• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Pelaksanaan Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC&PEN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perkembangan Pelaksanaan Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC&PEN)"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Pelaksanaan Program

Penanganan Covid-19 dan

Pemulihan Ekonomi Nasional (PC&PEN)

28 Desember 2020

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(2)

OUTLINE

PELAKSANAAN PROGRAM PEN 2020

2

PERKEMBANGAN PANDEMI

COVID-19

(3)

PERKEMBANGAN COVID- 19 DAN EKONOMI

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(4)

2.637 27.505

77.638 95.057

144.132

232.107 255.993

282.617

394.640

573.939

628.498

- 100.000 200.000 300.000 400.000 500.000 600.000 700.000 800.000

Jan-20 Feb-20 Mar-20 Apr-20 May-20 Jun-20 Jul-20 Aug-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Dec-20

- 500.00 0 1.0 00.000 1.5 00.000 2.0 00.000 2.5 00.000 3.0 00.000 3.5 00.000 4.0 00.000

- 10.000.000 20.000.000 30.000.000 40.000.000 50.000.000 60.000.000 70.000.000

Jan-20 Feb-20 Mar-20 Apr-20 May-20 Jun-20 Jul-20 Aug-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Dec-20

Sumber: worldmeters.info, 22 Desember 2020

KASUS GLOBAL TERUS TERESKALASI DI TENGAH VAKSINASI YANG MULAI DILAKUKAN DI BERBAGAI NEGARA

Gelombang baru Covid-19 masih berlangsung di tengah penemuan strain virus baru yang lebih cepat menular

TOTAL KASUS & KEMATIAN KUMULATIF

Rata-rata 1 bulan

WHO menyatakan COVID-19 sebagai

PANDEMI

10 JUTA

± 1,5 bulan

± 6 bulan

20 JT

39 hari

30 JT

32 hari

40 JT KASUS BARU PER HARI

1,72 JUTA KEMATIAN

22 Desember 2020

78,34 JUTA KASUS

Tambahan kasus 22 Des

604.973

8.57612.698 13.671 12.879 10.524 13.180 7.979 Rata-rata 7 hari 11.705

- 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000

Jan-20 Feb-20 Feb-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

KEMATIAN PER HARI

21 hari

50 JT

18 H 17 H

60 JT

4

(5)

Sumber: worldmeters.info, 22 Desember 2020

SEIRING DENGAN KENAIKAN KASUS, TREN KENAIKAN KEMATIAN PER HARI JUGA MENINGKAT DI BERBAGAI BENUA

Jumlah kematian per hari - Rata-rata 7 hari terakhir

807

611

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Italia

2.208

1.347

2.630

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Amerika Serikat

238

623

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Jerman

297

205

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Afrika Selatan

975

666

377

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Perancis

122

240

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Turki

333

205

92

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Belgia

178

560

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Rusia

855

196

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20

Spanyol

942

462

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Inggris

59

88

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Switzerland

23

14

44

Mar-20 Mar-20 Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20 Dec-20

Jepang

5

(6)

100 1.000 10.000 100.000 1.000.000 10.000.000 100.000.000

0 50 100 150 200 250 300

Log Scale -Cumulative Case

Days since nation's 100th case

Countries with New Covid-19 Waves

(US, Europe, Asia, Africa)

Amerika Serikat Italia Spanyol Jerman Perancis

Korea Selatan Swiss Inggris Malaysia Rusia

Brazil Jepang Belgia

100 1.000 10.000 100.000 1.000.000

0 50 100 150 200 250 300

Log Scale -Cumulative Case

Days since nation's 100th case

COVID-19 Case Trajectory Flattening Curve- Asia

Tiongkok Singapura Vietnam Thailand Selandia Baru Australia

100 1.000 10.000 100.000 1.000.000 10.000.000 100.000.000

0 50 100 150 200 250 300

Log Scale -Cumulative Case

Days since nation's 100th case

COVID-19 Case Trajectory Emerging Markets

(mostly still in the 1stwave)

Iran Filipina India Peru Chile Meksiko

Pakistan Bangladesh Indonesia Kolombia Afsel

6

TRAJEKTORI PENYEBARAN DAN STATUS COVID-19 DI BERBAGAI NEGARA

Gelombang baru Covid-19 terlihat sudah terjadi di berbagai negara di setiap benua. Di sisi lain, banyak negara berkembang yang masih berada di gelombang pertama, dan beberapa lainnya berhasil menekan penyebaran.

Sumber: worldmeters.info/coronavirus data per 22 Desember 2020, diolah

(7)

M-20 A-20 M-20 J-20 J-20 A-20 S-20 O-20 N-20 D-20

7

ESKALASI KASUS HARIAN COVID-19 DOMESTIK BERLANJUT Kasus aktif terus meningkat, di atas 100 ribu

Distribusi Total Kasus Perkembangan Kasus (23 Des)

Sumber: Kementerian Kesehatan

25% DKI Jakarta

11% Jatim 11% Jateng

11% Jabar 35% Lainnya

4% Riau

4% Sulsel

❖ Penambahan kasus Covid-19 terus

eskalatif, sehingga mendorong kenaikan kasus aktif.

❖ Total kasus kumulatif sudah melebihi 680 ribu.

❖ Kondisi ini bersamaan dengan peningkatan jumlah tes dan peningkatan mobilitas.

❖ Kewaspadaan dan antisipasi kenaikan kasus masih harus dijaga sehubungan dengan masuknya masa liburan akhir tahun.

441 2.186 4.880 8.456 12.556 13.892 23.217 28.637 31.543 34.699

Mar-20 Apr-20 May-20 May-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20

Jumlah Orang Dites/hari (23 Des) Kasus Harian (23 Des) Kasus Aktif (23 Des)

7.514 7.069

M-20 A-20 M-20 J-20 J-20 A-20 S-20 O-20 N-20 D-20

Kasus Harian 7 Days Moving Avg

Total Kasus

685.639

Total Kematian

20.408

Total Sembuh

558.703

M-20 A-20 M-20 J-20 J-20 A-20 S-20 O-20 N-20 D-20

Total Kasus Aktif

106.528

- 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000

M-20 A-20 M-20 J-20 J-20 A-20 S-20 O-20 N-20 D-20

(8)

PENINGKATAN KASUS COVID-19 MEMPENGARUHI SISI KESEHATAN DAN EKONOMI

(Data per 23 Desember 2020)

685.639 558.703 20.408

106.528 66.914

Jumlah orang dinyatakan positif Covid-19

Jumlah orang dinyatakan

sembuh dari Covid-19 Jumlah orang dinyatakan meninggal

Kasus aktif per hari ini. Kasus suspek per hari ini.

510

Kabupaten/Kota terjangkit dari 514 Kabupaten/Kota

Institusi Sebelum COVID-19

Maret-April Mei-Juni

latest

Pemerintah 5,3 -0,4 s.d. 2,3 -0,4 s.d. 1,0 -2,2 s.d. -1,7

ADB 5,2 2,5 -1,0 -2,2

IMF 5,1 0,5 -0,3 -1,5

WB 5,1 -3,5 s.d. 2,1 0,0 -2,2

OECD 5,0 4,8 -3,9 s.d. -2,8 -2,4

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 (%, yoy)

363 tenaga kesehatan

Dinyatakan wafat karena infeksi Covid-19 per 16 Desember 2020.

Di antaranya adalah 202 orang dokter, 15 dokter gigi, dan 146 perawat.

Dari 202 dokter yang wafat:

107 dokter umum dengan 4 di antaranya adalah guru besar 92 dokter spesialis dengan 7 di antaranya adalah guru besar, dan

2 orang residen.

Sumber: IDI

• Pandemi membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun.

• Proyeksi masih diliputi ketidakpastian, sangat dipengaruhi perkembangan Covid-19

Sumber: Kementerian Kesehatan 8

(9)

PENTING BAGI PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN TES, LACAK, ISOLASI (TLI)

TES LACAK

ISOLASI

Rata-rata tes per hari yang dilakukan oleh

Pemerintah terus meningkat, tetapi masih harus ditingkatkan untuk mengejar standar WHO

Tes per 1000 penduduk (Kumulatif 7 hari)

0,9 vs 1

INDONESIA WHO

33.554

4.625.786

52.672

6.926.508

Jumlah orang yang dites hari ini

Total orang yang dites hingga hari ini

Total spesimen yang dites hingga hari ini Jumlah spesimen yang dites hari ini

Belum ada data resmi mengenai Rasio Lacak-Isolasi (jumlah orang yang dilacak dan dipantau untuk

setiap kasus yang ditemukan) di Indonesia.

Sumber: kawalcovid19.id, 30 November

1:2 vs 1:10

INDONESIA WHO Rasio Lacak Isolasi (RLI)

78,4 %

Tingkat Keterisian Wisma Atlet RSDC

40,9 % 92,5 %

Tower Rawat Inap

Tower Isolasi RSKI P. Galang, Batam

Sumber: Kemenkes, Katadata, 28 November

(Data per 23 Desember 2020, Sumber: Kemenkes)

441

2.186

4.880

8.456

12.556 13.892

23.217

28.637

31.543

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000

Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov

Tes Per Hari

(Rata-Rata 1 Bulan)

Orang Spesimen

9

(10)

0 5 10 15 20 25 30

May-20 Jun-20 Jul-20 Aug-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Dec-20

Positive Rate Harian

11 12 12 13 13 14 14 15 15

0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2

Aug-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Dec-20

Positivity Rate (Kumulatif) dan Tes Baru/1000 Penduduk (Kumulatif 7 Hari)

Tes Baru/1000 penduduk (kum 7d) Positive rate (kum) - RHS

441 2.186 4.880 8.456 12.556 13.892 23.217 28.637 31.543 34.699

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 50000

Mar-20 Apr-20 Apr-20 May-20 May-20 May-20 Jun-20 Jun-20 Jul-20 Jul-20 Aug-20 Aug-20 Sep-20 Sep-20 Oct-20 Oct-20 Nov-20 Nov-20 Nov-20 Dec-20

Orang yang Dites Per Hari

8.805 16.017 22.655 23.660 36.075 38.576 39.267 53.511

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000

May-20 Jun-20 Jul-20 Aug-20 Sep-20 Oct-20 Nov-20 Dec-20

Spesimen yang Dites Per Hari

(Data per 23 Desember 2020, Sumber: Kemenkes) Sejalan dengan pola tes harian, positive rate harian juga fluktuatif. Dilihat dari pola bulanan, positive rate meningkat di Desember dengan rata-rata positive rate di kisaran 18%.

Rata-rata bulanan orang yang dites per hari

semakin meningkat dan on track dalam memenuhi standar WHO. Namun demikian, secara harian,

jumlah tes fluktuatif dan kerap turun di akhir pekan atau di masa liburan.

Secara umum, kenaikan testing diikuti dengan kenaikan positive rate. Hal ini mengindikasikan masih perlunya meningkatkan jumlah tes untuk mendapatkan profil Covid-19 yang utuh di

Indonesia.

10

JUMLAH TES COVID-19 DAN POSITIVE RATE DI INDONESIA

Positive rate kumulatif masih tinggi pada level 18% di tengah jumlah tes yang meningkat secara gradual → profil penyebaran Covid-19 di Indonesia kemungkinan belum terungkap secara utuh.

(11)

11

TINGKAT TES COVID-19 SECARA KUMULATIF PER 1000 PENDUDUK JAUH LEBIH TINGGI DI NEGARA MAJU

Sumber: ourworldindata, data ter-update yang tersedia, diakses per 22 Desember 2020

4 6 8 13 15 15 16 17 19 20 29 32

70 96 104 117

285

319 348

415 416 426

592

682 689

860

Nigeria South Sudan Mozambique Zimbabwe Senegal Ethiopia Uganda Indonesia Bangladesh Thailand Pakistan Japan South Korea Malaysia South Africa India New Zealand Chile Canada Australia Italy Spain Russia United States United Kingdom Singapore

Total Tes Kumulatif per 1000 Penduduk

(12)

12

SIFAT VIRUS:

• menyebar 70% lebih cepat

• Belum ada bukti bahwa virus lebih mematikan

• kemungkinan besar tidak bereaksi lain terhadap vaksin yang telah disetujui.

PENYEBARAN:

• 60 bagian negara Inggris, terutama

London, Inggris bagian timur dan tenggara.

• Negara dengan virus strain baru: Denmark, Islandia, Australia,

Belanda, Italia, dan

kemungkinan besar di Jerman.

RESPON INGGRIS:

• Memperketat restriksi ke Tier 4 untuk

London dan Inggris

bagian tenggara: wajib stay at home, dilarang saling mengunjungi saat Natal, non-

essential shops, hairdressers, and leisure and

entertainment venues ditutup.

• Mengadakan Crisis Meeting pada hari Senin untuk

membahas respon travel ban berbagai negara sekaligus konsekuensi

terganggunya aliran barang keluar masuk Inggris (freight).

RESPON BERBAGAI NEGARA:

21 Des: > 20 negara memberlakukan travel ban

22 Des: >40 negara memberlakukan travel ban

23 Des: Hampir 60 negara (Eropa dan luar Eropa) melakukan travel ban

(periode bervariasi) terhadap Inggris untuk mencegah penyebaran virus

strain baru ini. Negara-negara tersebut adalah:

EROPA: Austria, Belgium, Bulgaria, Croatia, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, Germany, Gibraltar, Hungary, Ireland, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta,

Moldova, Netherlands, North Macedonia, Norway, Poland, Portugal, Romania, Russia, Slovakia, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey.

LUAR EROPA: Argentina, Canada, Chile,

Colombia, Dominican Republic, El Salvador, Hong Kong, Grenada, India, Iran, Iraq, Israel, Jamaica, Jordan, Kuwait, Morocco, Mauritius, Oman, Pakistan, Panama, Peru, Philippines, Saudi Arabia, Singapore, Sudan, Sri Lanka, Thailand, Tunisia, Uzbekistan.

RESPON WHO:

23 Des: menggelar pertemuan dengan

negara-negara anggota untuk membahas strategi menghadapi virus strain baru ini.

Info terkait:

Afrika Selatan:

mendeteksi virus mutasi Covid-19 yang diberi nama 501.V2 dengan tingkat

penularan jauh lebih tinggi, namun diduga berbeda dengan strain baru di Inggris.

Setidaknya 5 negara

memberlakukan travel ban dari Afsel: Jerman, Turki, Israel, Switzerland, Arab Saudi

Inggris mengumumkan adanya strain baru Coronavirus pada Sabtu, 19 Desember 2020.

Strain baru Coronavirus ditemukan di Inggris

(13)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Pelaksanaan PC-PEN

per 23 Desember 2020

(14)

14

Reclusterisasi untuk Optimalisasi Pelaksanaan Program (1/2)

Alokasi Cluster Kesehatan, Perlinsos, dan Sektoral K/L & Pemda tetap Rp397,56 T (termasuk SILPA Earmark Rp36,44 T)

Rp99,50 T Perlindungan Sosial Rp230,21 T Sektoral K/L & Pemda Rp67,86 T

Kesehatan

Program Alokasi Output 1. Belanja Penanganan

Covid-19

43,41

-

2. Insentif Nakes 7,65 1,031 jt Nakes*

3. Santunan Kematian 0,06

193 Nakes 4. Bantuan Iuran JKN 4,11

47,2 Jt Org 5. Gugus Tugas Covid-19 3,22

- 6. Insentif perpajakan di

Bidang Kesehatan

4,61

- 7. Cadangan Program

Vaksinasi dan Perlinsos 2021 (SILPA 2020 yang di-earmark)

36,44

-

Program Alokasi Output

1. PKH dan Bantuan Beras

PKH 41,97 10 Jt keluarga

2. Sembako dan Bantuan

Tunai Sembako 46,20 19,4 dan 9 Jt kel.

3. Bansos Jabodetabek 7,0 1,9 Jt keluarga

4. Bansos Non-

Jabodetabek 33,61 9,2 Jt keluarga

5. Pra Kerja 20,00 5,6 Jt orang

6. Diskon Listrik 11,54 31,4 Jt RT

7. BLT Dana Desa 31,80 8,04 Jt KPM

8. Bantuan Subsidi Gaji

Kemenaker 29,78 12,4 Jt Org

9. Bantuan Gaji Guru

Honorer Kemendikbud 2,94 1,95 Jt Guru

10.Bantuan Gaji Guru

Honorer Kemenag 1,15 618,7 rb Guru

11.Subsidi Kuota Internet

Kemendibud 3,82 51 Jt Siswa, 5,3 Jt Mahasiswa, dan 3,8

Jt Tendik

12.Bantuan internet siswa, mahasiswa, dan Guru

Kemenag 0,39 9,96 Jt Siswa, 1,12 JtMahasiswa,

Program Alokasi Output 1. Program Padat Karya K/L 20,96 2,25 Jt Naker 2. Insentif Perumahan 0,54 12.904 unit

3. Pariwisata 2,85 89 pemda

a. Hibah 2,31 101 kab/kota

b. K/L 0,54 -

4. DID Pemulihan Ekonomi 5,00 423 daerah 5. Cadangan DAK Fisik 7,29 1,39 jt Naker 6. Pinjaman Daerah 20,00 15 pemda 7. Bantuan Pesantren 2,61 195 Rb

Lembaga dan 14,2 Rb Pesantren

8. Perluasan PEN KemPUPR 1,59 - 9. Dampak Covid Bidang

Naker 0,53 -

10. Peta Peluang Investasi

(BKPM) 0,08 -

11. Da'i bersertifikat &

Bantuan ormas keagamaan

0,04

248 lembaga 12. Perluasan PEN Kementan 1,54 -

13. Food Estate dan

Lingkungan Hidup 4,43 - 14. Komunikasi Publik PEN

Kominfo 0,32 -

15. PEN KemenATR/BPN 0,05 - 16. Sertifikasi TKDN 0,01 -

*) Akumulasi realisasi pembayaran Nakes per bulan s.d. 23 Des

(15)

15

Reclusterisasi untuk Optimalisasi Pelaksanaan Program (2/2)

Alokasi Cluster UMKM dan Pembiayaan Korporasi tetap Rp177,04 T (termasuk SILPA Earmark Rp3,67 T)

UMKM Rp116,31 T Pembiayaan Korporasi Rp60,73 T

*Tidak dihitung sebagai sisa dana karena tanpa DIPA

Insentif Usaha

Program Alokasi Output**

1. PPh 21 DTP 4.03 131,7 Rb WP

2. Pembebasan PPh22 Impor 13.39 14,8 Rb WP

3. PenguranganAngsuran PPh 25 21.59 66,6 Rb WP

4. PengembalianPendahuluan PPN 7.55 2,4 Rb WP

5. Penurunan Tarif PPh Badan 18.78 -

6.

Pembebasan

ketentuan minimal serta Pembebasan biaya abodemen listrik

1.69 -

7. Insentif BM DTP Kemenperind 0.58 - 8. Insentif Usaha Lainnya (Bantalan) 53.00 -

a. DTP 40.60 -

b. SF Pajak 12.40 -

1. PMN BUMN (termasuk

tambahan PMN untuk PT Bio

Farma) 24,07

2. Pemberian pinjaman

(Investasi) kepada BUMN 19,65 3. Penjaminan Kredit Korporasi 2,01

a. Belanja IJP (Potensi

Realisasi) 0, 01

b. Stop Loss Penjaminan 2,00

4. Pembiayaan SWF 15,00

Program Alokasi Output**

1. Subsidi bunga 12,93 22,18 jutadebitur 2. Penempatan Dana

(digabung dengan penempatan dana korporasi)*

66,75 4,6 jutadebitur 3. Penjaminan Kredit

UMKM 2,50 761,04 Rb debitur

a. Belanja IJP (potensi

realisasi) 1,50

b. Stop Loss 1,00

4. PPh Final UMKM DTP 1,08 241,5 Rb WP 5. Pembiayaan Investasi

LPDB KUMKM 1,29 101 Rb

6. Banpres Produktif Usaha UMKM

Mikro (BPUM) 28.80 12 juta usaha 7. Cadangan UMKM 2021

(SILPA 2020 earmark) 3,67

**Output per 23 Des 2020

Rp120,61 T

(16)

16

PELEBARAN DEFISIT APBN 2020

Mencerminkan dampak Covid-19 terhadap pendapatan negara & kebutuhan pendanaan untuk mengakomodasi penanganan Covid-19

APBN 2020

(Rp Triliun)

Original

(Perpres 78/2019)

1

st

Change

(Perpres 54/2020)

2

nd

Change

(Perpres 72/2020)

A. PENDAPATAN NEGARA 2.233,2 1.760,9 1.699,9

1. Penerimaan Perpajakan 1.865,7 1.462,6 1.404,5

2. PNBP 367,0 297,8 294,1

B. BELANJA NEGARA 2.540,4 2.613,8 2.739,2

I. Belanja Pemerintah Pusat 1.683,5 1.851,1 1.975,2

II. Transfer ke Daerah dan Dana Desa 856,9 762,7 763,9

C. SURPLUS/(DEFISIT) (307,2) (852,9) (1.039,2)

% Surplus/(Defisit) terhadap PDB (1,76) (5,07) (6,34)

D. PEMBIAYAAN 307,2 852,9 1.039,2

Penurunan pendapatan negara akibat penurunan aktivitas

ekonomi dan penyediaan insentif untuk mendukung bidang

kesehatan dan dunia usaha

Peningkatan belanja terutama

untuk program kesehatan, social safety net, dan pemulihan

ekonomi

Defisit diperbolehkan meningkat di atas 3% terhadap PDB hingga 2022

Strategi pembiayaan yang pruden

untuk menutup kebutuhan defisit

dan mendukung program PEN

(17)

REALISASI PROGAM PC & PEN MENUNJUKKAN AKSELERASI PENCAIRAN

Sampai dengan 23 Desember 2020, dana terserap sebesar Rp 502,71 Triliun (72,3% dari Pagu)

KESEHATAN PERLINDUNGAN SOSIAL SEKTORAL & PEMDA

54.4%

Rp54,13T 88.1%

Rp59,77T 94.7%

Rp217,99T

INSENTIF USAHA UMKM PEMBIAYAAN KORPORASI

92.8%

Rp107,93T 45.4%

Rp54,73T 13.4%

Rp8,16T

KESEHATAN

• Tujuan: Alokasi untuk insentif nakes, biaya klaim perawatan, pengadaan APD, Alkes/Sarpras, serta operasi dan sosialiasi

penegakan PSBB dan protokol kesehatan

Tujuan: pemberian dukungan daya beli untuk menekan laju peningkatan kemiskinan serta

mendorong konsumsi masyarakat

Pagu: Rp99,50 T PERLINDUNGAN SOSIAL Pagu: Rp230,21 T

SEKTORAL & PEMDA

Tujuan: merupakan program untuk dukungan pemda serta K/L dalam proses pemulihan ekonomi

Tujuan: Program untuk menopang permodalan dan cashflow UMKM pada masa pandemi berupa,

bantuan permodalan baik melalui perbankan maupun secara langsung

Pagu: Rp67,86 T

Pagu: Rp116,31 TUMKM

PEMBIAYAAN KORPORASI

Tujuan: Dukungan korporasi

melalui BUMN serta penjaminan modal kerja

Tujuan: insentif perpajakan untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha serta daya beli masyarakat (PPh 21 DTP)

Pagu: Rp60,73 T

INSENTIF USAHA Pagu: Rp120,61 T

(18)

KESEHATAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(19)

PROGRESS REALISASI KESEHATAN BARU MENCAPAI 54,4%

DARI PAGU PENYESUAIAN

No Program

Alokasi (Rp Triliun) Realisasi (Rp Triliun) Pagu DIPA Belum

DIPA

Tanpa DIPA

Smt 1 (A)

23 Des (B)

Selisih (B-A)

% Pagu Kesehatan

99,50 58,6 7,10 2,4 4,96 54,13 49,17 54,39 1 Gugus Tugas Covid

3,22 3,5 2,92 3,22 0,30100,00

2 Tambahan Belanja

Stimulus 55,24 53,65 0,09 46,85 46,76 84,81

a. Insentif nakes

9,55 6,63 0,60 0,09 7,25 7,16 75,92

b. Santunan kematian

0,06 0,06 0 0,06 0,06 96,67

c. Bantuan iuran BPJS

Kesehatan 4,11 3,00 1,10 0 2,70 1,92 65,69

d. Biaya penanganan

Covid 41,52 43,39 1,1 0 36,84 18,2 88,73

3 Insentif Perpajakan

4,61 2,4 1,95 4,06 2,11 88,07

4 Cadangan Vaksin dan

Perlinsos 2021 36,44

4,96

21,92

31,42

41,43

54,13

Smt. 1 Q3 Oktober November 23-Dec

Tren Penyerapan Positif (dalam Rp. Triliun)

Monthly Growth

∆ 17 T

∆ 9.5 T

∆ 9.93 T

∆ 12.7 T

(20)

Manfaat Program Cluster Kesehatan

Insentif Nakes

Pusat dan Daerah

▪ Dokter Spesialis (maks 15Jt/bln)

▪ Dokter PPDS (maks 12Jt/bln)

▪ Dokter Umum (maks 10Jt/bln)

▪ Perawat (maks 7,5Jt/Bln)

▪ Tenaga Kesehatan Lainnya (maks 5Jt/bln)

▪ Telah diberikan kepada 1,031 juta nakes

Santuan Kematian Nakes

penghargaan bersifat santunan sebesar Rp300 jt/nakes. Telah diberikan kepada 193 nakes

yang meninggal

Gugus Tugas

Penanganan Covid-19

Sebagai dana awal untuk Biaya

Klaim Perawatan, Sarpras / Alkes Kesehatan, serta lainnya (riset

untuk Lembaga Biologi Eijkman, dan Univ. Erlangga)

Belanja Penanganan Covid-19

Penggunaan untuk Biaya Klaim Perawatan, Sarpras / Alkes

Kesehatan, vaksin, kefarmasian, pengujian Covid-19, serta

operasi dan sosialiasi

penegakan PSBB dan protokol kesehatan

Bantuan Iuran JKN

Bantuan Rp16.500 per orang

perbulan untuk Peserta PBPU dan Peserta BP. Realisasi pada

November 2020 untuk 47,2 juta penerima

Insentif berupa PPN DTP serta Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)

Insentif Perpajakan Kesehatan

20

(21)

PERLINDUNGAN SOSIAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(22)

PROGRESS REALISASI PERLINDUNGAN SOSIAL TELAH MENCAPAI 94,7% DARI PAGU PENYESUAIAN

No Program

Alokasi (Rp Triliun) Realisasi (Rp Triliun)

Pagu DIPA Belum DIPA

Tanpa DIPA

Smt 1 (A)

23 Des (B)

Selisih (B-A)

% Pagu Perlindungan Sosial 230,21 232,52 1,60 70,72 217,99 147,27 94,69

1 PKH dan Bantuan Beras 41,97 37,00 24,08 41,97 17,89100,00

2 Kartu Sembako dan

Bantuan Tunai 46,20 43,12 19,03 46,21 27,18100,02

3 Bansos Jabodetabek 7,00 6,84 1,4 7,09 5,69101,29

4 Bansos Tunai Non

Jabodetabek 33,61 33,4 15,4 33,76 18,36100,45

5 Kartu Pra Kerja 20,00 20,00 2,42 19,9 17,48 99,50

6 Diskon Listrik 11,54 11,6 3,1 9,74 6,64 84,40

7 Cadangan Pangan/Logistik 38,09 48,76 0 38,83 38,83101,94

a. Bantuan subsidi gaji 29,78 29,85 29,78

b. Subsisi kuota internet

Kemendikbud 3,82 6,7 4,52

c. Bantuan internet

Kemenag 0,40 1,2

d. Bantuan honor Kemenag 1,15 1,60 1,12

e Subsisi honor

Kemendikbud 2,94 2,94 3,41

8 BLT Dana Desa 31,80 31,8 5,29 20,49 15,2 64,43

70,72

157,03

174,06

211,02 217,99

Smt. 1 Q3 Oktober November 23-Dec

Tren Penyerapan Positif (dalam Rp. Triliun)

Monthly Growth

∆ 86.31 T

∆ 17.04 T

∆ 36.96 T

∆ 6.97 T

(23)

JUMLAH PENERIMA MANFAAT PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL

23

PKH

10 Juta KPM

Kartu Sembako

19,4 Juta KPM

Diskon Listrik

31,4 Juta

Rumah Tangga

9,2 Juta KPM

BST Non Jabodetabek

Bantuan Sembako

Jabodetabek BLT Dana Desa

8,04 Juta KPM 5,6 Juta Orang

Pra Kerja

1,9 Juta KPM 12,4 Juta Orang

Subsidi Gaji Naker

Bantuan Beras PKH

10 Juta KPM

BST Kartu Sembako Non-PKH

9 Juta KPM

Subsidi Gaji Guru

Honorer Kemendikbud 1,95 juta Orang

Subsidi Kuota Kemendikbud 44,3 Juta Penerima

Subsidi Gaji Guru Honorer Kemenag

618,7 ribu orang

(24)

SEKTORAL K/L

& PEMDA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(25)

PROGRESS REALISASI SEKTORAL K/L DAN PEMDA MENCAPAI 88,1% DARI PAGU PENYESUAIAN

No Program

Alokasi (Rp Triliun) Realisasi (Rp Triliun) Pagu DIPA Belum

DIPA

Tanpa DIPA

Smt 1 (A)

23 Des (B)

Selisih (B-A)

% Pagu Segktoral KL dan Pemda 67,86 49,03 20,00 5,23 59,77 54,54 88,1

1 Padat Karya K/L 20,96 18,43 5,23 16,67 11,44 79,53

2 Perumahan 0,54 1,3 0 0,47 0,47 87,04

3 Pariwisata 2,85 3,9 0 2,25 2,25 78,95

4 DID Pemulihan Ekonomi 5,00 5,00 4,96 4,96 99,20

5 Cadangan DAK Fisik 7,29 8,7 7,29 7,29100,00

6 Pinjaman Daerah 20,00 20,00 0 20 20100,00

7 Cadangan Perluasan 11,20 11,7 8,243 8,243 73,60

a. Bantuan Pesantren 2,61 2,6 2,56

b. Perluasan PEN 1,59 1,7 1,29

c. Petluang Investasi 0,08 0,5 0,003

d. Komunikasi PEN 0,32 0,1 0,12

e KLHK Food Estate 4,43 3,2

f Dmpk Covid Naker 0,53 0,45

G Dai Bersertifikat 0,04 6,4 0,04

H PEN ATR 0,05 0,3 0,01

I PEN Kementan 1,54 0,1 0,47

j Sertifikasi TKDN 0,01 0,1

5,23

26,61 30,42

36,37

59,77

Smt. 1 Q3 Oktober November 23-Dec

Tren Penyerapan Positif (dalam Rp. Triliun)

Monthly Growth

∆ 21.38 T

∆ 3.81 T

∆ 5.95 T

∆23.39 T

(26)

Manfaat Program Cluster Sektoral K/L dan Pemda

Program Padat Karya

Memberikan penghasilan sementara bagi pekerja

melalui program K/L. Telah diberikan kepada 2,25 juta pekerja

Insentif Perumahan

Pemberian Subsidi Selisih Bunga (SSB) & Subsidi Selisih Marjin

(SSM) serta Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Telah salur untuk 12.904 Unit

DID Pemulihan Ekonomi

Memberikan reward kepada daerah pada 3 aspek, yaitu penanganan

kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan dukungan UMKM. Pemberian

Tahap 1 untuk 171 daerah, tahap 2 untuk 149 daerah, serta tahap 3 untuk 423 daerah.

DAK Fisik

Pemberian DAK Fisik untuk bidang dan kegiatan tertentu yang medukung

Program PEN secara padat karya,

menggunakan material dan tenaga kerja local. Diperkirakan untuk 1,39 juta

naker.

Pinjaman Daerah

fasilitas pinjaman kepada Pemerintah Daerah untuk mendukung pemulihan ekonomi di daerah. Saat ini, sudah disalurkan ke 15 pemda dengan nilai Rp20 T

Bantuan Operasional Pesantren

Bantuan Operasional untuk Pesantren, Madrasah, LPQ (telah diberikan kepada

193.165 Lembaga dengan rata-rata Rp12,25 Jt/lembaga) serta Bantuan Daring pada

Pesantren (telah diberikan kepada 14.155 pesantren dengan rata-rata Rp14,96

Jt/lembaga)

Stimulus Pariwisata

Insentif Pariwisata

Kemenparekraf dan subsidi angkutan 5 KSPN pada

Kemenhub serta Hibah Pemda (70% diteruskan kepada indsutri hotel dan restoran)

Food Estate dan Lingkungan Hidup

Program pengembangan food estate pada beberapa K/L serta program lingkungan hidup seperti Penanaman Mangrove,

Produktivitas Perikanan,

restorari terumbu karang, serta Tambahan Subsidi Pupuk

Program PEN K/L lainnya

Dampak Covid Bidang Naker, Komunikasi Publik PEN Kominfo, Peta Peluang

Investasi (BKPM), serta perluasan program PEN pada Kementan,

KemenPUPR, Kem ATR/BPN, serta Kemenperind

26

(27)

INSENTIF USAHA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(28)

REALISASI INSENTIF FISKAL UNTUK DUNIA USAHA MENCAPAI 45,4% DARI PAGU

No Program

Alokasi (Rp Triliun) Realisasi (Rp Triliun) Pagu DIPA Belum

DIPA

Tanpa DIPA

Smt 1 (A)

23 Des (B)

Selisih (B-A)

% Pagu Insentif Usaha

120,61 12,00 73,8 13,5 54,73 41,22 45,37 1 PPh 21 DTP

4,03 9,7 3,43 3,43 85,11

2 Pembebasan PPh 22

Impor 13,39 13,40 13,34 13,34 99,63

3 Pengurangan Angsuran

PPh 25 21,59 21,60 20,3 20,3 94,03

4 Pengembalian

Pendahuluan PPN 7,55 7,60 4,97 4,97 65,83

5 Penurunan Tarif PPh

Badan 18,78 18,80 12,68 12,68 67,52

6 Pembebasan biaya daya

1,69 1,7 7 Bantalan (DTP dan

Shortfall Pajak) 53,00

13,5

28,07

38,12

46,65

54,73

Smt. 1 Q3 Oktober November 23-Dec

Tren Penyerapan Positif (dalam Rp. Triliun)

Monthly Growth

∆ 14.58 T

∆ 10.05 T

∆ 8.53 T

∆ 8.07 T

(29)

INSENTIF USAHA BERDAMPAK POSITIF

berpengaruh terhadap kelangsungan usaha WP yang mayoritas di sektor perdagangan

29

1. Hingga 21 Desember 2020, sebanyak 215.612 permohonan telah disetujui (di luar WP UMKM), yang terdiri dari:

• PPh Pasal 21 DTP : 131.685

• Pembebasan PPh Pasal 22 Impor : 14.888

• Pengurangan angsuran PPh Pasal 25 : 66.621

• Restitusi dipercepat : 2.418

2. Secara sektoral, didominasi oleh 4 sektor utama yaitu :

• Perdagangan 101.242 (46,96%)

• Industri Pengolahan 41.328 (19,17%)

• Konstruksi dan Real Estat 14.986 (6,95%)

• Jasa Perusahaan 13.754 (6,38%)

(30)

DUKUNGAN UMKM

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(31)

PROGRESS REALISASI DUKUNGAN UMKM SUDAH MENCAPAI 92,8% DARI PAGU

No Program

Alokasi (Rp Triliun) Realisasi (Rp Triliun) Pagu DIPA Belum

DIPA

Tanpa DIPA

Smt 1 (A)

23 Des (B)

Selisih (B-A)

% Pagu Dukungan UMKM

116,31 71,05 1,40 67,00 30,22 107,93 77,68 92,77 1 Subsidi Bunga

12,93 35,3 8,23 8,23 63,65

2

Penempatan Dana unt restrukturisasi kredit

UMKM 66,75 67,00 66,75 66,75100,00

3 Penjaminan Kredit

UMKM 2,10 5,93 2,09 2,090 99,52

4 PPh Final UMKM DTP

0,77 1,10 0,74 0,74 96,10

5 Pembiayaan Investasi

melalui LPDB KUMKM 1,29 1,0 0,30 1,29 1,29100,00

6 Bantuan Produktif

Pelaku Usaha Mikro 28,80 28,82 28,8 28,8100,00

7 Silpa Earmark UMKM

3,67

30,22

84,85 92,60 100,10 107,93

Smt. 1 Q3 Oktober November 23-Dec

Tren Penyerapan Positif (dalam Rp. Triliun)

Monthly Growth

∆ 54.63 T

∆ 7.75 T

∆ 7.50 T

∆ 7.83 T

(32)

Manfaat Program Cluster Dukungan UMKM

Penempatan Dana

Penempatan dana Rp66,7 Triliun,

Perbankan telah

menyalurkan kredit Rp306,83 Triliun

kepada 4,6 juta debitur

Pembiayaan Investasi LPDB

Dari investasi Rp1 Triliun, telah dapat disalurkan pembiayaan sebesar Rp1 Triliun kepada 63 mitra koperasi dengan jumlah nasabah 101 ribu UMKM

PPh Final UMKM

Fasilitas ini dimanfaatkan oleh 233,1 Ribu Wajib Pajak

Penjaminan Kredit UMKM

Telah dimanfaatkan oleh 761,04 ribu debitur

Subsidi Bunga UMKM Subsidi bunga UMKM

telah dimanfaatkan oleh 22,18 juta debitur

Banpres Pelaku Usaha Mikro (BPUM)

Telah disalurkan kepada 12 juta usaha mikro

32

Referensi

Dokumen terkait

OJK memberikan dukungan melalui kebijakan peningkatan akses keuangan UMKM untuk mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar 30% kepada UMKM di tahun 2024 yang

Adapun untuk kredit UMKM pada bank umum, hingga triwulan II-2011, kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp1.72 triliun atau mengambil pangsa sebesar 41,56% dari total

Kasus harian Malaysia terus mencapai rekor tertinggi, didorong berbagai faktor: pasca perayaan Idul Fitri, perjalanan interstate, penyebaran varian baru, serta kasus sporadic yang

Metode pengelolaan limbah dapat mengadopsi yang telah dilakukan pada program vaksinasi lainnya, aturan teknis sudah tercakup pada Permenkes 12 Tahun 2017. Mekanisme pengawasan

Fitrawaty, F., & Maipita, I.: Analisis dampak kebijakan pemulihan ekonomi nasional (Studi kasus: Masa pandemi Covid-19) 160 Kontribusi ekspor UMKM dinilai hanya

Menengah Terhadap Pendapatan Nasional Pada Sektor UMKM di Indonesia", Jurnal Ekonomi Pembangunan,

Selain itu, 42% dari total responden belum mendapatkan bantuan apapun walaupun mereka diusulkan untuk memperoleh bantuan PEN (exclusion error). 2) Berdasarkan poin nomor

Istilah “Agunan” dalam UU Perbankan diartikan “Agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kreditr dan pembiayaan