• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Buku Alat Musik Tradisional Tionghoa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perancangan Buku Alat Musik Tradisional Tionghoa"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli. Copyright and reuse: This license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.. Team project ©2017 Dony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP.

(2) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Buku Buku adalah media publikasi yang dicetak secara tidak berkala dan sedikitnya memiliki 48 halaman diluar kover (UNESCO, 1964). 2.1.1. Jenis Buku Buku dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis buku. Trim (2014) mengkategorikan sebuah buku berdasarkan kontennya, yaitu: 1.. Buku fiksi. 2.. Buku non-fiksi. Buku non-fiksi adalah sebuah buku pengetahuan yang ditulis berdasarkan datadata yang valid (hlm. 7). Hasil akhir dari perancangan penulis berupa buku nonfiksi. 2.1.2. Anatomi Buku Menurut Rustan (2017), terdapat tiga bagian dalam buku yang setiap bagiannya dibagi lagi sesuai fungsinya (hlm. 121). 2.1.2.1. Bagian Depan a. Cover depan yang berisi judul buku, nama pengarang, nama atau logo penerbit, testimonial, elemen visual dan teks lainnya. b. Judul bagian dalam.. 1 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(3) c. Informasi penerbitan dan perijinan. d. Dedication, pesan atau ucapan terima kasih yang dituliskan penulis untuk orang atau pihak lain. e. Kata pengantar. f. Kata sambutan dari pihak lain. g. Daftar isi. 2.1.2.2. Bagian Isi Isi sebuah buku biasanya terdiri dari tidak hanya satu bab dan sub-bab. Setiap bab membahas topik yang berbeda. 2.1.2.3. Bagian Belakang a. Daftar pustaka b. Daftar istilah c. Daftar gambar d. Cover belakang yang biasanya diisi dengan sinopsis dari buku tersebut, testimonial, harga, nama atau logo penerbit, elemen visual dan teks lainnya.. 7 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(4) 2.1.3. Penjilidan Buku Ambrose dan Harris (2008) mengatakan bahwa penjilidan adalah proses menyatukan berbagai halaman yang teridiri dari karya sehingga berguna untuk publikasi (hlm. 166). Ada berbagai jenis penjilidan yang terdiri dari : a.. Comb binding. Tulang punggung buku yang terbuat dari ring plastik dan memungkinkan untuk kertas-kertas yang dijilid dapat dibuka dengan rata (hlm. 167).. Gambar 2.1. Comb Binding (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). b.. Spiral binding. Spiral binding ini adalah jenis penjilidan yang menggunakan sebuah spiral yang terbuat dari kawat logam yang menembus lubang dan memungkinkan untuk dibuka 180 derajat (hlm. 167).. 8 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(5) Gambar 2.2. Spiral Binding (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). c.. Open bind. Sebuah buku dijilid menyatu tanpa cover untuk membiarkan tulang punggung buku terbuka (hlm. 167).. Gambar 2.3. Open Bind (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). 9 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(6) d.. Singer stitch. Metode penjilidan dimana halaman dijahit secara bersamaan dengan satu benang secara berkelanjutan (hlm. 167).. Gambar 2.4. Singer Stitch (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). e.. Elastic bands. Sebuah jenis penjilidan informal dengan sebuah band yang menahan semua kertas bersama dan biasanya berada di lipatan tengah (hlm. 167).. Gambar 2.5. Elastic Bands (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). 10 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(7) f.. Clips and bolts. Alat pengikat yang menyatukan halaman yang terpisah dan biasanya memerlukan pembolongan lubang untuk memasang baut atau klip (hlm. 167).. Gambar 2.6. Clips & Bolts (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). g.. Saddle stitch. Katern yang dikumpulkan menjadi satu dan dijilid menggunakan jahitan kawat, diaplikasikan ke tulangg punggung buku (hlm. 167).. Gambar 2.7. Sadle Stitch (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). 11 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(8) h.. Perfect bind. Bagian belakang dilepas dan disatukan dengan perekat fleksibel, yang juga menempelkan paper cover ke tulang punggung buku, dan pada bagian ujung depan dipotong rata. Biasanya penjilidan ini digunakan untuk buku-buku paperback (hlm. 167).. Gambar 2.8. Perfect Bound (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). i.. Case binding. Metode case binding yang umum adalah mengumpulkan katern menjadi satu, meratakan tulang punggung buku, pengaplikasian endsheets dan juga tailbands ke tulang punggung buku lalu hard cover dilekatkan. Tulang punggung buku biasanya berbentuk bulat dan melekuk mengelilingi tepian cover yang berfungsi sebagai engsel (hlm. 165).. 12 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(9) Gambar 2.9. Case Binding (The Production Manual/Ambrose&Harris/2008). 2.2. Finishing Menurut Dameria (2013) finishing merupakan proses sentuhan akhir pada suatu karya yang menambah nilai dari karya itu sendiri. Finishing dapat memberikan kesan atau efek khusus sehingga membuat suatu karya menjadi lebih menarik (hlm. 108-109). Berikut ada beberapa jenis finishing. 2.2.1. Coating Dameria (2013) mengatakan bahwa coating adalah sebuah teknik yang didasari oleh konsep melapisi. Tujuan dari melapisi ini yaitu untuk melindungi hasil karya atau desain dari kotoran, dll. Coating juga mempunyai tujuan untuk menambah nilai estetis dari karya itu sendiri sesuai dengan jenis coating yang dipilih oleh desainer (hlm. 118-122). Ada beberapa jenis coating yaitu. laminating, UV. Coating dan varnish. 1. Laminating : pelapisan kertas dengan plastik transparan yang disebut sebagai plastik laminating. Hasil dari karya cetak yang diberikan lapisan laminating ini dapat terlihat glossy atau doff sesuai dengan pilihan. 13 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(10) desainer. Tujuan dari laminating ini sendiri yaitu menjaga dan melindungi hasil cetak dari kotoran serta membuatnya lebih awet. 2. UV coating : Jika laminating menggunakan plastik, UV coating ini menggunakan cairan bening dan akan memunculkan efek berkilau jika terkena cahaya UV secara langsung. Coating jenis ini dapat menghasilkan efek glossy dan doff. 3. Varnish : Sama halnya seperti UV coating, varnish juga menggunakan cairan. Efek yang dapat dihasilkan pun sama yaitu glossy dan doff. Namun, varnish memilki kelemahan yaitu biasanya varnish membuat kertas menjadi warna kekuningan.s 2.3. Layout Menurut Rustan (2017), pada umumnya layout adalah penempatan elemen desain pada sebuah bidang dalam media tertentu guna membantu konsep atau pesan yang ingin disampaikan. 2.3.1. Jenis-Jenis Layout Hendratman (2015) mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis layout yang umum digunakan sebagai penjelasan mengenai letak dan isi dalam sebuah buku maupun poster (hlm. 198-206). Berikut beberapa jenis layout yang penulis pakai dalam perancangan : 1. Picture window layout : Ciri-ciri pada layout jenis ini yaitu memiliki gambar yang berukuran besar dan mendominasi halaman tersebut.. 14 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(11) Gambar 2.10. Picture window layout (kelasdesain.com). 2. Grid layout : Layout sederhana yang paling banyak digunakan. Dasar peletakan elemen-elemen desain pada halaman ini mengikuti pola grid. Karena layout ini sederhana dan enak dipandang, maka sangat mudah bagi audience untuk menerima layout ini.. Gambar 2.11. Grid layout (widaranita.blogspot.co.id). 15 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(12) 3. Bleed layout : Ciri khas dari layout ini yaitu peletakkan gambar sampai ke ujung kertas tanpa spasi sedikitpun.. Gambar 2.12. Bleed layout (pengantarperiklanan.blogspot.co.id). 4. Vertical panel layout : Layout ini seperti yang dijelaskan berupa layout yang berdiri tegak dan vertical. Dimana desain dalam layout ini biasa dibuat dari atas ke bawah menurut urutan cara baca mata manusia.. Gambar 2.13. Vertical panel layout (dokumentasi pribadi). 16 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(13) 2.3.2. Elemen Layout Rustan (2017) mengatakan bahwa elemen layout dipakai dalam sebuah perancangan dengan tujuan agar informasi yang ingin disampaikan tepat dan lengkap. Selain itu, elemen layout juga berfungsi untuk memudahkan pembaca mencari suatu informasi, navigasi dan estetika sehingga membuat pembaca nyaman. Elemen layout dibagi menjadi tiga (hlm. 27). 2.3.2.1. Elemen Teks a.. Judul. Judul adalah satu atau beberapa kata singkat yang mengawali sebuah penulisan. Pemilihan jenis huruf dan pengaturan ukuran sangat penting dengan tujuan agar membuatnya berbeda dari elemen layout lain dan menarik perhatian. Hal ini dikarenakan segi estetis sangat diprioritaskan dalam elemen teks ini (hlm. 28).. Gambar 2.14. Judul (dokumentasi pribadi). 17 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(14) b.. Sub judul. Pembagian menjadi beberapa segmentasi biasanya diperlukan pada tulisan atau karangan yang panjang. Subjudul ini merupakan judul dari segmensegmen tersebut (hlm. 36).. Gambar 2.15. Subjudul (dokumentasi pribadi). c.. Caption. Penulis memberikan caption pada setiap gambar atau foto yang dipakai dalam perancangan buku guna untuk memberikan keterangan singkat. Caption pada umumnya ditulis dalam ukuran yang lebih kecil dengan penggunaan jenis huruf yang berbeda dari elemen teks lainnya (hlm. 40).. 18 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(15) Gambar 2.16. Caption (dokumentasi pribadi). d.. Indent. Baris pertama yang agak menjorok ke dalam pada sebuah paragraph (hlm. 45).. Gambar 2.17. Indent (dokumentasi pribadi). 19 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(16) e.. Dropcaps. Huruf awal pada kata pertama suatu paragraf dan berukuran besar. Biasanya hanya terdapat satu dropcaps pada satu naskah (hlm. 44).. Gambar 2.18. Dropcaps (dokumentasi pribadi). f.. Spasi antar paragraf. Pemberian spasi antar paragraf sebagai pembeda paragraf yang satu dengan yang lainnya (hlm. 46). g.. Header dan footer. Header adalah ruang antara tepi kertas bagian atas dengan margin atas. Footer adalah ruang antara tepi kertas bagian bawah dengan margin bawah (hlm. 47).. 20 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(17) Gambar 2.19. Header footer (dokumentasi pribadi). h.. Nomor halaman. Penggunaan nomor halaman bertujuan untuk memudahkan pembaca mencari informasi yang diinginkan. Jauh lebih baik jika ada penyertaan daftar isi di halaman depan (hlm. 48).. Gambar 2.20. Nomor halaman (dokumentasi pribadi). 21 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(18) 2.3.2.2. Elemen Visual a.. Artworks. Berbagai bentuk karya seni seperti ilustrasi dan lainnya disebut sebagai artworks baik yang dibuat secara manual maupun digital (hlm. 56). -. Digital painting. Sayre (2012) mengatakan bahwa digital painting adalah sebuah bentuk seni dimana teknik melukis secara tradisional diterapkan dengan menggunakan computer, tablet, dll. Digital painting juga berbeda dengan manipulasi foto digital karena pelukis benar-benar membuatnya dari nol (hlm. 43-45).. Gambar 2.21. Digipaint (youtube.com). 22 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(19) -. Line art. Sayre (2012) mengatakan bahwa line art adalah gambar yang terdiri dari garis lurus atau melengkung yang berbeda yang ditempatkan di atas latar belakang (biasanya polos) dan tanpa gradasi. Line art biasanya monokromatik (hlm. 56-57).. Gambar 2.22. Line art (dreamstime.com). b.. Garis. Garis adalah salah satu elemen desain yang bisa membuat sebuah karya terlihat lebih artistik. Desainer menggunakan garis yang dalam layout bertujuan untuk membagi ruang (hlm. 60).. 23 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(20) 2.3.2.3. Invisible Elements a. Margin Ambrose dan Harris (2011) mengatakan bahwa margin adalah ruang kosong yang berada di sekeliling teks (hlm. 34). Penulis menggunakan margin untuk mencegah agar tidak terpotongnya elemen-elemen yang dipakai dalam pencetakan serta agar elemen-elemen yang dipakai tidak terlalu dekat dengan pinggir halaman (Rustan, 2017:64). b. Grid Rustan (2017) mengatakan bahwa grid mendasari sebuah halaman dengan menjadi pedoman untuk meletakkan elemen layout lainnya serta mempertahankan konsistensi dan kesatuan layout (hlm. 122). Rustan (2017) membagi grid menjadi empat jenis yaitu: 1. Manuscript Grid Grid yang paling sederhana dan terdiri dari satu kolom saja (hlm. 69).. Gambar 2.23. Manuscript Grid (www.vanseodesign.com). 24 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(21) 2. Hierarchial Grid Seperti namanya, grid ini didasarkan pada urutan kepentingan elemenelemen desain yang diletakkan. Pada grid ini, ada emphasis yang terjadi dengan elemen utama (hlm. 68).. Gambar 2.24. Hierarchy Grid (www.vanseodesign.com). 3. Column Grid Column grid adalah grid yang paling umum digunakan untuk media publikasi cetak seperti buku, surat kabar, dll. Column grid sangat memungkinkan untuk menampung berbagai macam elemen layout dan sangat fleksibel (hlm. 66-67).. Gambar 2.25. Column Grid (www.vanseodesign.com). 25 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(22) 4. Modular Grid Modular grid adalah column grid yang dibagi secara horizontal. Modular grid menambah kerapihan pada sebuah desain layout secara keseluruhan (hlm. 68).. Gambar 2.26. Modular Grid (www.vanseodesign.com). 2.4. Tipografi Penulis mempertimbangkan beberapa jenis huruf. yang cocok untuk dipakai. dalam perancangan dan yang memberikan kesan oriental dikarenakan dapat membantu visual perancangan yang diangkat oleh penulis. Hal ini disebabkan karena tipografi menciptakan hubungan yang logis dan visual dalam susunan huruf dengan karakter lain yang sesuai. Prinsip yang paling penting dalam tipografi adalah bagaimana membuat teks terlihat semenarik mungkin untuk memikat pembaca sekaligus dapat terbaca dengan efektif oleh pembaca (Peterson, 2003:37).. 26 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(23) 2.5. Prinsip Desain Penulis menggunakan prinsip desain dalam merancang buku ini karena menurut Peterson (2003) prinsip desain mengatur bagaimana dan kapan elemen-elemen desain dipakai. Prinsip desain membantu desainer untuk merancang sebuah karya dengan baik sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh desainer kepada audiens melalui karyanya dapat tersampaikan dengan baik (hlm. 81). a.. Balance. Penulis menggunakan prinsip balance dalam perancangan dikarenakan kita mengandalkan keseimbangan di setiap aspek dalam hidup kita. Dalam menyeimbangkan elemen desain yang kita pakai bukan berarti harus memakai elemen dengan jumlah genap dan harus mirror satu sama lain (hlm. 82). b.. Contrast. Prinsip ini dapat dicapai dengan berbagai cara. Desainer dapat memunculkan prinsip ini dalam ukuran, warna, bentuk, tekstur, jenis huruf dan lainnya. Penulis menggunakan prinsip contrast dalam perancangan untuk menguatkan idea (hlm. 95-96).Penggunaan contrast juga berguna untuk menunjukkan keistimewaan pesan yang ingin disampaikan oleh desainer (hlm. 98). c.. Unity. Dalam sebuah perancangan karya, unity berperan sangat penting. Unity mengkoordinasi elemen desain agar dapat saling melengkapi satu sama lain. Penulis menggunakan elemen-elemen desain yang serupa agar perancangan. 27 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(24) halaman-halaman buku maupun cover dan lainnya terlihat menyatu. Penyatuan elemen ini lebih baik dilakukan dengan menyamakan satu aspek pada sebuah elemen desain (hlm. 111). d.. Value. Value bisa diartikan sebagai gelap terang sebuah objek. Penulis menggunakan value dalam perancangan karena penggunaan value yang baik memungkinkan penikmat desain melihat elemen desain dengan maksimal. Value juga dapat gerakan dan arah sekaligus menciptakan suasana. Semakin besar perbedaan dalam value antara objek dengan background, maka semakin besar pula contrastnya (hlm. 123-124). e.. Warna. Warna memiliki kekuatan untuk mengesampingkan value dan merubah maksud awal sebuah desain. Tidak ada aturan yang mengatur bagaimana memilih warna ataupun menggunakan warna apa saja secara bersamaan tetapi ada beberapa warna tertentu yang tidak dapat diubah sifatnya (hlm. 126). 2.6. Alat Musik Tradisional Tionghoa SK (2008) mengatakan bahwa alat musik tradisional Tionghoa dibagi berdasarkan cara memainkannya menjadi 4 kategori (hlm. 35-83) yaitu : a.. Alat musik tiup. b.. Alat musik gesek. c.. Alat musik petik. d.. Alat musik pukul 28 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(25) 2.6.1. Alat Musik Tiup 2.6.1.1. Dizi Dizi(笛子)adalah dari Tiongkok.. alat. musik. tiup seperti seruling yang. berasal. Pada zaman dahulu, Dizi terbuat dari tulang. Seruling. Tionghoa ini sudah ada dari 7.000 tahun lalu. Sering perkembangan zaman, di zi mulai dibuat menggunakan bambu. Penambahan lubang selaput membuat suaranya jernih serta memiliki nada yang lebih bervariasi.. Gambar 2.27. Dizi (www.amazon.com). 2.6.1.2. Suona Persia mengenalkan suona kepada China. Suona sudah populer sejak lama dan biasanya digunakan untuk ritual keagamaan. Sekarang suona menjadi alat musik yang tak tergantikan dalam perayaan festival, pertunjukan opera, dll.. 29 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(26) Gambar 2.28. Suona (www.metmuseum.org). 2.6.2. Alat Musik Gesek 2.6.2.1. Erhu Erhu merupakan alat musik tradisional China yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini diperkirakan ditemukan sekitar 1000 tahun lalu. Erhu diperkenalkan pertama kali oleh suku minoritas di China yang berasal dari utara. Dalam bahasa Mandarin “er” berarti dua dan Erhu hanya memiliki dua buah senar. Alat musik ini memiliki membran yang terbuat dari kulit ular piton. Kotak suara pada Erhu ini dibuat dari kayu dengan beragam ukuran dan bentuk diantaranya yaitu segienam, segidelapan, ataupun bulat. Erhu digesek dengan sebuah busur yang dibuat dari bambu dan ekor kuda. Ekor kuda digosok dengan dammar agar terasa kesat saat digesek.. 30 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(27) Gambar 2.29. Erhu (pinterest.com). 2.6.2.2. Zhonghu & Gaohu Zhonghu dangaohu sangat mirip dengan erhu. Namun gaohu memiliki nada yang tinggi sedangkan zhonghu justru sebaliknya. Zhonghu memiliki nada rendah dan berukuran lebih besar sedikit daripada erhu.. Gambar 2.30. Zhonghu gaohu (easonmusicschool.com). 31 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(28) 2.6.3. Alat Musik Petik 2.6.3.1. Pipa Pipa dapat dimainkan dengan dua cara yaitu menjentikkan jari dan memetik senar. Pipa adalah alat musik tradisional China yang ditemukan 2000 tahun lalu. Peran dari alat musik ini sangat penting dikarenakan suaranya yang jernih. Senar pipa terdiri dari 3 macam jenis dan dipilih untuk dipakai sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jenis senar tersebut adalah kawat baja yang dilapisi oleh perak, kawat baja yang dilapisi nilon dan kawat baja yang dilapisi oleh benang sutra.. Gambar 2.31. Pipa (www.metmuseum.org). 32 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(29) 2.6.3.2. Guzheng Guzheng adalah alat musik tradisional China yang mirip seperti kecapi dari Jawa Barat atau siter dari Jawa Tengah. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik dan memiliki kotak kayu sebagai resonator. Dalam memainkan gu zheng dibutuh alat bantu yang berbentuk seperti kuku palsu yang berguna untuk memetik senar gu zheng. Kuku palsu ini direkatkan dijari dengan sebuah perekat. Dalam memainkan Guzheng, pemain biasanya menggunakan tangan kanan untuk bermain melodi sedangkan tangan kiri digunakan untuk bermain chord.. Gambar 2.32. Guzheng (miracleband.com.au). 33 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(30) 2.6.4. Alat Musik Pukul 2.6.4.1. Bianzhong Bianzhong diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun lalu dan berasal dari Dinasti Shang dan berkembang pesat di masa Dinasti Zhou. Loncenglonceng pada masa Dinasti Han Timur termasuk bianzhong digunakan dalam upacara keagamaan. Bianzhong pada zaman dahulu eksklusif hanya untuk kaum bangsawan sehingga alat musik ini identik dengan kelas masyarakat.. Gambar 2.33. Bianzhong (id.pinterest.com). 34 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(31) 2.6.4.2. Dagu Pada zaman dahulu, terdapat banyak jenis bahan yang dapat membuat dagu. Bahan tersebut antara lain ialah kayu, tembaga, giok, batu, dll. Namun pada zaman sekarang, dagu umumnya terbuat dari bahan kayu dan dilapisi kulit hewan pada permukaannya. Dagu dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sebuah tongkat kayu.. Gambar 2.34. Dagu (id.pinterest.com). 35 Perancangan Buku Alat..., Devita, FSD UMN, 2018.

(32)

Gambar

Gambar 2.1. Comb Binding
Gambar 2.2. Spiral Binding
Gambar 2.4. Singer Stitch
Gambar 2.6. Clips & Bolts
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melihat masalah yang terjadi dengan dipandang dari ilmu Desain Komunikasi Visual, sebagai seorang desainer, penulis akan merancang sebuah buku cerita bergambar yang

Tujuan dari perancangan ini adalah merancang buku merangkai bentuk 3D untuk memperkenalkan alat musik tradisional Nusantara dengan lebih unik dan menarik untuk

Perancangan Desain Komunikasi Visual berupa buku Kisah Kue Tradisional Tiongkok di Indonesia mengenalkan kisah kebudayaan asal mula terciptanya bakpao, bakcang,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pengantar karya tugas akhir

Melihat masalah yang terjadi dengan dipandang dari ilmu Desain Komunikasi Visual, sebagai seorang desainer, penulis akan merancang sebuah buku cerita bergambar yang berisi

Penataan halaman dalam buku dilakukan dalam grid dan breaking grid sesuai dengan ekpresi yang ingin disampaikan agar penyampaian pesan lebih dinamis, layout di

Tujuan dari perancangan ini adalah merancang buku merangkai bentuk 3D untuk memperkenalkan alat musik tradisional Nusantara dengan lebih unik dan menarik untuk

Oleh karena itu di kawasan Kota Baru Parahiyangan ini akan ada perancangan sebuah museum, dimana museum ini bertema arsitektur neo vernakular yang pada dasarnya prinsip-prinsip neo