MAKALAH
PERANAN GURU DALAM MENGELOLA PBM DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN
PROSES PADA BIDANG STUDI IPS DI SD
[fl1[( tEnruslfifiil uNty.[E6Eil
ti!.t,t[
DtrEititA
lot.
.ql,MBER/fiai6r.
r0lErst
:SevAh
tr ?cav -10
Hq
i!.tf{vHlrils i:t
:
u) ?aa -
Ptrl
sr2.Oz ,l/
a5_
Oleh : KARTINI NASUTION
H KOLEI(SI
t
2.Gt
.IAGA OAN FEiGUNAKANLA
_
I}I
I
OENGAN BAIK SUATI'SAAT
ANSANGAT ME
AK
OAN CUCU ANI'A MBUTUKANITYAlf,tll
$lL$
PERPusl It6
rE Grt ? l0
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UMVERSITAS NEGERI PADANG
. 1999
'1ury1'ttto
"
PERANAII GI]RU DALAM MENGELOLA PBM DENGAN MENGGTJNAKAN PEIYDEKATAN KETERAMPILAN
PROSES PADA BIDANG STUDI IPA DI SD
Oleh
: KARTINI
NASL-TTIONFAKT'LTAS
ILMU PENDIDIKAN UNIVERSIT.A,S
NEGERI PADANG
2001
PERANAN GURU DALAM MENGELOLA PBM DENGAN MENGGUNAKAN PENDEXATAN KETERA]VIPILAN PROSES PADA
BIDANG STUDI IPA DI
SDA.
PendahuluanUpaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional dibutuhkan
kerja sama dari berbagar komponen pendidikan, seperti guru, sarana dan prasamna, metoda, dan srstem penilaian sena mengikuti perkembanganilmu
pengetahuan dan teknologi.Perkembangan
ilmu
pengctahuan dan teknologi yang cepat tidak akandapat menggantikan peranan guru, sebab guru merupakan salah
satukomponen pendidikan yang menentukan keberhasilan
pendidikan.Sehubungan dengan hal tersebut, Nana Sudjana (1989 : 2) mengatakan :
Guru
merupakanujung tombak
pendidikarL sebabguru
secaralangsung berupaya mempengaruhi, membina
danmengembangkan kemampuan seswa agar menjadi manusia yang cerdas, terampil dan bermoral tinggi.
Berdasarkan
kutipan dr
atas,bahwa
peranan seorangguru
sangat berpengaruhterhadap
perkembangantingkah laku siswa dalam
mencapai tujuan pendidikan.Keberhasilan guru dalam melaksanakan peranannya sebagai pendidik dan pengajar akan ditentukan
oleh
kemampuan dasamya kemampuan dasardari guru
tersebut akan tercermin dalam kompotensi guru,seperti
tercantum dalam buku maten khusus penataran P4IKIP
Padang (1991:
16)yaitu
:I
)
Mengembangkan kePribadianI
Menguasai dan mendalami bahan pengajaran Mengelola
progam
belajar mengajarMengelola kelas
Menggunakan media dan sumber belajar Meng,asai landasan pendidikan
Mengelola interaksi belajar mengajar
Menilai
prestas siswa untuk kepentingan pengajaran Mengenal fungsi dan program bimbingan dan konseling 10)Memahami prinsipprinsip dan
menafsirkanhasil -
hasilpenel iti an pendrdikan untuk keperluan pen gaj aran.
Penelitian pendidikan untuk keperluan pengajaran dengan memahami seluruh kompetensi
guru
diatas maka jelaslahbahwa guru perlu memiliki
beberapa pengetahuandan keterampilan dalam
melaksanakan tugasnya, keseluruhan kompetensidi atas harus dimiliki oleh guru, baik
jenjangpendidikan dasar, pendidikan menengah maupun Perguruan Tinggi.
Pendidikan dasar merupakan
jenjang
pendidikan pertama yang harusdilalui oleh siswa untuk
mertgembangkankonsep dasamyam
sebelum memasuki jenjang pendidikan menengah. Pada jenjang pendidkan dasar siswa diharapkan dapatmemiliki
pengetahuan, sikap, dan kemampua't d^sar untuk hrdup dalam masyarakat. Dalam rangka mencapai tuj uandi
alas' maka gurudituntut
untuk dapat berperan denganbaik,
yang sesuai dengan konpetensi guru sebagai pendidr dan pengajar.Pelaksanaan
pentlidikan
dasarharus
d'isesuaikan dengan keputusanMenteri Tanggal 22 Otober 1983 No 046tru/1983' tentang
perbaikankurikulum pendidikan
dasar dan menengahdalam
lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,yaitu
disempumakannyakurikulum SD
1975menjadr
kunkulum
SD 1984.2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) e)
2
Orientasi dari kurikulum 1985 mengarah pada
pendekatan keterampilan proses, artinya proses belajar mengajar yang dilaksanakan lebih mengarah pada bagaimana siswa belajar dan ap^ yang dipelajan siswa.Untuk itu
gurudituntut
mempedomanikurikulum
1984,yaitu
dengan melaksanakan prinsip CBSA dalam proses belajar mengajar pada jenjang pendidikan dasar.Prinsip belajar CBSA menuntut keaktifan siswa belajar,
sehingga dapat memproses perairannya, baik dari segikognitif, afektif, dar
psikomotordalam kehidupan sehari-han
berdasarkanprinsip CBSA di atas,
Nana Sudjana ( 1989 : I 2) mengemukakan bahwa :CBSA
merupakan salah satu cara atau strategi belajar mengajaryang menuntut keaktifan dan partisipasi dan sublek didik
seoptrmal mungkin, sehinggamurid
mampu mengubah tingkah lakunya secaraafektif
dan efisien.Dengan memahami
kutipan di
atas, jelaslah bahwakealtifan
siswa sangat diutamakandalam
prosesbelajar
mengajar,untuk
mencapai tuj uanpengajaran, sehubungan dengan peranan guru dalam proses belajar mengajar' Usman (1990
: l)
mengemukakan bahwa :Peranan guru merupakan serangkaian tingkah
laku
yang salingberkaitan, yang dilakukan dalam situasi tertentu
sertaberhubugan dengan kemajuan perubahan tingkah laku murid dan perkembangan mund yang menjadi utama.
Sesuai dengan
kutipan di
atas, makajelaslah bahwa
p€rananguru
sangat berpengaruh terhadap perubahantingkah laku
siswauntuk
mengembangkan segala potensi yang dimirkrnya. dalam rangka mencapai rujuan pengajaran.Pada konsep pengajaran
CBSA,
perananguru bukan saja
menjadipengajar, tapi juga dituntut untuk menjadi fasilitator nara sumber,
danJ
pembimbing.
Sesuai dengan perananguru
tersebut,Nana
Sudjana (1983), menyatakanbahwa dalam pengajran yang berkadar CBSA, guru
harus menempatkandirinya
sebagaipemimpin, fasilitator, motivator,
moderator,dan evaluator belajar dalam mengoptimalkan siswa melakukan
kegiatanbelajar. Dari
pemyataan tersebut,jelaslah bahwa guru
harusaktif
dalam membelajarkan siswa untuk mencapaitujuan
pengajaransecara efektif
dan efisien.Untuk meningkatkan
perananguru dalam
prosesbelajar
mengajar yang beronentasi pada keterampilan prosestelah dilakukan krbagai
upaya oleh pemerintah seperti penataenCBSA
terhadappemilik
sekolah dan kepala sekolah, guru pengadaan buku pedoman, buku paket serta media pengajaranuntuk membantu guru
melaksanakan peranannyasebagai pengajar
dan pembimbing.Bedasarkan
ketentuancara
penulisan denganguru
sekolah dasaryang mengrkuti progam DIf PGSD
padabulan November 2000
bahwa masih ada guru yang belum melaksanakan peranannya sesuai dengan konsepCBSA,
untuk membimbing sisrva melakukan kegiatan belajar sebagai contoh pada pembelalaranlPA. Sekolah
sudah menyediakanKITIPA tetap
gurumasih
adayang belum
mempergunakannya karenaguru masih
cenderung memakai metode ceramah sehingga siswatidak aktif belajar,
maka untukmengaktilkan siswa diminta pada para guru di sekolah dasar
kalau memberikan pelajaranIPA
supaya memakaialat
bantu/ alat
peraga serta K1TIPA.4
B.
PermasalahanSesuai dengan uraian diatas rnaka yang menjadi permasalahan
adalahbagaimana pfianan guru mengelola PBM dengan menggunakan
perdekatan keterampilan proses.C.
Pembahasanl.
PengertianCBSA
Cara belajar Siswa
Aktif
pada hakekatnya merupakan suatu konsep unruk mengembangkan keaktifan slslvadalam belajar dan koaktifan guru
dalammengajar. Sehubungan dengan
CBSd
Nana Sudjana (1989:20)
megatakan :CBSA
merupakansuatu proses belajar mengajar yang
subjek didinyaterlibat aklif
secara intelektual dan emosional, sehingga iabetul-betul
berperanserta berpartisipasi aktif dalam
melakukan kegiatan belajar.Dari
pengertiankutipan di
atas,jelaslah
bahwaCBSA
tersebut menempatkansiswa
sebagaiinti dalam kegiatan belajar mengajar, untuk
mencapai hrjuan pengajaran. Halini
sesuai dengan pendapatMoh.
Nur usman (1990: 17),
yaitu :CBSA dapat diartikan scbagai sistem belajar yang
menekankan keaktifan siswa secarafisik,
nrcntal. intelekrual, dan cmosional, guna memperoleh belajari'ang
berupa perpaduan antalakognitil afcktif
dan psikomolor.
Dari
kutipandi
atas dapat disurrpulkarl baltwa konsep bel:rjarCBSA
merupakan salah satustlaregi belajar
mengajarbagi guru unnrk
nrclibatkan siswa secaraaktif
/ dalam liegiatan bcla.iar meng;rlar.Penerapan konsep
CBSA
rner'upakansrlah
satu cald dalam mengembang- kan keakrifan sisiva unluk memproseskan perolehannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk
menerapkankonsep CBSA ini guru
menggunakan pendekalan keterampilan proses dalam kegiatan belajar mengajar.2.
Kernampuan mendasar dalam keterampilan proses'Pendekaatan
keterampilan proses merupakan suahr
pendekatan dalarn proses belajar mengajar, yang mengarah pada pengembanganmental fsik
dansosial yang
mendasarunfl l
mengegerak kemampuanyeng tinggi parla diri siswa. Dalam pendekatan kctcrampilan proses para guru dituntut
untuk menumbuhliandan
mengembangtrianketerampilan tertenhr dalam diri sisw4
yang sesuai dengan taraf perkembangansiswa
menurut Coruri Semiawan(1992
: l8)
pendekatan keterampilan proses adalah :Suatu keterampilan
yang menjadi rorla
penggerak' penernuan dan pengembanganfakt4
konsep sertapertumbulun
dan pengembangantahap,nilaisertaselutulttindakandalamprosesbclajarmengajar
yang rnenciptakan kondisi belajar siswa
aktif'
Agar dapat mengembangkan pengelrhuan, fakta konsep-kr'rnsep serta
nilai
padadiri
sisrva, maka ada beberapa keterampilan menurut Nasution 'tnengobservasi'mengklasifikasi, mengukur, mengkomunikasikan' ruang dan waktu'
sertamengenal hubunganJlubungan angka" unruzk lebih jelasnya penulis
akanmenguraikan satu Persatu:
a.
MengobservasiMengobservasi atau mengamati merupakan salah satu keterampilan yang
dituntut
pada siswa untuk mengumpulkan data atauinformasi
melalui penggunaanpanca indla
sePertiketerampilan melihat'
mendengar' perlumclalilt
siswa agar terampil unhtk mengamati berbagaimakhluli'
benda dan kcnyataan y'ang ada <Iisekiramya sehingga sisrva dapat memperoleh suatu makna dan bcnda dan mcnYatakan yang diamatinyab.
MengklasifikasiMengklasifikasikan merupakan suatu keterampilan
untukmengenalkan perbdaan dan
persamaanantara
benda-benda tertentu.Menurut Carim dalam Nasution (1998 : 15) menyatakan
bahwamengklasifikasi
adalahmengatur alau membagi obyek, kejadian
atauinformasi tentang obyek kedalam metode atau sistem
tertentu.Sehubungan dengan
di
atas User Usman(1990
:38)
mengatakan"unluk
membuat penggolonganperlu ditinjau
persamaandan
perb:daan antarabenda, kenyataan atau konsep sebagai dasar penggolongan".
Menurut p€ndapat-pendapat
di
atas dapat disimpulkan bahwa" guru dapat melatrh siswauntuk
mengklasifikasikan suatu benda dengan caramemperhatikan dasar klasifikasinya, misalnya menurut ciri
khusus,tujuan atau kepentingan tertentu dalam mengkalsifikasikan siswa dituntut cermat dan
teliti
dalam mengamati suatu obyek atau benda.c.
MengukurMenurut
Ester dalamNasution (1998 :
20) bahwa keterampilanmengukur dapat dikembangkan melalui kegtatan - kegiatan
yangberkaitan dengan pengembangan satuan-satuan yang
cocok dari
ukuran panjang,luar, isi, waktu,
beratdan
sebagainya. Sehubungan dengandi
atasjuga Conny
Semiawan(,l992),
mengemukakan bahwa"para
guru dapat melatih anak untuk mengukur dengan cara mengarahkan anak untuk membandrngkan suatuknda
dengan bendalain
dari segi luar, kecepatan' suhu dan volume".6
,, i|
i
Maka dari kutipan-kutipan di atas dapat disimpulkan
bahwaketerampilan mengukur merupakan keterampilan membuat
observasi secarakuantitatif
denganmelatih
kemampuan membandingkan padadiri siswa,
makalama
kelamaansiswa akan
dapatdikenalkan
pada satuan ukuran seperti : centimeter, meter, kilogram danliter
dan larn-lain.d.
Keteramprlan mengkomunikasikanMenurut Abrus Cato dalam Nasution
( I 998-I 44)
bahwa'mengkomunikasikan adalah monyampaikan hasil
pengamatan yang berhasil di kumputkan atau menyampaikan hasil penyelidikan, bersamaandengan di atas kegiatan yang adpat dilakukan slswa
dalammengkomunikasikan
menurut Moh. Uzer Usman
(1990 : 40)
yaitu,me'lalui
diskusi,
mendeklamasi, mendramakan, bertanya' nrerenungkan, mengarang, meragakan, mengungkapkan melaporkan dengan demikian mengkomunikasikan adalah merupakan suatu keterampilan siswa untuk menyampaikan hasil penemuan atau perolehannya pada orang lain, baik bentuk tuhsan, gerak, gambar, tindakan atau pembuatan.Keterampilan mengkomunikasikan akan dapat melatih keberanian srswa
untuk
mengemukakan pendapatnya serta beraru memp€rtanggung jawabkan apa yang drperoleh atau yang dikemukakannya'e.
MenginferensrKeterampilan menginferensi menurut Carim dalam
Nasution(.1998
:
1.49) adalah membuat kesimpulan didasarkan pada alasan yang dijelaskanoleh
observasi dengandemikian
keterampilan menginferensiI i'r-\i
"7
I
rL rrEbtF;
!t.t
IYadalah keterampilan dalam membuat kesimpulan sementara
dapatdilatihkan kepada siswa dengan cara mengumpulkan data
atau mengadakansuatu percobaan
sederhana,kemudian siswa
membuat kesimpulan sementara berdasarkan informasi atau data yangdimilikinya
untuk waktu tertentu-Kemampuan menginferensi akan dapat melatih siswa dalam menentukan cara penyelesaian suatu masalah.
f.
MemprediksiKeterampilan memprediksi adlah kemampuan
meramalkan,menurut Uzer Usman (1990 :38) adalah "keterampilan
untnuk mengantisipasikan atau menyimpulkan suatu hal yang akantedadi
padawaktu yang
akan datang berdasarkan perkiraan ataupola
tertentu serta hubungan antar data atauinformasi " juga carim
yang dipertegas oleh Nasution (1998.
1.55) adalah membuat perkrraan kejadianltau
keadaan yang akan datang yang diharapkan akanterjadi" jadi
dapatlahdi
katakanbahwa memprediksi
adalahmeramalkan kejadian yang akan
datangberdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau mela'lui data
yangdikumpulkannya.
g.
Hubungan ruang dan waktuMenurut
Abruscato yang diperjelas oleh Nasution(1998 :
1'60) bahwa menggunakanhubugan
ruang danwaktu
dengan melatihkan : berbagai bentuk seperti (lingkaran, persegi empat, persegi banyak' kubus, shnder, segitiga), berbagai
arah (bawah, atas' samping, belakang,kiri
8
kanan, utara, selatan, barat,
timur),
berbagai waktu (menit, minggu, bulan, tahun).Dcngan melatihkan anak mengenal bentuk suatu benda
arah,urutan suatu kejadran, maka sisrva akan dapal berfikir krealif
untukmernecahkan suatu masalah dari obyek atau benda yang diamatinya
h.
Hubungan angka aiau bilangan-bilanganMenurut Carim dalam Nasution (1998
: l 6l)
bahwa ntenggunakanangka adalah rnengaplikasikan aluran-aturan atau
rumus-rumus matematikauntuk
menghitungjumlah
atau menentukan hubungan dari pengukuran dasar, darr sejalan denganini juga
Conny Semiarvan (1982) menyatakanbahwa
keteratnprlanberhitung
padaanak dapat
dilatihkan dengan menghitungbanyak
benda, luas benda,keliling
suatu lingkaran'jarak
suatu bcnda,jumlah
orang serta rvaklu yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan. Dengan demikrandan
kutipan- kutipan dr
atas dapat penulissimpulkan bahwa kemarnpuan berhitung untuk sisrva bukan
padanralematika saja yang bisa di latrhkan tetapi pada IlrIu
l)engetahuanAlam, llmu
Sosial dan Eahasa lndonesia dapatjuga dikembangkan'Dalam
keteranrpilan hubunganangka
atau bilangan,-
bilangansiswa
juga
dapatdilatih
untuk mengkomunikasikanhasil
perhitungannya pada tabel, graik dan histogramSetelah menganalisa beberapa kcmampuan dalam
pendekatan keterampilan proses,naka
sekarangperlu
diketahui bagaimana dan apa saja peranan guru untukmengaktifkan
sisrva melakukan kegiatan bclajar<lengan rnenggunakan pendekatan keterampilan proses tersebut' 9
l
peranancuru
dalarnGBSA
, ,^:^. men,rajor sangat
penting' Perananguru dalam
prosesbelajar mengai l
karena guru merupakan
*'"n **
komponen pengajaran yang langsungmensubah pribadi siswa
:, Hil:::"- l*ilJll;
kegiatan
belaiar' Hal ini
seyaitu
ti,x'J\s.:"llli:*'-i|il":\l*T|'*,;::tj;;#ji""'#
belajar yang
etent"
--^n o.ru
sangat pentlngDari kutipan di
aras jelas\ah bahwa perananguru sanl
tuk membimbing sisrva rn"'uO'onuUun
kegiatan bciajar
dalamencapai tujuan pengajaran secar
efektif
dan efisien sehubungan dcngan eranan guruini'
Nana Sudlana(i989
1 12)' juga mengatakan :Dari
pendapatffw di atas' jelaslah bahwa dalam
pengajaran guru
masih tetap memegang peranan penting' karena pada guru terletak tuBas
dan tanggung iawab untuk
merencanakan dan melaksanakan pengajaran
un
m
!
sekolah
11
'i:*q*,'
Proses pengajaran yang berkadar CBSA, peranan guru tidak kalah aktrfnya dan siswa, dan guru
di
tuntutmemiliki
pengetahuan, sikap sertaketerampilan tertentu untuk mengaktifkan siswa dalarn
melakukan kegiatan belajar_ Oleh sebabitu
guru diharapkan untuk berperan sebagaipemimpin, fasilitatoq motivator,
moderatordan
evaluatorbelajar
bagi siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.Untuk lebih jelasnya tentang
perananguru dalam
pengajaran CBSA akan diuraikan sebagai berikut :a.
PerananGuru
Sebagai pemimpinGuru sebagai pemimpin dalam belajar di tuntut
untukmenguasai bahkan pengajaran yang diajarkan
sertamengembangkannya,
dalam arti
menrngkatnya sesuai dengan tlmu yangdimiliki.
Sehubungan dengan peranan guru sebagai pemimpin,Nana Sudjana (1989 . 32), mengatakan bahwa guru
sebagaipemimpin yang artinya guru
merencanakan mengorganisasikan melaksanakandan mengontrol kegratan belajar mengajar
sertabersifat demokatis dalam mengelola proses belajar
mengajar.Merencanakan
artinya adalah menentukan tujuan belajar
siswa,kegiatan
dan sumbersumber yang harus disediakan untui. kelancaran kegratanbelajar mengajar seperti bahan dan
alat_alat pendidikanLSK,
langkah-tangkahkegiatan dan lain-lain.
Mengorganisasikanartinya
menentukandan
mengarahbagaimana siswa
melakukan kegiatan belajar seperti mengadakan praktikum dengan berkelompok12
,i
,
a.ii,l
;,t r" .ylt
,J
atau secara exsp€rimen dengan mengatumya sedemikian
rupa
dan mengoptimalkan sumber-sumber yang ada pada sekitar (lingkungan).Mengontrol artinya
mengawasi, memberi bantuan pada siswa yang bersifat demokratis atau kebebasan pada sis.rva untuk belajar namun terkendali dengan tujuan pengajaran.Supaya guru dapat mengaplikasikan peranannya
sebagai pemimpin, maka guru harusmemiliki
kesanggupan untrrk mengelolakelas,
melakukanbimbingan sosial
dengansiswa
serta memahamikeadaan siswa dan memberikan bantuan kepada siswa
yang membutuhkan, berikan bantuan kepada siswa yang memtubuhkan.b.
Peranan Guru sebagai FasilitatorGuru sebagai fasilitator diharapkan menyediakan
dan memanfaatkan berbagaifasilitas belajar bagi
siswadalam
kegiatan belajar mengajar sehubungan dengan halini
Moh. Uzer Usman (1990: 8), mengatakan .
Sehubungan dengan
hal di
atasNana
Sudjana(1989 . 30),
jugamengatakan bahwa :
Sebagai fasilitator belajar guru hendaknya
mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapatmenunjang pencapaian tujuan dan proses
behJar mengajar,baik yang
berupanara
sumber,buku
teks, majalah atausuat
kabar.Fasilitator belajar artinya memberikan
kemudahan- kemudahan kepada siswadalam
melakukan kegialanbelajamya. Kemudahan tersebut dapat
diupayakandalam berbagai bentuk, antara lain
menyediakan sumberdan alat belajar,
menyediakanwaktu lelajar yang cukup bagr
semuasiswa,
memberikan bantuan1i.'l iihr " "
tFEl ttt'tu tt-
13
c
kepada siswa yang memerlukanny4
menengahi perbedaan penadpatyang muncul dari para sisw4 tampil
sebagaijuru
selamat manakala masalahtidak
dapat dipecahkan oleh siswa.Dari
beberapakutipan - kutipan di
atas dapat disimpulkan bahwaguru
diharapkanuntuk
menyediakan berbagaifasilitas
bagi siswa dalam kegiatan belajar, sehingga menunjang pencapaian tujuan pengajaran dan jelaslah bahwa peranan guru sebagai fasilitator sangalpenting dalam membantu kelancaran proses belajar
mengajar, sehingga dapat membantu siswa untuk mencapai tuj uan pengajaran.Perangn Guru Sebagai
Motivator
Sebagai
motivator dalam belajar adalah guru yang
dapal memberikanmotivasi
atau semangat belajar kepada siswa sehinggasiswa termotivasi serta aktif mengrkuti kegiatan proses
belajar mengajar.Menurut
Nana Sudjana (1989: 34)
bahwa ..Gurusebagai
motivator
harus dapatmenciptakan kondisi
yang merangsang siswamelakukan kegiatan belajar, baik kegiatan individual
maupun kelompok.Dari kutipan dr atas dapat kita ambil kesimpulan
bahwa seorang guru diharapkan mampu unnrk memotivasi siswanya dengan berbagai bentuk danjenis
variasi, sehingga siswa tersebut terangsang untuk bersemangat danaktif
belajar. Dalam memotivasi siswa dalambelajar
adadua
macamyartu : bersifat intrinsik
adalah doronganbelajar yang tumbuh dalam diri siswa, motivasi ini tumbuh
ataudatang dalam din siswa apabrla kegratan blajar itu
menjadil4
kebuhr}annya, oleh sebab itu guru harus mampu menjadikan kegiatan belajar menjadr sebagian kebutuhan dari kebutuhan siswa. Sedangkan
motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang tumbuh dari luar
dari siswa,motivasi ini
dapatdilakukan
otehguru
dengan memberikan seperti penghargaan,pujian,
penguatan pada siswa yang melaukan kegiatanbelajar
denganbaik,
bahkanmungkin
memberikan sanksi bagi siswa yang tidak melakukan kegiatan belajar sesuai dengan yang diharapkan.Agar guru
mampu menjadimotivalor
belajar, menurut Nana Sudjana (1989 : 34), guru hendaknya :l)
Mengetahui kebutuhan siswa, sertalatar
betakangsiswa, sehingga motivasi yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan dirinya.2) Menjalin hubungan yang baik dan
harmonjs dengan siswa sehingga kepatuhan dan kepercayaan siswa pada guru tertanarn pada siswa3)
Berusaha memotivasi siswa dengan berbagai bentukdan jenis molivasi, baik itu bersifat
.instrinsik maupun yang bersitat ekstrinsik4) Memiliki
perasaan humor yangpositif
dannormatif
sehingga tetap diseganidan
disenangi para siswa\
5)
Menampilkan sosok kepribadian guru yang menjadi panulan bagi siswa.Berdasarkan kutipan d.t atas, maka dapat disimpulkan bahwa guru sebagai motivator harus
memiliki
pengetahuan dan keterampilan untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar para siswa.l5
d.
Peranan Guru sebagai ModeratorSebagai moderator guru harus dapat mengatur proses belajar
siswa.
Bersamaan dengan perananguru
sebagaimoderator
Nana Sudjana (1989 : 33) mengatakan bahwa.Sebagai moderator,
guu
menampung persoalan yang diajukan oleh siswa dan mengembalikan lagi persoalantersebut pada siswa lain untuk di jawab
dandipecahkannya. Jawaban siswa tersebut
di
kembalikan untuk menilai bersama benar tidaknya sebagai jawaban.Dengan mengartikan
kutipan di
atas, maka gur.r harus dapatmengkondisikan siswa untuk aktif memberikan respon
terhadap pertanyaan yang diaj ukan.Supaya
guru
dapat menjadi moderatordalam
proses belajar mengajar, menurut Nana Sudjana ( 1989 : 33)guru
dituntut untuk : I ) menguasaidan memahami
persoalanyang dibahas, 2)
terampil menangkapmakna dan
pendapat atau pertanyaandari siswa
serta mengkomunikasikannya dalam bahasa yangmudah di
cerna siswa,3) terampil
mengkondisikan kelas,4) terampil
menguasai kelas, 5)terampil menank kesimpulan dari
persoalanyang telah
dibahas secara bersama.Dari
pemyataan- pemyataan tersebutdi
atas, jelaslah bahwaguru sebagai moderator harus memilih pengetahuan
sertaketerampilan untuk mengarahlan dan membimbing sisrva
dalam suatu permasalahan, sehingga siswa dapatmenarik
kesimpulan dari masalah yang dibahas.16
e.
Peranan Guru sebagai EvaluatorEvaluasi merupakan bagian integral dan proses
belajarmengajar, karena dengan evaluasi guru akan dapat
mengetahui keberhasilannya dalam mengajar dan mengetahui keberhasilan siswabelajar, oleh sebab itu guru dituntut mampu berperan
sebagaievaluator dalam kegiatan belajar mengajar,
sehubungan dengan peranan guru sebagai evaluator Nana Sudjana ( I 9g9 : 35) :?qt6 )fi)7eva -P,
l*',;11 ilt' ' ''
l{'.,,,I .htotE t'
(" J72,83
No-5
la:
Sebagai
evalualor guru
berkewajiban mengarvasi dan memantau proses belajar siswa serta hasil yang dicapaisiswa- Disamping itu guru berkewajiban .ilukuk*
upaya perbaikan proses
belajar sisw4
menunjukkan kelemahanbelajar siswa dan cana
mempetbaikinya,baik kepada siswa secara perorangan
maupun perkelompok atas kelas.Sesuai dengan kutipan
di
atas, maka drharapkan kepada guruuntuk menilai proses dan hasil belajar siswa serta melalukan
perbaikanbelajar
siswa,baik
secaraketompok
maupun individual, sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.Hal ini
juga didukung olehMoh.
Uzer Usman (1990: l0),
yairu :Guru
sebagaipenilai hasil belajar siswa
hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil-hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu kewa}Iu,
informasiyang diperoleh melalui evaluasi merupakan
umpanbalik
terhadap proses belajar mengajar.Dari kutipan
dr atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar, setiap guru berkewajiban untuk menilai proses danhasil belajar siswa secara terus menerus, sehingga
dapatmenggambarkan kemampuan
dalam
mengajar.Hasil dari
penilaian tersebut dapat d4adikanguru
sebagai pedomanuntuk
memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya.Supaya seorang
guru dapat menjadi evaluator yang
baikdalam
proses belajar mengajar, menurut Nana Sudjana(19g9 :
35),guru dituntut untuk : l)
menguasai segi-segibelajar
siswa" yaitu aspek-aspek yang dipelajari siswa, 2) terampil menggunakan alat-alat peni'laian, seperti tes observasi, wawancara danlainJain,
3)jujur
danobyektif dalam menilai
prosesdan hasil belajar siswa, 4)
cermat mencatat kemajuan belajar siswa sehingga mampu membandingkan kemampuan parasiswa,5)
mampumendiagnosis
kesulitan belajar siswa, sehingga dapat menentukan langkah_langkah pemecahannya.Dari
uraiandi
atas, jelaslah bahwa guru sebagai evaluator dituntut untuk
melakukan berbagai kemampuan dalam menilar prosesdan hasil belajar siswa,
sehinggaguru dapat
mengetahui seberapajauh tujuan pengajar yang telah dapat dicapai oleh siswa
dan kemampuannya dalam mengajar. Dimana hasil dari evaluasi tersebutdapat diladikan sebagai bahan umpan balik terhadap
proses pengajaran selanj utnya.3.
Peranan guru dalam mengelolapBM
dengan menggunakan pendekatanketerampilan proses
a. Peranan sebagai pemimpin dalam mengelola pBM
denganmenggunakan pendekatan keterampilan proses
t8
Maka ada 5 keigiatan yang dituntut pada guru untuk
melakukan peranannya sebagaipemimpin, yaitu
I)
merencanakanKBM,
2) mengorganisasiKBM, 3) melakanakan KBM, 4)
mengontrolKBM,
5) bersifat demokratis dalam mengelola
KBM.
Contoh
pokok
bahasan batubara
danminyak bumi
dengan dengan sub pokok bahasan minyakbumi
: kegratan keterampilan proses yang dilakukan untuk siswa adalah :a)
Mengobservasr,siswa mengamati dan mengamati
setiapjenis
minyak bumib) Mengklasifikasikan, siswa mencari
persamaandan
perbedaan setiap jenis minyak bumic)
Mengkomunikasikan, siswa tanyajawab
denganguru baik
lisanmaupun tulisan mengenai minyak bumi
Dengan keterampilan
proesdi
atas,guru
sebagaipemimpin
telah melaksanakan kegiatan seperti :a)
MerencanakanKBM, guna
merumuskantujuan, metode
dan kegiatan yang akan dilakukan siswab)
MengorganisasikanKBM guru
menyarankandan
menenfukan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswac)
MelaksanakanKBM yaitu
dengan metode ceramah, tanya jawab, ekspenmen, peragaan serta membenkan.les.d) Mengontrol KBM yaitu
mengawasisiswa sewaktu
melakukan kegiatan, waktu mengerjakan tes19
e) Bersifat demokratis dalam tanya jawab guru
memberikankebebasan
Maka guru sebagai pemimpin harus bersifat demokratis
dalam mengelolaPBM
kadang-kadang ada guruyang
sering mendominasi kegiatan pengajaran, sehingga siswatidak
mendapatkan kesempatanuntuk berpartrsipasi dalam bela.iar. padahal kegialan
bersilat demokratis dalam mengelolaPBM
perlu dilakukan oleh guru seperti yang dikatakan Cece Wr.yaya (1991:
Il7)
Guru harus bersifat demokratis, demokatis
berartiberusaha mengembangkan individu
seopt.imalmungkin. Dalam hal ini guru berusaha
unhrk menempatkan perannya sebagaipengarah
jalannya pengajarandan pembimbing dalam pBM,
sehinggapengajaran berlangsung secara baik dan lues.
Berdasarkan kutipan
di
atas maka diharakan pada guru untukmenerapkan sifat demokratis dalam mengelola pBM.
Kegiatantersebut dapat
diterapkan
oleh guru dengan pendekatan keterampilan proses dengan memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswauntuk
melakukan percobaan-percobaanyang
sesuai dengan tuj uan pengajarandisini guru hanya sebagai pembimbing siswa
dalam melakukan kegiatan belajar.Peranan guru sebagai fasilitator adalah
menyediakarl memudahkan, membantusiswa dalam melakukan kegiatan
proses belajar mengajar. Tapi seringkita
lihat bahwa guru dalam melakukan prosesbelajar
mengajarjarang memakai alat bantu dan
sumber, sedangkanalat
dan sumberbelajar ini
sangat membantu kelancaran20
proses
belajar
mengajar, sehingga memudahkanbagi siswa
unhrkmemahami maten pelajaran dalam
pengadaanalat Can
sumber, kegiatan yang dapat dilakukanguru
adlahdengan meminta
tolong kepada siswa untuk membuatkan alat peraga atau membawanya darirumah dan kepada guru disarankan untuk
membiasakanmenggunakan
alat
peragadan
sumberlain
bela.larlainnya
dalam proses belajar mengajar, karena tanpa alat peraga dan sumber belajar penggunaan pendekatanketerampilan
prosestidak be{alan
lancar sebagaimana yang diharapkan. Dengan mengadakan/
menyediakan alat dan sumber belajar berartr guru telah membantu siswa menafsirandata,
menyusun kesimpulan, meramalkan dan mengkomunikasikan,keterampilan
tersebutguru
sebagaimotivator
melakukan kegiatan dengan :a) Menyuruh siswa melaksanakan percobaan untuk
menarikperhatiannya
b) Menjalin
hubunganyang baik dan harmonis, yaitu
berusaha mengakrabkandin
dengan siswa dengan memakai bahasa yang sopan dalam menegur siswa yang tidak memperhatkan.c) Berusaha memotivasi siswa dengan
menggunakan kata_kata pujian seperti bagus, pintar, ayo siapa lagi, cepatd) Memiliki rasa humor yang positif dan dilakukan
denganmemberikan contoh-contoh yang positif dan dilakukan
pada21
walctu siswa melakukan kegiatan meny,usun
kesimpulan, meramalkan dan mengkomunikasikane) Menampilkan sosok kepribadian yang menjadi
panutan disisiguru berusaha untuk mentaatl
, peraturan sekolah
dan memperlihatkan tingkah laku yaag baik.f) Berusaha mengetahui kebutuhan srswa dengan
mengkaitkanmedia dan
menytruh
siswa menggunakannyaDengan
pendekatan keterampilan proses guru sebagai motivator dengan melakukan yangdi
atas dalampBM
sudah terlaksanag)
Perananguru
sebagai moderator danpBM
dengan pendekatanketeramptlan proses
Guru
sebagaimoderator dalam mengelola pBM
denganpendekaun keterampilan proses ada 5 kegiatan yang
dapatdrlakukan l)
menguasai persoalanyang
dibahas,2)
terampilmenangkap makna dari pendapat / pemyataan siswa
sertamengkomunikasikan, 3) terampil mengkondisikan kelas,
4) terampil menguasar kelas, 5) terampil menarik kesimpulan.Untuk
melakukanke lima
kegratandi
atas dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan keterampilan proses pada pokok bahasanudara dengan sub pokok
bahasan bagian_bagianudara adalah l)
mengobsewasi, menafsirkan data, meramalkan, menf
mpulkan,mengkomunikasikan, maka guru sebagai moderator, melakukan :
22
a)
Menguasai persoalanyang
dibahasyaitu materi
pelajaran tentang bagran-bagian udaradan siswa
melakukan kegiatan proses belajar mengaJarb)
Terampilmenangkap makna dari
pendapat stswamengkomunikasikannya
yaitu
dengan melemparkan pendapat siswa kapadasiswa lain untuk
dianalisa. Supaya siswa dapat memahamipersoalan yang akan dibahas, disarankan pada guru
supaya mengulangi pertanyaan atau pendapat siswa kepada siswa yanglain
dengan bahasa yang mudahdicema
oleh siswa, maka mereka akan berusaha untuk mengeluarkan pendapatnya.c)
Terampil mengkondisikan kelasApabila
seorangguru terampil
mengkondisikankelas, maka
guruakan dapat memancing keaktifan srswa untuk
mengemukakan pendapatnya.Hal ini
ditegaskan oleh Nana Sud.yana (19g9 : 33),yaitu
"bahwa
setiapmurid perlu di kondisikan untuk aktif
mernberikanrespon terhadap persoalan yang dr bahas,'. Suapa guru
dapatmengkondisikan kelas, maka disarankan untuk
memvariasikanmetode
menggunakanmedia dan alat peraga serta
mengajukan berbagai masalah padasiswa untuk
dibahas secara bersama, makakegiatan seperti ini akan
dapar menggerakkansiswa aktif
dalam mengemukakan pendapatnya lentang masalah yang akan dibahas.23
d)
Terampil menguasai kelasKegiatan guru dalam mengrasai kelas bertujuan
mendorongpartisipasi siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
Sehubungandengan hal ini Nana Sudjana (1989 : 33)
mengatakan denganmenguasai kelas guru akan lahu siswa yang perlu
didorongpertisipasinya belajar dan siswa yang perlu dibatasi pembrcaraannya,
sehingga tidak mendominasi yang lain,,. Berdasarkan
kutipantersebut, jelaslah bahwa guru perlu mengrnsili kelas
untukmengaktilkan seluruh siswa belajar
supayaguru
dapat menguasarkelas, maka di
sarankanpada guru
memperhatikansiswa
dalam kegtatanbelajar
mengajar serta mendorong partisipasisiswa
untukaktif
dalam belajar.e)
Terampil menank kesimpulanKegiatan menyimpulkan pelayanan perlu dikuasai
guru,seperti
yang
dikemukakanNana
Sudjana(19g9 : 33), yaitu
..gurusebagai moderator
tidak
hanya mengatur arus kegiatan, tapi bersamamurid menarik kesimpulan dari masalah yang dibahas
secarabersama. "berdasarkan
kutipan
tersebut,maka gwu dituntut
untukmenyimpulkan
pelajaran setelah prosesbelajar
mengajar, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi siswa dirumah..f)
Perananguru
sebagaievaluator dalam pBM
dengan pendekatanketerampilan proses.
24
Kegiatan yang dapat
dilakukan guru
dalam mengelola prosesbelajar mengajar dengan
pendekatanketerampilan proses ada
5kegiatan
yang dapat dilakukan : l)
mengetahui segr_segi belajar siswa, 2)terampil
menggunakan alat penilaian, 3)jujur
danobyektif
dalam menilai proses dan kemajuan belajar siswa, 4) cermat mencatat
hasil belajar siswa dan
proses sehinggamampu
membandingkan kemampuan diantarasisw4
5) mampu mendiagnosis kesulitan siswadan
mencari pemecahannya.Kegiatan yang dilakukan guru sebagai evaluator
dalam mengelola proses belajar mengajar dengan pendekatan keteramprlanproses seperti pada maten minyak bumi adalah
mengobservasi,mengklasifikasi,
mengkomunikasikan,mencari hubungan ruang / wakh:,
menyusunkesimpulan,
meramalkanmaka yang
dilakukan guru sebagai evaluator adalah :a) Mengetahui segi-segi belajar siswa, yaitu mengetahui
dan memahamr bagian materi yang perlu dipelajan siswab) Cermat mencatat kemajuan siswa dan proses
denganmenggunakan alat penilaian yaitu pedoman observasi. Ini
dilakukanwaku
siswa melakukan percobaanKegiatan untuk menilai siswa
dapatdilakukan guru
untuk setiapkali
pertemuan,dan alat yang
digunakanuntuk menilai
ada brmacam-macamseperti
yang dikatkaanoleh MuhammadAli
(1992 :116), yaitu " tes yang
dapat digunakanguru rtat4n
proses belajar25
mengajar, dapat dibagr atas tiga, yaitu tes lisan, tes
tindakan perbuatan,dan tes tulisan,,.
Berdasarkankutipan
tersebut, jelaslah bahwa banyakjenis alat
penilaian yang dapat digunakanguru
untukmenilai stswa dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab
itu disarankanpada guru untuk membuat
berbagaijenis tes alat
tes,sehingga dapat digunakan untuk setiap proses belajar mengajar, yang
tujuannya adalah untuk mengukur tujuan yang dicapai siswa
dan keberhasrlan guru mengajar.Sedangkan
guru yang ;u1ur dan obyektif dalam
menilai prosesbelajar dan hasil belajar siswa,
kadang_kadangini
seringdipengaruhi oleh faktor - faltor lain, seperti
adanya penambahannilai,
sikapsisw4
dan aktifitas siswa disekolah.Namun
guru
sebagai evaluator diharapkanjujur
danobyektif dalam menilai
proses dan hasil belajar siswa.Hal ini
drtunjang oleh pendapat CeceWijaya (1991 :
16),yaitu guru,
guna mencapai hasilbelajar yang sesuai dengan harapan dan tujuan
pendidikan,,.Berdasarkan kutipan tersebut jelaslah bahwa guru
dituntut
untukjujur dan objektif dalam menilai siswa dan
proses pengajaran. Sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa dan keberhasilan guru mengajar.Maka
disarankanpada guru
supayamencalat
proses dankamajtnn
siswa blajar dan kegiatan proses pengajaran yang dilakukanoleh guru itu sendiri. Karena
catatan prosesdan
kemajuan
belajarsiswa
dapatdijadikan
sebagai pedomanuntuk
menentukan prestasi26
slswa mendiagnosis kesulitan belajar siswa serta
mengetahui keberhasilanguru
dan proses pengajaran.Oleh
sebabitu
disaranlanpada guru untuk selalu
membuat catatan khusus mengenai proses pengajaranyang relah dilakukan,
supayadapat dijadikan
sebagai bahan umpan balik untuk memperbaiki proses pengajaran selanjutnya.Kegratan
guru untuk
mendiagnosiskesulitan belajar
siswakadang-kadang
jarang
dilakukan guru sebab terbatasnya waktu dan kemampuanguru untuk
mendiagnosis kesu'litanbelajar
siswa dan mencankanjalan
pemecahannya.OIeh
sebabitu disarankan
padaguru
untuk berusa}a mengetahui latar belakang siswa, melalur bukunilai, riwayat hidup siswa dan data pribadi siswa,
sehingga memudahkanguru untuk
mbndiagnosiskesulitan belajar siswa
danmencarikan altematif
pemcahannya sesuai dengankehutuhan
dan keadaan siswa.Maka guru sebagai evaluator dalam mengelola proses belajar mengajar dengan pendekatan keterampilan proses dengan melakukan peranannya dengan
baik maka tujuan
pengajaranakan
terlaksaaa denganbaik dan
keberhasilansiswa dalam belajar
akan terwujud dengan baik.C. Kesimpulan
dan SaranPeranan
guru
merupakan serangkaian tugas, tanggungjawab
sertatingkah
laku yang harus dilakukan guru untuk membimbing siswa melakukan27
kegiatan belajar secara
aktif,
dengan menggunakan pendekatan keterampilan prosesPendekatan keterampilan proses adalah merupakan suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar, yang mengarah pada pengembangan mental,
frsik
dan sosial yang mendasar untuk menggerakkan kemampuan yangtinggi
padadiri
siswa.Untuk
mengembangkan menambahkan kemarnpuan siswa yangtinggi
ada beberapa kemampuan mendasar yang dapat diterapkan dalampendekatan keterampilan proses yaitu mengobservasi,
mengklasifikasi,memprediksi,
mengenal hubunganangka, mengukur,
mengkomunikasikan mengrnferensi, menyimpulkan.Dalam melaksanakan
pendekatanketerampilan proses
guru berpedomanpenting untuk mengaktifkan
sisrva melakukan kegiatan belajar dengan menggunakan pendekalan keterampilan proses tersebut. peranan gurutersebut adalah
sebagaipemimpin, fasilitator, motivator, moderator
dan evaluator belajar bagi siswa dalam proses belajar mengajar.B.
Saran-saranl. Disarankan kepada kepala sekolah agar selalu memonitor
danmen'ingkatkan pembinaan kapada para guru untuk
melaksanakan peranannya dalam mengelola proses belajar mengajar dengan pendekatan keterampilan proses. Kegiatan memonitor dan membina paraguru
dapat dilakukan dengan cara bertukar pikiran dengan siswa dan guru .lengawasi rugas yang dilaksanakan guru serta mengadakan diskusi atau rapat untuk28
membahas masalah-masalah
yang ditemui guna dalam
proses belajar mengaJar.2. Disarankan
kepadaguru agar selalu
meningkatkan peranannya dalammengelola proses belajar mengajar dengan
pendekatan keterampilan proses dengan sungguh-sungguh.Untuk itu
diharapkan padapara
guruuntuk mengikuti
kegiatan sepertiKKG, pKG
serta kegiatan lokakarya, penatamndan
membacabuku yang
berhubungandengan tugas
dankewajiban
seorangguru
dalam prosesbelajar
mengajar. Sehingga dapatdijadikan sebagai pedoman
untukmengajar
yang
lebih baik.melaksanakan kegiatan
belajar3.
Disarankan padapihak Depdikbud
untuk selalu meningkatkan usahanyadalam memonitoring guru - guru di
sekolahuntuk
memecahkan yangditemui oleh mereka dalam melaksanakan peranannya
denganmenggunakan pendekatan keterampilan proses.
29
DAFTAR KEPUSTAKAAN
AIi
Muhammad (1992). Guru Dalam proses Meneajar. Srnar Baru. Bandung Depdikbud, (1989) Pedoman Pro Belaiar satardi
SD. JakartaIKIP
Padang, (1991)Materi
Kh sus Pen ran P4lKlP
Padang. Padang Nasution, (1998) Pendidika n IPASemiawan Conny, ( 1990)
Met
odolosi Penelitian Gramedia : JakartaSudjana, Nana, ( 1989) Cara Belaiar Siswa
Aktif
Dalam Proses Belai ar Mensaiar Sinar Baru. BandungUsma4 Moh. Uzer,
(1990) Bandung.Meni
i Guru
Profesional, Remaja
Rosdakarya.Wijaya
Cece, (l99l
) Kem amDuan Dasar Guru Dalam
Proses Be la ar Mensaiar.Remaja Rosdakarya. Bandung.
30