• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asas asas akuntansi

N/A
N/A
Indra Permana

Academic year: 2023

Membagikan "Asas asas akuntansi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Asas asas akuntansi

Eko Setyanto, SE., M.Ak.

(2)

ASAS ASAS AKUNTANSI

Cash Basis

Akrual Basis

KONSEP Kesatuan Usaha,

KESINAMBUNGAN (Going Concern),

Perbandingan Pengeluaran Beban Dengan Penghasilan (Matching Concept) Dan

Harga Perolehan (COST) Serta Implikasinya

(3)

Metode Pencatatan Akuntansi

Setiap perusahaan tentu menjalankan proses akuntansi untuk kelangsungan bisnis.

Dalam proses akuntansi tersebut, perusahaan akan melakukan pencatatan sehingga segala hal mengenai keuangan perusahaan dapat didata dan dicatat dengan baik.

Pada dasarnya, pencatatan akuntansi terdiri dari dua metode yaitu cash basis dan akrual basis.

Kedua metode pencatatan akuntansi memiliki perbedaan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip akuntansi secara umum.

(4)

Cash Basis

Cash basis merupakan proses pencatatan transaksi akuntansi, di mana

transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas.

Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas.

Sebagai contoh, pada metode cash basis ini, pendapatan belum dicatat

meskipun barang atau jasa sudah diberikan kepada pelanggan. Pendapatan baru akan dicatat pada saat pembeli atau pelanggan membayar sejumlah uang atau kas kepada penjual.

Setiap transaksi yang terjadi dicatat   berdasarkan jumlah nominal yang diterima.

(5)

Cash Basis

Pengakuan pendapatan pada cash basis dilakukan saat perusahaan menerima pembayaran secara kas.

Dalam konsep, cash basis menjadi hal yang kurang

penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih.

Maka, dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak

mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.

(6)

Cash Basis

Pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas.

Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima

pembayaran, maka biaya sudah diakui pada saat itu juga.

Metode cash basis sekarang ini sudah mulai ditinggalkan, namun untuk usaha-usaha tertentu masih ada yang

menggunakan cash basis seperti toko, warung, mall (retail), dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat.

(7)

Akrual Basis

Akrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat sedang terjadi,

meskipun belum menerima ataupun mengeluarkan kas.

Pada akrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, sedangkan biaya dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan, meskipun belum mengeluarkan kas.

Dengan demikian, pada metode akrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan, meskipun kas belum diterima

(8)

Akrual Basis

Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan

penagihan dari hasil kegiatan perusahaan.

Dalam konsep akrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima.

Maka, dalam akrual basis kemudian muncul adanya

estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui meskipun kas belum diterima

(9)

Akrual Basis

Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi.

Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah

terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar.

Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep akrual basis.

Penerapan metode akrual diharapkan dapat memberikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan kepada pemilik modal perusahaan.

(10)

Perlu dicatat bahwa secara keseluruhan, jumlah

pencatatan akuntansi baik dengan metode cash basis maupun akrual basis akan menghasilkan angka yang sama.

Perbedaan keduanya hanya pada waktu pencatatan transaksi dan selanjutnya di-posting menjadi sebuah laporan keuangan.

(11)

Konsep Kesatuan Usaha

Konsep kesatuan usaha adalah informasi keuangan perusahaan yang hanya menginformasikan masalah keuangan perusahaan itu sendiri.

Keuangan perusahaan terpisah dari pemilik, keuangan karyawan, dan dari keuangan para direksi.

Dengan demikian, perusahaan dianggap sebagai badan atau organisasi yang berdiri sendiri.

(12)

Kesinambungan (Going Concern)

Perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya berusaha berjalan terus-menerus sepanjang masa.

Dalam proses usaha tersebut, senantiasa dibuat laporan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan perusahaan yang disusun secara periodik dapat dibandingkan sehingga diperoleh informasi kemajuan atau kemunduran usaha.

Dengan membandingkan laporan keuangan dari suatu periode ke periode lainnya, dapat diperoleh suatu data akurat menganai naik turunnya pendapatan dan beban.

Dari perbandingan laporan keuangan itu, jika dipandang perlu dibuatlah strategi dan kebijaksanaan untuk pengembangan usaha.

(13)

Penetapan Beban dan Pendapatan (Matching Concept)

 Penetapan beban dan pendapatan perusahaan hanya

diakui dalam periode yang bersangkutan sehingga beban dan pendapatan yang terjadi benar-benar sudah

direalisasikan.

Perhitungan laba rugi yang dilaporkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam jangka waktu yang

tertentu atau periode tertentu.

(14)

Harga Perolehan (Cost)

Transaksi usaha yang terjadi dalam pembelian yang dilakukan perusahaan dicatat sebesar harga perolehan barang tersebut.

Misalnya, dibeli sebuah mesin seharga Rp.10.000.000,-. Mesin tersebut kemudian dipasang di pabrik. Ternyata masih dikeluarkan beban

pemasangan mesin sebesar Rp.1.200.000,-. Maka, harga perolehan menjadi Rp.11.200.000,- (Rp.10.000.000,- + Rp.1.200.000,-).

Nilai inilah yang dicatat dalam akuntansi. Harga perolehan adalah

jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh sebuah barang atau jasa dalam pertukaran.

(15)

Periode Akuntansi

Informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan secara berkala, misalnya per tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun.

Pelaporan informasi keuangan secara berkala ini disebut periode akuntansi.

Tujuan diadakannya pelaporan secara berkala ini adalah untuk menentukan strategi dan kebijakan perusahaan pada masa yang akan datang.

(16)

Pengukuran Nilai Uang

Transaksi-transaksi usaha harus dapat diukur dengan satuan uang tertentu.

Demikian juga dengan harta, utang, dan modal yang terdapat dalam perusahaan.

Dengan adanya pengukuran dengan nilai uang ini, maka seluruh kekayaan perusahaan dapat dihitung nilainya.

Referensi

Dokumen terkait

pemerintahan ada tiga, yaitu basis kas, basis kas menuju akrual, dan basis akrual. 71 Tahun 2010) Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah saat ini adalah

Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk pengakuan pos- pos pendapatan, belanja, dan pembiayaan dan basis akrual. untuk

Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara

Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya suatu pendapatan ialah dari jumlah kas maupun ekuivalennya yang diterima dari hasil transaksi penjualan.. Harga jual merupakan

Penjualan merupakan pendapatan yang diterima dari pertukaran barang dan jasa yang dicatat dari suatu periode akuntansi tertentu, baik berdasarkan kas (sebagaimana

Dengan kata lain, pendapatan dicatat ketika kas diterima, penangguhan pendapatan (unearned) tidak dimasukkan dalam laba fiskal, dan biaya diakui pada saat kas

Kesimpulan dari penelitian ini CV Cantik Supplies mengakui pendapatan secara metode Basis Akrual dan Basis Kas dengan metode pencatatan periodik, mengukur pendapatan berdasarkan satuan

xxx Kas pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterirna maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti