43
PELITA MASYARAKAT
Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/pelitamasyarakat
Pembentukan Dan Pendampingan Wirausaha Pada Kelompok Posyandu Di Desa Sena
Entrepreneurial Formation and Assistance in Posyandu Groups in Sena Village
Roni Gunawan1), Dahrul Siregar2) & Sulaiman3)*
1) Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia
2) Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Medan Area, Medan, Indonesia 3) Ilmu Fisioterapi, Stikes Siti Hajar Medan, Indonesia
Diterima: 07 September 2021 ; Direview: 07 September 2021 ; Disetujui: 12 September 2021
*Corresponding Email: [email protected] Abstrak
Permasalahan yang terjadi pada kebanyak Posyandu termasuk pada mitra adalah rendahnya kinerja kader Posyandu karena ekonomi keluarga yang lemah sehingga Posyandu tidak menjadi prioritas.
Selain itu Posyandu juga kerap mengalami kekurangan biaya untuk pelaksanaan Imunisasi bulanan.
Kader Posyandu yang aktif akan dilatih untuk memiliki satu jenis usaha yang dikelola secara bersama yang keuntungannya selain untuk kader juga digunakan untuk membantu pembiayaan pelaksanaan Posyandu setiap bulannya. Wirausaha pada Posyandu diharapkan dapat menyelesaikan masalah ekonomi dan kesehatan tingkat keluarga di setiap desa. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai target antara lain, penentuan jenis produk, penyerahan alat produksi, pelatihan produksi, pendampingan merek dan logo, pendampingan pembuatan label dan kemasan, pendampingan produksi, pendampingan penentuan pasar, pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan, pendampingan pengurusan IUMK dan NIB, pendampingan pembuatan konten promosi. Hasil Kegiatan ini antara lain, adanya pendapatan yang dimiliki oleh kader Posyandu, dimana sebelumnya kader tidak punya pendapatan, kegiatan ini juga berhasil menghasilkan peningkatan pengetahuan kader dalam mengelola bisnis, kader juga memiliki ketrampilan dalam membuat produk serta melakukan pencatatan keuangan usaha, kegiatan ini sudah mampu memberikan pendapatan rutin bulanan kepada kader Posyandu, dimana kondisi sebelumnya kader Posyandu tidak punya penghasilan tambahan. Posyandu mendapatkan dana tambahan untuk Pembelian PMT & Kader mendapatkan pendapatan tambahan bulanan
Kata Kunci: Pembentukan, Pendampingan, Wirausaha, Posyandu Abstract
The problem that occurs in most Posyandu, including partners, is the low performance of Posyandu cadres due to the weak family economy so that Posyandu is not a priority. In addition, Posyandu also often experience a lack of funds for the implementation of monthly immunizations. Active Posyandu cadres will be trained to have one type of business that is managed jointly, the benefits of which are not only used for the cadres, but also to help finance the implementation of Posyandu every month. Entrepreneurs at Posyandu are expected to be able to solve economic and health problems at the family level in each village. Activities carried out to achieve the target include determining product types, delivery of production equipment, production training, brand and logo assistance, labeling and packaging assistance, production assistance, assistance in determining the market, training and assistance in financial recording, assistance in the management of IUMK and NIB, assistance in the creation of promotional content. The results of this activity include, among others, the income of Posyandu cadres, where previously cadres had no income, this activity also succeeded in increasing the knowledge of cadres in managing business, cadres also have skills in making products and recording business finances, this activity has been able to provide regular monthly income to Posyandu cadres, where previously the Posyandu cadres did not have additional income. Posyandu get additional funds for PMT Purchases & Cadres get additional monthly income
Keywords: Formation, Mentoring, Entrepreneurs, Posyandu
How to Cite: Gunawan, R. Siregar, D. & Sulaiman. (2021). Pembentukan Dan Pendampingan Wirausaha Pada Kelompok Posyandu Di Desa Sena. Pelita Masyarakat: 3 (1): 43-54.
PENDAHULUAN
Pandemi Corona Virues Disease 2019 (Covid-19) merupakan wabah penyakit yang menyebar secara global awal tahun 2020 ini. Tidak hanya dampak kesehatan, penyakit ini juga berdampak pada seluruh sector yang ada pada kehidupan manusia termasuk didalamnya ekonomi. Hampir semua sector mengalami disrupsi yang menuntut kerjasama berbagai pihak untuk menyelesaikannya. Penguatan pemberdayaan masyrakat perlu dikuatkan guna mengantisipasi dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, salah satu kelompok swadaya masyrakat yang sudah bertahan sejak dulu adalah Posyandu, Posyandu diharapkan dapat menjadi jembatan bagi keluarga untuk mengatasi dampak- dampak yang ditimbulkan pada saat Covid-19 baik aspek kesehatan maupun ekonomi.
(Syafrizaldi, 2018; Suharyanto dkk, 2019).
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan,yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini dalam rangka pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita, dan pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditunjukan untuk membina tumbuh kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat hidup sehat. (Suharyanto dkk, 2017;
Batubara , 2013).
Optimalisasi Posyandu dalam peningkatan kesehatan dan status gizi masyarakat sangat tergantung dari partisipasi, motivasi, dan kemampuan kader Posyandu dalam melaksanakan berbagai program kesehatan di Posyandu. Pelaksanaan Posyandu merupakan titik sentral kegiatan Posyandu, keikutsertaan dan keaktifannya diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat. Banyak faktor yang berperan dalam menentukan partisipasi dan keaktifan kader, baik secara internal dalam diri kader maupun eksternal atau dari lingkungan kader. Salah satu faktor eksternal adalah pemberian intensif (Wicaksono, 2014).
Hal di atas menggambarkan sebuah fenomena bahwa keaktifan kader dalam menjalankan Posyandu dipengaruhi oleh berbagai faktor, insentif yang diberikan 3 bulan
45
tugasnya di Posyandu. Kondisi ini seakan menggambarkan kondisi yang seakan kontradiktif sehingga perlu uapaya penggalian yang lebih mendalam terhadap kondisi ini yangs ecara eksplisit memengaruhi kinerja kader Posyandu. (Simbolon dkk, 2015;
Ritonga, 2015).
Hasil penelitian Suhat (2014) menunjukkan bahwa Keaktifan kader dalam kegiatan posyandu berhubungan dengan pengetahuan kader, pekerjaan, tingkat pendapatan serta keikutsertaan kader pada organisasi lain. Sebagian besar pengetahuan kader dalam kategori kurang baik, sebagian besar kader tidak bekerja, sebagian besar pengahasilan kader dalam kategori rendah dan sebagain besar kader tidak mengikuti organisasi lain di masyarakat. Kader posyandu aktif lebih sedikit dibandingkan dengan yang pasif.
(Ngarsiningtyas & Walid, 2016; Hardiansyah dkk, 2019).
Hasil Penelitian Gunawan (2020) membuktikan bahwa kader Posyandu yang aktif dan berwirausaha sangat menyokong kehidupan ekonomi kader, tidak hanya itu kader juga dapat menyisihkan keuntungan wirausaha untuk operasionalisasi Posyandu. Atas dasar itulah maka dikembangkan pengabdian masyrakat berbasis riset yang sudah dilakukan peneliti pada tahun sebelumnya terkait kewirausahaan pada Posyandu.
Desa Sena merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Deli Serdang yang berada di kecamatan Batang Kuis. Desa ini memiliki 11 dusun, dimana salah satu dusun yang paling banyak penduduknya adalah dusun 10 Desa Sena yang berada pada satu perumahan, yakni Perumahan Cendana Asri Desa Sena. Desa Sena memiliki jumlah penduduk berdasarkan umur sebanyak 7.308 orang. Secara geografis Desa Sena Kecamatan Batang Kuis yang memiliki wilayah dengan luas kurang lebih 1.050 Ha ini yang merupakan salah satu desa yang dilintasi oleh jalur transportasi Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Dusun 10 Desa Sena merupakan dusun dengan jumlah penduduk terbanyak yang hanya memiliki satu Puskesmas aktif yang terdiri atas 500 kepala keluarga. Berkaitan dengan Posyandu, dusun ini terbilang cukup intensif dalam melaksanakan kegiatan Posyandu setiap bulannya, hanya saja jumlah kunjungan masyarakat untuk mengakses masih sangat minim. Selain itu Posyandu tersbut berdasarkan studi awal hanya disokong oleh beberapa orang kader.
Melihat besarnya jumlah masyarakat yang harus dibina dan minimnya sumber daya kader yang terbilang aktif maka diperlukan upaya yang strategis guna menstimulus
pembentukan kader-kader baru yang dapat membantu mengatasi masalah Posyandu, salah satu strateginya adalah dengan mendirikan wirausaha yang dapa membantu operasionalisasi kader dan Posyandu .
Satu Posyandu yang ada saat ini tergolong sangat aktif, sehingga kekuatan kelompok untuk kerjasama juga sudah teruji, ditambah lagi dukungan kepala desa juga baik.
Sehingga potensi modal social yang sudah ada dapat membantu mewujudkan pembangunan wirausaha pada kelompok kader Posyandu desa Sena ini. Apalagi desa ini dilalui jalur utama lalu lintas menuju Bandara Internasional Kualanamu, sehingga potensi wirausaha untuk pengembangan oleh-oleh menuju Bandara Kualanamu bias dikembangkan sebagai salah satu alternative untuk jangka panjang.
Akan tetapi berdasarkan penelusuran terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Posyandu Dusun, yaitu, jumlah dan kapasitas kegiatan kader Posyandu berkembang dan cenderung monoton sehingga kegiatan bulanan berjalan seadanya saja.
Kader yang diproyeksikan memiliki kesibukan lainnya yang tidak sejalan dengan kegiatan Posyandu, ditambah lagi keterbatasan anggaran, dimana operasional Posyandu terhambat yang selama ini hanya diperoleh dari alokasi dana desa. Hal yang paling mendasar adalah kader tidak mengerti sama sekali tentang konsep wirausaha dan bisnis, padahal potensi kelompok dan wilayah mendukung untuk dikembangkan sebagai salah satu objek bisnis.Oleh sebab itu diperlukan sebuah upaya yang strategis dan terpadu yang dapat meningkatkan kinerja kader Posyandu sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi kader Posyandu.
Menurut Penelitian Dalimunthe (2017) bahwa kader Posyandu merupakan salah satu potensi wirausaha sehingga melalui apabila terjadi perubahan pola pikir ke arah kewirausahaan maka dapat mempengaruhi minat berwirausaha kader Posyandu. Kader Posyandu yang pola pikirnya sudah baik maka akan dapat dibentuk sebagai wirausaha.
Kader Posyandu merupakan kearifan local dalam konteks pemberdayaan masyrakat yang sudah sejak lama ada di Indonesia. Sehingga beberapa program kesehatan banyak memanfaatkan peran kader dalam pencapaian programmnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa kader Posyandu merupakan bagian dari masyarakat yang sudah terbentuk dan ditempa dalam setiap kegiatan di lapisan bawah masyarakat. Sehingga penguatan kader Posyandu melalui wirauasaha merupakan jalan strategis dan terpadu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di dusun 10 Desa Sena.
47
Secara prinsipil pembiayan dan keaktifan kader Posyandu sangat bergantung pada pembiayaan dan kondisi ekonomi kader, sehingga menurut Gunawan (2020) bahwa kader yang memiliki usaha dapat membantu operasionalisasi Posyandu. Berdasarkan uraian di atas beberapa hal yang menjadi permasalahan mitra antara lain
1. Kader tidak memahami konsep wirausaha sehingga belum mampu mengembangkan wirausaha kelompok yang berdsarkan riset, wirausaha tersebut dapat membantu operasionalisasi Posyandu
2. Kader Posyandu tidak memiliki bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan baik bagi indivisu maupun bagi Posyandu
3. Kader Posyandu belum memiliki kemampuan untuk melakukan produksi sebagai bagian dari wirausaha
4. Kader belum memiliki pengalaman bisnis sehingga tidak mengetahui manajemen bisnis 5. Kader tidak memiliki pengalaman pemasaran
METODE PELAKSANAAN
Prinsip utama pada kegiatan ini adalah menghasilkan satu produk yang akan dijadikan bisnis kelompok, setelah jadi maka adakan didampingi manajemen bisnisnya sampai menghasilkan pendapatan bagi bisnis kelompok. Pendapatan yang dihasilkan akan diarahkan untuk berkelanjutan. Adapun kegiatan yang dilakukan ada tahap ini adalah sebagai berikut,
1. Pelatihan Kewirausahaan
Output kegiatan ini adalah adanya produk yang akan dijadikan bisnis utama oleh kelompok. Metode yang akan dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan konten materi antara lain, Penentuan jenis usaha yang akan dilakukan kedepannya. Materi ini akan dilakukan secara terbuka berdasarkan kemampuan, hobi, kebutuhan pasar serta dukungan yang dimiliki oleh kader. Melalui materi ini akan dihasilkan jenis produk/jasa yang akan dijalakan oleh kader sebagai core bisnis. Proses produksi. Materi ini disampaikan untuk meningkatkan ketrampilan kader Posyandu dalam membuat produk yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah praktik langsung pengolahan produk. Pencatatan keuangan diberikan untuk menguatkan system pencatatan keuangan kader Posyandu.
2. Pendampingan Bisnis
Secara prinsip kegiatan ini ingin menciptakan keberlanjutan bagi usaha kader Posyandu dengan indicator adanya penjualan dan pendapatan dari produk bisnis yang sudah dihasilkan pada pelatihan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan antara lain, Pendampingan penjualan, kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi kelompok dengan kader menentukan segmen dan target pasar yang potensi serta metode penjualan yang tepat kompetensi ini dimiliki oleh Rizky Putra. Kelompok akan didampingi secara intensif sampai menghasilkan penjualan dan pendapatan. Pendampingan merek dan perijinan. Kegiatan ini dilakukan melalui audiensi dengan stakeholder terkait dengan permasalahan merek yang akan dibantu langsung verifikasi dan pendaftaran hak merek produk kader. Ijin usaha berupa IUMK. Penguatan Kapasitas Produksi, untuk penguatan kapasistas produksi akan didampingi proses pembuatan produk sampai pada tahap packaging. Metode yang digunakan adalah praktik dan akan diberikan bantuan alat produksi dan packaging. Pendampingan dalam pemasaran Kegiatan yang akan dilakukan adalah mempromosikan produk
HASIL DAN PEMBAHASAN
Orientasi Program pada Kader Posyandu
Orientasi program pendampingan pada kelompok kader Posyandu. Kegiatan ini dilakukan untuk meluruskan pandangan kader berpikir tentang program pengabdian masyarakat ini adalah program yang berkelanjutan, bukan pelatihan yang sekedar diikuti untuk mendapatkan uang transportasi, akan tetapi kegiatan pelatihan dan pendampingan yang akan menghasilkan uang kepada kader Posyandu untuk jangka panjang. Kegiatan ini dilaksanakan pada, Hari/tanggal : Sabtu/ 22 Mei 2021
Kegiatan ini ini diikuti oleh seluruh kader Posyandu yang aktif yang berjumlah 4 orang ditambah lagi dengan 2 orang calon kader yang diproyeksika untuk membantu mengembangkan usaha Posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode focus group discussion, yang secara spesifik membahas tentang kendala posyandu selama ini terkati biaya operasional, alasan posyandu memiliki usaha, jenis usaha yang akan dijalankan kelompok Posyandu serta rencana mulai produksi. Hasil kegiatan ini disepakati bebera poin penting yaitu :
49
1. Dari 2 pilihan jenis produk kelompok sepakat memproduksi keripik ubi sambal dengan pertimbangan sumber daya, teknologi yang digunakan serta kebutuhan alat dan ketersediaan bahan baku yang lebih Panjang
2. Kelompok menyepakati untuk langsung mulai produksi tanggal 01 Juni 2021 di rumah warga yang bersedia memberikan rumahnya untuk lokasi produksi
3. Ada pembedaan antara penanggung jawab kegiatan Posyandu dengan usaha posyandu sehingga dapat
Pelatihan Produksi
Pelatihan produksi ini dilaksanakan bersama seluruh kader Posyandu, dimana seluruh kader langsung mempraktikkan pembuatan keripik ubi pedas. Kegiatan ini dilaksanakan pada, Hari/tanggal : 01 Juni 2021
Narasumber kegiatan adalah tim pengabdian masyarakat dan satu orang warga masyarakat yang merupakan UKM yang bergerak
di sector kuliner. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode praktik langsung, dimana seluruh kader Posyandu diajar untuk turut terlibat dalam semua aspek produksi mulai dari pembelian bahan baku, pemotongan ubi,
pengirisan ubi, penggorengan, penambahan cabe, kemudian pengemasan dilakukan langsung oleh kader Posyandu. Hasil kegiatan ini adalah mitra mengetahui alur produksi secara baik, kemudian mampu menghasilkan produk yang siap jual sebagai produk utama kelompok Posyandu. Adapun produk yang rencana akan dijual yaitu : Keripik ubi original, cabe merah, dan cabe hijau.
Pendampingan Merek
Gambar 1. Hasil Penentuan Produk Usaha
Gambar 2. Produk Hasil Olahan Kader Posyandu
Merek adalah ciri yang penting dari sebuah usaha, pembuatan merek menjadi penting pada tahap awal, sebab pada saat penjualan tahap 1 dilakukan tanpa mereka, mitra kesusahan membedakan produk keripik
kader dengan produk lainnya, oleh sebab itu dibutuhkan merek usaha yang menjadi symbol kelompok. Pendampingan ini dilakukan pada Hari/tanggal: 05 Juni 2021
Kegiatan dilakukan dengan 2 orang kader, untuk menentukan gambar dan nama produk
yang akan digunakan. Setelah itu hasilnya di dibahas di grup WhatsApp dan disepakati Bersama. Pendampingan tahap ini dilakukan dengan mengunjungi langsung mitra, kemudian tim pengabdian membantu membuat desain merek dan logo yang akan dijadikan merek usaha kelompok. Setelah itu disepakati Bersama melalui grup WhatsApp.
Hasil kegiatan ini adalah adanya logo dan merek usaha kelompok Posyandu. Adapun merek usaha kelompok ini adalah ASRI SENA yang merupakan kelompok Posyandu yang berasal dari Perumahan Cendana Asri Desa Sena. Adapun logo usaha kelompok Posyandu dapat dilihat pada gambar di samping,
Logo merupakan gambar keripik yang digigit oleh pembeli, dengan latar belakang merah yang melambangkan keberanian dalam menjalankan bisnis dan dikelilingi oleh garis kuning yang menunjukkan kejayaan, serta tulisan asri sena yang merupakan nama usaha yang diajalankan oleh kelompok Posyandu.
Pendampingan Kemasan dan Label
Kemasan dan label merupakan factor penentu dan pembeda pelanggan untuk membeli pembuatan label dan kemsan sejalan dengan merek dan menjadi penting pada tahap awal, sebab pada saat penjualan tahap 1 dilakukan tanpa mereka, mitra
kesusahan membedakan produk keripik kader dengan produk lainnya, oleh sebab itu dibutuhkan kemasan, lebel dan merek usaha yang menjadi symbol kelompok.
Pendampingan ini dilakukan pada Hari/tanggal : Senin/ 07 Juni 2021.
Pembuatan label dikerjakan langsung oleh tim pengabdian masyarakat dengan Gambar 3. Logo dan Merek Usaha
Kader Posyandu
Gambar 4. Perbandingan Kemasan Sebelum Ada Label dan Sesudah Ada Label
51
dengan kebutuhan produk yang akan dijual. Setelah label dan kemasan selesai, tim pengabdian menshare dan menyepakati bersama dengan kader Posyandu. Adanya label dan kemasan yang sudah disesuaikan dengan standar yang baku terkait produk olahan pangan. Pendampingan ini menghasilkan produk mitra yang sudah terkemas secara baik lengkap dengan label dan merek usaha.
Pendampingan Produksi
Pendampingan produksi dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan produksi kader Posyandu. Pasca pelatihan produksi kader Posyandu menyepakati untuk produksi selama 2 kali dalam seminggu, atau jika terdapat perubahan akan disesuaikan dengan kesepakatan Bersama
melalui media sosial Pendampingan produksi dilakukan dengan 2 cara yaitu melakukan kunjungan langsung saat produksi dan mendampingi langsung menggunakan media telekomunikasi saat proses produksi berlangsung. Pendampingan produksi ini menghasilkan output berupa konsistensi kader posyandu dalam melakukan produksi secara rutin sesuai dengan kesepakatan. Berdasarkan catatan sejak 01 Juni 2021 sampai pertengahan Agustus 2021 kader Posyandu sudah melakukan produksi sebanyak 18 kali.
Pendampingan Pencatatan Keuangan
Pencatatan keuangan merupakan salah satu instrument penting dalam menentukan keberhasilan UKM. Oleh karena itu aspek ini juga dikuatkan oleh tim pendampingan.
Sampai minggu ke dua Agustus 2021 sudah 2 kali dilaksanakan pendampingan pencatatan keuangan, yakni tanggal 18 Juni 2021 dan tanggal 13 Juli 2021 di lokasi kordinator usaha kelompok Posyandu dan saat produksi. Pada tahap awal dilakukan pendampingan langsung oleh tim pengabdian, kemudian pada tahap 2 dipandu oleh narasumber yang mengoreksi langsung pencatatan keuangan Usaha kader Posyandu, agar tepat pencatatan pelaporan keuangannya.
Gambar 5.Kegiatan Produksi Rutin Kader Posyandu
Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dengan menjelaskan cara pencatatan keuangan sederhana meliputi buku besar, cashflow, pencatatan produksi, pencatatan penjualan. Tim juga melakukan pendampinga via telekomunikasi untuk memastikan pencatatan tetap dilakuka, sehingga tertib pencatatan. Kegiatan ini menghasilkan adanya pencatatan keuangan yang dimiliki oleh usaha kader Posyandu dalam bentuk buku besar, rekapitulasi produksi dan rekapitulasi penjualan. Sampai dengan minggu ke dua Agustus 2021, kader masih aktif melakukan pencatatan keuangan dan
Pendampingan Pengurusan IUMK
Ijin usaha Kecil dan Menengah saat ini menjadi penting, sebab hal ini sangat dibutuhkan untuk menguatkan legalitas usaha kader Posyandu. Oleh sebab itu tim pengabdian melakukan pendampingan langsung kepad akader Posyandu untuk pembuatan Ijin Usana Mikro dan Kecil serta Ijin Berusaha. Kegiatan ini dilakukan pada Hari/tanggal : Selasa/22 Juni 2021.
Kegiatan ini dilakukan langsung dilokasi mitra dengan cara memandu memerikan berkas, memandu pendaftaran dan pengurusan secara daring oleh tim pengabdi melalui situs daring yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kegiatan ini menghasilkan luaran yang penting bagi legalitas usaha kelompok Posyandu. Saat ini kelompok Posyandu sudah memiliki NIB dan IUMK atas nama kader Posyandu yang bertanggung jawab terhadap proses produksi usaha. Kader sepakat nama kordinator usaha sebagai nama yang didaftarkan IUMK.
Pendampingan Penyusunan Konten Promosi
Guna meningkatkan penjualan, maka tim juga melakukan pendampingan dalam Menyusun konten promosi, konten ini akan dishare sebagai media prodmosi produk pada media sosial yang akan dibuat pada waktu yang akan dating, konten ini juga digunakan oleh kader untuk mempromosikan produknya. Pendampingan penyusunan konten dilakukan pada, Hari/tanggal: Jum’at /25 Juni 2021
53
Pendampingan dilakukan langsung bersama beberapa orang kader, dimana tim mengeksplorasi minat dan konsep promosi yang diinginkan oleh kader Posyandu, lalu kemudian menggambarkannya secara sederhana.
Setelah itu tim Bersama desainer langsung Menyusun konten promosi tersebut, dalam bentuk flyer maupun video. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa adanya media/konten promosi produk yang dimiliki oleh kader Posyandu untuk melakukan promosi secara daring melalui media sosial. Konten ini nantinya akan didukung dengan adanya akun media sosial khusus untuk penjualan keripik produk asri sena.
SIMPULAN
Hasil kegiatan ini antara lain adanya pendapatan yang dimiliki oleh kader Posyandu, dimana sebelumnya kader tidak punya pendapatan. Kegiatan ini juga berhasil menghasilkan luaran tambahan lainnya yaitu adanya peningkatan pengetahuan kader dalam mengelola bisnis, kader juga memiliki ketrampilan dalam membuat produk serta melakukan pencatatan keuangan usaha, kegiatan ini sudah mampu memberikan pendapatan rutin bulanan kepada kader Posyandu, dimana kondisi sebelumnya kader Posyandu tidak punya penghasilan tambahan. Posyandu mendapatkan dana tambahan untuk Pembelian Pemberian Makanan Tambahan & Kader mendapatkan pendapatan tambahan bulanan. Perlu dukungan lebih lanjut dari Puskesmas ataupun Camat untuk mempromosikan produk kader Posyandu, sekaligus mereplikasi kegiatan pada Posyandu yang lainnya
UCAPAN TERIMAKASIH
Terima kasih diucapkan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat pada tahun 2021. Terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala Desa Sena yang memberikan masukan yang berarti dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini.
Gambar 6. Konten Promosi Produk Kader Posyandu
DAFTAR PUSTAKA
Batubara, B.M., (2013). Hubungan Komunikasi Badan Perwakilan Desa terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan, JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA), 1 (1): 76-87.
Dalimunthe, R. F. (2017, March). Entrepreneurial Interests of Posyandu Cadres in Karang Berombak Village West Medan Sub-District Medan City. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 180, No. 1, p. 012253). IOP Publishing.
Ekasari, F. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya. Jakarta: Salemba Medika
Gunawan, R, & Sutandra, L. (2020). Penguatan Posyandu Melalui Wirausaha Kader di Sumatera Utara. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan. 5(1), pp. 20-30
Hardiansyah, M. Nasution, M.A. & Matondang, A. (2019). Efektivitas Pelayanan Perangkat Desa oleh Kepemimpinan Kepala Desa (Datuk Penghulu) Tahun 2017. PERSPEKTIF, 8 (1): 1-5.
Lilis, L. (2015), Analisis Faktor Kinerja Kader Dalam Upaya Revitalisasi Posyandu. Jurnal Bidan “Midwife Journal” 1(2),
Ngarsiningtyas, S.K., dan Walid M.S., (2016) Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyusunan dan Penetapan Peraturan Desa, JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA), 4 (2): 159-172.
Ritonga, S., (2015). Perkembangan Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA), 3 (2): 117-126.
Runjati., (2010). Asuhan Kebidanan Komunitas, Jakarta: EGC.
Simbolon, A.H., dan Walid M.S., (2015). Evaluasi Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA), 1 (1): 143-159.
Suharyanto, A. Devi A.S., Juanda, Supriadi P.P., Syafriyeni T., Toho C.M.S., (2017), Persepsi Masyarakat Nelayan mengenai Pendidikan di Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, Deli serdang, , Anthropos:
Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 3 (1): 11-18 Suharyanto, A. Harianja, R.S.H.K. Ndraha, P.W. Saragih, I.S.K. Sipayung, K.F. Harahap, N. & Nababan, R. D.
(2019). Indigenous Knowledge Masyarakat Etnis Karo Terhadap Pengelolaan Tumbuhan Hutan Di Desa Lingga, Kabupaten Karo. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). 1 (3):
162-169.
Suhat, S., & Hasanah, R. (2014). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu (Studi di Puskesmas Palasari Kabupaten Subang). KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 73-79.
Sulistyorini. (2010). Posyandu dan desa siaga. Yogyakarta: Nuha Medika.
Syafrizaldi. (2018). Hubungan Konsep Diri dengan Minat Wirausaha pada Mahasiswa Universitas Medan Area. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). 1 (2): 75-80.
Wicaksono, R. (2015). Hubungan Faktor Predisposing (Tingkat Pengetahuan, Pendidikan, Sikap, Pekerjaan) Kader Dengan Keaktifan Kader Pada Kegiatan Posyandu Di Desa Rakit (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Purwokerto).