• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan Desember 2013 Provinsi Kalimantan Barat sebesar 96,26 poin naik 0,11 poin atau berubah 0,11 persen dibanding NTP bulan November 2013 yaitu 96,15 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,42 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,30 persen.

NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) Desember 2013 sebesar 95,19 poin mengalami penurunan 0,85 persen dibandingkan NTP bulan November 2013, sebesar 96,00 poin.

NTP Hortikultura (NTPH) Desember 2013 sebesar 103,07 poin mengalami penurunan 1,85 persen dibandingkan NTP bulan November 2013 yaitu sebesar 105,00 poin.

NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Desember 2013 sebesar 95,64 poin mengalami kenaikan sebesar 1,74 persen dibandingkan NTP bulan November 2013, yaitu sebesar 94,01 poin.

NTP Peternakan (NTPT) Desember 2013 sebesar 95,13 poin mengalami penurunan sebesar 0,38 persen dibandingkan dengan bulan November 2013, sebesar 95,49 poin

NTP Perikanan (NTPN) Desember 2013 sebesar 97,61 poin mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.dibandingkan dengan bulan November 2013 yaitu sebesar 97,66 poin. Secara rinci NTP Perikanan dapat dipisahkan menjadi 2 subsektor, yaitu NTP Ikan Tangkap dan NTP Ikan Budidaya.

- NTP Perikanan Tangkap Desember 2013 sebesar 99,33 poin naik sebesar 0,13 persen.dibandingkan dengan bulan November 2013 yaitu sebesar 99,20 poin.

- NTP Perikanan Budidaya Desember 2013 sebesar 95,04 poin turun sebesar 0,34 persen.dibandingkan dengan bulan November 2013 yaitu sebesar 95,36 poin

Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan Desember 2013, Provinsi Kalimantan Barat naik yaitu sebesar 0,11 persen, NTP Kalimantan Tengah naik sebesar 1,00 persen, NTP Kalimantan Selatan naik sebesar 0,75 persen, dan NTP Kalimantan Timur naik sebesar 0,29 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional bulan Desember 2013 tercatat sebesar 101,96 poin, naik 0,15 poin atau berubah 0,15 persen dibanding NTP Nasional bulan November 2013 yaitu sebesar 101,81 poin.

No.73/11/61/Th.XVII,2 Januari 2014

PERKEMBANGAN

NILAI

TUKAR

PETANI

KALIMANTAN

BARAT

(2012 = 100)

BULAN : DESEMBER 2013

(2)

1. Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2013-Desember 2013. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Penurunan NTP di Kalimantan Barat terjadi pada bulan September 2013 (96,97 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.

1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 103,56 poin pada bulan November 2013 menjadi 103,99 poin pada bulan Desember 2013. Kanaikan It tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks Tanaman Pangan sebesar 0,49 persen, penurunan indeks Hortikultura sebesar 1,47 persen, kenaikan indeks Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,98 persen, penurunan indeks Peternakan sebesar 0,11 persen dan kenaikan indeks Perikanan sebesar 0,28 persen.

1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada bulan Desember 2013 Ib Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 107,70 poin pada bulan November 2013 menjadi 108,02 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen.

(3)

Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan Desember 2013 dibandingkan November 2013 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan Desember 2013, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen dibanding November 2013,yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok Konsumsi Rumah Tangga, yaitu subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,72 persen, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,11 persen, subkelompok Sandang turun sebesar 0,39 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,39 persen, subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga turun sebesar 0,05 persen dan subkelompok Transportasi dan Komunikasi naik sebesar 0,17 persen, smentara subkelompok Makanan jadi,Minuman,Rokok dan Tembakau tidak mengalmi perubahan,

Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan Desember 2013 tercatat sebesar 105.29 poin mengalami kenaikan sebesar 0,17 poin atau berubah 0,16 persen dibandingkan November 2013 yaitu sebesar 105.12 poin. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 0,02 persen,,subkelompok Obat-obatan & Pupuk naik sebesar 0,04 persen, subkelompok Sewa Lahan, Pajak & lainnya naik sebesar 0,08 persen, subkelompok Transportasi naik sebesar 0,09 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,72 persen, dan subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,09 persen.

2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,19 poin, turun 0,81 poin atau berubah 0,85 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 96,00 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Tanaman Padi dan Palawija turun sebesar 0,49 persen, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,36 persen.

2.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Sub sektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 104,34 poin pada bulan November 2013 menjadi 103,83 poin pada bulan Desember 2013. Penurunan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya Indeks Tanaman Padi sebesar 0,74 persen dan Indeks Tanaman Palawija naik sebesar 0,69 persen.

2.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 108,69

(4)

poin pada bulan November 2013 menjadi 109,08 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,30 persen.

3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 103,07 poin, turun 1,93 poin atau berubah 1,85 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 105,00 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Hortikultura mengalami penurunan sebesar 1,47 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,39 persen.

3.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Hortikultura menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Subsektor Hortikultura Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 1,47 persen dibanding It bulan sebelumnya.yaitu dari 113,78 poin pada bulan November 2013 menjadi 112,11 poin pada bulan Desember 2013. Penurunan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya Indeks Sayur-sayuran sebesar 1,11 persen, indeks Buah buahan turun sebesar 1,68 persen dan indeks Tanaman Obat naik sebesar 0,82 persen

3.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Tanaman Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 108,36 poin pada bulan November 2013 menjadi 108,78 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.

4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,64 poin naik 1,63 poin atau berubah 1,74 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 94,01 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang

(5)

iterima Petani Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,98 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani tnaik sebesar 0,24 persen.

4.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perkebunan Rakyat menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Sub sektor Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 1,98 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 100,71 poin pada bulan November 2013 menjadi 102,71 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya Indeks Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) sebesar 1,98 persen.

4.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 107,13 poin pada bulan November 2013 menjadi 107,39 poin pada bulan Desember 2013. Dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,13 persen.

5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,13 poin mengalami penurunan sebesar 0,36 poin atau berubah 0,38 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 95,49 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Peternakan turun sebesar 0,11 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,27 persen.

5.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Peternakan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Sub sektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 101,56 poin pada bulan November 2013 menjadi 101,45 poin pada bulan Desember 2013. Penurunan It tersebut dipengaruhi oleh indeksTernak Besar turun sebesar 0,52 persen, indeks Ternak Kecil tnaik sebesar 0,27 persen, indeks Unggas turtun sebesar 0,46 persen dan indeks Hasil Ternak naik sebesar 1,06 persen

5.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya yaitu dari 106,36 poin pada bulan November 2013 menjadi 106,65 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana

(6)

komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian turun sebesar 0,04 persen..

6.

NTP Subsektor Perikanan (NTPN)

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 97,61 poin turun 0,05 poin atau berubah 0,05 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 97,66 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perikanan naik sebesar 0,28 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,34 persen.

6.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perikanan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Subsektor Perikanan Kalimantan Barat naik sebesar 0,28 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 105,44 poin pada bulan November 2013 menjadi 105,74 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Penangkapan sebesar 0,46 persen, dan sementara indeks Budidaya tidak mengalami perubahan..

6.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Perikanan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 107,96 poin pada bulan November 2013 menjadi 108,32 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen, sedangkan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,15 persen.

7.

NTP Subsektor Perikanan Tangkap

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Tangkap Provinsi Kalimantan Barat tercatat 99,33 poin naik 0,13 poin atau berubah 0,13 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 99,20 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perikanan Tangkap naik sebesar 0,46 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,33 persen.

7.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perikanan Tangkap menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Subsektor Perikanan Tangkap Kalimantan Barat naik sebesar 0,46 persen dibandingkan It bulan

(7)

sebelumnya, yaitu dari 107,25 poin pada bulan November 2013 menjadi 107,75 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Penangkapan Perairan Umum sebesar 1,75 persen, dan indeks Penangkapan Laut naik sebesar 0,39 persen.

7.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Perikanan Tangkap Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 108,11 poin pada bulan November 2013 menjadi 108,47 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen, sedangkan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,16 persen.

8. NTP Subsektor Perikanan Budidaya

Pada bulan Desember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,04 poin turun 0,31 poin atau berubah 0,34 persen dibanding NTP November 2013 yaitu 95,35 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perikanan Budidaya tidak mengalami perubahan, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,34 persen.

8.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perikanan Budidaya menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Desember 2013, It Subsektor Perikanan Budidaya Kalimantan Barat tidak mengalami perubahan dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 102,73 poin pada bulan November 2013 tidak berubah,yaitu bertahan 102,73 poin pada bulan Desember 2013. Bertahannya indeks It tersebut dikarenakan indeks Budidaya Air Tawar dan Budidaya Air Payau tidak mengalami perubahan. .

8.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Pada bulan Desember 2013 Ib Subsektor Perikanan Budidaya Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 107,73 poin pada bulan November 2013 menjadi 108,10 poin pada bulan Desember 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen, sedangkan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,12 persen.

Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan November 2013 dan Desember 2013

(8)

Tabel 1.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Bulan

November - Desember 2013

(2012=100)

SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR

GABUNGAN

(NTPP, NTPH, NTPR, NTPT &NTPN)

Indeks

Perubahan

(%)

November

2013

Desember

2013

(1) (2) (3) (4)

1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

103,56

103,99

0,42

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

107,70

108,02

0,30

2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA

108,57

108,94

0,35

2.1.1. Bahan Makanan

110,29

111,08

0,72

2.1.2. Makanan Jadi

106,96

106,96

0,00

2.1.3. Perumahan

104,21

104,33

0,11

2.1.4. Sandang

106,07

105,66

-0,39

2.1.5. Kesehatan

107,27

107,69

0,39

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga

101,83

101,79

-0,05

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi

112,70

112,89

0,17

2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN

105,12

105,29

0,16

PENAMBAHAN BARANG MODAL (BPPBM)

2.2.1. Bibit

108,54

108,57

0,02

2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk

104,01

104,05

0,04

2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya

102,90

102,99

0,08

2.2.4. Transportasi

112,56

112,66

0,09

2.2.5. Penambahan Barang Modal

103,35

104,09

0,72

2.2.6. Upah Buruh Tani

104,10

104,20

0,09

(9)

Tabel 2.

Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat

Dirinci Menurut Sub Sektor

Bulan

November–Desember 2013

( 2012=100 )

URAIAN SUB SEKTOR

Indeks

Perubahan

November

2013

Desember

2013

(%)

(1) (2) (3) (4)

1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI

103,56

103,99

0,42

1.1. Petani Padi Palawija

104,34

103,83

-0,49

1.2. Petani Hortikultura

113,78

112,11

-1,47

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

100,71

102,71

1,98

1.4. Petani Peternakan

101,56

101,45

-0,11

1.5. Petani Perikanan

105,44

105,74

0,28

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

107,25

107,75

0,46 1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

102,73

102,73

0,00

2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI

107,70

108,02

0,30

1.1. Petani Padi Palawija

108,69

109,08

0,36

1.2. Petani Hortikultura

108,36

108,78

0,39

1.3. Petani Perkebunan Rakyat

107,13

107,39

0,24

1.4. Petani Peternakan

106,36

106,65

0,27

1.5. Petani Perikanan

107,96

108,32

0,34

1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

108,11

108,47

0,33 1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

107,73

108,10

0,34

3. NILAI TUKAR PETANI 96,15 96,26 0,11 1.1. Petani Padi Palawija (NTPP)

96,00

95,19

-0,85 1.2. Petani Hortikultura (NTPH)

105,00

103,07

-1,85 1.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR)

94,01

95,64

1,74 1.4. Petani Peternakan (NTPT)

95,49

95,13

-0,38 1.5. Petani Perikanan (NTPN)

97,66

07,61

-0,05 1.5. 1.Petani Perikanan Tangkap

99,20

99,33

0,13 1.5. 2.Petani Perikanan Budidaya

95,36

95,04

-0,34

(10)

7. Perbandingan Antar Provinsi dan Indonesia (Nasional)

Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Indonesia (Nasional) yang dilaporkan pada bulan Desember 2013, Provinsi Kalimantan Barat naik sebesar 0,11 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik sebesar 1,00 persen, Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 0,75 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur naik 0,29 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) turun sebesar 0,14 persen.

Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantandan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3.

Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP) November - Desember 2013

Di Pulau Kalimantan dan Indonesia (2012=100)

No Provinsi N T P % Perubahan November -Desember 2013 November 2013 Desmber 2013 (1) (2) (3) (4) (6) 1 Kalimantan Barat 96,15 96,26 0,11 2 Kalimantan Tengah 101,40 102,41 1,00 3 Kalimantan Selatan 99,70 100,44 0,75 4 Kalimantan Timur 98,25 98,54 0,29 5 Indonesial(Nasional) 101,81 101,96 0,15

(11)

Informasi lebih lanjut hubungi: Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Website : http://kalbar.bps.go.id

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

VISI BPS :

Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua

Informasi lebih lanjut hubungi: Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Nilai f yang lebih besar menghasilkan peningkatan keuntungan yang lebih besar pula bagi klaster maupun bagi IKM Namun hal tersebut menyebabkan penurunan keuntungan Karya

1) Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik. 2) Melaksanakan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila

Ruko Permata Juanda Surabaya %ient+ Mr Bunawan.. Proram itun

Dalam hal ini yang peneliti maksud adalah dampak dari erupsi gunung merapi yang terjadi pada tahun 2010 terhadap upacara becekan yang diselenggarakan oleh masyarakat

Struktur kimia yang berbeda-beda akan mempengaruhi kelarutan serta stabilitas senyawa- senyawa tersebut terhadap pemanasan, udara, cahaya, logam berat, dan derajad

Sifat lain yang dibahas adalah apabila diberikan sebarang subgrup fuzzy dan homomorfisma grup, maka diperoleh pre-image dari subgrup fuzzy merupakan subgrup fuzzy bahkan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi pemustaka dan sebagai tempat kerja pustakawan dalam mengelola

Penurunan ekuitas disebabkan adanya pencatatan kerugian yang belum terealisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dan saldo laba (defisit) yang belum ditentukan