• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server Berbasis Web (Studi Kasus Pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server Berbasis Web (Studi Kasus Pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

3949

Pengembangan Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server

Berbasis Web (Studi Kasus Pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya)

Dinda Ayu Rudyana Putri1, Ismiarta Aknuranda2, Nanang Yudi Setiawan3 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

PT. Indosat Ooredoo merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia. Untuk mendukung kelancaran pelayanan yang maksimal, tentu diperlukan pengelolaan ruang server yang lebih baik. Bisa dikatakan server merupakan bagian yang sangat vital dalam aktivitas jaringan telekomunikasi. Pada Divisi Teknik, terdapat beberapa masalah yang mengganggu jalannya proses bisnis pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya. Salah satunya, pada Divisi Teknik belum adanya sumber daya yang mampu mengelola ruangan server dengan baik. Kegiatan pendataan pada setiap rak dan perangkat server masih menggunakan teknik manual diantaranya menggunakan Microsoft Word dan aplikasi Sketchup. Berdasarkan uraian permasalahan diatas, maka diperlukan perbaikan pada proses bisnis pendataan informasi rak dan perangkat server dan dengan membangun sebuah sistem informasi pendataan rak dan perangkat server. Untuk mengembangkan sistem informasi permasalahan diatas maka peneliti menggunakan salah satu metode yaitu Waterfall Model. Pada metode Waterfall Model terdapat 4 fase diantaranya requierement definition, system and software design, implementation and unit testing dan intregation and unit testing. Pada tahap analisis persyaratan sampai perancangan peneliti menggunakan metode Object-oriented Analysis and Design (OOAD) untuk mencegah kesalahan dalam menentukan persyaratan kebutuhan pengguna yang nantinya dibutuhkan oleh sistem. Setelah analisis persyaratan dan perancangan dilakukan selanjutnya melakukan pengujian pada implementasi sistem informasi pendataan rak dan perangkat server dengan menggunakan pengujian fungsional dan nonfungsional. Pada pengujian fungsional menggunakan uji validasi dengan 18 persyaratan fungsional dengan hasil 100% valid dan pengujian nonfungsional menggunakan uji validasi kompatibilitas peramban dengan menggunakan software SortSite. Hasil pengujian kompatibilitas yaitu terdapat 2

critical issues pada browser firefox versi 63 dan chrome versi 70.

Kata kunci: pengembangan, sistem informasi, waterfall model, pendataan rak dan perangkat server

Abstract

PT. Indosat Ooredoo is one of the telecommunications service providers in Indonesia. To support the smooth running of services, of course, better management of server space is needed. Servers that can be submitted are a very vital part of telecommunication network activity. In the Engineering Division, there are several problems that occur in the business process at PT. Surabaya Indosat Ooredoo. One of them, the Engineering Division does not yet have the resources that are capable of managing the server properly. Data collection activities on each rack and server device still use manual techniques using Microsoft Word and the Sketchup application. Based on the description of the importance above, it is necessary to improve the data collection business processes and device servers and by building a data collection information system and server devices. To develop an information system, the researcher uses one method, namely the Waterfall Model. In the Waterfall Model method 4 phase definitions, systems and software design are needed, implementation and unit testing and integration and unit testing. In the requirements analysis until the design of the researcher uses the Object Oriented Design and Analysis (OOAD) method to overcome errors in determining the user needs needed by the system. After the requirements analysis and design are carried out next, testing on the implementation of information systems rack data collection and server devices using functional and nonfunctional testing. On functional testing using a validation test with 18 functional requirements with results, 100% valid and nonfunctional tests using the browser compatibility validation test using SortSite software. The reported test results have 2 critical problems in Firefox browser version 63 and chrome version 70.

(2)

1. PENDAHULUAN

Arus perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan kebutuhan informasi menjadi semakin penting. Penyebaran informasi dan data didalam perusahaan skala besar atau kecil dalam aktivitasnya banyak didukung oleh adanya teknologi internet. Ini diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi. Keuntungan dalam menggunakan teknologi internet dalam suatu perusahaan memiliki kemudahan dalam menyampaikan informasi yang tidak memakan waktu dan dapat dikunjungi siapa saja kapanpun itu. Individu satu dengan individu lainnya yang menggunakan komputer yang dihubungkan dengan jaringan komputer dapat disebut dengan internet (Kusumawati, 2013).

Sistem informasi merupakan cara dalam mengambil ketentuan manajemen dan pemberian informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan teknologi informasi.(Rizki, et al., 2014). Maka dari itu sistem informasi dapat disimpulkan menjadi sebuah informasi yang diperoleh dalam pengelolaan data dari simpel sampai dengan yang rumit kemudian digunakan dalam menentukan ketetapan.

PT. Indosat Ooredoo merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia. Semakin berkembangnya teknologi, Indosat juga mengembangkan layanan jaringannya hingga kini telah mencapai 4Gplus. Dengan demikian, proses telekomunikasi secara cepat bisa dilakukan. Untuk mendukung kelancaran pelayanan yang maksimal, tentu diperlukan pengelolaan ruang server jaringan yang lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara dari Divisi Teknik, terdapat beberapa masalah yang mengganggu jalannya proses bisnis pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya. Salah satunya, pada Divisi Teknik belum adanya sumber daya yang mampu mengelola ruangan server dengan baik. Pihak dari Indosat belum ada upaya untuk menanggulangi masalah yang terjadi. Selama ini Divisi Teknik hanya memiliki petugas server yang mempunyai tugas yaitu memeriksa setiap ruangan server bila terjadi kerusakan atau sistem rusak dan mengontrol isi tiap rak dari ruangan server. Namun, kegiatan pendataan nama, isi, kuota yang ada pada setiap rak server tersebut masih menggunakan teknik manual seperti penggambaran 3D dengan menggunakan bantuan aplikasi Sketchup.

Berdasarkan uraian permasalahan diatas,

maka diperlukan perbaikan pada proses pendataan informasi isi dari ruangan server yang telah dilakukan oleh petugas server dengan mempertimbangkan perbaikan menggunakan sistem berbasis komputer yaitu membangun sebuah sistem informasi pendataan rak dan perangkat server.

Untuk mengembangkan sistem informasi permasalahan diatas maka peneliti menggunakan salah satu metode yaitu Waterfall

Model. Waterfall Model konsisten dengan fase

yang dimilikinya dan dokumentasi dihasilkan pada setiap fase. Masalah utamanya adalah partisi yang tidak fleksibel dari proyek menjadi beberapa langkah-langkah. Kesepakatan dibuat terlebih dahulu pada langkah pertama dalam sebuah kegiatan dapat membuatnya rumit dalam menghadapi transisi persyaratan pelanggan. Konsep dasar Waterfall Model seharusnya khusus ketika persyaratan kebutuhannya dipahami dengan baik dan tidak mungkin berubah (Sommerville, 2011). Oleh karena itu, untuk mencegah kesalahan dalam menentukan persyaratan kebutuhan pengguna maka peneliti menggunakan pendekatan Object-oriented Analysis and Design (OOAD).

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN A. PT. Indosat Ooredoo Surabaya

Indosat didirikan pada tahun 1964 merupakan perusahaan asing yang menanamkan modal pertama kali di Indonesia. Indosat bergerak dalam bidang telekomunikasi. Tahun 1980 Indosat menjadi hak milik 100% pemerintah Indonesia.

B. Sketchup

Sketchup adalah sebuah software yang

berfungsi untuk melakukan desain dan model dalam bentuk 3D. Model yang dibuat bisa disimpan dalam harddisk lokal, maupun diupload di 3D warehouse yang bertautan dengan akun google masing-masing.

Pada awalnya, Skechup hanya digunakan untuk pembuatan desain bagi para arsitek. Namun pada perkembangannya, aplikasi ini mulai merambah ke hal lain. Seperti melakukan pencatatan secara nyata suatu kondisi ruangan.

C. BPMN

Object Management Group (OMG) mendefinisikan BPMN adalah notasi sederhana dalam menyelesaikan sebuah kegiatan bisnis

(3)

menjadi kegiatan memberikan informasi antara

stakeholder. Tujuan dari BPMN adalah

memberikan notasi sederhana yang dimengerti oleh stakeholder.

D. Metode

Model waterfall mendeskripsikan langkah-langkah yang terstruktur dan wajib menyelesaikan langkah sebelumnya jika akan beralih ke langkah setelahnya. Untuk mengembangkan sebuah sistem informasi perangkat lunak yang sesuai maka digunakan metode Waterfall Model memiliki 5 fase yaitu

Requirements Definition, System and Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System testing, dan Operation and Maintenance (Sommerville, 2010).

Gambar 1. Model Waterfall

Sumber: (Sommerville, 2011)

3. METODOLOGI PENELITIAN

Gambar 2. Metodologi Penelitian Proses tahap penyusunan penelitian mempunyai tujuan untuk membantu kegiatan penelitian yang dilaksanakan dapat dilakukan dengan optimal sehingga menjadi teratur,

terencana dan sistematis. Untuk itu, kegiatan penelitian dilaksanakan dalam melalui beberapa proses tahapan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode waterfall, yang terdiri dari:

1. Studi Literatur

StudiUliteratur merupakan langkah awal untuk menjelaskan tinjauan teori yang akan dilaksanakan sebagai referensi dalam pembangunan sistem informasi data rak server pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya. Refrensi ini didapatkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, e-book dan informasi dari intrenet. 2. Tahap Analisis Persyaratan dan Pemodelan

Proses Bisnis

Dalam aktivitas menganalisis dan pemodelan proses bisnis pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya saat ini beserta proses bisnis usulan. Kegiatan berikutnya adalah mengidentifikasi kebutuhan stakeholder dalam memperoleh informasi terkait dengan

stakeholder pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya.

Aktivitas ini untuk memperoleh kebutuhan, kondisi saat ini, dan penyelesaian terkait dengan kebutuhan stakeholder.

3. Perancangan

Pada tahap ini melakukan pemodelan sistem menggunakan notasi pada Unified

Modeling Language (UML) sesuai dengan hasil

proses analisis persyaratan. Tahap ini merupakan hasil pemodelan interaksi objek ke dalam sequence diagram, pemodelan objek ke dalam class diagram, perancangan basis data yang didokumentasikan ke dalam PDM, perancangan algoritme ke dalam pseudocode, dan perancangan antarmuka pengguna.

4. Implementasi

Tahap ini merupakan tahapan pembuatan Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server dengan menggunakan perancangan sistem. Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat menggunakan bahasa pemrogaman PHP dengan kerangka kerja CodeIgniter. 5. Pengujian

(4)

sangat penting untuk pembuatan sebuah sistem informasi. Pengujian akan menentukan sistem yang berjalan dengan baik atau buruk pada sebuah sistem. Hal tersebut menjadi suatu pembuktian dan pemenuhan requirement yang telah didefinisikan sebelumnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengujian fungsional dan nonfungsional.

6. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah jika semua tahapan sudah diselesaikan semua oleh peneliti. Kemudian saran dapat digunakan apabila terdapat kesalahan pada perangkat lunak serta saran tersebut dapat menjadikan

perangkat lunak

tersebut menjadi lebih baik dan berkembang nantinya.

4. ANALISIS PERSYARATAN

Tahap analisis persyaratan yang dilakukan dengan menggunakan hasil wawancara dan observasi serta dokumen yang diperoleh pada saat studi literatur. Pada tahap ini terdapat beberapa proses yaitu identifikasi tipe pemangku kepentingan, identifikasi kebutuhan pemangku kepentingan, identifikasi pengguna, identifikasi fitur, persyaratan fungsional dan nonfungsional sistem dan pembuatan use case.

Kegiatan identifikasi pemangku kepentigan dan pengguna telah tercapai. Hasil dari analisis kebutuhan pengguna adalah diperlukannya suatu sistem yang dimanfaatkan untuk pendataan rak dan perangkat server.

Pendataan rak dan perangkat server meliputi menambahkan rak dan perangkat, menghapus rak dan perangkat, mencari rak dan perangkat, melihat informasi rak dan perangkat, mengubah informasi rak dan perangkat, serta melihat informasi rak dan perangkat.

Sesuai dengan analisis kebutuhan pengguna yang dilakukan selanjutnya dapat melakukan identifikasi fitur, identifikasi fungsional dan nonfungsional sebagai kemampuan sistem informasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Hasil identifikasi persyaratan sistem digunakan untuk memodelkan use case. Pemodelan use case menggambarkan cara menggunakan sistem tersebut (Bittner & Spence, 2002). Pemodelan use case dapat dilihat pada

Gambar 1.

Gambar 3. Use case Diagram SIPRPS Setiap use case mempunyai spesifikasi yang menggambarkan cara yang dilakukan aktor terhadap sistem.

5. PERANCANGAN

Perancangan arsitektur sistem informasi pendataan rak dan perangkat server dibangun melalui mengimplementasian dengan memanfaatkan framework CodeIgniter sesuai dengan pola MVC yang digunakan untuk arsitektur dasar. Alur dari arsitektur sistem informasi pendataan rak dan perangkat dimulai dari pengguna mengakses web browser menuju

Controller, Controller memanggil Model, Model

mengambil data yang telah disimpan pada database kemudian mengembalikan data menuju

Controller. Controller mengirimkan data menuju View. View menampilkan halaman yang diminta oleh pengguna.

Gambar 4. Arsitektur Sistem.

A. Pemodelan Interaksi Objek

Perancangan interaksi objek yaitu beberapa diagram yang menggambarkan interaksi antar objek yang hampir dekat dengan bahasa pemrograman. Ini dapat dilihat

pada Gambar 5

ketika sistem mengelola rak.

(5)

Gambar 5. Sequence Diagram Mengelola Rak

B. Perancangan Basis Data

Basis data adala sebuah rangkaian informasi lalu dicadangkan pada komputer dan dicek melalui suatu program tertentu dalam mendapatkan informasi dari basis data. Basis data dalam penelitian ini menggunakan MySql.

Gambar 6. Basis Data

C. Perancangan Antarmuka

Halaman daftar rak merupakan halaman kedua yang akan dilihat oleh petugas server setelah login. Pada halaman ini terdapat 7 fungsi utama yaitu (1) Aktor pada fungsi ini memberikan informasi mengenai data diri Aktor yang masuk; (2) Daftar Rak salah satu fungsi untuk memberikan informasi isi dari rak pada server; (3) Daftar Perangkat salah satu fungsi untuk memberi informasi (4) Kelola User pada fungsi ini berguna untuk menambahkan user yang ingin masuk pada web ini; (5) Logout pada fungsi ini berguna untuk keluar dari web ini; (6) Pilih lantai pada fungsi ini berguna untuk memudahkan Aktor mencari informasi server perlantai; (7) Cari rak pada fungsi ini berguna untuk memudahkan Aktor untuk mencari letak rak yang ingin diketahui dengan memasukkan inputan berupa nama rak. Pada Gambar 7 menunjukkan perancangan antarmuka daftar rak.

Gambar 7. Antarmuka Mengelola Daftar Rak

6. IMPLEMENTASI

Hasil implementasi antarmuka pengguna yang sebelumnya telah dirancang dapat dilihat pada Gambar 8 yang menunjukkan antarmuka dari daftar rak yang digunakan untuk mengelola rak pada sistem informasi pendataan rak dan perangkat server. Informasi yang ditampilkan pada antarmuka tersebut diantaranya melihat informasi rak yang tersedia, terdapat fungsi menambah rak, menghapus rak, mencari rak, menambah lantai dan mencari lantai.

Gambar 8. Antarmuka Mengelola Daftar Rak

7. PENGUJIAN

A. Pengujian Fungsional

Pengujian fungsional merupakan pengujian dalam memahami sistem dapat berjalan sesuai dengan ekspetasi pengguna. Selanjutnya dilakukan sesuai scenario uji yang didapatkan dari jalannya use case. Setelah itu, kasus uji tersebut diidentifikasikan sesuai penentuan skenario uji dan pengujian fungsional dilakukan. Berdasarkan 18 uji kasus yang dilakukan, hasil pengujian menunjukkan valid pada semua kasus pengujian.

Tabel 1. Pengujian Fungsional

Kode Pengujian

(6)

Nomor Skenario Skenario 1 Kode Persyaratan SIPRPS-KF-01 Tujuan Pengujian

Pengujian untuk memastikan bahwa sistem dapat digunakan untuk melakukan login.

Prosedur Uji 1. Penguji terindentifikasi sebagai petugas server. 2. Penguji memasukkan

email: [email protected] dan password: “admin”. 3. Penguji menggunakan

fungsi login. Hasil yang

diharapkan

Sistem menampilkan halaman home/daftar informasi rak Status Uji Valid

B. Pengujian Nonfungsional

Pengujian nonfungsional berupa uji kompatibilitas peramban untuk mengetahui semua kelayakan sistem pada aplikasi peramban. Pengujian dilakukan dengan menggunakan aplikasi SortSite.

Gambar 9. Pengujian Nonfungsional Hasil pengujian kompatibilitas menghasilkan 2 critical issues pada browser

firefox versi 63 dan chrome versi 70. Critical issues terjadi pada halaman login. Pada browser chrome dan firefox menampilkan beberapa

peringatan keamanan untuk bidang kata sandi yang tidak menggunakan HTTPS, ini disebabkan karena menggunakan localhost dalam menjalankan sistem. Terdapat masalah

major issues apabila situs diakses menggunakan

aplikasi peramban internet explorer versi 11 atau sebelumnya. Ini dikarenakan peramban internet explorer terkait tampilan yang tidak mendukung bootstrap.

8. KESIMPULAN

Hasil analisis persyaratan dan pemodelan

proses bisnis sistem informasi data rak server pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya merupakan dokumen yang mencakup identifikasi pemangku kepentingan, masalah yang dihadapi oleh pemangku kepentingan, dan deskrpsi kebutuhan pengguna. Kemudian, kegaiatan analisis terhadap kebutuhan pengguna dilakukan sehingga persyaratan sistem dapat terindentifikasi. Persyaratan sistem memuat informasi mengenai 5 fitur, 18 persyaratan fungsional, dan 1 persyaratan nonfungsional Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server.

Perancangan sistem informasi data rak server pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya berdasarkan hasil analisis persyaratan..

Sistem Informasi Pendataan Rak dan Perangkat Server pada PT. Indosat Ooredoo Surabaya merupakan sistem informasi berbasis web berdasarkan perancangan sistem yang telah dilakukan.

Hasil pengujian fungsional yang berkaitan dengan login, mengelola rak, mengelola perangkat, mengelola lantai, mengelola user dinyatakan valid dengan 18 uji kasus. Hasil pengujian kompatibilitas menunjukkan adanya masalah pada konten yang hilang pada aplikasi peramban Firefox dan Chrome.

DAFTAR PUSTAKA

Bittner, K. & Spence, I., 2002. Use case

Modeling. Boston: Addison Wesley.

Kusumawati, T., 2013. PEMBUATAN MEDIA PROMOSI BERBASIS WEBSITE PADA GRAHA PRIMA RESTAURANT PACITAN. II(1), pp. 7-12.

Leffingwell, D. & Widrig, D., 2003. Managing

Software Requirements: A Use case Approach. 2nd penyunt. Boston: Addison

Wesley.

Pressman, R. S., 2010. Software Engineering: A

Practitioner's Approach. 7th

Rizki, I., Priadi, R. A. S. & Yuniati, Y., 2014. Pembuatan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web (Studi Kasus pada Toko Ali Computer). Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, VIII(1), pp. 37-44.

Sommerville, I., 2011. Software Engineering. 9th penyunt. Boston: Addison-Wesley.

Gambar

Gambar 2. Metodologi Penelitian  Proses  tahap  penyusunan  penelitian  mempunyai  tujuan  untuk  membantu  kegiatan  penelitian  yang  dilaksanakan  dapat  dilakukan  dengan  optimal  sehingga  menjadi  teratur,
Gambar 3. Use case Diagram SIPRPS  Setiap  use  case  mempunyai  spesifikasi  yang menggambarkan cara yang dilakukan aktor  terhadap sistem
Gambar 6. Basis Data
Gambar 9. Pengujian Nonfungsional  Hasil  pengujian  kompatibilitas  menghasilkan  2  critical  issues  pada  browser  firefox  versi  63  dan  chrome  versi  70

Referensi

Dokumen terkait

Halaman menu upload berisi beberapa button yang dapat digunakan untuk menampilkan daftar upload , menambahkan data upload , dan hapus data upload. Gambar 16 Menu

penjualan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.21. Desain Input Form Data Penjualan. Form input data pembayaran ini digunakan untuk

 Halaman ini digunakan oleh user dengan role Prodi untuk melihat daftar mahasiswa peserta. tugas akhir perpanjangan atau khusus

Flowchart pada Gambar 4 menunjukkan seluruh proses yang terjadi pada block type form, dimana proses diawali dengan melakukan cek apakah pengguna telah memiliki tabel dan field

Uji coba surat permintaan tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 4.15, sedangkan Halaman surat permintaan tenaga kerja dapat dilihat pada Gambar 4.18 Tabel 4.14 data permintaan

Flowchart pada Gambar 4 menunjukkan seluruh proses yang terjadi pada block type form, dimana proses diawali dengan melakukan cek apakah pengguna telah memiliki tabel dan field

Analisa Gambar 1 dan 5 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepadatan penduduk dengan rata-rata sisa sampah ditempat penampungan sampah sementara.Volume sisa

Pada gambar 14 menunjukkan gambar letak toko yang terdapat stok produk sesuai kategori yang telah dipilih user , kode untuk menampilkan peta dapat dilihat pada