• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM SURAT KABAR SUARA MERDEKA Sejarah dan Perkembangan Harian Suara Merdeka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM SURAT KABAR SUARA MERDEKA Sejarah dan Perkembangan Harian Suara Merdeka"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 40 BAB II

GAMBARAN UMUM

SURAT KABAR SUARA MERDEKA

2.1. Sejarah dan Perkembangan Harian Suara Merdeka

Suara Merdeka pertama kali terbit pada tanggal 11 Februari 1950 di Semarang. Surat kabar ini lahir ketika Indonesia berada dalam masa pendudukan Jepang, dimana bangsa ini masih terus brjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapainya. Sesuai dengan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai tersebut, maka kelahiran Suara Merdeka juga didasari dengan semangat perjuangan. Sesuai dengan suasana masa itu, maka surat kabar ini pun mengemban misi untuk memperdengarkan suara rakyat yang merdeka. Inilah sebabnya mengapa kemudian dipilih nama Suara Merdeka.

Nama pertama kali yang ingin dipakai adalah Mimbar Merdeka, namun adanya kepercayaan bahwa jumlah huruf sebanyak 13 buah yang digunakan pada nama Mimbar Merdeka kurang tepat, maka oleh pendirinya, yaitu Hetami, diperintahkan untuk mencari nama lain tanpa meninggalkan nama Merdeka.

Akhirnya dipilihlah nama suara Merdeka, degnan jumlah huruf genap 12 buah.

Hetami adalah putera seorang pengusaha batik di Surakarta. Sejak menjadi seorang mahasiswa, ia sudah aktif menulis. Hal ini dibuktikan dengan dengan masuknya ia menjadi pengasuh majalah kampus yang bernama Rechts Hogeschool ketika ia masih menjadi mahasiswa dan berkuliah di Fakultas Hukum

(2)

commit to user

pada jaman Belanda di Jakarta. Selain itu juga pernah mengasuh harian Sinar Baru di Semarang dan harian Merdeka di Surakata.

Ketika diterbitkan untuk pertama kalinya, Suara Merdeka hanya bermodalkan dua mesin ketik dan dua meja tulis dengan ditangani dua wartawan yaitu HR Wahjoedi dan Muhammad Sulaiman, serta tiga tenaga tata usaha. Dari sinilah Suara Merdeka dirintis, meski untuk mencetaknya harus menumpang pada harian De Locomotif di jalan Kepodang Semarang.

Pada awal terbitnya, Suara Merdeka merupakan surat kabar sore dengan hanya memiliki empat halaman, dengan tiras baru 5000 eksemplar. Pada tahun pertama terbitnya, Suara Merdeka mendapat kehormatan dan kepercayaan sebagai satu-satunya surat kabar di Jawa Tengah yang diambil sebagai langganan secara kolektif oleh Bagian Kesejahteraan Terr-IV atau sekarang Kodam IV Diponegoro, sebanyak 1000 eksemplar setiap harinya ata seperlima dari jumlah tiras keseluruhan.

Perkembangan Suara Merdeka tidak mulus begitu saja. Ujian pertama yang dialaminya adalah adanya hantaman dibidang moneter atau keuangan dengan peristiwa “Gunting Syafruddin”, yang memotong nilai uang menjadi separuhnya, dimana uang benar-benar dipotong pada waktu itu. Ujian lain yang pernah dialami adalah pada saat adanya pemogokan di percetakan De Locomotif, yang berdampak pada terhentinya penerbitan Suara Merdeka selama satu bulan.

Namun usaha untuk mengatasi hal tersebut tetap dilakukan, yaitu selama satu bulan berikutnya, Suara Merdeka melakukan cetak korannya di Yogyakarta.

Melalui beberapa kesulitan inilah, akhirnya Suara Merdeka secara perlahan mulai tumbuh dan mengakar di kalangan pembacanya. Perkembangan yang dicapai oleh

(3)

commit to user

Suara Merdeka semakin pesat dengan masuknya beberapa tenaga redaksi baru sepeti Soewarno, SH (alm.), Mohtar Hidayat (alm.), Drs. Soetrisno, Tjan Thwan Soen, Soejono Said, L. Poejisriono, Hanapi, Moejono (alm.) dan H. Amir AR di bagian tata usaha.

Pada tahun 1956, Suara Medeka berubah menjadi surat kabar yang terbit pada pagi hari. Pada tahun yang sama, Suara Merdeka mencapai tiras puluhan ribu eksemplar, sehingga menyandang gelar sebagai Koran terbesar di Jawa Tenggah.

Seiring dengan perkembangan tiras ini, Suara Merdeka juga mengembangkan diri dengan dimilikinya mesin percetakan sendiri, sehingga tidak menumpang cetak pada pecetakan De Locomotif. Percetakan Suara Merdeka diberi nama percetakan “Semarang”. Mesin yang digunakan adalah jenis Duplex dan sejumlah mesin Intertype dan Linotype.

Peredaran Suara Merdeka sendiri dalam bentuk tercetak beredar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta. Dalam bentuk elektronik (internet) beredar ke seluruh dunia. Pembaca di luar negeri terbanyak di Amerika dan Negara-negara Eropa Barat. Namun wilayah prioritas pemasaran Harian Suara Merdeka adalah Jawa Tengah.

Sejak tanggal 11 Februari 1982 pengelolaan Suara Merdeka diserahkan Hetami kepada menantunya Ir. Budi Santoso. Dibawah kepemimpinan baru ini, Ir.

Budi Santoso memulai dengan perbaikan pada manajemen. Ia mencoba mengurangi manajemen one man show yang terlalu terpusat dengan memperkenalkan bentuk manajemen yang berlapis-lapis yang lebih sesuai dengan tuntutan baru ketika sebagian besar media massa beralih dari pers perjuangan menjadi pers yang juga mencari keuntungan. Tuntutan aspek bisnis ini membuat

(4)

commit to user

Suara Merdeka memperluas unit-unit usaha yang dinaunginya. Dengan beberapa pengembangan produk media maupun diluar media dibawah naungan Groups Suara Merdeka. Selain Harian Suara Merdeka yang beroplah 200.000 eksemplar perharinya. Terbit juga beberapa produk media dengan bidikan target yang lebih terfokus diantaranya adalah Harian Sore Wawasan, Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini, Tabloid anak-anak Yunior, Majalah remaja Olga, Majalah Bahasa Inggris Hello, Tabloid otomitif Otospeed. Groups Suara Merdeka juga mengembangkan media elektronik dengan hadirnya Suara Merdeka Cybernews, Radio Suara Sakti FM Semarang, Radio MTV on Sky, PT Masscomm Graphy (percetakan), PT Masscomm Media (penerbitan), PT Merdeka Suryatama, PT Merdeka Jati Perkasa, PT Merdeka Wirastama (pengelola kawasan industri Terboyo).75

2.2. Visi dan Misi Suara Harian Suara Merdeka 2.2.1. Visi Suara Merdeka

Pendiri Suara Merdeka meletakkan ide dasar sebagai cita-citanya adalah dengan menjadikan surat kabar ini sebagai sumber kebutuhan informasi demi kemajuan bangsa, memberi nikmat bagi pengasuhnya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Memberi informasi yang bermakna bagi masyarakat luas agar selalu tahu benar apa yang terjadi di lingkungannya. Dalam skala lebih luas, segala kejadian atau peristiwa nasional dan internasional. Menjadi perusahaan pelopor industri informasi yang diakui masyarakat dan merupakan pilihan pelanggan karena bermutu serta menjadi perekat komunitas Jawa Tengah.

75 Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan Suara Merdeka Group, Jl. Raya Kaligawe Km 5 Semarang

(5)

commit to user 2.2.2. Misi Suara Merdeka

1. Mengabdi kepada masyarakat dalam peningkatan kecerdasan bangsa.

2. Memasarkan informasi yang akurat terkini dan bertanggung jawab melalui media cetak dan elektronik dengan memberikan layanan pelanggan yang terbaik.

3. Menghasilkan keuntungan yang maksimal agar:

a. Perusahaan makin tumbuh dan berkembang.

b. Kesejahteraan dan profesionalisme karyawan dapat ditingkatkan.

c. Berperan secara aktif dalam arus utama (mainstream) kehidupan sosial masyarakat.

Sehingga PT Suara Merdeka Press memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan.

2.3. Tata Nilai Suara Merdeka

Sebagai surat kabar yang tumbuh dan berkembang dalam kultur budaya Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka menjadikan tokoh Semar sebagai acuan dan panautan dalam tata nilai suara Merdeka. Semar adalah sosok yang bijaksana yang mempunyai tugas mulia dalam menyelaraskan harmoni kehidupan. Dengan falsafah Semar inilah yang menjadi sumber tata nilai Suara Merdeka dalam keikutsertaanya dalam membangun bangsa. serta menjadikan nama Semar sebagai

· Sahaja

Semua tindakan sikap dan penampilan selalu mengacu pada perilaku kesahajaan, rendah hati, saling menghormati, mampu menempatkan diri secara tepat, efisien dan efektif.

· Etika

(6)

commit to user

Menjadikan prinsip moral dan agama sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari baik kegiatan bisnis maupun masyarakat.

· Mutu

Memastikan semua prses yang dikelola dalam produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mematuhi dan memenuhi standar mutu yang tinggi.

· Akuntabel

Melaksanakan tugas dan wewenang dengan sepenuh hati, dedikasi tinggi, dan bertanggung jawab gugat penuh atas prose situ sendirimaupun hasil proses sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

· Responsif

Cepat, tanggap, proaktif dan segera dalam semua tindakan dengan mengedepankan pertimbangan-pertimbangan bisnis.76

2.4. Kebijakan Redaksional

Dasar kebijakan Harian Suara Merdeka yang didirikan oleh H. Hetami tanggal 11 Februari 1950 di Semarang merupakan pelopor persuratkabaran di Indonesia setelah merdeka. Ketika pertama dirintis surat kabar ini dijiwai oleh semangat untuk memberi penerangan kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan dan kecerdasannya. Karena bangsa yang well informed saja yang mudah untuk diajak maju dan membangun.

Suara Merdeka mengambil Jawa Tengah sebagai orientasi utama wilayah peredaran dan acuannya, disamping berbagai peristiwa yang bersifat nasional lainnya. Oleh karena itu kebijakan dasar untuk tetap menjadi korannya Jawa

76 Ibid, Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan Suara Merdeka Group

(7)

commit to user

Tengah tidak bisa dilepaskan dengan kebijakan redaksional yang selalu mengacu dan berpegang pada kode etik jurnalistik yang ada. Kebijakan yang berdasarkan lingkungan dimana Suara Merdeka berada, tetap menjadi orientasi utama dalam memilih informasi yang ingin disampaikan, artinya titik berat pemberitaan dan kebijkan redaksional harus tetap mengutamakan segala masalah dan kepentingan Jawa Tengah. Tanpa mengurangi kenyataan bahwa pembaca koran di Jawa Tengah yang juga mempunyai tuntutan informasi seperti pembaca koran di manapun maka tetap ada keseimbangan antara porsi berita-berita daerah khususnya Jawa Tengah dengan berita-berita yang besifat nasional maupun internasional. Artinnya, aktualitas berita-berita nasional dan internasional tidak ketinggalan sementara berita-berita yang bersifat daerah tetap menjadi perhatian untuk menjadi berita utamanya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa berita yang masuk ke meja redaksi akan dipilih kembali, mana yang pantas untuk dimuat dan mana yang tidak layak untuk diberitakan. Dalam memilih berita mana yang pantas dimuat ini, maka Suara Merdeka berdasar pada trend berita (aktualitas kejadian) dan analisis peristiwanya digabungkan menjadi satuan penyajian.

Berita dan informasi yang telah layak dimuat ini masih dibagi lagi ke dalam berbagai kelas atau tingkatan berita. Kelas berita ini didasarkan atas aktualitas kejadian, ekskulisivitas, dan lain-lain. Setelah diketahui kelas beritanya dengan berdasarkan syarat tadi, maka dapat ditentukan pada halaman berapa suatu berita itu akan ditempatkan. Berita-berita yang menempati halaman muka adalah berita utama.

(8)

commit to user

Sebagai surat kabar yang telah menjadi besar oleh karenanya tak bisa dilepaskan dari kepentingan bisnis, maka sudah sewajarnya jika segala kebijakan redaksional juga mempertimbangkan aspek bisnis, tidak sekedar aspek ideal. Oleh karenanya pertimbangan-pertimbangan khusus dan fleksibilitas kebijakan harus harus tetap dijaga yang pada dasarnya merupakan kompromi antara aspek ideal dan material tanpa merugikan kepentingan idealisme.

Aspek ideal lain diemban Suara Merdeka adalah bagaimana kebijakan redaksional mampu mengangkat harkat kemanusiaan, khusunya golongan- golongan yang masih tertinggal sebagai bagian mayoriyas dari masyarakat kita sekarang, dalam konteks politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu segala ikhwal yang menyangkut hak asasi, penegakan demokrasi politik, ekonomi menjadi perhatian penting. Khususnya kepentingan masyarakat Jawa Tengah.

2.5. Porsi Pemberitaan

Porsi pemberitaan, gambar, ulasan, laporan Harian Suara Merdeka secara umum melalui kebijakan rubrikasi dan pengaturan halaman berkisar sebagai berikut:

1. Berita regional (Jawa Tengah atau DIY termasuk Semarang) = 50%

2. Berita nasional = 30%

3. Berita internasional = 20%

Ditinjau dari jenisnya, maka isi Suara Merdeka diharapkan mampu meliputi berbagai bidang, politik, ekonomi, hukum, kriminalitas, olahraga, kebudayaan, pendidikan, teknologi, lingkungan hidup, kemanusiaan dan lain sebagainya.

Kebutuhan semua golongan dan lapisan pembaca harus bisa terpenuhi, karena

(9)

commit to user

Suara Merdeka telah menetapkan segmen goegrafis, bukan suatu golongan masyarakat yang harus selalu dijaga, Titik sentuh bidang itu tetap harus mengacu pada segmen geografis, yakni porsi kebutuhan dan kedekatan Jawa Tengah.

2.6. Peredaran Suara Merdeka

Surat Kabar Suara Merdeka terbit setiap hari dalam bentuk tercetak beredar di seluruh wilayah Propinsi Jawa Tengah, Malang, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Suara Merdeka juga hadir dalam bentuk elektronik (internet) beredar atau dapat diakses dari seluruh dunia. Pembaca diluar negeri terbanyak di Amerika dan negara-negara di Eropa Barat. Tetapi wilayah prioritas pemasarannya tetap di wilayah Jawa Tengah. Dengan oplah per hari Suara Merdeka berkisar 200.000 eksemplar.

2.7. Struktur Organisasi Redaksi Suara Merdeka

Suara Merdeka merupakan surat kabar umum yang terbit rutin dengan berita-berita hangat yang berkembang di masyarakat. Penerbitannya dikelola oleh PT. Masscom Graphy Semarang. Yang didirikan oleh H. Hetami, dengan Komirsaris Utama Ir. Budi Santoso, sedangkan Pemimpin Umum Kukrit Suryo Wicaksono. Untuk kerja operasionalnya, Suara Merdeka kemudian membentuk unit-unit bagian sebagai berikut:

1. Pemimpin Redaksi (Pemred)

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Umum terhadap keseluruhan tugas dan kewajiban Departemen Redaksi.

a. Memberikan kebijakan umum (arahan) redaksional b. Memimpin Dewan Redaksi

(10)

commit to user

c. Memimpin Rapat Koordinasi antara Wakil Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Kepala Desk, dan bagian-bagian lain

d. Menulis Tajuk Rencana dan Pojok e. Melakukan tugas administratif

f. Mewakili Departemen Redaksi untuk kegiatan luar g. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan redaksional 2. Wakil Pemimpin Redaksi

Wakil Pemimpin Redaksi I (Wapemred I).

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi.

a. Mewakili dan menggantikan tugas Pemimpin Redaksi bila Pemimpin Redaksi berhalangan

b. Mengurus masalah pengembangan produk dan merumuskan kebijakan redaksional

c. Mengurus kerja sama dan interaksi dengan pihak luar atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan redaksi

d. Melakukan sipervisi dan memimpin Rapat Koordinasi Redaktur Pelaksana, Kepala Deks, dan bagian-bagian lain

e. Menulis Tajuk Rencana dan Pojok f. Melakukan tugas administratif

Wakil Pemimpin Redaksi II (Wapemred II) Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi

a. Mewakili dan menggantikan tugas Pemimpin Redaksi bila Pemred dan Wapemred I berhalangan

(11)

commit to user

b. Mengurus masalah intern, organisasi, mekanisme kerja, dan pembinaan produktivitas serta pemenuhan kesejahteraan wartawan

c. Mengatur peningkatan kualitas wartawan melalui pendidikan internal atau eksternal

d. Melakukan sipervisi dan memimpin Rapat Koordinasi Redaktur Pelaksana, Kepala Deks, dan bagian-bagian lain

e. Menulis Tajuk Rencana dan Pojok f. Melakukan tugas administratif 3. Redaktur Senior

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi.

a. Memberikan masukan dalam strategi pemberitaan dan kebijakan redaksional

b. Menyusun dan mengamankan pelaksanaan kode etik wartawan Suara Merdeka

c. Memberikan masukan dalam pengambilan keputusan strategi d. Memberi evaluasi baik bersifat rutin maupun berkala

e. Melaksanakan tuga-tugas khusus yang diberikan Pemimpin Redaksi f. Menulis Tajuk Rencana dan Pojok

4. Redaktur Pelaksana

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi a. Mengendalikan seluruh isi berita atau opini koran

b. Memimpin rapat perencanaan dan pengendalian pemberitaan dengan kepala desk

c. Melaksanakan koordinasi peliputan lintas biro

(12)

commit to user

d. Memberi masikan kepada Pemred atau Wapemred mengenai pemberitaan yang bersifat atau memerlukan penanganan khusus

e. Melakukan tugas-tugas supervisi kepada desk, wartawan dan editor bahasa f. Melaksanakan tugas-tugas administrasi di bidang liputan

5. Koordinator Liputan

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi a. Mengendalikan seluruh isi berita atau opini koran

b. Memimpin rapat perencanaan dan pengendalian pemberitaan dengan kepala biro

c. Melaksanakan koordinasi peliputan lintas biro

d. Memberi masikan kepada Pemred atau Wapemred mengenai pemberitaan yang bersifat atau memerlukan penanganan khusus

e. Melakukan tugas-tugas supervisi kepada desk, wartawan dan editor bahasa f. Melaksanakan tugas-tugas administrasi di bidang liputan

6. Sekretaris Redaksi

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi a. Melaksanakan tugas-tugas kesekretariatan di Departemen Redaksi,

termasuk surat menyurat internal redaksi

b. Melakukan tugas-tugas kompilasi berita yang dibantu pula oleh staf di Bagian Modum dan Internet

c. Melakukan pencatatan hasil-hasil rapat harian dan mingguan dan penyebaran ke semua jajaran redaksi

d. Mengerjakan penyusunan daftar piket redaksi

e. Mengerjakan tugas-tugas khusus dari Pemred atau Wapemred

(13)

commit to user 7. Kepala Desk

Bertanggung jawab kepada Redaktur Pelaksana

a. Merencanakan untuk deksnya masing-masing secara harian maupun mingguan (berkala)

b. Menugaskan, mengorganisasikan, dan mengendalikan wartawan untuk penyelesaian atas proram-prorgam liputan

c. Melakukan tuga-tugas kebijakan pemberitaan dengan memperhatikan rubrikasi yang telah diseakati

d. Melakukan tugas-tugas editing, re-writing

e. Memberikan masukan kepada redaktur pelaksana baik yang bersifat strategi pemberitaan maupun performance wartawan

8. Kepala Biro

Bertanggung jawab kepada Koordinator Liputan a. Berkoordinasi intensif dengan Koordinator Liputan

b. Merencanakan sendiri atau dan bersama-sama dengan Koordinator Liputan c. Mengorganisasi operasi wartawan untuk tugas-tugas liputan

d. Mengendalikan seluruh wartawan dan liputan yang menjadi tugasnya e. Melakukan pembagian tugas kapada wartawan di tingkat biro sesuai

dengan kemampuan dan spesialisasi masing-masing

f. Mengompilasi hasil liputan untuk dikoordinasikan dengan Koordinator Liputan dan Redaktur Pelaksana

g. Memberikan masukan kepada Koordinator Liputan menyangkut liputan yang memerlukan pendekatan lintas biro

9. Reporter (Wartawan Lapangan)

(14)

commit to user

Bertanggung jawab kepada Kepala Desk dan Kepala Biro

a. Melakukan tugas-tugas liputan sesuai dengan tugas-tugas yang dibebankan Kepala Desk atau Kepala Biro kepada wartawan

b. Melakukan tugas liputan secara kreatif tanpa harus menunggu order dari Kepala Desk atau kepala Biro

c. Melaporkan hasil liputan kepada kepala Desk atau Kepala Biro d. Memenuhi standar minimal jumlah liputan

10. Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang)

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi a. Bersama staf, melakukan melkukan tugas-tugas penelitian dan

pengembangan berdasarkan kreativitas sendiri maupun order dari Pemred atau Wapemred

b. Melakukan evaluasi seluruh isi koran secara strategis terhadap koran- koran pesaing

c. Membuat program-program untuk peningkatan kualitas sajian koran d. Memberi masukan kepada Departemen Redaksi untuk pengambilan

kebijakan redaksional

e. Menberi saran-saran menyangkut pengembangna pemberitaan f. Koordinasi aktif dengan R & D perusahaan

11. Kepala Pusat Dokumentasi (Pusdok)

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi.

Bersama staf, mempersiapkan pengadaan buku, kliping, foto, dan bahan-bahan dokumentasi lainya yang dibutuhkan redaksi untuk melengkapi berita atau tulisan yang akan dimuat

(15)

commit to user 12. Kepala Tata Wajah

Bertanggung jawab kepada Redaktur Pelaksana

a. Bersama staf merencanakan pola tata muka untuk seluruh halaman b. Memberi dummy kepada tiap-tiap penaggung jawab halaman

c. Berkoordinasi dengan Bagian Iklan untuk perencanaan kaplingi halaman d. Memberikan arahan, masukan menyangkut besar kecilnya huruf dan

melakukan pengawasan atas tugas-tugas artistik halaman

e. Memberikan arahan menyangkut detail artistik halaman dari sudut tata wajah keseluruhan dengan memperhatikan besar-kecilnya judul atau kepalaan berita dan foto-foto, ilustrasi, gambar yang harus dimuat

f. Berkoordinasi dengan Bagian teknologo Informasi (TI) untuk optimalisasi sumber daya lay-outer dan peralatan (komputer)

13. Kepala Personalia atau Diklat

Bertanggung jawab kepada Pemimpin Redaksi atau Wakil Pemimpin Redaksi a. Menyusun program peningkatan kualitas SDM wartawan melalui program

pendidika intern maupun ekstern di lembaga-lembaga resmi

b. Mengevaluasi kinerja wartawan tiap bulan agar terjaga kontinuitasnya c. Mengompilasi data potensi seluruh personalia redaksi

d. Membantu pemenuhan hak dan kesejahteraan wartawan sesuai dengan aturan perusahaan

e. Memberi masukan menyangkut tentang perencanaan rekrutmen, penempatan, mutasi, pembinaan karier wartawan.

14. Tata Usaha atau Administrasi Redaksi

Bertanggung jawab kepada pemimpin redaksi atau wakil pemimpin redaksi

(16)

commit to user

a. Melakukan tugas-tugas administrasi dan keuangan untuk operasional Redaksi, honor wartawan lepas dan tambahan opersional bulanan

b. Mengoordinasi pengiriman honor untuk penulis luar 15. Editor Bahasa

Bertanggung jawab kepada Redaktur Pelaksana

a. Mengoreksi dan membetulkan naskah dari dari sisi tata tulis maupun penggunaan bahasa sesuai dengan ejaan yang disempurnakan

b. Memberikan saran dan masukan kepada redaksi manakala ditemukan dugaan kesalahan materi pada berita atau tulisan

c. Membaca ulang sebelum naskah masuk ke Bagia Lay-out

d. Membuat kesepakatan-kesepakatan internal yang disampaikan kepada Redaksi

16. Karikaturis atau Ilustrator

Bertanggung jawab kepada Redaktur Pelakana

a. Melakukan tugas-tugas visualisasi isu kedalam bentuk karikatur berdasarkan kreativitas sendiri maupun pesanan dari Pemred atau Wapemred atau redaktur Pelaksana

b. Membuat ilustrasi atau gambar sesui dengan pesanan dari desk.

c. Merancang ilustrasi agar halaman koran lebih bervariasi.

(17)

commit to user Gambar 1. Struktur organisasi redaksi Suara Merdeka Sumber: Pusat dokumentasi Suara Merdeka

2.8. Suara Merdeka edisi Minggu

Edisi Minggu adalah edisi Suara Merdeka pada hari Minggu. Artinya berita-berita terakhir yang terjadi hingga Sabtu malam harus tetap termuat untuk memenuhi kebutuhan infoemasi di hari Minggu. Setidak-tidaknya untuk halaman depan / front page (nasional) Semarang dan sekitarnya, Surakarta dan sekitarnya, Olahraga, serta Jawa Tengah dan DIY.

Hal yang membedakan edisi Minggu ini dengan edisi biasa, isi keseluruhan koran mencerminkan kombinasi antara persoalan informasi aktual dengan sajian-sajian yang lebih rileks. Hal ini dikarenakan pertimbangan bahwa di hari libur orang butuh santai, istirahat dari pekerjaan selama sepekan, serta

(18)

commit to user

leisure. Oleh karenanya berita atau tulisan tentang artis, film, hiburan, humor,

busana , psikologi, kiat-kiat dalam hidup berkeluarga, tips kesehatan, serta aspek- aspek ringan kehidupan lainnya harus mewarnai edisi Minggu.

Kriteria-kriteria itu sebagai berikut:

1. Dalam kombinasi informasi aktual dengan hiburan, perbandingan berkisar antara 40% dan 60%.

2. Rubrik-rubrik tetap yang memang telah menjadi ciri khas dan kekauatan edisi Minggu seperti Gayeng Semarang, dijaga dengan kombinasi rubrik-rubrik lain yang bersifat dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan sesuai dengan trend atau fenomena-fenomena kehidupan di masyarakat.

3. Gayeng Semarang merupakan kolom khusus dari kolumnis yang ditunjuk dan dimuat pada setiap hari Minggu di halaman yang disesuaikan dengan kebijakan redaksional pada suatu periode tertentu. Kolom ini merupakan tulisan dengan tema bebas tetapi aktual, yang berisi sindiran, kritik dan kontrol sosial tentang masyarakat, khususnya Jawa Tengah. Selain itu, kolom ini juga diharapkan mengungkapkan fakta-fakta yang tidak mungkin termuat dalam berita, karena alasan keamanan, SARA, dan lain sebagainya. Sehingga melalui visi dan gaya penulisan para pakar dan kolumnis itu permasalahanya tetap sampai ketangan pembaca. Penyajian tulisan ini bersifat serius namun santai dan yang terpenting gaya, kepribadian dan ciri khas penulis tercermin pada tulisan tersebut. Isi kolom tidak sekedar menyindir dan mengkritik, melainkan juga harus menggambarkan suatu jalan keluar setidak-tidaknya memberi rangsangan kepada publik atau pihak terkait dalam mencari solusi.

(19)

commit to user

4. Bincang-bincang merupakan rubrik yang merupakan hasil wawancara mendalam dengan sesorang tokoh yang sedang menjadi pebincangan atau mempunyai relevansi kuat terhadap suatu wacana yang sedang berkembang di masyarakat. Dalam rubrik ini dibagi dalam dua bagian. Pertama, murni berisi hasil wawancara yang bersifat wacana (discourse). Kedua, berisi profil nara sumber, prestasi, keluarga dan hal-hal lain yang menjadi ciri menonjol dari nara sumber.

5. Tips psikologi, kesehatan, kecantikan, pangan, papan, otomotif. Bersifat dinamis, dengan mengambil pengasuh para pakar sesuai dengan kajian yang diasuh. Yang Berjalan seiring dengan perkembangan waktu dan kebutuhan pembaca.

6. Mode, gaya hidup dan hiburan (trend dan fenomena termutakhir) menjadi salah satu warna dan ciri khas Suara Merdeka edisi Minggu.

7. Sang Pamomong merupakan halaman yang berisi tentang tulisan-tulisan budaya Jawa yang bersifat reflektif dan diselaraskan dengan isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat. Dalam rubrik ini juga didukung kolom Peringgitan, yang bisa ditulis oleh dari kalangan wartawan Suara Merdeka sendiri maupun juga dari penulis di luar Suara Merdeka yang isinya terkait dengan isu yang sedang diangkat.

8. Serat dan Bianglala berisikan tulisan-tulisan budaya, yakni cerpen, puisi-puisi pilihan serta esai budaya. Halaman budaya ini benar-benar diarahkan untuk apresiasi dibidang sastra.

(20)

commit to user

9. Resensi buku berisi timbangan buku terbaru. Bisa ditulis oleh wartawan Suara Merdeka maupun peresensi dari luar Suara Merdeka.77

2.9. Kolom Opini Harian Suara Merdeka edisi Minggu

Dalam surat kabar terdapat kolom opini, opini ini bisa berupa Tajuk Rencana, Editorial, Ulasan, Pojok. Opini merupakan ide atau gagasan media biasanya ditulis Redaktur Senior di media tersebut. Fungsi opini diamaksudkan sebagi wujud to influence yang diemban oleh surat kabar. Melalui opini media, secara eksplisit media mengharapkan masyarakat untuk berpendapat bahkan bersikap dan bertindak sesuai dengan pendapat media itu sendiri.

Dapat dipastikan hampir setiap surat kabar memiliki memiliki rubrik kolom opini, namun karakteristik rubrik kolom opini antara surat kabar satu dengan yang lainya dapat dipastikan berbeda. Perbedaan itu mulai hal remeh- temeh sampai pada substansinya. Perbedaan itu berkaitan dengan nama rubrik, penempatan halaman, hari dimautnya kolon tersebut, jumlah tulisan opini yang termuat setiap harinya, karakteristik tulisan, syarat-syarat sebuah tulisan dapat dimuat maupun profesi penulis opini.

Bagi Harian Suara Merdeka edisi Minggu, pendapat mengenai isu-isu yang sedang hangat dianggap sebagai sesuatu yang penting. Tidak heran, Suara Merdeka edisi Minggu menyediakan ruang sebagai sarana mengekspresikan pendapat-pendapat tersebut. Bahkan keberadaan ruang berekspresi yang termanivestasi dalam rubrik kolom telah ada sejak surat kabar ini berdiri.78 Rubrik kolom opini, menjadi bukti bagaimana Suara Merdeka memberi kesempatan bagi kalangan diluar Suara Merdeka yang telah ditunjuk redaksi untuk mendiskusikan

77 Ibid, Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan Suara Merdeka Group

78 Hasil wawancara dengan Bapak Triyanto Triwikromo, Kepala Desk Edisi Minggu, di kantor redaksi Suara Merdeka Jl. Raya Kaligawe Km 5 Semarang, Kamis, 20 Mei 2010, pukul 16.00 wib.

(21)

commit to user

bebaragi isu yang ingin mereka curahkan berdasarkan pengetahuan dan pemahaman profesional.

Pada setiap edisi Minggu Suara Merdeka sendiri terdapat berbagai kolom yang memiliki karakteristik tulisan beraneka ragam baik isi maupun isu yang dikemukakan, tergantung pada penulis kolom tersebut. Selain ditulis atau diasuh oleh redaktur Suara Merdeka sendiri, redaksi Suara Merdeka juga menjalin ikatan kontrak kapada para penulis yang ditunjuk lansung oleh redaksi yang dianggap layak dan pantas untuk mengisi kolom tersebut.79

Berbagai kolom opini yang mengisi surat kabar Suara Merdeka edisi Minggu diantaranya adalah kolom Gayeng Semarang, merupakan kolom khusus dari kolumnis yang ditunjuk Suara Merdeka, kolom ini merupakan tulisan dengan tema bebas tetapi aktual yang berisi sindiran, kritik dan kontrol sosial tentang masyarakat. Kolom Peringgitan, kolom yang mengupas segala permasalahan yang menyangkut masalah kebudayaan, mengkhususkan kepada kebudayaan jawa. Kolom Latar, adalah kolom yang menampung segala permasalahan kebudayaan terutama sastra dan seni.

Dalam penelitian ini kolom yang akan diteliti adalah kolom Celathu Butet.

Kolom ini ditulis oleh Butet Kertaredjasa, seorang seniman berasal dari Yogyakarta, beliau dikenal sebagai seniman teater atau aktor monolog. Berbagai peran dalam pentas teater telah dia perankan. Nama Butet Kertaredjasa kian dikenal publik ketika di tahun 1998 saat diakhir runtuhnya kekuasaan orde baru, saat itu Butet kerap menirukan suara dan mimik tokoh-tokoh politik yang erat kaitannya dengan orde baru terutama Presiden Soeharto. Tentunya apa yang

79 Ibid, hasil wawancara dengan Bapak Triyanto Triwikromo

(22)

commit to user

dilakukannya bukan untuk menertawakan ataupun melecehkan tokoh yang ditirunya untuk hiburan semata, tetapi cara itu dipakainya untuk mengajak orang untuk berani bersikap kritis melihat stiuasi yang berkembang di negara ini.

Sikap kritis ini perlu untuk ditumbuhkan karena pada masa orde baru rakyat mendapatkan tekanan yang luar bisa dari pemerintah jika pendapatnya ditujukan untuk mengkritik pemerintah. Dan dialam reformasi yang terbuka ini, sangat dimungkinkan peluang bagi siapa saja untuk menuangkan ide serta gagasan menyikapi setiap isu dengan cara dan bentuknya masig-masing. Butet memilih jalan menuangkan kritikannya melalui humor-homor yang menggelitik dalam setiap pementasan teater atau monolognya. Sindiran pedas dengan gaya humornya yang khas seorang Butet itu memang seringkali menjadi bahan tertawaan bagi siapa saja yang mendengarnya. Sebab, guyonan yang disampaikannya itu tak asal bunyi, melainkan sebuah guyonan cerdas yang membawa misi berupa kritikan terhadap keadaan bangsa ini, merespons segala peristiwa sosial, politik, ekonomi, budaya.80

Gambar 2. Logo Kolom Celathu Butet Sumber: Pusat dokumentasi Suara Merdeka

Hal inilah yang membuat Suara Merdeka melalui redakturnya untuk meminta Butet menuangkan gagasan dalam bentuk kolom yang dinamai kolom Celathu Butet. Karena harus menulis dalam bentuk kolom, Butet diharuskan

80 Ibid, hasil wawancara dengan Bapak Triyanto Triwikromo

(23)

commit to user

menuangkan gagasan, kritik, atau sekadar celometan dalam nuansa esai dan cerita.

Karena itu, pikiran-pikiran Butet ini cenderung mengikuti hukum esai yang subyektif dan aturan cerita yang beralur, berplot, berkarakter, berkonflik, dan tidak jarang melodramatik. Kolom Celathu Butet sesuai dengan namanya bahwa celathu dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti “berujar” atau “menyahut”

atau “menyambar omongan” sehingga karakter Mas Celathu tak terlalu jauh dari makna kata itu sendiri.

Redaktur Suara Merdeka memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih Butet Kertaredjasa sebagai penulis kolom tersebut dikarenakan selain dikenal sebagai aktor yang piawai memerankan tokoh disetiap pementasan teater dan monolog, Butet juga memiliki kecakapan dalam menulis, berupa features, resensi pameran seni rupa dan pertunjukan maupun kolom dan esai diberbagai media massa nasional. Dan tentunya Butet memiliki sense of humor dalam setiap kritikan dan sindirannya. Melalui humor tulisan kolomnya, dirinya diharapkan mampu memberikan kesejukan dan pencerahan bagi mereka yang sudah jenuh dengan semakin panasnya hawa politik ditanah air.

Mengenai tema serta isi yang hendak dihadirkan pada kolom tersebut redaksi Suara Merdeka membebaskan untuk memilih isu yang akan ditulis.

Meskipun begitu redaktur kolom dibantu tim editor tetap melakukan proses pengeditan jika dirasa kata maupun idiom yang digunakan penulis tidak layak tampilkan, setelah dilakukan konfirmasi serta mendapat persetujuan dari penulis dan asalkan penggantian tidak mereduksi substansi tulisan kemudian diganti dengan kata yang lebih pantas. Dengan kata lain, selain bisa mengunduh kelucuan, dengan membaca kolom ini, pembaca juga mendapatkan strategi

(24)

commit to user

berpikir model manusia yang tidak merespons segala sesuatu dengan cara-cara biasa dan linear. Sebab, pikiran-pikiran Mas Celathu memang muncul secara spontan, seperti kilat, menusuk tanpa diminta, serampangan, dan lepas konteks81.

Dalam setiap kehadiranya di Suara Merdeka edisi Minggu kolom Celathu Butet menjadi media bagi Butet Kertaredjasa untuk mengkritik, membuat lelucon,

mengejek, mencemooh, sekaligus diam-diam membalas dendam melalui tuturan, lewat pemikiran, analisis, unek-unek tokoh bernama Mas Celathu. Di ruang itu, sebagai tokoh utama Mas Celathu mengajak pembacanya menyeletuki dan merespon peristiwa sosial, politik serta budaya yang terjadi di Indonesia, yang terus membangun kehidupan demokrasi pasca perubahan politik 1998.

81 Ibid, hasil wawancara dengan Bapak Triyanto Triwikromo

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 14 Bandung yang memiliki beberapa masalah pada saat proses

Bimbingan dan konseling keluarga oleh masyarakat Desa Kaduara barat dilaksanakan untuk membantu individu yang sedang berada dalam masa pertunangan agar kelak

rangkaian transmiter. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan komponen-komponen elektronika yang disususun

terlambat dikirimkan ke pemasok Petugas tidak mengecek stok obat Jenis obat terlalu banyak Banyaknya konsumen yang membeli obat Perencanaan berdasarkan pola konsumsi Terdapat

Hubungan dua mahluk hidup yang menguntungkan satu pihak,sedangkan pihak lain tidak Di untungkan dan tidak di rugikan disebut ….. Hubungan dua mahluk hidup yang menguntungkan

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi program Jamkesmas di Kalimantan Selatan masih belum maksimal sesuai dengan pedoman pelaksanaan program Jamkesmas, sehingga

Hasil dari pengukuran kesenjangan digital dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan sebagai acuan dalam pemerataan akses dan kemampuan TIK bagi masyarakat

dalam penelitian ini merupakan hasil dari studi literatur yang telah