hasil Hutan Kayu, dan 4) Kelti Pengolahan dan Pemanfaatan Hasil Hutan

P3HH dalam melaksanakan tugas dan fungsi penelitian, pengembangan dan inovasi bidang pengolahan dan pemanfaatan teknologi hasil hutan telah menggunakan metode yang sesuai standar ilmiah untuk mendapatkan hasil. Standar operasional prosedur yang digunakan dalam kegiatan penelitian tersebut telah mendapatkan Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan 02:2017 dengan sertifikat No. PLM 041-INA dan Akreditasi ISO/IEC 17025: 2017 sebagai laboratorium pengujian hasil hutan. Tata kelola pranata litbang diselenggarakan berdasarkan pedoman KNAPPP 02: 2017 dan tata kelola pelayanan laboratorium SNI ISO/IEC 17025: 2017.

Untuk pengelolaan publikasi, P3HH menerapkan open journal sistem (OJS) sejak tahun 2016 yang dapat diakses pada laman ejournal.forda_mof.org. OJS merupakan sistem pengaturan dan penerbitan jurnal dan website. Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH) ini telah terindeks dalam Google Scholar dengan h-indeks 19. P3HH juga telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis oleh Kemenristekdikti sejak tanggal 11 Desember 2017 dengan lingkup keunggulan pada Pemanenan Hasil Hutan; Koleksi Kayu dan Pengembangan Xylarium Bogoriense; Preservasi Kayu, Rotan dan Bambu;

Pengolahan Hasil Hutan; Bioenergi Berbasis Hasil Hutan; dan Pengolahan Getah, Resin dan Tanaman Obat.

(20)

9 D. Pengarusutamaan Gender

Pelaksanaan kegiatan Pengarusutamaan Gender (PUG) di P3HH adalah mewujudkan perencanaan dan penganggaran responsif gender melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, potensi dan penyelesaian permasalahan perempuan dan lakilaki. Sasaran dalam pelaksanaan PUG di P3HH adalah aparatur Lingkup P3HH dalam pelaksanaan program dan kegiatan mulai dari tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi program dan kegiatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Pelaksanaan kegiatan P3HH akan menerapkan pengarusutamaan gender, antara lain melalui pemilahan data gender. Prinsip yang dikembangkan dalam pelaksanaan PUG di lingkup P3HH adalah melalui:

- Perencanaan dan pelaksanaan PUG lingkup P3HH dilakukan untuk memahamkan peran masing-masing pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya

- Proses penyusunan kegiatan Litbang selalu memasukkan peran Perempuan dan Laki-laki dalam menjalankan tugas baik dari proses perencanaan hingga pelaksanaan

- Penyusunan kegiatan PUG P3HH dengan memetakan permasalahan dan kesenjangan yang terjadi dalam proses pelaksanaan kegiatan kelitbangan

- Proses perencanaan dan pelaksanaan PUG di P3HH, tidak selalu berupa penambahan program baru dan penambahan biaya

(21)

10 II. CAPAIAN PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2020

A. Capaian Pelaksanaan Tahun 2020

Sesuai Keputusan Kepala Badan Litbang dan Inovasi Nomor SK.82/LITBANG/SET/REN.0/12/2019 tanggal 30 Desember 2020 tentang Judul Kegiatan Litbang Tahun 2020 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, terdapat 10 (sepuluh) kegiatan penelitian, 2 (dua) kegiatan pengembangan dan 1 (satu) kegiatan inovasi. Dan sesuai Keputusan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Nomor SK.6/P3HH/PE/Lit.1/1/2020 tanggal 27 Januari 2020 tentang Tim Pelaksana Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Tahun 2020 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Tabel 1. Pelaksana Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi P3HH Tahun 2020

No Judul Kegiatan Ketua Tim Pelaksana RPPII

Anggaran Kegiatan

(Rp) Penelitian

1 Regionalisasi Faktor Eksploitasi Hutan Alam (Studi Kasus di IUPHHK-HA Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara)

Ir. Soenarno, M.Si. 9 75.000.000

2 Teknik Meminimalisir Limbah Pemanenan Kayu Berbasis RIL (Teknologi Penebangan Berbasis RIL untuk Menekan Limbah di Hutan ALam: Areal Topografi Berbeda)

Ir. Sona Suhartana 9 60.000.000

3 Teknik Pemanenan Resin Berkelanjutan (Kemenyan, Kapur, Kering dan Lak/Kutu Lak)

Dr. Sukadaryati, S.Hut., M.P.

9 52.000.000

4 Teknologi Pengawetan Produk Hasil Hutan dan Bahan Konstruksi dan Bangunan Perumahan dan Gedung

Prof. Ris. Dr. Drs.

Djarwanto, M.Si

9 180.000.000

5 Prototipe Panel Sandwich dan Balok Komposit yang Awet, Stabil dan Tahan Api

Jamaludin Malik, S.Hut., M.T., Ph.D.

9 180.000.000 6 Karbon Aktif Nano untuk Membran, Kertas

dan Papan Serat Fungsional

Dian A. Indrawan, S.Hut., M.M.

9 48.000.000 7 Pengeringan Obat Berbasis OHT dan

Fitofarmaka

Karnita Yuniarti, S.Hut., M.WoodSc., Ph.D.

2 50.000.000 8 Teknologi Penanganan Merkuri

menggunakan Nanokarbon dan Mikroba

Lisna Efiyanti, S.Si., M.Sc. 4 50.000.000

(22)

11

No Judul Kegiatan Ketua Tim Pelaksana RPPII

Anggaran Kegiatan

(Rp) 9 Pemanfaatan Limbah Rumput sebagai

Bahan Baku Vegetable Norit, Bioetanol dan Biochar

Dr. Ina Winarni, S.Hut., M.Si.

9 55.000.000

10 Program Setter RPPII Pengembangan

1 Uji Coba Metode Tree Length Logging di Hutan Alam Kalimantan

Prof. Ris. Ir. Dulsalam, M.M.

9 51.001.000 2 Standarisasi Mutu Asap Cair Santiyo Wibowo, S.TP.,

M.Si.

9 61.000.000 Inovasi

1 Inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) dan Xylarium Bogoriense

Dr. Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si.

10 162.300.000

Sebagaimana matrik tersebut di atas diketahui bahwa, kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi P3HH mendukung 3 (tiga) RPPII yaitu:

- RPPII II Pengembangan Teknologi Herbal Hutan (Kegiatan Penelitian Pengeringan Obat Berbasis OHT dan Fitofarmaka),

- RPPII IV Pengelolaan Kualitas Lingkungan (Kegiatan Penelitian Teknologi Penanganan Merkuri menggunakan Nanokarbon dan Mikroba),

- Kegiatan lainnya berada di bawah Koordinasi RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan.

 RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan

Dalam draf rancangan awal RPPII 9, antara lain disebutkan tujuan utama yang hendak dicapai antara lain menghasilkan material fungsional berbasis kehutanan untuk industri nasional yang berdaya saing, serta tujuan tambahan yang hendak dicapai antara lain menghasilkan paket data, informasi dan standarisasi pemanenan hasil hutan, diversifikasi hasil hutan (karakterisasi/sifat dasar kayu dan non kayu), pengembangan teknologi pemanfaatan dan penyempurnaan produk hasil hutan, serta nano teknologi hasil hutan/kehutanan.

Sedangkan Sasaran dan ruang lingkup yang hendak dicapai oleh RPPII 9 antara lain:

(23)

12 a) Teknologi pemanenan hasil hutan kayu dan non kayu

b) Diversifikasi hasil hutan (sifat dasar kayu dan non kayu)

c) Pengembangan teknologi pemanfaatan dan penyempurnaan produk hasil hutan

d) Aplikasi material maju berupa nano teknologi hasil hutan/kehutanan, sebagai dasar penyusunan standarisasi teknologi pemanfaatan hasil hutan dari hulu ke hilir

Tabel 2. Kegiatan dan Sasaran Kegiatan RPPII IX Tahun 2020

No Sasaran Kegiatan Judul Kegiatan Anggaran

(Rp) 1 Diperolehnya data dan

informasi teknologi pemanenan hasil hutan kayu dan non kayu

- Regionalisasi Faktor Eksploitasi Hutan Alam (Studi Kasus di IUPHHK- HA Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara)

75.000.000

- Pemanenan Kayu Berbasis RIL (Teknologi Penebangan Berbasis RIL untuk Menekan Limbah di Hutan Alam: Areal Datar dan Landai)

60.000.000

- Inovasi Pemanenan Resin Lak Berkelanjutan

52.000.000 - Uji Coba Metode Tree Length Logging

di Hutan Alam Kalimantan

51.001.000 2 Diperolehnya data dan

informasi diversifikasi hasil hutan untuk berbagai produk (sifat dasar kayu dan non kayu)

- Pemanfaatan Tanaman Famili Meliaceae sebagai Pestisida Nabati untuk Mengantikan Pestisida Kimia Sintetik dalam Mewujudkan Pengelolaan Hutan yang Lestari

61.500.000

- Pemanfaatan Limbah Rumput Laut sebagai Bahan Baku Vegetable Norit, Bioetanol dan Biochar

55.000.000

- Optimalisasi Seresah Pinus merkusii sebagai Penghasil Minyak Atsiri

48.000.000 - Karakteristik Kayu Lokal dari

Beberapa Kelas Umur untuk Produk Serat yang Tumbuh di Lahan Gambut

30.600.000

3 Diperolehnya data dan informasi pengembangan teknologi pemanfaatan dan penyempurnaan produk hasil hutan

- Prototipe Panel Sandwich dan Balok Komposit yang Awet, Stabil dan Tahan Api

180.000.000

4 Diperolehnya data dan informasi aplikasi material maju berupa nano teknologi hasil hutan/kehutanan

- Pelaksanaan Penelitian Karbon Aktif Nano untuk Membran, Kertas dan Papan Serat Fungsional

48.000.000

- Pembentukan Biopolimer Hidrogel Berbasis Selulosa untuk Mendukung Revegetasi Lahan Marginal

32.100.000

- Teknologi Pemanfaatan Bambu Sumatera dan Kayu Jenis Lokal Potensial Sebagai Bahan Baku Nano Cellulosa

39.900.000

(24)

13

No Sasaran Kegiatan Judul Kegiatan Anggaran

(Rp) - Teknologi Pengawetan Produk Hasil

Hutan dan bahan Kontruksi dan bangunan Perumahan dan Gedung

180.000.000

- Pengujian Pirolisis Biomassa untuk Penanganan Mikroba dan Virus

233.705.000 5 Tersusunnya draft

standarisasi teknologi pemanfaatan hasil hutan dari hulu ke hilir untuk material fungsional berbasis kehutanan

- Standarisasi Mutu Asap Cair 61.000.000

RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan, pada tahun 2020 mengawal 15 (lima belas) judul kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi yang terdiri dari 13 (tiga belas) kegiatan penelitian termasuk didalamnya kajian isu aktual mengenai aplikasi asap cair untuk penanganan virus dalam pandemic COVID19, dan 2 (dua) kegiatan pengembangan termasuk penyusunan standarisasi.

Situasi Pandemi COVID-19

Mengingat tahun 2020, Dunia termasuk Indonesia tengah berjuang melawan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sehingga segala daya upaya dan sumber daya dikerahkan untuk menghadapi segala kemungkinan atau dampak terburuk dari COVID-19, kondisi perekonomian Indonesia sampai akhir tahun 2020 terpuruk. Menghadapi pandemi tersebut, seluruh Kementerian/Lembaga diminta untuk melakukan realokasi dan refocusing anggaran dalam rangka mendukung penanganan COVID- 19. Hal ini akan berdampak pada program, sasaran dan target kegiatan yang telah ditetapkan pada tahun 2020 perlu dilakukan penyesuaian.

Menindaklanjuti arahan Presiden RI dalam rangka realokasi dan refocusing APBN TA 2020, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) telah menginstruksikan agar kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi tahun 2020 ditunda pelaksanaannya pada tahun 2021 dan anggaran direalokasi untuk penanganan COVID-19.

(25)

14 Sesuai kesepakatan lingkup KLHK, secara total pagu anggaran BLI tahun 2020 direalokasi sebesar Rp.20.190.138.000,- untuk penanganan COVID-19 dan P3HH direalokasi sebesar Rp.1.250.395.000,- dari anggaran semula sebesar Rp. 23.933.869.000,- menjadi Rp.22.683.474.000,-

Dari pengurangan pagu anggaran sebesar Rp.1.250.395.000,- tersebut, seluruh kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi yang telah direncanakan sebelumnya menjadi ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021, kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi P3HH pada tahun 2020 difokuskan pada kegiatan “Pengujian Pirolisis Biomassa untuk Penanganan Mikroba dan Virus” dan Inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) dan Xylarium Bogoriense, mengingat kegiatan ini telah berjalan.

 Pengujian Pirolisis Biomassa untuk Penanganan Mikroba dan Virus

 Kegiatan Pengujian Pirolisis Biomassa untuk Penanganan Mikroba dan Virus berada di bawah Koordinasi RPPII IX Material Fungsional Berbasis Kehutanan. Latar belakang diusulkan kegiatan ini pada masa pandemi antara lain tingginya potensi biomassa di Indonesia mendorong riset dan teknologi untuk terus mengembangkan aplikasi biomassa di segala bidang, terutama yang bersifat sangat penting diantaranya bagi kesehatan.

 Biomassa dinilai memiliki peran penting karena dapat menjadi bahan baku utama pada pembuatan material maju yang berfungsi luas seperti nanokarbon. Salah satu produk kondensasi pirolisis biomassa yang banyak dimanfaatkan terutama di bidang pertanian, perindustrian dan kesehatan adalah asap cair.

 Asap cair selama ini digunakan untuk antimikroba, antijamur, antibakteri, dan berbagai studi juga menunjukkan bahwa asap cair memiliki kemampuan sebagai anti virus karena memiliki kandungan utama fenol dan asam asetat. Di tengah merebaknya pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-Covid 19), asap cair dapat

(26)

15 digunakan sebagai disinfektan dan tidak menutup kemungkinan sebagai anti virus.

 Tujuan kegiatan: untuk melakukan pengujian berbagai formula asap cair dari kayu, bambu dan tempurung kelapa sebagai disinfektan dan anti-virus.

 Ruang lingkup kegiatan meliputi: (1) pengolahan biomassa menjadi produk asap cair (2) Karakterisasi dan uji produk (3) aplikasi dan pengujian produk terhadap mikroba dan virus. Lokasi kegiatan dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu Hasil Hutan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, dan pengujian antivirus dilakukan di laboratorium yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

 Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 233.705.000,- (Dua ratus tiga puluh tiga juta tujuh ratus lima ribu rupiah).

 Tahapan kegiatan ‘Pengujian Pirolisis Biomassa untuk Penanganan Mikroba dan Virus’ meliputi:

 Pengolahan biomassa menjadi asap cair. Bahan baku yang digunakan adalah bambu, kayu dan tempurung kelapa.

 Karakterisasi dan uji produk berdasarkan SNI.

 Aplikasi dan pengujian produk terhadap mikroba dan virus.

Aplikasi berbagai formula asap cair dari ketiga bahan berlignoselulosa tersebut digunakan untuk pengujian yang meliputi organoleptik, pengujian antimikroba, antivirus, uji assay (Lc50, uji assay tikus putih untuk produk yang diminum), dan uji keamanan produk sebagai berikut:

o Asap cair crude

o Asap cair hasil penyulingan satu kali o Asap cair hasil penyulingan dua kali

o Formula disinfektan yang terdiri atas asap cair, etanol, aquades, twin, dan minyak sereh

(27)

16 o Formula hand sanitizer yang terdiri atas asap cair, minyak

sereh, gliserol dan etanol

 Lokasi kegiatan dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu Hasil Hutan P3HH, dan pengujian antivirus dilakukan di salah satu lab yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

Dalam rangka menggerakkan perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19, sesuai arahan dan penugasan pimpinan, P3HH mendukung kegiatan Kajian Kubah Gambut dan Penerapan Metode Paludikultur dalam Rehabilitasi dan Restorasi Lahan Gambut melalui “Kegiatan Implementasi Iptek Arang Terpadu dalam Pengembangan Budidaya Gambut oleh Masyarakat untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan Sumber Pendapatan Alternatif”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Universitas Palangkaraya (UPR). Kegiatan yang dilaksanakan antara lain alih teknologi Iptek arang terpadu dan pengembangan budidaya lebah madu.

 Kegiatan Implementasi Iptek Arang Terpadu dalam Pengembangan Budidaya Gambut oleh Masyarakat untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan Sumber Pendapatan Alternatif

Pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan stimulus langsung kepada masyarakat desa sekitar hutan gambut dengan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan pelatihan yang diberikan. Pelatihan dan alih teknologi usaha produktif penerapan sistem agroforestry yang tepat pada lahan gambut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan melibatkan masyarakat dalam upaya kemandirian pangan.

Upaya peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar hutan tidak berhenti di situ saja, dilakukan pula kegiatan yang sifatnya jangka panjang yaitu alih teknologi yang bertujuan mengoptimalkan sumber daya desa yang sudah ada sebagai modal peningkatan kemandirian perekonomian desa. Alih teknologi dan pemberian modal peralatan

(28)

17 pembuatan cuka kayu dan arang terpadu diharapkan mampu memberikan modal bagi kemandirian desa, mengingat bahwa desa yang dibina merupakan desa yang mempunyai potensi sumber bahan baku pembuatan arang-asap cair yang melimpah. Teknologi arang terpadu sangat diperlukan untuk pembangunan agroforestry di lahan gambut. Selain itu diharapkan juga masyarakat mampu memproduksi sendiri pestisida nabati yang akan bermanfaat dalam pembangunan agroforestry.

Tujuan Kegiatan

- Mengaplikasikan produk arang terpadu di lahan gambut pada jenis tanaman keras andalan setempat yang dikombinasikan dengan tanaman sela penghasil minyak atsiri dan tanaman semusim berupa tanaman penghasil pangan;

- Melakukan alih teknologi arang terpadu kepada masyarakat;

- Menyediakan perangkat produksi asap cair dan penyulingan minyak atsiri;

- Menyediakan plot usaha budidaya lebah madu jenis kelulut itama (Trigona sp.).

Sasaran Kegiatan

Terlaksananya pemberdayaan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan masyarakat dari budidaya dilahan gambut serta diaplikasikan pada lahan gambut dalam skala besar maka diharapkan dapat meningkatan perekonomian masyarakat secara luas termasuk di Kalimantan Tengah.

Luaran

- Demplot aplikasi produk arang terpadu di lahan gambut seluas 0,1 ha;

- Masyarakat menguasai IPTEK arang terpadu;

- Perangkat produksi asap cair dan penyulingan atsiri;

- Stup lebah madu jenis kelulut itama (Trigona sp.).

Berikut disajikan gambar perangkat alat produksi arang terpadu (produksi karbon – asap cair, pencacah dan penyulingan minyak atsiri) Gambar 1.

(29)

18

Alat produksi arang – asap cair Alat pemurnian asap cair

Alat/mesin pencacah Alat produksi minyak atsiri

Gambar 1. Perangkat Alat Produksi Arang Terpadu

(30)

19 Gambar 2. Kegiatan Alih Teknologi Arang Terpadu

Masyarakat yang telah mengikuti alih teknologi didorong untuk dapat aktif mengolah limbah sebagai arang terpadu. Produk yang dhasilkan dapat digunakan sendiri oleh masyarakat dalam kegiatan budidaya dalam upaya meningkatkan produktivitas pertumbuhan dan hasil, maupun untuk dijual kepada masyarakat lain memperoleh tambahan pendapatan. Arang terpadu memiliki pasar yang prospektif, karena banyak aktifitas pertanian di lahan gambut, juga para nelayan yang dapat mengaplikasikan asap cair untuk pengawetan ikan. Selain produksi arang terpadu, juga didorong untuk mengolah minyak atsiri dari bahan baku yang dikembangkan di lahan gambut dengan aplikasi arang terpadu berupa serai wangi dan gelam yang sudah banyak tumbuh di lokasi. Tanaman juga merupakan sumber pakan lebah untuk pengembangan budidaya lebah madu, sebagai salah sati sumber pangan masyarakat.

B. Sertifikasi

Saat ini Puslitbang Hasil Hutan telah mendapatkan dua sertifikat manajemen yaitu manajemen pengelolaan laboratorium ISO/IEC 17025:2017 dan manajemen penelitian KNAPPP (Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan).

(31)

20 Tabel 3. Sertifikasi P3HH

No. Unit Kerja Jenis Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi

Nomor dan Tanggal Sertifikat

Masa Berlaku

1 Pusat Litbang Hasil Hutan

ISO/IEC 17025:2017

KAN (Komite Akreditasi Nasional)

LP-410 IDN 30 Juli 2018 s.d 29 Juli 2022

2 Pusat Litbang Hasil Hutan

KNAPPP KEMENRISTEK (Kementerian Riset dan Teknologi)

PLM 041-INA 29 November 2018 sd. 28 November 2021

C. Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Sampai tahun 2020, P3HH memiliki paten biasa, paten sederhana dan hak cipta sebagai berikut:

Tabel 4. Daftar Paten Biasa, Paten Sederhana dan Hak Cipta

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress 1. Perekat Tanin untuk

Produk Perkayuan

Paten biasa

Prof. Dr. Drs. Adi Santoso, M.Si.

P 00200500533 - Sertifikat paten No ID P 0028142 tanggal 2 Nopember2011 - Dilakukan

pemeliharaan paten setiap tahunnya 2. Pembuatan Biodiesel

dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi-

Transesterifikasi

Paten biasa

Prof. Dr. Ir. R.

Sudradjat, M.Sc.

P 00200500766 - Sertifikasi paten No ID P 0027952 - Dilakukan

pemeliharaan paten setiap tahunnya 3. Alat Pendinginan

Asap dan Proses untuk Memproduksi Cuka Kayu Dari Pembuatan Arang

Paten biasa

Tjutju Nurhayati, Dipl IV.

P 00200600772 - Sertifikat paten No ID P 0028528 - Dilakukan

pemeliharaan paten setiap tahunnya 4. Alat Ukur Diameter

Pohon

Paten Sederhana

Wesman Endom, M.Sc. dan Yayan Sugilar

S 00200700233 - Sertifikat paten No ID S 0001084 - Dilakukan

pemeliharaan paten setiap tahunnya

(32)

21

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress 5. Metode pengolahan

kayu sawit untuk pembuatan produk kayu utuh (Soild wood)

Paten Biasa

Ir. Jamal Balfas, M.Sc.

ID P 000013043 - Pembayaran pemeliharaan paten batal demi hukum (BDH) piutang negara sebesar Rp.

22.380.000,- 6. Kereta Angkut Kayu

Km Exp-1 Pada Sistem Kabel Layang

Paten sederhana

Wesman Endom, M.Sc.

S00200700230 Pemeriksaan substantif

7. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak

Nyamplung Dengan Proses Eksterifikasi- Transesterifikasi.

Paten biasa

Prof. Dr. Ir. R Sudradjat, M.Sc.

P 00201100831 Pemeriksaan substansif

8. Pembuatan Perekat Fenol-Formaldehide Dari Lindi Hitam (Black Liquor).

Paten biasa

Prof, Dr. Ir, R Sudradjat, M.Sc.

P002011005832 - Penarikan pencabutan permohonan paten Pustekolah - Akan dilakukan

publikasi selama 6 bulan 9. Pembuatan Biodiesel

Dari Minyak Kesambi dengan Proses Eksterifikasi- Transesterifikasi

Paten biasa

Prof.Ir. R.

Sudradjat,MSc. dan Djeni Hendra, M.Si.

P00201100829 Sudah dapat diberikan paten dengan no.

Sertifikat paten ID P.000037648 tanggal 14 April 2015.

Sudah dilakukan pembayaran pemeliharaan paten untuk tahun pertama sampai tahun keempat.

10. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kepuh Dengan Proses Esterifikasi – Transesterifikasi

Paten biasa

Prof.Ir. R. Sudradjat, MSc. dan Djeni Hendra, M.Si.

P00201100830 Telah diberikan paten sertifikat nomor : 10 P 0000 44444

11. Teknik Pemurnian Minyak Mentah Dari Fraksi Non Minyak

Paten biasa

Prof.Ir. R.

Sudradjat,MSc. dan Djeni Hendra, M.Si.

P0020130004 Pemeriksaan substantif

(33)

22

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress Pada Pembuatan

Biodiesel

12. Pembuatan Bioetanol dari Biji Mangrove

Paten biasa

Prof.Ir. R.

Sudradjat,MSc. dan Djeni Hendra, M.Si.

P00201300098 Pemeriksaan substantif

13. Perekat Lignin untuk Kayu Pertukangan

Paten

biasa Prof. Dr. Adi Santoso, M.Si.

P00201300096 Telah di beri paten.nomor 10 P 000043809 14. Sistem Pengeringan

dengan Sumber Panas Sinar Matahari dan Prosesnya

Paten biasa

Ir. Efrida Basri, M.Sc.

P00201300097 Pemeriksaan substantif

15. Rekayasa Kereta Gantung Kabel Layang Serbaguna

Paten biasa

Wesman Endom, M.Sc

P00201300093 Pemeriksaan substantif

16. Komposisi Pencegah Jamur Biru

Paten biasa

Barly, BSc, SH. dan Fahir Mulyana

P00201300095 Pemeriksaan substantif 17. Perekat Resolsinol

Alami Dari Ekstrak Serbuk Kayu Gergajian Merbau untuk Produk Panel Kayu Komposit

Paten biasa

Prof. Dr. Adi Santoso, M.Si. dan Jamaludin Malik, S.Hut, MT.

P002013000614 Pemeriksaan substantif

18. Komposisi Pernis Paten biasa

Erik Dahlian dan R Esa Pangersa Gusti, S.Hut.

P00201304908 Pemeriksaan substantif tanggal 18 November 2014 19. Stimulasi Berbahan

Dasar Cuka Kayu

Paten biasa

Sukadaryati, S.Hut, MP. dan Prof. Dr.

Gustan Pari, MS.

P00201304909 Telah diserahkan perbaikan draft paten tgl. 13 Juni 2017.

20. Proses Pembuatan Karbon Sphere

Paten Biasa

Prof. Dr. Gustan P, M.Si., Saptadi Darmawan S, Hut, M.Si., Dr. Ir.

Bambang Prihandoko, MT.

P0021304910 Pemeriksaan Substantif tanggal 18 November 2014

(34)

23

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress 21. Proses pemurnian

resin dan alat yang digunakan untuk melaksanakan proses tersebut

Paten biasa

Ir. Totok K. Waluyo, M.Si. Erik Dahlian dan R Esa Pangersa Gusti, S.Hut.

P002014062336 Didaftarkan pada tanggal 15 Nopember2014

22. Komposisi Bahan untuk Meningkatkan Kekuatan dan Keawetan Kayu Yang Mengandung Ekstrak Kayu dan Resin

Paten biasa

Ir. Jamal Balfas, M.Sc., Ir. Efrida Basri, M.Sc.

P00201406235 Didaftarkan pada tanggal 15 Nopember2014

23. Body Lotion berbahan dasar lemak

tengkawang

Paten biasa

Erik Dahlian dan R Esa Pangersa Gusti, S.Hut.

P00201407816 Didaftarkan pada tanggal 3 Desember 2014 24. Atlas Rotan Jilid I Hak Cipta Dra.Jasni, MS.i

Ratih Damayanti S.Hut, M.Si. Dra. Titi Kalima

C00201404900 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014

25. Atlas Rotan Jilid II Hak Cipta Dra.Jasni, M.Si.

Krisdianto, S.Hut, M.Sc, PH.d, Dra.Titi Kalima,

Abdurachman, ST.

C00201404897 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014

26. Atlas Rotan Jilid III Hak Cipta Dra.Jasni, M.Si.

Krisdianto, S.Hut, M.Sc, PH.d, Dra.Titi Kalima,

Abdurachman, ST.

C00201404902 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014

27. Jenis Kayu Untuk Mebel

Hak Cipta Krisdianto,S.Hut, M.Sc, PH.d Listya Mustika Dewi, S.Hut, M.Sc.

C00201404898 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014

28. Atlas Kayu Indonesia Jilid III

Hak Cipta Ir.Sasa Abdurrohim, M.Si. Ir.YI Mandang, Drs.Uhaedi

C00201404901 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014 29. Atlas Kayu Indonesia

Jilid IV

Hak Cipta Drs.M.Muslich,M.Sc.

Dr.Marfuah Wardani, Dra. Titi Kalima, Dra. Sri Rulliaty,M.Sc. Ratih Damayanti, S.Hut, M.Si.Ir. Nurwati Hadjib,MS , Prof. Dr

C00201404901 Didaftarkan pada tanggal 19 Desember 2014

(35)

24

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress Gustan Pari, Dra.

Sihati Suprapti, Ir.

MI Iskandar,MM.

Abdurachman,ST, Ir. Efrida Basri, M.Sc.Ika

Heriansyah, Made Hesti Lestari 30. Rekayasa Alat

Produksi Bioetanol Multi Fungsi

Paten biasa

Djeni Hendra, M.Si P00201508556 Telah di lakukan pembayaran pemeriksaan subtantif pada Juni 2016 31. Pedoman teknis tree

lenght logging di hutan alam produksi lahan kering

Hak Cipta Soenarno, Maman Mansyur Idris.

C00201702509 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

32. Seri paket teknik pemanenan getah dengan

menggunakan stimulan organik cuka kayu

Hak Cipta Sukadaryati, Dulsalam dan Yuniawati

C00201702510 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

33. Seri paket IPTEK teknik stabilisasi dimensi

Hak Cipta Efrida Basri dan Jamal Balfas.

C00201702511 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

34. Seri paket IPTEK teknik pengolahan bio-oil dari biomassa.

Hak Cipta Santiyo Wibowo dan Djeni Hendra.

C00201702512 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

35. Rotan sumberdaya sifat dan

pengolahannya.

Hak Cipta Osly Rachman dan Jasni

C00201702513 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

36. Membangun kesuburan lahan dengan arang.

Hak Cipta Gusmailina, Sri Komarayati dan Gustan Pari.

C00201702514 Didaftarkan pada tanggal 29 Juni 2017

37. Potensi struktur anatomi kayu bambu dan rotan untuk disain batik

Hak Cipta Ratih Damayanti, Krisdianto, Andianto dan Mardiansyah

C00201605817 Didaftarkan pada tanggal 28 Desember 2016

(36)

25

No. Produk Iptek Jenis HKI Nama Peneliti Nomor Progress 38. Pengelompokan jenis

kayu perdagangan Indonesia

Hak Cipta Djarwanto, Jamal Balfas, Efrida Basri, Ratih Damayanti, Jasni,I.M.

Sulastiningsih, Krisdianto,

Andianto, D.Martono

C00201605816 Didaftarkan pada tanggal 28 Desember 2016

D. Laboratorium P3HH

Laboratorium pengolahan hasil hutan telah mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dengan dengan Sertifikat No. LP-410-IDN tanggal 20 Juni 2018. Akreditasi ini telah diperoleh P3HH sejak 19 Desember 2008.

P3HH juga telah mendapatkan akreditasi KNAPPP 02:2017 dengan sertifikat No. PLM 041-INA tanggal 29 November 2018.

Fasilitas di laboratorium P3HH menggambarkan fungsi laboratorium dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan dari teknik pengambilan hasil hutan berupa kayu dan non kayu di hutan sampai pemanfaatan kayu dan hasil hutan non kayu, dan proses pengolahan hasil hutan serta pengujian terhadap komoditi hasil hutan. Laboratorium P3HH melayani pengujian dari berbagai pihak, diantaranya perusahaan swasta, instansi pemerintah, kepolisian, bea cukai, dan perguruan tinggi. Beberapa peralatan yang ada di laboratorium pengujian terpadu merupakan peralatan yang sangat spesifik dan jarang dimiliki oleh laboratorium di instansi lain, seperti Heat-flow-meter, lase flash aparatus, Scanning Electron Microscope, spectrophotometer, x-ray defraktometer, spark plasma sintering, refractometer, liquid chromatography, gas chromatography, buchi fraction collection, dan oven memmert yang telah dikalibrasi secara berkala.

Tabel 5. Kondisi Peralatan Laboratorium P3HH

No Laboratorium Alat yang Tersedia Fungsi/Tujuan

1 Rekayasa Keteknikan Pemanenan Hasil Hutan

Berbagai mesin untuk penanganan kayu (a.l chain saw, bubut, gerinda), Berbagai macam alat angkut (a.l alat muat bongkar P3HH, alat angkut bibit, alat pembuat lubang tanam, alat angkut sistem kabel

- Mesin dan alat yang ada di ini digunakan untuk mendukung kegiatan litbangjirab rekayasa alat

Gambar

Tabel 1. Pelaksana Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi P3HH  Tahun 2020
Gambar 1. Perangkat Alat Produksi Arang Terpadu
Tabel 4. Daftar Paten Biasa, Paten Sederhana dan Hak Cipta
Tabel 5. Kondisi Peralatan Laboratorium P3HH
+2

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah sampel minimal pada penelitian ini adalah 30 responden ibu hamil trimester III.Analisis data dilakukan dengan uji bivariat untuk menganalisis hubungan

Bagi guru, sebagai salah satu alternatif pembelajaran bagi guru bidang studi matematika untuk menggunakan penerapan model Quantum Teaching sehingga dapat menvariasikan model

Dari uraian tersebut, maka dapat disimpul- kan ada tiga tindakan pencegahan yang dilakukan toko produk pangan yang menjadi responden da- lam penelitian ini yaitu kebijakan

Berdasarkan hal tersebut diperlukan analisis kelayakan usaha pada usaha agrowisata di Kabupaten Rembang dengan penambahan fasilitas rumah makan (skenario II). Dalam

Tahmin Ja’far lahir di Blangkejeren pada tanggal 09 Mei 1962, beliau memiliki tiga orang putra dan putri, adapun latar belakang pendidikannya yaitu mulai dari

Berdasarkan hasil pengolahan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen jasa

Terima kasih kepada ibu karena telah ikut berpartisipasi dalam penelitian skripsi saya tentang Analisis Pengaruh Karakteristik Sosial Ketenagakerjaan Pada Perempuan

Audry Devisanty Wuysang, M.Si, Sp.S Ilmu Penyakit Saraf Tutorial 1 Modul 2 (Nyeri