UCAPAN TERIMA KASIH. Denpasar,.Agustus Penulis

Teks penuh

(1)

iv

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Karena atas karunia-Nya tugas akhir dengan judul “Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Tabanan (Ruas Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja)” dapat diselesaiakan tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan membimbing secara langsung dan tidak langsung pada penyelesaian tugas akhir ini, diantaranya Bapak Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT., M.Sc, Ph.D. selaku dosen pembimbing utama, dan Bapak Ir. Nyoman Widana Negara, MSc selaku dosen pembimbing pendamping. Kemudian staf dosen dan pegawai dilingkungan Fakultas Teknik Universitas Udayana, serta keluarga besar dan seluruh rekan yang telah memberikan motivasi selama penyusunan tugas akhir.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun, guna penyempurnaan tugas akhir ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Denpasar, …….Agustus 2017

(2)

v DAFTAR ISI COVER ... i Lembar Pengesahan ... ii Surat Pernyataan ... ii Abstrak ... iii

Ucapan Terima Kasih ... iv

Daftar Isi ... v

Daftar Tabel ... ix

Daftar Gambar ... x

Daftar Istilah ... xi

Daftar Notasi... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 2 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 4 1.5 Batasan Masalah. ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Pengertian Kecelakaan ... 6

2.2 Jenis dan Bentuk Kecelakaan ... 6

2.2.1 Kecelakaan Berdasarkan Korban Kecelakaan ... 7

2.2.2 Kecelakaan Berdasarkan Lokasi Kecelakaan... 7

2.2.3 Kecelakaan Berdasarkan Waktu Kecelakaan ... 8

2.2.4 Kecelakaan Berdasarkan Posisi Kecelakaan ... 8

2.2.5 Kecelakaan Berdasarkan Jumlah Kecelakaan ... 8

2.3 Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas ... 9

2.3.1 Faktor Pemakai Jalan ... 9

2.3.2 Faktor Kendaraan ... 13

(3)

vi

2.3.4 Faktor Lingkungan ... 16

2.4 Perangkat Pengatur Lalu Lintas ... 19

2.4.1 Rambu Lalu Lintas ... 19

2.4.2 Marka Jalan ... 20

2.4.3 Lampu Pengatur Lalu Lintas ... 21

2.5 Klasifikasi dan Fungsi Jalan... 22

2.5.1 Berdasarkan Prioritas ... 22

2.5.2 Berdasarkan Sistem Jaringan Jalan ... 23

2.5.3 Berdasarkan Fungsinya ... 23

2.5.4 Berdasarkan Wewenang Pembinaan ... 25

2.6 Pergerakan dan Konflik Lalu Lintas ... 26

2.7. Geometrik Jalan ... 27

2.7.1 Alinyemen ... 27

2.7.2 Lebar Lajur Lalu Lintas Dan Bahu Jalan ... 30

2.7.3 Jarak Pandang... 32

2.7.4 Lebar Jembatan ... 32

2.7.5 Kondisi Permukaan Perkerasaan ... 35

2.7.6 Kerusakan Tepi Perkerasan ... 37

2.8 Teknik Analisis Data ... 38

2.8.1 Distribusi Frekuensi ... 38

2.8.2 Data Berkala (time series) ... 39

2.8.3 Z-score ... 40

2.8.4 Cusum ... 40

2.9 Satuan Untuk Kecelakaan ... 42

2.10 Tinjauan Terhadap Studi Yang Pernah di Lakukan ... 43

2.10.1 Analiis Daerah Rawan Kecelakaan Kota Denpasar ... 43

2.10.2 Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Di Ruas Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra ... 44

BAB III METODE PENELITIAN ... 45

3.1 Langkah-Langkah Penelitian ... 45

(4)

vii

3.3. Tinjaun Pustaka ... 46

3.4. Penetapan Tujuan Penelitian ... 47

3.5. Pengumpulan Data Sekunder ... 47

3.6. Tabulasi Angka Kecelakaan ... 48

3.6.1 Langkah-langkah Penentuan Angka Lakalantas ... 49

3.6.2 Analisis Daerah Rawan Kecelakaan ... 51

3.7. Analisis Intentaris Jalan ... 54

3.7.1 Analisis Kondisi di Lokasi Rawan Kecelakaan ... 54

3.8 Usulan Alternatif Penanggulangan ... 55

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 56

4.1 Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas ... 56

4.1.1 Jumlah Peristiwa Kecelakaan Lalu Lintas ... 56

4.1.2 Jumlah Kendaraan & Orang Terlibat Kecelakaan ... 58

4.1.3 Jumlah Korban Manusia ... 60

4.2 Angka Kecelakaan Lalu Linas ... 62

4.3 Analisis Daerah Rawan Kecelakaan (Black Site)... 65

4.3.1 Perhitungan z-score PAK per Tahun ... 65

4.3.2 Perhitungan z-score PAK Tahun 2015 ... 67

4.4 Analisis Lokasi Rawan Kecelakaan (Black Spot) ... 72

4.4.1 Analisis Black Spot pada Jalan Antosari-Bts.Kota ... 72

4.4.2 Analisis Black Spot pada Jalan Selabih-Antosari ... 79

4.4.3 Analisis Black Spot pada Jalan Perean tengah-candikuning 84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 93

5.1 Simpulan ... 93

5.2 Saran .. ... 95

(5)

viii

LAMPIRAN :

LAMPIRAN A : Panjang lokasi studi dan jumlah persitiwa kecelakaan ... 98

LAMPIRAN B : Pembobotan jumlah korban manusia ... 103

LAMPIRAN C : Hasil analisis z-score pertumbuhan angka kecelakaan ... 105

LAMPIRAN D : Nilai cusum untuk lokasi black spot ... 106

(6)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Jenis-jenis pergerakan ... 27

Gambar 2.2 Alinyemen horizontal ... 28

Gambar 2.3 Alinyemen vertikal ... 29

Gambar 2.4 Bentuk trend ... 40

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian ... 45

Gambar 3.2 Diagram penentuan angka kecelakaan ... 49

Gambar 3.3 Contoh grafik hubungan nilai z-score pertumbuhan dan z-score angka kecelakaan terbaru... 52

Gambar 4.1 Jumlah kecelakaan ... 57

Gambar 4.2 Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan ... 59

Gambar 4.3 Jumlah korban manusia ... 61

Gambar 4.4 Angka kecelakaan ... 64

Gambar 4.5 Diagram kartesius ... 70

Gambar 4.6 Grafik black spot jalan Antosari-Bts Kota Tabanan ... 75

Gambar 4.7 Kondisi fisik jalan yang berlubang... 77

Gambar 4.8 Grafik black spot jalan Selabih-Antosari ... 78

Gambar 4.9 Kecenderungan para pengedara yang menyiap ... 82

Gambar 4.10 Kondisi badan jalan yang rusak pada KM 40 +150 .... 83

Gambar 4.11 Grafik black spot pada ruas jalan Dps-Sing ... 86

Gambar 4.12 Kecederungan para pengendara angkutan barang ... 88

Gambar 4.13 Tikungan pada KM. 28+000 ... 90 Gambar 4.14 Situasi jalan yang kurang pencahayaan pada KM. 43 . 91

(7)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Faktor kecelakaan lalu lintas ... 18

Tabel 2.2 Standar perencanaan geometrik ... 34

Tabel 2.3 Korban mati untuk berbagai moda angkutan ... 42

Tabel 3.1 Contoh tabel perhitungan jumlah korban manusia ... 48

Tabel 3.2 Contoh tabel Perhitungan indeks kecelakaan ... 49

Tabel 3.3 Contoh tabel perhitungan blsck spot dengan metode cusum ... 53

Tabel 3.4 Situasi kecelakaan secara umum dan penanganan secara umum 55 Tabel 4.1 Jumlah kecelakaan pada ruas jalan Dps-Gil dan Dps-Sing ... 57

Tabel 4.2 Jumlah kendaran yang terlibat kecelakaan ... 59

Tabel 4.3 Jumlah korban manusia ... 61

(8)

xi

DAFTAR ISTILAH

Kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak di sangka- sangka dan tidak sengaja, melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengkibatkan korban manusia dan harta benda. Black Spot adalah titik rawan kecelakaan lalu lintas yang terindentifikasi

dengan banyaknya kejadian kecelakaan pada daerah tersebut.

Cusum (cumulative summary) adalah suatu prosedur yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi black spot, dengan menggunakan grafik sebagai

prosedur statistik standar di dalam mendeteksikan perubahan kecil dari nilai rata-rata kecelakaan lalu lintas.

Indeks Kecelakaan adakah suatu angka yang menunjukan tingkat kecelakaan pada suatu jalan.

Z-Score adalah standarisasi masing-masing angka variabel berdasarkan nilai rata-rata dan standar devisiasinya.

Standar Devisiasi adalah tingkat penyimpangan dari suatu data yang digunakan untuk mengecek apakah sampel yang diambil sesuai atau tidak.

Rambu Lalu Lintas (traffic signs) adalah salah satu tanda dari pelengkap jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat, atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan.

Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang berbentuk garis, garis melintang, garis serong. Serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arah lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas.

Zebra Cross adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan berupa garis melintang yang digunakan untuk menyebrang jalan bagi pejalan kaki.

Lampu Pengatur lalu lintas adalah semua alat pengatur lalu lintas yang di operasikan dengan tenaga listrik, kecuali tanpa kedip (flaser), rambu dan marka jalan untuk mengarahkan atau memperingatkan pengemudi kendaran bermotor, pengendara sepeda atau pejalan kaki.

Jarak Pandang adalah panjang bagian jalan yang masih terlihat di depan pengemudi.

(9)

xii

Lebar lajur adalah lebar yang dipakai pengendara baik bermotor maupun tidak bermotor dan biasanya diberi lapisan perkerasan sedang ukurannya tergantung dari kelas jalan tersebut.

Dps adalah Kota Denpasar

Sing adalah Ibukota Kabupaten Buleleng yaitu Singaraja

(10)

xiii

DAFTAR NOTASI

MD = Meninggal dunia

LB = Luka berat

LR = Luka ringan

OC = Tidak dapat mengendalikan kendaraan (out of control) SS = Tabrakan pada saat menyalip (side swipe)

RA = Tabrakan depan dengan samping (right angle) RE = Tabrakan muka dengan belakang (rear end) HO = Tabrakan muka dengan muka (head on)

P = Tabrakan dengan pejalan kaki/sepeda gayung (pedestrian) H&R = Tabrak lari (hit and run)

JKM = Jumlah korban manusia JPK = Jumlah pelaku kecelakaan KM = Kerugian material JK = Jumlah kecelakaan n = Jumlah sampel S = Standar devisiasi X = Data i = 1,2,3,….n W = Nilai mean L = Jumlah stasion T = Waktu/periode

Xi = Jumlah kecelakaan tiap tahun S1 = Nilai cusum kecelakaan

S0 = Nilai cusum kecelakaan untuk tahun pertama

Z1 = Z-score

(11)

iii ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN TABANAN (RUAS JALAN DENPASAR-GILIMANUK DAN DENPASAR-SINGARAJA)

Oleh :

Ruland Bryan Wanma 1204105150

ABSTRAK

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi seringkali menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya, khususnya ruas jalan yang menjadi bagian jaringan jalan Nasional seperti ruas jalan Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja di Kabupaten Tabanan yang tercatat memiliki panjang 51.1 KM dengan kondisi geometrik yang beragam melewati dataran rendah dan dataran tinggi. Tingginya angka kecelakaan serta panjangnya jarak perjalanan yang ditempuh pada ruas jalan tersebut membuat terdapat lokasi daerah rawan kecelakaan yang tersebar sepanjang ruas jalan Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja di Kabupaten Tabanan. Untuk itu penelitian kecelakaan lalu lintas yang di lakukan pada ruas jalan Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja di Kabupaten Tabanan menggunakan metode z-score untuk menentukan daerah rawan kecelakaan di setiap ruas jalan yang ditinjau (black site), sedangkan metode cumulative summary digunakan untuk penentuan lokasi rawan kecelakaan. Penelitian kecelakaan lalu lintas ini bertujuan untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan dan lokasi rawan kecelakaan di sepanjang ruas jalan Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja di Kabupaten Tabanan dalam rentang waktu 5 tahun terhitung sejak tahun 2011 hingga 2015. Hasil perhitungan diperoleh hasil bahwa ruas jalan Antosari-Batas Kota Tabanan yang terletak di Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat memiliki nilai z-score tertinggi yaitu sebesar 0,288 dan stasioning yang terinditifikasi sebagai black spot adalah KM.22.5 – KM. 23.5 dengan nilai

cummlative summary sebesar 20.07. Pada stasioning ini karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi didominasi oleh kecelakaan akibat pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kecelakaan yang diakibatkan oleh perangkat lalu lintas dan kondisi jalan yang kurang berfungsi dengan baik contohnya pada KM. 23, tata guna lahan pada stasioning ini minim akan pemukiman penduduk. Mengetahui pentingnya fungsi dari ruas jalan ini tentunya di perlukan beberapa penanganan seperti penyesuaian rambu lalu lintas, penyesuaian geometrik jalan, serta kerjasama antara instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan pada saat berkendara.

(12)

iii THE ANALYSIS OF THE TRAFFIC ACCIDENTS IN TABANAN REGENCY (DENPASAR-GILIMANUK AND DANPASAR –SINGARAJA ARTERIAL ROADS)

by

Ruland Bryan Wanma 1204105150

Abstract

Traffic accidents quite frequently had many numbers of casualties, in particular on the national roads network such as Denpasar-Gilimanuk and Denpasar-Singaraja situated in Tabanan Regency. These roads in Tabanan regency are 51.5 km long with a variety of geometric conditions passing through both low and highlands. The high number of accidents and the long distance trips travelled on these roads were considered causing of the accident-prone areas scattered along these roads. Traffic accident studies on Gilimanuk and Denpasar-Singaraja arterial roads located in Tabanan Regency therefore are necessary to be carried out. The method uses the z-score to determine the blacksite, while the cumulative summary method is employed to determine the blackspot. The research aims to find out the prone areas of the accident with their locations along these arterial roads for 5 years from 2011 to 2015. The result shows that Antosari-Tabanan city border has the highest z-score of 0.288 and the station identified as the black spot is on KM 22.5-KM 23.5 with the cumulative summary value is of 20.07. At this station, the characteristics of the traffic accidents were dominated with the the traffic and road conditions are not functioning properlyvehicles especially at the station of KM 23 with limited settlements surroundings. Understanding the importance of the road function is certainly required to minimise traffic accidents consisting some road handling activities such as the adjustment of traffic signs and road geometric. In addition, the collaboration between the authorities and society are suggested to improve the driving behaviour.

Keywords : black site, black spot, cumulative summary, z-score

(13)

1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian dijalan yang tidak diduga atau tidak berunsur kesengajaan melibatkan kendaraan atau dengan pengguna jalan lainnya yang mengakibatkan korban manusia dan kerugian harta benda. Kecelakaan yang terjadi akibat kurang disiplinnya pengemudi kendaraan, namun bisa saja terjadi akibat kondisi geometrik jalan dan situasi jalan yang kurang baik (UU No.22 Tahun 2009). Kecelakaan lalu lintas pada umumnya terjadi karena 3 (tiga) faktor penyebab yaitu : faktor pemakai jalan, faktor kendaraan dan faktor jalan. Bali merupakan sala satu tujuan bagi para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara membuat pertumbuhan infrastruktur dan perekonomian meningkat mengakibatkan mobilitas penduduknya sangat tinggi yang berdampak pada tingginya arus lalu lintas. Secara teoritis arus lalu lintas yang tinggi merupakan peluang terjadinya kemacetan dan konflik lalu lintas.

Konflik lalu lintas adalah suatu kondisi dimana gerakan satu kendaraan atau lebih yang akan menyebabkan peristiwa tabrakan lalu lintas apabila kendaraan tersebut tidak melakukan suatu manuver untuk mengerem atau menghindar (BSN No. 9 Tahun 2000). Menurut ketentuan Dinas Perhubungan ada 4 (empat) penggolongan tingkat suatu konflik lalu lintas, yaitu : jumlah kecelakaan, jumlah kendaraan yang terlibat dalam konflik lalu lintas, banyaknya korban manusia, dan besarnya kerugian material. Keempat penggolongan tersebut sebaiknya diperhitungkan secara stimultan atau bersamaan. Kemudian, penentuan daerah rawan kecelakaan dan lokasi rawan kecelakaan tidak hanya berdasarkan satu data untuk tahun tertentu tetapi sebaiknya data tahun-tahun sebelumnya juga di perhitungkan, misalkan dengan menghitung faktor pertumbuhan angka kecelakaan.

(14)

2 Kecelakaan merupakan masalah yang sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Tabanan dengan luas wilayah 839,33 km2 dengan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 351.829 unit sesuai dengan data yang di peroleh dari kantor SAMSAT bersama tahun 2016. Meyebabkan mobilitas kendaraan bermotor dan jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tabanan menjadi meningkat. Berdasarkan angka kecelakaan, Kabupaten Tabanaan merupakan salah satu Kabupaten dengan jumlah kejadian kecelakaan yang tinggi yaitu 1364 kejadian kecelakaan dimana 922 atau 67,59 % terdapat di ruas jalan Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 388 dan 1564 korban lainnnya mengalami luka-luka (berat dan ringan). Angka kecelakaan tersebut adalah angka kecelakaan yang tercatat (reported accident), kenyataannya bisa melebihi dari angka dari angka kecelakaan tersebut, karena pada kenyataannya masyarakat terkadang tidak melaporkan kejadian kecelakaan tersebut pada pihak yang berwenang. Dari data tersebut maka dibutuhkan adanya upaya menganalisis daerah dan lokasi rawan kecelakaan serta alternatif untuk mengurangi jumlah kecelakaan.

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian analisis untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (black site) dan lokasi rawan kecelakaan (black spot) di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka terdapat beberapa pokok permasalahaan, yaitu :

1. Bagaimana karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja?

(15)

3 2. Dimanakah daerah rawan kecelakaan (black site) lalu lintas di

Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja?

3. Dimanakah lokasi rawan kecelakaan (black spot) lalu lintas di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja?

4. Apa faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja?

5. Bagaimana altenatif atau solusi untuk mencegah dan mengurangi jumlah kecelakaan lalu linas di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan serta manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

2. Menganalisis daerah rawan kecelakaan (black site) lalu lintas di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

3. Menganalisis lokasi rawan kecelakaan (black spot) lalu lintas di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

4. Menganalisis faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas (pemakai jalan, kendaraan, atau jalan) di Kabupaten Tabanan pada ruas jalan raya Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

5. Menganalisis alternatif atau solusi untuk mencegah dan mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten

(16)

4 Tabanan pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi ide dan pemikiran kepada pihak-pihak yang terkait seperti :

1. Pemerintah atau instansi terkait, memberikan masukan mengenai karakteristik kecelakaan lalu lintas, daerah rawan kecelakaan, faktor yang menjadi penyebab kecelakaan dan usulan-usulan untuk tindakan pencegahan untuk menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas.

2. Mahasiswa, dapat menambah kemampuan di bidang transportasi khususnya kecelakaan lalu lintas agar dapat mempelajari tentang analisis karakteristik kecelakaan lalu lintas, penentuan daerah kemudian lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, dan solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

3. Masyarakat, memberikan informasi karakteristik dari daerah rawan kecelakaan lalu lintas dan memberikan penyuluhan untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

1.5 Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang menyangkut kecelakaan lalu lintas pembatasan ruang lingkup diharapkan meminimalisir permasalahan. Adapun batasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini adalah :

1. Lokasi studi pada ruas jalan raya Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Singaraja di Kabupaten Tabanan.

2. Karakteristik kecelakaan lalu lintas yang ditinjau meliputi : jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi, jenis kendaraan

(17)

5 yang terlibat pada kecelakaan lalu lntas, jumlah korban manusia, tipe tabrakan (depan-depan, depan-samping, samping-samping, depan-belakang, out of control, kecelakaan betuntun, tabrak pejalan kaki, dan tabrak lari).

3. Data kecelakaan menggunakan data kejadian kecelakaan yang diperoleh dari Polres Tabanan pada bulan September tahun 2016 yang tercatat sepanjang tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, sedangkan data ruas jalan diperoleh dari Kantor Perencanaan dan Pengawasaan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Bali.

4. Statistik z-score digunakan untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (black site) dan metode cusum (cumulative summary) untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan (black spot).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :