• Tidak ada hasil yang ditemukan

WEDANGAN SEBAGAI MEDIA SOSIAL DALAM KEGIATAN BERSILATURAHMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WEDANGAN SEBAGAI MEDIA SOSIAL DALAM KEGIATAN BERSILATURAHMI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1  Karakteristik Budaya Jawa Dalam Wedangan di Surakarta ............  41  Tabel  2  Karakteristik Aktivitas Sosial di Wedangan ...................................
Gambar 1   Tampak depan bangunan rumah saudagaran batik jaman dulu yang  dikonsep menjadi wedangan ………………………………………
Gambar 11  Kegiatan Wawancara Dengan Pak Alberto dan Mas Wahyu …..  50  Gambar 12  Komunitas Sales Indonesia (KOMISI)  .....................................
Gambar 22   Cangkir Blirik Menjadi Salah Satu Ikon dan Sarana  Untuk Wadah Minuman Sekaligus Menjadi Filosofi di

Referensi

Dokumen terkait

Tampilan pencarian adalah tampilan dimana sistem pencarian akan bekerja berdasarkan data yang dicari berupa nama anggota, dan akan ditampilkan dalam bentuk tabel yang isinya

Dalam hubungan ekuitas merek dan masing – masing dimensi nya terhadap harga premium, Yoo et al., (2000) dalam Li (2011 : 9) menemukan bahwa asosiasi merek memiliki

Kesimpulan dari penelitian Putz-Bankuti et al ini yaitu terdapat hubungan signifikan dari 25(OH)D dengan derajat disfungsi hati dan memberi kesan bahwa rendahnya kadar

Lebih lanjut bila suku bunga SBI tersebut tetap dipertahankan dalam kisaran tinggi sehingga selanjutnya akan dapat semakin meningkatkan biaya dalam pembayaran bunga SBI (dan juga

ingkang kalih “In our land where we stand…….” Punika migunakaken basa Inggris. Prastawa punika ingkang dipunsebat alih kode inngih punika prastawa ewahipun

dikelas dan sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik ?. Menurut Ibu Suud Baladraf, saya memilih materi pembelajaran dengan cara menguasai dan memahami

Pendidikan Jenjang pendidikan formal terakhir yang pernah diikuti responden dan dinyatakan lulus berdasarkan penggolongan data/tingkat yang diakui oleh pemerintah Kuesioner 1) Dasar

Dalam Pasal 263 ayat (3) KUHAP secara tegas ditentukan bahwa terhadap pulusan yang telah mempunyai Kekuatan tetap dapat diajukan permohonan peninjauan kembali apabila dalam