• Tidak ada hasil yang ditemukan

KREATIVITAS DALAM USAHA GARMENT KERTAS KERJA :EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI :MANAJEMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KREATIVITAS DALAM USAHA GARMENT KERTAS KERJA :EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI :MANAJEMEN"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

KREATIVITAS DALAM USAHA GARMENT (Studi Kasus pada Zensy Famous Salatiga)

Oleh:

SUSI SUSANTI NIM : 212010046

KERTAS KERJA

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian Dari

Persyaratan – Persyaratan Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

FAKULTAS :EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI :MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2015

(2)
(3)
(4)

1

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA Jalan Diponegoro 52 -60

:(0298) 321212, 311881 Telex 322364 ukswsa ia Salatiga 50711 - Indonesia Fax. (0298) -3 21433

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS KERTAS KERJA

Yang bertanda tangan dibawah ini:

N a m a : SUSI SUSANTI N I M : 212010046 Program Studi : MANAJEMEN

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kertas kerja:

Judul : KREATIVITAS DALAM USAHA GARMENT (Studi Kasus Pada Konveksi Zensy Famous Salatiga)

Pembimbing : Ir. Lieli Suharti, M.M, Ph.D Tanggal di uji : Februari 2015

adalah benar-benar hasil karya saya.

Di dalam kertas kerja ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan atau gagasan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.

Apabila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, termasuk pencabutan gelar kesarjanaan yang telah saya peroleh.

Salatiga, 4 Februari 2015 Yang memberi pernyataan

SUSI SUSANTI

(5)

2

KREATIVITAS DALAM USAHA GARMENT (Studi Kasus Pada Konveksi Zensy Famous Salatiga)

Oleh:

SUSI SUSANTI NIM : 212010046

KERTAS KERJA

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian Dari

Persyaratan – Persyaratan Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

FAKULTAS :EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI :MANAJEMEN

Disetujui oleh:

Ir. Lieli Suharti, M.M, Ph.D Pembimbing

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2015

(6)

3

MOTTO

“Barang siapa keluar untuk mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah

“.

( HR. Turmudzi)

(7)

4

ABSTRACT

Nowadays, most of businesses in Indonesia scale SMEs ( Micro, Small , and Medium Enterprises ). The number of SMEs growing business competition is getting tougher. One is the type of convection that is increasingly growing much,this requires business owners need to think creatively so that their products acceptable to consumers. This research is a qualitative descriptive research object is an area of convection in the convection Zensy Salatiga Famous. Purpose of the study are: [1]

describes how the process of creativity in business Zensy famous convection formed seen with 4P approach to creativity ( Person , Press , Process , Product ). [2]to know the stages of the creative process of this garment business seen from the stage of creativity.

Key informan in this study are Zensy Famous business owner, wife, as well as employees. The results of this study is to explain the creativity of the owners in utilizing waste fabric into a final product that is sexy dress, long dress and cardigan 4P approach Creativity ( Person, Press ,Process, Product). It also describes the stages of the process of creativity in the process of making a product that is under preparation, incubation process, gave birth to the idea and evaluation. In this process steps required owners to think more creatively because the manufacture of the products in this convection already thinking about the design of new raw materials are suitable for raw materials that are already available. This differs from other convection , where the other convection sometimes already have the design but still looking for raw materials

Keywords : SMEs , Convection , Creativity , Creativity Stages .

(8)

5

SARIPATI

Saat ini, sebagian besar bisnis yang terdapat di Indonesia berskala UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Jumlah UMKM yang semakin bertambah menyebabkan persaingan usaha semakin ketat. Salah satunya adalah jenis usaha konveksi yang semakin hari semakin bertambah banyak, hal ini menuntut pemilik usaha harus berfikir kreatif agar produknya bisa diterima konsumen. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan obyek penelitian adalah sebuah konveksi di daerah Salatiga yakni usaha konveksi Zensy Famous. Penelitian ini bertujuan untuk [1] menjelaskan bagaimana proses kreativitas pada usaha konveksi Zensy famous terbentuk dilihat dengan pendekatan 4P kreativitas (Person, Press, Process, Product).

[2] mengetahui tahapan-tahapan proses kreativitas dari usaha garment ini dilihat dari proses tahapan kreativitas.

Narasumber di dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Zensy Famous, istri, serta karyawan. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan kreativitas pemilik dalam memanfaatkan kain limbah menjadi sebuah produk akhir yaitu sexy dress, long dress dan cardigan melalui pendekatan 4P Kreativitas (Person, Press, Process, Product).

Selain itu juga menjelaskan tentang tahapan proses kreativitas dalam proses pembuatan produk yaitu tahap persiapan, proses inkubasi, melahirkan ide dan evaluasi. Dalam tahapan proses ini pemilik dituntut berfikir lebih kreatif karena pembuatan produk dalam konveksi ini sudah ada bahan bakunya baru memikirkan desain apa yang cocok untuk bahan baku yang sudah tersedia. Hal ini berbeda dengan konveksi lainnya, dimana konveksi lain terkadang sudah mempunyai desain namun masih mencari bahan baku.

Kata kunci: UMKM, Konveksi, Kreativitas, Tahapan kreativitas.

(9)

6

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME karena berkat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada saya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat akademik yang harus dipenuhi oleh penulis untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi strata satu dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

Dalam kertas kerja ini, penulis melakukan penelitian untuk mendapatkan gambaran kreativitas yang dilakukan oleh usaha pemilik Zensy Famous. Penulis tertarik untuk meneliti usaha ini karena pemilik usaha Zensy Famous merupakan salah satu pengusaha yang kreatif dalam menjalankan usahanya karena mampu memanfaatkan kain limbah menjadi suatu produk.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian selanjutnya dan bahan masukan bagi pihak-pihak terkait. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Salatiga, 4 Februari 2015

Penulis

(10)

7

UCAPAN TERIMA KASIH

Di dalam kertas kerja ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak memberikan dukungan dan doa kepada penulis selama pembuatan kertas kerja ini. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Ibu Ir. Lieli Suharti, MM, Ph.D, selaku pembimbing yang telah membimbing penulis sejak awal sampai terselesaikannya kertas kerja ini dengan baik.

2. Bapak Hari Sunarto,S.E, MBA, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

3. Ibu Roos Kities Andadari, S.E, MBA, Ph.D, selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

4. Ibu Hani Sirine, S.E, MM selaku dosen wali studi penulis.

5. Seluruh staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah membekali penulis ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana.

6. Kedua orang tua dan kakak penulis yang telah memberi dukungan berupa semangat dan doa kepada penulis untuk menyelesaikan pendidikan

7. Bapak Zainuddin yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan penelitian terhadap beliau dan usaha Zensy Famous miliknya selama beberapa waktu.

8. Miftakhul Zen yang memberikan dukungan dan motivasi serta kasih sayang dalam penyelesaian kertas kerja ini.

9. Sahabat-sahabat selama penulis berkuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana; Nunik, Lina, Jaya, Edo, Vein, Pipit, Laurent; serta sahabat-sahabat FEB angkatan 2010 .

10. Teman-teman simulasi bisnis Lina, Vein, Laurent, Kak Fraska, Eva, Yuda, Roy, Brian, Budi, Andre, Togel terima kasih atas kerjasamanya dalam berjualan.

(11)

8 11. Pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah

memberikan dorongan kepada penulis.

Salatiga, 4 Februari 2015

Penulis

(12)

9

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Surat Pernyataan Keaslian Skripsi ... ii

Halaman Pengesahan ... iii

Moto ... iv

Abstract ... v

Saripati ... vi

Kata Pengantar ... vii

Ucapan Terima Kasih ... viii

Daftar Isi ... ix

Daftar Tabel ... x

Daftar Gambar ... xi

Daftar Lampiran ... xii

1. Pendahuluan ... 13

2. Telaah Teoritis ... 17

2.1 Pengertian Wirausaha ... 17

(13)

10

2.2 Kreativitas... 18

2.2.1Pendekatan 4P kreativitas ... 18

2.2.2 Tahapan Proses Kreativitas ... 23

3. Metode Penelitian ... 25

4. Hasil dan Pembahasan ... 27

4.1 Gambaran Obyek Penelitian ... 27

4.2 Kreativitas Pemilik Usaha Dilihat dengan Pendekatan 4P Kreativitas ... 28

4.3 Tahapan proses kreativitas ... 38

5. Penutup ... 40

5.1 Kesimpulan ... 40

5.2 Saran ... 41

5.3 Keterbatasan Penelitian ... 52

Daftar Pustaka ... 53

(14)

11

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Ciri-Ciri Orang Kreatif Menurut Beberapa Ahli ... 19

Tabel 2. Deskripsi Umum Usaha Zensy Famous ... 26 Tabel 3 Penjelasan Tentang Produk Zensy Famous. ... 36

(15)

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Pertanyaan ... 43 Lampiran 2 Foto Produk Zensy Famous ... 45

(16)

13 1. Pendahuluan

Saat ini, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memegang peranan penting di dalam perekonomian Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha, segi penciptaan lapangan kerja maupun dari segi pertumbuhan ekonomi nasional yang diukur dengan Produk Domestik Broto. Sesuai dengan data Dinas Koperasi dan UMKM (2012) menunjukkan total nilai PDB mencapi Rp. 8.241,8 triliun. UMKM memberikan kontribusi sebesar RP. 4.869,5 triliun atau 59,08% dari total PDB Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia tercatat sebanyak 55,206 juta unit usaha atau 99,99% dari total pelaku usaha yang jumlahnya sebanyak 55,211 juta unit usaha (http://www.depkop.go.id/, 2014). Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 107,65 juta orang atau 97,16% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia. Jumlah ini berpotensi terus berkembang, apalagi ditunjang dengan kenyataan bahwa rata-rata pengusaha baru memulai bisnisnya dari level UMKM. Muharram dalam Sulistiyo (2012) mengatakan bahwa jumlah pengusaha pencipta lapangan kerja di Indonesia pada tahun 2012 bertumbuh ke angka 1,56% dari jumlah penduduk, yang tadinya hanya 0,24% di tahun 2009.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. UMKM yang berkembang saat ini terbagi menjadi beberapa kategori yaitu pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, listrik, gas, air bersih, perdagangan, hotel, restoran, jasa-jasa swasta, dan industri pengolahan yang salah satunya mencakup industri kreatif. Sektor industri kreatif diyakini mampu bertahan ketika berbagai sektor lain dilanda krisis keuangan global.

(17)

14 Pemerintah mulai melirik industri kreatif sebagai alternatif roda penggerak ekonomi yang akan terus berputar (Kementerian Koperasi dan UMKM ,2012)

Departemen Perdagangan pada studi pemetaan industri kreatif tahun 2007 dalam buku Pengembangan Industri Kreatif Nasional (2008) mengatakan bahwa industri kreatif berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu.

Industri kreatif di Indonesia meliputi 14 sub sektor, yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, busana (fashion), video, film, dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangannya. (Departemen Perdagangan Republik Indonesia dalam buku Pengembangan Industri Kreatif Menuju Visi Ekonomi Kreatif, 2008)

Salah satu sektor industri kreatif adalah fashion, dimana banyak UMKM yang mendirikan usaha kecil garment atau konveksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan bertambahnya UMKM setiap tahunnya, hal ini memungkinkan banyak masyarakat menghasilkan produk yang sejenis serta persaingan pun terjadi antar sesama pengusaha produk sejenis. Untuk menghadapi persaingan antara perusahaan pesaing sejenis yang banyak, seseorang wirausahawan haruslah memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kreativitas dan keinovasian dalam kewirausahaan (Hadiyati, 2010).

(18)

15 Salah satu industri konveksi berskala kecil dan menengah berada di Salatiga tepatnya di daerah Tingkir Tengah. Mulai yang berbentuk industri rumah tangga maupun yang sudah dikelola dengan lebih professional. Produk yang dihasilkan dari konveksi ini berupa kaos, seragam sekolah, pakaian olahraga dan lain sebagainya.

Selain menjual produk secara eceran, kebanyakan dari industri ini juga menerima pesanan produk dalam jumlah besar. Penjualan produk, khususnya yang berupa pesan hanya terjadi secara musiman. Biasanya pada saat musim kampanye atau tahun ajaran baru, industri konveksi juga mengalami peningkatan pesanan yang cukup pesat.

Demikian juga yang terjadi pada konveksi Zensy Famous di Tingkir ini, pemilik usaha memanfaat peluang dengan menciptakan nilai tambah melalui kreativitas yang dihasilkan dengan kain limbah, kemudian diproduksi menjadi sebuah fashion. Kain limbah yang menurut orang lain tidak dapat digunakan lagi, namun pemilik usaha ini menjadikan kain limbah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai.

Kain limbah ini dapat diproduksi menjadi beberapa produk yaitu sexy dress, long dress dan cardigan dengan berbahan kain kaos, siffon, brokat, dan tile. Melalui pendekatan 4P kreativitas diharapkandapat mengetahui kreativitas yang terbentuk dalam konveksi Zensy Famous dalam proses produksi.

Untuk melihat kreativitas pada sebuah usaha, dapat digunakan berbagai pendekatan Munandar (2009) mengatakan bahwa salah satu pendekatan yang digunakan untuk melihat sebuah kreativitas adalah pendekatan 4P Kreativitas. Dalam pendekatan ini, inovasi dan kreativitas merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Di dalam pendekatan 4P Kreativitas, kreativitas dilihat dari dimensi Person, Press, Process, serta Product. Aspek Person melihat kreativitas dari

(19)

16 sudut pandang pribadi individu yang menghasilkan sesuatu yang bernilai. Aspek Press melihat dorongan apa saja yang membuat seseorang melakukan kreativitas. Aspek Process melihat proses kreatif yang dilakukan untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan aspek Product melihat hasil akhir dari kreativitas yang telah dilakukan. Dari pendekatan 4P Kreativitas ini dapat dilihat kreativitas dari berbagai sudut pandang secara lengkap. Selain itu juga dapat melihat tahapan proses kreativitas dari usaha garment dilihat dari tahapan persiapan, proses inkubasi, melahirkan ide dan implementasi. Dari penjelasan diatas penulis tertarik untuk melalukan penelitian tentang “Kreativitas Dalam Usaha Kecil Garment studi kasus pada usaha konveki Zensy Famous Salatiga”

1.2 Persoalan Penelitian

1. Bagaimana kreativitas pada usaha konveksi Zensy Famous terbentuk dilihat dengan pendekatan 4P Kreativitas (Person, Press, Process, Product)?

2. Bagaimana tahapan proses kreativitas dari usaha garment ini dilihat dari tahapan persiapan, proses inkubasi, melahirkan ide dan implementasi ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Menjelaskan bagaimana proses kreativitas pada usaha konveksi Zensy Famous terbentuk dilihat dengan pendekatan 4P Kreativitas (Person, Press, Process, Product).

2. Mengetahui tahapan-tahapan proses kreativitas dari usaha garment ini dilihat dari tahapan proses kreativitas yaitu persiapan, proses inkubasi, melahirkan ide dan evaluasi.

1.4 Manfaat Penelitian

(20)

17 1. Bagi peneliti hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai sumber informasi bagi penelitian lebih lanjut mengenai gambaran kreativitas terbentuk dilihat dengan pedekatan 4P Kreativitas (Person, Press, Process, Product) 2. Sebagai informasi bagi industri untuk dapat mengembangkan produk mereka

dengan kreativitas yang dimilikinya

3. Bagi pelaku usaha, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dokumentasi yang ada diperusahaan.

(21)

18 Telaah Teoritis

1. Wirausaha

Menurut Marzuki Usman (dalam Suryana, 2006:15) wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tanaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru.

Wirausaha adalah pelapor dalam bisnis, inovator, penanggung risiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha. Untuk menghadapi persaingan usaha yang banyak, seseorang wirausahawan haruslah memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai tambah terhadap produk dari industrinya dan jasa layanan yang diberikan kepada pelanggan (konsumen) untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kreativitas dan keinovasian dalam kewirausahaan Sri Edi Swasono (dalam Suryana, 2006:16). Seseorang wirausaha tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan. Ada keamauan tetapi tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan tidak akan membuat seseorang menjadi wirausaha yang sukses. Sebaliknya, memiliki pengetahuan dan kemampuan tetapi tidak disertai dengan kemauan, tidak akan membuat wirausaha mencapai kesuksesan (Suryana, 2006:4).

(22)

19 2. Kreativitas

Menurut Zimmerer (2008:51) kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (Creativity is the ability to develop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities).

Suryana (2006) menyatakan bahwa kreativitas adalah memikirkan sesuatu yang baru. Kreativitas sebagai kemampuan yang digunakan untuk mengembangkan sebuah ide baru serta mencari dan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah dalam menghadapi sebuah peluang.Kreativitas adalah upaya untuk mencari berbagai alternative jawaban terhadap suatu permasalahan sehingga menjawab semua permasalahan yang terjadi Guilford(dalam Munandar 2009).

Menurut Rogers (dalam Zulkarnain 2002), kreativitas merupakan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.Jadi kreativitas adalah kemampuan seseorang mengembangkan atau menciptakan ide-ide baru untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi.

2.1 Pendekatan 4P Kreativitas

Menurut Zimmerer dan Scarborough (2008 :57), kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Adhi dan Bawono (2009 :73) juga berkata bahwa dengan kreativitas seseorang menciptakan ide-ide atau gagasan

(23)

20 tentang produk ataupun cara dalam menjalankan bisnis. Kemudian ide tersebut dikembangkan sehingga menjadi hasil akhir dari inovasi.

Menurut Munandar (2009), kreativitas dapat dikelompokkan kedalam empat dimensi yang dikenal sebagai pendekatan 4P Kreativitas yang terdiri dari:

1. Dimensi Person

Dalam dimensi Person, kreativitas dalam inovasi dilihat dari sudut pandang kepribadian individu yang bersangkutan. Kreativitas dipercaya merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki diri seseorang. Menurut Jung dalam Munandar (2009) bahwa ketidaksadaran dan peristiwa-peristiwa penting di masa lalu cukup berpengaruh terhadap pembentukan pribadi kreatif. Terdapat berbagai ciri-ciri orang kreatif dari beberapa ahli sebagai berikut:

Tabel 1.1 Ciri-ciri orang kreatif menurut beberapa ahli

No Dimensi Winardi

(2004)

Zimmerer dan Scarborough (2008)

1. Suka mencari ide-ide baru  

2. Memiliki banyak solusi alternative  

3. Fleksibel  

4. Optimis 

5. Tidak mudah putus asa 

6. Mandiri 

Sumber : (Winardi (2004), Zimmerer dan Scarborough (2008), dalam Narwoto (2009))

Berdasarkan beberapa ahli diatas, maka ciri-ciri kepribadian kreatif dapat dijabarkan sebagai berikut :suka mencari ide-ide baru, tidak mudah putus asa, optimis, fleksibel dan mandiri.

(24)

21

2.1.1.1.1.1.1 2. Dimensi Press

Dalam dimensi Press, kreativitas dilihat berdasarkan faktor-faktor apa saja yang mendorong seseorang menjadi kreatif dan inovatif. Menurut Munandar (2009 :37), dorongan akan menjadi kreatif dan inovatif apabila seseorang ingin mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, berkembang, serta menjadi matang. Munandar (2009) menyebutkan bahwa perkembangan kreativitas dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

A. Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik).

Setiap individu memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Ketika seorang indivudu menjalin hubungan baru dengan lingkungan, ini merupakan dorongan untuk memotivasi dirinya (Rogers dalam Munandar, 2009).

Hal ini juga didukung oleh pendapat Munandar (2009) yang menyatakan bahwa setiap individu harus mempunyai motivasi intrinsik untuk melakukan sesuatuhal atas keinginan pribadi. Selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan. Dengan adanya motivasi dalam diri seseorang, hal ini akan mendorong untuk melakukan suatu hal yang memberikan hasil sesuai dengan yang diinginkannya. Motivasi yang dimiliki seseorang dapat mendorong seseorang untuk bertindak dan berusaha dengan caranya sendiri. Hal tersebut dilakukan dengan mencari ide-ide baru untuk menemukan solusi yang lebih tepat dan lebih mudah dalam menyelesaikan masalahnya.

B. Dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

(25)

22 Munandar (2009) mengatakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi kreativitas individu dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling kuat dan penting merupakan sumber pertama dan utama dalam pengembangan kreativitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan di setiap jenjangnya mulai dari pra sekolah hingga ke perguruan tinggi dapat berperan dalam menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas individu. Pada lingkungan masyarakat, kebudayaan- kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat juga turut mempengaruhi kreativitas individu.

Munandar (dalam Zulkarnain, 2002) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas dapat berupa kemampuan berpikir dan sifat kepribadian yang berinteraksi dengan lingkungan tertentu. Faktor kemampuan berpikir terdiri dari kecerdasan (inteligensi) dan pemerkayaan bahan berpikir berupa pengalaman dan ketrampilan. Winardi (2003) mengatakan bahwa kreativitas seseorang dapat berasal dari berbagai macam sumber yaitu :

1. Para konsumen.

Konsumen seringkali menjadi sumber inspirasi untuk berkreativitas dan berinovasi, yang menyebabkan terciptanya produk atau jasa baru. Pengusaha tidak dapat menutup mata bahwa dalam pertemuan-pertemuan dengan konsumen terkadang akan muncul ide-ide brilian.

2. Perusahaan-perusahaan pesaing.

Pengusaha perlu memonitor dan mengevaluasi produk-produk perusahaan pesaing lain yang telah ada di pasar sebelumnya. Pada aktivitas ini,

(26)

23 benchmarking sangat bermanfaat, sehingga seorang pengusaha dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk yang sudah ada di pasaran. Dengan demikian inovasi yang kreatif dapat dilakukan dengan “imitation with modification”.

3. Saluran distribusi.

Distributor menjadi sumber-sumber yang baik untuk mendapatkan ide-ide kreatif untuk inovasi. Distributor adalah orang-orang yang telah mengenal karakteristik pasar, sehingga mereka biasanya memiliki sejumlah saran yang dapat mengarahkan kita untuk menciptakan suatu inovasi yang kreatif dalam produk kita.

4. Pemerintah

Pemerintah dapat membantu seseorang dalam menemukan dan menciptakan ide- ide kreatif untuk inovasi, salah satunya dengan adanya Biro Paten. Walaupun paten-paten yang sudah ada tidak boleh ditiru, tetapi mungkin saja paten-paten yang sudah ada tersebut dapat menginspirasi seseorang untuk menciptakan produk-produk kreatif lain. Selain itu dapat juga kreativitas muncul seiring dengan pengusaha yang bereaksi atas adanya peraturan pemerintah.

5. Riset dan pengembangan.

Sumber kreativitas dan inovasi yang terbesar adalah riset dan pengembangan dari seorang pengusaha. Hal yang harus ditekankan adalah riset dan pengembangan membutuhkan skill individu yang sesuai. Dengan adanya riset dan pengembangan, pengusaha dapat mengetahui keinginan konsumen, kemudian dapat menciptakan solusi dengan pengembangan yang terus-menerus.

(27)

24 3 Dimensi Process

Dimensi Process adalah segala produk yang dihasilkan dari proses yang dianggap sebagai produk kreatif. Kriteria produk yang dianggap sebagai produk kreatif menunjuk pada hasil perbuatan, kinerja, atau karya seseorang dalam bentuk barang atau gagasan.Dalam dimensi process, kreativitas dilihat sebagai sebuah proses berpikir sejak awal sampai terciptanya suatu ide unik dan kreatif.

4 Dimensi Product

Dimensi produk merupakan upaya untuk menjelaskan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang menurutnya inovatif.

“Creativity is the ability to bring something new into existence”(Reni Akbar- Hawadi dkk, 2001). Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron dalam Reni Akbar-Hawadi dkk (2001) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru.

Dari penjelasan diatas maka kreativitas adalah kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru.

2.2.3 Tahapan Proses Kreativitas

Supardi mengutip De Bono (1988) mengatakan bahwa pola pemikiran yang kreatif merupakan motivator yang sangat besar, karena membuat orang sangat tertarik akan pekerjaanya. Pemikiran kreatif juga memberikan kemungkinan bagi setiap orang untuk mencapai sesuatu tujuan. Seorang

(28)

25 wirausahayang kreatif akan membuat hidup akan lebih menyenangkan, lebih menarik serta akan dapat bekerjasama dengan orang lain. Untuk memacu kreativitas yang tinggi ada 4 tahapan proses kreatif, yaitu :

1. Tahap persiapan atau akumulasi pengetahuan.

Tahap persiapan atau akumulasi pengetahuan merupakan tahap awal dari proses kreativitas. Pada tahap ini seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan penyelidikan dan pengumpulan informasi melalui membaca, bertanya dengan orang lain, menghadiri pertemuan- pertemuan bisnis dan penyerapan informasi. Sebagai tambahan dapat juga menerjuni lahan dengan masalah kita karena hal ini dapat memperluas wawasan dan memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga menyebabkan ide-ide kreatif dapat terkumpul.

2. Proses inkubasi.

Tahap inkubasi adalah tahap penantian ide kreatif yang diharapkan. Pada tahap ini seseorang tidak harus terus-menerus memikirkan masalah yang sedang dihadapi, tetapi dapat sambil melakukan kegiatan lainnya, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah yang dihadapi. Hal ini dilakukan supaya ide-ide spontan dapat muncul apabila pikiran dari individu yang bersangkutan lebih rileks dan tidak terbebani suatu masalah.

3. Melahirkan ide.

Pada tahap ini, ide atau solusi kreatif yang dicari selama ini mulai muncul.

Terkadang ide yang ditemukan dapat muncul di situasi yang tidak terduga dan spontan, bahkan muncul pada saat yang tidak ada hubungannya dengan

(29)

26 masalah yang ada. Setelah munculnya ide ini, individu yang bersangkutan harus cepat tanggap untuk menangkap dan melanjutkan ide tersebut ke tahap berikutnya.

4. Evaluasi dan implementasi.

Tahap ini adalah tahap terakhir dari proses kreativitas. Bagian ini merupakan tahap tersulit dalam tahap proses kreativitas, karena dalam tahap ini diperlukan sikap serius, disiplin, dan konsentrasi. Wirausaha yang sukses dapat mengidentifikasi ide yang mungkin dapat dikerjakan dan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Dari ide yang muncul di dalam tahap ketiga, individu yang bersangkutan harus menguji dan memodifikasi ide tersebut sehingga didapatkan bentuk yang matang dari ide tersebut. Lebih penting lagi, ia tidak menyerah begitu saja bila bertemu kendala. Bahkan biasanya berhasil mengembangkan ide setelah beberapa kali mencoba.

3. Metode Penelitian

Jenis Dan Sumber Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dari sumber secara langsung yang terkait di konveksi Zensy Famous yang bertempat di daerah Tingkir Tengah Salatiga.

Narasumber utama pada penelitian ini adalah Bapak Zainuddin selaku pemilik dari konveksi Zensy Famous. Selain itu dua narasumber yang lain adalah istri dari pemilik usaha yaitu Ibu Desy dan salah satu karyawan Bapak Zainuddin yang bernama Ibu Nur. Di dalam penelitian ini digunakan tehnik triangulasi dengan sumber data (Bungin, 2010 :256). Pemilihan ketiga narasumber ini dikarenakan ingin mendapatkan

(30)

27 data dari berbagai sudut pandang. Mengingat bahwa istri Bapak Zainuddin mengetahui beberapa seluk beluk mengenai kreativitas yang timbul oleh Bapak Zainuddin. Untuk karyawan, diputuskan mewawancarai Ibu Nur, yang merupakan satu-satunya karyawan yang sudah bekerja sejak awal berdirinya usaha sampai saat ini dan menjadi orang kepercayaan Bapak Zainuddin.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan metode wawancara.

Proses wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dari informan yaitu: Pemilik usaha, istri pemilik dan salah seorang karyawan.

Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang kompleks yang sebagian besar berisi pendapat, sikap, dan pengalaman pribadi (Sulistyo-Basuki, 2006 : 173). Dalam hal ini, peneliti terlebih dahulu menyiapkan interview guide (panduan wawancara) sebagai panduan dalam mewawancarai informan untuk mendapatkan informasi dengan hasil berupa rekaman, foto dan pengamatan.

Analisis Data

Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan cara menganalisa/memeriksa data, mengorganisasikan data, memilih dan memilahnya menjadi sesuatu yang dapat diolah, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting berdasarkan kebutuhan dalam penelitian dan memutuskan apa yang dapat dipublikasikan.

(31)

28 Dari rumusan di atas dapatlah kita tarik garis besar bahwa analisis data bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan, komentar peneliti, dokumen berupa laporan, dan sebagainya.

Setelah data dari lapangan terkumpul dengan menggunakan metode pengumpulan data di atas, maka peneliti akan mengolah data tersebut dengan menggunakan analisis secara deskriptif-kualitatif.

Teknik analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Bungin (2010 : 147) mengatakan bahwa strategi analisis deskriptif kualitatif merupakan sebuah upaya analisis induktif terhadap data penelitian.

Strategi yang digunakan adalah lebih awal memperoleh data sebanyak-banyaknya di lapangan dengan mengesampingkan peran teori. Walaupun demikian, bukan berarti teori tidak penting di dalam tehnik analisis deskriptif kualitatif ini. Langkah selanjutnya adalah analisis terhadap data. Peran data lebih penting dibandingkan dengan teori, sehingga di dalam analisis ini teori kemudian menyesuaikan dengan temuan penelitian. Penelitian ini dilakukan sejak bulan September 2014 sampai Januari 2015. Pengambilan data dengan wawancara tidak hanya dilakukan satu kali, apabila dirasa data yang didapatkan dan dianalisis belum mampu menjawab permasalahan penelitian maka wawancara dilakukan kembali.

(32)

29 4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Gambaran Obyek Penelitian Profil Usaha

Tabel 2 Deskripsi Umum Usaha Zensy Famous Nama Usaha Zensy Famous Jenis Produk Pakaian / konveksi Nama Produk - Sexy dress

- Long dress - Cardigan

Alamat Jl. Singajayan Rt 05/02, Tingkir Tengah, Kota Salatiga

Telepon 085713001975 Tahun Berdiri 2011

Website http://zensyfamaus.com/

Facebook Zen ZensyFamous Instagram Zensyfamous

Pin BB 74400DB0

Sumber : hasil wawancara dengan Bapak Zainuddin, 2014

Zensy Famous adalah sebuah UMKM yang berada di Salatiga yang bergerak di bidang konveksi yaitu fashion atau pakaian jadi yang berasal dari kain eksport sisa limbah pabrik. Nama Zensy merupakan singkatan dari pemilik konveksi ini yaitu Bapak Zainnudin (Zen) dan Ibu Deasy (Zy). Zensy Famous berdiri pada tahun 2011 dan hanya memiliki satu karyawan serta hanya memiliki dua mesin jahit dan satu mesin obras. Beliau memulai usaha dengan membuat produk pertama yaitu sexy dress.

Namun, saat ini pada tahun 2015 usaha konveksi Zensy Famous memiliki 20 orang karyawan yang terdiri dari beberapa pekerjaan seperti menjahit, memotong kain, dan bagian finishing serta peralatan yang sudah bertambah banyak dibanding pada waktu dulu. Terdapat beberapa hasil produk dari konveksi Zensy Famous yaitu pakaian jadi sexy dress, long dress dan cardigan dengan berbahan kain siffon, kaos, dan brokat

(33)

30 dengan omzet per bulan mencapai Rp 60.000.000,- serta peralatan yang mulai lengkap.

Profil Pemilik Usaha

Pemilik dari konveksi Zensy Famous adalah Bapak Zainuddin. Beliau memulai usaha ini dengan keterpaksaan karena desakan ekonomi yang membuatnya memilih usaha konveksi ini, dengan dorongan dari sang istri beliau memulai usaha ini dengan harapan untuk memperbaiki keadaan ekonomi agar lebih baik dari sebelumnya, serta kesukaan beliau terhadap dunia fashion juga menambah keyakinan beliau untuk membuka usaha konveksi ini. Dengan latar pendidikan yang kurang mendukung dalam usahanya ini, namun beliau yakin bahwa usahanya ini akan berkembang sedikit demi sedikit.

4.2 Kreativitas Pemilik Usaha Zensy Famous Dilihat dengan Pendekatan 4P Kreativitas

Suatu kegiatan yang bersifat kreatif harus memerlukan kreativitas di dalam seluruh prosesnya. Kreativitas Bapak Zainuddin dapat dilihat dari pendekatan 4P Kreativitas, yaitu:

1. Pendekatan Person

Pendekatan Person digunakan untuk melihat kreativitas seseorang sebagai sebuah kemampuan atau bakat. Hal ini terlihat dari ciri-ciri yang nampak dalam diri orang tersebut. Terdapat beberapa ciri-ciri pribadi kreatif yang sangat menonjol pada diri Bapak Zainuddin, yaitu:

(34)

31 1. Selalu mencari ide-ide baru.

Bagi Bapak Zainuddin, mencari ide-ide baru merupakan kegemarannya. Kegemarannya disalurkan dengan cara selalu meluangkan waktu untuk melihat ke dunia online maupun lingkungan disekitar untuk mengetahui model atau desain apa yang sedang di cari atau dibutuhkan oleh konsumen. Dengan media online ini sangat membantu beliau dalam mencari ide untuk kemudian di terapkan ke dalam pola. Dengan cara ini Bapak Zainuddin bisa menemukan sesuatu baru yang bisa di pakai untuk proses produksi dalam konveksinya.

beliau berkata :

“Ide itu sebenarnya banyak tapi kalau dari saya ketika melihat sesuatu yang bergerak artinya ketika kita nonton peragaan atau gambar. Kita bukanlah mengadopsi tetapi ketika kita tertarik dengan sesuatu yang kita lihat maka nanti jadinya bukan seperti yang kita lihat tetapi itu akan menjadikan idea tau gambaran untuk dijadikan desain”

Dari pernyataan di atas dijelaskan bahwa ide beliau berasal dari banyak hal, bisa karena melihat karya seseorang tetapi bukanlah meniru tetapi ketika beliau tertarik dengan karya orang lain itu bisa menjadikan gambaran beliau dalam menciptakan ide.Contohnya adalah ketika beliau sedang melihat telivisi dalam acara fashion show, beliau kemudian mendapatkan ide untuk membuat desain sexy dresstetapi beliaumembuat desain produknya tidak sama persis seperti yang dilihatnya namun menambah atau mengurangi sesuatu yang dinilainya cocok dengan desain yang akan dibuat.

(35)

32 2. Tidak mudah putus asa

Sifat tidak mudah putus asa nampak di dalam diri Bapak Zainuddin, ini terlihat sejak beliau memulai usaha konveksinya. Dalam memulai usahanya yang pertama hanya membuka usaha menjahit kecil-kecilan, beliau terus berusaha dan tidak mudah putus asa dalam menjalankan usahanya agar bisa mewujudkan impiannya mempunyai sebuah konveksi. Hal ini dipertegas dengan penjelasan salah seorang karyawannya :

” Mas Zen memulai usaha dari nol, dari yang awalnya menjahit kecil-kecilan sekarang sudah bisa mempunyai sebuah konveksi dengan hasil keringatnya sendiri”

Hal ini menjelaskan bahwa beliau adalah seorang yang tidak mudah putus asa untuk meraih sesuatu yang diinginkannya. Usaha yang dirintis beliau dari nol membuatnya semangat menjalani konveksi yang sekarang.Contohnya adalah sebelum memulai usaha konveksi ini beliau adalah seorang penjahit di pasar, kemudianbeliaumencoba pekerjaan lain sebagai sales. Namun beliau gagal dalam pekerjaan sehingga beliau memutuskan untuk membuka konveksi dengan bakat menjahitnya.Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak mudah putus asa walaupun pernah gagal namun terus mencoba agar berhasil.

3. Optimistis

Bapak Zainuddin adalah seseorang yang sangat optimistis. Saat pertama kali terjun ke dunia konveksi ini beliau yakin bahwa apa yang dilakukannya ada di jalan yang benar. Hal ini diperkuat dengan pernyataanbeliauyaitu :

“Saya sangat yakin, kalau setiap model saya ciptakan akan laku dipasaran”

(36)

33 Dengan sikap optimisnya, beliau yakin bahwa setiap model yang Ia buat akan laku di pasaran dan disukai banyak masyarakat khususnya kaum wanita.Contohnya ketika beliau pertama kali membuat sexy dress, beliau yakin bahwa akan laku di pasaran dan disukai banyak orang, ternyata hal itu terbukti dengan adanya permintaanlagi dari konsumnen.

4. Flexibel

Bapak Zainuddin sangat flexibel dalam mendapatkan ide desain, jadi beliau tidak terpaku pada satu ide. Jika ada pihak lain yang memberi ide ataupun saran seperti istri, teman, karyawan, maupun konsumen beliau menerima dengan senang hati dan tidak segan-segan untuk merubah desain jika beliau merasa cocok dengan saran dari pihak lain. Contohnya adalah ketika ada konsumen yang memberi saran untuk membuat long dress walaupun sebenarnya beliau kurang minat karena dirasa kurang menarik, namun karena ini permintaan konsumen jadi beliau mau memikirkan desain untuk long dress.

5. Mandiri

Bapak Zainuddin sangat mandiri dalam menjalankan usahanya ini, halini terbukti ketika beliau memulai usaha ini, dimana beliau tidak membebani siapapun termasuk kedua orang tuanya.Contohnya ketika beliau mencari tahu tentang adanya kain limbah pabrik yang kemudian dibuat produksi dalam usahanya. Sebenarnya tidak mudah untuk mendapatkan limbah bahan itu,

(37)

34 beliau harus mencari informasi dari pihak dalam pabrik tersebut dan dalam hal ini beliau tidak mengandalkan bantuan dari siapa pun.

2. Pendekatan Press

Pendekatan Press digunakan untuk melihat dorongan yang membuat seseorang melakukan tindakan kreatif. Pada Bapak Zainuddin, faktor press mendorong beliau untuk berpikir kreatif. Pendekatan ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dari faktor internal dan faktor eksternal.

a. Dorongan internal atau motivasi instrinsik

Dorongan yang menyebabkan beliau berfikir kreatif adalah tekanan ekonomi yang terjadi dalam keluarganya. Ini menjadikan beliau harus berkreativitas dalam usaha agar memberikan hasil sesuai yang diinginkannya. Selain itu, dorongan ingin membeli sesuatu juga menuntun beliau untuk berfikir secara kreatif.beliau berkata :

“Yang pertama mengapa saya harus berpikir kreatif adalah karena tekanan ekonomi dalam keluarga saya yang harus berubah serta alasan yang kedua adalah mengikuti intuisi hati “oh saya kepengin seperti ini” itu adalah yang harus dikejar. Jadi ada dua alasan itu mengapa saya harus berpikir secara kreatif”

Dengan alasan tersebut beliau berfikir secara kreatif agar bisa mewujudkan apa yang diinginkannya. Tekanan ekonomi adalah dorongan terbesar beliau berfikir secara kreatif dengan harapan ekonomi keluarganya bisa lebih baik dari sebelumnya. Serta mengikuti intuisi hati beliau yang ketika pengen membeli sesuatu atau mempunyai sesuatu beliau harus berusaha agar bisa membelinya, dari situ beliau harus berfikir kreatif agar keinginan beliau bisa tercapai.

(38)

35 b. Dorongan eksternal atau motivasi ekstrinsik

Terdapat beberapa dorongan eksternal yang mempengaruhi Bapak Zainuddin, di antaranya:

1. Dukungan dari orang terdekat.

Dukungan dari orang terdekat, yaitu istri menjadi motivasi ekstra bagi Bapak Zainuddin untuk mencari ide-ide kreatif untuk membuat desain yang bisa di diterima konsumen sesuai permintaan pasar. Ketika beliau mengalami masa sulit di awal usaha, istrinya selalu setia mendampingi.

Begitupun ketika beliau melakukan banyak percobaan untuk memperoleh model atau desain dengan kreativitas yang dimiliknya.beliauberkata :

“ Istri saya sangat mensuport setiap kegiatan yang saya kerjakan, ketika ada suatu kesalahan dalam pekerjaan istri saya memberikan masukan dan jalan keluar dan itu saya terima dengan positif.”

Hal ini dipertegas juga dengan pernyataan Istri beliau yang berkata :

“ Saya sangat mendukung apapun yang Mas Zen kerjakan, walaupun saya kurang begitu mengerti tentang dunia fashion namun saya sebagai istri sangat mendukung suami saya.

Jika terjadi kesalahan saya memberi saran dan masukan untuk memperbaiki.”

Dari penjelasan di atas bahwa sang istri memberikan motivasi kepada beliau agar tidak putus asa dalam berkreativitas, ini bertujuan agar beliau bisa terus berkreativitas dalam berkarya. Selain itu istri beliau juga memberi masukan apabila ada kekurangan dari setiap produk yang di produksinya. Hal ini diterima baik oleh beliau karena ini menjadi

(39)

36 masukan untuk beliau agar lebih teliti dalam membuat desain agar lebih baik dari sebelumnya.Contohnya adalah ketika ada suatu produk (sexy dress maupun long dress) yang kurang menarik, atau kurang tambahan asessoris, istri beliau menyarakan untuk menambahkan assesoris tambahan agar terlihat menarik.

2. Dari para konsumen

Selain dari keluarga dan lingkungan, konsumen juga menjadi pendorong bagi Bapak Zainuddin untuk berpikir kreatif. Masukan dan saran dari konsumen menjadi suatu hal yang penting untuk beliau berpikir lagi tentang kekurangan dari produk yang dihasilkan. Saran konsumen diharapkan menjadi tugas beliau untuk terus memperbaiki serta menambah produknya agar terus bisa diterima di kalangan konsumen.

beliau berkata :

“Kita harus melahirkan ide dari permintaan tertentu, seperti permintaan pasar atau dari konsumen yang langsung datamg ke toko. Ini akan menambah pengetahuan saya tentang model yang sedang di cari konsumen”

Dari penjelasan di atas tak jarang konsumen meminta beliau untuk membuat produk yang mereka inginkan, namun hal ini belum bisa dipenuhi karena beliau harus mempertimbangkannya terlebih dahulu apakah saran dari konsumen bisa masuk ke pasar atau tidak. Contohnya adalah ketika ada konsumen yang menyarankan agar beliau membuat long dress, dari situ beliau berpikir untuk membuat produk setelah sexy dress yaitu long dress.

(40)

37 3. Pihak pesaing

Dalam pihak pesaing, beliau perlu mengevaluasi produk dari perusahaan pesaing. Ini menjadi sangat bermanfaat karena beliau dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari produk yang sudah ada di pasaran. Dengan demikian beliau bisa menjadikan produknya lebih baik dari pihak pesaing dengan cara memodifikasi produknya. Di Salatiga juga terdapat beberapa pihak pesaing dari Zensy Famous yaitu minie shop dan cherish. Namun, keadaan pesaing tidak membuatnya surut tetapi beliau memandang desain-desain pihak pesaing sebagai sumber ide beliau untuk menyempurnakan produknya.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa dorongan internal dan eksternal mempengaruhi seseorang untuk berfikir lebih kreatif. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan Iswanto (2011) yang menemukan factor eksternal tidak berpengaruh tehadap kreativitas. Di dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa faktor dorongan eksternal memiliki peranan yang besar terhadap kreativitas yang dilakukan.

Tuntutan untuk efektif dan efisien, keinginan untuk peningkatan kualitas produk, adanya produk sejenis yang berharga mahal dan kurang sempurna, serta adanya tuntutan dari konsumen merupakan hasil temuan yang sesuai dengn Carter dan Williams dalam Gracia (2003) serta Walton dalam Iswanto (2001). Hal ini juga sesuai dengan Winardi (2003 : 201) yang berkata bahwa salah satu sumber dorongan untuk berkreativitas dan berinovasi adalah para konsumen dan pihak pesaing. Ada dua hal yang

(41)

38 menarik di dalam hasil penelitian ini, yang pertama adalah dorongan internal berupa tekanan ekonomi dalam keluarga mampu membuat seseorang memiliki semangat untuk berkreativitas. Kedua adalah dorongan eksternal berupa dorongan dari orang terdekat, hal ini cukup menarik karena ternyata efek psikologis berupa dukungan orang terdekat cukup berperan dalam mempertahankan semangat seseorang dalam melakukan sesuatu. Tidak menutup kemungkinan ketika seseorang terus gagal dalam trial & error, orang tersebut akan menjadi patah semangat.

Namun ketika ada dukungan dari orang terdekat, semangat tersebut dapat terus dijaga karena seseorang tersebut merasa masih terdapat orang-orang yang peduli padanya.

3 Pendekatan Process

Pendekatan proses dalam usaha ini adalah melihat kriteria produk yang dianggap sebagai produk kreatif yang menunjukkan pada hasil perbuatan, kinerja, atau karya seseorang dalam bentuk barang. Dalam proses pembuatan produk dimulai dengan pencarian ide desain yang akan digunakan untuk memproduksi, karena bahan baku sudah ada sebelumnya jadi proses selanjutnya adalah mengaplikasikan desain tersebut ke dalam pola dan kemudian di lakukan proses selanjutnya yaitu proses penjahitan. Dalam proses membuat pola dalam Zensy Famous terbilang sangat efektif karena hanya menggunakan ukuran tangan untuk mengukurnya, dulu memang menggunakan meteran sebagai alat ukur namun karena sudah terbiasa beliau menggunakan ukuran tangan sebagai media ukur. Hal

(42)

39 ini juga diajarkan kepada para karyawannya agar proses pembuatan pola bisa sedikit lebih cepat dibanding menggunakan meteran.

Untuk proses pembuatan atau penjahitan sexy dress memerlukan waktu yang cukup lama karena rumitnya model membuat karyawan harus mengerjakan secara hati-hati. Untuk long dress pembuatannya sudah sedikit cepat karena model yang simple membuat pengerjaan menjadi cepat, hal ini juga sama dengan cardigan karena hanya ada satu model untuk cardigan. Namun, rumit atau tidaknya model juga berpengaruh dengan kain yang digunakan. Ada beberapa kain yang memang susah untuk di jahit yaitu kain siffon yang agak licin pada waktu penjahitan.

4. Pendekatan Product

Pendekatan Product melihat kreativitas dari hasil akhir. Keunggulan dari produk di konveksi ini adalah limited edition, karena salah satu hal yang mendorong beliau harus kreatif adalah pada waktu mendapatkan kain limbah beliau harus memikirkan desain apa yang cocok untuk diproduksi tergantung kain apa yang didapat, dari situlah yang menuntut beliau juga harus berpikir kreatif. Hal ini terjadi apabila kain yang didapat terlalu kecil ataupun bahan yang bercampur jadi satu, beliau harus memikirkan desain apa yang bisa untuk membuat produk dari kain limbah yang kecil dan bercampur jadi satu. Hal ini disiasati dengan menggabungkan beberapa bahan menjadi satu kemudian baru diproduksi untuk menghasilkan suatu produk. Misalnya proses pembuatan sexy dress, jika mendapat kain yang sempit atau kecil beliau harus memikirkan model apa yang bisa untuk diproduksi dengan kain yang didapat tersebut. Hal ini juga sama terjadi dengan

(43)

40 produk yang lain. Namun disisi lain akibat memiliki kain-kain yang terbatas dan tidak bisa beliau tentukan sendiri, sering kali konveksi ini tidak bisa melayani konsumen yang menanyakan barang yang sudah di produksi sebelumnya namun karena produksinya memang sedikit tergantung kain yang di dapatjadi beliau belum bisa memenuhi permintaan pasar yang seperti ini. Untuk mengatasi hal ini tak jarang beliau menawarkan produk lain dengan kain yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Limited edition ini maksudnya adalah bahwa produk yang di produksi adalah sedikit tergantung ketersedian bahan jadi apabila barang sudah habis tidak bisa memproduksi lagi hal ini dikarenakan pada waktu pembelian kain atau sisa limbah pabrik itu berbeda beda. Permintaan atau tuntutan dari pasar membuat beliau terus berpikir bagaimana pasar bisa menyukai produk yang diproduksi, tak jarang istri beliau mengikuti kegiatan bazaar untuk memperkenalkan produknya ke pasar.

Berikut adalah gambaran tentang perkembangan jenis produk yang dihasilkan oleh Zensy Famous :

1. Sexy dress merupakan produk pertama dalam konveksi ini pada tahun 2011.

Dengan model pertama yang masih simple dan belum banyak tambahan asesoris. Namun seiring dengan banyaknya produk yang diproduksi mulailah menyempurnakan produk dengan menambah tambahan asesoris atau model yang sudah semakin banyak beliau mampu menjadikan produk ini menjadi produk unggulan dalam konveksi ini. Selain itu dukungan teknologi juga membuat beliau semakin ada banyak ide untuk menciptakan desain untuk sexy

(44)

41 dressini. Produk ini dibuat dari kain kaos dimaksutkan agar membuat nyaman bagi pemakainya karena bahannya yang melar. Untuk proses pembuatan memerlukan kurang lebih 2 jam dari mulai penggambaran pola, pengguntingan, penjahitan hingga yang terakhir finishing. Untuk proses pejahitan tergantung rumit atau tidaknya model dan apabila model yang rumit memerlukan waktu yang sedikit lama dengan model yang tidak rumit atau yang simple. Dalam hal ini desain yang dihasilkan bisa mencapai empat desain dalam sebulan tergantung bahan baku yang didapat. Semakin banyak bahan baku yang didapat, semakin banyak pula desain yang bisa dihasilkan.

2. Long dress

Long dress ini merupakan produk unggulan yang kedua setelah sexy dressyang diproduksi pada tahun 2013. Long dress ini berawal dari permintaan konsumen yang menanyakan adakah long dress untuk wanita muslim. Kemudian beliau berfikir untuk membuat long dress yang sekiranya akan laku dipasaran mengingat sexy dress juga sukses diterima di pasaran. Long dress ini terbuat dari berbagai macam bahan yaitu siffon, kaos, brokat dan tutu. Dari keempat bahan tersebut dapat di buat berbagai macam model untuk menghasilkan long dress. Untuk proses permbuatan tergantung dari rumit atau tidaknya model, namun untuk long dress ini modelnya adalah simple tidak terlalu rumit. Dalam proses pembuatan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam dari pembuatan pola sampai proses terakhir finishing. Untuk varian long dress ada bermacam- macam tergantung bahan baku yang didapat juga.

(45)

42 3. Cardigan

Cardigan ini merupakan produk ketiga dan diproduksi pada tahun 2013 sampai saat inisetelah berhasil membuat sexy dress dan long dressyang laku di pasaran. Dari ide sang istri yang menyarankan agar sisa kain dari sexy dress dan long dress ini dibuat cardigan lalu beliau mulai mencari model dari internet yang kemudian diaplikasikan ke dalam pola untuk membuat cardigan ini. Apabila sisa kain yang pendek dibuat cardigan dengan lengan pendek dan sebaliknya. Dalam proses pembuatan cardigan ini, kain apa pun bisa di buat dari sisa produk lain. Untuk proses pembuatan memerlukan satu jam dari proses pemecahan pola sampai finishing. Karena desain cardigan hanya satu, jadi belum ada varian lainnya, namun varian dalam hal ini bisa dikatakan dengan bahan yang berbeda-beda mulai dari cardigan bahan kaos, bahan siffon dan bahan brokat.

Tabel 3 Penjelasan Tentang Produk Di Zensy Famous Nama

Produk

Segmen Deskripsi Produk Foto

Sexy dress (2011)

Remaja Sexy dress dibuat dengan kain kaos karena sifat bahan yang melar, namun juga bisa memakai bahan tambahan seperti kain bokat sebagai variasi. Selain itu juga, ditambahkan juga manik- manik untuk mempercantik produk. Sexy dress ini cocok untuk para remaja dan digunakan dalam acara resmi agar terksesan elegan.

(46)

43 Long dress

(2013)

Remaja, Ibu-ibu

long dress ini dibuat dengan kain yang bermacam macam, mulai dari kaon. Siffon, brokat dan tutu tergantung kain yang didapat. Proses produksi long dress harus menggunakan kain yang lebar, jika tidak mendapatkan kain yang lebar maka proses pembuatan di tunda sampai mendapatkan kain yang lebar Cardigan

(2014)

Remaja Produk cardigan ini dibuat ketika ada sisa kain dari produk yang sebelumnya, yang sekiranya sudah tidak bisa dipakai lagi untuk membuat long dress.

Cardigan ini dibuat dua macam yaitu cardigan dengan lengan panjang dan cardigan dengan lengan pendek.

4.3 Tahapan Proses Kreativitas

Tahapan proses kreativitas dalam usaha konveksi Zensy Famous ini adalah :

1. Tahap persiapan : mulai mencari informasi tentang desain yang akan digunakan dengan bahan baku yang sudah tersedia. Beliau harus memikirkan desain apa yang cocok untuk kain limbah yang sudah ada dengan cara mencari lewat media internet, ataupun melalui televisi.

2. Proses inkubasi : Sesudah tahap persiapam dilanjutkan dengan proses inkubasi, dalamtahap ini adalah pemilik mulai ada pandangan tentang desain produk yang akan diproduksi, namun belum diaplikasikan ke bahan baku karena masih mencari alternative lain jika ada.

(47)

44 3. Melahirkan ide : Pada tahap ini beliau mulai mencoba mengaplikasikan desain ke sebuah produknya, beliau tidak hanya mencoba satu desain namun mencoba beberapa desain untuk mencari desain apa yang paling cocok.

4. Mengevaluasi : Dalam tahap evaluasi ini, sudah ada produk jadi yang mulai diperkenalkan ke konsumen dengan cara mengupload ke media sosial.

Gambar 1. Diagram alir tahapan proses kreativitas dalam Zensy Famous.

Dalam konveksi ini, tahapan proses kreativitasnya mungkin sedikit berbeda dengan konveksi lain karena dalam hal ini kain atau bahan baku sudah ada sebelumnya jadi pemilik harus memikirkan ide desain pola terhadap bahan baku yang sudah ada. Lain halnya dengan konveksi lain pemilik memikirkan desain dulu baru mencari bahan atau kain yang digunakan. Hal ini terjadi karena mengingat bahan baku yang sudah ada di Zensy Famous, pemilik harus berfikir kreatif bagaimana memproduksi dengan bahan baku kain limbah. Hal-hal yang harus dilakukan pemilik usaha dalam hal ini adalah :

1. Hal pertama yang harus dilakukan dalam proses tahapan ini adalah memilih bahan baku atau kain yang akan diproduksi, apakah kain tersebut cocok untuk membuat sexy dress, long dress maupun cardigan dengan berbagai macam jenis kain.

Bahan baku

Ide desain produk

produksi Hasil

produk

(48)

45 2. Hal kedua adalah memikirkan desain yang cocok setelah menemukan kain yang akan diproduksi. Desain ini didapat dari berbagai sumber ide, bisa melalu media online ataupun murni pemikiran pemilik.

3. Selanjunya, setelah menemukan desain yang cocok adalah mulai memproduksi beberapa produk.

4. Setelah produk jadi mulai diperkenalkan ke konsumen. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memajang produk tersebut di toko maupun di upload ke media social. Pemilik berharap mendapatkan banyak repson positif dari hasil yang telah diproduksi.

Dari penjelasan di atas, dijelaskan bahwatahapan proses kreativitas yang terjadi dalam konveksi Zensy Famous di mulai dengan tahap persiapan yaitu menyedikan ide untuk kemudian dilanjutkan tahap berikutnya, hal ini berbeda dengan hasil penelitian terdahulu yang di lakukan Supardi (2011) yang mengatakan bahwa proses persiapan adalah memecahkan masalah dengan pengumpulan informasi.Dalam hal ini mungkin tahapan kreativitas dalam Zensy Famous berbeda dengan konveksi lainnya, karena bahan baku sudah tersedia baru memikirkan desain apa yang akan dibuat, namun dalam konveksi lain biasanya desain sudah ada baru mencari bahan baku untuk siap diproduksi.

(49)

46 5. Penutup

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan di konveksi Zensy Famous tentang Kreativitas Dalam Usaha Garment (Studi Kasus Pada Usaha Konveksi Zensy Famous Salatiga), maka beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah :

 Dalam pendekatan person terdapat sifat kreatif dari Bapak Zainuddin,

hal ini terbukti dari ciri-ciri kepribadian kreatif yang menonjol pada dirinya. Ciri-ciri tersebut adalah selalu mencari ide-ide baru, tidak mudah putus asa, optimis, fleksibel dan mandiri dalam menjalankan usahanya.

 Motivasi yang mendorong pemilik befikir kreatif dalam usahanya

adalah tekanan ekonomi yang terjadi dalam keluarganya jadi menuntut beliau untuk berusaha mengubah nasib dalam keluarganya serta dorongan dari orang terdekat yang mampu mendorong beliau dalam berkreativitas.

 Proses pembuatan dalam usaha ini tergantung bahan baku yang didapat,

setelah bahan baku datang kemudian dilakukan pemililahan terhadap kain yang besar, sedang maupun kecil. Setelah itu barulah menentukan desain yang cocok dari bahan baku yang sudah dipilah yang kemudian di produksi menjadi sexy dress, long dress maupun cardigan.

(50)

47

 Dukungan teknologi sangat penting dalam usaha ini karena sangat

membantu dalam penjualan produk dengan website maupun media sosial. Dengan adanya website dan media sosial diharapkan masyarakat melihat produk mereka tanpa harus ke tempat produksi langsung

 Tahapan proses kreativitas dari usaha ini berbeda dengan konveksi

lainnya karena ide pemilik muncul dari bahan yang diperoleh jadi proses produksi tergantung bahan baku yang didapat, baru lah bisa mulai proses produksi.

5.2 Implikasi Manajerial

 Implikasi Teori :

Berdasarkan teori mengenai wirausaha menurut Suryana (2006), seseorang wirausaha tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan dan kemauan. Dalam proses yang dialami narasumber ada tambahan yaitu berupa sifat positif yang harus dimiliki calon wirausaha yaitu keyakinan, sebab apabila tidak yakin dalam menjalankan usaha maka hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Serta teori kreatviatas menurut Zimmerer dan Scarborough (2008) yang mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dalam melihat peluang. Dalam hal ini narasumber melihat kain limbah sebagai peluang bisnis untuknya, maka pemilik mengembangkan ide untuk mengolah kain limbah tersebut menjadi pakaian jadi.

(51)

48

 Implikasi Terapan :

Kendala dari cara pandang masyarakat yang menganggap kain limbah tidak memiliki nilai, hal tersebut dapat diupayakan oleh Zensy Famous melalui cara :

1. Memperkuat produk, dengan membuat strategi khusus agar dapat mempengaruhi konsumen dan membangun citra yang baik mengenai hasil pakaian dari kain limbah. Cara yang dapat dilakukan adalah melakukan tambahan promosi, selain melalui media online bisa menambahkan brosus ataupun pamphlet di jalan agar masyarakat lain bisa mengetahui adanya pakaian yang dibuat dengan kain limbah.

2. Meningkatkan kualitas, dapat dilakukan dengan cara pada proses finishing penyetrikaan produk dibuat lebih licin agar tidak terlihat kusut saat produk dipasakan. Kemudian memberikan standar- standar tertentu pada setiap proses produksi seperti pemilihan kain, pemotongan, jahitan agar lebih rapi dan pemasangan asesoris yang tepat sesuai produk yang dibuat, serta packaging yang rapi.

3. Kreatif dan inovatif intuk selalu melakukan sesuatu yang baru, hal ini dapat dilakukan dengan menambah varietas produk, memproduksi jenis lain atau membuat produk yang memang belum ada dipasaran. Contohnya : memproduksi celana ataupun membuat produk untuk pria.

(52)

49 5.3 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan di dalam penelitian ini adalah belum dapat melakukan validitas data karena sumber informasinya hanya berasal dari narasumber dalam konveksi tersebut dengan wawancara saja, sehingga penelitian ini hanya membandingkan validitas menurut peneliti dan dilihat juga dengan narasumber.

Bagi penelitian yang akan datang diharapkan dapat mengupas kreativitas secara menyeluruh dengan skala konveksi yang lebih besar.

(53)

50 DAFTAR PUSTAKA

Adhi, Aribowo Suprajitno dan Sri Bawono, 2009, Kecerdasan Entrepreneur, Penerbit Elex Media Komputindo, Jakarta.

Bungin, Burhan, 2010, Penelitian Kualitatif, Prenada Media Group, Jakarta.

De Bono, 1988, Berpikir Praktis, Penerjemah Budi, Binarupa Aksara, Jakarta.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008, Program Kinerja Pengembangan Industry Keatif Nasional 2009-2015, Departemen Perdagangan RI, Jakarta.

Gracia, Anne, 2003, Strategi Inovasi Produk Pada PT.Nasional Gobel, Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.

Hadiyati, 2010, Kreativitas Dan Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Di Tajinan Malang, Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Malang Maulana

Haefele, John.W, 1962, Creativity and Innovation, New York : Reinhold Publishing Corporation.

Iswanto, 2011, Analisis Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Organisasi Terhadap Tingkat Inovasi Pada Perusahaan, Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang.

Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 2008, Kriteria Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Menurut UU No.20 Tahun 2008 Tentang UKM

http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1 29. 25 November 2014.

Kementrian koperasi dan usaha kecil dan menengah, 2012, UKM ekspor diprioritaskan

http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1 040:ukm-ekspor-diprioritaskan&catid=50:bind-berita&Itemid=97. 1 Oktober 2014.

Munandar, Utami, 2009, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Narwoto, Andree, 2009, Gambaran Inovasi Teknologi Produksi UKM, Skripsi program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.

Reni Akbar-Hawadi, dkk, 2001, Kreativitas, Rineka Cipta, Jakarta.

Sulistyo-Basuksi, 2006, Metode penelitian, Wedatama Widya Sastra, Jakarta.

Sulistyo, Hilda Sabri, 2012, Jumlah Wirausaha RI naik jadi 1,56 %

Gambar

Tabel 1. Ciri-Ciri Orang Kreatif Menurut Beberapa Ahli ..............................................
Tabel 1.1 Ciri-ciri orang kreatif menurut beberapa ahli
Tabel 2 Deskripsi Umum Usaha Zensy Famous  Nama Usaha   Zensy Famous  Jenis Produk   Pakaian / konveksi  Nama Produk   - Sexy dress
Tabel 3 Penjelasan Tentang Produk Di Zensy Famous  Nama
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Kulit Dalam Penggunaan Asam Formiat pada Pekerja

berlangsungnya jangka waktu penangguhan segala tuntutan hukum untuk memperoleh pelunasan atas suatu piutang tidak dapat diajukan di dalam sidang peradilan dan baik

Keunikan resepsi estetis ini bisa dilihat dari bagaimana cara dia dalam menciptakan nazham dari teks hadis. Pada umumnya, kosa kata yang dipakai di dalam nazham sebisa

Dalam bentuk lain tanggapan negatif dari  wisatawan  terhadap  sebuah  obyek  wisata  akan  mengakibatkan  obyek  tersebut 

Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada pemberian ketorolac tromethamine intraperitoneal dengan dosis 5mg/kgBB selama 5 hari pertama penelitian menyebabkan

pengembangan multimedia interaktif. Keseluruhan siswa tersebut sudah termasuk siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil

Meningkatnya produksi padi di Provinsi Kalimantan Selatan tersebut diperkirakan adanya peningkatan luas panen dan produktivitas pada tahun 2011 dibandingkan tahun 2010, sementara

Dengan dinyatakannya pailit seorang debitur, sesuai Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Kepailitan dan PKPU, debitur pailit demi hukum kehilangan hak untuk menguasai dan