• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi penelitian di cekungan Berau, Papua Barat
Gambar 2.  Stratigrafi regional Cekungan Berau,  Papua Barat (modifikasi dari Pieters,  dkk., 1983)
Diagram alir penelitian selengkapanya dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 4a menunjukkan peta anomali Bouguer dan lintasan analisis spektral cekungan Berau, Papua
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pembuatan profil gaya berat dan peta ketebalan sedimen (Gambar 5) menunjukkan bahwa cekungan Simeulue memanjang dengan arah barat laut – tenggara, mencapai panjang

Berdasarkan hasil pemodelan 2D pada Gambar 6 dan kondisi geologi maka nilai tahanan jenis batuan (Anderson et al. 2000) hasil pemodelan 2D MT dapat ditafsirkan

Hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sedimen di daerah Bayah berhubungan dengan seri magma dengan afinitas rendah mulai toleitik hingga kalk-alkalin sedang dan batuan

Pada kegiatan akhir siswa diberi kuis yang berupa soal- soal tentang indikator alam. Dari hasil kuis, rata-rata siswa dapat mejawab dengan benar. Setelah memeri kuis,

Metode gravitasi merupakan salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk mengetahui struktur bawah permukaan bumi berdasarkan variasi nilai densitas batuan

Hasil penelitian ini menunjukkan wilayah yang memiliki nilai ketebalan sedimen relatif tebal yakni 73,75 m sampai dengan 135,37 m berada di sebelah barat jalur Sesar Opak,

Pada zona polen 1 endapan sedimen mula-mula terendapkan pada lingkungan darat yaitu Reparian sampai Mangrove dengan penciri polen Reparian yaitu Chenopodiaceae dan

Dengan melihat kondisi di lapangan serta hasil prediksi tinggi gelombang dan pasokan sedimen rata-rata sepanjang tahun maka pesisir perairan Indramayu dan sekitarnya diperkirakan