• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES ADAPTASI ANTARBUDAYA ANAK PENYANDANG CACAT YANG BERSEKOLAH DI SEKOLAH INKLUSI SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROSES ADAPTASI ANTARBUDAYA ANAK PENYANDANG CACAT YANG BERSEKOLAH DI SEKOLAH INKLUSI SKRIPSI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menyimpulkan, efektivitas pelaksanaan program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tunanetra di Sekolah Luar Biasa/A (SLB/A) Karya Murni Medan Johor

Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, dari satu jalan untuk

Siswa yang mengalami permasalahan gambaran kepercayaan diri yang rendah pada penyandang cacat fisik dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling Realita..

Skripsi dengan judul “Penyesuaian Sosial Anak Tunagrahita Ringan pada Masa Usia Sekolah (Studi Kasus di SDN Inklusi Mojorejo 01 Batu)” adalah hasil karya saya, dan

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Banjarmasin.. Pembimbing Bidang Konten dan

Skripsi dengan judul “ Problematika Guru Dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Sekolah Inklusi SDN Sumbersari I Malang” adalah hasil karya saya, dan dalam

Pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan hak-hak penyandang disabilitas dengan mengadopsi perspektif Sila Kelima Pancasila. Sebab, prinsip keadilan sosial menjadi landasan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh negara Indonesia. Semangat keadilan sosial dalam penerapan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam kesetaraan, pengakuan hak, dan partisipasi penuh penyandang disabilitas di segala bidang kehidupan. Dalam perspektif Sila Kelima Pancasila, sekolah inklusif berfungsi sebagai sarana untuk mengamalkan prinsip keadilan sosial dan memberikan layanan pendidikan kepada anak penyandang disabilitas, tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, atau lainnya. Gagasan ini menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama atas pendidikan yang bebas dari diskriminasi. Pembelajaran, pengajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, serta sistem penilaian, semuanya diciptakan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Hal ini untuk memastikan mereka dapat menyesuaikan diri dan mendapatkan pendidikan terbaik berdasarkan kemampuan unik mereka. Sekolah inklusif tidak hanya memperhatikan berbagai keadaan siswanya, tetapi juga memperlakukan mereka dengan layak, memperhatikan minat, jiwa, serta aspek masyarakat dengan segala kreatifitas, empati, dan pemberdayaan