Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ir. Siswanto, MT.
- Sekolah: Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
- Mata Pelajaran: Ilmu Tanah
- Topik: Pengantar Sistem Informasi Geografik
- Tipe: buku
- Tahun: 2005
- Kota: Surabaya
Ringkasan Dokumen
I. TRACK AND POINT
Bab ini membahas dasar-dasar pengukuran koordinat menggunakan GPS (Global Positioning System). Penjelasan dimulai dari latar belakang penggunaan GPS dalam pengukuran dan aplikasinya di bidang pertanian. Dengan pemahaman tentang cara kerja GPS, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya akurasi dalam pengukuran data geografis. Penekanan pada kesalahan yang mungkin terjadi dalam penggunaan GPS memberikan wawasan tentang tantangan praktis yang dihadapi dalam pengumpulan data lapangan.
1.1. Latar Belakang
Penggunaan perangkat GPS telah merevolusi cara pengukuran koordinat bumi. Pada tahun 1978, peluncuran satelit GPS pertama menandai awal dari sistem navigasi ini. Awalnya, GPS hanya untuk keperluan militer, tetapi sejak tahun 1980, penggunaannya diperluas untuk keperluan sipil. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang GPS sangat penting bagi mahasiswa yang belajar tentang Sistem Informasi Geografik (SIG), terutama dalam aplikasi pertanian.
1.2. Prinsip Kerja
GPS beroperasi dengan menggunakan 24 satelit yang mengorbit bumi dan mengirimkan sinyal ke penerima GPS. Melalui metode triangulasi, penerima GPS dapat menentukan posisi dengan akurasi yang tinggi. Penjelasan ini penting untuk mahasiswa agar mereka memahami mekanisme dasar yang mendasari penggunaan GPS dalam pengumpulan data geospasial.
1.3. Sumber Kesalahan
Kesalahan dalam pengukuran GPS dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti atmosfer dan penghalang fisik. Pemahaman tentang sumber kesalahan ini sangat penting bagi mahasiswa agar mereka dapat melakukan analisis kritis terhadap data yang diperoleh dan mengimplementasikan metode koreksi yang tepat.
1.4. Tracking
Tracking menggunakan GPS adalah proses otomatis untuk merekam jalur yang dilalui. Dalam bab ini, mahasiswa diajarkan cara melakukan tracking dengan benar, termasuk pengaturan awal dan penyimpanan data. Ini memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penelitian lapangan.
1.5. Waypoint Marking
Waypoint marking adalah teknik untuk menandai lokasi tertentu pada peta. Mahasiswa belajar tentang prosedur yang tepat untuk melakukan marking, termasuk persyaratan teknis yang diperlukan. Keterampilan ini penting untuk pengumpulan data yang akurat dalam penelitian geospasial.
1.6. Prosedur Tracking dengan Waypoint
Prosedur ini menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan tracking dengan menggunakan waypoint yang telah ditandai. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan metode yang efektif dalam pengumpulan data lapangan, serta memahami hubungan antara waypoint dan jalur yang dilalui.
II. TRANSFER TRACK DAN POINT KE MAPSOURCE
Bab ini menjelaskan proses transfer data dari GPS ke perangkat lunak MapSource. Mahasiswa akan mempelajari cara interfacing GPS dengan komputer dan prosedur transfer data. Keterampilan ini penting untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dapat diolah dan dianalisis dengan baik. Pemahaman tentang bagaimana mengedit dan menyimpan data juga sangat relevan dalam konteks penelitian.
2.1. Interfacing GPS
Interfacing GPS dengan komputer adalah langkah awal untuk mentransfer data. Dalam bagian ini, mahasiswa belajar tentang pengaturan koneksi dan persyaratan perangkat keras yang diperlukan. Ini memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya konektivitas dalam pengolahan data geospasial.
2.2. Transfer MapSource
Proses transfer data ke MapSource melibatkan beberapa langkah teknis. Mahasiswa diajarkan cara mengaktifkan program dan mentransfer data dengan benar. Pengetahuan ini penting untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dari lapangan dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam sistem informasi geografik.
2.3. Edit Track atau Route dalam MapSource
Editing track atau route dalam MapSource memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan data yang telah diimpor. Ini mencakup pengeditan visual dan fungsional dari data geospasial, memberikan mahasiswa keterampilan yang diperlukan untuk menghasilkan peta yang akurat dan informatif.
III. MAPSOURCE
Bab ini memberikan gambaran menyeluruh tentang penggunaan MapSource sebagai alat untuk mengelola data geospasial. Mahasiswa akan mempelajari cara menyimpan, membuka, dan mengelola data peta, waypoints, dan rute. Pengetahuan ini sangat penting dalam konteks SIG, di mana pengelolaan data yang efisien adalah kunci untuk analisis yang efektif.
3.1. Transfer dan Simpan Data MapSource
Transfer dan penyimpanan data dalam MapSource adalah aspek penting dari pengelolaan data geospasial. Mahasiswa belajar tentang berbagai metode transfer dan format penyimpanan yang tersedia. Ini memberikan wawasan tentang cara menjaga integritas data selama proses pengolahan.
3.2. Transfer Data dari MapSource
Transfer data dari MapSource ke perangkat GPS adalah langkah penting dalam siklus pengumpulan data. Mahasiswa akan memahami cara mentransfer data dengan benar, yang penting untuk memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan dapat digunakan kembali di lapangan.
3.3. Pengertian Graphic Map
Graphic Map adalah representasi visual dari data geospasial. Dalam bagian ini, mahasiswa belajar tentang cara membaca dan memahami peta yang dihasilkan oleh MapSource. Pemahaman ini penting untuk analisis spasial dan pengambilan keputusan berbasis data.
IV. RASTER TO VECTOR
Bab ini membahas konversi data dari format raster ke vektor, yang merupakan keterampilan penting dalam SIG. Mahasiswa akan mempelajari berbagai metode dan alat yang digunakan dalam proses ini, serta aplikasi praktis dari konversi ini dalam analisis geospasial. Pemahaman tentang konversi ini sangat penting dalam menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
4.1. Pendahuluan
Pendahuluan tentang konversi raster ke vektor memberikan konteks bagi mahasiswa mengenai pentingnya proses ini dalam SIG. Penjelasan tentang aplikasi dan manfaat dari konversi ini membantu mahasiswa memahami relevansi keterampilan ini dalam dunia nyata.
4.2. R2V Interface
R2V Interface adalah alat yang digunakan untuk melakukan konversi dari raster ke vektor. Mahasiswa diajarkan cara menggunakan alat ini secara efektif, yang penting untuk menghasilkan data yang berkualitas tinggi dalam SIG.
4.3. Membuka gambar raster
Membuka gambar raster dalam format JPG adalah langkah awal dalam proses konversi. Mahasiswa belajar tentang cara mengelola file raster dan menyiapkannya untuk konversi, yang penting untuk memastikan keberhasilan proses ini.
V. EDITING DAN MENGGABUNG LAYER
Bab ini membahas teknik digitasi dan penggabungan layer dalam SIG. Mahasiswa akan belajar tentang proses digitasi secara on-screen menggunakan MapInfo dan AutoCAD, serta cara menggabungkan data spasial dengan atribut. Pengetahuan ini sangat penting dalam pengelolaan dan analisis data geospasial yang kompleks.
5.1. Digitasi Secara On Screen MapInfo
Digitasi secara on-screen menggunakan MapInfo adalah keterampilan yang penting bagi mahasiswa. Proses ini memungkinkan mahasiswa untuk menambahkan data baru ke dalam peta dengan cara yang efisien dan akurat.
5.2. Digitasi Secara On Screen AutoCAD
AutoCAD juga digunakan untuk digitasi data spasial. Mahasiswa belajar tentang perbedaan dan kelebihan masing-masing alat, yang penting untuk memilih metode yang tepat sesuai kebutuhan proyek.
5.3. Transfer Data ke Format Tab
Transfer data ke format tab adalah langkah penting dalam pengolahan data geospasial. Mahasiswa belajar bagaimana mengkonversi data untuk analisis lebih lanjut, yang penting dalam konteks penelitian dan aplikasi praktis.
Referensi Dokumen
- Able Software Appoints New Distributor ( Photogrammetric Engineering & Remote Sensing )
- Able Software in Thailand ( Photogrammetric Engineering & Remote Sensing )
- Able Software Releases R2V for Windows Version 2.0 ( Earth Observation Magazine )
- Automated Map Digitizing ( GeoInfo-Systems )
- New Version of Automated Raster to Vector Conversion Software Now Available from Able Software ( Earth Observation Magazine )