Nutrisi Bagi Ibu Menyusui

15  17  Download (0)

Full text

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini banyak ibu menyusui yang tidak mengetahui pentingnya gizi yang tepat bagi ibu yang sedang menyusui. Gizi yang tepat sangat diperlukan bagi ibu menyusui karena zat makanan yang dimakan oleh ibu akan berpengaruh bagi perkembangan bayi. Gizi ibu menyusui adalah makanan sehat selain obat yang mengandung protein, lemak, mineral, air, dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh ibu menyusui dalam jumlah tertentu selama menyusui. Gizi pada ibu menyusui sangat berhubungan dengan produksi air susu yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidak terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

Ibu yang telah melahirkan akan memasuki masa postpartum. Masa postpartum merupakan masa pemulihan karena merupakan faktor penunjang yang utama produksi ASI sehingga apabila gizi tidak terpenuhi akan menghambat produksi ASI dan dapat mempengaruhi komposisi serta asupan nutrisi untuk bayi yang baru lahir. Ibu menyusui memiliki kebutuhan gizi yang banyak yang terkandung di dalam setiap makanan yang dikonsumsinya. Pendidikan tentang gizi sangat penting diberikan untuk memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui, sehingga dengan demikian pola makannya akan lebih diperhatikan melalui penyusunan menu seimbang yang dianjurkan dalam pemenuhan kecukupan gizi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah prinsip gizi bagi ibu menyusui? 2. Apa faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui? 3. Bagaimanakah kebutuhan zat gizi bagi ibu menyusui?

(2)

2 4. Apa dampak yang ditimbulkan jika ibu kekurangan zat gizi saat sedang

menyusui?

5. Bagaimana contoh makanan yang tepat bagi ibu menyusui untuk memenuhi gizi yang seimbang?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui prinsip gizi bagi ibu menyusui.

2. Untuk menhetahui faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui. 3. Untuk mengetahui kebutuhan zat gizi bagi ibu menyusui.

4. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan jika ibu kekurangan zat gizi saat sedang menyusui.

5. Untuk mengetahui contoh makanan yang tepat bagi ibu menyusui untuk pemenuhan gizi seimbang

1.4 Manfaat Hasil Penulisan

Hasil penulisan makalah yang berjudul “Gizi bagi Ibu Menyusui” bermanfaat bagi ibu yang sedang menyusui bayi sebagai informasi mengenai nutrisi yang tepat saat sedang menyusui agar mengetahui zat gizi yang dibutuhkan saat menyusui sehingga menghasilkan ASI yang berkualitas.

(3)

3 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Gizi

Kata gizi berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan, dan bahan makanan.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

1. Secara klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, dan mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh.(Almatsier,2009:3)

2. Masa sekarang : selain untuk kesehatan, gizi juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja.(Almatsier,2009:3)

2.2 Pengertian Nutrisi Ibu Menyusui

Nutrisi adalah substansi oraganik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, dan pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang diperoses oleh tubuh. Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu.

Pengertian nutrisi ibu menyusui adalah makanan yang didalamnya terkandung banyak zat-zat yang bermanfaat bagi bayi seperti vitamin, karbonhidrat, protein, lemak, dan mineral yang dibutuhkan bayi. ASI sangat penting bagi perkembangan bayi untuk pertumbuhan, pemeliahraan kesehatan, dan kegunaan lainnya.

2.3 Pengertian ASI

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam anorganik yang disekresi oleh kelenjar ibu yang berguna sebagai makanan bagi bayi. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alamiah yang disediakan untuk bayi, sehingga mempunyai komposisi nutrisi yang sesuai untuk

(4)

4 perkembangan bayi sehat dan nutrisi yang seimbang dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi.

2.4 Manfaat ASI

ASI merupakan sumber utama yang diperlukan bayi untuk pemenuhan gizi. Manfaat ASI diantaranya:

1. ASI kaya akan zat penting yang dibutuhkan oleh bayi

ASI memiliki semua kandungan zat penting yang dibutuhkan oleh sang bayi seperti: DHA, AA, Omega 6, laktosa, taurin, protein, laktobasilus, vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin, dan lisozim yang dalam takaran dan komposisi yang seimbang untuk bayi. Oleh karena itu, ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan susu formula.

2. ASI sebagai sarana untuk mendekatkan sang ibu dengan sang buah hati ASI menjadi makanan utama bayi. Selain kegunaannya sebagai makanan utama, ASI juga berperan dalam mendekatkan kedekatan jiwa antara sang ibu dan sang anak. Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif dari sang ibu cenderung mempunyai kedekatan dan hubungan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI.

3. ASI memberikan kekebalan yang optimal untuk bayi

ASI memiliki banyak keunggulan kandugan zat-zat penting yang terkandung didalamnya yang membuat bayi berkembang dengan optimal. ASI juga berperan dalam pembentukan sistem imun sang bayi. Sistem imum merupakan sistem kekebalan tubuh yang membuat bayi kebal terhadap penyakit. Bayi yang mendapatkan asupan ASI mempunyai sistem imun atau sistem kekebalan tubuh yang lebih baik.

4. ASI tidak basi dan selalu segar

Tidak seperti susu yang lain, ASI tidak akan basi karena ASI dihasilkan dari payudara ibu tanpa dicampur dengan bahan kimia. Selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu bergizi, seimbang, dan tepat , maka ASI yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik.

(5)

5 5. ASI lebih higenis dibandingkan dengan susu lain

ASI yang tersimpan di payudara ibu akan menjaga keadaan ASI steril dengan suhu yang tepat sesuai kebutuhan sang buah hati. Kesterilan dari susu yang memerlukan alat bantu berupa botol dot perlu dipertimbangkan, karena dalam proses pembuatan susu dan memasukan ke dalam botol ada banyak kemungkinan bahwa susu telah tercemar dengan kuman.

6. ASI menjadi pelindung yang baik

ASI menjadi pelindung yang baik untuk sang bayi dari berbagai penyakit atau insiden seperti kematian bayi secara mendadak, gangguan pencernaan, diare, infeksi telinga, dan lain-lain.

7. ASI akan berubah sesuai kebutuhan bayi

ASI memiliki cara kerja yang sangat unik, karena dengan sendirinya komponen ASI akan berubah sesuai dengan kebutuhan dan usia sang bayi.

8. ASI merupakan pelindung dari berbagai alergi makanan

ASI juga mampu memberi rangsangan kepada sang bayi agar kebal terhadap berbagai bahan makanan. Namun, keragaman dan keseimbangan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu juga menentukan kualitas ASI yang diproduksi.

9. ASI makanan yang tepat untuk bayi

ASI sangat penting terutama untuk bayi yang berusia 0-6 bulan, karena di usia ini ASI merupakan makanan wajib bagi bayi untuk perkembangan dan pertumbuhan tubuh.

10. ASI bermanfaat untuk ibu dan bayi

Manfaat ASI tidak hanya untuk sang bayi akan tetapi untuk sang ibu , karena dengan menyusui sang ibu dapat melepaskan ketegangan yang ada pada payudaranya. Selain itu memperkecil resiko sang ibu terkena kanker ovarium dibandingkan dengan wanita yang tidak memberikan ASI.

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI

Ibu yang normal dapat menghasilkan ASI sekitar 550-1000 ml setiap hari, jumlah ASI dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi ASI, antara lain:

(6)

6 1. Makanan

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan ibu, karena kelenjar pembuat ASI tidak dapat bekerja dengan sempurna tanpa makanan yang cukup. Untuk membentuk produksi ASI yang baik, makanan ibu harus memenuhi jumlah kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui adalah:

a. Makanan yang merangsang, seperti: cabe, merica, jahe, kopi, alkohol.

b. Makanan yang membuat kembung, seperti : ubi, singkong, kol, sawi dan daun bawang.

c. Bahan makanan yang banyak mengandung gula dan lemak. 2. Emosi dan keadaan psikis

Emosi dan keadaan psikis ibu sangat mempengaruhi refleks pengaliran susu. Karena refleks ini mengontrol perintah yang dikirim oleh hipotalamus pada kelenjar bawah otak. Bila dipengaruhi ketegangan, cemas, takut, dan kebingungan, air susu pun tidak akan turun dari alveoli menuju puting. Hal ini sering terjadi pada hari-hari pertama menyusui ketika refleks pengaliran susu belum sepenuhnya berfungsi. Refleks pengaliran susu dapat berfungsi baik apabila ibu merasa rileks, tenang, tidak tegang, dan tidak cemas. Mendengar suara tangis bayi atau memikirkan bayi bisa menyebabkan refleks pengaliran susu bekerja, sehingga susu pun bisa memancar.

3. Penggunaan alat kontrasepsi

Pada ibu yang sedang menyusui, penggunaan alat kontrasepsi hendaknya diperhatikan karena pemakaian kontrasepsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI.

4. Perawatan payudara

Perawatan payudara bisa dilakukan sejak masa kehamilan. Karena perawatan yang benar akan memperlancar produksi ASI. Dengan merangsang payudara akan mempengaruhi hipofisis untuk mengeluarkan hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin. Hormon oksitosin akan menimbulkan kontraksi pada sel-sel sekitar alveoli yang mengakibatkan susu mengalir turun ke arah puting, sehingga bisa dikonsumsi oleh bayi.

(7)

7 5. Anatomi payudara

Bila jumlah lobus dalam payudara berkurang, maka lobulus berkurang sehingga produksi ASI juga berkurang karena sel-sel acini yang menghisap zat-zat makan dari pembuluh darah akan berkurang.

6. Fisiologi

Terbentuknya ASI dipengaruhi hormon terutama prolaktin yang merupakan hormon laktogenik yang menentukan jumlah air susu dan mempertahankan sekresi air susu.

7. Faktor obat-obatan

Diperkirakan obat-obatan yang mengandung hormon mempengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormon-hormon ini terganggu, maka akan mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI.

(8)

8 BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Prinsip Gizi Ibu Menyusui

Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, serta kebiasaan makan yang memuaskan.

Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Dalam menyusun menu, ibu menyusui harus memperhatikan syarat-syarat dalam menyusun menu yaitu : seimbang, tidak ada pantangan makanan (kecuali ibu memang alergi bahan makanan tertentu), mudah dicerna, dan tidak terlalu merangsang pencernaan.

Prinsip gizi seimbang bagi ibu menyusui yaitu sama dengan makanan ibu hamil, hanya jumlahnya lebih banyak dan mutu lebih baik. Syarat-syarat bagi ibu menyusui:

1. Susunan menu harus seimbang,

2. Dianjurkan untuk minum air 8-12 gelas/hari,

3. Menghindari makanan yang banyak bumbu, terlalu panas/dingin, tidak menggunakan alkohol untuk kelancaran pencernaan ibu,

4. Dianjurkan banyak makan sayuran berwarna dan buah-bauahan.

3.2 Faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Menyusui Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah: 1. Makanan

Pengaruh makanan mempunyai hubungan yang sangat erat pada volume ASI yang diproduksi setiap harinya.

2. Cairan

Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter per hari, dalam bentuk air putih, susu, dan jus buah.

(9)

9 3. Protein

Penambahan 15-20 gram protein sehari sangat dianjurkan karena adanya variasi dari tiap individu. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.

4. Suplementasi

Apabila makanan yang dikonsumsi sehari-hari telah seimbang, suplementasi tidak diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi.

5. Vitamin dan mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil. Pemenuhan vitamin akan menaikan jumlah vitamin yang terkandung di dalam ASI. Vitamin sangat baik bagi bayi karena bisa mengoptimalkan kekebalan tubuh. Sedangkan mineral seperti kalsium sangat dibutuhkan pada bayi melalui ASI karena tulang pada bayi sedang mengalami masa pertumbuhan. Oleh karena itu, konsumsi kalsium pada ibu harus ditingkatkan

6. Aktivitas

Aktivitas dari ibu sebagai penyedia ASI terbaik untuk bayi juga menjadi pengaruh dalam gizi, semakin banyak aktivitas yang membuat stress akan mengakibatkan produksi ASI yang tidak maksimal.

3.3 Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui

Kebutuhan gizi pada ibu yang sedang menyusui harus dipertimbangkan karena menyangkut gizi anak sebelum lahir dan semasa bayi. Selain itu, ibu yang memiliki gizi yang cukup juga dapat membantu pemulihan yang lebih cepat pasca persalinan. Selain itu, produksi ASI juga dapat bertambah. Apabila gizi ibu tidak terpenuhi dengan baik semasa hamil dan menyusui, tentu akan menimbulkan dampak negatif terhadap status gizi ibu, kesehatan ibu dan anak karena ASI yang akan dihasilkan akan berkualitas rendah.

Zat gizi yang dibutuhkan ibu yang sedang menyusui antara lain: 1. Energi

Kebutuhan energi pada masa menyusui jauh lebih besar dibandingkan pada waktu hamil. Pada umumnya wanita menyusui memerlukan tambahan 500 kalori

(10)

10 di atas kebutuhan hariannya. Kebutuhan ini akan jauh lebih banyak lagi apabila menyusui bayi kembar. Untuk itu dibutuhkan sebesar 700 kkal/hari (6 bulan pertama menyusui). Untuk 6 bulan kedua menyusui dibutuhkan sekitar rata-rata 500 kkal/ hari dan pada tahun kedua dianjurkan tambahan sebanyak 400 kkal/hari.

2. Protein

Tambahan protein dibutukan sebesar 16 g/hari untuk 6 bulan pertama. Pada 6 bulan kedua dibutuhkan protein sekitar 12 g/hari dan untuk tahun kedua dibutuhkan sebesar 11g/hari.

3. Zat besi

Terdapat sebanyak 0,3 mg/ hari dikeluarkan dalam bentuk ASI. Oleh karena itu, perlu penambahan zat besi untuk kebutuhan sehari-hari. Rata-rata kebutuhan zat besi untuk 6 bulan pertama menyusui adalah 1,1 mg/hari. Sehingga memerlukan tambahan zat besi sebesar 5 mg/ hari.

4. Kalsium

Diperlukan tambahan dalam jumlah yang cukup besar sekitar 400 mg, karena dalam proses produksi ASI, tubuh juga menjaga konsenterasi kalsium dalam ASI agar tetap dalam kondisi normal walaupun kalsium dalam tubuh cukup atau kurang. Jika kalsium tidak mencukupi maka kebutuhan kalsium dalam produksi ASI akan diambil dari simpanan kalsium yang ada pada tubuh ibu, termasuk dalam tulang.

5. Vitamin D

Sangat diperlukan untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang.

6. Vitamin B-6

Berfungsi sebagai metabolisme lemak dan protein, memfasilitasi

pertumbuhan sel, mendukung syaraf, dan sistem kekebalan. Vitamin B-6 sangat dibutuhkan bagi produksi sel darah merah dan putih.

7. Folic Acid (Asam folat)

Berguna untuk mensintesis DNA dan membantu dalam pembelahan sel. 8. Vitamin B-12

(11)

11 9. Zinc (Seng)

Berguna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka.

10. Cairan

Ibu menyusui sangat membutuhkan cairan agar dapat menghasilkan air susu dengan cepat, hampir 90% air susu ibu terdiri dari dari air. Dianjurkan bagi ibu yang sedang menyusui untuk meminum delapan gelas per hari, atau lebih jika udara panas, banyak berkeringat, dan demam.

Tabel 3.1 Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui

Sumber: Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi

3.4 Dampak Kekurangan Zat Gizi Saat Menyusui

Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi, dan kekurangan zat-zat esensial menimbulkan berbagai masalah gizi. Masalah gizi yang sering dialami oleh ibu menyusui diantaranya:

1. Anemia gizi

(12)

12 folat yang seharusnya tidak terjadi apabila makanan sehari-hari beraneka ragam dan memenuhi gizi seimbang. Asupan folat yang cukup penting untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. Hal ini juga terlibat dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Seorang wanita menyusui menbutuhkan 280 mikrogram per hari.

2. Kekurangan vitamin A

Pada ibu menyusui, Vitamin A berperan penting untuk memelihara kesehatan ibu selama masa menyusui. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Oleh sebab itu, sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A. Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan berisiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia1.

3. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Yodium merupakan nutrisi penting untuk memastikan perkembangan normal dari otak dan sistem saraf pada bayi dan anak-anak muda . Gangguan akibat kekurangan yodium mengakibatkan terjadinya gondok atau pembengkakan kelenjer tiroid di leher dan kretinisme. Pada ibu menyusui, kekurangan yodium dapat mengakibatkan pengaruh negatif pada sistem otak dan saraf bayi dan menghasilkan IQ lebih rendah.

4. Kurang Energi Protein (KEP)/Protein Energi Malnutrition (PEM)

Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama. Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pada kondisi ringan menyebabkan pertumbuhan kurang. Sedangkan pada kondisi berat akan menyebabkan penyakit kwashiorkor, marasmus, dan marasmik-kwashiorkor.

3.5 Contoh Makanan yang Tepat bagi Ibu Menyusui

Makanan yang tepat bagi ibu menyusui harus memenuhi syarat yaitu: tinggi kalori dan protein, cukup vitamin dan mineral, mudah dicerna dan tidak merangsang, tinggi cairan : 800 – 1000 ml/hari, tinggi konsumsi cairan dan buah

1

Xeropthalmia adalah kelainan pada konjutiva dan kornea akibat kekurangan vitamin A.

(13)

13 segar, dan susunan menu bervariasi dan seimbang. Syarat-syarat tersebut terdapat pada:

1. Sayur-sayuran

Sayuran merupakan sumber utama makanan yang kaya zat besi, serat, asam folat, beta-carotene, vitamin C, lycopene, flavonoids dan beta-glucans. Makan-makanan kaya zat besi membantu memelihara tingkat energi dan mampu mencegah anemia. Folate atau asam folat sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Contoh sayuran mentah yang mengandung zat besi adalah bayam, selada, tomat, ketimun, jamur, gambas, kacang polong, jagung, kentang, dan labu. Sebaiknya ibu menyusui mengonsumsi 3-5 hidangan sayuran setiap hari.

2. Buah-buahan

Buah yang sehat dan warnanya terang bagus dikonsumsi setelah makan. Kandungan vitamin A, B, K, dan C dalam buah baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh ibu dan bayi. Asupan buah juga membantu tubuh penyerapan zat besi. Konsumsi buah-buahan seperti blueberry dan strawberry sangat disarankan karena mengandung antioksidan dan serat tinggi. Buah dapat dimakan dalam keadaan alami, beku atau dijus. Sebaiknya mengonsumsi 3-5 porsi buah setiap hari.

3. Kacang-kacangan

Kacang mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak sehat. Protein penting memperbaiki sel-sel vital dalam tubuh. Banyak kacang-kacangan yang mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Tingkat cukup kalsium diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi. Kacang juga baik untuk camilan termasuk kenari, kacang pinus, kemiri, hazelnut, kacang Brasil, dan pistachio.

4. Ikan

Ikan mengandung omega 3 yang penting bagi pertumbuhan bayi. Namun, menurut US Environmental Protection Agency (EPA), ibu menyusui tidak boleh makan ikan hiu, ikan todak, makarel raja, atau ikan ubin karena tingkat kandungan merkurinya sangat tinggi. Ikan salmon pollock tuna dan ikan patin masih aman dikonsumsi 12 ons seminggu karena termasuk jenis ikan rendah merkuri.

(14)

14 BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Nutrisi pada ibu menyusui sangat penting karena nutrisi ibu menyusui sangat berhubungan dengan produksi air susu yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembang bayi. Jika nutrisi yang diberikan tidak mencukupi bagi kebutuhan tubuh, maka produksi ASI tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi. Sebaliknya bila pemberian ASI memenuhi kebutuhan bayi, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot, serta kebiasaan makan yang memuaskan. Prinsip gizi seimbang bagi ibu menyusui yaitu sama dengan makanan ibu hamil, hanya jumlahnya lebih banyak dan mutu lebih baik.

Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah makanan yang bergizi, cairan, protein, suplementasi, vitamin dan mineral, dan aktivitas yang dilakukan oleh ibu. Makanan yang tepat bagi ibu menyusui harus memenuhi syarat yaitu: tinggi kalori dan protein, cukup vitamin dan mineral, mudah dicerna dan tidak merangsang, tinggi cairan : 800 – 1000 ml/hari, tinggi konsumsi cairan dan buah segar, dan susunan menu bervariasi dan seimbang. Syarat tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan.

4.2 Saran

Ibu yang sedang menyusui sebaiknya memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi, karena zat gizi yang dikonsumsi sangat berhubungan dengan jumlah ASI yang dihasilkan dan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selain memperhatikan zat gizi, ibu yang sedang menyusui juga harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi produksi ASI seperti aktivitas, suplementasi, emosi, dan keadaan psikis.

(15)

Figure

Tabel 3.1 Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui

Tabel 3.1

Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui p.11

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in