A. LATAR BELAKANG
Terselenggaranya Good Govermance merupakan prasyarat bagi setiap unsur penyelenggara pemerintahan untuk melaksanakan pembangunan dalam mewujudkan aspirasi masyarakat mencapai tujuan dan cita-cita berbangsa dan bernegara.
Berkenaan dengan hal ini, maka diperlukan upaya pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan legitimate sehingga penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan Pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari sinyalemen KKN.
Sejalan dengan itu pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi melalui TAP. MPR No:XI/MPR/1998 tentang Penyelengaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme, Inpres Nomor 5 Tahun 24 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tentang penyenggaraan Negara yang bersih bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; Peraturan Menteri Negara PAN Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah serta Inpres No.7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Dalam pasal 3 Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tersebut menyebutkan salah satu azas kepastian hukum azas tertib penyelenggaraan, azas kepentingan umum penyelenggaraan negara yaitu azas akuntabilitas yang merupakan azas yang menentukan dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban setiap program/kegiatan dan hasil akhir dari program/kegiatan penyelenggraan tugas dan fungsi Pemerintahan sebagai unsur negara kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi sesuai dengan ketentuan-ketentuan perundang- undangan yang berlaku.
Dengan lahirnya Inpres No 7 Tahun 1999 menghendaki adanya kewajiban setiap unsur penyelenggara pemerintahan mulai dari Pejabat Eselon II ke atas untuk mempertanggungjawabkan segala aktifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya
perencanaan strategik yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk maksud tersebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menindaklanjuti Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dengan mengacu pada rencana kerja (RENJA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA SKPD) Tahun 2015 dan Laporan keterangan Pertanggungjawaban yang berlandaskan pada tugas pokok, Fungsi, Visi, Misi organisasi.
Materi yang disajikan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini di dasarkan atas Dokumen Perencanaan sesuai dengan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta keputusan LANNomor239/IX/6/8/2003 Tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sementara untuk pengukuran kinerjanya didasarkan atas data-data program/kegiatan selama Tahun Anggaran 2015
B. GAMBARAN SINGKAT ORGANISASI.
Dalam rangka menindaklanjuti Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah dan peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Provinsi sebagai daerah Otonom serta dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah nomor 84 tahun 2000 tentang pedoman Organisasi Perangkat Daerah maka perlu dilakukan penataan Organisasi dan tata kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka perlu membentuk Peraturan Daerah yang mengatur tentang pembentukan Organisasi Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan demikian pembahasan ini di uraikan Gambaran singkat sesuai Perda Nomor 57 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tanggal 21 Juli 2008, Perda Nomor 10 Tahun 2009 tentang Perubahan Perda Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tanggal14 Desember 2009 dan Pergub sulsel Nomor 57 Tahun 2012 Tentang Tupoksi dan Rincian Tugas Jabatan Struktural Pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gambaran singkat Struktur Organisasi Biro Bina Perekonomian sebagai unsur
bertanggungjawab kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dengan kedudukan, tugas pokok dan fungsi, sumber daya aparatur, sumber daya keuangan, sarana dan prasarana, pembinaan staf dan pengaruh kondisi lingkungan strategis eksternal.
Struktur organisasi Biro Bina Perekonomian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dengan skema struktur organisasi berikut ini:
Gambar Struktur Organisasi Biro Bina Perekonomian
1. Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Rincian Tugas Jabatan Struktural pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan maka kedudukan Biro Bina Perekonomian adalah merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah dalam lingkup Sekretariat Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Biro yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten
BIRO BINA PEREKONOMIAN SETDA PROVINI SULAWESI SLATAN
BAGIAN TATA USAHA DAN BINA EKONOMI KERAKYATAN
BAGIAN
BINA KELEMBAGAAN EKONOMI BAGIAN
BINA PRODUKSI, DISTRIBUSI DAN PEMASARAN BAGIAN
BINA SARANA PEREKONOMIAN
SUB BAGIANSARANA PERHUBUNGAN,TELEK OMUNIKASI DAN
PARIWISATA
SUB BAGIAN SARANA PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN
SUB BAGIAN SARANA BUMN DAN BUMD
SUB BAGIAN BINA PRODUKSI
SUB BAGIAN BINA DISTRIBUSI
SUB BAGIAN BINA PEMASARAN
SUB BAGIAN BINA KELEMBAGAAN
KOPERASI DAN UKM
SUB BAGIAN BINA KELEMBAGAAN
KEUANGAN
SUB BAGIAN BINA PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH SUB BAGIAN
PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN
SUB BAGIAN MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAGIAN TATA USAHA
Biro Bina Perekonomian mempunyai tugas pokok adalah menyiapkan bahan koordinasi, pembinaan, fasilitasi, monitoring serta evaluasi, penyusunan dan penyelenggaraan kebijakan dibidang ekonomi kerakyatan, sarana perekonomian, produksi, distribusi dan pemasaran serta kelembagaan ekonomi dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut,Biro Bina Perekonomian mempunyai fungsi:
a. Penyelenggaraan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, fasilitasi, pemantauan, pelaporan di bidang ekonomi kerakyatan serta pelaksanaan penatausahaan Biro Bina Perekonomian.
b. Penyelenggaraan Koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, fasilitasi pemantauan, pelaporan dibidang sarana perekonomian.
c. Penyelenggaraan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, fasilitasi, pemantauan, pelaporan dibidang produksi, distribusi dan pemasaran
d. Penyelenggaraan koordinasi, pembinaan, penyusunan kebijakan, fasilitasi pemantauan, pelaporan dibidang kelembagaan ekonomi.
e. Penyelenggaraan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya.
2. Sumber Daya Manusia
Keberhasilan suatu Organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sangat ditentukan oleh adanya sumberdaya manusia yakni sumberdaya aparatur yang berkualitas sebagai penggerak roda organisasi yang berpengaruh langsung terhadap lingkungan strategis organisasi.
DalamlingkupBiro Bina Perekonomian didukung oleh sumber daya Aparatur (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 45(Empat Puluh Lima] orang yang terdiri dari Laki- laki 19 (Sembilan Belas) orang dan Perempuan 26 (Dua Puluh Enam) Orang. Dari 45 (Empat Puluh Lima) Orang Pegawai tersebut 17(Tujuh Belas) orang adalah pejabat struktural, yang terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Biro (eselon II), dan 4 (Empat) orang Kepala Bagian (eselon III) dan 12 (Dua belas) Orang Kepala Sub Bagian (eselon IV), dan sisanya 29 orang adalah staf yang tersebar pada bagian dan sub bagian, adapun kualifikasi umur adalah sebagai berikut:
PNS yang berdasarkan pangkat/golongan - Golongan IV sebanyak 7 orang - Golongan III sebanyak 24 orang - Golongan II sebanyak 14 orang
Tabel I.1
Pegawai Menurut Golongan (keadaan Desember 2015)
Berdasarkan Pendidikan
- SMU / SLTA sebanyak 12 orang - Sarjana Muda / D-3 sebanyak 2 orang - Sarjana (S1) sebanyak 19 orang - Magister (S2 ] sebanyak 12 orang
Tabel I.2
Pegawai Menurut Pendidikan (keadaan Desember 2015)
No. BAGIAN Jumlah PNS
Jumlah Gol.IV Gol.III Gol.II Gol. I
1 Bagian Tata Usaha dan Ekonomi Kerakyatan 1 9 4 - 14
2 Bagian Bina Sarana Perekonomian 2 7 2 - 11
3 Bagian Bina Produksi, Distribusi dan Pemasaran. 2 5 3 - 10
4 Bagian Bina Kelembagaan Ekonomi 2 3 5 - 10
Jumlah 7 24 14 0 45
No Biro Kualifikasi Pendidikan Jumlah
SD SLTP SLTA DIPL S1 S2 S3 1 Bagian Tata Usaha dan Ekonomi
Kerakyatan
- - 4 1 8 1 - 14
2 Bagian Bina Sarana Perekonomian - - - 1 4 6 - 11 3 Bagian Bina Produksi, Distribusi dan
Pemasaran
- - 2 - 5 3 - 10
4 Bagian Bina Kelembagaan Ekonomi - - 6 - 2 2 - 10
Jumlah - - 12 2 19 12 45
Berdasarkan Usia
- Usia 50 tahun - 60 tahun berjumlah 14 orang - Usia 40 tahun - 49 tahun berjumlah 14 orang - Usia 30 tahun - 39 tahun berjumlah 17 orang - Usia 20 tahun - 29 tahun berjumlah 0 orang
Tabel I.3
Pegawai Menurut Usia(keadaan Desember 2015)
3. Sumber Daya keuangan.
Untuk menunjang optimalisasi Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi, maka salah satu faktor pendukungnya adalah ketersedian anggaran, untuk itu tersediadana Pada Belanja Langsung, dianggarkan sebesar Rp.5.847.626.608,-dapat direalisasikan sebesar Rp. 5.660.266.362,- atau 96,80%
terdapat sisa anggaran sebesarRp.187.360.246,-.
4. Sarana dan Prasarana.
Sarana dan prasarana yang tersedia untuk mendukung operasional pelaksanaan tugas – tugas Biro Bina Perekonomian dalam lingkup Sekretariat Daerah selama tahun 2015 tercatat sebagai berikut :
1. Kendaraan dinas sebanyak 12 buah, yang terdiri dari kendaraan roda Empat sebanyak 6 unit, dan kendaraan roda Dua sebanyak 9 unit yaitu dalam keadaan baik 6 unit, dan rusak berat 3 unit.
N
o BAGIAN USIA (TAHUN)
Jumlah 50-60 40-49 30-39 20-29
1 Bagian Tata Usaha dan Ekonomi Kerakyatan
4 2 8 - 14
2 Bagian Bina Sarana Perekonomian 2 7 2 - 11
3 Bagian Bina Produksi, Distribusi dan Pemasaran.
3 5 2 - 10
4 Bagian Bina Kelembagaan Ekonomi 4 2 4 - 10
Jumlah 13 16 16 - 45
2. Gedung kantor yang cukup representatif, dimana seluruh ruangan telah dilengkapi dengan air conditioner yang berjumlah16 unit (AC) 4 unit diantaranya rusak, dan Alat studio [kamera] 4 buah 3 diantaranya rusak.
3. Peralatan komputer sebanyak 19 unit, notebook 10 Unit 2 diantaranya rusak berat, LCD 2 Unit dalam kondisi baik dan2 buah mesin ketik 1 buah dalam kondisi baik dan 1 buah dalam kondisi rusak, serta meja dan kursi untuk mendukung kelancaran tugas.
4. Sarana komunikasi kantor terdapat 2 (dua) buah Telepon dan disetiap ruangan dilengkapi PABX dan Jaringan Internet.
C. ISU-ISU STRATEGIS
Dalam pelaksanaan Tugas pokok dan fungsi Biro Bina Perekonomian sebagai fasiltator, koordinator dan katalisator pelaksanaan program pembangunan di bidang ekonomi akan menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dari lingkungan strategis, lingkungan internal maupun eksternal yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:
Bagian Tata Usaha dan Bina Ekonomi Kerakyatan
a. Sarana dan prasarana dalam menunjang peningkatan kinerja Biro Bina Perekonomian masih terbatas;
b. Pengembangan ekonomi kerakyatan di Provinsi Sulawesi Selatan memerlukan kajian yang lebih mendalam untuk menciptakan model yang tepat guna dan tepat sasaran;
c. Penyusunan laporan pencapaian target ekonomi memerlukan koordinasi dengan stakeholders terkait;
d. Masih lemahnya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam penyediaan data indikator ekonomi makro yang lebih intensif dalam rangka memetakan potensi ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang berbasis Kabupaten dan Kota;
e. Koordinasi dengan stakeholders terkait dalam pengendalian tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan belum optimal, sehingga tingkat inflasi yang dipicu oleh bahan makanan masih rentan terjadi;
f. Koordinasi dengan stakeholders terkait dalam pengendalian tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan masih perlu ditingkatkan;
Bagian Bina Sarana Perekenomian
a. Peran serta BUMN dan BUMD dalam pembangunan daerah melalui program CSR dan PKBL belum optimal;
b. Belum optimalnya peran Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) dalam pengembangan perekonomian daerah;
c. Kontribusi sektor industri dan pengolahan utamanya yang berbasis pertanian belum optimal;
d. Optimalisasi pengembangan Industri strategis dalam bentuk kerja sama antara Provinsi dan Kabupaten masih memerlukan sosialisi, fasilitasi dan koordinasi ;
e. Optimalisasi Perusda Sulsel dalam peningkatan PAD Sulsel;
Bagian Produksi Distribusi dan Pemasaran
a. Belum intensifnya koordinasi dan fasilitasi dalam upaya peningkatan produski sektor pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Sulawesi Selatan;
b. Belum adanya informasi yang dapat diakses masyarakat tentang ketersediaan stok bahan pangan;
c. Informasi harga pangan strategis masih memerlukan sosialisasi dan pengembangan lebih lanjut;
d. Informasi dan ketersediaan data mengenai mata rantai jalur distribusi komoditi pertanian masih terbatas;
e. Penyaluran kredit untuk sektor pertanian perlu ditingkatkan untuk mendorong peningkatan produktifitas.
Bagian Kelembagaan Keuangan
a. Akses masyarakat terhadap lembaga keuangan secara umum masih rendah khususnya yang terkait dengan peningkatan produksi pertanian;
b. Kontribusi Sistem perekonomian syariah sebagai alternatif sumber pembiayaan aktivitas ekonomi masyarakat masih rendah sehingga belum berdampak terhadap peningkatan kinerja perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan ;
c. Peran lembaga keuangan lainnya dalam hal pembiayaan aktivitas perekonomian masyarakat masih memerlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif antar lembaga yang terkait utamanya di tingkat Kabupaten dan Kota;
A. Visi
Visi Biro Bina Perekonomian dirumuskan berdasarkan fungsi dan tugas pokok Biro Bina Perekonomian dalam rangka mencapai visi Sulawesi Selatan sebagai Provinsi Sepuluh terbaik dalam Pemenuhan Hak Dasar, berdasarkan visi tersebut maka visi Biro Bina Perekonomian adalah “Akselerator Pembangunan Perekonomian Daerah yang Berkualitas” visi ini merupakan inspirasi bagi Biro Bina Perekonomian dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi guna menciptakan kebijakan yang proporsional, berimbang dan terpadu dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi daerah untuk meningkatkan daya saing perekonomian daerah dalam bingkai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan guna meningkatkan kapabilitas perekonomian daerah dalam pemenuhan hak dasar masyarakat.
B. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka misi Biro Bina Perekonomian berdasarkan tugas pokok dan fungsinya adalah :
1. Meningkatkan Pelayanan Administrasi yang akuntabel dan mendorong Ekonomi kerakyatan serta meningkatkan fungsi monitoring , evaluasi, dan pelaporan ; 2. Mendorong pelaksanaan kebijakan pengembangan produksi, distribusi, dan
pemasaran komoditi;
3. Mendorong pelaksanaan kebijakan pengembangan sarana perekonomian daerahingkatkan;
4. Mendorong pelaksanaan kebijakan pengembangan kelembagaan ekonomi;
C. Tujuan dan Sasaran
Dalam upaya mendukung pencapaian Visi dan Misi , maka selanjutnya ditetapkan Tujuan dan Sasaran, adalah sebagai berikut:
1. Tujuan
Sebagaimana Visi dan Misi yang telah ditetapkan, maka untuk keberhasilan pencapaiannya perlu ditetapkan Tujuan Biro Bina Perekonomian yang dijabarkan sebagai berikut :
1) Meningkatkan pelayanan administrasi yang akuntabel dan mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan dengan mempertimbangkan kesetaraan gender;
2) Menekan Laju Inflasi;
3) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan;
4) Meningkatkan kinerja BUMD dan UMKM dan Koperasi;
2. Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam Renstra Biro Bina Perekonomian pada priode 2013 – 2018 adalah sebagai berikut ;
1. Administrasi Perkantoran Terlaksana dengan baik;
2. Mengendalikan tingkat inflasi daerah;
3. Meningkatkan Akses informasi harga pangan strategis;
4. Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah;
5. Terciptanya distribusi yang merata di tingka masyarakat;
6. Meningkatnya pemasaran hasil produk daerah;
7. Penyaluran RASKIN dengan tepat waktu dan tepat sasaran;
8. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai target Rencana pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD)
9. Terlaksananya dan Terkoordinasi Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kab/ Kota, Terevaluasinya Pemanfaatan DBH-CHT;
10. Adanya sinergitas program BUMN dengan program kerja pemerintah provinsi 11. Terlaksananya sinergitas program dalam pengembangan sarana ekonomi;
12. Meningkatnya pelayanan fasilitas sarana perhubungan, telekomunikasi dan pariwisata;
13. Terlaksananya sinergitas program dalam pengembangan industri dan
perdagangan;
14. Berkembangnya Perbankan Syariah;
15. Iklim yang sehat untuk tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan;
16. Meningkatnya kinerja BUMD;
17. Terlaksananya pemantauan lembaga-lembaga keuangan mikro sertaTersusunnya data-data lembaga yg ada di kab/kota.
18. Meningkatnya kinerja UMKM & Koperasi;
D. PENETAPAN INDIKATOR TAHUN 2015
No Sasaran Indikator Kinerja Target
1 Administrasi Perkantoran
Terlaksana dengan baik
1 Laporan Keuangan disampaikan
tepat waktu 1 Laporan
2 Dokumen Administrasi Perkantoran pada Biro Bina Perekonomian dapat tersusun dengan baik
1 Dokumen
2 Dokumen Administrasi Perkantoran pada Biro Bina Perekonomian dapat tersusun dengan baik
1 Dokumen
3 Peningkatan Sarana dan
Prasarana, Pemeliharaan Rutin
2 AC, 4 Komputer PC, 2 Lemari,1 Handy Talki, 1 Mobil, 2 Motor, Pebaikan Ruangan 4 Laporan Keuangan disampaikan
tepat waktu 1 Laporan
5 Tersusunnya
RKA/DPA/RENJA/PK/RKAP/DPPA
tepat waktu 6 Dokumen
6 Peningkatan Sarana dan
Prasarana, Pemeliharaan Rutin 1 Dokumen 7 Perolehan Hasil Evaluasi SAKIP B 8 Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro
Bina Perekonomian 1 Laporan
2 Mengendalikan tingkat inflasi daerah
1 Angka Inflasi daerah Prov Sulsel 4,5 % ± 1 2 Jumlah kab/kota dengan inflasi
dibawah rata2 provinsi
24 Kab/Kota 3 Meningkatkan Akses
informasi harga pangan strategis
1 Jumlah komoditi pangan yang diupdate harganya setiap bulan melalui website
5 dokumen 4 Meningkatnya
produksi dan
produktivitas
komoditas unggulan daerah
1 Nilai produksi komoditas unggulan daerah (Beras, Jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (PerTriwulan)
5 Terciptanya distribusi yang merata di tingkat masyarakat
1 Data Distribusi Pangan anatar Wilayah dalam Prov. Sulsel (Jenis Komoditi dari dan ke Tujuan.
4 Laporan (PerTriwulan)
6 Meningkatnya
pemasaran hasil produk daerah
1 Volume produksi produk daerah (Beras; jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (PerTriwulan)
7 Penyaluran RASKIN dengan tepat waktu dan tepat sasaran
1 Kab/kota yang menyalurkan Raskin dengan tepat waktu dan tepat sasaran.
24 Kab/Kota
8 Meningkatkan pertumbuhan
ekonomi daerah sesuai target pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD)
1 Angka pertumbuhan ekonomi
Prov. Sulsel > 8 %
9 Terlaksananya dan Terkoordinasi
Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kab/
Kota, Terevaluasinya Pemanfaatan DBH- CHT
1 Realisasi Penggunaan Anggaran
DBH-CHT 4 Laporan
(Per Triwulan)
10 Adanya sinergitas
program BUMN
dengan program kerja pemerintah provinsi
1 % cakupan Jumlah BUMN dalam peningkatan peran BUMN di prov.
Sulsel melalui fasilitasi serta koordinasi
100%
11 Terlaksananya
sinergitas program dalam pengembangan sarana ekonomi
1 Persentase Jumlah Sarana
Ekonomi daerah yang
kembangkan/ dibangun/
diselesaikan status aset melalui Koordinasi dan Fasilitasi (COI, Grand Hotel Rindra,
40%
12 Meningkatnya
pelayanan fasilitas sarana perhubungan, telekomunikasi dan pariwisata
1 Jumlah Kab/kota yang dipantau pengembangan sarana yang bergerak dibidang Perhubungan, Telekomonikasi dan Pariwisata Prov. Sulsel.
24 Kab/Kota
13 Terlaksananya
sinergitas program dalam pengembangan
industri dan
perdagangan
1 Jumlah kab/kota yang di pantauuntuk pengembangan Industri dan perdagangan di Prov.
Sulsel.
24 Kab/Kota
14 Berkembangnya Perbankan Syariah
1 Jumlah lembaga perbankan
syariah 16 Lembaga
2 Jumlah nasabah perbankan
syariah 3,85 Trilliun
3 Jumlah aset perbankan syariah 6,90 Trilliun 4 Jumlah uang pembiayaan dari
lembaga perbankan syariah 5,60 Trilliun 15 Iklim yang sehat
untuk tumbuh dan berkembangnya
ekonomi kerakyatan
1 Jumlah Kab/Kota yang dipantau
dalam mewujudkan
pengembangan ekonomi
kerakyatan di Sulawesi Selatan
24 Kab/Kota
16 Meningkatnya kinerja BUMD
1 Jumlah BUMD yg berkinerja baik
(menghasilkan laba) dari 4 BUMD 4 BUMD 17 Terlaksananya
pemantauan lembaga- lembaga keuangan mikro
sertaTersusunnya data-data lembaga yg ada di kab/kota
1 Jumlah Lembaga Keuangan (Bank) Penyalur Kredit Usaha rakyat (KUR) (secara Nasional = 7 Lembaga Penyalur KUR)
3 Lembaga
18 Meningkatnya kinerja UMKM & Koperasi
1 % cakupan koperasi aktif di prov
sulsel 75%
2 % Jumlah UMKM yang di fasilitasi dengan lembaga perbankan (Jumlah UMKM prov Sulsel = 751.631 unit tahun 2014)
40%
3 % Jumlah Koperasi yang di fasilitasi dengan lembaga perbankan (Jumlah Koperasi = 7.010 unit tahun 2014)
40%
A. CAPAIAN KINERJA
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misiBiro Bina Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Selatan. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, dan indikator keluaran. Penilaian tersebut tidak terlepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran atau penilaian dalam proses penyusunan kebijakan/program/kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran.
Adapun uraian Kinerja menurut sasaran 1 sebagai berikut
SASARAN 1 Administrasi Perkantoran Terlaksana dengan baik
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Laporan Keuangan disampaikan tepat waktu 1 Laporan 1 Laporan 100%
2 Dokumen Administrasi Perkantoran pada Biro Bina Perekonomian dapat tersusun dengan baik
1 Dokumen
1
Dokumen 100%
3 Peningkatan Sarana dan Prasarana, Pemeliharaan Rutin
2 AC, 4 Komputer
PC, 2 Lemari,1
Handy Talki, 1 Mobil, 2
Motor, Pebaikan
2 AC, 4 Komputer
PC, 2 Lemari,1
Handy Talki, 1 Mobil, 2
Motor, Pebaikan
100%
4 Laporan Keuangan disampaikan tepat waktu 1 Laporan 1 Laporan 100%
5 Dokumen Administrasi Perkantoran pada Biro Bina Perekonomian dapat tersusun dengan baik
6 Dokumen
6 Dokumen
100%
6 Peningkatan Sarana dan Prasarana, Pemeliharaan Rutin
1 Dokumen
1 Dokumen
100%
7 Perolehan Hasil Evaluasi SAKIP B B 100%
8 Laporan Akuntabilitas Kinerja Biro Bina
Perekonomian 1 Laporan 1 Laporan
100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 1 dapat di gambarkan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Administrasi Keuangan dan Barang Inventaris pada Biro Bina Perekonomian menghasilkan 1 Dokumen Laporan yaitu : Laporan administrasi keuangan, barang inventaris Biro Bina Perekonomian
2. Pelaksanaan Pelayanan Ketatausahaan Biro dan Pengolahan data Kepegawaian Biro yakni
1) Terlaksananya pelayanan penatausahaan perkantoran 2) Tersedianya 1 dokumen data kepegawaian
3. Pelaksanaan Peningkatan Sarana dan Prasarana, Pemeliharaan Rutin Biro Bina Perekonomian tahun 2015
1) Terlaksananya pemeliharaan 4 unit kendaraan roda empat, 8 unit kendaraan roda dua,
2) Terealisasinya pemeliharaan ruang kerja Biro Bina Perekonomian, Tersedianya 4 buah Notebook (2 merk Acer Aspire dan 1 merk Asus, 1 merk Lenovo), Tersedianya 9 unit Printer (8 merk Epson, 1 merk Canon), Tersedianya 4 unit Telivisi LED 32 inchi (merk Samsung), 2 Proyektor (merk Epson), 1 unit kamerasony cyber-shoot DSD WX300, 8 Komputer PC (merk Lenovo), 2 unit mesinFaximile (merk Panasonic), 2 unit Motor (merk Yamaha) dan 2 unit mobil (fortune dan innova)
4. Penyusunan Laporan Tindak Lanjut LHP Biro Bina Perekonomian Tersedianya 1 Dokumen Laporan Tindak Lanjut laporan hasil pemeriksaan Biro Bina Perekonomian.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 1 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut;
Program Pelayanan Administrasi terdiri dari 4 (empat) kegiatan adalah sebagai berikut :
1. Pembinaan Administrasi Pengelola Keuangan, Administrasi Barang Inventaris 2. Penatausahaan Biro Bina Perekonomian
3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Perkantoran.
4. Tim tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Biro Bina Perekonomian
SASARAN 2 Mengendalikan tingkat inflasi daerah
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Angka Inflasi daerah Prov Sulsel 4,5 % ± 1 4,48 100%
2. Jumlah kab/kota dengan inflasi dibawah rata2 provinsi
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 2 dapat di gambarkan sebagai berikut :
Laju inflasi Sulsel pada 2015 tercatat 4,48% (yoy), dalam rentang sasaran inflasi nasional 4±1%. Penurunan inflasi terjadi akibat terkendalinya harga semua kelompok komoditas, meskipun tekanan terhadap harga kelompok bahan makanan cukup tinggi. Kondisi tersebut juga diiringi dengan berlalunya base effect kenaikan harga BBM di akhir 2014 yang lalu. Namun demikian, inflasi Sulsel tercatat lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat 3,35% (yoy), yang antara lain dikarenakan harga sejumlah komoditas bahan pangan ikut terdorong naik, akibat dari tingginya permintaan pedagang dari wilayah di luar Sulsel. Peran serta, komunikasi, dan
koordinasi yang berjalan baik diantara anggota TPID, menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan inflasi, terutama dalam kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran arus distribusi bahan pangan ke berbagai daerah di Sulsel dan sekitarnya.Tersedianya data dan Informasi Tingkat Inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan.
T a b e l
;
I n f l
Tabel; Inflasi Sulawesi Selatan dan Nasional Tahun 2015
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 2 adalah sebesar 100%
Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah
SASARAN 3
Meningkatkan Akses informasi harga pangan strategis
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Jumlah komoditi pangan yang diupdate
harganya setiap bulan melalui website 20 Komoditi
20
Komoditi 100%
BULAN
SULSEL NASIONAL
mtm ctc yoy mtm ctc yoy
Januari -0,17 -0,17 7,23 -0,24 -0,24 6,90
Februari -0,27 -0,44 6,63 -0,36 -0,61 6,29
Maret 0,50 0,05 7,13 0,17 -0,44 6,38
April 0,33 0,38 7,10 0,36 -0,08 6,79
Mei 0,31 0,69 7,60 0,50 0,42 7,15
Juni 0,73 1,43 8,06 0,54 0,96 7,88
Juli 1,91 2,64 8,08 0,93 1,90 7,26
Agustus 0,37 3,02 8,05 0,39 2,29 7,18
September 0,54 3,57 8,36 -0,05 2,24 6,83
Oktober -0,08 3,49 7,84 -0,08 2,16 6,25
November 0,26 3,76 6,62 0,21 2,37 4,89
Desember 0,70 4,46 4,48 0,96 3,33 3,35
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 3 dapat digambarkan sebagai berikut :
Sistem Informasi Harga Pangan merupakan system penyediaan harga pangan yang bisa diakses yang menyediakan 10 Komoditas pada 2 kabupaten/ kota.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 3 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi terdiri dari 1 (satu) kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Harga Pangan Provinsi Sulawesi Selatan.
SASARAN 4
Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Nilai produksi komoditas unggulan daerah (Beras, Jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (Per Triwulan)
4 Laporan (Per
Triwulan) 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 4 dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Tersusunnya Laporan Hasil Peningkatan Produksi Komoditas Unggulan daerah 2. Terfasilitasinya kegiatan peningkatan produksi komoditas unggulan daerah
(Beras, Jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng) di Provinsi Sulawesi Selatan.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 4 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Produksi Komoditas Unggulan.
SASARAN 5
Terciptanya distribusi yang merata di tingkat masyarakat
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Data Distribusi Pangan antar Wilayah dalam Prov. Sulsel (Jenis Komoditi, dari dan ke Tujuan)
4 Laporan (Per Triwulan)
4 Laporan (Per
Triwulan) 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 5 dapat digambarkan sebagai berikut :
Pengembangan Pola Distribusi dan Evaluasi Pola Distribusi
1) Terdistribusinya kebutuhan pokok masyarakat dengan pola distribusi antar daerah.
2) Laporan Data Informasi distribusi pangan antar daerah dan wilayah dilhat dari Jenis Komoditi dari asal komoditi ke tempat tujuan komoditi
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 5 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pemantapan Pola Distribusi.
SASARAN 6 Meningkatnya pemasaran hasil produk daerah
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Volume produksi produk daerah (Beras;
jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (Per Triwulan)
4 Laporan (Per
Triwulan) 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 6 dapat digambarkan sebagai berikut : Pengembangan pemasaran produk daerah,
data/Informasi Pasar produk Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Pertambangan dan Energi
1) Data/informasi dan potensi pasar produk daerah khususnya komoditi unggulan Sulawesi Selatan.
2) Telah melaksanakan Koordinasi dan konsultasi Pemasaran dengan SKPD dan stakeholders terkait.
3) TelahTersedia informasi kegiatan pameran/promosi di dalam negeri.
4) Telah Melakukan Koordinasi tentang pemasaran komoditas/produk daerah kekementerian perdagangan RI di Jakarta.
5) Melakukan pertemuan dengan Pemprov DKI untuk membahas kerjasama perdagangan untuk penyediaan kebutuhan pangan di Jakarta.
6) Melakukan koordinasi pencanangan gerakan peningkatan ekspor 3 kali lipat di Jakarta.
7) Mengikuti studi komparatif dan koordinasi pengembangan industry dan perdagangan di Provinsi Jawa Barat.
8) Melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota terkait pemasaran komoditas/produk daerah di Kabupaten Enrekang, Bantaeng, Luwu Utara, Soppeng, Sinjai, danTakalar serta Kota Parepare.
9) Menghadiri Pembukaan Pekan Raya Palopo di Kota Palopo.
10) Memfasilitasi/melaksanakan pertemuan dalam rangka audience dengan Bapak Asisten Ekonomidan Pembangunan Setda Prov. Sulsel.
11) Ikut memfasilitasi terselenggaranya pasar murah/operasi pasar pada saat bulan Ramadhan/menjelang IdulFitri 1436 H dan pasar murah dalam rangka May Day.
12) Memfasilitasi rapat persiapan pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan dan rapat tindak lanjut pengambilan langkah-langkah pengendalian inflasi.
13) Memfasilitasi rapat tentang penjabaran program nasional “Ekspor Non Migas 3 x Lipat” di Sulawesi Selatan.
14) Memfasilitasi persiapan Rapat Gebyar Perizinan Massal Gratis yang dilaksanakan secara serentak di 24 Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
15) Memfasilitasi pelaksanaan MOU antara Pemprov, Perbankan, UMKM dan Ritel Modern tentang pengembangan UKM di Sulsel.
16) Melaksanakan pertemuan pembahasan pelaporan gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam.
17) Menyebarkan informasi kepada SKPD/instansi terkait perihal kegiatan pameran yang dilaksanakan di dalam dan di luar negeri.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 6 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pemasaran Produk Daerah.
SASARAN 7
Penyaluran RASKIN dengan tepat waktu dan tepat sasaran
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Kab/kota yang menyalurkan Raskin dengan tepat waktu dan tepat sasaran
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 7 dapat digambarkan sebagai berikut : Validasi data RTS-PM, Pengumpulan data raskin
1) Tersedianya kebutuhan beras raskin untuk rumah tangga miskin sebanyak 484.617 rumah tangga miskin.
2) Tersalurnya beras raskin kepada penerima sasaran rumah tangga miskin.
3) Laporan data penyaluran Raskin per setiap bulan selama satu tahun
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 7 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan
diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi dan Validasi data raskin.
SASARAN 8
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai target pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD)
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Angka pertumbuhan ekonomi Prov. Sulsel >8 % 7,15% 91%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 8 dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan tahun 2015 atas dasar harga berlaku (ADHB) saat ini mencapai Rp.341,74 Triliun, dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp.250,72 Triliun. Bila dibandingkan tahun 2014 harga berlaku Rp.300,12 Triliun dan harga konstan Rp. 234,8 Triliun.
2. PDRB perkapita Sulawesi Selatan tahun 2015 sebesar Rp.39,90 Juta meningkat sebesar 11,43% dibanding tahun 2014, telah melampaui target RPJMD Sulawesi Selatan pada akhir 2018 sebesar Rp. 30 Juta.
3. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2015 sebesar 7,15%, diatas nasional 4,79%, tertinggi kelima nasional setelah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Papua dan Sulawesi Barat. Adapun kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi Sul-Sel menurut sektor :
a. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,9 % b. Industri Pengolahan sebesar 13,8 %
c. Perdagangan Besar & Eceran sebesar 12,8 % d. Konstruksi sebesar 12,3 %
TRIWULAN SULSEL (%) NASIONAL (%)
I 5,23 4,71
II 7,62 4,67
III 7,34 4,73
IV 7,15 4,79
Tabel; Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan dan Nasional Tahun 2015.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 6 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah, kegiatan;
1. Fasilitasi Peningkatan Produksi Daerah
2. Sosialisasi dan Koordinasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau 3. Koordinasi peningkatan peran BUMN
4. Koordinasi Pemantapan Pola Distribusi 5. Koordinasi Pemasaran Produk Daerah
6. Koordinasi pengendalian tingkat inflasi Provinsi Sulawesi Selatan;
7. Koordinasi pengembangan sarana ekonomi;
8. Koordinasi pembinaan BUMD Provinsi Sulawesi Selatan;
9. Koordinasi pengembangan sarana perhubungan, telekomunikasi dan pariwisata;
10. Koordinasi Pengembangan industri dan perdagangan;
11. Fasilitasi Program Raskin.
SASARAN 9
Terlaksananya dan Terkoordinasi Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kab/ Kota, Terevaluasinya Pemanfaatan DBH-CHT
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Kab/kota yang menyalurkan Raskin dengan tepat waktu dan tepat sasaran
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 9 dapat digambarkan sebagai berikut; Fasilitasi dan Koordinasi pemanfaatan penggunaan DBH-CHT serta Evaluasi Penggunaan DBH-CHT di provinsi Sulawesi Selatan.
1) Tersosialisasinya Peraturan Penggunaan DBH-CHT pada SKPD Provinsi dan Kabupaten/kota pengguna DBH-CHT
2) Laporan Dokumen RKA DBH-CHT Provinsi dan Kabupaten/kota ke Kementerian Keuangan RI
3) Laporan Dokumen Realisasi DBH-CHT Provinsi dan kabupaten/kota semester 1 ke Kementerian Keuangan RI
4) Laporan Dokumenrealisasi DBH-CHT Provinsi dan kabupaten/kota semester 2 ke Kementrian Keuangan RI
5) Peraturan Gubernur tentang Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai hasil tembakau Provinsi dan Kabupaten/kota
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 9 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.
SASARAN 10
Adanya sinergitas program BUMN dengan program kerja pemerintah provinsi
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. % cakupan Jumlah BUMN dalam
peningkatan peran BUMN di prov. Sulsel melalui fasilitasi serta koordinasi
100% 100% 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 10 dapat digambarkan sebagai berikut;
Koordinasi dan Fasilitasi serta Dokumen PKBL BUMN di Sulsel dan Instansi terkait
1) Terkoordinasi dan terfasiltasinya PKBL BUMN Sulawesi Selatan
2) Terwujudnya sinergitas program BUMN dengan program Kerja Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 10 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Peningkatan Peran BUMN.
SASARAN 11
Terlaksananya sinergitas program dalam pengembangan sarana ekonomi
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase Jumlah Sarana Ekonomi daerah yang kembangkan/ dibangun/ diselesaikan status aset melalui Koordinasi dan Fasilitasi (COI, Grand Hotel Rindra,
40% 40% 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 11 dapat digambarkan sebagai berikut; Koordinasi dan Fasilitasi pengembangan dan Pemanfaatan sarana ekonomi
1) Terlaksananya Rapat Koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pengembangan sarana ekonomi
2) Terlaksananya pemantauan, pembinaan dan evaluasi kegaiatan pengembangan sarana ekonomi.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 11 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pengembangan Sarana Ekonomi
SASARAN 12
Meningkatnya pelayanan fasilitas sarana perhubungan, telekomunikasi dan pariwisata
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Jumlah Kab/kota yang dipantau
pengembangan sarana yang bergerak dibidang Perhubungan, Telekomonikasi dan Pariwisata Prov. Sulsel.
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 12 dapat digambarkan sebagai berikut; Koordinasi dan Fasilitasi pengembangan Sarana Perhubungan dan Telekomonikasi yaitu; Pembangunan jalur rel kereta api Makassar-Parepare, pembangunan Makassar New Port, pengembangan dan infrastruktur Bypass Jalan Bandara Sultan Hasanuddin
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 12 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pengembangan Sarana Ekonomi.
SASARAN 13
Terlaksananya sinergitas program dalam pengembangan industri dan perdagangan
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Jumlah kab/kota yang di pantau untuk pengembangan Industri dan perdagangan di Prov. Sulsel.
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 13 dapat digambarkan sebagai berikut;
Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan industri dan perdagangan dengan instansi terkait.
1) Terlaksananya Rapat Koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pengembangan industry dan perdagangan
2) Terlaksananya pemantauan, pembinaan dan evaluasi kegiatan pengembangan industry dan perdagangan
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 13 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pengembangan Industri dan Perdagangan.
SASARAN 14 Berkembangnya Perbankan Syariah
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Jumlah lembaga perbankan syariah 16 Lembaga
16
Lembaga 100%
2. Jumlah nasabah perbankan syariah 3,85 Trilliun
3,85
Trilliun 100%
3. Jumlah aset perbankan syariah 6,90 Trilliun
6,90
Trilliun 100%
4. Jumlah uang pembiayaan dari lembaga perbankan syariah
5,60 Trilliun
5,60
Trilliun 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 14 dapat digambarkan sebagai berikut;
Terlaksananya fasilitasi dan koordinasi pengembangan ekonomi syariah dengan sasaran meningkatnya kontribusi lembaga keuangan syariah dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil yang diukur dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah yang mengalami akselerasi 18,55% (yoy) padatriwulan III- 2015, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2014 yang hanya tumbuh 3,70% (yoy) dan disisi lain pembiayaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 16,73% (yoy) pada triwulan III-2015 meskipun lebih rendah dibanding pertumbuhan pembiayaan pada 2014 sebesar 17,55%. Dengan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dari pembiayaan, mengakibatkan Finance to Deposit Ratio (FDR) menjadi lebih baik dengan mengalami penurunan dari 171,91% pada 2014 menjadi 168,54% pada triwulan III-2015.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 13 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pembinaan Kelembagaan Ekonomi Daerah pada Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Pengembangan Ekonomi Syariah.
SASARAN 15
Iklim yang sehat untuk tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Jumlah Kab/Kota yang dipantau dalam mewujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Selatan
24 Kab/Kota
24
Kab/Kota 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 15 dapat digambarkan sebagai berikut; Pelaksanaan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
1) Terkoordinasinya pengembangan ekonomi kerakyatan di 10 kab/kota se Sulawesi selatan.
2) Telah melaksanakan konsultasi dan menghadiri rapat di 3 kementerian dan koordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
3) Melaksanakan fasilitasi dengan panitia Musda Ikatan Arsitek Lanscap Indonesia (IALI).
4) Melaksanakan fasilitasi dan sosialisasi tentang peningkatan kesejahteraan pegawai dengan PT. Pegadaian
5) Melaksanakan fasiliatasi musyawarah daerah Bhakti Bahari tentang Penanaman 1500 pohon mangrove di kab. Bone.
6) Koordinasi dan pengumpulan data ke SKPD terkait tentang pengembangan Koperasi dan UMKM serta penyaluran dan bergulir yang diperuntukkan untuk pengembangan koperasi dan UMKM.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 15 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pembinaan Kelembagaan Ekonomi pada Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan.
SASARAN 16 Meningkatnya kinerja BUMD
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1.
Dokumen Perencanaan Biro Bina Perekonomian Jumlah BUMD yg berkinerja baik (menghasilkan laba) dari 4 BUMD
4 BUMD 4 BUMD 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 16 dapat digambarkan sebagai berikut : Koordinasi dan Fasilitasi Pembinaan BUMD
1) Terwujudnya pembinaan BUMD di sarana Perekonomian
2) Terfasiltasinya pelaksanaan administrasi RUPS PT. Bank Sulselbar dan PT PT.
PPKD.
3) Terlaksananya koordinasi/pemantauan BUMD didaerah dan pusat
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 16 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pengembangan Perekonomian Daerah pada Kegiatan Koordinasi Pembinaan BUMD Prov.
Sulsel
SASARAN 17
Terlaksananya pemantauan lembaga-lembaga keuangan mikro sertaTersusunnya data-data lembaga yg ada di kab/kota
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1.
Jumlah Lembaga Keuangan (Bank) Penyalur Kredit Usaha rakyat (KUR) (secara Nasional = 7 Lembaga Penyalur KUR)
3 Lembaga
3 Lembaga
100%
2.
% Jumlah Lembaga Keuangan Mikro dari belum berbadan Hukum ke berbadan Hukum (Jumlah LKM keseluruhan 10.958 tahun 2014)
60% 60%
100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 17 dapat digambarkan sebagai berikut : Terlaksananya dan tersusunnya Pemantauan Lembaga-Lembaga Keuangan Mikro kab/kota
1) Terpantaunya pelaksanaan Pengawasan dan Pembinaan LKM sesuai dengan UU Nomor I tahun 2013 tentang LKM
2) Terfasilitasinya OJK dalam pelaksanaan sosialisasi tentang Implementasi UU Nomor I tahun 2013 di Kabupaten Bone
3) Terhimpunnya data-data LKM yang belumberbadan hukum dan yang berbadan hokum dari SKPD teknis Kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 17 adalah sebesar 100% Pencapaian sasaran dari indikator-indikator yang telah ditetapkan diwujudkan melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pembinaan Kelembagaan Ekonomi pada Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Keuangan Mikro.
SASARAN 18 Meningkatnya kinerja UMKM & Koperasi
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. % cakupan koperasi aktif di prov sulsel
75% 75%
100%
2.
% Jumlah UMKM yang di fasilitasi dengan lembaga perbankan (Jumlah UMKM prov Sulsel = 751.631 unit tahun 2014)
40% 40%
100%
3
% Jumlah Koperasi yang di fasilitasi dengan lembaga perbankan (Jumlah Koperasi = 7.010 unit tahun 2014)
40% 40% 100%
Dalam perolehan capaian indikator kinerja untuk sasaran 18 dapat digambarkan sebagai berikut: Pembinaan Koperasi dan UMKM serta Tersedianya Data Jumlah Koperasi dan UMKM
1) Telah melakukan koodinasi kekabupaten/kota dalam rangka pembinaan koperasi dan UMKM sebanyak 10 kabupaten/kota
2) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait/SKPD Prov. Sulsel dengan instansi yang ada di kabupaten/kota dan koordinasi ke provinsi JawaTimur, Yogyakarta, Jakarta dalam rangka pembinaan koperasi dan UMKM
3) Telah melakukan rapat sebanyak 2 kali sehubungan dengan pembinaan koperasidan UMKM.
Dari uraian di atas rata-rata capaian indikator untuk sasaran 5 adalah sebesar
melalui program/kegiatan sebagai berikut; Program Pembinaan Kelembagaan Ekonomi pada Kegiatan Pembinaan Koperasi dan UMKM
Adapun kendala/hambatan dalam mewujudkan sasaran 18 antara lain;
1) Perusahaan daerah, yaitu PT Perusahaan penjaminan kredit daerah yang diharapkan menjadi penopang/penjamin bagi usaha kecil mikro dan petani yang tidak mempunyai jaminan/agunan sebagai persyaratan untuk memperoleh kredit perbankan hingga saat ini belum beroperasi;
2) Lembaga Keuangan Mikro diharapkan dapat membantu petani namun sebagian besar belum Berbadan Hukum.
Solusi pemecahan masalah yang dilakukan antara lain;
1) Sebagai Perusahaan BUMD, maka Pemerintah Provinsi membantu/mendorong dan memfasilitasi PT. Penjamin kredit daerah agar dapat operasional melalui berupa Studi banding dengan PT. Jamkrida Jatim dan Bali dan menfasilitasi dengan PT bank Sulselbar, dan membuat payung hukum bagi penyertaan setoran modal, yaitu berupa Perda penyertaan modal serta pertemuan-pertemuan dengan stakeholder lainnya bagi persiapan operasional PT. PPKD Sulsel;
2) Memfasilitasi berupa sosialisasi dan koordinasi pada lembaga keuangan mikro untuk pengurangan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.
PERBANDINGAN REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015 DENGAN TAHUN SEBELUMNYA
No
Tahun 2015 Tahun 2014
Indikator Kinerja Target Realisasi Target Realis Ket asi 1 Laporan Keuangan
disampaikan tepat waktu
1
Laporan 100 % 1
Laporan 100 % 2 Dokumen Administrasi
Perkantoran pada Biro Bina Perekonomian dapat tersusun dengan baik
1
Dokumen 100 % 1
Dokumen 100 %
3 Peningkatan Sarana dan
Prasarana, Pemeliharaan Rutin
2 AC, 4 Komputer PC, 2 Lemari,1 Handy Talki, 1 Mobil, 2 Motor, Pebaikan Ruangan
100 %
1 Set Kursi tamu, 1TV, 1 Lemari, 1 Komputer Pc, Perbaikan Ruangan
100 %
4 Laporan Tindak Lanjut LHP
Biro Bina Perekonomian 1 Laporan 100 % 1 Laporan 100 %
5 Tersusunnya RKA/ DPA/
RKAP/ DPPA, RENJA dan PK tepat waktu
6
Dokumen 100 %
6
Dokumen 100 %
6 Tersusunnya Dokumen Ekonomi Makro Sulawesi Selatan dan Database Perekonomian Daerah
1
Dokumen 100 % 1
Dokumen 100 %
7 Perolehan Hasil Evaluasi
SAKIP B 100 % C 100 %
8 Laporan Akuntabilitas Kinerja
Biro Bina Perekonomian 1 Laporan 100 % 1 Laporan 100 % 9 Angka Inflasi daerah Prov
Sulsel 4,5 % ± 1 100 % 4,5 % ± 1 100 %
10 Jumlah kab/kota dengan inflasi dibawah rata2 provinsi
24
Kab/Kota 100 % 24
Kab/Kota 100 % 11 Jumlah komoditi pangan yang
diupdate harganya setiap bulan melalui website
10
Komoditi 100 % 10
Komoditi 100 %
12 Nilai produksi komoditas unggulan daerah (beras, Jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
13 Data Distribusi Pangan anatar Wilayah dalam Prov. Sulsel
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
(Jenis Komoditi, dari dan ke Tujuan)
14 Volume produksi produk daerah (beras; jagung, Sapi, Rumput Laut, Kakao, Bandeng)
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
15 Kab/kota yang menyalurkan Raskin dengan tepat waktu dan tepat sasaran
24
Kab/Kota 100 % 24
Kab/Kota 100 %
16 Angka pertumbuhan ekonomi
daerah > 8 % 91 % > 8 % 100 %
17 Realisasi Penggunaan Anggaran DBH-CHT
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
4 Laporan (Per
Triwulan)
100 %
18 % cakupan Jumlah BUMN dalam peningkatan peran BUMN di prov. Sulsel melalui fasilitasi serta koordinasi
100% 100 % 100% 100 %
19 Persentase Jumlah Sarana Ekonomi daerah yang kembangkan/ dibangun/
diselesaikan status aset melalui Koordinasi dan Fasilitasi (COI, Grand Hotel Rindra,
20% 100 % 20% 100 %
20 Jumlah Kab/kota yang dipantau pengembangan sarana yang bergerak dibidang
Perhubungan, Telekomonikasi dan Pariwisata Prov. Sulsel.
24
Kab/Kota 100 % 24
Kab/Kota 100 %
21 Jumlah kab/kota yang di pantau untuk pengembangan Industri dan perdagangan di Prov.
Sulsel.
24
Kab/Kota 100 % 24
Kab/Kota 100 %
22 Jumlah lembaga perbankan syariah
14
Lembaga 100 % 14
Lembaga 100 % 23 Jumlah nasabah perbankan
syariah
2,99
Trilliun 100% 2,99
Trilliun 100%
24 Jumlah aset perbankan syariah
5,90 Trilliun
100% 5,90
Trilliun 100 %
25 Jumlah uang pembiayaan dari lembaga perbankan syariah
5,10 Trilliun
100% 5,10
Trilliun 100 %
26 Jumlah Kab/Kota yang dipantau dalam mewujudkan
pengembangan ekonomi
kerakyatan di Sulawesi Selatan
24
Kab/Kota 100% 24
Kab/Kota 100 %
27 Jumlah BUMD yg berkinerja baik (menghasilkan laba) dari 4 BUMD
4 BUMD
100%
4 BUMD 100%
28 Jumlah Lembaga Keuangan (Bank) Penyalur Kredit Usaha rakyat (KUR) (secara Nasional
= 7 Lembaga Penyalur KUR)
3
Lembaga 100% 3
Lembaga 100 %
29 % Jumlah Lembaga Keuangan Mikro dari belum berbadan Hukum ke berbadan Hukum (Jumlah LKM keseluruhan 10.958 tahun 2014)
50% 100% 50% 100 %
30 % cakupan koperasi aktif di
prov Sulsel 70% 100% 70% 100 %
31 % Jumlah UMKM yang di fasilitasi dengan lembaga
perbankan (Jumlah UMKM prov Sulsel = 751.631 unit tahun 2014)
20% 100% 20% 100%
32 % Jumlah Koperasi yang di fasilitasi dengan lembaga perbankan (Jumlah Koperasi = 7.010 unit tahun 2014)
20% 100% 20% 100 %
B. REALISASI ANGGARAN
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi, salah satu faktor pendukungnya adalah ketersediaan anggaran. Berikut akan diuraikan anggaran yang digunakan dalam pencapaian sasaran-sasaran di Tahun 2015 berdasarkan program/kegiatan pendukungnya, realisasi anggaran diuraikan sebagai berikut
I. Program pelayanan Administrasi Perkantoran
1) Pembinaan Administrasi Pengelola Keuangan, Administrasi Barang Inventaris
Melalui kegiatan ini diharapkan terwujudnya pengelolaan administrasi keuangan, pengelolaan Operator Absensi dan barang inventaris yang lebih baik dan berkualitas sehingga menghasilkan laporan administrasi keuangan, laporan Absensi dan laporan administrasi barang. Dalam pengelolaan tersebut didukung oleh 15 [lima belas] orang Pegawai Negeri Sipil Biro Bina Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang melaksanakan tugas pengelola dimaksud.
Alokasi Anggaran kegiatan sebesar Rp. 121.900.000.- dengan realisasi Rp. 114.848.000,- (94,21%) dan sisa Rp. 7.052.000,- dengan persentasi capaian kegiatan 100%
2) Penatausahaan Biro Bina Perekonomian
Kegiatan ini diharapkan sebagai pendukung penyelenggaraan dan tugas dan fungsi Biro Bina Perekonomian yang meliputi :
Pelayanan Administrasi terhadap bagian-bagian dalam lingkup Biro agar dapat mencapai daya guna dan hasil guna untuk mewujudkan tertib Adminitrasi dan pelayanan ketatausahaan sesuai ketentuan dan peraturan yang ada.
Mengumpulkan dan mengevaluasi data–data CPNS dan PNS Lingkup Biro
Melakukan administrasi Kepegawaian dan Urusan Administrasi Surat menyurat
Alokasi Anggaran sebesar Rp. 409.633.211,- dan terealisasi sebesar Rp.380.742.163,- (92,95%) dan sisa Rp. 28.891.048,- dengan persentasi
capaian kegiatan 100%
3) Pengadaan Sarana dan Prasarana Perkantoran
Kegiatan ini merupakan pendukung dalam rangka peningkatan kuwalitas dan kinerja Biro Bina Prekonomian setda Provinsi Sulawesi Selatan melalui penyediaan sarana dan prasarana kantor yang memadai sesuai ketentuan yang berlaku.
Alokasi Anggaran sebesar Rp. 1.742.494.797,- dan realisasi sebesar Rp. 1.725.618.000,- (99,03%) dan sisa Rp. 16.876.797,- dengan persentasi capaian kegiatan 100%.
4) Tim Tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Biro Bina Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Selatan
Kegiatan ini diharapkan dapat menyelesaikan Laporan hasil temuan Inspektorat pada Biro Bina Perekonomian Setda Provinsi sulawesi Selatan.
Alokasi Anggaran sebesar Rp. 13.300.000,- dan realisasi sebesar Rp. 13.100.000,- (98,50%) dan sisa Rp. 200.000,- dengan persentasi capaian
kegiatan 100%.
II. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja terdiri dari 3 (tiga) kegiatan adalah sebagai berikut :
1) Penyusunan Dokumen Perencanaan Biro Bina Perekonomian dengan target sasaran tersedianya 7 dokumen perencanaan Biro Bin Perkonomian yang meliputi rencana kerja (Renja) Biro Bina Perekonomian Tahun Anggaran 2015, Rencana Kerja Anggaran (RKA) Pokok Biro Bina Perekonomian Tahun Anggaran 2015, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pokok Biro Bina Perekonomian Tahun Anggaran 2015, Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perubahan Biro Bina Perkonomian Tahun Anggaran 2015, Dokumen pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan Tahun Anggaran 2015, Renja Tahun Anggaran 2015 dan RENSTRA Biro Bina Perekonomian Tahun 2014 – 2018