• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020)"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. TINGKAT KONTROL DIRI DALAM BELAJAR MAHASISWA (Sudi Deskriptif pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling. Disusun oleh: Efeza Ardinata 161114022. PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2020.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. TINGKAT KONTROL DIRI DALAM BELAJAR MAHASISWA (Sudi Deskriptif pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling. Disusun oleh: Efeza Ardinata 161114022. PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2020. i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN MOTTO “BERGERAK”. iv.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN Aku persembahkan karyaku untuk: Tuhan Yesus Kristus Terimakasih Tuhan atas penyertaan-Mu dalam hidupku. Atas Berkat dan Rahmat-Mu, Engkau memberikan kekuatan, kelancaran, kesehatan serta kemudahan dikala aku kebingungan. Orangtuaku Bapak Arif Trihono dan Ibu Tabita Desmawati Terimakasih atas doa, dukungan serta cinta yang selalu hadir kapanpun itu untuk anakmu. Mbakku Jojo Ardiana Terimakasih karena telah menjadi panutan. Suporter Simon, Matius, Yulita, Teguh, Acil, Icha, Jupe, Ester, Devita, Selni Ayu Support System Anom Squad Marco, Brandon, Punjung Manusia Paling Sans Seriboe Djendela O.M Maraka 16 Sumonggo Crew Hendri, Pongky, Irawan, Dennis Rio Patola, Widya Sari, Lintang Maharsi, Agnes Meilina SriNiko Gerombolan Pembawa Bencana Silek, Bledek, Dologok, Siwon, Gaplek, Musafir Terimakasih telah memberikan dukungan, masukkan, kritik, obrolan, tongkrongan dan tidak melupakan OrangTua dimomen apapun. Dosen Pembimbing Ibu Prias Hayu, yang selalu memberikan dukungan peneliti untuk pengerjaan skripsi dan dapat menjadi teman untuk mengobrol hal-hal santai.. v.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK TINGKAT KONTROL DIRI DALAM BELAJAR MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020) Efeza Ardinata Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2020 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa bimbingan dan konseling 2019/2020 dan mengidentifikasi item-item kontrol diri yang capaian skor rendah yang akan dijadikan usulan topik bimbingan pribadi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitafif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sejumlah 108 mahasiswa. Teknik pengumpulan data di lakukan menggunakan skala kontrol diri yang terdiri dari 70 pernyataan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa bimbingan dan konseling 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa bimbingan dan konseling 2019/2020 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kontrol diri sebagai berikut: 62 mahasiswa (88,57%) memiliki tingkat kontrol diri sangat tinggi, 8 mahasiswa (11,43%) memiliki tingkat kontrol diri tinggi dan tidak ada yang memiliki tingkat kontrol diri sedang (0%), rendah (0%) dan sangat rendah (0%). Penelitian ini digunakan sebagai dasar menyusun topik topik pendampingan untuk mempertahankan dan meningkatkan kontrol diri yang sudah baik yaitu: (1) Melatih diri bersikap tenang, (2) Kesabaran adalah Kunci (3) Berpikir Sebelum Bertindak, (4) Mengolah Egoisme Diri, (5) Memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri. Kata Kunci: Kontrol Diri, Mahasiswa, Belajar.. viii.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT SELF-CONTROL LEVEL IN STUDENT LEARNING (Descriptive Study on Guidance and Counseling Students of Sanata Dharma University Yogyakarta 2019/2020) Efeza Ardinata Sanata Dharma University Yogyakarta 2020 This study aims to the level of self-control in student learning guidance and counseling 2019/2020 and to identify low-scoring self-control items that will be used as suggestions for personal guidance topics. The method of the research was descriptive quantitative. The subjects of this study were 108 students of Guidance and Counseling Study Program, Sanata Dharma University Yogyakarta. The data collection technique was carried by out using a self-control scale consisting of 70 statements. The data analysis technique used in this research was descriptive statistics. The reason of choosing descriptive statistics was to describe the level of self-control in student learning guidance and counseling 2019/2020. The results showed that the students of 2019/2020 guidance and counseling program of Sanata Dharma University Yogyakarta had self-control as follows: 62 students (88.57%) had a very high level of self-control, 8 students (11.43%) had a high level of self-control and none of them had moderate (0%), low (0%) and very low (0%) levels of self-control. This research is used as a basis for arranging mentoring topics to maintain and improve good self-control, namely: (1) Training yourself to be calm, (2) Patience is the Key (3) Thinking Before Acting, (4) Cultivating Self-Egoism, (5) ) Treat others like treat yourself. Keywords: Self Control, Student, Learning.. ix.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................. iii HALAMAN MOTTO ...........................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...............................................................vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................ix KATA PENGANTAR............................................................................................ x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xii DAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN GRAFIK ................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xvi BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ..................................................................................... 6 C. Batasan Masalah .......................................................................................... 6 D. Rumusan Masalah ........................................................................................ 7 E. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 7 F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 G. Batasan Istilah .............................................................................................. 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................................. 9 A. Kontrol Diri ................................................................................................. 9 1. Pengertian Kontrol Diri ......................................................................... 9 2. Aspek-Aspek Kontrol Diri .................................................................. 10 3. Faktor-Faktor Kontrol Diri .................................................................. 11 4. Fungsi Kontrol Diri ............................................................................. 12 5. Jenis-Jenis Kontrol Diri ....................................................................... 13. xii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Teknik Kontrol Diri ............................................................................. 13 B. Hakikat Mahasiswa .................................................................................... 14 1. Pengertian Mahasiswa ......................................................................... 14 2. Mahasiswa Sebagai Dewasa Awal....................................................... 15 3. Ciri-Ciri Mahasiswa ............................................................................. 15 C. Hakikat Belajar .......................................................................................... 16 1. Pengertian Belajar .................................................................................. 16 2. Prinsip-Prinsip Belajar ........................................................................... 16 3. Ciri-Ciri Belajar ..................................................................................... 17. BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 18 A. Jenis Penelitian........................................................................................... 18 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 18 C. Subjek Penelitian ....................................................................................... 19 D. Variabel Penelitian ..................................................................................... 19 E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ................................................. 19 1. Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 19 2. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................. 20 F. Uji Coba Instrument................................................................................... 22 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen .......................................................... 23 1. Validitas .............................................................................................. 23 2. Reliabilitas .......................................................................................... 26 H. Teknik Analisis Data.................................................................................. 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 30 A. Hasil Penelitian .......................................................................................... 30 1. Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa ............................... 30 2. Item yang Capaian Skornya Rendah Sebagai Dasar Penyusunan Topik-Topik Pribadi............................................................................ 30 B. Pembahasan................................................................................................ 31 1. Deskripsi Tingkat Kontrol Diri Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa .......................................................................................... 31. xiii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Usulan Topik-Topik Pendampingan yang Sesuai untuk Meningkatkan Kontrol Diri Belajar Pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 .......................................................................................... 34 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 37 A. Simpulan .................................................................................................... 37 B. Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 37 C. Saran .......................................................................................................... 38 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 40 LAMPIRAN.......................................................................................................... 41. xiv.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL, GAMBAR DAN GRAFIK Tabel 3.1. Norma Skoring Kuesioner Kontrol Diri ........................................ 21. Tabel 3.2. Kisi-kisi. Kuesioner. Tingkat. Kontrol. Diri. Dalam. Belajar. Mahasiswa ..................................................................................... 21 Tabel 3.3. Jumlah Subjek Uji Coba ............................................................... 22. Tabel 3.4. Jumlah Subjek Penelitian ............................................................... 23. Tabel 3.5. Jumlah Item Gugur dan Valid ........................................................ 23. Tabel 3.6. Kisi-Kisi Kuesioner Kontrol Diri Sesudah Uji Ciba...................... 25. Tabel 3.7. Relibilitas skala Kontrol Diri ......................................................... 27. Tabel 3.8. Norma Kategorisasi Item ............................................................... 28. Tabel 3.9. Norma Kategorisasi Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa ........................................................................................ 29. Tabel 3.10 Kategorisasi Skor ItemTingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa ........................................................................................ 29 Grafik 4.1 Kategorisasi Data Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa 30 Tabel 4.2. Usulan Topik-Topik Bimbingan Untuk Meningkatkan Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa .......................................... 35. xv.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Instrumen Penelitian ...................................................................... 42. Lampiran 2. Hasil Komputasi Uji Validitas Instrumen Penelitian ..................... 47. Lampiran 3. Tabulasi Data Penelitian ................................................................ 53. xvi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, berisikan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan istilah. A. Latar Belakang Setiap institusi memiliki perbedaan nyata baik dari segi fisik sampai sistem yang ada di dalamnya. Perbedaan itu meliputi cara belajar, perbedaan pola relasi antarmahasiswa dengan pengajar/dosen dan kegiatan ekstrakurikuler atau sering disebut unit kegiatan mahasiswa (UKM). Perbedaan itu semua tentunya membutuhkan adaptasi. Kemampuan atau keterampilan untuk beradaptasi bisa jadi berbeda antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lain. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh cara berpikir, mampu berinisiatif untuk melakukan sesuatu dan cara merespons suatu keadaan. Adaptasi yang dilakukan itu tentu banyak menuai tekanan yang diakibatkan dari suatu perubahan. Para mahasiswa dihadapkan pada tuntutan dan perubahan yang cepat, sehingga membuat mereka mengalami masa-masa yang penuh tekanan. Cara belajar yang berbeda pada tingkat Universitas dan SMA tentunya jadi penyebab munculnya tekanan tersebut. Mahasiswa ditingkat Universitas dituntut untuk belajar lebih mandiri. Seorang siswa SMA ketika hendak/mau menjadi seorang mahasiswa di universitas, akan mengalami suatu fase peralihan. Salah satu. 1.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. diantaranya adalah kontrol diri dengan perubahan-perubahan kultur dan dinamika dengan lingkungan belajar. Hal ini juga yang menjadi kendala para mahasiswa ketika pertama kali mereka masuk ke lingkungan baru yang sangat berbeda dari lingkungan yang dihadapi sebelumnya. Masalahmasalah yang berkaitan dengan fase peralihan dari SMA ke universitas dapat membangkitkan emosi tersendiri bagi mahasiswa, bahkan menjadi sumber stres dan kecemasan pada dirinya. Kecemasan ini merupakan perasaan yang dialami seseorang saat sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi. Perasaan tidak percaya diri dan gugup atau cemas dalam menghadapi sesuatu, bisa muncul karena adanya ketidaksiapan seseorang untuk melakukan sesuatu seperti menghadapi ujian. Kecemasan seperti inilah yang dapat mengganggu proses belajar mahasiswa. Kecemasan menghadapi ujian menjadi penghambat belajar yang mengganggu kinerja fungsi-fungsi psikologis seseorang seperti kognitif, afektif dan psikomotor, sehingga untuk mengatasi kecemasan tersebut belajar sebelum ujian dan mempersiapkan diri dengan baik menjadi salah satu solusi. Belajar dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri seseorang sehingga perlu adanya persiapan yang matang sebelum menghadapi ujian. Belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi belajar adalah faktor jasmani dan psikologis. Sedangkan faktor dari luar yang mempengaruhi belajar adalah keluarga, sekolah dan masyarakat..

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Kontrol diri merupakan suatu kecakapan membaca situasi dan lingkungan. Kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi, kemampuan untuk mengendalikan perilaku, kecenderungan menarik perhatian. Kontrol diri (Gordfried dan merbaum) dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa seseorang kearah konsekuensi positif. Menurut Gufron (Rini Risnawati, 2011) Kontrol diri merupakan suatu kecapakan seseorang dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungan serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sosial. Kemampuan untuk mengendalikan diri, kecendurangan untuk menarik perhatian, keinginan untuk mengubah perilaku agar sesuai dengan lingkungan sosial atau dengan orang lain adalah bentuk penyesuaian diri. Penyesuaian diri inilah yang menjadi salah satu bentuk dari kontrol diri. Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang. Adanya kontrol diri ini agar seseorang mampu untuk menahan gejolak emosi terhadap rangsangan dari lingkungan di sekitarnya. Kontrol diri memungkinkan seseorang berpikir atau berperilaku yang lebih terarah, dapat menyalurkan dorongandorongan perasaan dalam dirinya secara benar dan tidak menyimpang dari.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. norma-norma yang berlaku di lingkungan. Semakin tinggi tingkat kontrol diri seseorang, maka semakin menurun pemikiran atau perilaku negatif. Rosiana (2011) mengakatakan bahwa apa yang menjadi penilaian kognitif mahasiswa terhadap budaya akademik di kampus berbeda dengan kenyataan yang mereka hadapi di lapangan sehingga dapat mempengaruhi pola penyesuaian diri mahasiswa baik di dalam kampus dan di luar kampus. Penyesuaian diri di universitas dalam hal pencapaian kuliah meliputi prestasi akademik mahasiswa dan pertumbuhan pribadi. Dalam pendekatannya, mahasiswa yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah mahasiswa yang memperoleh nilai/hasil akhir yang memuaskan. Sebaliknya, mahasiswa yang tidak dapat menyesuaikan diri adalah mahasiswa yang memperoleh nilai kurang memuaskan. Berdasarkan realita, sampai pada saat ini banyak mahasiswa angkatan 2019 Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memiliki kontrol diri yang baik. Akan tetapi banyak juga mahasiswa angkatan 2019 yang belum memilki kontrol diri yang baik. Kontrol diri yang belum baik ini dapat terlihat ketika hendak mengikuti ujian. Banyak mahasiswa yang belum dapat mengelola waktu dengan baik, hal ini bisa terlihat seperti terlalu sering bermain game online, nongkrong sampai larut malam, lebih mengutamakan kegiatan organisasi di kampus maupun di luar kampus, menggunakan waktu perkuliahan untuk bermain handphone di dalam kelas, menggunakan izin ke kamar mandi untuk.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. merokok dan mengobrol, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti proses perkuliahan atau ujian. Hal ini didukung penulis dengan melakukan observasi di kelas angkatan 2019 saat proses pembelajaran. Adapun mahasiswa yang fokus belajar adapula yang tidak fokus seperti mengobrol tidak sesuai topik kuliah, izin masuk keluar kamar mandi beramai-ramai, bermain game online atau media sosial lainnya, bahkan sampai ada yang tidur pulas di kelas saat kuliah. Dampak dari perilaku mereka terlihat saat presentasi materi di depan kelas, ada yang gugup, tidak mengerti apa yang di presentasikan, dan saling melempar siapa yang akan menjelaskan dikarenakan mereka tidak paham dengan materi. Dampak yang sangat jelas terlihat adalah ketika menjelang ujian semester, mereka akan meminta dikirimkan catatan di grup whatsapp, atau belajar dengan seadanya catatan yang mereka miliki. Tiba dihari ujian semester mereka yang selama kuliah tidak mempersiapkan dirinya dengan baik, mengakibatkan mereka mempunyai niat untuk mencontek dari catatan yang sudah mereka siapkan, mencontek teman di samping atau di belakang tempat duduk, dan ke kamar mandi untuk searching jawaban. Alasan dasar mereka mencontek karena tidak paham materi, takut nilai jelek serta harus mengulang mata kuliah tersebut, dan mempengaruhi IPK. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan membawa dampak yang buruk terhadap perkembangan kepribadian seperti meningkatnya perilaku hedonis, meningkatnya prokratinasi, kurang adanya tanggung jawab yang.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. menimbulkan ketidakberhasilan dalam studi. Berdasarkan hal tersebut, penting dilakukan penelitian untuk melihat tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2019. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasi berbagai masalah sebagai berikut: 1. Banyak mahasiswa yang belum dapat mengelola waktu dengan baik. 2. Terdapat mahasiswa yang lupa untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti proses perkuliahan atau ujian. 3. Terdapat mahasiswa yang lebih mengutamakan bermain game online daripada belajar. 4. Terdapat mahasiswa yang lebih mengutamakan nongkrong sampai larut malam. 5. Terdapat. mahasiswa. yang. lebih. mengutamakan. kegiatan. organisasi di kampus maupun di luar kampus. 6. Terdapat mahasiswa yang lebih menggunakan waktu perkuliahan untuk bermain handphone di dalam kelas. 7. Terdapat mahasiswa yang lebih menggunakan izin ke kamar mandi untuk merokok dan mengobrol. C. Batasan Masalah.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 7. Berdasarkan penelitian ini, fokus kajian diarahkan untuk menjawab masalah-masalah terkait tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. D. Rumusan Masalah 1. Seberapa tinggi tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2019 ? 2. Usulan topik pendampingan apa saja yang bisa diusulkan berdasarkan capaian butir item yang teridentifikasi rendah? E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini, diantaranya : 1. Mendeskripsikan tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2019. 2. Mengindentifikasi butir atau item tingkat kontrol diri mana yang capaiannya skornya teridentifikasi rendah sehingga bisa diusulkan topik-topik pendampingan. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan ilmu terutama bidang psikologi pendidikan untuk mengkaji tentang keadaan psikologis mahasiswa baru dalam belajar di tingkat universitas..

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 8. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini digunakan untuk memberikan informasi yang berkaitan mengenai pengelolaan kontrol diri bagai mahasiswa, penelitian juga diharapkan dapat menjadikan sumbangan topik dalam bimbingan pribadi-sosial untuk mengembangkan referensi bimbingan pada saat perkuliahan di luar atau di dalam kelas. G. Batasan Istilah 1. Kontrol diri adalah suatu kecakapan membaca situasi dan lingkungan. Kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi kemampuan untuk mengendalikan perilaku. 2. Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. 3. Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku seseorang yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif..

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kontrol Diri 1. Pengertian Kontrol Diri Kontrol diri adalah suatu kemampuan untuk menyusun, mengatur, dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa seseorang kearah konsekuensi positif. Kontrol diri secara langsung sangat relevan untuk melihat hubungan antara pribadi dengan isyarat situasional dalam bersikap dan berpendirian yang efektif. Kontrol diri juga menggambarkan keputusan seseorang yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perintah yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan. Chaplin (1999) berpendapat bahwa definisi dari kontrol diri merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam menekan dan merintangi impuls atau tingkah laku yang bersifat impulsif. Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam merespon suatu kondisi, yang dapat diartikan sebagai suatu keyakinan bahwa seseorang dapat mencapai hasil-hasil yang diinginkan lewat tindakan diri sendiri. Karena itulah perasaan dan kontrol diri dapat dipengaruhi oleh keadaan situasi, tetapi persepsi kontrol diri terletak pada pribadi orang tersebut, bukan pada situasi. Kontrol diri merupakan kemampuan seseorang dimana ia dapat menyesuaikan tingkah laku yang dapat diterima oleh lingkungan sosial dimasyarakat. Kontrol diri juga disebut sebagai bagian dari perasaan. 9.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 10. seseorang bahwa seseorang dapat mampu membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan apabila berhasil serta dapat menghindari hasil yang tidak diinginkan apabila seorang tersebut tidak berhasil. 2. Aspek Kontrol Diri Aspek-aspek kontrol diri dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Averill (Risnawati, 2010) yaitu a. Kontrol Perilaku (Behavioral Control) Kesiapan atau tersedianya suatu respons yang dapat secara langsung mempengaruhi atau memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kemampuan mengontrol perilaku ini menjadi dua komponen, yaitu mampu mengendalikan situasi dan mampu mengontrol perilaku positif. Kemampuan mengatur pelaksanaan merupakan kemampuan seseorang yang kemampuan mengontrol dirinya baik akan mampu mengatur perilaku dengan menggunakan kemampuan dirinya dan bila tidak mampu seseorang akan menggunakan sumber eksternal. b. Kontrol Kognitif (Cognitif Control) Kemampuan seseorang dalam mengolah informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai, atau menggabungkan suatu kejadian dalam suatu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan. Aspek ini terdiri atas dua komponen, yaitu mampu melihat pengalaman.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 11. yang tidak menyenangkan dari segi positif dan mampu melakukan penilaian situasi secara positif dengan subyektif. Dengan melihat pengalaman yang tidak menyenangkan diri dari segi positif oleh seseorang dapat mengantisipasi keadaan tersebut dengan berbagai pertimbangan. Melakukan penilaian berarti individu berusaha menilai dan menafsirkan suatu keadaan atau peristiwa dengan cara memperhatikan segi-segi positif secara subjektif. c. Mengontrol keputusan (Decisional Control) Merupakan kemampuan seseorang mampu mengambil keputusan. dan. mengambil. tindakan. secara. positif. atas. permasalahan yang dihadapi. Kontrol diri dalam menentukan pilihan akan berfungsi baik dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan atau kemungkinan pada diri seseorang untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan 3. Faktor-faktor Kontrol Diri Kontrol diri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara garis besarnya faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol diri ni terdiri dari faktor internal (dari dalam diri seseorang) dan faktor eksternal (lingkungan seseorang). a. Faktor Internal Faktor internal yang ikut andil terhadap kontrol diri salah satunya adalah usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin baik kemampuan mengontrol diri seseorang..

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 12. b. Faktor Eksternal Faktor eksternal ini diantara adalah lingkungan keluarga. Lingkungan. keluarga terutama orangtua akan menentukan. bagaimana kemampuan mengontrol diri seseorang. Menurut Nasichah (Ghufron dalam Risnawati, 2010) bahwa persepsi seseorang dalam penerapan disiplin orang tua yang cenderung demokratis akan diikuti tingginya kemampuan mengontrol dirinya. Oleh sebab itu orang tua menerapkan sikap disiplin kepada anaknya secara intens sejak dini. 4. Fungsi Kontrol Diri Fungsi kontrol diri menurut Messina & Mesina (Purnami, 2014) antara lain adalah sebagai berikut: a. Membatasi perhatian seseorang terhadap orang lain b. Membatasi keinginan untuk mengendalikan orang lain dan lingkungan c. Membatasi tingkah laku seseorang agar sesuai dengan nilai dan norma masyarakat yang berlaku. 5. Jenis-jenis Kontrol Diri Block (Risnawati, 2010) berdasarkan kualitasnya kendali diri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: a. Over Control.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 13. Kendali diri yang dilakukan oleh seseorang secara berlebihan yang menyebabkan seseorang banyak menahan diri dalam bereaksi terhadap situasi/keadaan. b. Under Control Kecenderungan seseorang yang melepaskan impuls dengan bebas tanpa perhitungan masak. c. Appropriate Control Kendali seseorang dalam upaya mengendalikan impuls secara tepat. 6. Teknik Kontrol Diri Menurut Sukajdi (Andjani,1991:55) untuk melakukan teknik kontrol diri ini dibutuhkan tiga langkah, yaitu: a. Pemantauan Diri Seseorang. diminta. memantau. perilakunya.. Misalnya. seseorang meminta memantau jumlah makanan yang dimakan dalam sehari. Untuk memudahkan, dipakai jumlah suapan. b. Evaluasi Diri Seseorang diminta menentukan apakah makanan yang dimakan sesuai dengan yang dia inginkan. c. Pengukuhan Diri Seseorang diminta memberikan pengukuhan apabila ia dapat mencapai perilaku yang diinginkan. Pengukuhan ini dapat.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 14. berupa kegiatan yang menyenangkan ataupun pujian terhadap diri sendiri. B. Mahasiswa 1. Pengertian Mahasiswa Pengertian dari mahasiswa ialah seorang yang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi dari akademik, politeknik, sekolah tinggi institut dan universitas. Mahasiswa adalah individu yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan perencanaan dalam bertindak. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBI), mahasiswa didefinisikan sebagai orang yang belajar di Perguruan Tinggi (Kamus Bahasa Indonesia Online, kbbi.web.id) Mahasiswa dikategorikan pada tahap perkembangan yang usianya 18-25 tahun. Tahap ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal dan dilihat dari segi perkembangan. Dilihat. dari. segi. perkembangan. masa. dewasa. awal. tugas. perkembangan pada usia mahasiswa ialah pencaharian kemantaban dan masa reproduktif, yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 15. dan masa ketergantungan nilai-nilai, kreativitas, kontrol diri serta penyesuaian diri pada pola-pola hidup yang baru. 2. Mahasiswa sebagai Dewasa Awal Istilah adult atau dewasa awal berasal dari bentuk lampau kata adultus yang berarti telah tumbuh menjadi kekuatan atau ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Hurlock (1999) mengatakan bahwa masa dewasa awal dimulai pada umur 18-25 tahun, saat perubahan-perubahan. fisik. dan. psikologis. yang. menyertai. berkurangnya kemampuan reproduktif. Oleh karena itu orang dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Berdasarkan uraian di atas, peniliti menyimpulkan bahwa dewasa awal adalah masa dimana individu mulai mencari jati diri dan menyesuaikan diri dalam masyarakat. 3. Ciri-ciri Mahasiswa Kartono (Siregar, 2006) mengatakan bahwa mahasiswa merupakan anggota masyarakat yang mempunyai ciri-ciri tertentu, antara lain: a. Mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi, sehingga dapat digolongkan sebagai kaum intelektual..

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 16. b. Yang karena kesempatan di atas diharapkan nantinya dapat bertindak sebagai pemimpin yang mampu dan terampil, baik sebagai pemimpin masyakarat ataupn dalam dunia kerja. c. Diharapkan dapat menjadi daya penggerak yang dinamis bagi proses modernisasi. d. Diharapkan dapat memasuki dunia kerja sebagai yang berkualitas dan professional. C. Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). Salah satu definisi adalah proses memperoleh berbagai kemampuan, ketrampilan dan sikap. Belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku seseorang yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Hasil belajar ada yang dapat diamati jika seseorang tadinya dapat menulis, setelah belajar ia dapat menulis, maka ini dikatakan bahwa ia telah belajar, dan hasilnya pun dapat dilihat yaitu mampu menulis. Pengertian belajar menurut Gage (1984) dalam Sagala Syaiful (2010:13), ”belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman”..

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 17. 2. Prinsip-Prinsip Belajar Belajar menurut teori psikologi asosiasi (koneksioalisme adalah proses. pembentukan. asosiasi. atau. hubungan. antara. stimulus. (perangsang) yang mengenai seseorang melalui penginderaan dan respon (reaksi) yang diberikan seseorang terhadap rangsangan tadi dan proses. memperkuat. hubungan. tersebut.. Berbagai. eksperimen. dilakukan para ahli psikologi tentang proses belajar mengajar berhasil mengungkapkan serta menemukan sejumlah prinsip atau kaidah yang merupakan dasar-dasar dalam melakukan proses dan mengajar atau pembelajaran. 3. Ciri-ciri Belajar Djamarah (2008) mengatakan bahwa ada beberapa ciri-ciri belajar di antaranya sebagai berikut: a. Belajar dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan. b. Belajar merupakan proses interaksi antara seseorang dan lingkungannya c. Belajar mengakibatkan terjadinya perubahan pada diri seseorang yang belajar..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini memaparkan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012), penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifme, digunakan untuk meneliti yang pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data-data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diterapkan. Penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif. Noor (2010) menegaskan penelitian deskriptif berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian pada masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019/2020. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Kampus I Mrican, Universitas Sanata Dharma yang beralamatkan di Jalan Mrican Baru, Mrican, Caturtunggal, Depok,. 18.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 19. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2019 C. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah 108 mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2019/2020. Dipilih mahasiswa tahun ajaran baru 2019/2020, karena mahasiswa yang baru saja memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi dan lingkungan sosial yang baru. D. Variabel Penelitian Penelitian ini memiliki satu variabel yakni tingkat kontrol diri mahasiswa baru dalam menghadapi ujian akhir semester. Menurut Chaplin (1999) kontrol diri merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam menekan dan merintangi impuls atau tingkah laku yang bersifat impulsif. Aspek-aspek kontrol diri yang digunakan menurut Averill (dalam Risnawati,2010) yaitu kontrol perilaku, kontrol kognitif dan mengontrol keputusan. E. Teknik dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Menurut Sugiyono (2012), kuesioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Pada penelitian ini, kuesioner ditujukan untuk.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 20. mengumpulkan data tentang Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2019/2020. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesoner dengan jawaban berskala. Jenis Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Sugiyono skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala ini berisikan seperangkat pertanyaan yang merupakan pendapat dari subyek. Butir-butir item pertanyaan disusun berdasarkan pada aspek-aspek kontrol diri. Dalam metode penskalaan Likert, isi pertanyaan dibedakan menjadi dua kategori, yaitu favorable dan unfavorable. Pernyataan favorable adalah pertanyaan-pertanyaan yang bila disetujui atau diiyakan menunjukkan sikap positif atau pertanyaanpertanyaan yang bila disetuji atau diiyakan mencerminkan sikap negatif atau tidak menyukai objek yang menjadi pusat perhatian. Sedangkan pernyataan unfavorable adalah pernyataan yang tidak sesuai atau tidak menggambarkan kecemasan dalam penyesuaian diri. Dalam penelitian ini menggunakan jenis instrumen kuesioner dengan pemberian skor atau menyediakan empat alternatif jawaban yaitu (SS) Sangat Setuju, (S) Setuju, (TS) Tidak Setuju, (STS) Sangat Tidak Setuju..

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 21. Tabel 3.1 Norma Skoring Kuesioner Kontrol Diri Pernyataan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS). Skor Favorable 4 3 2 1. Skor Unfavorable 1 2 3 4. Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Tingkat Kontrol Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 Dalam Menghadapi Ujian Semester No. 1. 2. Aspek. Kontrol Perilaku (Behavior Control). Kontol Kognitif (Cognitif Control). Indikator. Nomor Butir. Jumlah Item Favourable Unfavourable. 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, − Mampu 11, 12 mengendalikan 6 situasi 13, 14, 15, − Mampu 16, 17, 18, mengontrol perilaku positif 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26 − Mampu melihat 34, 35, 36, 37, 38, 39, pengalaman 40, 41, 42, yang tidak menyenangkan 43, 44, 45 dari segi positif. -. Mampu melakukan penilaian situasi dari segi positif secara subyektif.. 60, 61. 12. 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33. 21. 46, 47, 49, 50, 53, 53, 55, 56, 58, 59. 26. 62, 63, 64. 48, 51, 54, 57,. 5.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 22. 3. -. Mengontrol Kepuasan (Decisional Control). Mampu mengambil tindakan secara positif atas permasalahan yang dihadapinya.. − Mampu mengambil keputusan Total. 65, 66, 67. 68, 69. 70, 71, 72, 75, 76, 77, 78 73, 74 42. 36. F. Uji Coba Instrumen Sebelum kuesioner digunakan untuk penelitian, kuesioner kontrol diri diuji cobakan kepada para mahasiswa. Uji coba kuesioner kontrol diri yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang telah disusuni Uji coba dilaksanakan pada 30 Juli 2020 dengan subjek mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di kelas A dan kelas B. Jumlah mahasiswa yang mengikuti uji coba terlihat pada tabel berikut: Tabel 3.3 Jumlah Subjek Uji Coba Kelas 2019 A 2019 B Jumlah. Jumlah Siswa 15 15 30. Sementara itu jumlah subjek untuk penelitian adalah sebagai berikut:. 5. 9 78.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 23. Tabel 3.4 Jumlah Subjek Penelitian Kelas 2019 A 2019 B Jumlah. Jumlah Siswa 54 54 108. Waktu yang dibutuhkan dalam mengisi kuesioner Kontrol Diri kurang lebih 2 minggu, dengan jumlah kuesioner yang diuji cobakan sebanyak 78 butir pertanyaan. Dari kuesioner yang diuji cobakan, diperoleh 12 item yang tidak valid atau gugur dan 66 item yang lolos atau valid. Nomor-nomor item yang dinyatakan gugur dan valid dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.5 Jumlah Item Gugur dan Valid No. 1.. Item Item Tidak Valid. 2.. Item Valid. Nomor Item Jumlah 21, 25, 26, 27, 29, 32, 41, 46, 49, 54, 12 55, 57, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 66 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 28, 30, 31, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 42, 43, 44, 45, 46, 48, 50, 51, 52, 53, 56, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78 Total 78. F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Validitas adalah kualitas esensial yang menunjukkan sejauh mana suatu tes sungguh-sungguh mengukur atribut psikologis yang hendak diukurnya (Supraktiknya, 2014) Instrumen valid berarti alat ukur yang.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 24. digunakan mengukur apa yang seharusnya diukur dengan teliti. Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak (Sugiyono, 2015). Data yang valid adalah data yang sama antara data yang diperoleh dengan realita yang terjadi pada subjek penelitian. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan validitas konstruk program SPSS for Windows versi 23,00 untuk menghitung r hitung. Setelah itu r hitung dibandingkan dengan syarat nilai r minimal. Rumus korelasi yang digunakan oleh peneliti Pearson Product Moment tersebut adalah sebagai berikut:. =. !. ∑"#$# - ( ∑"# )(∑$#). {%∑"#²−(∑"#)²}{%∑$# 2 −(∑$#)²}. Keterangan: r. = korelasi product moment. X = nilai setiap item Y = nilai dari jumlah item N = jumlah responden Data. yang. diperoleh. harus. melewati. penyaringan. dengan. menggunakan standar koefisien validitas minimal sama dengan 0,30 (Azwar, 2018). Maka dari itu, item pernyataan dapat dikatakan valid apabila item tersebut memiliki nilai koefisien. Hasil ≤ 30 sedangkan item dengan pernyataan yang tidak valid memiliki nilai koefisien ≤ 30.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 25. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 66 item pernyataan yang valid dan 12 item pernyataan yang tidak valid atau gugur serta terdapat tambahan sebanyak 4 item untuk menggenapi aspek kontrol perilaku dan kontrol kognitif. Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Kontrol Diri Sesudah Uji Coba No. 1. 2. 3. Aspek. Kontrol Perilaku (Behavior Control). Kontol Kognitif (Cognitif Control). Mengontrol Kepuasan (Decisional Control). Indikator. Nomor Butir Favourable. Unfavourable. Jumlah Item. −. Mampu mengendalikan situasi. 1, 2, 3, 4, 5, 6. 7, 8, 9, 10, 11, 12. 12. −. Mampu mengontrol perilaku positif. 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40. 25, 26, 28, 29. 27,. 17. 41, 42, 44, 45, 47, 48, 50, 51. 43, 46, 49,. 22. −. Mampu melihat pengalaman yang tidak menyenangkan dari segi positif.. -. Mampu melakukan penilaian situasi dari segi positif secara subyektif.. 52, 53. 54, 56, 57. 5. -. Mampu mengambil tindakan secara positif atas permasalahan yang dihadapinya.. 67, 58, 59. 60, 61. 5. −. Mampu mengambil keputusan. 62, 63, 64, 65, 66 39. 67, 68, 69, 70. 9. 31. 70. Total.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 26. 2. Reliabilitas Reliabilitas merupakan drajat konsistensi dan stabilitasi data atau temuan dari sebuah penelitian. Sugiyono (2013) mengatakan bahwa suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama atau sekolompok data apabila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. Sugiyono (2017) mengatakan bahwa pengujian reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini adalah Internal Consistency. Alat ukur dalam penelitian ini dicoba cukup hanya sekali saja, kemudian reliabilitas instrumen diuji dengan menganalisis konsistensi butir item dalam instrumen dengan teknik Alpha Cronbach. Metode Alpha Cronbach digunakan untuk menghitung reabilitas suatu tes yang mengukur sikap atau perilaku. Teknik Alpha Cronbach dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu instrumen penelitian reliabel atau tidak, apabila alternatif jawaban yang diberikan responden berbentuk skla, yaitu 1-4. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 23,00 dengan fitur Analyz, Scalle, Realibility untuk melihat nilai Alpha Cronbach..

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 27. Tabel 3.7 Reliabilitas Skala Kontrol Diri Crobanch’s Alpha. N of Items. .990. 70. Berdasarkan Uji Reliabilitas yang telah dilakukan diperoleh nilai Reliabilitas 0,990. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang tinggi. G. Teknik Analisis Data Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikannya atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan untuk menggeneralisasi. Penelitian ini dilakukan ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Sugiyono (2013) mengatakan bahwa kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah..

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 28. Pengkategorian Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2012). Perhitungan dalam penggolongan norma kategorisasi adalah sebagai berikut: Tabel 3.8 Norma Kategorisasi Item. Perhitungan Skor Item µ+1,5σ < X. Kategori Sangat Tinggi. µ+0,5σ <X≤ µ+1,5σ. Tinggi. µ-0,5σ < X ≤ µ+0,5σ. Sedang. µ-1,5σ< X ≤µ-0,5σ. Rendah. X ≤ µ-1,5σ. Sangat Rendah. Keterangan: •. Skor rata-rata maksimum : skor tertinggi yang didapat. •. Skor rata-rata minimum : skor terendah yang didapat. •. Standar deviasi (σ/sd) : luas jarak rentangan. •. Mean teoritik (µ) : rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum Berdasarkan rumus tersebut, maka kategorisasi data dapat dihitung. sebagai berikut: Skor Maximum. = skor tertinggi x jumlah item.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 29. = 4 x 70 Skor Minimum. = skor terendah x jumlah item = 1 x 70. Rata-rata Teoritik. = 280. = 70. = skor minimum x skor minimum / 2 = 280 x 70 / 2 = 175. Standar Deviasi. = skor maksimum – skor minimum / 6 = 280 – 70 / 6 = 35. Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Data Tingkat Kontrol Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 Dalam Menghadapi Ujian Semester Norma 175 + 1,5 .35 < X 175 + 0,5 .35 < X ≤ 175 + 1,5 .35 175 – 0,5 .35 < X ≤ 175 + 0,5 .35 175 – 1,5 .35 < X ≤ 175 – 0,5 .35 X ≤ 175 – 1,5 .35. Nilai 227,5 < X 192,5 < X ≤ 227,5 157,5 < X ≤ 192,5 122,5 < X ≤ 157,5 < X ≤ 122,5. Kategorisasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah. Sementara itu kategori data untuk item kontrol diri adalah sebagai berikut: Skor Maksimum. = skor tertinggi x jumlah mahasiswa = 4 x 78. Skor Minimum. = skor terendah x jumlah mahasiswa = 1 x 78. Rata-rata Teoritik. = 312. = 78. = skor maksimum x skor minimum / 2 = 312 + 78 / 2 = 195. Standar Deviasi. = skor maksimum – skor minimum / 6 = 312 - 78 / 6 = 39.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 30. Tabel 3.10 Kategorisasi Skor Item Tingkat Kontrol Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 Dalam Menghadapi Ujian Semester Norma. Nilai. Kategorisasi. 195 + 1,5 . 39 < X 195 + 0,5 . 39 < X ≤ 195 + 1,5 . 39 195 – 0,5 . 39 < X ≤ 195 + 0,5 . 39 195 – 1,5 . 39 < X ≤ 195 – 0,5 . 39 X ≤ 195 – 1,5 . 39. 253,5 < X 214,5 < X ≤ 253,5 175,5 < X ≤ 214,5 136,5 < X ≤ 175,5 < X ≤ 136,5. Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 31. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian kontrol diri dalam belajar mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma 2019/2020. A. Hasil Penelitian 1. Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020. Skor kontrol diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 dikategorikan berdasarkan kategorisasi yang telah diuraikan di bab 3. Tabel 4.1 Kategorisasi Data Skor Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 No.. Rentang Skor. Kategori Skor. Frekuensi. Presentase. Sangat Tinggi. 62. 88,57 %. 1.. 253,5 < X. 2.. 214,5 < X ≤ 253,5. Tinggi. 8. 11,43 %. 3.. 175,5 < X ≤ 214,5. Sedang. 0. 0. 4.. 136,5 < X ≤ 175,5. Rendah. 0. 0. 5.. < X ≤ 136,5. Sangat Rendah. 0. 0. Total. 100%. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa; a. Beberapa mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2019 yang memiliki kategori kontrol diri sangat tinggi dengan presentase 88,57%..

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 32. Hal tersebut menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa yang memiliki kontrol diri yang sangat bagus. b. Sebanyak 8 mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2019 yang memiliki kategori kontrol diri tinggi dengan presentase 11,43%. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kontrol diri yang baik. c. Tidak ada mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2019 yang memiliki kategori kontrol diri sedang dengan presentase 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak siswa yang memiliki kontrol diri yang sedang. d. Tidak ada mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2019 yang memiliki kategori kontrol diri rendah dengan presentase 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak siswa yang memiliki kontrol diri yang rendah. e. Tidak ada mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2019 yang memiliki kategori kontrol diri sangat rendah dengan presentase 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak siswa yang memiliki kontrol diri yang sangat rendah. B. Pembahasan 1. Deskripsi Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kontrol diri dalam belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 berada dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 dalam menghadapi ujian semester memiliki tingkat kontrol diri.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 33. yang baik. Kontrol diri mahasiswa yang baik ini terdiri dari tiga aspek yaitu aspek perilaku, kognitif, dan mengontrol kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan item berada dalam kategorisasi sangat tinggi dan tinggi. Kategorisasi tersebut mencakup seluruh aspek dan indikator dari tingkat kontrol diri. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Goldfried dan Merbaum (dalam Risnawati, 2010) bahwa, kontrol diri pada aspek kontrol perilaku sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. Kontrol diri juga dapat menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan perilaku untuk melakukan hal-hal yang diinginkannnya. Kemampuan. mahasiswa. dalam. mengontrol. diri. ini. dapat. disebabkan mahasiswa memasuki jenjang baru dalam studi yaitu dari siswa sekolah masuk ke universitas sebagai mahasiswa. Pada masa ini mahasiswa memiliki tugas baru dalam kehidupannya. Dalam hal pendidikan tugasnya berubah ke jenjang baru atau lebih tinggi levelnya. Dan saat memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan membaur dengan teman dan pengajar yang memiliki budaya dan karakter berbeda dengan dirinya. Menjadi mahasiswa yang masuk ke universitas mengharuskan untuk melakukan penyesuaian dengan situasi dan tuntutan baru untuk meningkatkan kontrol diri mereka. Hurlock (1999) mengatakan bahwa masa masa dewasa awal dimulai pada umur 18-25 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 34. psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif. Oleh karena itu orang dewasa awal adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Maka dapat dikatakan mahasiswa sebagai dewasa awal adalah masa mahasiswa mulai mencari jati diri dan menyesuaikan diri dalam lingkungan bermasyarakat. Dalam pencarian jati diri inilah mahasiswa terlihat mengalami peningkatan kontrol diri disebabkan informasi-informasi yang diterima yang menyebabkan mahasiswa mampu membimbing perilaku sendiri dalam melakukan sesuatu dan mencapai tujuan dengan cara yang mereka inginkan sendiri. Hasil penelitian tentang kontrol diri mahasiswa berbeda dengan kontrol diri yang diuraikan dalam latar belakang. Hal ini disebabkan prodi Bimbingan dan Konseling USD sudah menyiapkan dan melaksanakan program-progam untuk mahasiswa angkatan 2019 untuk dapat mengenal lebih jauh tentang dunia perkuliahan terkhusus di prodi Bimbingan dan Konseling USD seperti insipro (inisiasi prodi) yang berisi tentang saling berkenalan dengan teman seangkatannya, tentang dunia perkuliahan, berkenalan dengan prodi, dan para dosen. Lalu pada penghujung semester akan dilakukan pertemuan perangkatan bersama DPA (Dosen Pembimbing Akademik) yang dinamakan PPKMB yang di dalamnya turut membahas kegiatan belajar mengajar selama satu semester dan persiapan ujian semester, terkadang kegiatan tersebut dilakukan dengan cara retret sebagai tujuan untuk lebih mengakrabkan diri satu angkatan. Kemungkinan hal.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 35. tersebut membuat mahasiswa angkatan 2019 sudah dapat membangun komunikasi secara baik, mengenal satu persatu karakter teman seangkatannya dan menemukan kecocokan dalam berinteraksi serta dalam berkerjasama untuk melakukan kegiatan. Kemungkinan lain angkatan 2019 telah mengakrabkan diri mereka sendiri dengan cara belajar bersama, mengikuti kepanitiaan kampus atau sekedar berkumpul bersama dikampus maupun diluar kampus. Perubahan kontrol diri mahasiswa terdapat faktor lingkungan juga yang sesuai dengan pendapat Chaplin (1999) yang mengatakan bahwa definisi dari kontrol diri merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam menekan dan merintangi impuls atau tingkah laku yang bersifat impuls. Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam merespon suatu kondisi, yang dapat diartikan sebagai suatu keyakinan bahwa seseorang dapat mencapai hasil-hasil yang diinginkan lewat tindakan diri sendiri. Karena itulah perasaan dan kontrol diri dapat dipengaruhi oleh keadaan situasi, tetapi persepsi kontrol diri terletak pada pribadi orang tersebut, bukan pada situasi. 2. Usulan. Topik-topik. Bimbingan. Pribadi. yang. Sesuai. untuk. Meningkatkan Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020. Topik. bimbingan. pribadi. yang. dapat. digunakan. untuk. meningkatkan dan mempertahankan tingkat kontrol diri dapat disusun berdasarkan skor item dalam hasil penelitian ini..

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 36. Tabel 4.2 Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Untuk Meningkatkan Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020. no 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. item Saya tetap rileks ketika saya mengetahui teman-teman yang lain sudah selesai mengerjakan soal ujian terlebih dahulu. Saya marah dan membentak teman saya ketika diganggu saat belajar. Saya menjadi lebih giat belajar setelah mendapat kritik dari orang lain. Pikiran saya menjadi kacau ketika tidak menjawab soal yang sulit saat ujian. Saya memilih belajar bersama teman daripada kebingungan belajar sendirian. Saya bermain handphone di kelas saat tidak mengerti materi yang sedang diajarkan. aspek Kontrol Perilaku. topik Melatih diri bersikap Tenang. tujuan Individu dapat mengontrol dirinya untuk bersikap tenang dalam kondisi apapun.. metode Presentasi, sharing dan refleksi.. Kontrol Perilaku. Kesabaran adalah Kunci. Individu mampu mengolah kesabaran sebelum melakukan sesuatu.. Presentasi, sharing dan refleksi.. Individu mampu berpikir dengan tenang dan menerima masukan dan kritik dengan lapang dada. Individu mampu berpikir dan menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu Individu dapat percaya diri dan memprioritaskan kebutuhannya terlebih dahulu.. Presentasi, sharing dan refleksi.. individu dapat menghargai diri sendiri dan orang lain.. Presentasi, sharing dan refleksi.. Kontrol Kognitif. Kontrol Kognitif. Berpikir Sebelum Bertindak. Mengontrol Kepuasan. Mengolah Egoisme Diri. Mengontrol Kepuasan. Memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri.. Presentasi, sharing dan refleksi.. Presentasi, sharing dan refleksi..

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 37. oleh dosen. Sumber Pustaka: Tim Paramitra, 2011. Kumpulan Lengkap Materi Bimbingan dan Konseling Pribadi, Sosial, Belajar, Karier. Yogyakarta: Paramitra Publishing.. BAB V PENUTUP Bab ini menguraikan simpulan, keterbatasan penelitian dan saran A. Simpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1. Skor Tingkat Kontrol Diri Dalam Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 masuk ke kategori sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2019/2020 memiliki tingkat kontrol diri yang baik dalam menjalani masa transisi dari sekolah ke kuliah serta dapat menyesuaikan diri pada lingkungan belajar yang baru. 2. Usulan topik bimbingan berdasarkan kontrol diri untuk mempertahankan dan mengembangkannya adalah dengan topik “Tenang adalah Jurus Hebat”, “Kesabaran adalah Kunci” , “Berpikir dan Bertindak dengan Ketenangan”, “Mengolah Egoisme Diri”, “Menghargai untuk Dihargai”. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini telah dilakukan sesuai dengan kaidah dan prosedur penelitian ilmiah yang ada. Peneliti menyadari memiliki keterbatasan sehingga pelaksanaan belum maksimal dan masih banyak kekurangan yang ada dalam penelitian ini. Kekurangan dalam penelitian ini telah disadari peneliti dan.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 38. menjadi sebuah keterbatasan bagi peneliti. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Situasi pandemi Covid-19 mengakibatkan peneliti harus mengubah cara menyebarkan kuesioner yang semula akan hadir dalam kelas Bimbingan dan Konseling angkatan 2019 secara langsung diganti dengan menjadikan Link Kuesioner dan disebarkan melalui koordinator kelas A dan kelas B ke grup kelas masing-masing. 2. Pengisian kuesioner cukup lama karena tidak bertatap muka, memakan waktu 2 minggu di uji coba instrumen dan 12 hari pada instrumen yang sudah di validasi. 3. Pengisian kuesioner cukup lama dikarena mahasiswa Bimbingan dan. Konseling. angkatan. 2019. memfokuskan. diri. untuk. mengerjakan tugas-tugas kuliah terlebuh dahulu, link kuesioner tertimbun chat yang baru sehingga perlu diingatkan berkali-kali agar tidak terlupakan. C. Saran 1. Bagi Prodi Bimbingan dan Konseling Prodi Bimbingan dan Konseling dapat menerapkan pendekatan atau penjelasan rinci bagi mahasiswa angkatan baru agar mahasiswa baru dapat memperjelas bayangan atau ekspetasinya ketika belajar pada perkuliah dengan. lingkungan. yang. baru. serta. dapat. mempertahankan tingkat kontrol diri bagi mahasiswa. 2. Bagi Mahasiswa. meningkatkan. dan.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 39. Diharapkan dapat belajar dan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru agar meningkatkan dan mempertahankan tingkat kontrol diri yang baik. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat menjadi acuan belajar diharapkan memperluas sampel penelitian agar sampel penelitian dapat berkembang dan semakin lengkap..

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 40. DAFTAR PUSTAKA Averill, J.R (1973). Personal Control Over Aversive Stimuli and It’s Relationship to Stress. Psychological Bulletin, No.80. p 289-303. Chaplin J.P. (1999). Hubungan Kontrol diri Dengan Kecanduan Internet Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah. Djamarah. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta Ghufron & Risnawati. (2011). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Madia. Goldfired & Merbaum, Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Ketergantungan Internet Di Pustaka Digital Perpustakaan Daerah Medan. Jurnal Edukasi Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah Medan. Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkemabngan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi 5. Jakarta: Erlangga. Siregar, A. (2006). Motivasi Berprestasi Mahasiswa Ditinjau dari Pola Asuh. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7334 Noor, Juliansyah. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana. Pengertian Mahasiswa. Diunduh dari https://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa. \ Purnami, Triana (2014). Hubungan antara Kontrol Diri dengan Perilaku Melanggar Syariat Islam pada Siswa di SMA N 1 Bandar: Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta. Risnawati. (2010). Hubungan Antara Self-Control Dengan Intensitas Penggunaan Internet Remaja Akhir. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negri syafri Hidayahtullah. Jakarta Rossiana, (2011). Penyesuaian Akademis Mahasiswa Tingkat Pertama. Prosiding SNaPP. Sagala Syaiful. (2010). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta..

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 41. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung:Alfabeta.. LAMPIRAN.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 42. LAMPIRAN 1: Instrumen Penelitian KUESIONER A. Identitas NIM. :. B. Kata Pengantar Pada kesempatan ini, saya meminta kesediaan teman-teman untuk mengisi kuesioner ini yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri. Saya sangat mengharapkan partisipasi teman-teman untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan diri serta pengalaman temanteman. Atas kesediaan teman-teman saya mengucapkan terima kasih. C. Petunjuk Pengisian Dibawah ini terdapat sejumlah pernyataan. Bacalah masing-masing pernyataan dengan teliti. Berikan tanda (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pengalaman teman-teman. Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikut: 1. Sangat Sesuai (SS). : Hal ini sangat sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari.. 2. Sesuai (S). : Hal ini sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari.. 3. Tidak Sesuai (TS). : Hal ini tidak sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari..

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 43. 4. Sangat Tidak Sesuai (STS) : hal ini sangat tidak sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari. -Selamat Mengerjakan-. No.. Pernyataan. 1.. Saya mampu belajar dengan baik di saat saya sedang panik. 2.. Saya berusaha tetap fokus ketika hendak memulai mengerjakan ujian. 3.. Saya berusaha tidak mengeluh dengan tugas kuliah. 3. 5. 6.. Saya tetap berkonsentrasi belajar untuk mempersiapkan diri sebelum ujian Saya tetap menjawab soal ujian walaupun dalam keadaan bingung Saya tetap tenang selama ujian walaupun sedang memiliki masalah pribadi dengan teman sebangku. 7.. Saya menggerutu saat tidak dapat menjawab soal ujian. 8.. Saya mengkosongkan jawaban ketika sulit menjawab ujian. 9.. Saya mengeluh dan mengabaikan tugas-tugas kuliah. 10. 11. 12.. Soal ujian yang sulit membuat saya menjadi panik dan tidak mampu berkonsentrasi Saya marah dan membentak teman saya ketika diganggu saat belajar Saya mengelak dari teman-teman yang menanyakan IPK saya. 13.. Saya selalu mencatat materi saat perkuliahan. 14.. Saya berusaha fokus mengerjakan ujian walaupun sedang dalam keadaan tertekan. 15. 16.. Saya bersikap sopan dengan pengawas ujian Saya dapat membagi waktu belajar dengan kegiatan organisasi. Alternatif Jawaban SS S TS STS.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 44. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.. Saya tetap rileks ketika mendapat soal ujian yang sulit Saya percaya diri akan kinerja saya saat mengerjakan ujian Saya tetap rileks ketika saya mengetahui teman-teman yang lain sudah selesai mengerjakan soal ujian terlebih dahulu Saya mengerjakan semampunya ketika mendapat soal ujian yang sulit Saya tidak memberikan jawaban pada teman yang mencontek saya. Mata kuliah yang sulit membuat saya terpacu untuk belajar lebih giat Saya memperhatikan dosen saat menerangkan materi di depan kelas Saya tetap tenang ketika ada ujian lisan Saya jengkel dan mengacuhkan teman yang tidak memberitahukan jawaban ujian Saya memilih rapat organisasi daripada belajar untuk ujian semester.. 27.. Soal ujian yang sulit membuat saya menjadi kewalahan. 28.. Badan saya selalu bergetar saat presentasi. 29.. Saya mencontek saat mendapat soal ujian yang sulit. 30.. Saya tetap fokus meskipun saya tidak mengerti materi yang dijelaskan dosen. 31.. Saya percaya diri dengan hasil ujian saya. 32.. Saya optimis berpikir bahwa ujian mudah dikerjakan. 33.. Soal ujian yang tidak bisa saya kerjakan membuat saya berpikir untuk belajar lebih giat. 34.. Saya tetap tenang saat suasana kelas ramai saat ujian. 35. 36. 37.. Saya tetap mengontrol pikiran untuk berpandangan positif terhadap teman-teman yang moncontek ketika ujian Mendapat nilai kurang memuaskan saat ujian tidak menyurutkan semangat belajar saya Saya mampu berpikir positif ketika teman tidak memberitahu tugas-tugas yang saya tanyakan.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 45. 38. 39. 40. 41.. Saya mampu menerima dan tetap berpikir positif ketika teman-teman tidak memilih bergabung dengan saya dalam kelompok belajar Saya dapat menolak ajakkan teman yang melakukan bolos kuliah untuk nongkrong di burjo/cafe Saya menjadi lebih giat belajar setelah mendapat kritik dari orang lain Saya tidak menjawab soal ujian yang membuat saya susah berpikir.. 42.. Saya khawatir dengan hasil ujian saya. 43.. Saya merasa panik ketika ada ujian dadakan. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58.. Saya asal menjawab soal ujian ketika waktu hampir habis. Saya tidak mampu fokus saat saya tidak mengerti materi yang dijelaskan dosen Saya tidak dapat mengontrol untuk berpandangan positif terhadap teman saya yang suka mencontek Saya berpikiran untuk mencontek ketika melihat temanteman curang dalam mengerjakan ujian Soal-soal ujian yang sulit membuat saya frustasi Saya merasa jengkel saat dosen hanya memuji teman saya saat sedang presentasi Saya tidak dapat menolak ajakan teman yang melakukan bolos kuliah untuk nongkrong di burjo/cafe Saya bersedia diajak teman untuk bekerjasama dengan cara mencontek saat ujian Saya bertanggungjawab untuk mengerjakan tugas kelompok dibandingkan bermain dengan teman saya Saya bisa mengatur jadwal belajar dan bermain game secara seimbang Saya bermain handphone di kelas saat tidak mengerti materi yang sedang diajarkan oleh dosen Jadwal belajar saya kacau ketika sedang mengikuti kegiatan organisasi Pikiran saya menjadi kacau ketika tidak menjawab soal yang sulit saat ujian Saya dapat menolak ajakkan teman yang melakukan bolos kuliah Saya memilih izin rapat organisasi untuk belajar mempersiapkan ujian.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 46. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70.. Saya memilih belajar bersama teman daripada kebingungan belajar sendirian Saya tidak dapat menolak ajakan teman yang malakukan bolos kuliah Saya tetap mengikuti kegiatan organisasi daripada belajar untuk ujian semester Saya tetap berada di kelas meskipun tidak mengerti materi yang sedang diajarkan oleh dosen Saya yakin dengan jawaban yang saya jawab pada ujian Saya berusaha menjawab soal ujian meskipun saya tidak tahu jawabannya Saya memilih mengerjakan tugas kuliah karena akan mengurangi beban pikiran saya Saya memilih mengikuti perkulihan daripada harus kehilangan materi perkuliahan Ketika ragu saya memilih tidak menjawab soal ujian Saya memilih keluar kelas apabila tidak mengerti materi yang sedang diajarkan oleh dosen Saya memilih nongkrong bersama teman-teman di kantin daripada mengkuti jam perkuliahan Saya tidak belajar untuk ujian mata kuliah yang tidak saya sukai.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 47. Lampiran 2: Hasil Komputasi Uji Validitas Total Instrumen Peneltian Nomor Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .717 .000 85 .675 .000 85 .684 .000 85 .649 000 85 .572 000 .85 .719 .000 85 .759 .000 85 .676 .000 85 .627 000 85 .770 .000 85 .756 000 85. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 48. 12. 13.. Nomor Item 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .699 .000 85 .665 .000 85. Valid. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation. .762 .000 85 .661 .000 85 .797 .000 85 .766 .000 85 .749 .000 85 .735 .000 85 .669 .000 85 .700 .000 85 .727 .000 85 .695 .000 85 .690 .000 85 .697 .000 85 .682. Valid. Valid. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 49. 27.. Nomor Item 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.. Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .000 85 .858 .000 85. Valid. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed). .740 .000 85 .733 .000 85 .759 .000 85 .755 .000 85 .737 .000 85 .722 .000 85 .696 .000 85 .772 .000 85 .684 .000 85 .738 .000 85 .776 .000 85 .699 .000 85 .722. Valid. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 50. 41.. Nomor Item 42.. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53.. Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .000 85 .741 .000 85. Valid. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .782 .000 85 .720 .000 85 .755 .000 85 .787 .000 85 .767 .000 85 .791 .000 85 .773 .000 85 .688 .000 85 .718 .000 85 .685 .000 85 .707 .000 85 .724 .000 85. Valid. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid. Valid.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 51. 54. 55.. Nomor Item 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67.. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .794 .000 85 .731 .000 85. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .725 .000 85 .709 .000 85 .683 .000 85 .611 .000 85 .709 .000 85 .639 .000 85 .710 .000 85 .744 .000 85 .709 .000 85 .735 .000 85 .674 .000 85 .729 .000 85. Valid. Valid. Valid. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 52. 68. 69.. Nomor Item 70.. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .609 .000 85 .633 .000 85. Valid. Parameter Uji. Hasil Hitung. Keputusan. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. .654 .000 85. Valid. Valid.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 53. LAMPIRAN 3 : Tabulasi Data Penelitian NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12. 3. 4. 2. 2. 4. 4. 3. 4. 4. 3. 3. 3. 3. 3. 2. 3. 3. 2. 4. 3. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 2. 4. 4. 4. 4. 4. 2. 4. 4. 3. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 2. 4. 4. 4. 3. 4. 4. 4. 4. 3. 3. 3. 3. 3. 3. 3. 3. 2. 3. 2. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 1. 3. 4. 4. 4. 4. 4. 1. 4. 3. 2. 3. 3. 3. 3. 3. 4. 4. 4. 4. 13 14 15 16 17 18 19 20. 2. 4. 2. 4. 4. 4. 3. 3. 3. 3. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 2. 3. 3. 3. 4. 2. 3. 3. 3. 2. 2. 3. 3. 3. 4. 3. 3. 3. 3. 2. 3. 4. 3. 3. 4. 3. 2. 3. 3. 4. 2. 4. 4. 4. 4. 4. 1. 3. 4. 2. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 3. 1. 3. 4. 3. 1. 4. 4. 4.

Referensi

Dokumen terkait

Masa remaja apabila diperhatikan perkembangan manusianya sejak masih berada dalam kandungan sampai dengan masa kelahiran terlihat bahwa setiap orang akan mengalami perubahan.

The present study was designed to investigate the effects of G-90, as a stimulating factor agent, on the healing of the superfi cial digital fl exor tendon (SDFT) of rabbits after

Az önkormányzati rendszer sem hatékonysági, sem hatalompolitikai szem- pontból nem vált be, mert az állam centralizált maradt annak ellenére, hogy az önkormányzatok

Sesuai dengan hasil analisis perhitungan dari regresi berganda, menunjukkan bahwa pengetahuan (X 5 ) memiliki nilai positif sebesar 1,008. Hal ini menunjukkan bahwa proses

Pada sampel dengan suhu 125 0 C nilai CaO dan SiO2 cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan sifat mekaniknya, sedangkan pada sampel dengan suhu 150 0 C memiliki nilai

(skala perusahaan) adalah upaya secara lebih terinci beban atau biaya lingkungan dari aspek apa saja yang secara nyata memang menghasilkan biaya lingkungan. Dengan demikian

Berdasarkan pada pengalaman kami dan informasi yang ada, diharapkan tidak ada efek yang membahayakan jika ditangani sesuai dengan rekomendasi dan tindakan pencegahan yang sesuai

Hal itu dikarenakan dengan adanya perputaran piutang yang semakin tinggi maka modal yang diinvestasikan dalam piutang akan semakin sedikit, sehingga perusahaan