ABSTRAK
PROMOSI DAN BRANDING ASAYANI BATIK
Oleh
Helen Kumala Nugraha NRP 1364901
Keanekaragaman budaya Nusantara menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya dan dikenal di internasional. Salah satunya adalah batik yang merupakan bagian dari seni wastra yang sangat beraneka ragam dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Kini batik semakin popular tidak hanya di kalangan masyarakat namun pelaku usaha dan menjadi daya tarik sebagai media pengenalan budaya kepada anak-anak sejak dini. Asayani, sebagai perusahaan yang bergerak di pakaian anak-anak, mengangkat batik dengan motif khusus dan orisinal untuk bisa dikenal di masyarakat.
Tujuan fashion branding dan promosi terhadap Asayani Batik adalah untuk mengenalkan Asayani Batik sebagai brand batik yang mengikuti perkembangan fashion untuk anak dan merancang promosi Asayani untuk para ibu agar dapat mengenalkan batik kepada anak-anak. Manfaat dari perancangan ini selain mengenalkan Asayani batik, masyarakat dapat mengetahui batik anak yang sesuai dengan karakter anak-anak dan menambah kekayaan motif batik nusantara yang dapat diperkenalkan terhadap anak-anak.
ABSTRACT
PROMOTION AND BRANDING ASAYANI BATIK
Submitted by Helen Kumala Nugraha
NRP 1364901
The archipelago of cultural diversity makes Indonesia a rich country and known internationally. One of them is batik which part of variety local fabric (wastra) with specialty on each regions in Indonesia. Now Batik is becoming more popular not only among the public, but also among entrepreneurs. Batik can also can be usedas a media to introduce Indonesia culture to children from an early age. Asayani, as company which specialize in children's clothing, produce batik with unique and original pattern.
Through fashion branding and promotion conducted on this project, Asayani aims to introduce Batik Asayani as a brand which always update kids fashion trends. This project also design Asayani promotion for parents in order to introduce batik to their children. The benefits of this promotion design introducing Asayani batik is people can gainknowledge about batik for kid. Asayani products will appear more suitable for children and increase the wealth of the archipelago motif that can be introduced to children.
Used by the major media as promotional items are mini catalogs, brochures, and websites in accordance with the lifestyle and interests of the intended target. Through this design is expected to women’s parents be familiar with Asayani Batik and introduce batik to their children from an early age as part of Indonesia's cultural heritage. Therefore batik is not considered as an ancient local fabric but can color and brighten the lives of Indonesia’s children, also enhance the business opportunity that can improve the economy of the nation.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ··· i
LEMBAR PENGESAHAN ··· ii
ABSTRAK ··· iii
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ··· v
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN ··· vi
KATA PENGANTAR ··· vii
DAFTAR ISI ··· ix
DAFTAR GAMBAR ··· xii
DAFTAR LAMPIRAN ··· xv
BAB I : PENDAHULUAN ··· 1
1.1 Latar Belakang Masalah ··· 1
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ··· 3
1.3 Tujuan Perancangan··· 3
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ··· 4
1.5 Skema Perancangan ··· 6
BAB II : LANDASAN TEORI 2.1 Batik 2.1.1 Sejarah Batik ··· 7
2.1.2 Pengertian Batik ··· 7
2.1.3 Bahan Baku ··· 8
2.1.3 Bahan Baku ··· 8
2.1.4 Bahan Perintang ··· 8
2.1.5 Bahan Perintang ··· 9
2.1.6 Bahan Pewarna ··· 10
2.1.7 Proses Pembuatan Batik ··· 10
2.1.8 Motif Batik ··· 12
2.3 Promosi ··· 16
2.3.1 Pengertian Promosi ··· 16
2.3.2 Fungsi Promosi ··· 17
2.3.3 Tujuan Promosi ··· 18
2.4 Branding ··· 18
2.4.1 Pengertian Branding ··· 18
2.4.2 Elemen Brand ··· 19
2.5 Teori Logo ··· 20
2.5.1 Tujuan dan Fungsi Logo ··· 21
2.6 Psikologi Warna terhadap Anak ··· 22
BAB III : DATA DAN ANALISIS MASALAH ··· 23
3.1 Profil Asayani Batik ··· 23
3.1.1 Sejarah Asayani Batik ··· 23
3.1.2 Produk Asayani Batik ··· 24
3.2 Kumpulan Hasil Data ··· 25
3.2.1 Data Wawancara terhadap Pemilik Asayani Batik ··· 25
3.2.2 Data Kuesioner ··· 27
3.2.3 Kompetitor terhadap Produk Sejenis ··· 35
3.2.3.1 Batik Keris ··· 35
3.2.3.2 Batikids ··· 36
3.2.3.3 Batik Danar Hadi ··· 37
3.2.3.4 Batik Alleira ··· 38
3.3 Analisis terhadap Permasalahan berdasarkan Data dan Fakta ··· 39
3.3.1 STP Asayani Batik ··· 40
3.3.1.1 Segmenting ··· 40
3.3.1.2 Targeting ··· 41
3.3.1.3 Positioning ··· 41
3.3.2 Analisis Pemecahan Masalah Komunikasi Asayani Batik ··· 41
BAB IV : PEMECAHAN MASALAH ··· 42
4.2 Konsep Kreatif ··· 42
4.3 Konsep Media ··· 43
4.3.1 Media ··· 43
4.4 Hasil Karya ··· 44
4.4.1 Branding ··· 44
4.4.1.1 Logo ··· 44
4.4.1.2 Business Suite ··· 46
4.4.1.3 Hangtag & Label Woven ··· 51
4.4.1.4 Packaging ··· 52
4.4.1.5 Hanger ··· 52
4.4.1.6 Seragam ··· 53
4.4.1.7 Invoice ··· 54
4.4.1.8 Budgeting ··· 55
4.4.1.9 Situs Resmi ··· 56
4.4.1.10 Mini Katalog ··· 58
4.4.1.11 Brosur ··· 59
4.4.1.12 Iklan Majalah ··· 60
4.4.1.13 X-Banner ··· 62
4.4.1.14 Gimmick ··· 63
4.4.1.15 Kalender ··· 64
4.4.1.16 E News Letter ··· 64
4.4.1.17 Timeline ··· 65
BAB V : PENUTUP ··· 66
5.1 Simpulan ··· 66
5.2 Saran ··· 66
DAFTAR PUSTAKA ··· 68
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Skema Perancangan ··· 6
Gambar 2.1 Canthing Tulis ··· 9
Gambar 2.2 Canthing Cap Asayani Batik ··· 10
Gambar 2.3 Batik Tambal ··· 13
Gambar 2.4 Batik Kawung ··· 13
Gambar 2.5 Batik Gringsing ··· 13
Gambar 2.6 Batik Sekar Jagad ··· 14
Gambar 2.7 Motif Batik Modern ··· 14
Gambar 2.8 Motif Batik Modern ··· 14
Gambar 2.9 Motif Batik Modern ··· 15
Gambar 3.1 Logo Asayani Batik ··· 23
Gambar 3.2 Dsiplay Asayani Batik ··· 24
Gambar 3.3 Tempat produksi Asayani Batik ··· 24
Gambar 3.4 Display Asayani Batik ··· 25
Gambar 3.5 Produk sepatu Asayani Batik ··· 25
Gambar 3.6 Contoh batik cap motif anak Asayani Batik ··· 26
Gambar 3.7 Diagram mengenai jenis kelamin responden ··· 27
Gambar 3.8 Diagram mengenai usia responden··· 27
Gambar 3.9 Diagram mengenai pendapatan dalam sebulan responden ··· 28
Gambar 3.10 Diagram mengenai pendidikan responden ··· 28
Gambar 3.11 Diagram mengenai tempat tinggal responden ··· 28
Gambar 3.12 Diagram 1 yang berkaitan saat membeli batik ··· 29
Gambar 3.13 Diagram 2 yang berkaitan saat membeli batik ··· 29
Gambar 3.14 Diagram mengenai intensitas berbelanja responden ··· 30
Gambar 3.15 Diagram mengenai biaya responden untuk sekali berbelanja ··· 30
Gambar 3.16 Diagram mengenai rekan responden saat berbelanja ··· 30
Gambar 3.17 Diagram mengenai jenis batik yang dibeli responden ··· 31
Gambar 3.18 Diagram mengenai produk batik yang dibeli responden ··· 31
Gambar 3.20 Diagram mengenai ketertarikan informasi batik yang diketahui
responden ··· 32
Gambar 3.21 Diagram mengenai tempat responden berbelanja batik ··· 32
Gambar 3.22 Diagram mengenai suasana butik ··· 32
Gambar 3.23 Diagram mengenai pengenalan responden terhadap batik anak ··· 33
Gambar 3.24 Diagram mengenai tanggapan responden terhadap batik anak ··· 33
Gambar 3.25 Diagram mengenai batik menumbuhkan rasa nasionalisme ··· 33
Gambar 3.26 Diagram mengenai resonden mengetahui Asayani Batik ··· 34
Gambar 3.27 Logo Batik Keris ··· 35
Gambar 3.28 Produk baju anak Batik Keris ··· 35
Gambar 3.29 Logo Batikids ··· 36
Gambar 3.30 Produk baju anak Batikids ··· 36
Gambar 3.31 Logo Batik Danar Hadi ··· 37
Gambar 3.32 Produk baju anak Batik Danar Hadi ··· 37
Gambar 3.33 Logo Alleira ··· 38
Gambar 3.34 Produk baju anak Alleira Kids ··· 38
Gambar 4.1 Logo Asayani ··· 44
Gambar 4.2 Warna logo ··· 45
Gambar 4.3 Logotype Asayani ··· 46
Gambar 4.4 Logogram Asayani ··· 46
Gambar 4.5 Aplikasi Logo Asayani ··· 46
Gambar 4.6 Business Suite ··· 47
Gambar 4.14 Atasan seragam Asayani ··· 53
Gambar 4.15 Invoice ··· 54
Gambar 4.17 Situs Resmi Asayani (Rumahku) ··· 56
Gambar 4.18 Situs Resmi Asayani (Ceritaku) ··· 56
Gambar 4.19 Situs Resmi Asayani (Koleksiku) ··· 57
Gambar 4.20 Situs Resmi Asayani (Info Produk) ··· 57
Gambar 4.21 Mini Katalog Dalam ··· 58
Gambar 4.22 Mini Katalog Luar ··· 58
Gambar 4.23 Brosur Tampilan Luar ··· 59
Gambar 4.24 Brosur Tampilan Dalam ··· 59
Gambar 4.25 Iklan Majalah AyahBunda ··· 60
Gambar 4.26 Iklan Majalah Parents Guide ··· 61
Gambar 4.27 X-Banner ··· 62
Gambar 4.28 Gimmick & Packaging Gimmick ··· 63
Gambar 4.29 Kalender ··· 64
Gambar 4.30 E News Letter ··· 64
DAFTAR LAMPIRAN
Universitas Kristen Maranatha | 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia
menjadikan bumi pertiwi terkenal di mata internasional. Tidak terlepas oleh pakaian
adat dan kain-kain nusantara yang beragam satu dengan lainnya, perbedaan itulah
yang menjadikan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Motif kain Indonesia yang
kaya kini semakin berkembang seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan
perekonomian bangsa. Hal ini terlihat khususnya di bidang fashion terutama batik
yang saat ini menjadi semakin diminati oleh pecinta mode, orang tua, anak muda,
bahkan anak kecil.
Seni batik adalah seni gambar di atas kain yang menjadi salah satu
kebudayaan keluarga raja-raja dan masyarakat zaman dahulu. Antara batik kerajaan
dan batik rakyat hal yang membedakannya adalah dari segi motifnya. Bukan sekedar
keindahan yang berupa perpaduan dan komposisi ragam hias serta permainan warna
yang mempunyai satu ciri khas tersendiri, tetapi juga mewakili sebuah identitas diri
dan semangat yang terpancar dari pesona kesenian batik tersebut. Lekukan garis
yang unik, dipadukan dengan arsiran-arsiran lembut terus berkembang dalam
motifnya seolah-olah beradaptasi dan mengikuti satu demi satu perkembangan zaman.
Seperti tergambar dalam kain-kain selendang dan kebaya yang bergambarkan
bunga-bunga, bahkan satu cerita bisa digambarkan dalam kain-kain tenunan
tersebut. Ketika penjajah Belanda datang ke Indonesia, mereka tidak serta merta
menyingkirkan kesenian batik yang merupakan identitas bangsa, justru kesenian
tersebut dikembangkan oleh mereka, baik dalam bentuk pengembangan corak, warna,
motif ataupun modelnya. Banyak hal baik yang bisa kita lihat dari kesenian batik.
Ciri khasnya telah menjadikan batik sebagai salah satu khasanah budaya bangsa yang
tak surut termakan zaman. Perkembangan dan transformasi budaya, tenyata tak
mampu menyingkirkan batik dari identitas bangsa. Secara filosofis juga mempunyai
esensi perlawanan terhadap westernisasi yang semakin pesat melanda Indonesia
Universitas Kristen Maranatha | 2 hal mode atau fashion, mendapatkan satu resistensi dari eksistensi batik sebagai
simbol fashion Indonesia. Membatik yang awalnya hanya menjadi pekerjaan dari
kaum perempuan sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Namun seiring
dengan perkembanganya, terutama ketika telah ditemukannya “Batik Cap” maka
pekerjaan ini telah menjadi satu hal yang lazim bagi kaum laki-laki. Walaupun
fenomena umum ini tidak terjadi di daerah pesisir yang telah lazim bagi kaum
laki-laki untuk membatik (Gumilang, 2008).
Sejarah batik diperkirakan dimulai dari zaman prasejarah dalam bentuk pra
batik dan mencapai proses perkembangannya pada zaman Hindu diteruskan ke
zaman Islam, selanjutnya dikembangkan dan diperbaharui dengan unsur-unsur baru.
( Saraswati, 2007 : 1). Ada beberapa istilah batik yang dapat diketahui yakni
pengertian batik secara etimologi berasal dari kata “tik” yang berarti kecil-kecil, dapat diartikan menulis atau menggambar serba rumit (kecil-kecil). Dengan
demikian kata batik sama artinya dengan kata menulis. Sedangkan batik menurut
pengertian umum adalah gambar di atas kain dengan menggunakan alat-alat seperti
canting, canting cap, kuas, serta melalui proses pemalaman atau pelilinan, pewarnaan
dan pembabaran (menghilangkan malam) (Sutopo, 1956: 4). Selain itu, pengertian
batik adalah lukisan atau gambar pada kain mori dengan menggunakan lilin atau
malam yang diproses menurut budaya batik yaitu dengan keterampilan, ragam hias
atau motif, tata warna serta pola yang khas (Isniah, 2009 : 2).
Gaya busana yang didominasi oleh pengaruh Barat sangat besar, tidak hanya
di kalangan orang tua dan anak muda, bahkan kebutuhan untuk anak-anak.
Kebutuhan yang melonjak inilah menjadikan batik anak sebagai pemicu lahirnya
batik anak sebagai fashion anak-anak Indonesia masa kini.
Potensi pasar batik di Indonesia sendiri sangat besar, salah satunya yaitu batik
anak yang yang makin digemari karena dapat dikenalkan oleh orang tua kepada
anak-anak sebagai budaya Indonesia sejak dini. Batik anak yang terdapat di pasar
kebanyakan batik bermotif dewasa yang didesain sebagai pakaian anak-anak. Karena
batik yang ditawarkan kurang sesuai dengan karakter anak-anak itu sendiri, maka hal
inilah yang melatarbelakangi Asayani Batik untuk menghasilkan batik anak sesuai
dengan karakternya. Di samping itu banyak hal yang dapat diungkapkan dalam seni
Universitas Kristen Maranatha | 3 kehidupan, alam lingkungan, cita rasa, tingkat keterampilan dan lain sebagainya.
Hal-hal tersebut yang diusung pula dalam Asayani Batik sebagai pendidikan dini
untuk anak-anak dengan menjadikan batik sebagai media pengenalan bentuk, huruf,
angka dan warna serta nilai-nilai lokal Indonesia. Anak-anak dapat mengenal batik
sebagai budaya bangsa sejak dini dan mengetahui beragam motif batik sesuai dengan
karakter dan kebutuhan anak-anak di zaman yang sudah berkembang pesat.
Pengenalan batik terhadap anak-anak di zaman modern ini menjadikan budaya batik
sebagai salah satu seni wastra yang dapat diturunkan dari generasi ke generasi tanpa
menghilangkan makna yang terkandung di dalamnya.
Asayani Batik merupakan showroom batik yang menghasilkan batik anak
dengan orisinalitas desain dan motif. Produk unggulan yang ditawarkan yaitu
menggunakan motif batik yang didesain sendiri dan memproduksi bahan bakunya
menggunakan canthing cap yang dipesan khusus sesuai motif yang telah didesain.
Dalam perkembangannya hingga kini masih banyak masyarakat di Bandung yang
belum mengetahui tentang Asayani Batik, hal ini disebabkan karena kurangnya
promosi yang dilakukan oleh Asayani Batik itu sendiri. Diharapkan dengan adanya
promosi melalui desain komunikasi visual, dapat membantu mempublikasikan batik
anak yang diproduksi oleh Asayani Batik serta mampu mencapai sasaran yang dituju.
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup 1.2.1 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi untuk
mempromosikan Batik Anak Asayani adalah:
1. Bagaimana memperkenalkan Asayani Batik sebagai brand batik yang
mengikuti perkembangan fashion untuk anak.
2. Bagaimana merancang promosi Asayani Batik untuk orangtua melalui
media yang tepat.
1.2.2 Ruang Lingkup Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi Asayani Batik yaitu penyebaran promosi yang
dilakukan masih terbatas mengakibatkan masyarakat di Bandung kurang mengenal
Universitas Kristen Maranatha | 4 Batik khususnya bagi orang tua wanita yang menyukai batik dan ingin mengenalkan
budaya Indonesia secara tidak langsung kepada anak-anak. Sehingga diperlukan
promosi yang lebih mengena/ tepat untuk Asayani Batik.
1.3 Tujuan Perancangan
Adapun tujuan perancangannya sebagai berikut:
1. Memperkenalkan “Asayani Batik” sebagai brand batik yang mengikuti perkembangan fashion untuk anak.
2. Merancang promosi Asayani Batik untuk orangtua melalui media yang tepat.
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpuan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu :
1. Observasi langsung
Penulis melakukan observasi langsung ke Asayani Batik yang berlokasi di Jl.
Cigadung Raya Timur 136, bandung 40191. Penulis mengamati produk-produk yang
dihasilkan oleh Asayani Batik, proses produksi, penyajian produk, dan pelayanan
terhadap konsumen.
2. Wawancara
Penulis melakukan wawancara terhadap pemilik Asayani Batik untuk mengetahui
lebih dalam mengenai perkembangan butik ini untuk mengetahui langkah selanjutnya
dalam proses desain.
3. Kuesioner Tertutup
Kuesioner ini diberikan kepada masyarakat usia 18-50 tahun. Hal ini dilakukan agar
mengetahui target yang akan dituju. Pertanyaan ini mencakup produk batik,
pemikiran masyarakat tentang batik, dan keinginan masyarakat terhadap butik yang
menjual batik anak.
4. Studi Banding dan Kompetitor
Penulis melakukan studi banding terhadap kompetitor produk sejenis untuk
mengethaui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pesaing , seperti Batik Keris,
Universitas Kristen Maranatha | 5 5. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan yang akan dilakukan meliputi berbagai macam informasi
mengenai definisi, perkembangan, proses pembatikan, sejarah batik, dan data-data
Universitas Kristen Maranatha | 6 1.5Skema Perancangan
Skema 1.1 Skema Perancangan
Asayani Batik
Latar belakang masalah
Asayani Batik masih terbatas dalam melakukan promosi sehingga kurang diketahui masyarakat Bandung.
Perumusan Masalah
Bagaimana memperkenalkan Asayani Batik sebagai brand batik yang mengikuti perkembangan
fashion untuk anak.
Bagaimana merancang promosi Asayani Batik untuk orangtua melalui media yang tepat.
Tujuan Akhir Perancangan
Melakukan promosi Asayani Batik agar bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat di Bandung.
Target:
Orang tua wanita usia 25-45 tahun yang menyukai batik dan senang
mendandani anak
Studi Banding Branding Asayani Batik
Konsep Komunikasi Konsep Kreatif Konsep Media
Hasil Akhir
Asayani Batik dapat dikenal orang tua wanita di Bandung sebagai
Universitas Kristen Maranatha | 66 BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Semakin populernya batik di kalangan masyarakat, dimanfaatkan oleh banyak
pelaku usaha untuk mengolah batik sebagai bahan baku fashion, hal inilah yang
mendorong Asayani memanfaatkan batik untuk dijadikan produk pakaian anak-anak
dengan membuat motif batik sesuai dengan karakter anak-anak. Asayani yang
bergerak di produk pakaian anak-anak ini mengunggulkan motif batik yang didesain
dan diproduksi khusus oleh Asayani dengan mengutamakan pengenalan bentuk,
abjad, angka, dan menggunakan warna yang colorful sesuai dengan karakter
anak-anak yang ceria dan dinamis. Keunikan dari perusahaan ini menjadi salah satu faktor
perlu dilakukannya fashion branding terhadap Asayani. Branding yang dilakukan,
bermaksud untuk membawa perubahan image yang baru terhadap konsumen dengan
target yaitu orangtua wanita dewasa muda. Untuk visualisasi menggunakan vektor
yang dikombinasikan dengan foto.
Promosi yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan branding yang baru
terhadap masyarakat. Media promosi yang dipilih disesuaikan dengan minat dan
gaya hidup orangtua wanita dewasa muda.
Perubahan ini diharapkan dapat memberikan citra yang lebih menarik dan
baru, sehingga bisa diterima konsumen yang dituju. Selain itu melalui produk batik
anak ini, orangtua dapat memperkenalkan budaya Indonesia sejak dini kepada
anak-anak, juga menjaga warisan budaya Indonesia agar tidak termakan zaman.
5.2 Saran
Pengenalan budaya Indonesia kepada generasi muda sangatlah penting untuk
meningkatkan rasa nasionalisme, salah satunya dengan memperkenalkan batik
kepada anak-anak. Hal ini harus didorong oleh para orangtua, para pendidik, dan
para pelaku usaha untuk menjadikan batik tidak hanya dikenal, namun dapat dicintai
Universitas Kristen Maranatha | 67 Bagi orangtua sebagai konsumen Asayani dapat mengenalkan kepada
anak-anak mengenai batik dan mengetahui ragam serta nilai-nilai yang terkandung di
dalam batik, sehingga meningkatkan rasa kepedulian dan cinta terhadap produk lokal.
Bagi desainer, batik anak dapat menjadi sarana baru dalam menciptakan kreasi dan
dapat menumbuhkan lapangan kerja bagi masyarakat yang dapat meningkatkan
perekonomian, sehingga perlu dilakukan promosi Asayani batik sebagai brand batik
yang mengikuti perkembangan fashion untuk anak agar masyarakat dapat mengenal
lebih jauh dan dapat memberi edukasi kepada anak-anak.
Melalui saran dari penguji, faktor budgeting perlu diperhatikan untuk
Universitas Kristen Maranatha | 68 DAFTAR PUSTAKA
Doellah, Santosa. 2002. Batik, Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo : Danar
Hadi.
Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara. Yogyakarta: Andi
Sari, R.P. 2013. Keterampilan Membatik untuk Anak. Yogyakarta: Arcita
Hawadi, Reni Akbar. 2002. Psikologi Perkembangan Anak Grasindo. Jakarta
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis, Perencanaan,
Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.
Sutopo. 1956. Penuntun Batik. Jakarta: Djambatan.
Saraswati, Ufi. 2007. “Menengok Keberadaan Batik Lasem Sebagai Aset Warisan
Budaya”, makalah Seminar dan Launching Pengembangan dan Pelestarian
Batik Semarang.
Tjiptono. 2002. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
Kotler, Philip. 2006 . Marketing Management. 12th Edition. New Jersey: Prentice
Hall.
Wahyono, Budi. Pengertian dan Tujuan Promosi, (Online),
(http://www.pendidikanekonomi.com/2013/02/pengertian-dan-tujuan
promosi.html#sthash.mf7UtnU.dpuf diakses tanggal 11 November 2013 pk
21.32).
Alfa Gumilang, “Batik Sebagai Simbol Identitas”, (Online), (http://www. PRP.
Indonesia. Org. diakses 15 Februari 2014 pk 21.34).
Indonesia Kreatif. Asayani Batik. (Online).
(http://direktori.indonesiakreatif.net/directory/asayani-batik/ diakses 5
Januari2014 pk 5.10).
Maulana, Amalia. Branding dan Peranannya. (Online).