Asas asas akuntansi
Eko Setyanto, SE., M.Ak.
ASAS ASAS AKUNTANSI
•
Cash Basis•
Akrual Basis•
KONSEP Kesatuan Usaha,•
KESINAMBUNGAN (Going Concern),•
Perbandingan Pengeluaran Beban Dengan Penghasilan (Matching Concept) Dan•
Harga Perolehan (COST) Serta ImplikasinyaMetode Pencatatan Akuntansi
• Setiap perusahaan tentu menjalankan proses akuntansi untuk kelangsungan bisnis.
• Dalam proses akuntansi tersebut, perusahaan akan melakukan pencatatan sehingga segala hal mengenai keuangan perusahaan dapat didata dan dicatat dengan baik.
• Pada dasarnya, pencatatan akuntansi terdiri dari dua metode yaitu cash basis dan akrual basis.
• Kedua metode pencatatan akuntansi memiliki perbedaan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip akuntansi secara umum.
Cash Basis
• Cash basis merupakan proses pencatatan transaksi akuntansi, di mana
transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas.
• Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas.
• Sebagai contoh, pada metode cash basis ini, pendapatan belum dicatat
meskipun barang atau jasa sudah diberikan kepada pelanggan. Pendapatan baru akan dicatat pada saat pembeli atau pelanggan membayar sejumlah uang atau kas kepada penjual.
• Setiap transaksi yang terjadi dicatat berdasarkan jumlah nominal yang diterima.
Cash Basis
•
Pengakuan pendapatan pada cash basis dilakukan saat perusahaan menerima pembayaran secara kas.•
Dalam konsep, cash basis menjadi hal yang kurangpenting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih.
•
Maka, dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidakmengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
Cash Basis
•
Pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas.•
Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterimapembayaran, maka biaya sudah diakui pada saat itu juga.
•
Metode cash basis sekarang ini sudah mulai ditinggalkan, namun untuk usaha-usaha tertentu masih ada yangmenggunakan cash basis seperti toko, warung, mall (retail), dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat.
Akrual Basis
•
Akrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat sedang terjadi,meskipun belum menerima ataupun mengeluarkan kas.
•
Pada akrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, sedangkan biaya dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan, meskipun belum mengeluarkan kas.•
Dengan demikian, pada metode akrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan, meskipun kas belum diterimaAkrual Basis
•
Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukanpenagihan dari hasil kegiatan perusahaan.
•
Dalam konsep akrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima.•
Maka, dalam akrual basis kemudian muncul adanyaestimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui meskipun kas belum diterima
Akrual Basis
• Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi.
• Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah
terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar.
• Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep akrual basis.
• Penerapan metode akrual diharapkan dapat memberikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan kepada pemilik modal perusahaan.
•
Perlu dicatat bahwa secara keseluruhan, jumlahpencatatan akuntansi baik dengan metode cash basis maupun akrual basis akan menghasilkan angka yang sama.
•
Perbedaan keduanya hanya pada waktu pencatatan transaksi dan selanjutnya di-posting menjadi sebuah laporan keuangan.Konsep Kesatuan Usaha
•
Konsep kesatuan usaha adalah informasi keuangan perusahaan yang hanya menginformasikan masalah keuangan perusahaan itu sendiri.•
Keuangan perusahaan terpisah dari pemilik, keuangan karyawan, dan dari keuangan para direksi.•
Dengan demikian, perusahaan dianggap sebagai badan atau organisasi yang berdiri sendiri.Kesinambungan (Going Concern)
• Perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya berusaha berjalan terus-menerus sepanjang masa.
• Dalam proses usaha tersebut, senantiasa dibuat laporan keuangan perusahaan.
• Laporan keuangan perusahaan yang disusun secara periodik dapat dibandingkan sehingga diperoleh informasi kemajuan atau kemunduran usaha.
• Dengan membandingkan laporan keuangan dari suatu periode ke periode lainnya, dapat diperoleh suatu data akurat menganai naik turunnya pendapatan dan beban.
• Dari perbandingan laporan keuangan itu, jika dipandang perlu dibuatlah strategi dan kebijaksanaan untuk pengembangan usaha.
Penetapan Beban dan Pendapatan (Matching Concept)
•
Penetapan beban dan pendapatan perusahaan hanyadiakui dalam periode yang bersangkutan sehingga beban dan pendapatan yang terjadi benar-benar sudah
direalisasikan.
•
Perhitungan laba rugi yang dilaporkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam jangka waktu yangtertentu atau periode tertentu.
Harga Perolehan (Cost)
• Transaksi usaha yang terjadi dalam pembelian yang dilakukan perusahaan dicatat sebesar harga perolehan barang tersebut.
• Misalnya, dibeli sebuah mesin seharga Rp.10.000.000,-. Mesin tersebut kemudian dipasang di pabrik. Ternyata masih dikeluarkan beban
pemasangan mesin sebesar Rp.1.200.000,-. Maka, harga perolehan menjadi Rp.11.200.000,- (Rp.10.000.000,- + Rp.1.200.000,-).
• Nilai inilah yang dicatat dalam akuntansi. Harga perolehan adalah
jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh sebuah barang atau jasa dalam pertukaran.