DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN
OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 23 SINJAI
SKRIPSI
NUR KHOFIFAH AMIEN NIM 105361107117
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
2021
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
NUR KHOFIFAH AMIEN NIM 105361107117
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR DESEMBER 2021
ii
iii
iv
v
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Sukses adalah saat persiapan dan kesempatan bertemu”
Kupersembahkan karya ini untuk:
Kedua orang tuaku, saudariku, keluargaku serta para sahabatku.
Skripsi ini merupakan persembahan kecil dan mungkin persembahan pertama untuk kalian. Terima kasih atas kepercayaan dan
dukungan dalam mewujudkan salah satu dari beberapa mimpi terbesar saya.
vii
pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Nurdin Arsyad dan Pembimbing II Ma’rup.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 23 Sinjai yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar pada siswa kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan awal, tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara. Indikator berpikir kreatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Subjek penelitian terdiri dari 1 siswa yang berkemampuan awal tinggi, 1 siswa yang berkemampuan awal sedang, dan 1 siswa yang berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Subjek yang berkemampuan awal tinggi hanya mampu memenuhi 2 indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan dan fleksibilitas, serta tidak mampu memenuhi indikator kebaruan. (2) Subjek yang berkemampuan awal sedang hanya mampu memenuhi 2 indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan dan fleksibilitas, serta tidak mampu memenuhi indikator kebaruan. (3) Subjek yang berkemampuan awal rendah tidak mampu memenuhi semua indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif
viii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur senantiasa penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Tak lupa pula salam dan shalawat semoga tetap tercurahkan kepada junjungan baginda kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau. Nabi yang telah membawa kita dari lembah kehinaan menuju puncak kemuliaan.
Penulisan skripsi dengan judul “Deskripsi Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Soal Cerita pokok Bahasan Operasi Hitung Bentuk Aljabar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai” diajukan untuk memenuhi salah satu syarat agar memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang dialami oleh penulis. Namun semua itu dapat dilalui oleh penulis dengan baik berkat bantuan-Nya serta doa dan dorongan dari semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan skripsi ini. Melalui tulisan ini, penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan kemudahan, kepada Bapak Muktiali Amien dan Ibu
ix
berbagai pihak. Olehnya itu, izinkan penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Mukhlis, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Ma’rup, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus sebagai Dosen Pembimbing II yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan demi kesempurnaan skripsi ini.
5. Ibu Kristiawati, S.Pd., M.Pd. selaku Penasihat Akademik yang selalu memberikan motivasi dan semangat kepada penulis selama menempuh bangku perkuliahan.
6. Bapak Prof. Dr. H. Nurdin Arsyad, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I yang senantiasa membimbing dan memberikan arahan demi menyempurnakan penulisan skripsi ini.
x
7. Ibu Sri Satriani, S.Pd., M.Pd. dan Bapak Abdul Gaffar, S.Pd., M.Pd. selaku tim validator yang telah memberikan masukannya pada saat penyusunan instrumen.
8. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang telah bersedia mendidik dan memberikan ilmunya selama proses studi.
9. Para staf Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah melayani dengan sabar demi kelancaran proses perkuliahan.
10. Bapak Zainuddin, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 23 Sinjai yang telah membantu dengan memberikan izin penelitian.
11. Ibu Yuyun handayani, S.Pd., M.Pd. selaku Guru Bidang Studi Matematika dan seluruh staf yang ada disekolah yang telah membantu penulis dalam proses penelitian.
12. Siswa-siswi kelas VII Ruang 3 SMP Negeri 23 Sinjai yang telah ikut berpartisipasi demi terlaksananya penelitian ini.
13. Teman-teman kontarakan yang senantiasa menjadi yang terdepan untuk memberikan support kepada penulis.
14. Teman seperjuangan Pendidikan Matematika angkatan 2017 (Matriks’17) khususnya 2017 C yang telah menemani perjalanan penulis sampai sejauh ini.
15. Serta semua pihak yang telah turut serta memberikan bantuannya dalam penyusunan skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Semoga Allah SWT membalas semua yang telah Bapak/Ibu dan Saudara(i) berikan. Akhirnya penulis mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat bagi rekan-
xi
Nur Khofifah Amien
xii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...i
LEMBAR PENGESAHAN ...ii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...iii
SURAT PERNYATAAN ...iv
SURAT PERJANJIAN ...v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...vi
ABSTRAK ...vii
KATA PENGANTAR ...viii
DAFTAR ISI ...xii
DAFTAR TABEL ...xiv
DAFTAR GAMBAR ...xv
DAFTAR LAMPIRAN ...xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...4
C. Tujuan Penelitian ...4
D. Batasan Istilah ...5
E. Manfaat Penelitian ...6
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Pustaka ...8
B. Hasil Penelitian yang Relevan ...17
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian...20
B. Lokasi Penelitian ...20
C. Subjek Penelitian ...20
D. Instrumen Penelitian...21
E. Teknik Pengumpulan Data ...23
F. Teknik Analisis Data ...23
G. Prosedur Penelitian...25
H. Uji Keabsahan Data... 27
xiii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ...62 B. Saran ...62 DAFTAR PUSTAKA ...64 RIWAYAT HIDUP
xiv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 : Deskripsi Indikator kemampuan Berpikir Kreatif ... 11
Tabel 2.2 : Pedoman Pengklasifikasian TKBK ... 12
Tabel 4.1 : Hasil Tes Kemampuan Awal ... 28
Tabel 4.2 : Subjek Penelitian ... 29
Tabel 4.3 : Pengkodean Subjek Penelitian ... 29
Tabel 4.4 : Soal Tes Kemampuan Berpikir Kreatif ... 30
xv
Halaman
Gambar 1.1 : Hasil Kerja Siswa ... 3
Gambar 4.1 : Hasil Tes ST Indikator Kefasihan ... 31
Gambar 4.2 : Hasil Tes ST Indikator Fleksibilitas ... 34
Gambar 4.3 : Hasil Tes ST Indikator Kebaruan ... 37
Gambar 4.4 : Hasil Tes SS Indikator Kefasihan ... 40
Gambar 4.5 : Hasil Tes SS Indikator Fleksibilitas ... 42
Gambar 4.6 : Hasil Tes SS Indikator Kebaruan ... 45
Gambar 4.7 : Hasil Tes SR Indikator Kefasihan ... 47
Gambar 4.8 : Hasil Tes SR Indikator Fleksibilitas ... 49
Gambar 4.9 : Hasil Tes SR Indikator Kebaruan ... 51
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
LAMPIRAN ...66
Lampiran 1 : Instrumen Penelitian ...67
Lampiran 2 : Hasil Tes Kemampuan Awal ...82
Lampiran 3 : Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif ...85
Lampiran 4 : Transkrip Hasil Wawancara ...89
Lampiran 5 : Dokumentasi ...93
Lampiran 6 : Persuratan ...97
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang mempunyai peranan yang besar untuk kelangsungan hidup manusia. Pendidikan sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara agar bisa mengembangkan semua potensi yang ada pada diri manusia. Menurut (Anggoro, 2015) pendidikan ialah wadah pengembangan potensi diri yang harus melalui proses pembelajaran terlebih dahulu sehingga nantinya dapat berguna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan bangsa. Salah satu media pendidikan adalah pembelajaran di sekolah, dimana terdapat materi ajar dalam pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi, salah satunya adalah pendidikan matematika.
Matematika merupakan salah satu bagian yang penting dalam bidang ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, sejak kanak-kanak sampai perguruan tinggi peserta didik perlu diajarkan mata pelajaran matematika. Matematika ialah ilmu eksakta yang lebih banyak membutuhkan kreativitas dibandingkan dengan hafalan. Hal ini terlihat dari sudut pengklasifikasian bidang ilmu pengetahuan. Arifin & Purwasih (Andiyana, Maya, & Hidayat, 2018). Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan yang
2
dilakukan oleh akal secara sadar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Seni berpikir kreatif pada matematika lebih menekankan pada penemuan ide, pengembangan dan penerapan dalam kehidupan nyata daripada konsep yang abstrak. Siswono (Andiyana et al., 2018) menyatakan bahwa siswa perlu dibiasakan dan dilatih untuk memecahkan suatu permasalahan, sehingga tidak hanya terbatas pada teori dan rumus-rumus saja agar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dengan baik.
Dalam perkembangan pembelajaran matematika, sudah banyak materi matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Pemberian soal cerita bertujuan untuk menumbuhkan rasa ketertarikan siswa terhadap materi matematika yang berkaitan dengan kejadian nyata yang dialami, dilihat dan didengar oleh siswa itu sendiri. Soal cerita matematika adalah soal yang menggambarkan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang harus diartikan kedalam bahasa matematika untuk menyelesaikannya. Langkah- langkah penyelesaian soal cerita secara sistematis terdiri dari pemahaman informasi pada soal, menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan, membuat model matematika, memecahkan model matematika dan menarik kesimpulan dari jawaban.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai, pada Hari Senin 30 Juli 2021 bahwa masih banyak siswa yang kesulitan dalam mengerjakan soal-soal dalam bentuk soal cerita. Siswa cenderung mengerjakan soal dengan langkah-langkah yang sama persis dengan contoh soal yang diberikan. Apabila siswa diberikan soal yang
sedikit berbeda dengan contoh soal, beberapa siswa sulit untuk menyelesaikannya.
Siswa juga cenderung lebih memilih untuk meniru jawaban dari temannya daripada memikirkan sendiri jawaban pada permasalahan yang diberikan, sehingga kebanyakan jawaban siswa yang terkumpul sama persis langkah- langkahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih sangat kurang. Seperti yang terlihat pada tes yang diberikan pada siswa dengan soal sebagai berikut: Sekarang seorang umur adik 5 tahun kurangnya dari umur kakak. 5 tahun kemudian jumlah umur kakak dan adik menjadi 35 tahun.
Tentukan masing-masing umur adik dan kakak.
Gambar 1.1 Hasil Kerja Siswa
Dapat dilihat pada gambar diatas hasil pekerjaan salah satu siswa.
Langkah-langkah dan hasil jawabannya sudah benar akan tetapi cara kerjanya tidak beragam bahkan sama persis dengan jawaban dari siswa lainnya. Hal ini menunjukkan kurangnya tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita. Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti bermaksud untuk meneliti tentang “Deskripsi Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pokok Bahasan Operasi Hitung Bentuk Aljabar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai”.
4
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal tinggi dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai?
2. Bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal sedang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai?
3. Bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu:
1. Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal tinggi dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai.
2. Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal sedang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai.
3. Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai.
D. Batasan Istilah
Adapun batasan istilah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Deskripsi
Deskripsi adalah sebuah tulisan yang digunakan untuk menggambarkan suatu objek secara terperinci dan sistematis sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya tanpa ada yang dilebih-lebihkan.
2. Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu untuk menciptakan karya baru dan berbeda dari karya-karya yang pernah ada.
Untuk menilai kemampuan berpikir kreatif digunakan “The Torrance of Creative Thinking (TTCT)” dari Silver (1997) yaitu kefasihan (fluency), fleksibilitas (flexibility), dan kebaruan (novelty).
a. Kefasihan (fluency)
Kefasihan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan berbagai variasi jawaban yang bernilai benar.
b. Fleksibilitas (flexibility)
Fleksibilitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan beragam metode penyelesaian yang berbeda.
c. Kebaruan (novelty)
Kebaruan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan menuangkan pemahamannya
6
untuk memunculkan metode penyelesaian yang jarang digunakan oleh siswa lainnya.
3. Operasi Hitung Bentuk Aljabar
Aljabar (algebra) adalah salah satu cabang dalam ilmu matematika yang mempelajari simbol matematika. Dimana dalam kehidupan sehari- hari aljabar digunakan dalam pemodelan suatu masalah ke dalam kalimat matematika.
4. Kemampuan Awal
Kemampuan awal adalah kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa sebelum mengikuti pembelajaran yang akan diberikan. Dalam penelitian ini tes kemampuan awal yang diberikan kepada siswa berbentuk uraian dengan materi operasi hitung bentuk aljabar untuk mengetahui apakah siswa benar-benar menguasai materi tersebut sebelum diberikan tes soal cerita.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika, mengenai kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar.
2. Secara Praktis
a. Bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah.
b. Bagi Guru
Sebagai bahan acuan guru bidang studi matematika dalam memperoleh informasi mengenai kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar agar guru dapat memberikan bantuan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
c. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan mampu melatih kemampuan berpikir kreatif siswa melalui indikator-indikator kemampuan berpikir kreatif.
d. Bagi Peneliti
Peneliti memperoleh pengalaman dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian.
e. Bagi peneliti lain
Hasil penelitian ini diharapkan bisa dikembangkan lebih luas lagi dan dijadikan acuan oleh peneliti berikutnya.
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Pustaka
1. Deskripsi
Menurut Keraf (Harwati, 2018) deskripsi adalah sebuah kalimat uraian yang berhubungan dengan usaha para pengarang untuk memberikan rincian pokok dari objek yang dibahas. Pada teks deskripsi, pegarang menuangkan semua perasaannya, kesan-kesannya serta hasil pengamatan yang sebenar-benarnya kepada para pembaca. Tujuan pengarang menulis teks deskripsi ialah agar pembaca seolah-olah hadir untuk ikut serta merasakan dan melihat dengan sendirinya secara keseluruhan objek yang dibahas.
Deskripsi adalah suatu kegiatan dimana penulis menuangkan gagasan ataupun ide-idenya serta memberikan gambaran ataupun rincian dari suatu objek atau peristiwa dari pengalamannya yang dituangkan dalam bentuk tulisan agar pembaca bisa turut serta mengambil bagian seperti yang dialami oleh penulis secara nyata. (Zulkarnaini, 2011).
Dari uraian di atas peneliti berpendapat bahwa tulisan deskripsi adalah sebuah tulisan yang digunakan untuk menggambarkan suatu objek secara terperinci dan sistematis sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya tanpa ada yang dilebih-lebihkan.
2. Berpikir Kreatif
Proses belajar manusia tidak pernah luput dari penggunaan fungsi panca indera yang diciptakan dengan sempurna melebihi makhluk yang lainnya. Akal adalah salah satu panca indera manusia yang digunakan dalam proses belajar.
Akal bekerja untuk mengolah pengetahuan yang sebelumnya belum pernah kita ketahui, inilah yang disebut berpikir.
Menurut Siswono (2018:24) berpikir ialah suatu kegiatan yang berkaitan dengan mental seseorang ketika dihadapkan pada suatu permasalahan yang membutuhkan solusi penyelesaian. Suryabrata (Siswono, 2018:24) mengutarakan pendapatnya bahwa berpikir merupakan suatu proses bertahap yang mengalir secara dinamis mengikuti jalannya.. Proses berpikir utamanya terdiri dari 3 langkah, yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan.
Sudarsono (A'yuna, 2015) kreatif adalah suatu karya baru yang sejatinya merupakan hasil inisiatif sendiri tanpa dorongan dari orang lain dan bukan hasil dari meniru atau mencontek suatu karya baru yang terkadang dasarnya lebih meluas; memakai imajinasi yang dikombinasikan dengan ide-ide ataupun gagasan-gagasan baru hasil pemikiran sendiri.
Berpikir kreatif adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu untuk menciptakan karya yang baru dan berbeda dari karya-karya yang pernah ada.
Berpikir kreatif merupakan suatu perwujudan dari berpikir tingkat tinggi. Hal tersebut karena kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi kognitif
10
tertinggi yang perlu dikuasai oleh siswa. Beberapa pengertian berpikir kreatif menurut beberapa ahli:
a. Evans (Siswono, 2018:25) menjelaskan bahwa berpikir kreatif ialah suatu kegiatan yang berkaitan dengan mental yang digunakan untuk menciptakan hubungan yang berkesinambungan sehingga dapat ditemukan kombinasi yang tepat atau sampai seseorang angkat tangan.
b. Waiesberg (Siswono, 2018:25) mengartikan berpikir kreatif mengacu pada proses-proses untuk menghasilkan suatu produk kreatif yang merupakan karya baru (inovatif)yang diperoleh dari suatu aktivitas/kegiatan yang terarah sesuai tujuan.
c. Menurut Siswono (2018:26) berpikir kreatif bisa diartikan sebagai suatu kegiatan mental dimana seseorang berusaha untuk memunculkan gagasan baru serta ide baru.
Silver (Siswono, 2018:33) menjelaskan bahwa untuk menilai kemampuan berpikir kreatif anak-anak dan orang dewasa sering digunakan “The Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT)”. Tiga komponen yang digunakan untuk menilai kemampuan berpikir kreatif melalui TTCT adalah kefasihan (fluency), fleksibilitas (fleksibility) dan kebaruan (novelty). Kefasihan merujuk pada beragamnya ide-ide yang digunakan untuk menanggapi suatu perintah.
Fleksibilitas merujuk pada beragam pendekatan ketika menanggapi suatu perintah.
Kebaruan merujuk pada ide asli atau hasil pemikiran sendiri dalam menanggapi suatu perintah.
Tabel 2.1 Deskripsi Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif
Indikator Kriteria Kemampuan
Kefasihan Menyelesaikan permasalahan dengan berbagai variasi jawaban yang tetap bernilai benar.
Fleksibilitas Menyelesaikan permasalahan dengan berbagai metode kerja yang berbeda.
Kebaruan Menyelesaikan permasalahan dengan metode kerja baru yang
Selain itu, Torrance (Appulembang, 2017) juga berpendapat bahwa indikator kemampuan berfikir kreatif yaitu:
a. Fluency, yaitu kemampuan untuk menghasilkan suatu ide serta kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide dan jawaban-jawaban yang bervairiasi.
b. Abstractness of tittle, yaitu kemampuan untuk menghasilkan suatu gambar yang abstrak.
c. Elaboration, yaitu kemampuan untuk mengembangkan gagasan sehingga menjadi lebih menarik.
d. Originality, yaitu kemampuan untuk menghasilkan suatu gagasan yang asli dan unik.
Dalam penelitian ini indikator berpikir kreatif yang digunakan adalah indikator berpikir kreatif yang dikemukakan oleh Silver.
Kemampuan berpikir kreatif seseorang memiliki tingkatan. Siswono (Herdani & Ratu, 2018) menyatakan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) yaitu, Tingkat ke-4 (sangat kreatif): siswa bisa menunjukkan indikator kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menyelesaikan permasalahan, Tingkat
12
ke-3 (kreatif): siswa bisa menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas ataupun kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan permasalahan, Tingkat ke-2 (cukup kreatif): siswa bisa menunjukkan fleksibilitas ataupun kebaruan dalam menyelesaikan permasalahan, Tingkat ke-1 (kurang kreatif), siswa bisa menunjukkan kefasihan dalam menyelesaikan permasalahan, dan Tingkat ke-0 (tidak kreatif), siswa tidak bisa menunjukkan satupun aspek indikator berpikir kreatif.
(Arda & Pujiastuti, 2020) pedoman pengklasifikasian TKBK dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.2 Pedoman Pengklasifikasian TKBK
Indikator
TK BK
4
TKBK 3 TKBK 2 TK BK
1
TK BK
0
Kefasihan √ √ √ - - - √ -
Fleksibilitas √ - √ √ √ - - -
Kebaruan √ √ - √ - √ - -
3. Operasi Hitung Bentuk Aljabar
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak permasalahan yang berhubungan dengan bidang ilmu matematika terutama aljabar. Aljabar diperkenalkan oleh imuwan Islam yang bernama Al-Khwarizmi pada peradaban Mesopotamia. Mulai saat itulah aljabar terus dipelajari, dibawa ke peradaban Mesir dan terus dikembangkan hingga sekarang ini. (Maxrizal, 2016:1)
Aljabar adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari konsep atau prinsip penyederhanaan serta pemecahan masalah dengan menggunakan simbol atau huruf tertentu.
Adapun operasi bentuk aljabar meliputi:
a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar
Operasi penjumlahan dan operasi pengurangan bisa diselesaikan dengan menggunakan sifat komutatif, sifat asosiatif dan sifat distributif.
Sifat distributif ( )
Sifat komutatif
Sifat asosiatif
( ) ( ) Contoh:
( )( )
( )( ) b. Operasi Perkalian Bentuk Aljabar
Sifat-sifat operasi perkalian bentuk aljabar:
Sifat komutatif
Sifat asosiatif
14
( ) ( ) ( ) ( )
Sifat distributif
( ) ( ) ( ) Contoh:
Tentukan hasil perkalian bentuk aljabar ( )( ) Jawab:
( )( )
c. Operasi Pembagian Bentuk Aljabar
Dengan “x” di ruas kanan dan kiri adalah variabel yang sejenis dan “m
& n” adalah pangkat masing-masing variabel.
Contoh:
( )
( )
d. Soal Cerita Bentuk Aljabar yang Memenuhi Indikator Berpikir Kreatif
Kefasihan
Bu Ani memiliki uang sebanyak Rp. 30.000. Dia ingin membeli merica dan jahe. Harga 1 bungkus merica yaitu Rp. 2500 dan harga 1 bungkus jahe yaitu Rp. 1000. Carilah kemungkinan berapa bungkus merica dan jahe yang dapat dibeli oleh Bu Ani sehingga uangnya habis. Minimal 2 kemungkinan.
Penyelesaian:
Dik: Uang Bu Ani = 30.000 1 Bungkus Merica = 2500 1 Bungkus Jahe = 1000 Dit: kemungkinan yang terjadi ? Kemungkinan 1:
Bu Ani membeli 8 bungkus merica dan 10 bungkus jahe ( ) ( )
Jadi, kemungkinan uang Bu Ani habis membeli 8 bungkus merica dan 10 bungkus jahe.
Kemungkinan 2:
Bu Ani membeli 10 bungkus merica dan 5 bungkus jahe ( ) ( )
Jadi, kemungkinan uang Bu Ani habis membeli 10 bungkus merica dan 5 bungkus jahe.
Fleksibilitas
Suatu kolam renang berbentuk persegi panjang yang memiliki lebar sebesar ( ) Apabila keliling kolam renang tersebut sebesar ( ) . Maka luas kolam renang tersebut adalah ….
Penyelesaian:
16
Dik: Lebar kolam renang ( ) Keliling kolam renang ( ) Dit: Luas kolam renang = ….?
Alternatif 1 (Cara Skema):
Keliling persegi panjang ( ) ( )
( ) ( ( )) ( ( )) ( ) ( )
( )
Luas persegi panjang
( )( )
( ) ( ) ( ) ( )
Jadi, Luas kolam renang tersebut adalah ( ) Alternatif 2 (Cara Distributif):
Keliling persegi panjang ( ) ( )
( ) ( ( )) ( ( )) ( ) ( )
( )
Luas persegi panjang
( )( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Jadi, Luas kolam renang tersebut adalah ( )
Kebaruan
Tanah pekarangan pak slamet berbentuk persegi yang memiliki keliling ( ) Tentukan luas tanah pak slamet!
Penyelesaian:
Dik: Keliling tanah ( ) Dit: Luas Tanah = ….?
Alternatif penyelesaian (Metode Tabel/Kotak):
Keliling Persegi ( ) ( )
Luas Persegi ( )( )
( )( )
Jadi, luas tanah pak slamet adalah ( ) B. Hasil Penelitian yang Relevan
1. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh (Novianti, F. & Yunianta, 2018) dengan judul “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bentuk Aljabar yang Ditinjau dari Perbedaan Gender” dapat disimpulkan bahwa Siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dengan subjek SLT dan SPT sama-sama termasuk pada kelompok yang tingkat kreativitasnya menunjukkan pada
18
tingkat ke-3 karena keduanya dapat memenuhi dua aspek kemampuan berpikir kreatif yaitu aspek kefasihan dan fleksibilitas. Siswa yang berkemampuan sedang dengan subjek SLS dan SPS sama-sama termasuk pada kelompok yang tingkat kreativitasnya menunjukkan pada tingkat ke-1 karena keduanya sama- sama hanya memenuhi satu aspek kemapuan berpikir kreatif saja yaitu pada aspek kefasihan. Siswa yang berkemampuan rendah dengan subjek SLR dan SPR sama-sama termasuk pada kelompok yang tingkat kreativitasnya menunjukkan pada tingkat ke-0 karena keduanya tidak memenuhi semua aspek kemampuan berpikir kreatif.
2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sita Rokhana Sari 2019) dengan judul “Analisis Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Kemampuan Matematika Materi Fungsi Kelas X IIS 3 MA Ma’arif Udanawu Blitar” dapat disimpulkan bahwa :
a. Siswa berkemampuan matematika tinggi, dari dua subjek yang diambil memiliki kemampuan berpikir kreatif yang tidak sama. Subjek 1 dapat memenuhi semua indikator yaitu fleksibilitas, kebaruan dan kefasihan.
Sedangkan subjek 2 hanya memenuhi dua indikator yaitu fleksibilitas dan kebaruan.
b. Siswa berkemampuan matematika sedang, dari dua subjek yang diambil memiliki kemampuan berpikir kreatif yang sama. Keduanya hanya mampu memenuhi indikator berpikir kreatif yaitu fleksibilitas dan kefasihan.
Untuk indikator kebaruan tidak bisa memenuhi.
c. Siswa berkemampuan matematika rendah, daru dua subjek yang diambil memiliki kemampuan berpikir kreatif yang sama. Kedua nya kurang bisa memenuhi semua indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, kebaruan dan fleksibilitas.
3. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sulestry & Meliyana, 2016) dengan judul “Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba” dapat disimpulkan bahwa :
a. Kemampuan menentukan yang diketahui dari soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba berada pada kategori tinggi dengan selang kepercayaan 6,96 7,60.
b. Kemampuan menentukan yang ditanyakan dari soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba berada pada kategori tinggi dengan selang kepercayaan 4,93 5,36.
c. Kemampuan membuat model matematika dari soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba berada pada kategori tinggi dengan selang kepercayaan 8,54 10,67.
d. Kemampuan menyelesaikan model matematika dari soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba berada pada kategori rendah dengan selang kepercayaan 12,93 21,79.
e. Kemampuan menyimpulkan jawaban dari soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba berada pada kategori rendah dengan selang kepercayaan 10,69 16,95.
20 BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif ialah aktivitas menggambarkan objek ataupun subjek sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah serta fakta nyata yang ada di lapangan. Penelitian kualitatif ialah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi postpositivisme yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap kondisi alamiah suatu ubjek penelitian.(Sugiyono, 2020:18).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 23 Sinjai, yang beralamat di Jl.
Pendidikan Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.
Adapun waktu yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitiaan adalah sejak tanggal dikeluarkannya surat izin penelitian yaitu tanggal 3 September 2021 s/d 3 November 2021.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini yakni siswa kelas VII yang dipilih sesuai kriteria yang disediakan. Pengambilan subjek pada penelitian ini dilakukan dengan menetapkan kelas penelitian kemudian memberikan tes kemampuan awal kepada seluruh siswa berupa soal materi operasi hitung bentuk aljabar. Setelah itu, memilih 3 siswa yang akan menjadi subjek penelitian. 1 siswa dengan tingkat kemampuan awal tinggi dengan rentang nilai 86-100, 1 siswa dengan tingkat
kemampuan awal sedang dengan rentang nilai 71-85, dan 1 siswa dengan tingkat kemampuan awal rendah dengan rentang nilai 0-70. Dalam pemilihan subjek ini, selain menilai dari lembar tes peneliti juga meminta pertimbangan kepada guru bidang studi matematika untuk memilih siswa yang dianggap cukup mampu mengekspresikan kreativitasnya dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, setelah dipilih 3 subjek dilakukan kembali tes kepada ketiga subjek ini berupa soal cerita materi operasi hitung bentuk aljabar untuk menguji kemampuan berpikir kreatifnya dalam menyelesaikan soal cerita. Kemudian melakukan wawancara pada ketiga subjek tersebut mengenai cara memecahkan masalah dari soal yang diberikan.
D. Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Instrumen Utama
Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri atau peneliti sebagai kunci utama karena terlibat secara aktif dalam proses penelitian yang dilakukan seperti saat menentukan subjek, mengumpulkan data, menganalisa dan menginterpretasikan hasilnya.
2. Instrumen Pendukung a. Tes Kemampuan Awal
Tes kemampuan awal berupa soal uraian 5 nomor yang dibuat langsung oleh peneliti kemudian divalidasi oleh validator sebelum diujikan kepada subjek. Tes tersebut diberikan kepada kelas yang telah
22
dipilih berdasarkan hasil komunikasi dari guru matematika. Dari tes ini akan dipilih 3 subjek utama yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu siswa berkemampuan awal tinggi, sedang dan rendah berdasarkan hasil tes kemampuan awal.
b. Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Tes kemampuan berpikir kreatif berupa soal cerita berbentuk uraian 3 nomor yang menggambarkan kehidupan sehari-hari pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Tes ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung bentuk aljabar. Tes ini dibuat sendiri oleh peneliti dengan memperhatikan tingkat kesulitan tiap soal tanpa terlepas dari pengawasan dosen pembimbing. Untuk menguatkan keabsahan instrumen dan menguji kelayakan, maka dilakukan validasi.
c. Pedoman Wawancara
Wawancara dilakukan untuk memperkuat deskripsi tentang kemampuan berpikir kreatif siswa serta mengakuratkan data yang telah dikumpulkan melalui tes tertulis. Pada pedoman wawancara diberikan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Pada wawancara ini peneliti menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dengan memberikan beberapa pertanyaan yang telah disusun secara sistematis sesuai dengan apa yang ingin diteliti.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
1. Teknik Tes
Data tentang kemampuan awal dan kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes.
2. Teknik Wawancara
Data tentang kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita dikumpulkan dengan teknik wawancara untuk mengakuratkan hasil dari teknik tes.
F. Teknik Analisis Data
Adapun teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Data Kualitatif
a. Reduksi Data (Data Reduction)
Jumlah data yang diperoleh tergantung berapa lama peneliti melakukan penelitian. Semakin lama peneliti di lapangan, maka akan semakin banyak jumlah data yang terkumpul. Sehingga perlu dicatat secara rinci dan sistematis data yang diperoleh. Setelah itu, perlu dilakukan proses reduksi data dengan merangkum hal-hal yang paling pokok dan penting guna mempermudah peneliti jika sewaktu-waktu data yang terkumpul dibutuhkan.
24
b. Penyajian Data (Data Display)
Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menyajikan data.
Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks yang bersifat naratif.
Tujuan dilakukannya penyajian data adalah agar peneliti dapat lebih mudah memahami apa yang tejadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami tersebut.
c. Menarik Kesimpulan (Conclusion Drawing)
Langkah paling terakhir yaitu melakukan penarikan kesimpulan dari data yang telah melalui proses reduksi dan penyajian. Kesimpulan yang diambil harus merangkum secara garis besar informasi penting dalam penelitian dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
2. Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menghitung hasil tes kemampuan awal siswa dan mengelompokkan siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian menjadi 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Adapun rumus perhitungan yang digunakan adalah :
a. Tes Kemampuan Awal
Nilai Perolehan =
Kategori Penskoran:
2 = jawaban benar dan langkah-langkah lengkap
1 = jawaban benar dan langkah-langkah kurang lengkap
0 = jawaban salah
b. Pengelompokan Kategori
Adapun pengkategorian nilainya yaitu:
KKM = 70
(Interval)
T = Tinggi (86-100)
S = Sedang (71-85) Tim Direktorat Pembinaan SMP
R = Rendah (0-70)
G. Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Melakukan observasi awal di sekolah tempat penelitian yaitu SMP Negeri 23 Sinjai
b. Menyusun proposal penelitian sesuai dengan masukan dari dosen pembimbing.
c. Menyusun instrumen penelitian yang tentunya tidak terlepas dari bimbingan dosen pembimbing.
d. Menguji kelayakan instrument dengan validasi instrumen kepada tim validator.
e. Mengurus penerbitan surat izin penelitian, sekaligus menyampaikan surat izin penelitian di SMP Negeri 23 Sinjai.
26
2. Tahap Pelaksanaan
a. Menetapkan jadwal tes kemampuan awal, tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara di sekolah tempat penelitian.
b. Melaksanakan tes kemampuan awal berupa soal kognitif sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
c. Memeriksa lembar jawaban siswa dan menganalisa kreativitas siswa dalam menjawab soal tes tertulis.
d. Memilih siswa yang akan menjadi subjek penelitian berdasarkan hasil tes kemampuan awal serta pertimbangan dari guru bidang studi yang bersangkutan.
e. Melaksanakan tes kemampuan berpikir kreatif pada subjek yang terpilih berupa soal cerita.
f. Melaksanakan wawancara pada subjek penelitian.
g. Menyimpulkan bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan hasil wawancara.
h. Meminta surat bukti telah melakukan penelitian di SMP Negeri 23 Sinjai.
3. Tahap Akhir
Setelah penelitian dilaksanakan, selanjutnya data yang terkumpul bisa digunakan untuk menggambarkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar.
H. Keabsahan Data
Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif berguna untuk menguji data yang diperoleh sekaligus membuktikan bahwa penelitian yang dilakukan benar- benar penelitian ilmiah.
Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.
Dalam penelitian ini jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi metode yaitu membandingkan data hasil tes siswa dengan hasil wawancara.
28 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dikemukakan data hasil penelitian dan pembahasan tentang kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar pada siswa kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai.
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Tes Kemampuan Awal
Berikut adalah hasil tes kemampuan awal siswa SMP Negeri 23 Sinjai.
Tabel 4.1 Hasil Tes Kemampuan Awal
No. Inisial Siswa Nilai Kategori
1 FAK 100 Tinggi
2 FIR 80 Sedang
3 MSF 20 Rendah
4 MRN 60 Rendah
5 DWY 70 Rendah
6 RMD 80 Sedang
7 NJH 80 Sedang
8 ARR 90 Tinggi
9 MAM 90 Tinggi
10 RSL 40 Rendah
11 MTF 10 Rendah
12 RAL 60 Rendah
Berdasarkan tabel di atas mengenai hasil tes kemampuan awal siswa, memperlihatkan bahwa terdapat 3 siswa yang berkemampuan awal tinggi, 3 siswa yang berkemampuan awal sedang dan 6 siswa yang berkemampuan awal rendah. Selanjutnya dipilih 3 siswa sebagai subjek penelitian yang masing-masing terdiri dari 1 siswa yang berkemampuan
awal tinggi, 1 siswa yang berkemampuan awal sedang dan 1 siswa yang berkemampuan awal rendah.
Pemilihan subjek dalam penelitian ini tidak terlepas dari pertimbangan guru bidang studi matematika yaitu siswa yang mampu berkomunikasi dengan baik serta bersedia untuk turut serta mengikuti pengumpulan data dalam penelitian ini. Berikut ialah subjek penelitian yang terpilih berdasarkan hasil tes kemampuan awal.
Tabel 4.2 Subjek Penelitian
No. Nama Kategori
1 FAK T
2 FIR S
3 RAL R
2. Pengkodean Subjek Penelitian
Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan awal yang masing-masing terdiri dari siswa berkemampuan awal tinggi, siswa berkemampuan awal sedang, dan siswa berkemampuan awal rendah.
Tabel 4.3 Pengkodean Subjek Penelitian
No. Kategori Kode
1 Tinggi ST
2 Sedang SS
3 Rendah SR
Untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data wawancara, maka setiap petikan dialog wawancara diberi kode tertentu.
Petikan wawancara peneliti diberi kode “P”. Dimana digit kedua menyatakan nomor soal, digit ketiga diberi kode “W” yang
30
menyatakan wawancara dan digit selanjutnya menyatakan urutan pertanyaan peneliti. Contoh “P2-W04” artinya petikan wawancara peneliti untuk soal nomor 2 urutan wawancara ke-4.
Petikan wawancara subjek diberi kode “ST” untuk subjek dengan yang
berkemampuan awal tinggi, “SS” untuk subjek yang berkemampuan awal sedang dan “SR” untuk subjek yang berkemampuan awal rendah.
Digit kedua menyatakan nomor soal, digit ketiga diberi kode “W” yang menyatakan wawancara dan digit selanjutnya menyatakan urutan pertanyaan peneliti. Contoh “SR1-W01” artinya petikan wawancara subjek rendah untuk soal nomor 1 urutan wawancara ke-1.
3. Paparan Data
Berikut ini disajikan soal tes kemampuan berpikir kreatif serta pemaparan data dari subjek penelitian yang telah mengerjakan soal tes kemampuan berpikir kreatif yang berupa soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar.
Tabel 4.4 Soal Tes Kemampuan Berpikir Kreatif No.
Soal Soal Indikator
1
Caca menyisihkan uang dari gajinya sebanyak Rp. 120.000 untuk membeli persediaan beras dan gula di rumahnya. Harga 1 liter beras adalah Rp. 8000 dan harga 1 liter gula adalah Rp. 12.000. Carilah minimal 2 kemungkinan berapa liter beras dan gula yang dapat dibeli oleh caca sehingga uangnya habis!
Kefasihan
2
Adik memiliki kotak mainan berbentuk persegi panjang yang panjangnya dan lebarnya
Fleksibilitas dan Kebaruan
. Tentukanlah luas kotak mainan adik!
a. Subjek Yang Berkemampuan Awal Tinggi
Pada bagian ini akan dideskripsikan data hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung bentuk aljabar dan hasil wawancara subjek yang berkemampuan awal tinggi.
1) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Kefasihan
a) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Berikut ialah hasil tes kemampuan berpikir kreatif ST indikator kefasihan.
Gambar 4.1 Hasil Tes ST Indikator Kefasihan
Dari gambar 4.1 dapat dilihat bahwa ST mengerjakan soal nomor 1 secara rinci dan sistematis. ST
32
memberikan 3 jawaban yang tidak sama sesuai dengan instruksi dari soal.
b) Hasil Wawancara
Berikut ialah kutipan wawancara ST untuk soal nomor 1 indikator kefasihan:
Kode Uraian
P1-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ?
ST1-W01 Dari soal kak diketahui uang caca itu 120.000 kak, terus harga beras 1 liter itu 8.000 yang terakhir harga gula 1 liter itu 12.000. Selanjutnya yang ditanyakan dari soal itu kak mencari kemungkinan berapa liter beras dan gula yang harus dibeli caca supaya uangnya habis.
P1-W02 Bagaimana cara adik menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban dari soal tersebut?
ST1-W02 Saya cari angka yang kira-kira kalo dikalikan dengan 8.000 dan 12.000 bisa menghasilkan 120.000 kak supaya uang yang dimiliki caca bisa habis dibelanjakan.
P1-W03 Bisa adik jelaskan perbedaan dari ketiga jawaban yang adik kerjakan ?
ST1-W03 Untuk kemungkinan pertama kak 12 dikali 8.000 dan 2 dikali 12.000 hasilnya 120.000 kak. Untuk kemungkinan kedua kak 6 dikali 8.000 dan 6 dikali 12.000 hasilnya 120.000 kak. Untuk kemungkinan ketiga kak 3 dikali 8.000 dan 8 dikali 12.000 hasilnya 120.000 kak.
P1-W04 Adakah kemungkinan jawaban yang adik tahu selain ini?
ST1-W04 Tidak ada lagi kak
Sesuai dengan hasil wawancara diatas, ST mampu menangkap informasi yang terdapat pada soal terlihat pada kutipan (ST1-W01) subjek mampu menjelaskan maksud yang tertuang pada soal. Pada kutipan (ST1-W02 dan ST1- W03) subjek mampu menjelaskan menggunakan bahasanya sendiri bagaimana ia menyelesaikan soal nomor 1 dengan baik.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa ST mampu memenuhi indikator kefasihan yaitu mampu menjawab soal nomor 1 dengan 3 jawaban berbeda dan
34
mampu menjelaskan kembali dengan bahasanya sendiri terkait jawaban yang diberikannya.
2) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Fleksibilitas
a) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Berikut adalah hasil tes kemampuan berpikir kreatif ST untuk indikator fleksibilitas.
Gambar 4.2 Hasil Tes ST Indikator Fleksibilitas
Berdasarkan gambar 4.2 bahwa ST bisa menyelesaikan permasalahan nomor 2 dengan tepat. Terlihat dari jawaban ST mampu menganalisa permasalahan yang diberikan, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan dengan 3 metode kerja yang tidak sama dengan jawaban akhir yang tepat.
b) Hasil wawancara
Berikut adalah kutipan wawancara ST indikator fleksibilitas soal nomor 2:
Kode Uraian
P2-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ?
ST2-W01 Dari soal kak diketahui kotak mainan adik berbentuk persegi panjang. Panjangnya yaitu (2y - 5) dan lebarnya yaitu (y + 3).
Terus ditanyakan berapa luasnya kak.
P2-W02 Bagaimana cara adik menyelesaikan soal tersebut?
ST2-W02 Kan rumus dari persegi panjang yaitu p x lkak. Jadi lagsung saya masukkan nilai yang diketahui ke rumusnya.
P2-W03 Berapa cara kerja yang adik gunakan untuk menyelesaikan soal tersebut ?
ST2-W03 Saya menggunakan 3 cara kerja kak.
P2-W04 Bisa adik jelaskan perbedaan dari ketiga cara kerja yang adik gunakan ?
ST2-W04 Cara kerja pertama menggunakan cara skema kak yaitu . Cara kerja kedua menggunakan cara distributif kak yaitu ( ) ( ) Cara kerja ketiga menggunakan tabel kak.
36
P2-W05 Darimana adik mendapatkan ide untuk mengerjakan soal ?
ST2-W05 Cara kerja pertama dan kedua dari guru kak, kemudian cara kerja ketiga saya pernah saya liat di youtube kak kemudian saya aplikasikan dalam soal ini.
P2-W06 Adakah metode penyelesaian lain yang adik bisa selain ini?
ST2-W06 Tidak ada lagi kak
Sesuai dengan hasil wawancara ST untuk permasalahan nomor 2 seperti yang terlihat pada kutipan diatas bahwa ST mampu menangkap informasi yang terdapat dalam soal sehingga ST mampu menggunakan 3 cara kerja yang dia ketahui serta ST mampu menjelaskan cara penyelesaian soal dengan menggunakan bahasa sendiri.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat ditarik kesimpulan bahwa ST mampu memenuhi indikator fleksibilitas yaitu mampu memberikan jawaban dengan 3 cara kerja berbeda dan mampu menjelaskan kembali ketiga cara yang digunakannya.
3) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Kebaruan
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Berikut adalah hasil tes kemampuan berpikir kreatif ST untuk indikator kebaruan.
Gambar 4.3 Hasil Tes ST Indikator kebaruan
Pada gambar 4.3 terlihat bahwa ST bisa mengerjakan soal dengan tepat. Namun ST belum mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan cara kerja baru yang tidak biasa digunakan oleh siswa lainnya.
b) Data Hasil Wawancara
Berikut ialah kutipan wawancara ST indikator kebaruan nomor 2.
Kode Uraian
P2-W01 Setelah membaca soal yang diberikan,
38
informasi apa yang adik dapatkan ?
ST2-W01 Dari soal kak diketahui kotak mainan adik berbentuk persegi panjang. Panjangnya yaitu (2y - 5) dan lebarnya yaitu (y + 3).
Terus ditanyakan berapa luasnya kak.
P2-W02 Bagaimana cara adik menyelesaikan soal tersebut?
ST2-W02 Kan rumus dari persegi panjang yaitu p x l kak. Jadi lagsung saya masukkan nilai yang diketahui ke rumusnya.
P2-W03 Berapa cara kerja yang adik gunakan untuk menyelesaikan soal tersebut ?
ST2-W03 Saya menggunakan 3 cara kerja kak.
P2-W04 Bisa adik jelaskan perbedaan dari ketiga cara kerja yang adik gunakan ?
ST2-W04 Cara kerja pertama menggunakan cara skema kak yaitu . Cara kerja kedua menggunakan cara distributif kak yaitu ( ) ( ) Cara kerja ketiga menggunakan tabel kak.
P2-W05 Darimana adik mendapatkan ide untuk mengerjakan soal ?
ST2-W05 Cara kerja pertama dan kedua dari guru kak, kemudian cara kerja ketiga saya pernah saya liat di youtube kak kemudian saya aplikasikan dalam soal ini.
P2-W06 Adakah metode penyelesaian lain yang adik tahu selain ini?
ST2-W06 Tidak ada lagi kak
Sesuai dengan wawancara ST untuk soal nomor 2 seperti yang terdapat pada kutipan diatas, ST bisa menangkap maksud dari soal nomor 2. Namun ST belum mampu menyelesaikan soal dengan cara kerja baru terlihat pada kutipan wawancara (ST2-W05) bahwa cara kerja baru yang dikerjakan oleh ST diperoleh dari youtube bukan dari ide aslinya sendiri.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa ST belum mampu memenuhi indikator kebaruan yaitu mampu memberikan cara kerja baru yang tidak digunakan oleh siswa lainnya.
b. Subjek Yang Berkemampuan Awal Sedang
Pada bagian ini akan dideskripsikan data hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung
40
bentuk aljabar dan hasil wawancara subjek yang berkemampuan awal sedang.
1) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Kefasihan
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Di bawah ini ialah data hasil pekerjaan SS pada indikator kefasihan.
Gambar 4.4 Hasil Tes SS Indikator Kefasihan
Pada gambar 4.4 terlihat bahwa SS mampu mengerjakan soal dengan benar. Hal ini terbukti dari hasil pekerjaan SS yang dapat memberikan 2 jawaban yang berbeda sesuai dengan yang diminta pada soal.
b) Data Hasil Wawancara
Di bawah ini adalah kutipan wawancara SS indikator kefasihan nomor 1:
Kode Uraian
P1-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ?
SS1-W01 Diketahui dari soal kak uang caca, harga beras dan harga gula. Terus ditanyakan kak kemungkinan jawaban supaya uang dari caca bisa habis.
P1-W02 Bagaimana cara adik menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban dari soal tersebut?
SS1-W02 Mecoba-coba nilai yang sesuai kak.
P1-W03 Bisa adik jelaskan perbedaan dari jawaban yang adik kerjakan ?
SS1-W03 Untuk kemungkinan pertama kak saya pakai 6p dan 6q yaitu 6 liter beras dan 6 liter gula.
Kemudian kemungkinan kedua saya pakai 9p dan 4q yaitu 9 liter beras dan 4 liter gula kak.
P1-W04 Adakah kemungkinan jawaban yang adik tahu selain ini?
SS1-W04 Tidak lagi kak.
Sesuai dengan wawancara SS pada kutipan diatas dapat dilihat bahwa SS mampu menjelaskan dengan bahasanya
42
sendiri terkait apa yang diketahui pada soal dan bagaimana cara mengerjakan soal tersebut.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa SS mampu memenuhi indikator kefasihan terlihat dari SS yang mampu memberikan 2 jawaban berbeda untuk menyelesaikan soal yang diberikan serta mampu menjelaskan kembali jawaban yang dikerjakannya.
2) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Fleksibilitas
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Di bawah ini adalah hasil pekerjaan SS indikator fleksibilitas nomor 2.
Gambar 4.5 Hasil Tes SS Indikator Fleksibilitas
Pada gambar 4.5 SS mampu menjawab soal dengan tepat dan sistematis. Terlihat pada gambar bahwa subjek
mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus yang dia ketahui kemudian diaplikasikan dengan 2 cara kerja yang bervariasi dengan jawaban akhir yang sama.
b) Data Hasil Wawancara
Di bawah ini adalah kutipan wawancara SS indikator fleksibilitas nomor 2:
Kode Uraian
P2-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ? SS2-W01 Yang diketahui kak panjang dan lebar
kotak mainan adik. Terus yang ditanyakan kak luasnya.
P2-W02 Berapa cara kerja yang adik gunakan untuk menyelesaikan soal tersebut ? SS2-W02 Saya menggunakan 2 cara kerja kak.
P2-W03 Bisa adik jelaskan perbedaan dari ketiga cara kerja yang adik gunakan ?
SS2-W03 Cara kerja pertama kak pakai cara distributif terus cara kerja kedua pakai cara skema kak.
P2-W04 Darimana adik mendapatkan ide untuk mengerjakan soal ?
SS2-W04 Dari guru kak.
44
P2-W05 Adakah metode penyelesaian lain yang adik tahu selain ini?
SS2-W05 Tidak ada kak
Sesuai dengan wawancara SS untuk soal nomor 2 subjek terlihat baik dalam menangkap maksud soal sehingga dapat dilihat pada kutipan diatas subjek mampu menyebutkan yang ditanyakan dan yang diketahui. Pada kutipan (SS2-W03) subjek menyebutkan secara singkat cara yang digunakan untuk menyelesaikan soal.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa SS mampu memenuhi indikator fleksibilitas terlihat dari SS yang mampu menyelesaikan soal dengan 2 cara penyelesaian yang berbeda dan mampu menjelaskan secara singkat cara yang digunakannya.
3) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Kebaruan
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Di bawah ini adalah hasil pekerjaan SS indikator kebaruan nomor 2.
Gambar 4.6 Hasil Tes SS Indikator Kebaruan
Pada gambar 4.6 SS menyelesaikan soal dengan tepat.
Terlihat dari jawaban SS yang menggunakan 2 cara kerja, namun SS belum bisa mengembangkan metode penyelesaian baru yang jarang digunakan oleh siswa lain.
b) Data Hasil Wawancara
Di bawah ini adalah kutipan wawancara SS indikator kebaruan nomor 2:
Kode Uraian
P2-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ?
SS2-W01 Yang diketahui kak panjang dan lebar kotak mainan adik. Terus yang ditanyakan kak luasnya.
P2-W02 Berapa cara kerja yang adik gunakan
46
untuk menyelesaikan soal tersebut ? SS2-W02 Saya menggunakan 2 cara kerja kak.
P2-W03 Bisa adik jelaskan perbedaan dari ketiga cara kerja yang adik gunakan ?
SS2-W03 Cara kerja pertama kak pakai cara distributif terus cara kerja kedua pakai cara skema kak.
P2-W04 Darimana adik mendapatkan ide untuk mengerjakan soal ?
SS2-W04 Dari guru kak.
P2-W05 Adakah metode penyelesaian lain yang adik tahu selain ini?
SS2-W05 Tidak ada kak
Sesuai dengan wawancara SS pada soal nomor 2, subjek bisa memahami informasi dari permasalahan yang ada.
Terlihat dari SS yang bisa menyebutkan yang ditanyakan dan yang diketahui serta mampu menyebutkan 2 cara kerja yang diperoleh melalui proses pembelajaran dikelas yang berarti SS belum bisa mengerjakan soal dengan cara kerja baru.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa SS belum mampu memenuhi indikator
kebaruan terlihat dari SS yang hanya mengerjakan soal dengan cara kerja yang biasa digunakan saat proses pembelajaran.
c. Subjek Yang Berkemampuan Awal Rendah
Pada bagian ini akan dideskripsikan data hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung bentuk aljabar dan hasil wawancara subjek yang berkemampuan awal rendah.
1) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Kefasihan
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Di bawah ini adalah hasil pekerjaan SR pada soal nomor 1 untuk indikator kefasihan.
Gambar 4.7 Hasil Tes SR Indikator Kefasihan
Pada gambar 4.7 memperlihatkan bahwa SR tidak bisa menangkap maksud soal yang diberikan terlihat dari SR yang tidak bisa menjawab soal dengan tepat dan benar.
48
b) Data Hasil Wawancara
Di bawah ini adalah kutipan wawancara SR indikator kefasihan:
Kode Uraian
P1-W01 Setelah membaca soal yang diberikan, informasi apa yang adik dapatkan ?
SR1-W01 Tidak tau kak.
P1-W02 Bagaimana cara adik menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban dari soal tersebut?
SR1-W02 (diam)
P1-W03 Apakah adik mempunyai ide untuk meyelesaikan soal tersebut?
SR1-W03 Tidak kak.
Berdasarkan hasil wawancara SR, dapat dilihat bahwa SR tidak mampu memahami soal dengan baik terbukti dari SR yang tidak mampu menyebutkan apa yang diketahui dan yang ditanyakan serta tidak mampu mengerjakankan soal yang diberikan.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara bisa ditarik kesimpulan bahwa SR belum mampu memenuhi indikator
kefasihan terlihat dari SR yang tidak bisa menjawab soal yang diberikan.
2) Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif dan Wawancara Indikator Fleksibiltas
a) Data Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif
Di bawah ini adalah hasil pekerjaan SR pada soal nomor 2 untuk indikator fleksibilitas.
Gambar 4.8 Hasil Tes SR Indikator Fleksibilitas
Pada gambar 4.8 diatas terlihat bahwa SR cukup mampu menyelesaikan soal dengan baik, hal ini dibuktikan dengan jawaban dari SR yang benar. Namun SR belum mampu menunjukkan bagaimana menyelesaikan soal dengan cara lain.
b) Data hasil Wawancara
Di bawah ini adalah kutipan wawancara SS indikator fleksibilitas nomor 2:
Kode Uraian
P2-W01 Setelah membaca soal yang diberikan,
50
informasi apa yang adik dapatkan ? SR2-W01 Mencari luas kotak mainan adik kak
P2-W02 Berapa cara kerja yang adik gunakan untuk menyelesaikan soal tersebut ?
SR2-W02 1 kak
P2-W03 Bisa adik jelaskan cara apa yang adik gunakan ?
SR2-W03 Tidak kak
P2-W04 Darimana adik mendapatkan ide untuk mengerjakan soal ?
SR2-W04 Dari guru kak.
P2-W05 Adakah metode penyelesaian lain yang adik tahu selain ini?
SR2-W05 Tidak lagi kak
Sesuai dengan wawancara SR untuk permasalahan nomor 2 terlihat bahwa SR kurang bisa menangkap maksud soal dengan baik. Pada kutipan (SR2-W01) SR menyebutkan informasi yang didapatkan dengan bahasa yang persis dengan yang ada pada soal. Pada kutipan wawancara (SR2-W03) SR tidak mengetahui metode untuk mengerjakan soal yang diberikan.