1 MA1/E/X/FISIKA
MODUL AJAR
PENGUKURAN DALAM KERJA ILMIAH
IDENTITAS UMUM
Nama Mata Pelajaran : Fisika
Nama Penyusun : Nia Hani Prasasti, S. Pd.
Nama Institusi : SMA Negeri 1 Kebumen Tahun Disusunnya Modul Ajar : 2022
Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Atas
Fase / Kelas : E / X
Alokasi Waktu : 15 JP
FASE JENJANG KELAS
PERKIRAAN JUMLAH
MURID
MODA PEMBELAJARAN
ALOKASI WAKTU
E SMA X 36
Discovery Learning, Eksperimen
Learning
15 JP
KOMPETENSI AWAL
1. Murid telah mempelajari Hakikat Fisika.
2. Murid telah mempelajari Peran Fisika dalam Kehidupan.
3. Murid telah mempelajari Keselamatan Kerja di Laboratorium.
PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
Mandiri
Bernalar Kritis
SARANA PRASARANA
Buku ajar
Laptop/komputer
Peralatan video
Peralatan audio
Smartphone
2
Jaringan internet
Speaker
LCD
Media Ajar
Power point
Lembar Kerja Murid (LKM)
Sway
Video
Virtual laboratorium
TARGET MURID
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
Murid reguler/tipikal
MODEL PEMBELAJARAN
Discovery Learning
Eksperimen Learning
TUJUAN PEMBELAJARAN
X.1 Menerapkan konsep pengukuran dan metode ilmiah dengan melakukan penyelidikan sederhana, mengumpulkan dan menggunakan alat ukur atau aplikasi teknologi yang tersedia, menganalisis data, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan hasil
penyelidikannya baik secara lisan maupun tulisan.
Elemen CP yang dituju:
• Pemahaman Sains
• Keterampilan Proses
PEMAHAMAN BERMAKNA
Menerapkan konsep pengukuran dan metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.
PERTANYAAN PEMANTIK
• Jelaskan macam-macam alat ukur dalam kehidupan sehari-hari!
• Bagaimanakah cara menggunakan alat ukur?
• Bagaimanakah cara membedakan alat ukur yang memiliki besaran yang sama?
• Bagaimanakah menentukan dimensi dari suatu besaran turunan?
3 PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Menyiapkan gambar pembelajaran dalam kegiatan pembuka.
https://www.google.com/search?q=gambar+mengukur+dengan+rol+meter&sxsrf=ALi CzsbFqT_YutD-
vIWcrAwFpK7PeTK_Nw:1657158521254&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahU KEwjEtPvH1OX4AhWC8HMBHVdeA34Q_AUoAXoECAEQAw&biw=1366&bih=625&
dpr=1#imgrc=q5bAz-825ChhRM
2. Menyiapkan Lembar Kerja Murid (LKM) untuk mencapai kompetensi dalam bentuk cetak.
3. Menyiapkan semua peralatan yang digunakan untuk eksperimen pengukuran dengan menggunakan alat ukur jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca
lengan/ohauss.
4. Menyiapkan bahan yang akan digunakan dalam pengukuran.
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke-1 (3 JP)
Aktivitas Guru Aktivitas Murid
Pembukaan (15 menit)
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran murid sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis murid dalam mengawali kegiatan pembelajaran
2. Menginformasikan tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan memotivasi murid berkaitan dengan materi metode ilmiah dan pengukuran.
1. Murid menjawab salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Murid mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan oleh guru
Kegiatan Inti (100 menit)
3. Orientasi murid pada masalah
Menampilkan gambar pembelajaran yang terdapat pada link di atas.
Mengarahkan murid untuk membuat
3. Murid membuat pertanyaan dari gambar yang ditampilkan.
4 pertanyaan sesuai dengan materi pembelajaran.
4. Mengorganisasikan murid untuk belajar Membagi murid dalam 6 kelompok dengan masing-masing kelompok 5-6 murid secara heterogen.
Membagi LKM kepada masing-masing kelompok.
5. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Membimbing murid untuk membedakan macam alat ukur yang disediakan beserta kegunaannya.
6. Mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi
Membimbing murid untuk mengolah data hasil diskusi.
7. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Membimbing murid untuk memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang digunakan.
Membimbing murid untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
4. Murid memposisikan diri sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
Murid secara berkelompok membaca LKM yang telah diberikan.
5. Murid berdiskusi untuk membedakan macam alat ukur dan kegunaannya dengan bimbingan guru.
6. Setiap kelompok menyajikan hasil diskusi yang diperoleh dengan bimbingan guru.
Setiap kelompok mengolah data yang diperoleh dari hasil diskusi dengan bimbingan guru.
7. Murid memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang
digunakan.
Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
Perwakilan masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau
pertanyaan terhadap kelompok yang
5 Membimbing murid untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap kelompok yang presentasi.
Memberikan fasilitasi dalam proses berjalannya presentasi.
Guru membimbing murid untuk menyimpulkan hasil diskusi yang diperoleh.
presentasi.
Murid membuat simpulan dengan bimbingan guru tentang hasil diskusi yang diperoleh.
Penutup (20 menit)
8. Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk
penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik.
10. Guru memberikan post test untuk mengevaluasi materi yang telah diperoleh murid dalam kegiatan
pembelajaran hari itu berupa tes tertulis dengan memberikan soal essai.
11. Guru menyampaikan informasi dan meminta murid untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
12. Guru menutup pelajaran dengan salam penutup.
8. Murid memahami penguatan yang diberikan guru terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Murid menerima penghargaan dari guru.
10. Murid mengerjakan post tes yang diberikan guru secara individu.
11. Murid menerima informasi yang diberikan oleh guru.
12. Murid menjawab salam.
Pertemuan ke-2 (3 JP)
Aktivitas Guru Aktivitas Murid
Pembukaan (15 menit)
6 1. Guru melakukan pembukaan dengan
salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran murid sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis murid dalam mengawali kegiatan pembelajaran 2. Menginformasikan tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan memotivasi murid berkaitan dengan materi metode ilmiah dan pengukuran.
1. Murid menjawab salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Murid mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan oleh guru
Kegiatan Inti (100 menit)
3. Orientasi murid pada masalah
Menampilkan gambar pembelajaran yang terdapat pada link di atas.
Mengarahkan murid untuk membuat pertanyaan sesuai dengan materi pembelajaran.
4. Mengorganisasikan murid untuk belajar Membagi murid dalam 6 kelompok dengan masing-masing kelompok 5-6 murid secara heterogen.
Membagi LKM kepada masing-masing kelompok.
5. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Membimbing murid untuk membedakan macam alat ukur yang disediakan beserta kegunaannya.
Membimbing murid dalam menggunakan alat ukur
mistar/penggaris, jangka sorong, dan
3. Murid membuat pertanyaan dari gambar yang ditampilkan.
4. Murid memposisikan diri sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
Murid secara berkelompok membaca LKM yang telah diberikan.
5. Murid berdiskusi untuk membedakan macam alat ukur dan kegunaannya dengan bimbingan guru.
Murid menggunakan alat ukur
mistar/penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup dengan bimbingan guru secara berkelompok.
Murid mengukur bahan yang telah disediakan dengan alat ukur yang tepat
7 mikrometer sekrup
6. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Membimbing murid untuk menyajikan hasil pengukuran yang diperoleh dengan tepat.
Membimbing murid untuk mengolah data hasil pengukuran.
7. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Membimbing murid untuk memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang digunakan.
Membimbing murid untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
Membimbing murid untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap kelompok yang presentasi.
Memberikan fasilitasi dalam proses berjalannya presentasi.
Guru membimbing murid untuk menyimpulkan hasil eksperimen yang diperoleh.
sesuai dengan arahan guru secara berkelompok.
6. Setiap kelompok menyajikan hasil pengukuran yang diperoleh dengan bimbingan guru.
Setiap kelompok mengolah data yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan bimbingan guru.
7. Murid memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang
digunakan.
Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
Perwakilan masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau
pertanyaan terhadap kelompok yang presentasi.
Murid membuat simpulan dengan bimbingan guru tentang hasil eksperimen yang diperoleh.
8 Penutup (20 menit)
8. Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk
penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik.
10. Guru memberikan post test untuk mengevaluasi materi yang telah diperoleh murid dalam kegiatan
pembelajaran hari itu berupa tes tertulis dengan memberikan soal essai.
11. Guru menyampaikan informasi dan meminta murid untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
12. Guru menutup pelajaran dengan salam penutup.
8. Murid memahami penguatan yang diberikan guru terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Murid menerima penghargaan dari guru.
10. Murid mengerjakan post tes yang diberikan guru secara individu.
11. Murid menerima informasi yang diberikan oleh guru.
12. Murid menjawab salam.
Pertemuan ke-3 (3 JP)
Aktivitas Guru Aktivitas Murid
Pembukaan (15 menit)
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran murid sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis murid dalam mengawali kegiatan pembelajaran 2. Menginformasikan tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan memotivasi murid berkaitan dengan materi metode
1. Murid menjawab salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Murid mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan oleh guru
9 ilmiah dan pengukuran.
Kegiatan Inti (100 menit)
3. Orientasi murid pada masalah
Menampilkan gambar pembelajaran yang terdapat pada link di atas.
Mengarahkan murid untuk membuat pertanyaan sesuai dengan materi pembelajaran.
4. Mengorganisasikan murid untuk belajar Membagi murid dalam 6 kelompok dengan masing-masing kelompok 5-6 murid secara heterogen.
Membagi LKM kepada masing-masing kelompok.
5. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Membimbing murid untuk membedakan macam alat ukur yang disediakan beserta kegunaannya.
Membimbing murid dalam menggunakan alat ukur
mistar/penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca lengan/ohauss.
6. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Membimbing murid untuk menyajikan
3. Murid membuat pertanyaan dari gambar yang ditampilkan.
4. Murid memposisikan diri sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
Murid secara berkelompok membaca LKM yang telah diberikan.
5. Murid berdiskusi untuk membedakan macam alat ukur dan kegunaannya dengan bimbingan guru.
Murid menggunakan alat ukur mistar/penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca
lengan/ohauss dengan bimbingan guru secara berkelompok.
Murid mengukur bahan yang telah disediakan dengan alat ukur yang tepat sesuai dengan arahan guru secara berkelompok.
6. Setiap kelompok menyajikan hasil pengukuran yang diperoleh dengan bimbingan guru.
10 hasil pengukuran yang diperoleh dengan tepat.
Membimbing murid untuk mengolah data hasil pengukuran.
7. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Membimbing murid untuk memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang digunakan.
Membimbing murid untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
Membimbing murid untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap kelompok yang presentasi.
Memberikan fasilitasi dalam proses berjalannya presentasi.
Guru membimbing murid untuk menyimpulkan hasil eksperimen yang diperoleh.
Setiap kelompok mengolah data yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan bimbingan guru.
7. Murid memverifikasi hasil pengolahan data dengan konsep yang benar sesuai dari sumber atau referensi yang
digunakan.
Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
Perwakilan masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau
pertanyaan terhadap kelompok yang presentasi.
Murid membuat simpulan dengan bimbingan guru tentang hasil eksperimen yang diperoleh.
Penutup (20 menit)
8. Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk
8. Murid memahami penguatan yang diberikan guru terhadap hasil eksperimen yang diperoleh.
9. Murid menerima penghargaan dari guru.
11 penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik.
10. Guru memberikan post test untuk mengevaluasi materi yang telah diperoleh murid dalam kegiatan
pembelajaran hari itu berupa tes tertulis dengan memberikan soal essai.
11. Guru menyampaikan informasi dan meminta murid untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
12. Guru menutup pelajaran dengan salam penutup.
10. Murid mengerjakan post tes yang diberikan guru secara individu.
11. Murid menerima informasi yang diberikan oleh guru.
12. Murid menjawab salam.
ASESMEN Teknik Asesmen
Observasi
Asesmen performa: praktik dan portofolio
Tes tertulis
Instrumen Asesmen
Rubrik
Ceklis
Catatan anekdotal
Lembar amatan Telampir
Pedoman Penilaian Asesmen dan Kunci Jawaban Terlampir
PENGAYAAN
Mempelajari alat ukur yang lain seperti stopwatch, neraca pegas, dan termometer.
12 REMEDIAL
Mempelajari kembali alat ukur jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca lengan/ohauss.
REFLEKSI MURID DAN GURU
Refleksi Murid Refleksi Guru Catatan
• Bagaimana dalam kegiatan pembelajaran hari ini?
• Apakah saya sudah dapat memahami materi
pelajaran hari ini?
A. BAIK B. CUKUP C. KURANG
• Apa saja bagian-bagian (materi) yang belum dipahami atau masih memerlukan penjelasan?
• Apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
Kepada siapa meminta tolong jika mengalami kesulitan belajar?
• Apakah kegiatan
membuka pelajaran dapat mengarahkan dan
mempersiapkan peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
• Apakah peserta didik merespon setiap pertanyaan dengan antusias ?
• Apakah peserta didik dapat menyelesaikan tugas tepat waktu?
• Apakah urutan pembelajaran yang
dirancang dapat mencapai capaian pembelajaran (CP) pada materi terpilih sebagaimana mestinya?
• Apa hal-hal yang perlu diperbaiki dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran?
-
LAMPIRAN-LAMPIRAN Asessmen Observasi
Lembar Pengamatan Kegiatan Eksperimen
Nama: Kelas:
13
No Aspek yang Dievaluasi Skala Penilaian
0 1 2 3 4 Mengukur
1 Peserta didik melakukan pengukuran dengan benar
2 Mencatat hasil pengukuran dengan benar Menggunakan Alat
1 Terlibat langsung untuk menggunakan alat Ketika eksperimen
2 Mampu menggunakan alat eksperimen sesuai dengan prosedur eksperimen
3 Ketelitian dalam menggunakan alat eksperimen 4 Menggunakan alat dengan hati-hati
Mengkomunikasikan
1 Bertanya mengenai sesuatu hal yang tidak dipahami dalam pembelajaran
2 Memberikan jawaban ketika diberi kesempatan untuk menjawab
3 Berani untuk menyampaikan pendapat atau gagasan
4 Berani untuk berbeda pendapat dengan orang lain 5 Terlibat dalam penarikan kesimpulan hasil
pembelajaran
6 Berani mempresentasikan hasil kegiatan yang telah dilakukannya
7 Mampu mengkomunikasikan hasil dalam bentuk grafik
Memprediksi
1 Mengemukakan pendapat tentang kemungkinan hasil yang akan dicapai setelah kegiatan belajar 2 Memperkirakan mengenai konsep hasil
pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer
3 Terlibat dalam diskusi untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada suatu kegiatan pengukuran dengan menggunakan jangka sorong dan
mirometer sekrup
14 Kesimpulan
1 Diskusi pada akhir kegiatan termasuk
menyimpulkan dan jika mungkin dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik
2 Konsep utamanya dapat menjadi jelas pada akhir demonstrasi
Keterangan skala penilaian:
0 = tidak pernah 1 = sesekali
2 = kadang-kadang 3 = sering
4 = selalu
Asessmen Performa : Praktik
Kelompok
Skor Kriteria/Aspek
Total Skor Perencanaan
bahan/alat Proses praktikum
Laporan praktikum 1
2 3 4 5 6 7
Rubrik pengamatan praktikum Pengukuran.
No Aspek yang dinilai Rubrik
15 1 Perencanaan
bahan/alat
1: menunjukkan ketidaksiapan bahan dan alat yang akan digunakan dalam praktikum dan ketidaksiapan memulai praktikum
2: menunjukkan ketidaksiapan bahan dan alat praktikum tetapi menunjukkan kesiapan memulai praktikum atau sebaliknya
3: menunjukkan kesiapan bahan dan alat praktikum juga kesiapan memulai praktikum
2 Proses praktikum pengukuran
1: tidak menunjukkan sikap antusias selama proses praktikum
2: menunjukkan sikap antusias tetapi tidak mampu bekerjasama dengan teman sekelompok
3: menunjukkan sikap antusias dan mampu bekerja sama dengan teman sekelompok selama
praktikum
3 Laporan praktikum 1: tidak bersungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan dan tidak berupaya tepat waktu.
2: berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya
3: sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, dan berupaya selesai tepat waktu
ketidaksiapan memulai praktikum
Asessmen Performa : Portofolio
MACAM PORTOFOLIO
16 No KI / KD / PI Waktu
Kualitas Rangkumn Makalah Laporan Praktikum Laporan Kelompok
Jumlah
Skor Nilai
1
2
3
Catatan:
▪ PI = Pencapaian Indikator
▪ Untuk setiap karya peserta didik dikumpulkan dalam satu file sebagai bukti pekerjaan yang masuk dalam portofolio.
▪ Skor menggunakan rentang antara 0 -10 atau 10 – 100.
▪ Penilaian Portofolio dilakukan dengan sistem pembobotan sesuai tingkat kesulitan dalam pembuatannya.
17 Asessmen Tes Tertulis
Kerjakan soal di bawah ini dengan memilih jawaban yang menurut Anda paling benar!
1. Perhatikan tabel besaran dan dimensinya di bawah ini :
No Nama Besaran Dimensi
1 Gaya M L T-2
2 Medan Magnet M I-1 T-2
3 Usaha M L2 T-2
4 Medan Listrik M L I-1 T-2
Pernyataan yang benar adalah ....
A. 1 , 2 , 3 B. 1 dan 3 D. 2 dan 4 E. 1, 2, 3, 4
2. Dimensi dari debit aliran fluida yang mengalir pada suatu penampang pipa adalah ....
A. LT-1 B. L2T-2 C. L2T-1 D. L3T-1 E. L-2T2
3. Kelompok besran dibawah ini yang termasuk besaran vektor adalah ….
A. gaya, tekanan, energi, medan magnet B. momentum, kecepatan, percepatan, gaya C. perpindahan, percepatan, gaya, luas D. impuls, daya, kecepatan, medan listrik
E. potensial listrik, kuat arus, kecepatan sudut, momentum
18
4. Di antara kelompok besaran-besaran berikut ini, yang hanya terdiri atas besaran turunan saja adalah ....
A. waktu, kecepatan, dan luas
B. massa jenis, kecepatan, dan tekanan C. volume, berat, dan temperatur D. percepatan, energi, dan temperatur E. waktu, massa jenis, dan berat
5. Besaran yang dimensinya ML-1 T-2 adalah ….
A. gaya B. momentum C. tekanan D. percepatan E. energi
6. Pasangan besaran berikut yang memiliki satuan yang sama adalah : 1. Energi dan Usaha
2. Tekanan dan Gaya 3. Momentum dan Impuls 4. Kecepatan dan Percepatan Pernyatan yang benar adalah : A. 1 , 2 , 3
B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 saja E. 1, 2, 3, 4
7. Jika diketahui persamaan besaran-besaran seperti dinyatakan dengan : A = BC 2/ D, dimana dalam SI satuan B = kg , C = m/s dan D : m, maka Besaran A adalah ….
A. percepatan B. gaya C. usaha D. daya E. Pascal
19
8. Sebuah plat Aluminium foil diukur panjang dan lebarnya dengan mistar diperoleh panjang dan lebarnya masing-masing adalah : 35,42 cm dan 4,21 cm , maka luas plat aluminium tersebut adalah .... cm2.
A. 149 B. 149,1182 C. 149,118 D. 149,12 E. 149,1
9. Dengan menggunakan aturan angka penting,keliling lingkaran dari penampang silinder yang berdiameter 0,85 cm ( π = 3,14 ) adalah ... cm.
A. 2,6690 B. 2,669 C. 2,67 D. 2,7 E. 3,0
10. Kapasitas sebuah kapasitor bernilai 400 pF, nilai ini sama dengan ....
A. 0,4 nF B. 4 nF C. 0,4 μF D. 4 μF E. 0,4 mF
11. Panjang suatu benda diukur dengan mikrometer skrup dengan data seperti pada gambar dibawah. Panjang benda tersebut adalah … mm. A. 5,00
B. 3,50 C. 3,00 D. 2,80 E. 2,50
20
12. Pengukuran panjang benda dengan menggunakan mikrometer sekrup diperlihatkan seperti gambar di bawah ini.
Hasil pengukuran yang didapatkan adalah … mm.
A. 4,25 B. 4,29 C. 4,31 D. 6,56 E. 6,60
13. Tebal suatu pelat diukur dengan mikrometer sekrup dan hasilnya terlihat seperti gambar di samping. Tebal pelat tersebut adalah ... mm.
A. 7,40 B. 7,54
C. 7,90 D. 8,40 E. 8,45 mm
14. Hasil pengukuran diameter sebuah pepa dengan micrometer berikut adalah … mm.
A. 9,10 B. 9,20 C. 9,36 D. 9,59 E. 9,91 25
30 20 1 2 3 4
21
15. Kedudukan skala jangka sorong ketika dipergunakan untuk mengukur lebar pelat logam diperlihatkan seperti gambar.
Lebar pelat logam adalah … cm.
A. 3,40 B. 3,42 C. 3,46 D. 3,60 E. 4,30
16. Gambar berikut ini menunjukkan saat jangka sorong digunakan untuk mengukur.
Hasil pengukaran dan banyaknya angka penting adalah ....
A. 0,45 cm dengan 2 angka penting B. 0,46 cm dengan 2 angka penting C. 0,45 cm dengan 3 angka penting D. 0,46 cm dengan 3 angka penting E. 1,96 cm dengan 3 angka penting
22
17. Pengukuran dengan jangka sorong diperoleh seperti pada gambar.
Hasil pengukuran adalah….
A. 3,13 cm B. 3,31 cm C. 4,13 cm D. 4,31 cm E. 4,38 cm
18. Dhimas mengukur panjang baut dengan menggunakan jangka sorong seperti gambar di bawah ini :
Panjang baut adalah….
A. 14,00 cm B. 14,30 cm C. 14,35 cm D. 14,36 cm E. 14,38 cm
19.
Kedudukan skala jangka sorong ketika dipergunakan untuk mengukur tebal pelat logam diperlihatkan seperti gambar. Tebal pelat logam adalah....cm
A. 12 B. 12,1 C. 12,8 D. 12,18 E. 12,45
23
20. Di bawah ini yang bukan merupakan alat ukur panjang adalah ….
A. mikrometer sekrup B. jangka sorong C. rol meter D. mistar E. neraca
Kunci Jawaban:
1. A 11. C
2. D 12. B
3. B 13. C
4. B 14. D
5. C 15. B
6. B 16. B
7. B 17. B
8. A 18. D
9. D 19. D
10. A 20. E
NILAI = JUMLAH SKOR YANG BENAR X 5
24 LEMBAR KERJA MURID (LKM)
Lembar Kerja Murid MENGENAL ALAT UKUR Kelompok :
Anggota Kelompok : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelas : A. Tujuan
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi macam-macam alat ukur dengan benar.
2. Peserta didik dapat menganalisis kegunaan alat ukur dalam kehidupan sehari- hari dengan benar.
B. Alat dan Bahan
1. Gambar berbagai macam alat ukur C. Prosedur
1. Amatilah gambar-gambar alat ukur yang sudah disediakan!
(a) (b) (c)
(d) (e) (f)
(g) (h) (i)
(j) (k) (l)
25 2. Identifikasilah gambar-gambar alat ukur!
3. Isikan pada tabel yang sudah tersedia!
D. Tabel Data
No Nama Alat Ukur Penggunaan dalam Kehidupan Sehari- hari
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
(f)
(g)
(h)
(i)
(j)
(k)
(l)
E. Pertanyaan
1. Apa sajakah alat ukur yang sering Anda gunakan? Mengapa?
2. Bagaimana cara menggunakan alat ukur yang sering Anda gunakan?
F. Kesimpulan
26 LEMBAR KERJA MURID (LKM)
Lembar Kerja Murid PENGUKURAN Anggota Kelompok :
Kelas :
A. Tujuan
1. Peserta didik dapat menggunakan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
2. Peserta didik dapat mengenal skala-skala yang ada pada mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
3. Peserta didik dapat membaca skala pada mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
B. Alat
1. Mistar/penggaris 2. Jangka sorong 3. Mikrometer sekrup C. Prosedur
1. Cari benda di sekitar Anda yang bisa diukur:
a. Diameter bagian luar b. Diameter bagian dalam c. Kedalaman benda d. Ketebalan benda
2. Ukurlah benda-benda tersebu dengan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup!
3. Bandingkan hasil pengukuran tersebut!
D. Tabel Data
No Objek Hasil Pengukuran
Mistar/Penggaris Jangka Sorong Mikrometer Sekrup
E. Pertanyaan
1. Apakah hasil yang diperoleh dari pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup sama?
2. Mengapa sama/tidak sama?
F. Kesimpulan
27 LEMBAR KERJA MURID (LKM)
Lembar Kerja Murid
PENGUKURAN BERULANG DAN KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN Kelompok :
Anggota Kelompok : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelas : A. Tujuan
1. Peserta didik dapat menggunakan mistar/penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup dan neraca O’hauss dengan benar.
2. Peserta didik dapat mengenal skala-skala yang ada pada mistar/penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup dan neraca O’hauss dengan benar.
3. Peserta didik dapat membaca skala pada mistar/penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup dan neraca O’hauss dengan benar.
4. Peserta didik dapat membandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang berbeda dengan benar.
5. Peserta didik dapat menganalisis hasil pengukuran berulang dengan benar.
B. Alat dan Bahan 1. Mistar/penggaris 2. Jangka sorong 3. Mikrometer sekrup 4. Neraca O’hauss 5. Kubus materi C. Prosedur
1. Ukurlah panjang, lebar, dan tebal masing-masing kubus materi dengan
menggunakan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup kemudian masukkan dalam tabel!
2. Timbang masing-masing kubus materi dengan menggunakan neraca O’hauss kemudian masukkan dalam tabel!
3. Hitunglah luas dan volume masing-masing kubus materi kemudian masukkan dalam tabel!
4. Hitunglah massa/volume masing-masing kubus materi kemudian masukkan dalam tabel!
5. Bandingkan hasil pengukuran tersebut!
D. Tabel Data
Data hasil pengamatan dengan alat ukur mistar/penggaris No Bahan
Benda p l t A V m Massa/volume
1. Kuningan 2. Besi 3. Aluminium 4. Kayu
28
Data hasil pengamatan dengan alat ukur jangka sorong No Bahan
Benda p l t A V m Massa/volume
1. Kuningan 2. Besi 3. Aluminium 4. Kayu
Data hasil pengamatan dengan alat ukur mikrometer sekrup No Bahan
Benda p l t A V m Massa/volume
1. Kuningan 2. Besi 3. Aluminium 4. Kayu
Alat ukur yang digunakan : ………..
No Bahan Benda A A2
1.
2.
3.
4.
∑A (∑A)2
∑A2
E. Pertanyaan
1. Apakah hasil yang diperoleh dari pengukuran menggunakan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup sama?
2. Mengapa sama/tidak sama?
3. Hitunglah dengan menggunakan Aturan Angka Penting:
a. Rerata (Ᾱ)
b. Nilai ketidakpastian pengukuran berulang (∆A) c. Nilai ketidakpastian relatif
29 F. Kesimpulan
30 LEMBAR KERJA MURID (LKM)
Lembar Kerja Murid METODE ILMIAH DAN DIMENSI
Kelompok :
Anggota Kelompok : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelas :
A. Tujuan
1. Peserta didik dapat menggunakan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
2. Peserta didik dapat mengenal skala-skala yang ada pada mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
3. Peserta didik dapat membaca skala pada mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan benar.
B. Alat
1. Mistar/penggaris 2. Jangka sorong 3. Mikrometer sekrup C. Prosedur
1. Cari benda di sekitar Anda yang bisa diukur:
a. Diameter bagian luar b. Diameter bagian dalam c. Kedalaman benda d. Ketebalan benda
2. Ukurlah benda-benda tersebu dengan mistar/penggaris, jangka sorong dan mikrometer sekrup!
3. Bandingkan hasil pengukuran tersebut!
D. Tabel Data
No Objek Hasil Pengukuran
Mistar/Penggaris Jangka Sorong Mikrometer Sekrup
E. Pertanyaan
1. Apakah hasil yang diperoleh dari pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup sama?
2. Mengapa sama/tidak sama?
F. Kesimpulan
31 BAHAN BACAAN MURID DAN GURU
Puspaningsih, Ayuk Ratna, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X. Jakarta:
Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Puspaningsih, Ayuk Ratna, dkk. 2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X. Jakarta:Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
MATERI
Fisika merupakan cabang sains yang mempelajari materi dan energi. Gejala alam seperti gerak, fluida, kalor, gelombang, bunyi, cahaya, listrik dan magnet dikaji dalam fisika.
Mempelajari alam diawali dengan mengamati alam. Pengamatan yang dimaksud dalam fisika adalah pengamatan yang menghasilkan data kuantitatif (berupa angka-angka). Data kuantitatif diperoleh dari pengukuran.
1. Besaran
Besaran adalah sifat-sifat atau keadaan pada benda yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka-angka. Secara umum besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan.
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang dimensi dan satuannya didefinisikan atau ditetapkan melalui perjanjian internasional.
Tabel 1.1 Besaran Pokok
No Besaran Pokok Satuan Lamban
g satuan
Lamban g
Dimensi
1 Panjang meter m [L]
2 Massa kilogram kg [M]
3 Waktu sekon s [T]
4 Suhu kelvin K [ ]
5 Kuat arus ampere A [I]
6 Intensitas cahaya candela Cd [J]
7 Jumlah zat mol mol [N]
b. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuan dan dimensinya diturunkan dari satuan dan dimensi besaran pokok.
Contoh:
1. Luas = panjang x panjang, maka satuan luas = m x m = m2 Dimensi luas = L x L = L2
32
2. Laju = 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 , maka satuan laju = m/s = ms-1
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢
Dimensi laju = L /T = LT-1
2. Pengukuran
Mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran sejenis yang dijadikan acuan. Misalnya mengukur panjang tongkat dengan mistar. Yang dibandingkan adalah panjang tongkat dengan panjang mistar. Yang dijadikan acuan adalah mistar.
Kriteria Kemampuan Alat Ukur
1. Ketelitian (accuracy) adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil ukur yang mendekati hasil sebenarnya
2. Ketepatan (precision) adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama
3. Sensitivitas (sensitivity) adalah tingkat kepekaan alat ukur terhadap perubahan besaraan yang akan diukur
4. Kesalahan (error) adalah penyimpangan hasil ukur terhadap nilai yang sebenarnya
3. Alat Ukur
Alat Ukur Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a. Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Alat Ukur Panjang
33
Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.
4.
5. Pembacaan Skala b. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong
Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.
Jangka Sorong c. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.
Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian- bagian dari mikrometer.
34
Mikrometer Sekrup Alat Ukur Massa
Timbangan digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan. Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini.
Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
• Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
• Lengan tengah berskala mulai 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
• Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.
Neraca Alat Ukur Waktu
Berbagai jenis alat ukur waktu misalnya: jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch termasuk alat ukur yang memiliki ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.
Alat Ukur Waktu
35 4. Angka Penting (Angka Berarti)
Aturan angka penting:
a. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh :
245,5 memiliki 4 (empat) angka penting
b. Angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik decimal (angka nol di sebelah kiri angka bukan nol) bukanlah angka penting.
Contoh :
0,0000012 hanya memiliki 2 (dua) angka penting
c. Angka nol di belakang angka bukan nol dalam desimal merupakan angka penting.
Contoh :
2,0 memiliki dua angka penting 2,0300 memiliki lima angka penting
d. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tetapi tanpa tanda decimal bukanlah angka penting, kecuali ada tanda khusus, misalnya garis bawah.
Contoh :
34000 hanya memiliki dua angka penting 34000 memiliki tiga angka penting
e. Angka nol diantara angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh :
560,2 memiliki empat angka penting 5. Ketidakpastian Pengukuran
Ada 3 kategori kesalahan, yaitu kesalahan umum, kesalahan acak, dan kesalahan sistematik.
a. Kesalahan-kesalahan umum (gross errors, disebabkan kesalahan manusia antara lain pembacaan alat ukur, penyetelan yang tidak tepat, pemakaian instrument yang tidak sesuai, kesalah penaksiran dan paralaks.
b. Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja/kesalahan acak (random error), disebabkan oleh gejala yang tidak daoat secara langsung diketahui sehingga tidak mungkin dikendalikan secara pasti atau tidak dapat diatasi secara tuntas, seperti : fluktuasi tegangan listrik, gerak Brown molekul udara, getaran landasan.
c. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic errors), bersumber dari alat ukur yang digunakan atau kondisi yang menyertai saat pengukuran, seperti : kesalahan kalibrasi alat, kesalahan nol, waktu respon yang tidak tepat, kondisi yang tidak sesuai, kesalahan pandangan/paralak.
36 6. Pengukuran Berulang
a. Rerata (Ᾱ) = 𝜀𝐴
𝑁
b. Nilai ketidakpastian pengukuran berulang (∆A)
c. Nilai ketidakpastian relatif = ∆𝐴
𝐴 x 100%
GLOSARIUM
• Metode Ilmiah : metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan.
• Besaran : sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.
• Satuan : pembanding dalam pengukuran yang ditetapkan berdasarkan acuan tertentu.
• Angka Penting : angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.
• Notasi Ilmiah : bentuk penulisan terstandar untuk mempermudah penentuan suatu nilai.
37 DAFTAR PUSTAKA
Cutnell, Jhon D, Kenneth W Jhonson. 2012. Physics 9 Edition. Jhon Willey & Sons, Inc.
Duncan, Tom, Heather Kenneth. 2014. Cambridge IGCSE Physics Third Edition. Hodder Education.
Lasmi, Ni Ketut. 2018. Fisika 3. Jakarta: Erlangga.
Puspaningsih, Ayuk Ratna, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X. Jakarta:
Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Puspaningsih, Ayuk Ratna, dkk. 2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X. Jakarta:Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Kebumen, Juni 2022 Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Kebumen Guru Mata Pelajaran Fisika
Rachmat Priyono, S.Pd., M.M.
NIP. 19671025 199702 1 001
Nia Hani Prasasti, S.Pd.
NIP. 19850212 202012 2 004