• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENURUNAN KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BENGKULU TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENURUNAN KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BENGKULU TENGAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENURUNAN KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

NEGERI 1 BENGKULU TENGAH

Uci Saputri Pascasarjana IAIN Bengkulu Email: [email protected]

Abstract: The formulation of the problem in this study is whether there is the influence of a rational emotive approach to the decrease in delinquency of students at SMAN 1 Bengkulu Tengah. This research is a quantitative study using the type of pre-experimental design of one group pre test-posttes design. Data collection techniques are observation, questionnaire and documentation. The results of the study concluded that it was concluded that the rational emotive approach had an effect on the decrease in delinquency of students at SMAN 1 Bengkulu Tengah. Based on the calculation of the t test obtained results based on the acquisition of the results of the t test it appears that the mean is -3.466 with a standard deviation of 8.671. The value of t count is -21,897. While the Sig (2-tailed) value is 0,000 <0,05 so that it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, so Ha states that there is an influence of rational emotive approach to decrease student delinquency in Bengkulu Tengah 1 High School. Based on these calculations and interpretations, it can be concluded that the rational emotive approach can reduce the delinquency of students at SMAN 1 Bengkulu Tengah.

Keywords: Emotive rational approach, Islamic education, student delinquency

Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat pengaruh pendekatan rasional emotif terhadap penu- runan kenakalan siswa di SMAN 1 Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengggunakan jenis pre eksperimen desain one group pre test-posttes design. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan dokumen- tasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa disimpulkan bahwa pendekatan rasional emotif berpengaruh terhadap penurunan kenakalan siswa di SMAN 1 Bengkulu Tengah.Berdasarkan perhitungan uji t diperoleh hasil berdasarkan perolehan hasil uji t terlihat bahwa mean sebesar -3,466 dengan standar deviasi sebesar 8,671. Nilai t hitung sebesar -21,897. Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga Ha yang menyata- kan bahwa terdapat pengaruh pendekatan rasional emotif terhadap penurunan kenakalan siswa di SMA 1 Bengkulu Tengah.

Berdasarkan perhitungan dan interpretasi tersebut dapat disimpulkan terlihat bahwa pendekatan rasional emotif dapat menu- runkan kenakalan siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah.

Kata Kunci: Pendekatan Rasional Emotif, Pendidikan Agama Islam, Kenakalan Siswa

(2)

Pendahuluan

Menurut kamus Bahasa Indonesia kata pendidi- kan berasal dari kata didik dan mendapat imbuhan pe dan akhiran an, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses penguba- han sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia mela- lui upaya pengajaran dan pelatihan.1 Menurut ka- mus bahasa Arab, pendidikan diterjemahkan ke dalam kata tarbiyah dengan kata kerjanya rabba yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara.2

Menurut Hasan Langgulung Pendidikan Islam ialah menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang, peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup masyarakat sendiri, memindahkan nilai-nilai yang bertujuan meme- lihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (sur- viral) suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilainilai keutuhan (integrity) dan kesatuan(integration) suatu masyarakat, maka kelanjutan hidup tersebut tidak akan dapat terpeli- hara dengan baik yang akhirnya akan berkesuda- han dengan kehancuran masyarakat itu sendiri.

Kenakalan siswa yang ditunjukkan oleh se- bagian generasi muda harapan masa depan terse- but, meskipun tidak besar prosentasenya,namun menjadi sesuatu yang disayangkan dan bahkan mencoreng kredibilitas dan kewibawaan dunia pendidikan. Para pelajar yang seharusnya menun- jukkan sikap dan perbuatan yang bermuatan akhlak mulia justru menunjukkan tingkah laku yang sebaliknya.Tidaklah berlebihan ketika dalam kasus ini kita sebagai pihak yang ikut andil dalam dunia pendidikan merasa gelisah dan ikut ber- tanggung jawab di dalamnya.Pendidikan memang mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagaiN- transfer nilai (transformation ofvalue) dan transfer pengetahuan(transformation of knowledge). Seba- gai fungsi transfer nilai, duniapendidikan diharap- kan mampu mentransfer nilai-nilai, norma-norma,

danbudi pekerti luhur (akhlakul karimah). Sebagai fungsi transfer pengetahuan,dunia pendidikan di- harapkan mampu mentransfer ilmu pengetahuan danteknologi pada anak didik. Persoalan yang muncul kemudian adalah seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiyang diagung- agungkan justru tidak disertai dengan perkem- bangan nilaiatau moralitas yang baik, malah justru sebaliknya. Untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman inidibutuhkan pendidikan yang berwawasan global, pendidikan yang memi- likinilai lentur terhadap perkembangan zaman namun muatan nilai-nilai moralkeagamaan tetap terpatri di dalamnya.Sekali lagi, sebagai pihak yang ikut andil dalam dunia pendidikan,terkhusus pada pendidikan agama Islam (PAI), kita dihadap- kan padakondisi yang sangat perlu berbenah diri (muhasabah). Salah satu bentukmuhasabah terse- but adalah meramu strategi yang efektif dalampe- nyelenggaraan pendidikan agama Islam, sehingga tercipta formatpendidikan agama Islam yang ideal dalam rangka meningkatkan moralitasgenerasi bangsa, khususnya para pelajar tunas masa de- pan.

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada peserta didik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim yang sejati.

Pendidikan agama Islam merupakan bagian ter- penting yang berkenaan dengan aspek sikap dan nilai-nilai yang antara lain akhlak. Karena pendidi- kan agama memberikan motivasi hidup dan ke- hidupan, dan juga merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri, maka Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertaqwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya kitab suci Alquran dan Hadis

1Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007. h. 263.

2Atabik Ali Ahmad Zuhdi Muhdhor, Kamus Bahasa Arab Kontemporer, Yogyakarta: Multi Karya Grafika, 2003, h. 454.

(3)

melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.Untuk menca- pai tujuan pendidikan tersebut, ditentukan oleh kemampuan guru karena faktor pendidik sangat menentukan keberhasilan anak didik dalam upaya menciptakan peserta didik yang diharapkan yang memiliki integritas serta akhlak mulia.

Berdasarkan hasil observasi awal di SMAN 1 Bengkulu Tengah dapat diketahui bentuk kenaka- lan yang dilakukan oleh siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah mencakup kenakalan siswa pada umum- nya dan bahkan sudah mencapai kategori tindak kriminal, seperti pencurian dan tawuran.Ber- dasarkan data dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 1 Bengkulu Tengah, di tahun pelajaran 2017/2018 tercatat empat orang dikelu- arkan dari sekolah karena terbukti mengkonsumsi minuman keras. Kemudian di tahun ajaran yang sama tercatat tujuh kasus perkelahian yang dise- babkan oleh balapan liar dan tawuran. Pada tahun 2018/2019 tercatat 3 orang siswa dikeluarkan dari sekolah karena kasus pencurian.3

Berikut rincian data kasus kenakalan siswa di SMAN 1 Bengkulu Tengah; 1. Kasus Pencurian 3 kasus, 2; minuman keras 4 kasus; 3. Bbalap liar 7 kasus.

Kenakalan siswa ini terpengaruh oleh kendali negatif mayoritas dikarenakan mereka tidak memi- liki tujuan sesuai dengan filosofi hidupnya yang mengacu pada tugas dan tanggung jawabnya se- bagai pelajar. Kedua, mereka juga tidak memiliki wawasan untuk memotivasi dirinya agar meraih tujuan tersebut.Ketiga, keirasionalan (keharusan, tuntutan, dan keakuan atas kehendak dari suatu kehendak) yang melanda mereka sehingga mer- eka tidak dapat melakukan evaluasi atas pikiran, emosi, dan prilakunya.

Peneliti berkeyakinan bahwa untuk mengenda- likan seseorang tidak bisa hanya dengan mengikat tubuhnya.Tapi dilakukan dengan mengikat fikiran dan hatinya.Mengenai tanggungjawab, guru harus mengetahui, serta memahami nilai, norma moral, dan sosial serta berusaha berperilaku dan

berbuat sesuai dengan segala tindaknya dalam pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Upaya guru PAI sangatlah penting dalam pem- binaan moral siswa, karena moral tidak cukup hanya dipelajari, tanpa ada strategi untuk mem- bentuk pribadi yang bermoral. Dalam konteks moralitas,perilaku seseorang akan menjadi baik jika diusahakan pembentukannya. Usaha terse- but dapat ditempuh dengan belajar dan berlatih melakukan perilaku yang mulia. Jika penanaman nilai-nilai moralitas yang baik telah dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan tersebut akan menjadi sesuatu yang ringan.

Dalam rangka mengatasi permasalahan ini pendekatan rasional emotif diasumsikan dapat me- nekan angka kenakalan siswa dalam permasalah- an ini. sebagaimana diketahui bahwa pendekatan rasional emotif adalah upaya pendekatan dengan memperbaiki melalui pola berpikir dan menghilan- gkan pola berpikir yang irasional. Terapi dilihatnya sebagai usaha untuk mendidik kembali. Jadi terapi bertindak sebagai mendidik dengan antara lain memberikan tugas yang harus dilakukan pasien serta mengajarkan strategi tertentu untuk mem- perkuat proses berpikirnya

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pendekatan Ra- sional Emotif oleh Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Penurunan Kenakalan Siswa di SMAN 1 Bengkulu Tengah”.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuan- titatif dengan menggunakan penelitian pre eks- perimen desain one group pre test-posttes design.

Penelitian eksperimen adalah penelitian yang beru- saha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara

3Sumberdata catatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan tahun aja- ran 2016/2017, 2017/2018.

(4)

ketat.4 Pada desain tersebut peneliti melakukan dua kali pengukuran yaitu pengukuran pertama dilakuakn sebelum dilakukan pendekatan rasional emotif dan pengukuran kedua dilakukan setelah diberikan pendekatan rasional emotif.

Pembahasan

Pendekatan yang digunakan pada dalam pene- litian ini menggunakan pendekatanrasional emo- tif. Dalam hal ini, tingkah laku yang bermasalah muncul kenakalan siswa. Siswa bermasalah mem- punyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungan. Selain dari proses belajar yang salah tingkah laku adaptif juga dapat ter- jadi karena kesalahpahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Melalui pendekatanra- sional emotif peneliti berupaya menghilangkan kenakalan pada siswa. Dalam penelitian ini penel- iti melakukan serangkaian treatment yang disertai dengan pendekatanrasional emotif dalam menu- runkan kenakalan siswa.

Setelah peserta didik mendapatkan treatmen berupa pendekatanrasional emotif, diketahui bah- wa terjadi penurunan kenakalan siswa. Hasil anali- sis pada post test menunjukkan bahwa kedelapan peserta didik yang sebelum diberikannya treatmen memiliki kategori kenakalan siswa yang tinggi, setelah mendapatkan treatmen kategori tersebut berubah menjadi kategori sangat rendah. Hal itu dapat dilihat dari skor yang diperoleh peserta didik yang mengelami peningkatan.

Penurunan kenakalan siswa selain ditunjuk- kan dari hasil post test juga ditunjukkan dari hasil penghitungan menggunakan program SPSS 17.

Berdasarkan hasil analisis data dengan mengguna- kan SPSS diperoleh nilai t hitung sebesar -21,897.

Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 <

0,05 sehingga Ho ditolak. Berdasarkan analisis data yang menunjukkan adanya perbedaan ke- nakalan siswa setelah dilaksanakan pendekatan-

4Alhamda, Buku Ajar Metlit dan Statistik, (Yogyakarta: Deepublish, 2006), h. 37

rasional emotif. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa terjadi perubahan positif setelah dilaksana- kannya pendekatanrasional emotif.

Sebagaimana telah dijelaskan bahwatujuan dari rasional emotif adalah untuk membantu in- dividu-individu mengatasi problem-problem peri- laku dan emosi mereka untuk membawa mereka kekehidupan yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih terpenuhi. Secara terperinci terapi ini bertu- juan untuk sebagai berikut:

1) Memperbaiki dan mengubah segala perilaku, sikap, persepsi, caraberpikir, keyakinan serta pandangan-pandangan yang irasional.

2) Menghilangkan gangguan emosional yang merusak seperti rasa takut, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa cemas, merasa was-was, rasa marah

3) Untuk membangun minat, pengendalian/pen- garahan diri, toleransi, kesediaan menerima ketidakpastian, fleksibel, komitmen terhadap sesuatu, berpikir logis, keberanian mengambil resiko, dan penerimaan diri siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah diuraikan pada bab pembahasan, selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pendekatanrasional emotif berpengaruh terhadap penurunan kenakalan siswa di SMAN 1 Bengkulu Tengah. Berdasarkan perhitungan uji t diperoleh hasil berdasarkan perolehan hasil uji t terlihat bahwa mean sebesar -3,466 dengan stan- dar deviasi sebesar 8,671. Nilai t hitung sebesar -21,897. Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh pendeka- tanrasional emotif terhadap penurunan kenakalan siswa di SMA 1 Bengkulu Tengah. Berdasarkan perhitungan dan interpretasi tersebut dapat disim- pulkan terlihat bahwa pendekatanrasional emo- tifdapat menurunkan kenakalan siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah.

(5)

Daftar Pustaka

Alhamda. 2006. Buku Ajar Metlit dan Statistik. Yo- gyakarta: Deepublish.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Paktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Atabik Ali Ahmad Zuhdi Muhdhor. 2003. Kamus Bahasa Arab Kontemporer. Yogyakarta: Multi Karya Grafika.

Basri, Hasan. 2006. Remaja Berkualitas. Yogya- karta: Pustaka Pelajar.

Corey, Gerald. 2005. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Refika Adita- ma.

Daradjat, Zakiyah. 2015. Ilmu Pendidikan Islam.

Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Agama RI . 2005. Al-Qur’an dan Ter- jemahannya. Bandung: Diponegoro.

Dimyati dan Mudjiono. 2015. Belajar Dan Pembe- lajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2015. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Gunarsa, Singgih D. 2000.m Konseling dan Psikot- erapi. Jakarta: Gunung Mulia.

Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta:

Gaung Persada Pres.

Jahja,Yudrik. 2015. Psikologi Perkembangan. Ja- karta: Prenada Media Group.

Latipun. 2008. Psikologi Konseling. Malang: Uni- versitas Muhammadiyah Malang Press.

Mardalis. 2007. Metode Penelitian Suatu Pendeka- tan Proposal.Jakarta: Bumi Aksara.

Muhaimin. 2016. Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam. Jakarta: Ra- jawali Press.

Muhammad Ali dan Asrori. 2006. Mohammad, Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa. 2017. Menjadi Guru Profesional. Jakar- ta: PT. Raja Grafindo.

Musbikin, Imam. 2013. Mengatasi Kenakalan Siswa Remaja. Pekanbaru: Zanafa Publishing.

Ramayulis. 2018. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:

Kalam Mulia.

Roestiyah NK. 2015. Masalah Pengajaran sebagai Suatu Sistem. Jakarta: Rineka Cipta.

Sardiman. 2015. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.

Sarwono, Sarlito W. 2010. Psikologi Remaja. Ja- karta: Rajawalipers.

Sukardi, Dewa Ketut Sukardi.; 2008.Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konsel- ing di Sekolah. Jakarta: PT RIneka Cipta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Pene- litian. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Surya, Moh. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan Di sekolah (Guidance and Counseling). Bandung:

Ilmu Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Dari karakteristik musikalitas yang tidak menuntut musisi untuk berskill tinggi, dan tidak berpatok pada standart baku, style penampilan yang menunjukkan

Klasifikasi tingkat kerusakan tersebut dijadikan dasar dalam menentukan kebijakan oleh manajemen sekolah atau pihak Dinas Pendidikan Daerah setempat, apakah

Parameter yang divariasikan adalah ukuran gayung input pompa menggunakan corong panjang dengan kapasitas 1260 ml dan corong pendek dengan kapasitas 740 ml, putaran pompa dengan

Dengan demikian, keadaan kemiskinan atau status kemiskinan dalam penelitian ini ternyata tidak memiliki hubungan yang signifikan pada taraf 0.05 dengan tingkat

Fasade dan bentuk bangunan kantor produksi iklan di Badung didapat dari pertimbangkan akan potensi–potensi site seperti sudut pandang dari jalan, begitu juga suasana

1) Jumlah pertemuan 3 kali yaitu pertemuan pertama untuk kegiatan pembelajaran dan evaluasi akhir siklus. 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana kegiatan.

PERUBAHAN PERUBAHAN YG SANGAT CEPAT YG SANGAT CEPAT KETIDAK PASTIAN KETIDAK PASTIAN YG SANGAT BESAR  YG SANGAT BESAR  KOMPLEKSITAS KOMPLEKSITAS YG SANGAT DINAMIS YG SANGAT

Uji Validitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan