• Tidak ada hasil yang ditemukan

T e r t u t u Rabu. 15 Juni

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "T e r t u t u Rabu. 15 Juni"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I

BELUM DIKOREKSI

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA·

CATATAN RAPAT

KOMISI I DPR RI (BIDANG : DEPLU. DEPHANKAM. DEPPEN. ABRI.

WANHANKAMNAS. BAKIN. DAN LEMBAGA SANDI NEGARA).:

Tahun Sidang Masa Persidangan Rapat ke

Jenis Rapat Sifat

Hari/Tanggal W a k t u Tern pat

Ketua Rapat Sekretaris A c a r a

Undangan yang hadir Anggota yang hadir Anggota Komisi I DPR RI:

1993-1994 IV

. 2

Rapat Panitia T e r t u t u Rabu. 15 Juni 09.00 WIB

Kerja

p

1994

!•

' i ' • I

~ l.' ; ~ .: • • •

Wacanasabha I Gedung MPR/D·P~· RI:

Drs. H.A.H. Sazili M

Dr~. Ida Heldrawati A.

Pembicaraan Tingkat III atas RUU tentang Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim

1. Drs. H.A.H. Sazili M. 2. Aminullah Ibrahim. 3. Ny. Hj. Aisyah Aminy. SH. 4. B.N. Marbun. SH. S. Djoko Sasetijo. 6. lumarni~

Zein. 7. Ishak Latuconsina. 8. Drs. Posma Lumban Tobing. 9. Linda Agum Gumelar. 10. H.A. Kami Shahab. 11. Krissantono. 12. M.

Soegeng Widjaja. 13. H. Eddy Suhaedi. BA. 14. Drs. Made Sudiartha. 15. Savrinus Suardi. 16. H. Soerjo Handjono. 17.

Rahman Arge. 18. Drs. Jansen Ibrahim Silaen. 19. KH. Endang Zainal Abidin. 20. H. Muchsin. SH. 21. Marcel Beding.

PEMFRINTAH :

1. Ir. Aca Sugandhi. 2. Dr. RTM. Sutamihardja. 3. Drs. Mangasa Naibaho. 4. Bambang Suprihadi. S. Bintang Simorangkir. 6. Dadang Hilman. 7. Endang Pratiwi. 8. M. Natsir. 9. Ojoko Sujanto. 10.

Nasri Gustaman. 11. H. Zulk~rnain Subing. 12. Safii Manan. 13.

Makarim Wibisono.

(2)

I I I I I

I I I I I I I I I I I I I I

- 1 - K.l 15694.

Ketua Pania RUU Perubahan Iklim 1 Drs.A.H.Sazili 1

memulai rapat dengan mengucapkan se1amat datang kepada wakil•wakil Pemerintah dan para anggota Panja Komisi I, selanjutnya mengatakan bahwa sesuai dengan tugas yang dibebankan kepada semua anggota Panja, hari ini mulai membahas RUU tentang perqbahan iklim sesuai dengan kesepakatan kita sebagai anggota Panja.

Kemudian Ketua menyatakan membuka rapat dan menyatakan rapat ini tertutup untuk umum.

Selanjutnya Ketua mengatakan bahwa kalau dilihat-lihat materi daripada RUU ini tidak terlalu banyak, tapi tergantung kepada semua anggota Panja bagaimana sisi-sisi pandangan dari masing- masing baik Fraksi-fraksi maupun Pemerintah melihat kalimat per kalimat atau kata per kata daripada RUU ini.

Kemudian Ketu~ Panja menawarkan mekanisme pembicaraan pada hari 1n1 dan hari-hari berikutnya, karena tidak banyak maka akan dibahas saja, . apakah itu akan dimulai dari palin~ pangkal~

kalimat per kalimat, akan kita dengarkan lebih dulu usulan dari masing-masing Fraksi dan kemudian Pemerintah, baru nanti diteruskan sampai selesai. Selanjutnya Ketua Panja menawarkan untuk membahas headingnya dulu, kemudian membaca .. " Rancangan Undang-undang Republik Indonesia Nomor .... Tahun 19 •• Tentang Pengesahan United Nations Framework Convention On Climate Change atau dalam kurung Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa- Bangsa Mengenai Perubahan Iklim " , sampai disini, ditawarkan untuk dibicarakan dulu, apakah ada pendapat dari masing-masing Fraksi atau dari Pemerintah.

F.K f.

i

SAVRINUS SUARDI 1 ; mengatakan bahwa mengenai judul. dari FKP me.rnpunyai usul, seperti yang kemarin telah dikemukakan menge,nai pola pikir dan prinsip pemikiran FKP, kalau bisa kita rubah, dimana bahasa Indonesianya kita dahulukan, karena 1n1 adala~

Undang-undang kita, jadi Undang-undang Republik Indonesia Nomor sekian Tahun sekian tentang Pengesahan Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim dalam kurung United Nations Framework Convention On Climate Changet jadi bahasa Indonesianya didahulukan bahasa asingnya dalam kurung, begitu. Itu mengenai judul sesuai dengan pola pikiran FKP yang telah disampaikan kemarin.

Ketua Panja { Drs.A.H.Sazili ) : mengucapkan terimakasih, dan kemudian mem~ersilahkan kepada F.ABRI.

F.ABRI 1 Djoko Sasetiio 1 mengucapkan terimakasih dan mengatakan bahwa mengenai judul sependapat dengan ynng telah tertuang disini, karena pada dasarnya yang disahkan adalah United Nations Framework ini. Ini mengenai judul, kemudian yang kedua mengenai keseragaman. meskipun tidak prinsipiil tetapi alangkah baiknya kalau seragam Konvensi kerangka kerja Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, perkataan mengenai ini yang lazimnya tentang atau mengenai, perlu kita seragamkan dengan yang pernah kita bahas sebel~mnya. Demikian mengenai ju~ul, dari

F. ABRI.

(3)

---~ ~~~--~

I I

I I I I I I I I I I I I I I I I I I

- 2 -

Ketua Pania 1 Drs.A.H. Sazili 1: mengucapkan terimakasih serta mempersilahkan kepada F.PP.

~

1

H.Muchsin. SH

l :

mengucapkan ass.wr.wb. dan mengatakan bahwa judul tetap kembali ke naskah asli yang berbahasa Inggris dan sesuai dengan konsep Pemerintah, karena yang disahkan itu memang United Nations Framework nya, kemudian mengenai perubahan

iklim itu menurut pembicara ada kaitannya dengan kata atau kalimat dimuka yaitu kata tentang itu disebut dua kali; itu rasanya mungkin kurang enak, sehingga terjemahan untuk sampai mengenai perubahan iklim itu kita bakukan saja, Undang~undang

kita itu kopnya memang tentang pengesahan, semua Undang-undang tentang ada tentangnya, jadi kalau yang terkait dibawahnya ada disebut dengan tentang itu kurang pas, Menurut FPP tetap ·kembali pada terjemahan semula.

Ketua PAnia

1

Drs.A.H.Sa7ili

l

mengucapkan terimakasih.

selanjutnya mengatakan bahwa dua fraksi mengatakan tetap· seperti konsep semula, karena satu fraksi tidak ada, aka selanjutnya Ketua mempersilahkan kepada pihak Pemerintah .

Pemerintah 1 Ir.Aca Sugandhi l: mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan semua. anggota yang terhormat.

Selanjutnya sebelum memberikan pandangan Pemerintah mengenai judul, pembicara terlebih dulu memperkenalkan anggota wakil-wakil Pemerintah yang.hadir dalam acara rapat hari ini, agak berubah

sedikit dari yang hadir kemarin. Kemudian memperkenalkan DR. Makarim Wibisono, dari Deplu, Zulkarnain Zubig dari Depdagri, dari BMG, dari Departemen Pertanian juga dari Kehutanan .

Kemudian pembicara mengatakan bahwa Pemerintah menyambut baik untuk pembahasan pacta hari ini. dimulai dengan judul kemudian konsiderans dan pasal-pasal kalau memang isi pengesahan daripada Undang-undang ini pendek.

Dikatakan bhawa mengapa dari Pemerintah mengambil judul Pengesahannya mendahulukan dalam tittle aslinya, karena memang yang legally binding, artinya memang dari segi hukum bagaimana adalah naskah asli dari konvensi itu. JAdi kalau memang didahulukan hasil terjemahannya, seakan-akan produk konvensi produk kita, jadi terlepas dari memang kita ingin menonjolkan dalam bahasa kita sendiri, namun butir-butir yang kita ratifikasi dan legally bindingnya adalah tittle aslinya, dan itu dilampirkan dalam pengesahan ini.

Kemudian kalau maslah bahasa memang dari tim dahulu itu memang kata On itu diterjemahkan mengenai, supaya jangan ada pengulangan dan ini memang perlu diseragamkan dengan Undang-undang Keanekaragaman Hayati, yang juga memakai kata dua kali tentang,

ini hanya dari penggunaan bahasa saja.

K~tua Panja

1

Drs.A.H.Sazili

l:

mengatakan bahwa sudah kita dengar penjelasan Pemerintah mengenai judul.

Kemudian mempersilahkan F.ABRI.

---~---

(4)

I I I

I I I I I I I I I I I I I I I I I

-3-

F.ABRI 1 Djoko Sasetijo l: mengatakan bahwa F .. AB:RI tidak mempermasalahkan lebih lanjut mengenai tentang dan mengenai ini, kata-kata 1n1, tetapi kita harus korisisten~ karena di dua konvensi ini, yang satu menyatakan mengenai, yang iklim yartg tadi dikatakan ini mengenai tentang, disini tentang bukan mengenai, yang mana yang kira-kira akan kita setujui, untuk keseragaman.

Ketua Panja 1 Drs.A.H.Sazili l: mengatakan bahwa tadi juga stidah dijawab oleh pemerintah bahwa memang untuk keseragaman bahwa , .. dua Rancangan Undang-undang 1n1 akan diseragamkan, supaya tidak terjadi pengulangan kata-kata pada tentang sampai dua kali, jadi tetap dipergunakan mengenai. Sehingga kalau kita baca nanti Rancangan Undang-undang Republik Indonesia nomor sekian tentang pengesahan dan selanjutnya, didalam bahasa Indonesianya ittr ·kata mengenai jadi tidak lagi kata tentang, sehingga ada pengulangan.

Ini usul yang disampaikan oleh Pemerintah, jadi kita ~kan

seragamkan nanti. Di keanekaragaman hayati nanti juga akan dipergunakan kata mengenai, jadi tidak kata tentang dua kali.

Ketua PAnja mengatakan bahwa dari Lembaga Bahasa juga ada· yang hadir pacta siang hari ini.

Selanjutnya Ketua mengatakan bahwa memang ada pengalaman kita kadang-kadang dalam pembuatan Undang-undang itu tidak selalu klop, 1n1 berdasarkan beberapa kali pengalaman dengan membawa ahli bahasa Indonesia, tetapi kadang-kadang memang kembali kepada bahasa Undang-undang, tetapi karena memang d~ri lembaga bahasa itu juga belum hadir sementara ini hal itu boleh saja dipertanyakan, jangan sampai nanti terjadi pengulangan- pengulangan yang juga masih rancu atau menjadikan rancu dari pengertian itu sendiri.

Pemerintah 1 IR.Aca Sugandhi l: mengatakan bahwa dari Pemerintah ada DR. Makarim, kalau terjemahan bahasa Inggris mengenai On itu sangat terbuka, kadang-kadang diterjemahkan sebagai pada, kadang- kadang juga mengenai, kadang-kadang juga di , tergantung dari sifat kalimatnya, mungkin DR.Makarim bisa menjelaskan mengenai hal itu .

Pemerintah

1

DR. Makarim

W l:

mengatakan bahwa penterjemahan mengenai pengertian On itu bisa didalam beberapa teks yang dilakukan di Deplu, bisa diterjemahkan sebagai tentang, dan juga bisa mengenai. Dalam kaitan ini tidak terlihat ada permasalahan apabila pengertian Convention On Climate Change itu diterjemahkan menjadi Konvensi mengenai Perubahan Iklim, kira-kira demikian.

Ketua Pania 1 nrs.A.H.Sazili l: mengatakan bahwa mengenai jud~l

masih ada dua pendapat, satu pendapat agar supaya didahulukan bahasa Indonesianya, pendapat ke dua seperti saran-saran fraksi kepada Pemerintah bahwa yang diratifikasi aslinya adalah United Nations Framework Convention On Climate Change, bagaimana F.KP : F.KP 1 Savrinus Suardi l: me.ngatakan bisa diterima .

---·---~~~

(5)

I I I I I I I I I I I I I I I II

!

I I I I I I

t_:::::>

- 4 -

K.!;__l_IJ_~. P.:1JLL:l _L P....rs!.A_!JJ..!...:Sa_f._i.Jj_ )_ : m0ngut::a!)kan t~rim~.k.:~sih kc~ecti nn f.KP. jHdi judul te!Rh dApal disepakntl

sr;·l:"~Rg!'l m~tnr:~ <Jdanya. ~ebagi konsP.p as! i. Jadi men~;.enai

dipnka knta men2en~i

~.tas

t e.t ~P

tetap

••• jadi hasilnya adalah yang kita sepakati Rancangan Unda~g-Undang

Republik Indonesia no. Th 199 tentang Pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change (Konvensi Kerangka Kerja Per- serikatan Bangsa-bangsa mengenai Perubahan Iklim).

Sdr. Ishak Latukonsina menanggapi bahwa sedikit tehnis penulisan yai- tu mcngenai penulisan Konvensi Kerangka Kerja dst yang dalatn Bahasa Indonesia itu agar supaya nanti tidak menimbulkan kerancuan bagi y3.ng mengartikan,agar tulisannya miring seperti United Nations, bahwa dalam kurung ini terj2mahan dari United Nations Framework Convention tidak keseluruhan, ini tehnis tetapi buat anak sekolah Dasar barangkali akan

s:mgat berarti untuk dia membedakan.

Sdr.Kot~;a ·Panja.

Yang miring yang mana, yang dalam kurung saja •..

Oleh sdr.Ishak Latukonsina dijelaskan bahwa yang miring yang ba- hasa Indonesia Konvensi Kerangka Kerja dst supaya ~ama miring dengan tulisan yang diatas yang Pengesahan United Nations.

Sdr. Ketua PanJa saya pikir tehnisnya kita serahkanlah kepada Pe- merintah.

Sdr.Ishak Latukonsina, maaf sdr.Ketua mengenai mekanisme sesung- guhnya pembahasan ini adalah Pembahasan DPR bahwa Pemerintah hadir le- bih banyak sebagai konsultan untuk memberikan masukan kalau kita meng inginkan penjelasan lebih lanjut tetapi keputusan berada ditangan kita jadi kalau Bp.Ketua· ingin menanyakan apa setuju apa tidak anggotalah yang akan menyatakan persetujuannya apa tidak. Kemudian hal yang kedua kami ingin menanyakan mengenai pengartian framework menjadi kerangka - kerja bagi kami sendiri framework diterjemahkan menjadi kerangka kerja masih menimbulkan artinya belum memberikan kejelasan yang betul apakah memang framework itu terjemahannya kerangka kerja apa tidak ada terj~­

mahan lain yang mungkin lebih sesuai, bar~ngkali hari ini bisa ditan ya kan kepada Pemerintah untuk penjelasannya,terima kasih.

Sdr ~ K'etua ·PqnJ~ t~di

Yang sebenarnya ingin kami tanyakan kepada Pemerintah tehnisnya itu apakah memang demikian sehingga kalau memang kita setujui •••

Interupsi oleh Sdr. Savrinus Suardi, sesuai dengan undang-undang.dan·

teknis kita Pemerintah bukan sekedar konsultan tetapi bersama-sama de- ngan DPR jadi tidak jalan sendiri-sendiri,terimakasih.

S.d:r,K"etua Panja. terima kasih jadi maksud kami ingin tanyakan ba- gaimana tehnisnya apakah mem~ng sesuai dengan tata bahasanya praturan penulisan ini tapi sqya· tidak tau persis karena memang ahli bahasa

Indonesia kita ini belum hadir tapi mungkin pihak Pemerintah bisa men- jelaskan dua pertanyaan tadi. ~atu mengenai penulisan miring kemudian satu mengenai arti dari penterjemahan framework sebetulnya kalau kata framm1ork i tu tGdi sudah ki ta buka tidak ada masalah ki ta setujui i tu

judul a~,linya tapi kemudian di tanyakan tidak ada salahnya diberikan jawaban atau penjelasan oleh Pemerirrtah, kami persilahkan terima kasih.

Dari Pemerintah ••

- - - · · · · - - - - · · · - - · - --.- . . . ~--·-·-··--. -·-

(6)

I I I I I I I I I I I I I

~I

I

I I I I I I I I

...

,_

Dari Pemerintah, terima kasih Bapak Ketua, mengenai penulisan penterjemahan huruf miring kami kira untuk konsistensi apa yang diter

jemahkan ditulis sama miring kami kira pemerintah

sependap~t~'.k~mud~~n

mengenai penterjemahan framework dapat kami informasikan ked3lam penyu

sunan rancangan ini kami juga sudah melibatkan dari SEKAB walau.ahli bahasa tidak terlibat namun dari Dep.Lu. iktu terlibat penuh; m~sak

penterjemahan framework kedalam kerangka kerja iru saya kira me~~ng ..

. . ' ' ~

sudah baku memang frame i tu ker?.ngka work i tu kerja memang .lsi d~i

:. ., '·'·. '

konvensi itu sendiri memang belum merupakan suatu waktu itu konvensi penuh hanya merupakan pedoman-pedoman dalam rangka ker1ngka kerja ka- rena dalam isu internasional ini masalah perobahan iklim dari·para il- muwan masih menyadari adanya suatu aksertentis maka peningkatan kemam puan dalam rangka predik'si perobahan iklim dengan skenario . ini masih . perlu dikembangkan jadi isinya memang konvensi itu merupakan kerangka kerja , jadi mungkin demikian penj:lasan dari Pemerintah terimakasih.

Sdr,Ketua Panja, terima kasih, mengenai penulisan miringnya saya pikir bi~a kita ee masih ada silahkan,

Sdr,Krissantono, begini ketua saya rasa ini ~ita· pending saja dulu karena bulum ada ahli bahasanya, tetapi seingat saya pada waktu penyu-

sunan RUU yang lain yag namanya istilah asing itu memang dulunya de- ngan diberi huruf tebal atau dimiringkan jadi yang miring itu memang

sengaja karena dia istilah asing jadi kalau bahasa indonesia dimiring kan jadi akan menjadi rancu nanti ini dari sudut.bahasa indonesianya bukan dari sudut fisualisasi untuk mudahnya terjemahan, jadi saya pi•

kir sebaiknya tet~p saja begini jadi tidak dimiringkan sebab kalau di miringkan jadi k::ita asing ini kerangka kerja ini jadi bukan bahsa in- donesia lagi begitu jadi ini betul-betul dari sudut bahasa bUkan da- ri sudut itu terima kasih,

Sdr, Ketua Panja,

Baik , tolong dikontak dari ahli bahasanya karena memang itu saya k3takan tadi dari tata krama penulis3n bahasa indonesia kita yang ki- ta ingin lihat , Ibu Aisyah ada kami persilahkan,

Ibu Aisyah Amini SH• s3ya kira ini bukan d~ri segi bahasa ini ada- lah dari segi penataan suatu undang-undang ini sebaiknya bagaimana ben tuk akhirnya kita serahkan kepada Sekneg atau Sekab dalam hal ini apa- kah karena mereka yang mempunyai pedoman-pedoman dalam pembuatan urtdang undang, mana yang miring mana yang ini pendapat-pendapat bisa saja ki- ta itukan akhirnya kita serahkan kepada Sekneg untuk nanti terkhir bentuk ini tidak terlalu banyak far13si atau beranekaragam jadi ini bukan na salah bahasa· indonesia kecuali kalau t9rjemahan nah .itu lain lagi terimakasih,

Sdr, Ketua Panja, ada lagi, kalau tidak ada sementara ini kita pen ding m2ngenai masalah ini , kita ingin dengarkan dulu kalau ada dari ahli b3.hasa tetapi sementara isinya telah kita sepakati hanya masalah bagaimana penulisan dalam kurung ini itu ada dua pendapat kita ingin dengar dari ahli bahasa atau kita serahkan kepada Sekneg nanti akan membuatnya saya pikir demikian supaya kita bisa terus , kemudian ma-

salah masalah,,

. - - - - . -·---·----~~---

- - -

-·--- - - ---'---~~~...-

(7)

I I I I I

I

t• I

I I I I I I

II

~~~

, I

I

I

I I I I I

- 6-

masalah framework saya pikir sudah tidak ada masalah la'gi p'i!n:t~tojemah annya jadi tet:1p · dikata dengan kerangka kerja baik kalau--'·'be'gi.t\1\kita

' ' '' 'l ,·; ' ' "

teruskan kata selanjutnya DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESk·ad·a yang ingin merubah PRE:SIDEN R2PUBLIK INDONr~SIA ,

M~nimbang : a. bahwa perubahan iklim bumi yang diakibatkan 6leh pe- ningkatan konsentrasi gas rumah kaca diatmosfir akan

memberikan pengaruh merugikan pada lingkungan hidup dan kehidupan manusia ;

Kita mulai d2ngan kata Menimbang : a ••• kami persilahkan

Sdr.

H.

Muchsin

SH,

terima kasih , hanya ingin lebih konkrit ~ebagai

mana apa yang saya kemukakan dimulca ki ta menggunakan a tau ingin mam-

.- : .•

kakukan gas rumah kaca tetapi selama ini didalam rancanansan,undang- undang maupun penjelasannya itu tidak atau belum tercantum apa yang dimaksud dengan gas rumah kaca sedang ini kita gunakan istilah i~u

jadi kalau kiranya ini mau digunakan sudah barang tentu say~ nanti mengkait bahwa didalam penjelasan umum atau biasanya ada ketentuan.'i umum begitu ya atau dalam penjelasan pasal gas rumah kaca-itu apa yang dimaksud karena ini kita gunakan istilah itu kecuali kalau kita rujuk kembali kepada istilah aslinya dalam bahasa inggris jadi itu ti dak perlu ada penjelasan karena dal.:.m ratifikasi nanti terlampir me- ngenai hasil konvensi itu jadi saya memang belum membaca ada penjela san tentang apa yang dimaksud dengan rumah kaca itu pada undang-undang maupun dalam penjelasan atas undang-undangnya untuk itu p2erlu ada

klierens dulu terima kasih.

~etua Panja, terima kasih pertanyaan dari pada FPP mcngenai pen- jelasan dari p&da kata-kata gas kumah kaca itu, apasih definisinya supaya jelas begitu, dari fraksi-fraksi lain ada , FKP silahkan. · Sdr. Savrinus Suardi dari FKP,~enurut kami ini sudah memadai cukup je- las terima kasih.

Dari F.ABRI, Sdr.Ishak Latukonsina, penggunaaa istilah gas rumah kaca itu sudah lazim jadi tidak ada masalah untuk digunakan selanjutnya ha- nya memang dalam penjelasan bar·mgkali perlu dijelaskan,terima kasih.

Dari Pemerintah, terimakasih Bapak Ketua, jadi ini mungkin masalah for- mat jadi memang didalam rancangan untuk pengesahan disinikan kami telah

lan~irkan nanti naskah aslinya, naskah asli dalam bahasa inggris telah memberikan pengertian mengenai greenhouse gesses_jugadidalam terjemah an didalam bahasa indonesia jadi karena istilah ini sudah baku.didalam konvensi itu dan juga didalam penterjemahannya nanti apakah memang perlu pengulangan didalam rancangan

untuk

pengesahannya itu send.iri

baik didalam mungkin biasanya kalau memang diperlukan itu ada pasal mt?ngenai pengertian dan i tu say:.1 kira tidak perlu kareria memallL:l¥lg ada di lampiran kemudian didalam penjelasan hanya member! penjelasan ter hadap pasal-pasal dari naskah rancangan undang-undang ini .kalau memang

p~ngertian tidak ada berupa pasal maka didalam penjelasan tidak diper lukan lagi karcna itu sudah ada

didalam lampiran dari

konvensi

itu

yg aslinya maL~un yang terjemahannya. Jadi ini kami kambalikan untuk

kesep_a_k.CI:~an .• _

._!•. •. _ . , . _ . _

(8)

I I I I I

I

I

I

II I I I II

I II

I I I I I I I I I

- 7-

kesepakatan mengenai tulisan dalam prosedur , terima ksih.

Sdr. Jansen Silain dari FKP, terimakasih saya kira didalam menulis naskahnya sendiri sudah ada mengenai artikel satu definisen maupun dalam bahasa indonesia artikel satu definisi sudah jelas dikatakan dan disitu point lima

d~lam

babsa indonesia definisinya sendiri, jadi tinggal tergantung terima difinisinya atau tidak, terimakasih.

Ketua Panja, tolong Pak Jansen diulang sekali lagi . Sdr. Jansen, jadi diartikel satu definisen naskah resmi itu sudah ada disitu definisi daripada green house gasses ini atau dalam bahasa indonesia juga difinisi artikel satu definisi gas rumah kaca berarti unsur atmosfir yang mengandung

ga~

baik alami atau buatan manusia yg menyerap qan memancarkan kembali radiasi infra merah, tetapi kalau yg dimaksudkan bahwa green heuse gasses itu apakah itu terjemahan

men~adi

gas rumah kaca itu lain itu persoalan tersendiri, terima

k~sih.

Ketua Panja, terima

ka~;ih,

Didalam terjemahan daripada konvensi ini yang kita harapkan juga nanti segera selesai dalam waktu dekat ini nah itu ada diterjemahkan mengenai

kata~kata

daripada yanga akan disampaikan pak Jansen terje- mahan green house gasses ini jadi apakah ini sudah memadaibagi kita

sehingga orang bisa mengerti apasih gas rumah kaca tapi masalahnya ta- di k·2mbali apakah memang green house gasses i

tu

adalah rumah kaca me- nurut bahasa indonesia kita, saya pikir juga ya itu ahlinya saya t1- dak tau

pe~sis

apakah memang demikian menurut kita mungkin ada penje lasan dari Pemerintah silahkan.

Pemerintah, jadi fenomena gas-gas rumah kaca ini mengapa memakai ru- mah kaca karena memang ini proses yang disini mungkin nanti dari meteo- rologi dan geofisika yang telah diterjemahkan itu su.:iah baku juga Yl di- lakukan oleh ternan-ternan dari meteorologi

dan

geofisika dan juga dari IPB j adi memang proses akumulatifnya gas-gas rumah kaca itu hampir sa- m a dari sekala iklim mikro bagaimana sinar matahari masuk kedalam rumah kaca sehingga apabila dikembalikan radiasinya itu tertahan oleh kaca sehingga terjadi akumulatif gas disana yang menyebabkan adanya pemanasan didalam sekala yang luas dalam global bumi sifat ini terjadi hanya bahwa memang kacanya itu fungsinya berubah menjadi lapisan dari gas-gas yang memang ditahan oleh atmosfir jadi merupakan suatu lapi•

san jadi diatasnya lagi yang muncul lapisan ozon dan ini memang saya kira dari

p~kar-pakar

didunia maupun ditingkat nasional kita bahwa me- mang penterjemahannya dari green house gasses itu adalah rumah kaca, jadi sama dengan orang mengembangkan rumah kaca untuk tanam-tanaman untuk penghijauan dansebagainya, karena ada proses sintesa diperlUkan

sinar matahari lagi hanya memang banyak orang banyak mengartikan rumah kaca adalah rumah yang dari gelas, tapi sebatulnya ini sudah istilah baku dari para pakar meteorologi dan geofisika. -

Sdr, Muchsin SH ••••

(9)

I I I I II

I I I I I I I I I I I I I I I I I

- 8 -

Sdr, H,Muchsin SH dari FPP,

Saya minta maaf

bar~ngkali

saya buat masalah tapi maksudnya ingin

kejelasan, saya mengkaitkan ini dengan keterikatan suatu undang-undang jadi kalau sudah kita masukkan kedalam istilah ini memang sudah menja di baku karena undunag-undang itu mengikat jadi kita akan sampai pada apa yang namanya green house gasses itu adalah rumah kaca , yang saya maksudkan disini yang kita sahkan itu adalah naskah bahasa inggrisnya kalau didalam pasal yang kita .amati pada pasal satunya ·sedang bahasa indonesianya salinan didalam bahasa indonesia misalnya itu suatu per tanyaan untuk saya karena memang itu disitu sya sudah baca memang green house gasses diterjemahkan dengan gas rumah kaca lalu ada penje lasannya, tapi apakah naskah yang bahasa indonesia yaitu sekaligus ju- ga merupakan lampiran kesatuan dari undang-undang ini pertanyaan say a mestm di klearkan dulu , kalau sean4ainya terlepaa maHaberarti penje lasan itu belum mengikat sebagai suatu undang-undang kalau ini terkait penuh itu mengikat, ini yang saya maksudkan , kalau memang itu

dis~a­

kati untuk

ru~ah

kaca tetapi saya ingin ada suatu penjelasannya yang dimaksudkan, barangkali apa yang saya kemukakan dapat diikuti penjela san d lam bahasa indonesia disitu memang ada sudah gas rumah kaca yang dimaksud adalah ini tetapi yang saya tanyakan adalah apakah terjema- han babasa indonesia itu sekaligus merupakan undang-undang dan dalam arti merupakan kesatuan dari pada yang kita sahkan itu, kalau ia kita selesai kalau tidak barang kali harus ada solusi keluar yang terkait dengan ini, terima kasih,

~

Ketua Panja,

Terima kasih, jadi memang status daripada terjemahannya itu kema- rin kita bicarakan kita sampaikan dan memang nanti akan kita putuskan apakah memang terjemahan didalam bahasa indonesia adalah juga merupa kan bagian dari pada undang-undang ini ataupun hanya merupakan terje mahan resmi biasa jadi saya pikir kita tentukan tapi pertanyaan P,Much-

sin SH jadi memang kaitannya dari memang ada kaitan artinya juga masa lahnya apakah memang kita tetap akan pergunakan

~ata-kata

gas rumah kaca atau kalau kembali kepada kata aslinya kita melihat kekonvensinya seakan akan bahasa inggrisnya karena memang disini campur bahasa ada dalam kalimat-kalimat berikutnya jadi kalau kita pakai disini usulannya FPP yaitu konsentrasi green house gasses berartikan begitu supaya kem

bali kekata aslinya nanti baru kalau status dari penterjemahan terje mahan bahasa indonesia itu sendiri itu bukanlah merupakan kalau

~ita

putuskan nanti ada dua pendapat bukanlah merupakan bagian daripada un-

dang-undang konvensi yang kita rativikasi jadi ini memang terjemahan

nya masih menjadi persoalan bagi kita nanti kita sedang tunggu hasilnya,

(10)

I I I I

I I I I I I I

I I I I I

- 9-

K.IIITGLl!:t/6/94

E A~f.L!.. _!._Q_':J._Ql.:~.Q. f.?B.§.El' l..Y..ill.. •

Terima kasih Pimpinan dari wakil dari Pemerintah, saya mohon ijin untuk sekedar menjadi catatan dari kita semua. Kembali lagi kepada judul~ Pak sekali lagi mohon ijin. Supaya kita konsisten dengan apa yang telah ditempuh~ Di sini ada referensi tentang UU Rl No.1 Tahun 1991 mengenai Celah Timor dari proses sebelum menjadi Undang Undang sampai menjadi Undang Undang.

Di sini ternyata ada penulisan yang barangkali kita bisa Jadikan referensi yang telah menjadi Undang Undang. Bahwasannya yang bahasa asing itu bukan miring tetapi pakai tanda petik~ ini adalah UU No.1 Tahun 1991. Tanda petik bahasa asing kemudian tanda petik dan tidak miring.

Ke dua~ meskipun ini kecil barangkali ini nanti supaya tidak terlanjur kalau kita amati konsep Iklim ddengan konsep Hayati ada sedikit dan kita bandingkan dengan yang sudah jadi ini dibelakan Presiden RI ada komanya. Dibelakang kata-kata Presiden RI itu

kama~ ini barangkali yang perlu dicatat supaya kita nanti di di

dalam mengkonsep tidak terjadi penyimpangan yang telah dirumuskan oleh Pemerintah di dalam penulisan Undang Undang ini, terima kas.ih.

I<ETL!.f! PANJ tj_ i.DR~Ij_~A. H SA Z I L I t1l _;_

Baik~ terima kasih penjelasan FABRI. Itu memang kita konsis- tensi dan itu yang pertama di dalam Undang Undang terdahulu sudah memang setelah Presiden RI itu ada koma. Jadi sudah di dalam ayat ini ada perubahan dan ini ada komanya, jadi kita konsistensi ke situ. Kemudian itu tadi mengenai penulisan atau apa, saya ppikir kita tunggu nanti penjelasan bagaimana atau nanti statusnya kita serahkan kepada Pemerintah (Sekneg) yang akan mencatatnya.

Jadi kita kembali kepadapembicaraan kita menimbang a ini masih ada 2 pendapat, yang pertama~ adalah adri FPP minta agar kata- kata greon house, gas rumah kaca itu kembali kepada kata-kata qreen houses gases sepanjang apa bila terjemahan status dari pada terjemahan bahasa Inggrisnya dari pada konperensi tiu sendiri nanti, misalnya tidak merupakan bagian atau merupakan bagian dari pada UU itu sendiri, jadi terjemahan biasa. Ada silakan.

F•~BfU .. U..fJ.!::lf-H.~ L,.B.T.!JC~ll~.fJJJ~J:it ..t

Terima kasih, Ketua. Kami ingin menanggapi ini bertitik tolak dari prinsip kita bahwa kita semaksimal mungkin itu meng- gunakan kata bahasa Indonesia untuk perundang undangan kita, sepanjang hal ini memang telah ada dan baku telah kita gunakan.

Karena isi Undang Undang ini sudah adalah pekerjaan kita yang akan menjadi landasan hukum kita, maka istilah itu sejauh mungkin langsung menggunakan kata-kata bahasa Indonesia, kalau itu suda ada istilah bakunnya. Sedangkan mengenai penjelasan arti untuk istilah-istilah yang tehnis saya kira sudah diberikan penjelasan, baik oleh Pemerint.:.~h maupun rekan-rekan dari FKP bahwa dalam terjemahan konvensi dalam bahasa Indonesia yang akan menjadi bagian dari Undang Undang ini itu secara s~ngat J•las sekali

(11)

I I I I

I I I I I I I I II II I I I I I I

c:l :.i.. i u 1 :.i. !;;) d .:i. !5 c:H''r C.i • ,:J t:H::I i I~. c:f iT d. :i. n q i n rn E• n y ;::.r" C:H'i k io:( n i:il g ef I'" ~;; u p iiil"y' a y i::\ f"f 9 sudah baku k1t2 gun~kan saja. Terima kasih Pak Ketua.

VLI.l.)/\ r:::l.'!J:,!.:.J.O. ..CD.e ~;; .!!...tL,· .. O .. !! . ..!::L~.. f?.O.l.I .. LI. !:::!.1. •

ler1ma kasih FABRI~ SILAKAN.

r::· .. ~~:.r::. . (Ji.:.lf;.\! ..

eJ ..

t:.IJ::t~;:t ~::;.~.J.C!.!~.P.IJ. ..t

l<i::,m:.t.. :i.nq:i.n tnt;:·r·rq~;Ji:~r·:i.s-. bal<'Jo:th:i. i~~p<£1 yc:\nq t.ad:.i. )(<:tnl] bi::tr"l.l cfis;,.:,m-

p.::t1.ka.n oleh Ff1bl'"i bi:thw.:.t Hrl?tn<-:tnq k<:\lau .i.st:i.lah :i.t.u Sl.td.=:~h br:1ku

l<.l.i:.l'"c:tpr.:tl·:,,o,:i. !O:ii:di::t. 1-~~r .. t:i.rrya ~:.i::,r·E·niiit k.i;:d.:rtt .. l ti<::1.:1~·:.~ 11C:il"lti kJ.ta te:1rT'I<'i;

!::;c~mua dr.1n ~.;.€·.!1!'1Ui:il .i.~;; t .. L:.\ l h v.. :i. tii.\ ·L:wya pc.1d.,~ hc:.1l ~.:;eF.:;t.tai pr·osc~~·t.i. ·f r:;udah l'ci:'ll·:.u k i. 'l:.i·.:l F•i't~·:. a :.i. tf~l~u•:::;.. 'T't::•r i ma k t.'I~S:i. h"

!::;L::.JJJ!:\ e.t\!~!.~f .0. .U:>HD ... !...!:L!J:t~..t:!.!'... :;~.f.~.Z.I.LJ.. tU. -~­

Terima kasin. Pak Yansen silakan.

CJ~:;.c·. .CDG.f:~ .. ··.. ~~.t\!::~.1It;;;N. IP.t::~O.U.J..tt ~JJ.L:l:i.!~~.NJ.. ?. ..

·rf:: .. r :i.m.::, ki::rsih Bdr· l<etui::,. l''lf.:.~mc:,nq !l:>f:.•r•qa.:ic;t kal.::tu tidt:1k Eii.1l<:th kemarin kami menangkap dalam kata pengantar dari FKP dimana dikatakan bahwa nanti akan dilampirkan bahasa Indonesia itu

sebag~i bangsa yang berdaulat dan mempunyai bahasa Nasiondl

sendir.i. sehinggga nanti dan ini belum. nanti kalBu sudah menying- gung Pasal 1 di dalam memutuskan~ menetapkan itu dikandung maksud disisipkan P~sal 1 menoesahkan United Nations Framework Conven-

tion on Climate Change (KC~vensi Kerangka Kerja Perserikatan bangsa Bangsa M~ngenai Perubahan Iklim) yang salinan naskah dslinya dalam bahasa Inggris koma disis.i.pkan di sini dengan

tel'" j c,n·,.;:,l·";c::tr"r cl i::11 c;,m 1;::.,;:, l"ri::1t=:.a I l'ic:lnnt:.'~::. :i. <:!, k om.;;, s;;eb.'E1ga :i mana te-~r J. '"'lflP i I'"

p~da Undang-undang ini, justru keabsahannya bahasa Indonesia itu

cl!:::r,,i.k:.!.i::tl'"r. E!<::ii'"U cli:\lt:>lJJ pt=:·njel;;,,s;,::tn-p<;:::rl.:it~l;::tsc:,n c:'ipabil,::t tft.~r·dap<::\t

kerancuan dalam penafsiran, maka yang dij~dikan acuan adalatl

1'1 ;::, ~::.1-·:. i::< t 1 cl ,:;, l,::·uu I::! a hc::1 !::: .• ::'! J ngq 1~ i !:;; • I< i r" c:t···k i I'";:;, d (''''~'~ :i. 1-: . .i. ii:tr• 1 iit t"• !:~t:) l. !.1 s:i. r·• y it d ;,:, .1. i::\1 n m .;~ !::, .. :1 1 •'l. l"l I. n .1. •

t::r;:.I:.Ltf:!. ef:)J:~~J.r::~. .LP.B.9.~ .. H .. ·.~i~L~ ... !i!'...f5E:!1; :l: ... LL1. : Ill t':':J''r D 1.1 c a p k c:\ n t G:• i m i::i k a~; i h de:;, n

rrn::~mr.H'!.':r· !:; .i. 1 ;:;, hk ;,;,n Prni;JIJ o t,:.~ H..i • (.~ .i. s y.:th 1:::.m iny ~ \:lH"

r:. ...

~

..

E:f:. .t.N.Y.! . .J::I.j .... !..P!J . .S.Y.£:!.1::!. OtJ..J.llY. ... ,.f.i.HJ .. :

"I" ;,,,d .:i. (.:< J li.'!:t·, Pe.~mf::r· :i.n t.,:lh j U<].::t d .i. k<:~muki:':'t~'· <:tn bci.-thwr.:\ d .i 1:. ,;:,l,::tnqan pi::\ I"'~!

p~kar· inl sudah ada kebak.uan bahasa. Tetapi dalam kamus besar

bal·rc:t~:><.:t Irrdor·,e!:: .. ii::'t in:i. kE•rnunqk:i.nc-:rn bE:·lum ;;,\d.:;,. kal··,,: .. n;::, :i.n.:i. l.~~ti.l;,'i!tl hal'"l...t.. l<.~<.n,:i. rnfNl9Ll~~ulki:\n ~-'·u.pay<::=t eli k,~\l.imi:tt :i.n.i. d:i.m,::tE:.I.tkk.::~.n d.:.112.m

kurunq istilah-istilah aslinya gre~n houses gases bmh:i.n~ga kit0 t d. h 1...1 n p •.::! , •. ~'.:; :i.. '·==· i y <::1 n q d .i. i:!l t. .i. k ;:~ n c;t i;:t !:;; I'" 1 .. 1 m a h k <:i c: <£<. .:.1 d a l .::t h q r .. r::.·f-:.· r·; t··,c~ tt ~'"· t::

q c~ ::; f'i' ::;:. :i. '1::. Lt. • ,J <:~ d :i. 1-:. i. t. c:it t .i t.:\ i::'\ k C:t k i::'lf'l .::1 <;J U ... I'" i::! t;,l U J C:\ <.:J :i. "

!~:JLL.L!.O. e.CdJ~~.t:~. C.P.f;:::.:; ... ~.!:L~ ... o .. ~tt

...

;:;e,zJ.L,I. tLL .~.

,J i;:;c:l :.!. "''""' } :i. i'"i g j 0i! J i::t !".; !< u •::;u l ;::n·, y an s.:,l 1 '''· :i. n •

c·.r::t1f:;r;;_l,N.::C.HI:·t. (J}:~:;c;. ~:1_()f~(V:l.P!::i.I .. L ..

'!" (;· r'" :t i'li<• k. ;:,\ !::, :i. l ... , D:::t p.:.tl·.. t<,=~ 'b .. \.:·.:\ !' j <:H1 :.l. ntt .. ti'";CJ h. in r·, <:· .. n t. i k. :.i. ·l".ii:'i n.c:d .c:cr,

(12)

I -

---

I

I I I I II

I I I I I I I I I I I I I I I

- 11 -

pedapat dari 8apak-bapak dan kesepakatannya. Pertama, memang mohon nanti untuk bisa didudukkan dalam kaidah hukumnya • . Jadi

k..::~ren,~ rc:( t.i ·f i.kasi ini mem.:M11J berLtpa Undanq Undang. Jadi dalam.

bahasa Indonesia itu memang tepat sekali apa yang disampaik~nl

oleh Bapak-bapak tadi. Dan kalau memang disepakati nanti masalah'

te•t" j E·rnt:than dat' .. :i. konvensi i tu di d.:~lam bahasa Indonesia mer.Jadi

lampiran dari ratifikasi ini, saya kira Juga tidak Jadi masalah dari sudut hukum. Karena ratifikasi ini dalam bahasa Indonesia dan dilampirkan naskah asli serta terjemahannya. Jadi itu du~ hal

yang memang kita ingin adanya kejelasan dari apa yang dituangkan di dalam rancangan ini sebagai satu ratifikasi. Jadi · dengan demikian prkatisnya ~:.arena itu sudah terlampir- maka semua penger-

tian bisanya sama juga yang dilakukan di dalam Uridang Undang

kita~ kalau sudah dicantum di dalam pengertian. Maka di dalam Menimbanq .~tau mengingat dstnya itu sudah melihat ke sana. ' Jadi dengan demikian pendapat dari Pemerintah apakah kalau nanti.

disepakati dia menjadi lampir-an maka apa yang di dalam Menimbang itu perlu diulang atau di dalam kurung itu kelihatannya akan agak canggung nanti di dalam penulisan. Karena nanti apabila konsen-

tr·a~::;:i. gas it.u maka j.:,di pelabuhan demikian, kita han.1s konsekllen Juga nanti masalah penulisan emisi gas rumah kaca itu dalam kurung lagi~ karena emisi itu suatu kata yang baru. Kemudian

b~?gitu Juga men<Jenai perubahan iklim, climate change itu Juga • .:-facl:i. ini akan berul.i:mg kali meskipun hanya sekali di sinic' ditem- pat lainnya tidak ada. Namun kar-ena Pasalnya ini dikatakan; saya tadi pendek dengan penjelasannya tidak ter-lalu panjang · deng•n cukup di lampiran apakah itu tidak memenuhi keinginan yang Bapak- .

bapak sampaikan tadi. Terima Kasih. ·

Ff:?,Bf:;:I ( Iqth~rK LATUCONSINA)... .:... .·:·· ····

Terima k.asih Sdr ~~etua. Setelah mendengarkan penjelasari dari Pemerint.ah, saya pikir semakin jelaslah bahwa sebaiknya Uckita··

menggunakan i$tilah gas rumah kaca tanpa m~nambahkan sesuatu lag~

dibelakangnya. Hal ini pertimbangannya adalah demikian, , Pak, yaitu ,Kita ingin juga meyakinkan diri kita sendiri semua babwa lei ta memahami gas t'"umah kaca i tu sebagaimana keadaannya .: J.idi ··

b1.1kan kan:ma dia ada proses bel ajar, jadi ada proses untu·k;;·mefi:ge'..;;

tahu.i bahwa .i tu green house gases tetapi setelah ki ta memakai 'itu ki.ta ing:i.n juga bahwa setelah kita menggunakan kita yakiri · bl¥-t.t.tl bahwa yai tu barangn·:t·a yang k ita maksud. Sebagaimana kata At.lbqsfi~

dahulu atmosfir dari bahasa Inggris kemudian.menjadi kata;tatmo•~

fir ini~ kata 5:;ebelahnya itu. Jadi bahwa kita sudah talmil,~i:babwa

g.::tt-:> rumah kc:1ca i tu memang demikian, karen a memang ki ta tl:dak · hany.a ~~.onseren tetapi di dalam kenyataannya ki ta juga mempunyai Menteri Lingkungan Hidup yang memang menangani hal ini •. Jadi· saya pikir Juga dari kaidah ~Jkum tadi juga tidak ada permasalahan~dan

pemahaman secara keilmuan kita masih bar-u s~hingga penggunaan:gas rumah kaca itu memberikan assosiasi yang persis tanpa haru•

menamb.:1hkan isti 1 ah Inggrisnya. Serta perundang undangan ki ta yang kita maksimalkan di dalam bahasa Indonesia maka kami pikir sudah cukup memadailah untuk tetap menggunakan kata gas ru~~h

kaca. Terima kasih.

KETUA f'ANJA (DRS.H.A.H. §.AZILI t1l 1.

Ter·.i.ma kasih. Jadi tadi kami irrgin Lllangi penjelasan Pemerin-

(13)

I I I

I I I I I I I I I I I I I I I I I

- 12 -

tah tadi sebab nanti akan kita bicarakan dalam Pasal 1 mengenai t€dem<.:d·'lan. l<r.~rena tadi Pemet~intah S\..tdah menJelaskan bahwa · tida~ , akan berkeberata~ apabila nanti terjemahan dari pada kQq~~n~~,ln~i.

dalam bahasa Indonesia itu statusnya kita tentukan dalam,..,~~asa~.t<:~·l1h i. tu 1--:.an:ma i. tu juga merupakan bag ian dari pad a Undapgqr-MV~~~~9.n

k ita~ dar i FPP. · ·; :: ;:-LJ ~~o:d .. iu::J:, ·

E.PF~. .U::L~.. tiL-.LGH§.lN., SH.l. :

FPP tidak apriori harus masuk dalam konsideran menimbahg · itu

tetapi istilah gas rumah kaca dan green house gases~ itu mempunyai landasan yuridis yang konkrit. Misalnya kalau dalam penjela~an

nanti hanya menJelaskan satu kurang bagus apa bisa misalnya . •I m~~~k~ ... , ..

l i

diitlam penjelasan umum atau dalam kurung. Terpenting ada ~e.:t:;lj!?r~~~i,~ ..

tan juridisnya yang ingin kami sampaikan. Jadi kalau sudah ... masuk.

dalam Undang Undang bahwa yang dimasukkan deng~n gr~~p ~h6~j~: ~ ~ ' . ,. \ 4

f.• i~

gases 1tu adalah gas rumah kaca 1tu nant1 semua akan me~ggu~1kant

i tt..t dan tidak pel~ lu di diskusikan lagi' misalnya begi tti:' ( ret~p.i.;

kal~u .masih belum te~kait secara.juridi~ maka nanti m~si~7,~M~d~

terJad1 suatu hal yang ••••• ~, ter1ma kas1h.

J<ET_Uf.) PAN~l8. · LQ.RA. H. A. H. SAZ I L I t1l .t

Terima kasih. Jadi saya pikir kalau kita kembali . sepe~ti naskah kemudian nanti di dalam penjelasan di dalam terJ~m.~an

bahasa Indonesianya itu juga ad.a kita jelaskan terjemahan ,.~tu apa ..

yang dimaksud deng.an gas rumah kaca· i tu sendiri apakah itu .. memang.

terjemahan dari green house gases itu demikian.

FPP. ..{l:L._ MUCHS I .tit.. f)H l _:_ ' ll··

Begini maksud kami kalau terjemahannya itu merupakan · satu kesatl..tan dalam Undang Undang itu selesai tidak' ada masalah tatapi kalau terjemahannya itu nanti tidak merupakan bagian dari Undang Undang ini maka sebaiknya dimasukkan di dalam Penjelasan atau di

dalam lainnya. Terima 1--:.asih. ..

~::ETUA PAt~JA (DRS.H.A.H. §.61.ILI_ !11. 1. ...

Terima kasih. Jadi memang tadi mau saya sampaikan ~ahwa pad~

prinsipnya Pemerintah itu tidak berkeberatan •pabil• t~rjemahan

itu statusnya yang nantinya akan kita bicarakan di Pasal 1~ Kiia tentukan bahwa itu merupakan bagian dari .pada dan kita pisahkan dari pada Undang Undang ini~ jadi itu jelas. Jadi nanti itu ada penjelasannya apa itu sebenarnya gas rumah kaca itu, apakah itu memang terjemahan dari pada green house gases. Atau memang. kalau,.

nanti juga tidak sepend,.~pat mungkin di dalam Penjelasan·.:.darL·paqi\';

Pasal-pasal artikel ini kita masukkan, tetapi kami pi!dr 5}~ment~"':'

ra ini apakah~ baik terima kasih. Jadi kita sepakati bahw@ ki~a­

kemba 1 i E>esuai dengan ~~onsep semul a. Saudara-saudara sekal ian kita sepakati ?. Sepakat~ terima kasih.

Ketok palu 3 x ,.

• .. ~ :~~ . ·• i •

(14)

I I I

I I I I I I I I I I I

I

·-.: .. ·., ·: '.·

.

• ) ' ' : .

- 13 ..

..·;'

1<41~)694 : . ;~, ~·. ' :

l<i ta ten1skan kept:lda l'lenimbang b : bahwa dalam rangka r•. upa'l'~.i

mencegah meningkatnya konsentr·asi gas rumah kaca di atmo$fi.r,':'1

>A'f.

Ric~ de Janeiro, Brazil, pada tanggal 3 - 14 Juni 1992"' te'Hih' diselenggarakan Kcnperensi Tingkat Tinggi Bumi yang mengha~ilkan

kt?sepaketan internasional dengan ditandatanganinya Unit.ed. N~-:t!iQ.n,s,

Fr·amework Convention ~n Clim~te Change oleh sejumlah besar·.p~<iJ~tf.,

anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa; ·

Kami persilakan !

~ ~ ' ( . I I ; ~ ·; ~ : :."I

(; '4··, I 'y. :. : ··~ -~·) !" 'l. • ~ '\''

; :i. 'l .. ·

FR.fi_I<SJ. KPsRYA!. PEMBAt·4_GUNA~ i.SAVRINUS SUARDI). : Mengatalol.'an .. tlahwa·

Menimbang b, dari FKP ada perubahan sedikit tetapi hanya

menyang-

kut tata urutan bahasa Indonesianya. Usulan perubahannya yaitu ~

bahwa dalam rangka upaya mencegah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir telah diselenggarakan Konferensi · Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brazil pada tanggal 3 • .· 14 ~~ni'

1.992 yc:mg menghasi 1 kan kesepakatan internasional dengan · d~ tanoa- tanganinya United Nations Framework Convention on Climate .. Char.;tge · oleh !::.>ejumlc:1h besar negara an{Jgota Per·serikatan Bangsa-Bang.s.;t.;

. . .... :. . .. ~., ~: .J

Lt:;;.I.!J.a. El:~N,JA. i.Q.B§..!\.. t!_.A.J:L.. §B.f.Jld. tll : Mengt.\capr..an terima kasih':;:

dan mengc:1talt..an bah~a kata-kata telah ·diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Bumi, itu dimajukan ke depan setelah koma .dari atmosfir. Set~lah itu~ baru masuk di Rio de Janeiro, Brazil

pada

tantJ<.Jal 3 - 14 Juni 1992 yang menghasilkan kesep~ka·tarr interna;_

sional dengan ditandatanganinya United Nations Framework Conven- tion on Climate Change oleh sejumlah besar negara anggota Per- serikatan Bangsa-Bangsa;

FR?1YSI AB~U. i..!S!:!.f.:!J,;_ LATU.!;Ot::!_SINA_,_t!_pC). : Mengucapkan terima kasih, dan mengatakan bahwa pada prinsipnya urutC:\n yang disarankan oleh

rekan dari FKP, kami tidak berkeberatan selama artinya tidak berubah, yang 'ingin kami pertanyakan adalah penyebuta~ : bahwa dalam rangka upaya mencegah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmos·fir telah di selenggarakan ~~onferensi.

Jadi pengertiannya~ Konferensi itu di~elenggarakan semata~~•ta

untuk membahas konsentrasi gas rumah kaca, padahal kalau kita melihat hasil-hasil Konferensi tidak hanya mengenai gas rumah kaca tetapi ada juga mengenai biodiversity dan mengenai · hal-hal lain. Kami menyarankan agar supaya disebutkan Konferensi Ting- kat Tinggi tetapi salah satunya adalah mengenai hasil yang diba- has adalah mengenai gas rumah kaca.

~::t~.IUA E.BN,JA ,{DRS:_ !:i.,_f.hH •. ~6liJ:J. ti.J. : 1'1engt.tcapkan terima atas usulan dari Fraksi ABRI, jadi ada kata-kata ditambah satunya.

kasih · salah

.. ,f'

1

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai gereja yang terus berkembang di tengah arus zaman, dan dalam rangka menjawab kebutuhan Jemaat akan adanya kurikulum pembinaan untuk personalia badan

Beban kerja yang tinggi, tuntutan pekerjaan, keterampilan rendah, kurangnya motivasi dari perusahaan, konflik dengan supervisor dan rekan, hingga pekerjaan yang monoton

Stres pada mahasiswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu tuntutan institusi, masalah keuangan, tuntutan sosial, tuntutan yang berasal dari diri sendiri,

Pembiayaan murabahah merupakan salah satu tulang punggung dalam pembiayaan pada perbankan syariah di Indonesia. Pembiayaan ini menempati posisi tertinggi dibanding

(6) Buku Inventaris yang telah ditanda tangani oleh Pengurus Barang dan Kepala Satuan Keija Perangkat Daerah, selanjutnya satu eksemplar untuk Satuan Keija Perangkat Daerah

Dalam perhitungan neraca air, kebutuhan air irigasi yang dihasilkan untuk pola tata tanam yang dipakai akan dibandingkan dengan debit air yang tersedia.. Bila debit yang

Tujuan dari pelaksanaan penelitian Perancangan Taman Kolam Retensi OPI yaitu merancang taman Kolam Retensi OPI sebagai tempat rekreasi, sosialisasi dan olahraga

bahwa dalam rangka menanggulangi kemiskinan serta mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat khususnya berkaitan dengan kerawanan pangan masyarakat miskin serta untuk