1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Robbins dan Coulter (2005) mendefinisikan kewirausahaan sebagai proses yang dialami seseorang atau sekelompok orang yang berani mengambil risiko waktu dan finansial secara terorganisasi dalam mengejar peluang untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan melalui inovasi dan keunikan, tanpa memandang sumberdaya yang sekarang dikendalikannya. Tiga tema penting dalam definisi itu adalah (1) pengejaran peluang, (2) inovasi dan (3) pertumbuhan.
Jumlah wirausahawan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara – negara lain di kawasan Asean dan Asia, data BPS mencatat pada periode tahun 2014 jumlah wirausahawan Indonesia sebanyak 1.65% dari jumlah penduduk, dan meningkat menjadi 3.1% pada tahun 2016. Data Kementerian Koperasi dan UMKM 2014 juga mencatat, jumlah wirausaha di beberapa negara di dunia.
Tabel 1.1 Perbandingan Jumlah Wirausahawan 2014 No Negara Jumlah Wirausahawan tahun 2014 (%)
1 Indonesia 1.65% 2 Thailand 3% 3 Korea Selatan 4% 4 Malaysia 5% 5 Singapura 7% 6 Jepang 10% 7 Tiongkok 10% 8 Amerika Serikat 12% Sumber: www.mri-research-ind.com, 2017
2
Rendahnya tingkat wirausaha di Indonesia juga diikuti dengan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.
Tabel 1.2 Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Pendidikan
No
Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan
2015 2016 2017
Februari Agustus Februari Agustus Februari 1 pernah sekolah Tidak/belum 124,303 55,554 94,293 59,346 92,331 2 Tidak/belum tamat SD 603,194 371,542 557,418 384,069 546,897 3 SD 1,320,392 1,004,961 1,218,954 1,035,731 1,292,234 4 SLTP 1,650,387 1,373,919 1,313,815 1,294,483 1,281,240 5 SLTA Umum/SMU 1,762,411 2,280,029 1,546,699 1,950,626 1,552,894 6 SLTA Kejuruan/SMK 1,174,366 1,569,690 1,348,327 1,520,549 1,383,022 7 Akademi/Diploma 254,312 251,541 249,362 219,736 249,705 8 Universitas 565,402 653,586 695,304 567,235 606,939 Total 7,454,767 7,560,822 7,024,172 7,031,775 7,005,262 Sumber: BPS, 2017
Salah satu usaha yang dapat dilakukan guna mengatasi masalah penggangguran ialah dengan melakukan wirausaha. Karena wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran yang terjadi saat ini. Selain menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Kewirausahaan merupakan solusi mengatasi pengangguran setidaknya karena 4 alasan, yaitu: (1) Solusi bagi dirinya sendiri, karena mereka tidak perlu menganggur dan mereka adalah pencipta kerja bagi dirinya sendiri; (2) solusi bagi sesamanya, karena dari pekerjaan yang mereka ciptakan akan memberikan pekerjaan bagi yang lain; (3) solusi bagi komunitasnya, karena dari daya inovasi kreatifitasnya akan dapat merubah sumber daya menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat luas; (4) solusi bagi negara, karena dari hasil karya para enterpreneur negara memperoleh pendapatan melalui pajak yang dibayarkan, dimana hasil pajak ini berguna untuk membiayai pemerintahan dan kelangsungan pembangunan negara ini (Indrawati, 2011).
3
Pemuda merupakan generasi yang potensial, keterbukaan akses informasi di era globalisasi saat ini dapat dimanfaatkan pemuda untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan diri, diantaranya adalah dengan mengembangkan kewirausahaan. Menjadi wirausahawan muda merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, wirausaha memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemampuan kompetitif.
Untuk menjadi seorang wirausahawan muda, beberapa hambatan wirausaha yang mungkin dihadapi adalah kekurangan secara finansial, rendahnya keterampilan, infrastruktur yang tidak memadai, diskriminasi gender, takut gagal, risiko finansial, kurangnya bimbingan atau dukungan, iklim ekonomi yang buruk, konflik militer, rendahnya budaya perusahaan, korupsi, rendahnya pendidikan wirausaha, masalah terhadap keuangan yang terjangkau, tingkat kriminalitas yang tinggi dan buruknya sistem administrasi (Jacek Jakubczak, 2015). Sedangkan menurut Sandhu et al, (2010) terdapat beberapa hambatan yang sering dihadapi oleh wirausaha pada umumnya seperti: enggan untuk mengambil risiko (aversion to risk), takut gagal (fear of failure), keengganan untuk stres dan kerja keras (aversion to stress and hard work), kurang memiliki jejaring sosial (lack of social networking), kurangnya sumber daya (lack of resources), dan demografi (Demographic).
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Pengaruh Hambatan Wirausaha
terhadap Minat Pemuda di Indonesia untuk Berwirausaha (Pada Komunitas Wirausaha di Media Online Facebook)”.
Penelitian ini dilakukan kepada Pemuda Indonesia yang bergabung ke dalam komunitas wirausaha di Media Online Facebook yang berjumlah 452.156 orang, beberapa komunitas yang diteliti dapat dilihat pada tabel 1.3 berikut.
4
Tabel 1.3 Komunitas Online Facebook
No Nama Komunitas Jumlah Anggota
1 WIRAUSAHA Yuk!! 170698
2 Jual Beli Online Wirausaha INDONESIA 44476 3 BISNIS & WIRAUSAHA MANDIRI 24658
4 Wirausaha Solo 67743
5 Ayo Wirausaha 7120
6 SUKSES WIRAUSAHA 83716
7 Nganjuk Wirausaha 12268
8 Koperasi Wirausaha Baru Jabar 4438
9 Wirausaha Muda Indonesia 25846
10 Graha Wirausaha 8608
11 Komunitas Wirausaha Indonesia Sukses 2585
Jumlah 452156
Sumber: facebook.com (telah diolah kembali)
Dari komunitas yang disebutkan diatas terdapat beberapa aktivitas yang lazim dilakukan, seperti saling bertukar informasi tentang ilmu wirausaha, mencari dan menyebarkan informasi peluang wirausaha, mencari partner bisnis, info gathering antar wirausahawan, serta jual beli produk wirausaha.
Adapun definisi pemuda menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40/2009 tentang kepemudaan adalah warga negara Indonesia yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Pada tahun 2014 jumlah pemuda di Indonesia sendiri berjumlah 61,83 juta jiwa atau sekitar 24,53 persen dari 252,04 juta jiwa penduduk Indonesia (www.bappenas.go.id).
5
1.2 Perumusan Masalah
Pengangguran merupakan masalah yang sulit dihadapi khususnya di Indonesia, pada tahun 2016 tercatat 7,03 juta penduduk Indonesia merupakan pengangguran (BPS, 2016), tidak hanya mengandalkan pemerintah masyarakat sendiri juga harus aktif berkontribusi menyelesaikan masalah tersebut, hal ini dapat dicapai melalui wirausaha. Suatu negara agar dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan sebesar 2% dari jumlah penduduk sedangkan Indonesia hanya memiliki 1.65% wirausahawan dari jumlah penduduk (Kemendagri, 2013), dan meningkat menjadi 3.1% pada tahun 2016 (BPS, 2017).
Pemuda diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi negara melalui wirausaha, karena dengan wirausaha pemuda dapat membantu program pemerintah dengan menyediakan lapangan kerja baru sehingga meningkatkan kondisi ekonomi negara, namun pada prakteknya terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan sehingga menghambat untuk berwirausaha. Karena hal tersebut maka studi ini akan membahas kaitan antara hambatan kewirausahaan dengan minat berwirausaha pemuda.
1.3 Pertanyaan Penelitian
Dari uraian tersebut, maka permasalahan yang muncul adalah:
1. Apa persepsi pemuda di Indonesia terhadap hambatan wirausaha? 2. Apa persepsi pemuda di Indonesia terhadap minat wirausaha?
3. Apa persepsi pemuda di Indonesia tentang dampak hambatan wirausaha pemuda terhadap minat wirausaha pemuda?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui persepsi pemuda di Indonesia terhadap hambatan wirausaha. 2. Mengetahui persepsi pemuda di Indonesia terhadap minat wirausaha. 3. Mengetahui persepsi pemuda di Indonesia tentang dampak hambatan
6
1.5 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang bermanfaat di berbagai aspek, diantaranya:
1. Aspek Teoritis
Kegunaan dalam aspek teoritis dari penelitian ini adalah:
a. Mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan berdasarkan ilmu telah diperoleh selama masa perkuliahan dan penelitian, sehingga dapat menambah wawasan penulis.
b. Sebagai bahan referensi tentang minat pemuda untuk berwirausaha pada penelitian selanjutnya.
c. Sebagai sumbangan pemikiran dan informasi untuk memperluas pengetahuan tentang hambatan-hambatan wirausaha bagi pemuda yang mempengaruhi minat berwirausaha.
2. Aspek Praktis
Kegunaan dalam aspek praktis dari penelitian ini adalah:
Sebagai panduan bagi pemuda untuk mengetahui berbagai macam hambatan wirausaha yang akan dialami.
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak berkepentingan lainnya untuk memahami hambatan – hambatan dalam berwirausaha bagi pemuda sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.
1.6 Ruang Lingkup Penelitian
Batasan-batasan dalam penelitian ini untuk menjaga konsistensi penelitian sehingga sesuai dengan tujuan adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini adalah penelitian untuk mengetahui pengaruh dari hambatan kewirausahaan (barrier entrepreneurship) terhadap minat berwirausaha pemuda dengan objek penelitian seluruh pemuda di Indonesia.
7
2. Penelitian dilakukan dengan metode pengisian kuesioner secara online menggunakan googledocs dikarenakan penyebaran kuesioner secara online dapat menghemat waktu, dan biaya dari penelitian serta memiliki jangkauan yang luas.
3. Dalam penelitian ini responden penelitian adalah pemuda Indonesia yang tergabung dalam komunitas wirausaha di media online facebook yang berminat untuk berwirausaha dengan usia 16 hingga 30 tahun.
4. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Agustus tahun 2016 - Oktober tahun 2017.
1.7 Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi dan rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka berisi tentang konsep secara teoritis sebagai dasar untuk menganalisis permasalahan yang merupakan hasil dari studi pustaka, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian dan ruang lingkup penelitian.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang metodologi penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
BAB IV: HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
Bab ini mendeskripsikan obyek penelitian, analisis data, dan pembahasan dari analisis data.
8 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan oleh perusahaan atau kemajuan lebih lanjut.