commit to user
BAB IIIANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
Prof.Dr.R.Soeharso merupakan pendiri sekaligus menjadi Direktur pertama pada tahun 1945 sampai 1971(www.rso.go.id). Sejarah berdirinya Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta tidak terlepas dari sejarah Rehabilitasi Centrum (RC) yang dimotori oleh Prof. DR. R. Soeharso (www.rso.go.id). Perkembangan berikutnya adalah Lembaga Orthopaedi dan Prothese (LOP) yang berubah nama menjadi Rumah Sakit Ortopedi dan Prothese dan berubah lagi menjadi RS. Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta (www.rso.go.id).
Rehabilitasi Centrum (RC) yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1951 di Jebres Surakarta oleh Prof. Dr. R Soeharso waktu itu sangat mendunia, terkenal sampai kawasan Asia Tenggara sampai mendapat perhatian dari dalam dan luar negeri karena berhasil melaksanakan konsep Pelayanan Rehabilitas terpadu dibawah satu atap atas pemikiran yang mendalam (www.rso.go.id). Pada tanggal 20 April 1955 Rehabilitasi Centrum dipecah menjadi dua lembaga dibawah dua Departemen yaitu Lembaga Orthopedi dan Prothese (LOP) dibawah Dapartemen Kesehatan, dan Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh
commit to user
(PRPCT) dibawah ini Dapartemen Sosial (www.rso.go.id).
Kemudian pada tanggal 28 April 1978 LOP ditetapkan sebagai Rumah Sakit dengan nama Rumah Sakit Ortopedi dan Prothesa (RSOP) (www.rso.go.id).
RC saat itu hanya Lembaga Pusat Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh (LPRPCT). Kemudian baru dibuka Lembaga Ortopedi dan Prothese (LOP), dan berikutnya diikuti dengan Akademi maupun lembaga atau yayasan dibawah naungan nama Prof. DR. R. Soeharso
www.rso.go.id).
Pada tahun 1946 bersama Suroto Reksopranto pertama kali membuat alat bantu Ortotik dan prostetik yang sangat sederhana (dari bambu) yang merupakan cikal bakal atau perintasan bengkel protesa di Indonesia (www.rso.go.id). Kemudian berkembang menjadi training center (ada BBRSBD waktu itu LPRPCT berubah PRPCT) (www.rso.go.id).
Rumah Sakit Ortopedi mengalami perkembangan pesat setalah mendapat bantuan dan dukungan terutama pendanaan dari Kolonel Gatot Subroto yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Militer untuk Surakarta, Pati, dan Madiun (www.rso.go.id). Mencetak beberapa tenaga dokter spesialis Bedah dibidang Ortopedi, satu- satunya dokter yang juga seniman yang ikut melestarikan Budaya Kraton Surakarta karena jasanya memprakasai Sendratari Ramayana
commit to user
yang sampai saat ini digelar, dilestarikan di kawasan Candi Prambanan (www.rso.go.id).
Dalam perkembangannya lembaga dengan nama Prof. DR.R.
Soeharso ini berkembang secara dinamis, terutama dalam hal ini RS.
Ortopedi mengalami perkembangan yang cukup berarti setara dengan perkembangan ilmu kedokteran, terutama menyangkut dalam pelayanan ortopedi dan Rehabilitasi Medik Paripurna (www.rso.go.id).
Berdasarkan Surat Keputusan Menkes RI No. 756/
Menkes/SK/VI/2007 tanggal 26 Juni 2007 Rumah Sakit Ortopedi Prof.
DR. R. Soeharso Surakarta ditetapkan sebagai Rumah sakit Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Departemen kesehatan dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) secara penuh. Badan Layanan Umum (BLU) didirikan dengan maksud untuk menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas (www.rso.go.id).
Prof. DR. R. Soeharso mengembangkan atau mempelopori proses pelayanan Ortopedi dan Rehabilitasi Medik secara Paripurna sesuai dengan perkembangan kedokteran waktu itu dan konsep WHO (www.rso.go.id). Yang saat itu didukung berbagai peralatan Ortopedi dan rehabilitasi Medik dan dipenuhi semangat pengorbanan tinggi maka dipersiapkan lahan yang luas di Pabelan yang akhirnya menjadi
commit to user
RS. Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso sejak tahun 1996, dengan luas lahan 103.700 m2 (10.3 Ha) (www.rso.go.id).
2. Profil Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
a. Nama Rumah Sakit : RS. Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso b. Klasifikasi Rumah Sakit : Rumah Sakit Kelas A
c. Status Kepemilikan : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah d. Status Rumah Sakit : Badan Layanan Umum
e. Alamat : Jl. Jendral Ahmad Yani, Pabelan, Surakarta
f. Telepon : (0271) 714458
g. Email : [email protected]
h. Website : www.rso.go.id
3. Falsafah, Visi, Misi, Motto dan Tujuan Rumah Sakit Ortopedi Prof.
Dr. R. Soeharso Surakarta
a. Falsafah Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Mengabdi masyarakat melalui pelayanan dan pengembangan otopedi.
b. Visi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
Rumah Sakit Ortopedi yang Profesional Dalam Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian Berbasis Teknologi Informasi Tahun 2018.
commit to user
c. Misi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta 1) Meningkatkan pelayanan sub spesialistik ortopedi
traumatologi terintegrasi paripurna.
2) Meningkatkan pendidikan, penelitian dan pengembangan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan, kemajuan ilmu pengetahuan dan penapisan teknologi kedokteran ortopedi traumatologi.
3) Meningkatkan manajemen rumah sakit dengan kaidah bisnis yang sehat, terbuka, efisien, efektif dan akuntabel.
4) Meningkatkan kapasitas dan kompetisi SDM sesuai kebutuhan pelayanan serta kemampuan rumah sakit.
5) Mengembangkan infrastruktur yang ramah lingkungan berbasis teknologi informasi.
d. Motto Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
e. Tujuan Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Terselenggaranya pelayanan kesehatan bermutu, mudah, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
4. Struktur Organisasi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.998/Menkes/SK/XI/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta
commit to user
sebagai Rumah Sakit Kelas A yang dipimpin oleh seorang Direktur Utama. Di bawah Direktur Utama terdapat tiga Direktur, yaitu Direktur Medik dan Keperawatan, Direkur Keuangan, dan Direktur Umum, SDM, dan Pendidikan. Direktur Medik dan Keperawatan dibantu oleh 2 (dua) orang kepala bidang yaitu Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kepala Bidang Keperawatan. Direktur Keuangan diabantu oleh 2 (dua) kepala bagian yatu, Kepala Bagian Akuntansi, dan Kepala Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana. Direktur Umum, SDM, dan Pendidikan dibantu oleh 3 (tiga) orang kepala bagian yaitu, Kepala Bagian Pendidikan dan Penelitian, Kepala Bagian Umum, dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia.
commit to user
Sumber : Sub. Bagian Hukum, Organisasi, dan Pemasaran Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta tahun 2015
SURAKARTA
Gambar 2.1
commit to user
5. Tugas Pokok dan Fungsia. Direktur Utama
Direktur utama memilikii tugas :
1) Menyusun kebijakan penyusunan program jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai program kesehatan.
2) Menyusun peraturan pelaksanaan tugas seluruh aparat rumah sakit.
3) Mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang tersebut merealisasikan rencana kegiatan secara efektif dan efisien.
4) Memimpin, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh sumber daya manusia yang tersedia sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.
5) Mengkoordinasi dan mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan kegiatan rumah sakit serta melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh unsur pelaksana.
b. Direktorat Medik dan Keperawatan
Direktorat Medik dan Keperawatan bertugas melaksanakan pengelolaan pelayanan medis dan pelayanan keperawatan.
Direktorat Medik dan Keperawatan menyelenggarakan empat fungsi, yaitu :
1) Penyusunan rencana penatalaksanaan pelayanan medis, penunjang media, pelayanan keperawatan, serta fasilitas medik, dan keperawatan.
commit to user
2) Koordinasi pelaksanaan pelayanan medis, penunjang medis, pelayanan keperawatan serta fasilitas medik dan keperawatan.
3) Pengendalian, pengawasan dan evaluasi pelayanan medis, penunjang medis, pelayanan keperawatan, serta fasilitas medik dan keperawatan.
4) Perencanaan, koordinasi, monitoring, dan evaluasi pengelolaan instansi-instansi di bawah direktorat medik dan keperawatan.
Direktorat Medik dan Keperawatan terdiri atas :
1) Bidang Pelayanan Medik
Bertugas melakasanakan perencanaan, pengembangan, monitoring, dan evaluasi di bidang pelayanan medik.
Bidang pelayanan medik menyelenggarakan dua fungsi, yaitu penyusunan rencana dan pengembangan program pelayanan medik. Bidang pelayanan medik terdiri atas :
a) Seksi Pelayanan Rawat Jalan
Bertugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan, pengembangan, serta monitoring dan evaluasi pelayanan medis dan penunjang medis rawat jalan.
commit to user
b) Seksi Pelayanan Rawat Inap
Bertugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pengembangan serta monitoring dan evaluasi pelayanan medis dan penunjang medis rawat inap.
2) Bidang Pelayanan Keperawatan
Bertugas melaksanakan perencanaan pengembangan, monitoring, dan evaluasi di bidang pelayanan keperawatan.
Bidang pelayanan keperawatan menyelenggarakan dua fungsi, yaitu penyusunan rencana dan pengembangan program pelayanan keperawatan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan keperawatan.
Bagian pelayanan keperawatan terdiri atas : a) Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Jalan
Bertugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pengembangan serta monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan rawat jalan.
b) Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Inap
Bertugas menyiapkan bahan penyusunan rencana dan pengembangan, serta monitoring dan evaluasi kebutuhan pelayanan keperawatan rawat inap.
commit to user
c. Direktorat Umum, SDM, dan PendidikanBertugas melakukan pengelolaan administrasi umum, pendidikan dan penelitian serta sumber daya manusia. Direktorat umum, SDM, dan pendidikan menyelenggarakan lima fungsi, yaitu :
1) Penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan.
2) Koordinasi dan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan dan rumah tangga serta pengelolaan sumber daya manusia rumah sakit.
3) Koordinasi dan pelaksanaan kegiatan perencanaan, evaluasi dan laporan rumah sakit.
4) Koordinasi rencana dan pengembangan sumber daya manusia, pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan rumah sakit.
5) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan ketatausahaan dan rumah tangga pengelolaan sumber daya manusia, perencanaan program pelayanan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan rumah sakit.
Direktorat Umum, SDM, dan Pendidikan terdiri atas :
1) Bagian Umum
Bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan serta perencanaan dan evaluasi. Bagian umum menyelenggarakan dua fungsi,
commit to user
yaitu pelaksanaan kegiatan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan, pelaksanaan kegiatan perencanaan dan evaluasi. Bagian umum terdiri atas :
a) Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, yang bertugas melakukan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan.
b) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi, yang bertugas melakukan penyusunan program dan evaluasi.
2) Bagian SDM
Bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan kepegawaian, hukum organisasi dan pemasaran. Bagian SDM menyelenggarakan tiga fungsi, yaitu perencanaan, administrasi, dan pengembangan sumber daya manusia;
pelaksanaan analis jabatan, organisasi dan kepegawaian;
dan pelaksanaan pemasaran pelayanan rumah sakit. Bagian SDM terdiri atas:
a) Sub Bagian kepegawaian bertugas melakukan penyusunan secara administrasi dan pengembangan sumber data.
b) Sub Bagian Hukum, Organisasi, dan Pemasaran, bertugas melakukan penyiapan bahan analisis
commit to user
jabatan, organisasi dan pelaksanaan serta pemasaran pelayanan rumah sakit.
3) Bagian Pendidikan dan Penelitian
Bertugas melakukan pengelolaan kegiatan pendidikan dan penelitian kesehatan maupun non kesehatan. Bagian pendidikan dan penelitian terdiri atas :
a) Sub Bagian Pendidikan dan Penelitian Kesehatan, bertugas melakukan penyusunan rencana, pengembangan, monitoring, dan evaluasi kegiatan pendidikan dan penelitian kesehatan.
b) Sub Bagian Pendidikan dan Penelitian Non Kesehatan bertugas melakukan penyusunan rencana, pengembangan, monitoring dan evaluasi kegiatan pendidikan dan penelitian non kesehatan.
d. Direktorat Keuangan
Bertugas melaksanakan pengelolaan keuangan rumah sakit.
Direktorat keuangan menyelenggarakan empat fungsi, yaitu :
1) Pelaksanaan penyusunan rencana dan anggaran.
2) Pelaksanaan perbendaharaan dan mobilisasi dana.
3) Pelaksanaan akuntansi dan verifikasi serta pembukuan.
4) Perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan.
commit to user
Direktorat keuangan terdiri atas :1) Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana
Bertugas melaksanakan penyusunan anggaran, perbendaharaan, dan mobilisasi dana. Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana menyelenggarakan empat fungsi yaitu pelaksanaan kegiatan penyusunan anggaran, pelaksanaan kegiatan perbendaharaan, pelaksanaan kegiatan mobilisasi dana, dan evaluasi penyusunan laporan. Bagian perbendaharaan dan Mobilisasi Dana terdiri atas :
a) Sub Bagian Penyusunan Anggaran bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran.
b) Sub Bagian Perbendaharaan bertugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan.
c) Sub Bagian Mobilisasi Dana bertugas melakukan penyiapan bahan mobilisasi dana.
2) Bagian Akuntansi
Bagian akuntansi keuangan ada dua bagian yaitu bagian akuntansi keuangan dan bagian akuntansi manajemen.
Bagian akuntansi menyelenggarakan tiga fungsi yaitu pelaksanaan akuntansi keuangan, pelaksanaan akuntansi manajemen, dan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan.
Bagian akuntansi terdiri atas :
commit to user
a) Sub Bagian Akuntansi Keuangan, bertugas melakukan hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan rumah sakit. Membuat Buku Jurnal, Buku Besar, Catatan-catatan akuntansi lainnya, serta Laporan Keuangan.
b) Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi, bertugas melakukan akuntansi manajemen, verifikasi dan pembukuan. Bagian ini berfungsi memverifikasi data sebelum adanya proses akuntansi dari Bagian Akuntansi Keuangan.
e. Satuan Pengawas Intern
Bertugas melaksanakan pengawasan intern rumah sakit.
6. Pelayanan dan Fasilitas Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
Pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta yaitu :
a. Layanan reguler 1) Rawat jalan
Instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta terdiri atas klinik ortopedi, klinik rehabilitasi, klinik neurologi, klinik tulang belakang, klinik CTEV (ortopedi pediatri), klinik onkologi ortopedi, klinik
commit to user
ilizarov, klinik psikiatri, klinik akupuntur, klinik osteoporosis dan geriatri, klinik penyakit dalam, klinik bedah umum, klinik gigi dan mulut, klinik permasalahan perkembangan anak.
2) Rawat inap
Instalasi rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta memiliki kapasitas 145 tempat tidur yang terdiri dari yang terdiri dari kelas VIP I,II dan III, serta didukung oleh dokter spesialis yang handal dan ahli dibidangnya juga petugas lain yang berkompeten dan siap memberikian pelayanan terbaik bagi pasien.
3) Rehabilitasi medik
Instalasi rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta terdiri dari fisioterapi, okupasi terapi, ortotik prostetik, psikologi, terapi wicara, dan pekerja sosial medis.
4) Instalasi penunjang
Instalasi penunjang di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta terdiri dari instalasi radiologi, instalasi laboratorium, Instalasi Rawat Intensif (ICU), instalasi gizi, dan instalasi farmasi.
b. Layanan unggulan
commit to user
Layanan unggulan Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut:
1) Rekonstruksi sendi, panggul, lutut dan pemanjangan tulang (illizarov).
2) Pengembangan pelayanan ortopedi, traumatologi, dan rehabilitas medik pada anak (rekontruksi kelainan kongenital dan pencegahan kecacatan).
3) Bedah tulang replantasi anggota gerak (jari tangan dan rekontruksi kecacatan pada tangan).
4) Pusat pelayanan tulang belakang.
Operasi unggulan yang sudah dikembangkan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut:
1) Adult Recontruction and Total Joint Replacement a) Total Hip Replacement
b) Total Knee Replacement c) Total Ellbow Replacement d) Total Shoulder Replacement 2) Hand Surgery
3) Micro Surgery 4) Arthroscopic Surgery 5) Pediatric Reconstruction
6) Limb Lengthening Procedure illizarov 7) Scoliosis Surger
commit to user
B. Analisis dan PembahasanRumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta merupakan salah satu instalasi pelayanan jasa kesehatan bagi masyarakat yang memberikan pelayanan dalam bentuk asuransi BPJS kepada masyarakat.
Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta merupakan rumah sakit kelas A yang menjadi pusat rujukan nasional ortopedi dan rehabilitasi medik dari puskesmas atau rumah sakit daerah di wilayah Surakarta maupun dari luar wilayah Surakarta. Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso sebagai rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum ( BLU) memiliki pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang selanjutnya disebut PPK-BLU yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satu keleluasaan tersebut adalah dalam hal pemberian piutang, termasuk piutang BPJS.
Penulis akan membahas sistem akuntansi dalam penagihan piutang BPJS khusus pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta mulai dari pasien mendaftar sebagai pasien BPJS sampai Rumah Sakit menajukan klaim atas piutang rumah sakit kepada BPJS.
1. Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi piutang BPJS pasien rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta, meliputi:
commit to user
a. Fungsi Pendaftaran PasienFungsi pendaftaran pasien dijalankan oleh Instalasi Rekam Medis.
Fungsi pendaftaran pasien bertanggung jawab atas penerimaan pendaftaran pasien baik pasien umum maupun pasien jaminan, menerbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP), melakukan
tarif INA ran Individual Pasien.
b. Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medis
Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medis dilakukan oleh Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Penunjang Medis. Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medis bertanggungjawab mengentri tindakan pemeriksaan yang dilakukan ke dalam aplikasi SIRS dan menuliskan hasil pemeriksaan pada lembar verifikasi pasien jaminan serta menandatangani lembar verifikasi tersebut.
c. Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana
Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana dilakukan Sub Bagian Mobilisasi Dana. Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana bertanggungjawab mencocokan antara lembar verifikasi dengan data dalam aplikasi SIRS, melakukan approval setelah pengkodingan oleh instalasi rekam medis, mencetak rincian biaya perawatan dan melakukan pengajuan klaim berdasarkan berita acara klaim.
commit to user
d. Fungsi AkuntansiFungsi akuntansi dijalankan oleh Bagian Akuntansi. Bagian akuntansi dijalankan oleh dua sub bagian yaitu Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi dan Sub Bagian Akuntansi Keuangan. Sub Bagian Akuntansi Manajemen bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi terhadap dokumen yang akan menjadi sumber pencatatan oleh Sub Bagian Akuntansi Keuangan. Sub Bagian Akuntansi Keuangan bertugas melakukan penjurnalan terhadap setiap transaksi pasien, terutama pada kasus ini yaitu transaksi piutang. Sub Bagian Akuntansi Keuangan membuat serta memperbaharui Kartu Piutang secara berkala, mempersiapkan Laporan Piutang, dan mengarsip Kartu Piutang sesuai pihak instansi yang menjamin piutang pasien tersebut.
e. Fungsi Verifikasi Independen
Fungsi verifikasi independen dilakukan oleh BPJS Center Rumah Sakit. Petugas BPJS Center Rumah Sakit berasal dari BPJS setempat yang ditugaskan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta. BPJS Center Rumah Sakit bertanggungjawab melakukan verifiikasi terhadap dokumen klaim yang diajukan oleh pihak Rumah Sakit. Berkas yang sesuai dengan persyaratan klaim akan dilayakkan untuk di klaim dan yang tidak sesuai akan dikembalikan untuk dilakukan revisi.
commit to user
2. Dokumen yang DigunakanDokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang BPJS pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta, meliputi:
a. Kartu Peserta BPJS
Kartu Peserta BPJS merupakan kartu yang diberikan oleh BPJS kepada anggotanya yang menunjukkan bahwa pasien tersebut telah menjadi peserta Asuransi BPJS, kartu tersebut dapat berupa kartu jaminan kesehatan nasional, kartu askes, kartu jamkesmas, jamsostek. Kartu peserta BPJS wajib dibawa oleh pasien apabila hendak berobat ke Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta.
b. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
KTP merupakan kartu tanda penduduk pasien yang menunjukkan identitas pasien yang hendak berobat.
c. Kartu Keluarga (KK)
KK merupakan kartu keluarga pasien yang menunjukkan bahwa pasien benar-benar merupakan anggota keluarga dari peserta asuransi BPJS.
d. Surat Rujukan
Surat Rujukan merupakan surat keterangan pemeriksaan peserta BPJS yang dibuat oleh Pemberi Pelayanan Tingkat Satu (PPK1) misalnya dari Puskesmas atau dokter keluarga yang telah ditunjuk.
commit to user
e. Kartu Index Utama PasienKartu Index Utama Pasien merupakan formulir yang berisikan data pasien yang digunakan oleh bagian pendaftaran sebagai bukti penerimaan pasien.
f. Kartu Identitas Berobat
Kartu Identitas Berobat disiapkan oleh Bagian Pendaftaran setelah pasien mengisi Kartu Index Utama Pasien dan dokumen persyaratan pasien jaminan BPJS dinyatakan lengkap oleh bagian pendaftaran. Kartu Identitas Berobat akan digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jika nantinya pasien akan berobat lagi ke Rumah Sakit yang bersangkutan.
g. Dokumen Rekam Medis
Dokumen Rekam Medis merupakan dokumen yang berisi rincian- rincian tindakan yang telah diberikan pihak rumah sakit terhadap pasien yang dibuat oleh Instalasi Rawat Jalan beserta Penunjang Medis. Dokumen Rekam Medis digunakan untuk melakukan penghitungan besarnya biaya perawatan yang harus ditanggung oleh pasien.
h. Bukti Regristrasi
Bukti Regristrasi merupakan dokumen sebagai bukti telah terdaftranya pasien di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan.
commit to user
i. Surat Eligibilitas Peserta (SEP)Surat Eligibilitas Peserta (SEP) merupakan dokumen yang berisikan keterangan pasien anggota peserta BPJS yang digunakan sebagai dokumen kelengkapan dalam pengajuan klaim kepada pihak BPJS.
j. Formulir Verifikasi
Formulir Verifikasi merupakan formulir yang berisikan ringkasan diagnosa, tindakan / prosedur dan tindakan penunjang dari dokter setelah pasien tersebut diperiksa oleh dokter yang bersangkutan, format form isian pasien berasal dari pihak BPJS.
k. Permintaan Pemeriksaan Radiologi / Laboratorium
Permintaan Pemeriksaan Radiologi / Laboratorium merupakan dokumen yang dibuat oleh dokter sebagai bukti perlunya pasien melakukan pemeriksaan penunjang medis. Dokumen ini berisi permintaan pemeriksaan radiologi/laboratorium yang diminta dan diagnosa terhadap pemeriksaan tersebut.
l. Hasil Pemeriksaan Radiologi
Hasil Pemeriksaan Radiologi dapat berupa hasil scan pada bagian tubuh pasien yang biasanya dapat berupa foto hasil scan, yang kemudian akan dijadikan pedoman bagi dokter untuk melaksanakan tindakan selanjutnya.
commit to user
m. Hasil Pemeriksaan LaboratoriumHasil Pemeriksaan Laboratorium merupakan dokumen yang berisi hasil pemeriksaan laboratorium pasien yang kemudian akan dijadikan pedoman bagi dokter untuk melaksanakan tindakan selanjutnya.
n. Resep
Resep merupakan dokumen yang berupa catatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien jika pasien dalam hasil pemeriksaan memerlukan obat. Resep ini diberikan kepada bagian apotek untuk pengambilan obat pasien.
o. Nota Farmasi
Nota Farmasi merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh Instalasi Farmasi sebagai bukti telah diberikannya obat kepada pasien yang bersangkutan.
p. Laporan Individual Pasien
Laporan Individual Pasien merupakan dokumen keterangan hasil dari pemeriksaan pasien rawat jalan yang berisikan keterangan nama pasien, nomor rekam medis, umur, tanggal lahir pasien, jenis kelamin pasien, kelas perawatan, nomor SEP, tanggal masuk, jenis perawatan, cara pulang, dan sebagainya.
commit to user
q. Berita Acara KlaimBerita Acara Klaim merupakan dokumen yang berisikan tentang jumlah nominal piutang yang telah disetujui untuk di bayar oleh pihak BPJS sebagai pihak penjamin piutang.
r. Rekap FPK
Dokumen Rekap FPK merupakan dokumen yang berisikan total piutang yang di klaim pada periode tertentu.
s. Umpan Balik Hasil Verifikasi
Dokumen Umpan Balik Hasil Verifikasi merupakan dokumen hasil verifikasi tagihan klaim yang telah diverifikasi oleh petugas BPJS (verifikastor BPJS Rumah Sakit) dengan menggunakan software verifikasi klaim BPJS kesehatan dicetak sebagai laporan pertanggungjawaban verifikasi.
t. Formulir Pengajuan Klaim (FPK)
Formulir Pengajuan Klaim merupakan dokumen yang dibuat berdasarkan data umpan balik hasil verifikasi, berisi rincian piutang jaminan yang terdapat di rumah sakit yang akan di klaimkan kepada pihak penjamin yaitu pihak BPJS.
u. Rincian Tindakan Rawat Jalan
Rincian Tindakan Rawat Jalan merupakan dokumen yang dibuat oleh Sub Bagian Mobilisasi Dana berdasarkan penghitungan biaya pelayanan pasien rawat jalan. Dokumen ini berisi rincian tindakan
commit to user
yang telah dilakukan pihak rumah sakit beserta total tagihan kepada pasien.
3. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan Akuntansi yang Digunakan dalam sistem akuntansi piutang BPJS pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.
Soeharso Surakarta, meliputi:
a. Kartu Piutang
Kartu Piutang merupakan pencatatan terhadap mutasi piutang pasien untuk mengetahui saldo akhir piutang setiap saat. Kartu piutang disusun berdasarkan nama pasien (untuk pasien umum) atau pihak penjamin (untuk pasien jaminan), nomor rekam medik, dan nominal tagihan piutang. Kartu Piutang akan selalu diperbaharui oleh Sub Bagian Akuntansi Keuangan jika ada transaksi yang mempengaruhi saldonya. Kartu Piutang dijadikan dasar pembuatan daftar umur piutang, dalam piutang jaminan BPJS tidak menggunakan daftar umur piutang karena piutang dapat di klaim secara pasti setiap akhir bulan.
b. Buku Jurnal
Buku Jurnal terdiri dari buku jurnal umum dan jurnal khusus. Buku jurnal digunakan sebagai berkas pencatatan atas transaksi rumah sakit terutama terkait pasien rawat jalan. Jurnal Piutang Rawat Jalan merupakan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaski mutasi piutang pasien rawat jalan yang telah
commit to user
menggunakan aplikasi komputer. Buku jurnal dibuat oleh Sub Bagian Akuntansi Keuangan berdasarkan dokumen rincian tindakan rawat jalan yang diperoleh dari bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana.
c. Buku Besar Piutang
Buku Besar Piutang merupakan catatan akuntansi yang digunakan untuk mengakumulasikan transaksi yang telah dicatat ke dalam jurnal yang melibatkan akun piutang. Buku Besar Piutang ini dibuat oleh Sub Bagian Akuntansi Keuangan setelah melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Buku Besar Piutang melibatkan akun pendapatan setelah adanya pencairan piutang atas klaim sedangkan melibatkan akun beban piutang tak tertagih jika ada pengakuan terhadap piutang yang tidak dapat ditagih.
d. Buku Pembantu Piutang
Buku Pembantu Piutang merupakan catatan akuntansi yang khusus digunakan untuk mencatat jumlah biaya pelayanan perawatan pasien asuransi BPJS yang berisikan jumlah rincian piutang yang tercantum dalam Buku Besar Piutang.
e. Laporan Piutang
Laporan Piutang merupakan keluaran dari sistem akuntansi piutang. Laporan piutang dibuat secara berkala untuk memberitahukan saldo piutang secara rinci pada periode tertentu dan berbentuk hasil cetak komputer. Laporan piutang dibuat
commit to user
berdasarkan data dari Kartu Piutang. Laporan piutang yang dihasilkan akan digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan terkait mutu pelayanan yang diperlukan oleh pasien BPJS.
4. Laporan kepada Manajemen
Dalam suatu sistem informasi selalu menghasilkan produk keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen yang dibutuhkan untuk manajemen serta para pengguna informasi, baik pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Dalam kasus ini produk keluaran dari sistem informasi yang dibutuhkan oleh manajemen berupa laporan piutang.
Mutu yang harus melekat pada laporan piutang sebagai suatu produk keluaran ini adalah ketelitian, relevansi dan juga ketepatan waktu penyajian. Manajemen menggunakan informasi yang dihasilkan dari produk keluaran sistem informasi yang berupa laporan piutang tersebut untuk mengambil keputusan terkait mutu klaim piutang yang mempengaruhi cash flow rumah sakit dan mutu pelayanan rumah sakit yang diperlukan oleh para pasien. Adapun informasi yang diperlukan oleh manajemen adalah :
a. Besarnya saldo piutang yang tercantum pada Laporan Piutang pada peroide tertentu.
b. Besarnya piutang yang dapat diklaim kepada pihak penjamin pada kurun waktu semestinya piutang dapat di klaim.
commit to user
5. Jaringan ProsedurProsedur analisis sistem akuntansi penagihan piutang pasien BPJS rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Prosedur Instalasi Rekam Medis
1) Pasien Asuransi BPJS datang ke rumah sakit dan mendaftar di loket pendaftaran dengan membawa fotokopi KTP, fotokopi KK, Surat Rujukan asli dan fotokopi serta fotokopi Kartu peserta BPJS masing- masing rangkap dua serta menunjukkan kartu BPJS yang asli. Selanjutnya pasien mengisi Kartu Index Utama Pasien yang telah disediakan oleh petugas pendaftaran.
2) Petugas mengkonfirmasi data pasien apakah sudah sesuai atau belum.
3) Petugas pendaftaran kemudian memasukkan data pasien ke dalam komputer SIRS, mencetak bukti regristrasi, mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Dokumen Rekam Medis dan membuat Kartu Identitas Berobat (KIB) yang diserahkan kepada pasien.
4) Lembar pertama fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu peserta BPJS dan Kartu Index Utama Pasien diarsip oleh bagian pendaftran sesuai tanggal transaksi.
commit to user
5) Berkas selain yang diarsip oleh bagian pendaftaran diberikan kepada poliklinik yang dituju.
b. Prosedur Instalasi Rawat Jalan
1) Petugas Poliklinik menerima dokumen yang diserahkan oleh petugas pendaftaran yang berupa fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi dan Dokumen Rekam Medis.
2) Petugas Poliklinik memeriksa kelengkapan dokumen pasien tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pasien sesuai dengan keluhan pasien. Apabila pasien dinyatakan perlu malakukan pemeriksaan penunjang medis maka petugas poliklinik membuatkan Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi atau Laboratorium yang kemudian diberikan kepada Instalasi Penunjang Medis.
3) Setelah menerima Hasil Pemeriksaan Radiologi dan Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan kemudian menuliskan serta menandatangani tindakan pemeriksaan dan penunjang medis pada dokumen RM dan Lembar Verifikasi.
4) Apabila dalam hasil pemeriksaan pasien memerlukan obat maka dokter membuatkan resep untuk pengambilan obat
commit to user
pasien. Resep ini diberikan kepada bagian Instalasi Farmasi.
5) Petugas menyerahkan fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Dokumen Rekam Medis dan Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi kepada Sub Bagian Mobilisasi Dana. Sedangkan Hasil Pemeriksaan Radiologi diberikan kepada pasien.
c. Prosedur Instalasi Penunjang Medis Radiologi
1) Petugas Instalasi Penunjang Medis Radiologi menerima dokumen Permintaan Pemeriksaan Radiologi dari bagian poliklinik.
2) Petugas melakukan pemeriksaan terhadap gejala pasien misalnya dengan melakukan scan thorax, setelah petugas melakukan pemeriksaan radiologi maka akan diketahui hasil dari gejala pasien dapat dilihat melalui foto.
3) Petugas kemudian memberikan Hasil Pemeriksaan Radiologi dan Permintaan Pemeriksaan Radiologi kepada bagian poliklinik untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
d. Prosedur Instalasi Farmasi
1) Pasien datang membawa resep yang diserahkan kepada petugas penerima resep apotek.
commit to user
2) Petugas penerima resep apotek kemudian menyerahkan resep ke bagian Instalasi Farmasi untuk diproses. Petugas Farmasi/Apotek memasukkan data pasien bersama dengan rincian obat dan harganya dalam aplikasi SIRS.
3) Petugas membuatkan Nota Farmasi sebanyak empat rangkap serta ditandatangani kasir dan nota farmasi lembar pertama beserta obat diberikan ke pasien, dalam hal ini obat sudah sesuai standar obat Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK).
4) Petugas mengarsip resep dan nota farmasi lembar kedua serta menyerahkan nota farmasi lembar ketiga dan keempat ke Sub Bagian Mobilisasi Dana.
e. Prosedur Sub Bagian Mobilisasi Dana
1) Sub Bagian Mobilisasi Dana menerima Nota Farmasi lembar ketiga dan keempat beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing- masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Dokumen Rekam Medis, dan Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi.
2) Sub Bagian Mobilisasi Dana memeriksa dokumen yang berhubungan dengan administrasi pasien Asuransi BPJS.
commit to user
3) Setelah memeriksa semua berkas, berdasarkan dokumen rekam medis dan bukti atas hasil pemeriksaan dari Instalasi Penunjang Medis (Radiologi atau Laboratorium) yang diringkas dalam formulir verifikasi, petugas melakukan verifikasi antara formulir verifikasi dengan aplikasi SIRS.
4) Petugas Sub Bagian Mobilisasi Dana menyiapkan dokumen-dokumen yang akan di proses di bagian Instalasi Rekam Medis. Dokumen-dokumen tersebut meliputi Nota Farmasi lembar ketiga dan keempat beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Dokumen Rekam Medis, dan Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi masing-masing rangkap satu.
f. Prosedur Instalasi Rekam Medis
1) Petugas Instalasi Rekam Medis menerima semua dokumen pasien asuransi BPJS dari Sub Bagian Mobilisasi Dana berupa Nota Farmasi lembar ketiga dan keempat beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Dokumen Rekam Medis, dan
commit to user
Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi masing-masing rangkap satu.
2) Petugas mengecek semua dokumen Rekam Medis yang meliputi diagnosa dan jenis tindakan medis kemudian menuliskan kode penyakit sesuai ICD-X dan ICD-IX CM pada blangko rekam medis dan juga pada formulir verifikasi.
3) Mengentri kode penyakit dan tindakan yang tercantum pada formulir verifikasi serta melakukan grouping tarif INA
Laporan Individual Pasien.
4) Petugas Instalasi Rekam Medis menyerahkan Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, dan Laporan Individual Pasien masing-masing rangkap satu kepada Sub Bagian Mobilisasi Dana. Dokumen lainnya di simpan oleh bagian Instalasi Rekam Medis.
g. Prosedur Sub Bagian Mobilisasi Dana (lanjutan 1)
1) Petugas Sub Bagian Mobilisasi Dana menerima dokumen Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi
commit to user
KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing- masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, dan Laporan Individual Pasien masing-masing rangkap satu.
2) Petugas melakukan approval dokumen dalam aplikasi SIRS dan mencetak Rincian Tindakan Rawat Jalan sebanyak 3 rangkap. Rangkap pertama untuk pasien, rangkap kedua untuk pengajuan klaim dan rangkap ketiga diberikan kepada bagian akuntansi.
3) Petugas menyiapkan file txt yang akan digunakan oleh petuga BPJS Center Rumah Sakit untuk melakukan verifikasi dokumen persyaratan klaim pasien jaminan.
4) Petugas Sub Bagian Mobilisasi Dana menyerahkan dokumen persyaratan klaim berupa Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, Laporan Individual Pasien, Rincian Tindakan Rawat Jalan lembar kedua masing-masing rangkap satu kepada BPJS Center Rumah Sakit. Lembar pertama Rincian Tindakan Rawat Jalan
commit to user
diberikan kepada pasien sedangkan lembar ketiga diberikan kepada bagian Akuntansi.
h. Prosedur Pihak BPJS Center Rumah Sakit
1) Petugas BPJS Center Rumah Sakit menerima dokumen persyaratan klaim berupa Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, Laporan Individual Pasien, dan Rincian Tindakan Rawat Jalan lembar kedua masing-masing rangkap satu.
2) Petugas melakukan purifikasi terhadap dokumen persayaratan klaim yang telah diterima dari Sub Bagian Mobilisasi Dana.
3) Setelah dokumen persyaratan klaim sudah lengkap dan dilayakkan maka petugas melakukan verifikasi dokumen tersebut dengan file txt yang telah disiapkan oleh Sub Bagian Mobilisasi Dana dengan menggunakan aplikasi SEP.
4) Petugas mencetak Berita Acara Klaim, Rekap FPK, dan Umpan Balik Hasil Verifikasi masing-masing rangkap 4.
Rangkap pertama untuk diajukan ke kantor BPJS setempat,
commit to user
rangkap kedua untuk diarsip oleh BPJS Center Rumah Sakit, rangkap ketiga untuk Sub Bagian Mobilisasi Dana, dan rangkap keempat untuk bagian Akuntansi.
5) Petugas BPJS Center Rumah Sakit menyerahkan dokumen yang terkait pengajuan klaim meliputi Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, Laporan Individual Pasien, dan Rincian Tindakan Rawat Jalan masing-masing rangkap satu serta Berita Acara Klaim, Rekap FPK, dan Umpan Balik Hasil Verifikasi masing-masing rangkap dua ke Sub Bagian Mobilisasi Dana.
i. Prosedur Sub Bagian Mobilisasi Dana (lanjutan 2)
1) Petugas Sub Bagian Mobilisasi Dana menerima dokumen berupa Nota Farmasi lembar ketiga beserta fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Surat Rujukan, fotokopi kartu BPJS masing-masing lembar kedua, Surat Rujukan Asli, Bukti Regristrasi, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), Formulir Verifikasi, Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi, Laporan Individual Pasien, dan Rincian Tindakan Rawat Jalan lembar kedua masing-masing rangkap satu serta
commit to user
Berita Acara Klaim, Rekap FPK, dan Umpan Balik Hasil Verifikasi masing-masing rangkap dua.
2) Petugas membuat Formulir Pengajuan Klaim berdasarkan dokumen persyaratan yang telah diverifikasi bagian BPJS Center Rumah Sakit dengan aplikasi SIRS.
3) Lembar ketiga Berita Acara Klaim, Rekap FPK, dan umpan Balik Hasil Verifikasi dan lembar kedua Formulir Pengajuan Klaim di arsip oleh Sub Bagian Mobilisasi Dana. Sedangkan lembar ketiga Formulir Pengajuan Klaim diberikan kepada bagian Akuntansi.
4) Selain dokumen yang diarsip dan diberikan kepada bagian Akuntansi, akan di dikirimkan ke Kantor BPJS setempat untuk pengajuan klaim.
j. Prosedur Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi
1) Petugas Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi menerima dokumen Rincian Tindakan Rawat Jalan dan Formulir Pengajuan Klaim lembar ketiga serta Rekap FPK dan Berita Acara Klaim lembar keempat dari Sub Bagian Mobilisasi Dana dan BPJS Center Rumah Sakit.
2) Petugas melakukan verifikasi terhadap Rincian Tindakan Rawat Jalan menggunakan aplikasi SIRS.
3) Setelah melakukan verifikasi, dokumen diberikan kepada Sub Bagian Akuntansi Keuangan.
commit to user
k. Prosedur Sub Bagian Akuntansi Keuangan1) Petugas Sub Bagian Akuntansi Keuangan menerima dokumen Rincian Tindakan Rawat Jalan dan Formulir Pengajuan Klaim lembar ketiga serta Rekap FPK dan Berita Acara Klaim lembar keempat dari Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi.
2) Petugas melakukan penjurnalan terhadap Rincian Tindakan Rawat Jalan dengan aplikasi SIRS.
3) Melakukan pembukuan dalam Buku Besar dan Buku Besar Pembantu Piutang.
4) Membuat Kartu Piutang dan Laporan Piutang.
5) Mengarsip dokumen Rincian Tindakan Rawat Jalan dan Formulir Pengajuan Klaim lembar ketiga serta Rekap FPK dan Berita Acara Klaim lembar keempat sesuai tanggal transaksi.
6) Catatan Akuntansi yang dihasilkan berupa Buku Jurnal, Buku Besar Piutang, Buku Pembantu Piutang, Kartu Piutang di arsip sesuai tanggal transaksi sedangkan Laporan Piutang diserahkan kepada Direktur untuk pengambilan keputusan.
6. Analisis Sistem Akuntansi Penagihan Piutang Pasien BPJS Rawat Jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta
commit to user
Dalam bagian ini akan dijelaskan mengenai analisis sistem akuntansi penagihan piutang pasien BPJS rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta. Analisis pada sistem penagihan piutang pasien bpjs ini bertujuan untuk menemukan kelebihan dan kelemahan dari sistem penagihan piutang yang diterapkan oleh Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta untuk menjadikan sistem tersebut lebih baik. Obyek dari analisis sistem penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan meliputi fungsi yang terkait, dokumen yang terkait, catatan akuntansi yang digunakan, laporan kepada manajemen dan juga jaringan prosedur serta elemen sistem pengendalian internal.
a. Analisis terhadap fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :
Sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta melibatkan lima fungsi yang terkait yaitu fungsi pendaftaran pasien, fungsi pelayanan dan pencatatan medis, fungsi perbendaharaan dan mobilisasi dana, fungsi akuntansi, dan fungsi verifikasi independen. Setiap fungsi tersebut dijalankan oleh bagian yang berbeda satu sama lain dan menjalankan tugas dan tanggung jawab yang berbeda pula sesuai dengan fungsinya, sehingga terdapat
commit to user
pemisahan fungsi yang jelas dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof.
DR. R. Soeharso Surakarta.
b. Analisis terhadap dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof.
DR. R. Soeharso Surakarta telah bernomor umur tercetak sesuai dengan nomor Rekam Medis tiap-tiap pasien, dokumen juga telah dibuat berrangkap dan didistribusikan ke setiap bagian yang memerlukan dokumen tersebut. Selain itu dokumen yang digunakan lengkap sesuai dengan ketentuan untuk pasien jaminan.
Catatan yang digunakan dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta dibuat dengan menggunakan aplikasi komputer SIRS sehingga kesalahan pencatatan dapat dihindari dan juga menghasilkan catatan akuntansi yang lengkap dan jelas karena dapat dipertanggungjawabkan melalui aplikasi komputer SIRS.
c. Analisis terhadap laporan kepada manajemen yang dihasilkan dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan
commit to user
pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :
Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta meliputi:
1) Besarnya saldo piutang yang tercantum pada Laporan Piutang pada peroide tertentu.
2) Besarnya piutang yang dapat diklaim kepada pihak penjamin pada kurun waktu semestinya piutang dapat di klaim.
Laporan Piutang yang merupakan keluaran dari sistem informasi akuntansi penagihan piutang telah memiliki mutu yang baik. Mutu yang telah melekat pada laporan piutang tersebut meliputi ketelitian, relevansi dan juga ketepatan waktu penyajian.
d. Analisis terhadap jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut:
Keseluruhan jaringan prosedur yang dibentuk dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta sudah memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien dan jaringan prosedur untuk masing-masing bagian sudah saling terkoordinasi dengan baik serta
commit to user
dijalankan sesuai Standar Prosedur Operasional, sehingga memudahkan dalam pengelolaan pengendalian internal pada piutang jaminan.
e. Analisis terhadap elemen sistem pengendalian internal dalam sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah sebagai berikut :
1) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
Pemisahan tanggung jawab fungsional dalam suatu organisasi harus ditetapkan secara tegas agar pelaksanaan fungsi tertentu dalam organisasi dilakukan oleh karyawan sesuai dengan jabatannya.
Sistem akuntansi penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta melibatkan lima fungsi yaitu fungsi pendaftaran pasien, fungsi pelayanan dan pencatatan medis, fungsi perbendaharaan dan mobilisasi dana, fungsi akuntansi, dan fungsi verifikasi independen. Setiap fungsi dilakukan oleh beberapa unit organisasi yang terkait dengan fungsi tersebut. Setiap unit organisasi yang terkait dengan lima fungsi tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda sehingga tidak saling merangkap satu sama lain.
commit to user
Urusan pendaftaran pasien sampai pasien dinyatakan telah teregristrasi di rumah sakit menjadi tanggung jawab fungsi pendaftaran pasien. Kegiatan pelayanan dalam hal pemeriksaan dan pencatatan hasil pemeriksaan pasien menjadi tanggung jawab fungsi pelayanan dan pencatatan medis. Setelah pasien dinyatakan boleh pulang, urusan administrasi pasien akan diselesaikan oleh fungsi perbendaharaan dan mobilisasi dana. Kegiatan pencatatan bukti transaksi berkaitan dengan piutang pasien rawat jalan dan pelaporannya menjadi tanggung jawab fungsi akuntansi. Sedangkan untuk verifikasi berkas pengklaiman dilakukan oleh BPJS Center Rumah Sakit.
2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan utang, pendapatan, dan biaya.
Sistem wewenang dan prosedur pencatatan menunjukkan bahwa setiap kegiatan yang dijalankan di rumah sakit dijalankan atas sepengetahuan pejabat yang diberi wewenang khusus untuk menyetujui dan mengotorisasi kegiatan tersebut. Pejabat yang berwenang akan dimintai pertanggung jawaban terkait dengan kegiatan yang menjadi lingkup wewenangnya. Sistem penagihan piutang pasien bpjs rawat jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
commit to user
Soeharso Surakarta telah menerapkan sistem otorisasi dengan cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa prosedur berikut ini :
a) Bagian Poliklinik tidak akan menangani pasien apabila pasien tersebut belum terregristrasi serta mendapatkan persetujuan dokumen persyaratan pasien jaminan dari bagian pendaftaran. Setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap maka pasien akan di regristrasi oleh bagian pendaftaran yang kemudian akan dilakukan pemeriksaan oleh bagian poliklinik.
b) Bagian Penunjang Medis tidak akan melakukan pemeriksaan sebelum mendapat dokumen Permintaan Pemeriksaan Penunjang Medis dapat berupa Bukti Permintaan Pemeriksaan Radiologi atau Laboratorium dari bagian poliklinik.
c) Bagian Akuntansi Keuangan akan melakukan penjurnalan terhadap transaski yang berkaitan dengan piutang pasien BPJS setelah bukti transaksi di verifikasi oleh Sub Bagian Manajemen dan Verifikasi. Karyawan bagian akuntansi baik Sub Bagian Akuntansi Keuangan maupun Sub Bagian Manajemen dan Verifikasi apabila melakukan
commit to user
kesalahan, misalnya salah memasukkan jurnal dan sudah terlanjur di posting maka yang dapat melakukan unposting jurnal bersangkutan hanya Kasubag bagian yang bersangkutan.
d) Sub Bagian Mobilisasi Dana akan melakukan klaim kepada pihak penjamin yaitu pihak BPJS apabila dokumen persyaratan klaim sudah diverifikasi oleh BPJS Center Rumah Sakit.
3) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR.
R. Soeharso dapat ditunjukkan dengan beberapa hal sebagai berikut:
a) Penggunaan dokumen bernomor urut tercetak, berrangkap dan lengkap.
b) Pencatatan yang dilakukan dalam setiap prosedur yang membentuk sistem akuntansi penagihan piutang BPJS pasien rawat jalan dilakukan secara komputerisasi dengan aplikasi SIRS yang sudah di uji kelayakan sistem sesuai standar yang berlaku.
Hal ini dapat mempermudah dalam melakukan pengecekan bila terjadi kesalahan oleh setiap bagian
commit to user
yang terkait dengan sistem penagihan piutang BPJS pasien rawat jalan.
c) Adanya pengendalian yang membatasi akses ke sistem pada komputer dengan menggunakan password.
d) Pemeriksaan mendadak yang dilakukan oleh atasan di setiap unit kerja.
e) Adanya tim audit eksternal yaitu dari Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan Rumah Sakit sehingga kondisi kesehatan keuangan Rumah Sakit dapat terkontrol.
f) Komunikasi yang baik terjalin antara atasan dan bawahan yang mencerminkan adanya saling keterbukaan dalam mengatasi berbagai masalah dalam lingkup kerja.
4) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.
Menurut hasil analisis pengendalian internal karyawan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta sudah baik dapat ditunjukkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a) Karyawan pada setiap unit organisasi di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta
commit to user
termasuk karyawan yang kompenten di bidangnya karena dalam proses rekruitmen karyawan harus melalui beberapa tahapan seperti tahap seleksi administrasi, tes wawancara, tes psikotes, dan melaksanakan magang kerja selama 3 bulan.
b) Karyawan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R.
Soeharso Surakarta dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawabnya harus dengan Standar Prosedur Operasional.
c) Karyawan juga diwajibkan mengikuti pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan di bidangnya.
7. Flowchart Sistem Akuntansi Penagihan Piutang Pasien BPJS Rawat Jalan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
commit to user
Instalasi Rekam MedisPasien menunjukkan kartu BPJS asli dan mengisi KIUP
Mulai
Memeriksa kelengkapan dokumen pasien dan mengkonfirmasi data
pasien
Memasukkan data pasien, membuat bukti regristrasi, membuat surat eligibilitas peserta, formulir verifikasi, dan
Kartu Berobat Pasien
SIRS File
Pasien
2 FC KTP 1
2 FC KK 1
2 FC SURAT RUJUKAN 1
SURAT RUJUKAN 2 FC KARTU BPJS 1
KIUP
2 FC KTP 1
2 FC KK 1
2 FC SURAT RUJUKAN 1 SURAT RUJUKAN
2 FC KARTU BPJS 1
KIUP
BUKTI REGRISTRASI SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
KIB
D 1 Pasien
Gambar 2.2
commit to user
Instalasi Rawat Jalan 1FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
Menuliskan serta menandatanagani tindakan pemeriksaan dan penunjuang medis pada lembar verifikasi dan membuatkan resep.
Mengentri tindakan pemeriksaan yang dilakukan kepada pasien
SIRS File
Pasien
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
2
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Radiologi
5
Gambar 2.3
Memeriksa kelengkapan dokumen pasien, melakukan
pemeriksaan dan membuat Permintaan Pemeriksaan Radiologi /Laboratorium
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab RESEP
4
HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI
HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Pasien
3
commit to user
Instalasi Penunjang Medis Radiologi 2
Melakukan pemeriksaan pasien sesuai dengan Permintaan
Pemeriksaan Radiologi
PERMINTAAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI PERMINTAAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI
HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI
3
Gambar 2.4
commit to user
Instalasi FarmasiDitandatangani oleh Kasir
4
RESEP
Mengentri resep obat yang diberikan kepada pasien dan mencetak nota farmasi
SIRS File Pasien
4 3 2
D
5
Gambar 2.5
NOTA FARMASI 1
D Pasien
(beserta obat)
commit to user
Sub Bagian Mobilisasi Dana5
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
Memeriksa kelengkapan dokumen persyaratan pasien
jaminan
Memverifikasi antara Formulir Verifikasi dengan data dalam aplikasi SIRS
SIRS File
Pasien
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
6
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
4 NOTA FARMASI 3
4 NOTA FARMASI 3
Gambar 2.6
commit to user
Instalasi Rekam Medis (lanjutan)6
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
Mengecek semua dokumen RM tentang diagnosa&jenis tindakan medis dan menulis kode penyakit pada blangko RM untuk setiap berkas RM pada Formulir Verifikasi
Mengentri kode penyakit dan tindakan yang tercantum pada Formulir Verifikasi, melakukan
Individual Pasien
IN File
Pasien
7
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
4 NOTA FARMASI 3
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2
BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
DOKUMEN RM
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
4
NOTA FARMASI 3
LAPORAN INDIVIDUAL PASIEN
D
Gambar 2.7
commit to user
Sub Bagian Mobilisasi Dana (lanjutan 1) 7
FC KTP FC KK FC SURAT RUJUKAN SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS
BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
Melakukan approval dokumen dan mencetak Rincian Tindakan Rawat Jalan dan menyiapkan file txt
SIRS File
Pasien
8
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
NOTA FARMASI 3
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2
BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab
NOTA FARMASI 3 LAPORAN INDIVIDUAL PASIEN
LAPORAN INDIVIDUAL
TXT
2 3
RINCIAN TINDAKAN 1 RAJAL
10
Gambar 2.8 Pasien
commit to user
BPJS Center Rumah Sakit8
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2
BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI
Melakukan verifikasi dokumen dengan file txt dan mencetak berita acara klaim, rekap FPK, serta
Umpan Balik Hasil Verifikasi
SEP File
Pasien
9
PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab NOTA FARMASI 3
FC KTP 2 FC KK 2
FC SURAT RUJUKAN 2 SURAT RUJUKAN FC KARTU BPJS 2 BUKTI REGRISTRASI
SEP
FORMULIR VERIFIKASI PERMINTAAN PEMERIKSAAN Rad/Lab NOTA FARMASI 3
LAPORAN INDIVIDUAL PASIEN
LAPORAN INDIVIDUAL PASIEN
TXT
Melakukan purifikasi dokumen
3 4 2
BERITA ACARA KLAIM1 3 4 2 REKAP FPK 1
3 4 2 UMPAN BALIK HASIL1
VERIFIKASI
D 10
RINCIAN TINDAKAN1 2 RAJAL
RINCIAN TINDAKAN2
RAJAL
Gambar 2.9