• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PD BPR BKK WONOSOBO PERIODE 31 DESEMBER 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PD BPR BKK WONOSOBO PERIODE 31 DESEMBER 2018"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PD BPR BKK WONOSOBO

PERIODE 31 DESEMBER 2018

DI SUSUN OLEH

PD BPR BKK WONOSOBO

2019

(2)

2

DAFTAR ISI... 2

TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA ... 3

Rapat Umum Pemegang Saham ... 3

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi ... 3

Jumlah dan Komposisi Anggota Direksi ... 5

Tindak lanjut rekomendasi Dewan Pengawas... 6

Jumlah dan Komposisi Anggota Dewan Pengawas... 6

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas ... 7

Kepemilikan Saham Direksi ... 8

Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi dengan Anggota Direksi Lain, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR ... 8

Kepemilikan Saham Dewan Pengawas ... 8

Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Pengawas dengan Anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR ... 8

Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Direksi dan Dewan Pengawas ... 8

Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah : ... 9

Frekuensi Rapat Dewan Pengawas ... 9

Jumlah Penyimpangan Intern (Internal Fraud) ... 9

Permasalahan Hukum ... 10

Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan ... 10

Penyediaan Dana Pihak Terkait (BMPK) dan Penyediaan Dana Besar... 10

Rencana Bisnis Bank... 11

Tranparansi kondisi keuangan dan non keuangan yang belum diungkap dalam laporan lainnya... 11

Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik ... 11

HASIL PENILAIAN SENDIRI PENERAPAN TATA KELOLA KELOLA ... Kertas Kerja Penilaian Penerapan Tata Kelola ...(terlampir) Kesimpulan Umum Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola ... 12

(3)

3 I. TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA

Pengungkapan Penerapan Tata Kelola sebagai berikut : 1. Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi dalam struktur organisasi PD BPR BKK Wonosobo. Selama tahun 2018 telah diselenggarakan RUPS sebagai berikut :

a. 25 April 2018 telah menyetujui perhitungan hasil usaha tahun 2017

b. 7 Mei 2018 menyetujui Pengangkatan Tenaga Kontrak menjadi Calon Pegawai PD BPR BKK Wonosobo

c. 6 Agustus 2018 Menyetujui pemberhentian ketua Dewan Pengawas Sdri. Een Erliana, S Sos

d. 29 Oktober 2018 Menyetujui Pemberhentian anggota Dewan Pengawas Sdri.

Khristiana Dhewi, SE dan mengusulkan Sdr. Okta Diana Sulistrianto, ST, MT sebagai calon anggota Dewan Pengawas perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo

2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi :

Jumlah Direksi PD BPR BKK Wonosobo sampai dengan posisi 31 Desember 2018 adalah 2 (dua) orang dengan susunan anggota Direksi sebagai berikut :

Jabatan Nama

Direktur Utama Sunyono, SE

Direktur Yang Membawahkan Fungsi

Kepatuhan Nursih, SH

Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan Tata Kelola yakni sebagai berikut :

a. Direksi telah mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Direksi telah mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Direksi senantiasa menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

d. Direksi senantiasa berupaya melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Direksi memberi perhatian serius dalam mewujudkan Pelaksanaan Tata Kelola senantiasa berjalan dengan baik pada seluruh lapisan organisasi Bank. Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan, dan dalam rangka melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola.

e. Menerapkan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR diseluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

f. Menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan Fungsi Audit Intern, Fungsi Manajemen Risiko, Fungsi Kepatuhan.

a) Satuan Kerja Audit Internal

Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) bertugas untuk menjamin berfungsinya pengawasan internal sebagai bagian penting dari pengendalian internal Bank. SKAI dibentuk independen terhadap satuan kerja operasional.

sehingga dapat bekerja dengan bebas dan obyektif, serta mampu mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan dari manajemen ataupun pihak lain yang terkait dengan Bank.

(4)

4 b) Fungsi Manajemen Risiko

Pejabat Eksekutif yang menangani Manajemen Risiko berfungsi untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan aspek risiko yang melekat pada setiap aktivitas Bank. Proses penilaian risiko sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

c) Fungsi Kepatuhan.

Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan menjalankan fungsinya secara independen, dan bebas dari pengaruh satuan kerja lainnya, serta mempunyai akses langsung pada Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan. Pejabat dimaksud berkedudukan di kantor pusat Bank, namun melaksanakan Fungsi Kepatuhan meliputi seluruh jaringan kantor Bank. Pejabat ini berfungsi untuk memastikan dan menjaga bahwa seluruh aktivitas Bank telah memenuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga potensi risiko kegiatan usaha Bank dapat diantisipasi lebih dini. Fungsi Kepatuhan melaksanakan tindakan untuk:

 Mewujudkan terlaksananya Budaya Kepatuhan pada semua tingkatan organisasi dan kegiatan usaha Bank;

 Mengelola Risiko Kepatuhan yang dihadapi oleh Bank;

 Memastikan agar kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku; dan

 Memastikan kepatuhan Bank terhadap komitmen yang dibuat oleh Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan.

g. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan Pengawas.

h. Anggota Direksi telah melakukan pembelajaran secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan guna mendukung tugas dan tanggungjawabnya, antara lain :

NO U R A I A N WAKTU

PELAKSANAAN KETERANGAN 1 Sosialisasi Kepatuhan Bea

Materai (KPP Pratama Temanggung)

25 Januari 2018 Direktur

2 Pembekalan dan Ujian Sertifikasi Menejemen Risiko Level 3 (Forkom BKK)

7 – 10 Februari

2018 Direktur Utama

3 Penerapan Fungsi Kepatuhan

(Perbamida) 14 -15 Maret 2018 Direktur 4 Workshop Peningkatan

Kompetensi Direksi (OJK) 21 Maret 2018 Direktur Utama 5 Sosialisasi PP 54 dan KUR

bagi UKM (Perbamida) 28 – 29 Maret 2018 Direktur Utama 6 Seminar dan

penganugerahan top 100 BPR (The finance top 100 BPR)

29 Juni 2018 Direktur Utama

7 Seminar Penguatan Struktur Permodalan Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Industri PD BPR BKK se Jawa Tengah (Forkom BKK)

27 Juli 2018 Direktur Utama

(5)

5 8 Talkshow Diskusi Hukum

(Yandora) 11 Agustus 2018 Direktur

9 Seminar Nasional dan Penganugerahan Infobank BPR Awards 2018 (Majalah Infobank)

15 Agustus 2018 Direktur

10 Sosialisasi Permendagri 37 tahun 2018 dan Business meeting (Forkom BKK)

5 September 2018 Direktur Utama

11 Sosialisasi POJK No.

13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di sektor Jasa Keuangan (OJK)

27 November 2018 Direktur

3. Jumlah, Komposisi, Direksi

Persyaratan berupa Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Direksi sebagaimana telah ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan telah terpenuhi, dengan gambaran sebagai berikut :

1. Jumlah Anggota Direksi sebanyak 2 ( dua) orang, dipimpin oleh Direktur Utama, dan semua anggota Direksi berdomisili di Kabupaten Wonosobo.

2. Anggota Direksi berasal dari internal PD BPR BKK Wonosobo yang independen yakni tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Pengawas, Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham, sehingga tidak mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

3. Semua Anggota Direksi memenuhi persyaratan telah lulus Penilaian fit and proper test dari OJK, dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/POJK.03/2014 tentang Bank Perkreditan Rakyat.

4. Tidak ada Anggota Direksi merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Pengawas, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada bank lain, perusahaan non bank dan/atau lembaga lain.

5. Anggota Direksi tidak memiliki saham pada PD BPR BKK Wonosobo.

6. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Sebagaimana yang diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola BPR, yang menyebut “Anggota Direksi dilarang memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Pemberian kuasa umum dimaksud adalah pemberian kuasa kepada satu orang karyawan atau lebih atau orang lain yang mengakibatkan pengalihan tugas, wewenang dan tanggung jawab Direksi secara menyeluruh tanpa batasan ruang lingkup dan waktu. Selain persyaratan berupa Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Direksi seperti yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Direksi Bank memenuhi persyaratan berupa Integritas, Kompetensi dan Reputasi keuangan.

7. Semua Anggota Direksi memiliki Integritas paling kurang mencakup:

a. Memiliki akhlak dan moral yang baik, antara lain ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan Tindak Pidana Tertentu dalam waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum dicalonkan;

b. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pengembangan operasional Bank yang sehat;

(6)

6 c. Tidak termasuk dalam daftar tidak lulus uji kemampuan dan kepatutan

(fit and proper test).

8. Semua Anggota Direksi memiliki Kompetensi paling kurang mencakup : a. Pengetahuan di bidang perbankan yang memadai dan relevan dengan

jabatannya;

b. Pengalaman dan keahlian di bidang perbankan dan/atau bidang keuangan; dan kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan Bank yang sehat.

9. Semua Anggota Direksi memiliki Reputasi Keuangan paling kurang mencakup :

a. Tidak memiliki kredit macet;

b. Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit berdasarkan ketetapan pengadilan dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan.

10. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Direksi telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap Anggota Direksi yang mengatur tentang :

a. Pengaturan etika kerja;

b. Waktu kerja; dan c. Pengaturan rapat.

4. Tindak lanjut rekomendasi Dewan Pengawas

Direksi telah berupaya penuh melaksanakan rekomendasi Dewan Pengawas, antara lain melalui upaya pemenuhan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan OJK, penerapan ketentuan OJK dengan baik, perbaikan pengelolaan system penagihan, penguatan permodalan untuk pemenuhan kecukupan modal minimum melalui penambahan setoran modal , dan menjaga tingkat likuiditas yang sehat.

5. Jumlah dan komposisi Dewan Pengawas

Dewan Pengawas PD BPR BKK Wonosobo Periode 1 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 adalah berjumlah 2 ( dua ) orang, dengan susunan anggota sebagai berikut :

Jabatan Nama Periode

Ketua Een Erliana, S.Sos 30 Agustus 2015 s/d 30 Agustus 2018

Anggota Khristiana Dhewi, SE., MM 15 Oktober 2015 s/d 15 Oktober 2018

Sehingga PD BPR BKK Wonosobo untuk posisi Ketua Dewan Pengawas sejak 1 September 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 belum terisi, demikian juga untuk posisi anggota Dewan Pengawas sejak 16 Oktober 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 belum terisi.

Persyaratan berupa Jumlah, Komposisi, Dewan Pengawas seperti yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan sudah terpenuhi, dengan gambaran sebagai berikut :

a. Jumlah anggota Dewan Pengawas sebanyak 2 (dua) orang yaitu 1 (satu) orang sebagai Ketua Dewan Pengawas yang berdomisili di Kabupaten Semarang, dan 1 (satu) orang sebagai Anggota Dewan Pengawas yang berdomisili di Kabupaten Wonosobo.

(7)

7 b. Dewan Pengawas adalah Pengawas Independen. Dewan Pengawas tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Pengawas lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham sehingga tidak mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Keberadaan Pengawas bersifat Independen ini dapat menciptakan Check and Balance, menghindari benturan kepentingan (confict of interest) dalam pelaksanaan tugasnya serta melindungi kepentingan stakeholders.

c. Dewan Pengawas memenuhi persyaratan telah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), serta telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

d. Anggota Dewan Pengawas memiliki Integritas, yang paling kurang mencakup:

a) Memiliki akhlak dan moral yang baik, antara lain ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan Tindak Pidana Tertentu dalam waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum dicalonkan;

b) Memiliki komitmen untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku;

c) Memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional Bank yang sehat;

d) Tidak termasuk dalam daftar tidak lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

e. Anggota Dewan Pengawas memiliki Kompetensi paling kurang mencakup:

a) Pengetahuan di bidang perbankan yang memadai dan relevan dengan jabatannya;

b) Pengalaman di bidang perbankan dan/atau bidang keuangan.

f. Anggota Dewan Pengawas memiliki Reputasi keuangan paling kurang mencakup:

a) Tidak memiliki kredit macet;

b) Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi/Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit berdasarkan ketetapan pengadilan dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan.

6. Pelaksanaan Tugas Dan Tanggungjawab Dewan Pengawas

a. Dewan Pengawas sebagai organ perusahaan secara kolektif telah bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada Direksi serta memastikan bahwa Bank telah melaksanakan Tata Kelola. Dalam melakukan pengawasan telah mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank.

b. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengawas dan penasehat, Dewan Pengawas tidak terlibat dalam mengambil keputusan kegiatan operasional, kecuali :

a) Penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit; dan

b) Hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank atau peraturan perundangan yang berlaku.

c. Keterlibatan atau persetujuan Dewan Pengawas dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional merupakan bagian dari tugas dan pengawasan Dewan Pengawas sehingga tidak meniadakan tanggung jawab Direksi dalam melaksanakan kepengurusan Bank. Tugas pengawasan oleh

(8)

8 Dewan Pengawas tersebut merupakan upaya pengawasan dini yang perlu dilaksanakan.

d. Dewan Pengawas memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

e. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Pengawas telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Dewan Pengawas. yang mengatur tentang :

a) Pengaturan etika kerja;

b) Waktu kerja; dan c) Pengaturan rapat.

7. Kepemilikan Saham Anggota Direksi

anggota Direksi tidak memiliki saham pada PD BPR BKK Wonosobo

8. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi dengan Anggota Direksi lain, Dewan Pengawas dan/atau Pemegang Saham BPR

a. Seluruh anggota Direksi Bank berasal dari kalangan profesional dan tidak memiliki hubungan keuangan berupa menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari anggota Dewan Pengawas dan/atau anggota Direksi Bank dan/atau Pemegang Saham Bank.

b. Seluruh anggota Direksi Bank tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua berupa hubungan baik vertikal maupun horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota Dewan Pengawas dan/atau anggota Direksi Bank dan/atau Pemegang Saham Bank.

9. Kepemilikan saham Dewan Pengawas

Dewan Pengawas tidak memiliki saham di PD BPR BKK Wonosobo.

10. Hubungan Keuangan dan /atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Pengawas dengan Anggota Dewan Pengawas lain, Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR.

a. Anggota Dewan Pengawas Bank berasal dari kalangan profesional dan seluruh anggota Dewan Pengawas tidak memiliki hubungan keuangan berupa menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari anggota Dewan Pengawas lainnya dan/atau anggota Direksi Bank dan/atau Pemegang Saham Bank.

b. Anggota Dewan Pengawas Bank tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua berupa hubungan baik vertikal maupun horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota Dewan Pengawas lainnya dan/atau anggota Direksi Bank dan/atau Pemegang Saham Bank.

11. Paket/Kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan Pengawas

PD BPR BKK Wonosobo tidak memiliki Paket atau kebijakan remunerasi yang diterima oleh Dewan Pengawas dan Direksi sepanjang tahun 2018, karena komposisi modal inti yang masih berada dibawah Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

(9)

9 12. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

Untuk memenuhi salah satu aspek Transparansi dalam pelaksanaan Tata Kelola sesuai ketentuan yang berlaku, berikut ini akan diungkapkan mengenai rasio Gaji tertinggi dan terendah, dalam skala perbandingan dalam tabel di bawah ini :

Rasio Gaji Pegawai yang Terendah dan Tertinggi 22.60 % Rasio Gaji Direksi yang Terendah dan Tertinggi 79.76 % Rasio Gaji Pengawas yang Terendah dan Tertinggi 79,56 % Rasio Gaji Pegawai Tertinggi dan Gaji Direksi Tertinggi 39.22 %

Gaji yang diperbandingkan dalam Rasio Gaji di atas adalah imbalan yang diterima oleh anggota Dewan Pengawas, Direksi dan pegawai perbulan, dengan ketentuan bahwa pegawai yang dimaksud adalah pegawai Tetap.

13. Frekuensi Rapat Dewan Pengawas

Frekwensi Rapat Dewan Pengawas selama Tahun 2018 telah diselenggarakan sebanyak 4 (empat) kali dalam setahun, rapat dihadiri secara fisik oleh anggota Dewan Pengawas. Rapat berlangsung secara efektif dan telah sesuai dengan kebutuhan Bank dalam melakukan evaluasi/penetapan kebijakan strategis dan evaluasi realisasi Rencana Kerja Bank. Berdasarkan Notulen Rapat Dewan Pengawas selama Tahun 2018 , maka dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan pada rapat dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Hasil rapat Dewan Pengawas juga telah dituangkan dalam Notulen Rapat Dewan Pengawas dengan baik. Dokumentasi hasil Rapat Dewan Pengawas juga dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Pegawas dan pihak terkait.

14. Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Bank pada tahun 2018 dan telah dituangkan dalam Jumlah internal fraud disajikan dalam tabel berikut :

Internal Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh (nominal)

Direksi Dewan

Pengawas Pegawai

Tetap Pegawai Tidak Tetap

Total Fraud Nihil Nihil Nihil Nihil

Talah diselesaikan

Nihil Nihil Nihil Nihil Dalam proses

penyelesaian di internal

BPR Nihil Nihil Nihil Nihil

Belum diupayakan

penyelesaiannya Nihil Nihil Nihil Nihil

Telah ditindaklanjuti

melalui proses hukum Nihil Nihil Nihil Nihil

(10)

10 15. Permasalahan Hukum

Permasalahan Hukum Jumlah

Perdata Pidana

Telah selesai (telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap) Nihil

Dalam proses penyelesaian 1 Nihil

Total 1 Nihil

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Bank sebagaimana data tersebut diatas, terdapat 1 (satu) permasalahan hukum yang yang dihadapi Bank sebagai berikut :

a. Gugatan Perkara Perdata dari salah satu nasabah PD BPR BKK Wonosobo yang menolak agunan kreditnya dilakukan pra proses eksekusi pada tanggal 27 Juli 2017.

b. Laporan Hasil Sidang Perkara Perdata Pengadilan Negeri Wonosobo tanggal 27 Nopember 2017 telah memutuskan menolak gugatan dari penggugat, dan selanjutnya Penggugat dalam proses pengajuan Banding.

c. Putusan banding tanggal 22 Februari 2018 Pengadilan Negeri Semarang menyatakan upaya hukum banding Zuli Khasanah tidak dapat diterima.

d. Zuli Khasanah mengajukan kasasi pada tanggal 2 Mei 2018 dan berkas kasasi sudah diterima oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 2018, Sampai tanggal 31 Desember 2018 belum terdapat putusan kasasi.

16. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan

No Nama dan Jabatan Pihak yang Memiliki

Benturan Kepentingan

Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan

Jenis

Transaksi Nilai Transaksi

(jutaan Rupiah)

Keterangan *)

1 Nihil Nihil Nihil Nihil

Berdasarkan hasil evaluasi Bank, pada tahun 2018 tidak terdapat transaksi yang menimbulkan benturan kepentingan.

17. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (BMPK) dan Penyediaan Dana Besar

Penyediaan dana kepada Pihak terkait Bank senantiasa mengacu kepada ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit. tahun 2018 tidak pernah terjadi pelanggaran maupun pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

(11)

11 Jumlah penyediaan dana kepada Pihak Terkait dan Debitur Inti per posisi 31 Desember 2018 secara total disajikan sebagai berikut :

No. Penyediaan Dana Jumlah Total

Debitur Nominal

(Ribuan Rupiah)

Kepada Pihak Terkait 12 debitur 1.076.084

18. Rencana Bisnis Bank

Pencapaian Rencana Bisnis Bank tahun 2018 sebagai berikut :

NO KETERANGAN

Rp. 000

Prosentase RKAT 2018 REALISASI 31

DESEMBER 2018

1 ASSET

121.524.116 127.762.544 105,13

2 DAMAS

89.000.000 92.164.965

103.55

3 KREDIT 103.745.852 100.549.394 96.91

4 PENDAPATAN

21.636.167 21.944.828 101.42

5 BIAYA

16.758.045 17.361.899 103.60 6 LABA/ RUGI Sebelum

Pajak

4.878.122 4.582.929 93.94

19. Transparansi Kondisi Keuangan Dan Non Keuangan Bank Yang Belum Diungkap Dalam Laporan Lainnya.

Sebagaimana disebut dalam prinsip Tata Kelola menyangkut keterbukaan, maka Bank telah melakukan transparansi Laporan Tahunan (keuangan dan non- keuangan) serta Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan secara tepat waktu, disajikan melalui publikasi di kantor serta melalui Surat Kabar.

20. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan politik

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk komitmen Bank untuk berprilaku etis dan memberikan konstribusi pada pembangunan nasional berupa kepedulian kepada masyarakat, dengan cara memberi bantuan kepada masyarakat yang dinilai layak untuk menerima bantuan tersebut. Adapun rincian pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) selama tahun 2018 sebagai berikut :

a. Bea Siswa kurang mampu Rp. 27.000.000,-

b. Kegiatan Sosial kemasyarakatan Rp. 15.668.000,-

c. Bakti lingkungan Rp. 10.000.000,-

d. Kegiatan Sosial keagamaan Rp. 9.570.000,- e. Bantuan Bencana alam (gempa bumi) Rp. 3.000.000,- II. HASIL PENILAIAN SENDIRI PENERAPAN TATA KELOLA

Terlampir dalam laporan Penerapan Tata Kelola

(12)

12 III. KESIMPULAN UMUM HASIL SELF ASSESMENT POSISI AKHIR DESEMBER

2018

Dari hasil penilaian sendiri atas Pelaksanaan Tata Kelola Bank, ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan Tata Kelola Bank memperoleh peringkat baik. Adapun dasar pertimbangannya adalah karena Pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance secara umum telah dilaksanakan, sebagaimana dapat dilihat di bawah ini :

1. Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang persyaratan Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi serta Integritas, Kompetensi dan Reputasi Keuangan Dewan Pengawas maupun Direksi dapat dipenuhi oleh Bank.

2. Pembentukan Fungsi telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Fungsi Audit Intern telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, yakni membantu Dewan Pengawas dalam melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan perusahaan yang bersifat strategic.

3. Satuan Audit Intern/SPI , Fungsi Kepatuhan dalam proses untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

4. Kinerja keuangan Bank cukup baik, Pencapaian Business Plan sampai akhir Desember 2018 relatif cukup baik, Laba sebelum pajak mendekati dari target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank. Rencana Laba pada tahun 2018 sebesar Rp. 4.878.122 ribu, tercapai Rp. 4.582.929 ribu.

5. Fundamental Bank pada tahun 2018 cukup kuat ditandai dengan tidak adanya AYDA, kualitas kredit masih mampu dipelihara dengan cukup baik (NPL gross ) per posisi 31 Des 2018 dengan posisi NPL 9,60%,

Wonosobo, 23 April 2019 DIREKSI

PD BPR BKK WONOSOBO

SUNYONO, SE NURSIH, SH

Direktur Utama Direktur YMFK

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang mewakili Pemegang Saham untuk melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ First Media yang mewakili pemegang saham untuk melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan

Pada kriteria atau faktor pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi baik dari pemenuhan jumlah Direksi, pemenuhan persyaratan kompetensi, tempat tinggal, tidak merangkap

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ First Media yang mewakili pemegang saham untuk melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan

Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris dan Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, Dewan Komisaris telah membuat Pedoman dan Tata Tertib Kerja

Direksi selalu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Direksi selalu menindaklanjuti setiap hasil temuan audit dan rekomendasi

Struktur Tata Kelola Perusahaan BCA Check & Balance Rapat Umum Pemegang Saham RUPS DEWAN KOMISARIS DIREKSI Komite Audit Komite Pemantau Risiko Komite Remunerasi & Nominasi

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang mewakili Pemegang Saham untuk melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan dan