IDX
Institutional Investor Day 2014
Jakarta
7 Mei 2014
CATATAN PENTING
Presentasi ini disiapkan sebagai bahan informasi mengenai PT Kalbe Farma Tbk. (“Kalbe” atau “Perseroan”).
Presentasi ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi (Belum Diaudit) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014.
Informasi dalam presentasi ini tidak mengandung seluruh informasi yang mungkin material bagi keputusan para investor/calon investor. Juga harus dicatat bahwa informasi dalam presentasi ini akan selalu diperbarui setiap ada perubahan keadaan atau adanya informasi baru/tambahan. Sebagian dari revisi atau perubahan tersebut mungkin saja material.
Dengan demikian setiap penerima materi presentasi ini harus melakukan analisa independen terhadap bisnis, operasi, kondisi keuangan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Perseroan. Setiap penerima juga harus melakukan telaah tersendiri atas kecukupan, keakuratan, dan kelengkapan dari seluruh informasi yang berkaitan dengan Perseroan, karena informasi dan data dalam materi presentasi ini bukan merupakan pengganti dari evaluasi dan analisa independen. Materi presentasi ini bukan merupakan dokumen penawaran.
Presentasi ini memuat pernyataan “Pandangan Ke Depan”. Pernyataan tersebut tercermin pada kata-kata “yakin”, “percaya”,
“estimasi” maupun kata-kata lainnya yang memiliki makna sama. Semua pernyataan selain pernyataan fakta historis yang disertakan dalam presentasi ini, dan tak terbatas pada posisi keuangan Perseroan, strategi bisnis, rencana dan tujuan manajemen untuk segi operasional di masa yang akan datang (termasuk rencana pengembangan, sasaran yang berkaitan dengan produk- produk dan jasa Perseroan serta antisipasi peluncuran produk ) adalah pernyataan pandangan ke depan.
Pernyataan pandangan ke depan didasarkan pada berbagai asumsi tentang strategi Perseroan pada saat ini dan masa mendatang serta lingkungan di mana Perseroan akan beroperasi di masa depan. Pernyataan pandangan ke depan hanya dinyatakan pada tanggal presentasi ini. Perseroan secara tegas melepas setiap kewajiban atau refleksi dari setiap perubahan dalam ekspektasi Perseroan sehubungan dengan hal tersebut, atau setiap perubahan dalam berbagai peristiwa, kondisi atau keadaan di mana setiap pernyataan didasarkan.
Data pasar dan prakiraan industri tertentu yang digunakan dalam presentasi ini diperoleh dari riset pasar, informasi yang tersedia
untuk umum dan publikasi industri yang belum diverifikasi secara independen, sehingga Perseroan tidak bertanggung jawab atas
tingkat keakuratan informasi tersebut.
Daftar Isi
Sekilas Perseroan 4
Tinjauan Pasar 7
Tinjauan Bisnis 11
Tinjauan Keuangan 29
Aksi Korporasi dan Pandangan Tahun 2014 35
Lampiran 39
BAGIAN 1
Sekilas Perseroan
Domestik 95%
Ekspor Obat Resep 5%
26%
Produk Kesehatan
17%
Nutrisi 26%
Distribusi &
Logistik 31%
• Berdiri pada tahun 1966 dan berkantor pusat di Jakarta
• Menjadi perusahaan publik sejak 1991 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia
• Perusahaan farmasi publik terbesar di Asia Tenggara
• Kontribusi pendapatan dari 4 Divisi Utama Kalbe berdasarkan Laporan Laba Rugi per 31 Maret 2014 terhadap total pendapatan adalah :
Perusahaan Farmasi Publik Terbesar di Asia Tenggara
Total Penjualan = Rp 4.067 Miliar Total Penjualan = Rp 4.067 Miliar
Sekilas Perseroan
Strategi Perseroan
1966 1977 1981 1985 1989 1991 1993 1994 1995 1997 2005 2007 2010
1966:
Perseroan didirikan
1977:
Memperkuat bisnis farmasi dengan pendirian PT Dankos Lab.
1981:
Pengalihan bisnis distribusi kepada PT Enseval sesuai peraturan pemerintah
1985:
Ekspansi bisnis produk kesehatan melalui akuisisi PT Bintang Toedjoe dan bisnis farmasi melalui akuisisi PT Hexpharm Jaya
1989:
IPO PT Igar Jaya dan PT Dankos Lab.
1991:
IPO PT Kalbe Farma
1993:
Memperkuat bisnis nutrisi melalui akuisisi PTSanghiang Perkasa dan konsolidasi bisnis nutrisi ke PT Sanghiang Perkasa 1994:
Memasuki bisnis minuman energi
IPO PT EPMT
1995:
Divestasi 50%
kepemilikan Bisnis Makanan (PT Bukit Manikam Sakti) ke PT Helios Arnott’s Indonesia
1997:
Penjualan sisa 50%
kepemilikan pada PT Helios Arnott’s Indonesia
Penjualan divisi
pengemasan gelas kepada Schott Glasswerke Beteiligungs-GmbH
Akuisisi merek Woods’
Akuisisi 80% saham PT Saka Farma
2005:
Konsolidasi Grup Kalbe
2006
2006:
Meningkatkan fokus bisnis melalui penggabungan usaha dan akuisisi
2007:
Peluncuran logo Perusahaan baru sebagai bagian proses transformasi
Produk-produk memasuki semua negara ASEAN kecuali
LaosPembukaan Stem Cell dan Cancer Institute
Pengelolaan rantai pasokan terpadu
Sistem teknologi informasi terintegrasi
2010:
Divestasi PT Kageo Igar Jaya
Mendirikan perusahaan patungan Asiawide Kalbe Philippines Inc.
Inagurasi Panca Sradha Kalbe sebagai Nilai Perusahaan
Pendirian dan Ekspansi 1966–1995
Pengembangan Fokus dan Konsolidasi
1996–2005
Regionalisasi 2006–2015
Pertumbuhan yang Mantap dan Berkelanjutan
2011
2011:
Rights Issue EPMT untuk membiayai ekspansi
Meningkatkan rasio pembayaran dividen menjadi 50%
2012
2012:
♦ Fasilitas produksi khusus obat generik mulai beroperasi
♦ Akuisisi PT Hale International
♦ Pembentukan Perusahaan Patungan PT Kalbe Milko Indonesia
2013
2013:
Penarikan atas saham yang telah dibeli kembali (treasury stock) sebesar 7,7%
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
(USD mm)
0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000
(IDR bn)
Penjualan Neto (USD) Penjualan Neto (IDR)
BAGIAN 2
Tinjauan Pasar
Pembelanjaan Kesehatan Indonesia
Rencana Cakupan Jaminan Kesehatan
4.8%
4.1%
3.8% 3.5%
3.3%
2.1%
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
0.00%
0.50%
1.00%
1.50%
2.00%
2.50%
3.00%
3.50%
4.00%
4.50%
5.00%
Malaysia Thailand Philippines India Singapore Indonesia
Rasio Pembelanjaan Kesehatan terhadap Produk Domestik Bruto 2010
Sumber : Business Monitor International: Pharmaceutical & Healthcare Report, Q3 2011 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines, India, Singapore)
120 juta penduduk 50% populasi
250 juta penduduk 100% populasi
2014
2019
* 76,4 juta orang telah mendapat jaminan kesehatan sebagai anggota Jamkesmas sebelum peluncuran JKN
Sumber : Roadmap to National Health Insurance 2012 - 2019
122 139 168 194 221 251 281 312 343
2008 2009 2010 2011 2012F 2013F 2014F 2015F 2016F
• Rasio pembelanjaan kesehatan adalah sebesar 2,1% dari PDB dalam sebelas tahun terakhir (1999-2009).
• Program BPJS Kesehatan mengenai jaminan kesehatan akan dimulai pada Januari 2014 dan diharapkan dapat menjangkau 40-50% dari total populasi pada tahun 2014 dan menjangkau seluruh populasi Indonesia pada tahun 2019.
Jumlah Pembelanjaan Kesehatan (Rp Tn)
Sumber : Business Monitor International: Indonesia Pharmaceuticals & Healthcare Report Q3 2012
35.5 38.6 43.2 47.6 53.8
2009 2010 2011 2012 2013
Pasar Farmasi Indonesia
Kalbe – No. 1 di Industri Farmasi Indonesia
Sumber: IMS Health YTD 12 2013
Catatan: penyesuaian data dari data IMS 2012
Kalbe terus menjadi pemimpin dalam pasar farmasi yang sangat terfragmentasi dengan lebih dari 200 perusahaan
Total Pasar FY 2013 Rp 53,8 Triliun
Obat Bebas
41%
Obat Resep
59%
Generik Bermerek dan Produk
Lisensi 86%
Generik Tidak Bermerek
14%
Pembagian Pasar Farmasi
Industri Farmasi
CAGR 10,95%
Pangsa Pasar
Kalbe 12%
a 6%
b 5%
c 5%
d 4%
Lainnya 68%
(dalam triliun Rupiah)
Peraturan Baru dalam Industri Farmasi Indonesia
Keputusan Menteri Kesehatan No. 092 /Menkes/SK/II/2012 tanggal 23 Februari 2012
• Menggantikan Keputusan Menteri Kesehatan No. 632 /Menkes/SK/III/2011.
• Menteri Kesehatan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi atau harga jual untuk 498 jenis obat generik untuk
apotek, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya di Indonesia.Peraturan Menteri Kesehatan No. 1010/Menkes/PER/XI/2008 tanggal 3 November 2008
• Melarang perusahaan-perusahaan farmasi asing untuk menjual produknya di Indonesia tanpa memiliki fasilitas
produksi yang berlokasi di Indonesia.Penetapan Harga Obat Tertinggi untuk beberapa Produk Generik Utama Sistem Jaminan Kesehatan Nasional
Persyaratan Fasilitas Produksi Lokal
Keputusan Menteri Kesehatan No. 094 /Menkes/SK/II/2012 tanggal 23 Februari 2012
• Menggantikan Keputusan Menteri Kesehatan No. 633 /Menkes/SK/III/2011 yang dikeluarkan pada tanggal 24 Maret 2011.
• Menteri Kesehatan telah menetapkan harga obat tertinggi yang berbeda berdasarkan wilayah untuk pengadaan obat
bagi instansi pelayanan kesehatan pemerintah.Peraturan Presiden No. 101 Tahun 2012 tentang Penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan
• Pemerintah akan menanggung iuran jaminan kesehatan untuk warga miskin.
Peraturan Presiden No. 13 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan
• Semua WNI wajib menjadi anggota jaminan kesehatan.
• Tahap pertama implementasi pada 1 Januari 2014 akan menjangkau penerima bantuan iuran, anggota TNI dan
Polri, pegawai negeri sipil dan karyawan swasta. Tahap kedua akan menjangkau seluruh warga Indonesia pada 1 Januari 2019.BAGIAN 3
Tinjauan Bisnis
KALBE GROUP 15%
a 9%
b 6%
c 4% d
4% e 4% f
3%
OTHERS 55%
930 1.056
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit) Penjualan Neto (Rp Miliar)
Divisi Obat Resep
Pertumbuhan Penjualan yang Kuat
• Pemain No. 1 dalam pasar obat resep Indonesia
• Didukung tim pemasaran dan penjualan terbesar di sektor farmasi Indonesia dengan lebih dari 2.350 tenaga pemasaran.
• Menawarkan produk komprehensif yang menjangkau semua kalangan.
• Marjin Laba Kotor menurun dari 61,3% pada YTD 03 2013 ke 59,5% pada YTD 03 2014, terutama
dikarenakan depresiasi Rupiah dan bauran produk.
+13,5%
Total Penjualan Rp 1.056 Miliar
Pangsa Pasar (ITMA) FY 2013
Sumber: IMS Health Prescription Pharmaceuticals YTD 12 2013
Total Penjualan = Rp 31,6 Triliun
Catatan: penyesuaian data dari data IMS 2012
Licensed Products 26,6%
Unbranded Generics
12,0%
Branded Generics
61,4%
• Penyelesaian pabrik onkologi Kalbe pertama di Indonesia pada tahun 2014
• Mengembangkan kompetensi pada teknologi sel punca (stem cells) dan genomik
Terus melakukan penetrasi di pasar obat generik tidak bermerek
Penggerak Pertumbuhan
Pengembangan produk lisensi melalui kerjasama dengan perusahaan asing untuk
memperoleh transfer teknologi
Memperkuat posisi untuk kategori produk khusus (specialty)
• Fokus pada pemilihan kategori tertentu untuk memaksimalkan efisiensi
• Fasilitas produksi khusus yang didedikasikan untuk obat generik tidak bermerek
Stem Cells and Cancer Institute
Divisi Obat Resep
Divisi Produk Kesehatan
Merek Dagang yang Kuat dengan Pangsa Pasar yang Dominan
Pangsa Pasar Produk Kalbe
Sumber : AC Nielsen YTD 12 2012 dan estimasi Perusahaan 2013, volume (unit)
Kelas Terapi Produk Kalbe Pangsa Pasar 2013
Antasida Promag, Waisan 75,2%
Anti Diare Neo Entrostop 44,8%
Obat Batuk Komix, Woods, Mextril, Mixadin 33,9%
Obat Flu Mixagrip Reg, Mixagrip FB, Procold 37,4%
Multivitamin Cerebrovit, Fatigon, Sakatonik Liver 30,8%
Multivitamin Anak Cerebrofort, Sakatonik ABC 18,1%
Minuman Energi ExtraJoss 25,0%
557 694
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit) Penjualan Neto (Rp Miliar)
• Pemain No. 1 di pasar obat bebas (OTC) dan no. 2 di kategori minuman energi.
• Marjin Laba Kotor menurun dari 53,1% pada YTD 03 2013 ke 52,6% pada YTD 03 2014 karena depresiasi Rupiah dan perubahan bauran produk.
Divisi Produk Kesehatan
Pertumbuhan Penjualan yang Kuat
Pangsa Pasar Minuman Energi YTD 12 2013 (Unit)
Pangsa Pasar Obat Bebas YTD 12 2013
Sumber : AC Nielsen YTD 12 2012 dan estimasi Perusahaan,2013, dalam volume Total Pasar = Rp 22,2 Triliun
Sumber : IMS Health ITMA OTC YTD 12 2013
+24,6%
Catatan: penyesuaian data dari data IMS 2012 GRUP
KALBE 9%
a 9%
b 8%
c 7%
d 5% e
3% f 3%
Others 55%
a 39%
Extra Joss, 25%
b 13%
c 7%
d 3%
Others 13%
Divisi Produk Kesehatan
Produk Baru yang Inovatif
Hydro Coco
Minuman isotonik dari air kelapa asli.
Original Love Juice
Sari buah segar dalam botol yang terbuat dari buah-buahan berkualitas, dengan rasa delima, jeruk, jambu, apel, dan sirsak.
Tipco
Minuman sehat dari sayur dan buah-buahan.
Promag Cair
Obat maag cair dalam kemasan sachet Nitros
Minuman energi cair konsentrat dengan kemasan tube yang inovatif.
Promag Gazero
Produk herbal untuk meredakan gas dan kembung di perut.
Woods Herbal
Produk herbal untuk meredakan batuk.
Bintang Toedjoe Masuk Angin
Produk herbal untuk meredakan gejala masuk angin.
Entrostop Anak
Produk herbal untuk meredakan diare untuk anak-anak.
Produk Herbal
Rangkaian Lengkap Produk Nutrisi
Expecting Lactating Baby Toddler Kid Tween Teen 25+ 35+ Clinical
• Ditujukan untuk ibu hamil dan menyusui, bayi, balita, anak-anak, remaja, dan dewasa.
Divisi Nutrisi
174.855 183.944
FY 2012 FY 2013
15.808
17.615
FY 2012 FY 2013
Divisi Nutrisi
Pertumbuhan Pasar Produk Susu Bubuk di Indonesia
Sumber: AC Nielsen, YTD 12 2013
Nilai (Miliaran Rupiah) Volume (Ribuan Kilogram)
11,4%
5,2%
796
1.055
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit) Penjualan Neto (Rp Miliar)
Divisi Nutrisi
Pertumbuhan Penjualan yang Kuat
+32,5% • Produk-produk utama terus memperkuat pangsa pasar.
• Marjin Laba Kotor turun menjadi 56,1% pada YTD 03 2014 dari 61,5% pada YTD 03 2013, terutama dikarenakan depresiasi Rupiah, peningkatan harga bahan baku dan bauran produk.
Pangsa Pasar Susu Bubuk YTD 12 2013
Total Pasar = Rp 17,6 Triliun
Sumber: AC Nielsen, berdasarkan nilai (Rp)
Produk Kalbe Pangsa Pasar FY 2012
Diabetasol 88,0%
Milna 65,7%
Prenagen 57,0%
Morinaga Chil Mil 8,1%
Morinaga BMT 10,4%
Entrasol 8,1%
Morinaga Chil Kid 5,8%
Zee 5,5%
Morinaga Chil School 2,4%
a 30%
b 22%
c 13%
Kalbe Nutritionals
10%
d 8%
e 6%
f 3%
g 2%
h 2%
i 2%
Others 2%
Produk-produk Baru
Morinaga Soya & P-HP
Produk susu bayi dan pertumbuhan khusus untuk penderita intoleransi laktosa dan alergi protein susu.
Divisi Nutrisi
Zee Produk susu bubuk untuk anak dan remaja, dengan
target kelas ekonomi menengah, dan kini tersedia dalam kemasan sachet.
Nutrive Benecol Minuman dengan kandungan khusus untuk
menurunkan kolesterol
Fitbar
Makanan ringan sehat rendah kalori, tidak mengandung kolesterol dan trans fat Diva
Minuman kesehatan dengan kolagen dan antioksidan untuk
kulit
Menjangkau Pelanggan Melalui Berbagai Jalur
Divisi Nutrisi
Kalbe e-store – Gerai Nutrisi Online pertama in Indonesia
Divisi Nutrisi meluncurkan layanan baru melalui hotline Kalbe Home Delivery 500-800 dan pembelian online melalui
www.kalbestore.com. Kalbe Family Rewards Card menawarkan point rewards untuk konsumen untuk meningkatkankonsumsi dan loyalitas terhadap produk Kalbe. KALCare Experiential Store memberikan berbagai layanan kepada
konsumen untuk membangun kedekatan dengan konsumen dan mendukung aktivitas branding
Divisi Distribusi dan Logistik
Jaringan Distribusi Paling Ekstensif
Cabang
68 50
RDC Kota
2
3.983
427 123
10,7%
3,1%
0.0%
2.0%
4.0%
6.0%
8.0%
10.0%
12.0%
- 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000
Penjualan Bersih Laba Kotor Laba Sebelum Pajak
1.207 1.262
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Penjualan Neto (Rp Miliar)
Marjin Laba Sebelum Pajak
Kinerja Penjualan Bersih Konsolidasi
• Divisi Distribusi dan Logistik dikelola oleh
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT.JK), perusahaan terbuka (kepemilikan sebesar 91,75%).
• Penjualan bersih terdiri dari penjualan bersih prinsipal pihak ketiga dan marjin distribusi penjualan internal Kalbe.
• Marjin Laba Kotor meningkat menjadi 28,5% pada YTD 03 2014 dari 27,5% pada YTD 03 2013.
Divisi Distribusi dan Logistik
+4,6%
(dalam miliar Rupiah)
Marjin Laba Kotor
Bisnis Distribusi dan Logistik
Grup Kalbe 71%
Prinsipal Pihak Ketiga 19%
Alat Kesehatan 2%
Bahan Baku 8%
Prinsipal Pihak Ketiga Utama per Kategori
Obat Resep Produk Konsumen Alat Kesehatan dan Diagnostik
Bahan Baku Kimia
Divisi Distribusi dan Logistik
502
673
915 870 969
1142
2008 2009 2010 2011 2012 2013
Divisi Distribusi dan Logistik
Penggerak Pertumbuhan
Alat kesehatan adalah pendorong pertumbuhan yang potensial, terutama dalam implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional di mana permintaan terhadap alat kesehatan diprediksi akan meningkat.
Penjualan bersih
(dalam miliar Rupiah)
CAGR
17,9%
Layanan Kesehatan Retail: 67 Klinik Mitrasana
• Mengembangkan Klinik Mitrasana sebagai one-stop service dengan konsep 4-in-1, meliputi dokter
keluarga, apotek, laboratorium, dan minimarket.
• Anak perusahaan EPMT yang dimiliki 100%.
• Hingga kini, Kalbe telah membuka 67 Klinik Mitrasana di Jakarta dan sekitarnya.
Alat Kesehatan
Divisi Distribusi dan Logistik
• Terus mengembangkan infrastruktur distribusi
• Bekerja sama dengan sub-distributor lokal untuk mengembangkan wilayah.
Memperkuat Jaringan Distribusi
1. Mengembangkan jaringan ke wilayah baru di Indonesia
2. Meningkatkan fasilitas cabang untuk memperbaiki kualitas pelayanan
3. Mendirikan beberapa Pusat Distribusi Regional di berbagai wilayah Indonesia 4. Meningkatkan kapasitas gudang
• 3 cabang baru di Lhokseumawe, Kudus, Sukabumi
• Upgrade cabang di Pontianak, Cirebon, and Mataram
Kinerja 2013
Pontianak Cirebon
Infrastruktur Penjualan dan Pemasaran
Tenaga Pemasaran Farmasi dan Produk Kesehatan Terbesar di Indonesia
Obat Resep Produk Kesehatan Nutrisi Distribusi dan Logistik
Infra- struktur
Cakupan Indonesia
Catatan
• Lebih dari 2.350 perwakilan medis
• Lebih dari 1.000 tenaga pemasaran
•Lebih dari 2.000 tenaga pemasaran dan
penjualan
• Jumlah karyawan 4.000
• 68 cabang pemasaran
• 45 cabang & 23 di anak perusahaan
• 1.000 truk angkutan
• 500 sepeda motor
• Mencakup 200.000 outlet secara langsung
• Secara tidak langsung mencakup 1 juta outlet atau 80% dari total pasar produk kesehatan
Cakupan Pasar
• 70% dokter umum
• 90% spesialis
• 100% rumah sakit
• 100% apotek
• Tenaga penjualan terbesar di Indonesia
• Sekitar 1.000 tenaga pemasaran
•Mencakup seluruh pasar di Indonesia
• Tim telemarketing paling berkembang di sektor nutrisi
• 100% pasar obat resep
• 80% pasar produk kesehatan
• Tenaga penjualan
terbesar di Indonesia
Infrastruktur Fasilitas Produksi
Mempunyai 10 Fasilitas Produksi Berstandar Internasional
Fasilitas Jumlah Produk Luas
(m2) Lini Produksi Pemberi
Lisensi Sertifikasi
Kalbe Farma 448 56.476 9 lini produk Non Beta Lactam
(tablet, kapsul, krim,cair, injeksi) Astellas ISO 9001, ISO 14001, OHSAS18001
Bintang Toedjoe 46 20.849 3 lini; effervescent, bubuk, cair -- ISO 9001, ISO 14001,
OHSAS18001, HACCP Dankos Farma 189 23.101 4 fasilitas produksi; Non Beta Lactam,
Penicillin & Cephalosporin, Onkologi Daiichi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS18001
Sanghiang Perkasa 132 11.869 6 lini (4 lini sachet, 1 lini kaleng,
1 line mixed sachet) Morinaga ISO 9001, ISO 14001, HACCP, OHSAS18001
Saka Farma 32 1.763 Cair, produk Non Beta Lactam -- ISO 9001, ISO 14001,
OHSAS18001
Hexpharm Jaya 73 16.533 Tablet dan bubuk sirup kering
(Produk Non Beta Lactam) -- ISO 9001
Fima 24 2.500 Lini cairan infus dengan volume besar Baxter ISO 9001, ISO 14001,
OHSAS18001 Kalbe Morinaga 19 33.733 1 lini wet - drier, 1 lini kaleng, 2 lini sachet Morinaga ISO 9001, ISO 22000
Orange Kalbe Ltd. - 5.000 2 lini; tablet dan krim -- NAFDAC (local FDA)
Hale International 6 10.000 Semi hot-filled PET -- ISO 22000/2005 GMP, HACCP
BAGIAN 4
Tinjauan Keuangan
930
557 796
1.207
3.490
1.056
694
1.055 1.262
4.067
Obat Resep Produk Kesehatan Nutrisi Distribusi dan Logistik Konsolidasi 31 Mar 2013
(Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Penjualan Konsolidasi
Pertumbuhan Produk Internal Kalbe yang Mantap
13,5%
24,6% 32,5% 4,6%
16,5%
Penjualan bersih (dalam Rp miliar)
26,4% 26,5% 26,5%
4,8% 4,7% 4,7%
0,8% 0,7% 0,8%
31 Des 2013 (Diaudit)
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Penjualan dan Pemasaran Umum dan Administrasi Penelitian dan Pengembangan
15,9% 16,5% 15,8%
31 Des 2013 (Diaudit)
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
48,0% 48,4% 47,8%
31 Des 2013 (Diaudit)
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Kinerja Operasional Konsolidasi
Marjin yang Stabil
• Kegiatan pemasaran untuk mendorong pertumbuhan penjualan.
• Aktivitas Riset dan Pengembangan untuk mendukung pengembangan produk
Marjin Laba Kotor Rasio Biaya Operasional terhadap Penjualan
Marjin Laba Operasional
444 493
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
585 657
31 Mar 2013 (Belum Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Laba Konsolidasi
Pertumbuhan Laba yang Berkelanjutan
Laba Sebelum Pajak (dalam Rp miliar)
Laba Bersih (dalam Rp miliar)
• Marjin laba sebelum pajak menurun dari 16,8% pada YTD 03 2013 menjadi 16,2% pada YTD 03 2014, terutama dikarenakan menurunnya marjin laba operasional.
+ 12,4 %
• Marjin laba bersih menurun dari 12,7% dari YTD 03 2013 menjadi 12,1% pada YTD 03 2014, sejalan dengan menurunnya marjin laba sebelum pajak.
+ 11,0 %
43 45 44 50 48 48 51 142
122
110 115 107
132 127
27
38 35
57 41 50 48
158
129 120 108 114
131 131
31 Des 2008 (Diaudit)
31 Des 2009 (Diaudit)
31 Des 2010 (Diaudit)
31 Des 2011 (Diaudit)
31 Des 2012 (Diaudit)
31 Des 2013 (Diaudit)
31 Mar 2014 (Belum Diaudit)
Perputaran Piutang Perputaran Persediaan
Perputaran Utang Siklus Operasional Bersih
Pengelolaan Modal Kerja
Tren Perbaikan pada Tingkat Persediaan
Pengelolaan rantai pasokan secara menyeluruh akan terus diterapkan untuk mengatasi fluktuasi persediaan
Siklus Operasional Bersih menurun 27 hari dari 158 hari pada tahun 2008
menjadi 131 hari pada Maret 2014
Tren perbaikan pada tingkat perputaran persediaan
setelah meningkat pada Desember 2013
Jumlah hari
1.562
1.902 2.291
1.426 1.426 1.532 1.222
1.877 2.151
843 843 969
2009 (Diaudit)
2010 (Diaudit)
2011 (Diaudit)
2012 (Diaudit)
2013 (Diaudit)
YTD 03 2014 (Belum Diaudit) Kas dan Setara Kas (Rp Miliar) Kas Neto (Rp Miliar)
340 25 141 584 584 563
7,9%
0,5% 2,3%
7,2% 7,2% 6,6%
0.0%
5.0%
10.0%
15.0%
0 100 200 300 400 500 600
2009 (Diaudit)
2010 (Diaudit)
2011 (Diaudit)
2012 (Diaudit)
2013 (Diaudit)
YTD 03 2014 (Belum Diaudit) Total Utang (Rp Miliar)
Rasio Utang (Gearing Ratio)
Posisi Finansial yang Kuat
Posisi Kas Bersih sebesar Rp 0,97 Triliun
Total Utang dan Rasio Utang Posisi Kas dan Kas Bersih
Pembagian Dividen Belanja Modal
* Belanja Modal dalam Rp Miliar
2,5 5,0
14,0 19,0 19,0
17% 26%
51% 60%
51%
0%
20%
40%
60%
80%
0.0 5.0 10.0 15.0 20.0
2008 2009 2010 2011 2012
Dividen Tunai* (Rp/saham) Rasio Pembagian Dividen (%)
278
470 469
783
994
208
2009 2010 2011 2012 2013 YTD 3
2014
BAGIAN 5
Aksi Korporasi &
Pandangan
Tahun 2014
Penarikan Saham Yang Telah Dibeli Kembali
Aksi Korporasi
Untuk mempercepat ekspansi di segmen minuman siap saji, pada tanggal 6 Juli 2012, Kalbe mengakuisisi PT Hale International, perusahaan manufaktur minuman kesehatan, senilai Rp 98,6 miliar.
Akuisisi PT Hale International
Pembayaran Dividen untuk Tahun Buku 2012
Kalbe telah memperoleh persetujuan RUPS tahunan pada 20 Mei 2013 untuk membayar dividen sebesar Rp 891 Miliar, atau setara dengan Rp 19 per lembar saham. Rasio pembayaran saham adalah 51% untuk tahun buku 2012.
Dividen telah dibayarkan pada 2 Juli 2013.
Dividen Historis
Perusahaan Patungan PT Kalbe Milko Indonesia
Kalbe menandatangani perjanjian dengan PT Milko Beverage Industry untuk membentuk perusahaan patungan PT Kalbe Milko Indonesia, sebagai basis manufaktur produk-produk nutrisi dalam bentuk cair dengan estimasi investasi Rp 100 – 150 miliar.
Kalbe telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menarik saham yang telah dibeli kembali pada RUPS LB tanggal 20 Mei 2013.
* Dividen tunai historis disesuaikan dengan dampak stock split
2,0 2,5 5,0
14,0 19,0 19,0
14% 17% 26%
51% 60%
51%
0%
20%
40%
60%
80%
0.0 5.0 10.0 15.0 20.0
2007 2008 2009 2010 2011 2012
Cash Dividend* (Rp/share) Dividend Payout Ratio (%)
Tanggung Jawab Sosial
Kalbe Junior Science Fair 2013
Sistem Manajemen Lingkungan Tersertifikasi ISO 14001:2004
Lingkungan Perlindungan
Konsumen
Tim Customer Care yang berdedikasi
Kalbe Berbagi
Kalbe Berbagi– Kesehatan: konsultasi medis, bantuan bencana alam, donor darah; lebih dari 25.000 penerima manfaat, lebih dari 30 karyawan terlibat
Dikunjungi lebih dari 84.000 orang
Menjangkau Berbagai Pemangku Kepentingan
Pandangan Tahun 2014
Pandangan Tahun 2014
1. Pertumbuhan Penjualan 14% - 16%
2. Marjin Laba Operasional 16,0% -17,0%
3. Pertumbuhan Laba per Saham 15% - 17%*
4. Rasio Pembayaran Dividen minimal 40%
• Belanja Modal Rp 1 – 1,2 Triliun untuk ekspansi kapasitas produksi dan jaringan distribusi
* Tanpa memperhitungkan dampak konversi mata uang
Bagian 6
Lampiran
Laporan Keuangan
YTD 31 Maret 2014
(Belum Diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 1.426.460.966.674 1.531.636.802.118 7,4%
Piutang Usaha 2.145.218.904.462 2.302.459.332.955 7,3%
Piutang Lain-lain 128.159.883.954 126.505.839.943 -1,3%
Aset Keuangan Lancar Lainnya 187.742.937.561 186.147.773.629 -0,8%
Persediaan, neto 3.053.494.513.851 3.001.264.662.580 -1,7%
Aset Lancar Lainnya 556.242.245.041 557.080.818.963 0,2%
TOTAL ASET LANCAR 7.497.319.451.543 7.705.095.230.188 2,8%
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 3.817.741.823.483 3.917.465.170.552 2,6%
TOTAL ASET 11.315.061.275.026 11.622.560.400.740 2,7%
31 Desember 2013 (Diaudit)
30 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan
Laporan Keuangan Belum Diaudit YTD 03 2014
Neraca Konsolidasi
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank 583.823.955.413 562.639.665.591 -3,6%
Utang Usaha 1.151.654.579.697 1.121.630.562.382 -2,6%
Utang Lain-lain 379.156.683.712 336.987.372.958 -11,1%
Beban Akrual 314.518.392.842 224.005.807.621 -28,8%
Utang Pajak 186.953.727.366 197.786.636.838 5,8%
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 24.391.340.352 21.449.339.602 -12,1%
Bagian Jangka Pendek Utang Sewa Pembiayaan 91.344.366 23.862.619 -73,9%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 2.640.590.023.748 2.464.523.247.611 -6,7%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 174.513.285.703 165.178.035.845 -5,3%
TOTAL LIABILITAS 2.815.103.309.451 2.629.701.283.456 -6,6%
EKUITAS
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 468.751.221.100 468.751.221.100 0,0%
Tambahan Modal Disetor, Neto (34.118.673.814) (34.118.673.814) 0,0%
Saldo Laba 7.633.188.370.750 8.126.292.497.207 6,5%
Lain-lain 40.420.603.467 27.353.552.596 -32,3%
Sub-total 8.108.241.521.503 8.588.278.597.089 5,9%
Kepentingan Non-pengendali 391.716.444.072 404.580.520.195 3,3%
EKUITAS, NETO 8.499.957.965.575 8.992.859.117.284 5,8%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 11.315.061.275.026 11.622.560.400.740 2,7%
31 Desember 2013 (Diaudit)
30 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan
Neraca Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 1.889.128.937.449 1.531.636.802.118 -18,9%
Piutang Usaha 1.859.381.495.308 2.302.459.332.955 23,8%
Piutang Lain-lain 134.388.700.301 126.505.839.943 -5,9%
Aset Keuangan Lancar Lainnya 244.501.124.997 186.147.773.629 -23,9%
Persediaan, neto 2.212.816.798.512 3.001.264.662.580 35,6%
Aset Lancar Lainnya 389.094.823.014 557.080.818.963 43,2%
TOTAL ASET LANCAR 6.729.311.879.581 7.705.095.230.188 14,5%
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 3.116.143.366.131 3.917.465.170.552 25,7%
TOTAL ASET 9.845.455.245.712 11.622.560.400.740 18,1%
31 Maret 2013 (Belum Diaudit)
31 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan
Neraca Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank 213.710.903.577 562.639.665.591 163,3%
Utang Usaha 938.944.522.932 1.121.630.562.382 19,5%
Utang Lain-lain 265.153.747.563 336.987.372.958 27,1%
Beban Akrual 224.771.359.342 224.005.807.621 -0,3%
Utang Pajak 149.950.059.685 197.786.636.838 31,9%
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 52.434.431.376 21.449.339.602 -59,1%
Bagian Jangka Pendek Utang Sewa Pembiayaan 283.649.112 23.862.619 -91,6%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 1.845.248.673.587 2.464.523.247.611 33,6%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 154.435.101.789 165.178.035.845 7,0%
TOTAL LIABILITAS 1.999.683.775.376 2.629.701.283.456 31,5%
EKUITAS
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 507.800.721.100 468.751.221.100 -7,7%
Tambahan Modal Disetor, Neto (32.317.540.678) (34.118.673.814) 5,6%
Saldo Laba 7.694.803.986.874 8.126.292.497.207 5,6%
Modal Treasuri - 3.904.950.000 Saham (687.283.369.009) - -100,0%
Lain-lain 22.407.308.124 27.353.552.596 22,1%
Sub-total 7.505.411.106.411 8.588.278.597.089 14,4%
Kepentingan Non-pengendali 340.360.363.925 404.580.520.195 18,9%
EKUITAS, NETO 7.845.771.470.336 8.992.859.117.284 14,6%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 9.845.455.245.712 11.622.560.400.740 18,1%
31 Maret 2013 (Belum Diaudit)
31 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan
Neraca Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
PENJUALAN NETO 3.490.004.328.642 4.066.502.637.352 16,5%
BEBAN POKOK PENJUALAN 1.801.794.856.080 2.121.798.032.288 17,8%
% ke Penjualan Neto 51,6% 52,2% 0,6%
LABA BRUTO 1.688.209.472.562 1.944.704.605.064 15,2%
% ke Penjualan Neto 48,4% 47,8% -0,6%
Beban Penjualan (924.137.901.566) (1.079.477.427.369) 16,8%
% ke Penjualan Neto -26,5% -26,5% -0,1%
Beban Umum dan Administrasi (164.424.219.947) (189.691.565.203) 15,4%
% ke Penjualan Neto -4,7% -4,7% 0,0%
Beban Penelitian dan Pengembangan (24.042.768.801) (32.185.353.085) 33,9%
% ke Penjualan Neto -0,7% -0,8% -0,1%
Beban Bunga dan Keuangan (4.583.825.501) (11.313.396.252) 146,8%
Laba (Rugi) Selisih Kurs, Neto (419.789.423) 6.737.863.375 -1705,1%
Penghasilan Bunga 16.891.137.820 13.674.010.537 -19,0%
Laba atas Penjualan Aset Tetap 1.807.842.859 4.381.372.744 142,4%
Rupa-rupa (neto) (4.190.724.200) 654.589.783 -115,6%
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN 585.109.223.803 657.484.699.594 12,4%
% ke Penjualan Neto 16,8% 16,2% -0,6%
BEBAN PAJAK PENGHASILAN, NETO (130.722.381.873) (151.570.649.925) 15,9%
% ke Penjualan Neto -3,7% -3,7% 0,0%
31 Maret 2013 (Belum Diaudit)
31 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
31 Maret 2013 (Belum Diaudit)
31 Maret 2014
(Belum Diaudit) % Perubahan LABA PERIODE BERJALAN 454.386.841.930 505.914.049.669 11,3%
% ke Penjualan Neto 13,0% 12,4% -0,6%
PENDAPATAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN 3.440.545.087 (16.322.861.642) -574,4%
LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 457.827.387.017 489.591.188.027 6,9%
% ke Penjualan Neto 13,1% 12,0% -1,1%
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 444.063.930.473 493.104.126.457 11,0%
Kepentingan Non-pengendali 10.322.911.457 12.809.923.212 24,1%
Total 454.386.841.930 505.914.049.669 11,3%
% ke Penjualan Neto 13,0% 12,4% -0,6%
Laba Komprehensif Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 447.504.475.560 476.184.477.157 6,4%
Kepentingan Non-pengendali 10.322.911.457 13.406.710.870 29,9%
Total 457.827.387.017 489.591.188.027 6,9%
% ke Penjualan Neto 13,1% 12,0% -1,1%
Per Saham Dasar Laba Periode Berjalan Yang Dapat
Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 10 11 11,0%
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari Pelanggan 3.770.258.910.865 4.279.980.271.083 13,5%
Pembayaran kas dari pemasok dan karyawan (2.291.692.645.373) (2.618.191.572.480) 14,2%
Kas yang dihasilkan dari operasi 1.478.566.265.492 1.661.788.698.603 12,4%
Penerimaan tagihan restitusi pajak penghasilan 9.858.587.736 10.660.455.267 8,1%
Pembayaran pajak penghasilan (119.601.167.937) (124.759.167.761) 4,3%
Pembayaran untuk beban operasi lainnya, neto (1.183.499.015.807) (1.197.149.735.389) 1,2%
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 185.324.669.484 350.540.250.720 89,1%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan hasil penjualan dari aset keuangan lancar lainnya 52.571.995.892 - -100,0%
Penerimaan penghasilan bunga 16.891.137.820 12.874.940.378 -23,8%
Penerimaan hasil penjualan aset tetap 2.279.519.588 4.625.806.845 102,9%
Perolehan aset tetap (175.231.137.320) (208.113.568.562) 18,8%
Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya (61.000.000.000) - -100,0%
Penerimaan dari aktivitas investasi lainnya, neto 17.000.000 54.000.000 217,6%
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (164.471.484.020) (190.558.821.339) 15,9%
31 Maret 2013
(Belum Diaudit) % Perubahan
31 Maret 2014 (Belum Diaudit)
Laporan Arus Kas Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit
YTD 03 2014
Laporan Arus Kas Konsolidasi
Laporan Keuangan Belum Diaudit YTD 03 2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank 201.400.815.056 819.310.494.290 306,8%
Penerimaan setoran modal saham dari
kepentingan non-pengendali Entitas Anak 12.478.374.995 4.887.332.280
Pembayaran utang bank (191.534.648.436) (855.019.476.531) 346,4%
Pembayaran beban bunga (4.890.524.919) (11.973.958.358) 144,8%
Pembayaran dana pensiun (5.941.415.038) (6.367.743.083) 7,2%
Pembayaran utang sewa pembiayaan (70.491.211) (63.230.085)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 11.442.110.447 (49.226.581.487) -530,2%
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS 32.295.295.911 110.754.847.894 242,9%
Pengaruh Neto Perusahaan Kurs pada Kas dan Setara Kas
yang Didenominasi dalam Mata Uang Asing (2.425.835.333) (29.733.211.642) 1125,7%
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.829.015.133.005 1.356.186.110.248 -25,9%
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.858.884.593.583 1.437.207.746.500 -22,7%
31 Maret 2013
(Belum Diaudit) % Perubahan
31 Maret 2014 (Belum Diaudit)