BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut (Saparinto dan Hidayati, 2006) Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang di peruntukan sebagai makanan ataupun minuman bagi konsumsi manusia.
Termasuk didalamnya adalah bahan tambahan pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses, penyiapan, pengolahan atau pembuatan makanan dan minuman
Menurut (BPS, 2020), stok pangan nasional akan mengalami surplus bukan berarti Indonesia serta merta terbebas dari ancaman krsis pangan yang bisa terjadi dimasa mendatang di tambah lagi dengan pemulihan masa pandemi covid-19 yang sangat terasa di bidang pertanian.
Menurut (Hanani, 2009), Ketahanan pangan lebih mengutamakan akses setiap individu untuk memperoleh pangan yang bergizi untuk sehat dan prodiktif.
Menurut (Hasan .M. 2006) Ketahanan pangan setidaknya mengandung unsur pokok yaitu ketersediaan pangan yang cukup, aksetabilitas terhadap pangan memadai, dimana kedua unsur tersebut mutlak terpenuhi untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Komoditas pangan harus mengandung zat gizi yang terdiri atas karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia . Batasan untuk komoditas ini meliputi kelompok tanaman pangan,
tanaman hortikultura non hias dan kelompok tanaman lain penghasil bahan baku produk yang memenuhi batasan pangan (Purnomo dan Hanny P. 2002).
Menurut (Saparinto dan Hidayati, 2006) Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang di peruntukan sebagai makanan ataupun minuman bagi konsumsi manusia.
Jenis pisang, ubi kayu merupakan bagian bahan bahan ini mempunyai protein yang lebih sedikit dibandingkan dengan serelia (Buckle. K.A. dkk)
Ketersediaan pangan dalam negeri yang berkelanjutan merupakan salah satu pokok permasalahan ketahanan pangan saat ini.Produktivitas merupakan keinginan dan upaya manusia untuk selalu meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan di segala bidang. (Hidayat, 1986).
Menurut (Suhardjo, 1985) Persoalan baru tentang kekurangan pangan adalah berupa kecendrungan para petani di negara-negara bukan industry beralih ke perdagangan dan pada saat yang bersamaan jumlah penduduk meningkat dengan cepat, selanjutnya pola pembelian dan perdagangan mereka tidak dapat mengatasi kekurangan gizi yang diakibatkan oleh berkurangnya petani yang menanam tanaman pangan bagi kebutuhan rumah tangga
Menurut (Suryana, 2003) Ketersediaan pangan yang cukup berarti terpenihinya pangan yang cukup, bukan hanya beras melainkan juga mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak lainnya untuk kebutuhan pangan.
Kebutuhan pangan untuk konsumsi ditentukan oleh pola konsumsi masyarakat dan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk.
Menurut Aak (1999;67) , mendefiniskan bahwa produksi tanaman sebagai kegiatan atau system budidaya tanaman yang melibatkan beberapa faktor produksi seperti tanah, iklim, varietas, kultur Teknik, pengolahan serta alat-alat agar di peroleh hasil yang maksimum secara berkesinambungan