ISSN 89997
RINGKASAN EKSEKUTIF
April 2022
1.825.617 283.528 7.006 8.027 27 91
LTKL LTKT LTKM LTPBJ LPUT LPT
2.124.296
laporan yang diterima oleh PPATK
- 3,96% (m-to-m) -0,24% (y-on-y)
-3,9%
-3,8%
(m-to-m) (y-on-y)
-4,4%
27,0%
0,2%
17,5%
11,2%
186,8%
237,5%
0,0%
-37,2%
1200,0%
HA Proaktif HA Inquiry
113
Hasil Analisis (HA) m-to-m y-on-y
42 71
107,3% 16,4%
58,6% (m-to-m) 47,9% (y-on-y) 225,0% (m-to-m)
55,6% (y-on-y)
HA Terkait Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
40 9
Informasi Hasil Analisis (IHA)
Hasil Pemeriksaan (HP) / Informasi Hasil
Pemeriksaan (IHP)
2
72,7%
27,0%
0,3% 8,3%
0,0%
41,7%
50,0%
RINGKASAN EKSEKUTIF
April 2022
1.229
Informasi lainnya terkait pelaksanaan tugas PPATK
Permintaan Informasi
Keterangan Ahli
20 Audit
Pengaduan Masyarakat (DUMAS) Bank Non-Bank
Regulator/
Instansi Lain
23
Pertukaran Informasi
Spontaneus Outgoing Information
Outgoing
Mutual Request Incoming Mutual Request Spontaneus Incoming
Information
2 MoU 14
17
Pada April 2022 terdapat penambahan 8 keterangan ahli dengan pemberian terbanyak kepada Kepolisiaan (5 keterangan/62,5%).
Dari 21 pengaduan yang diterima pada April 2022, sekitar 13 pengaduan dari lembaga dan 8 pengaduan berasal dari individu.
Tidak ada penambahan
penandatanganan MoU antara PPATK dengan Instansi/Lembaga pada April 2022.
PPATK melakukan 7 kegiatan audit sepanjang April 2022. 1 Audit dilakukan pada PJK dan 6 Audit dilakukan pada PBJ.
Untuk keperluan analisis, sepanjang April 2022, PPATK melakukan 1.229 permintaan informasi dengan tujuan terbanyak kepada Bank (893 informasi/72,7%).
Dari 12 pertukaran informasi yang
dilakukan PPATK dengan FIU lain,
Outgoing Mutual Request (6
informasi/50,0%) merupakan jenis
informasi yang banyak dipertukarkan.
RINGKASAN EKSEKUTIF
Januari - April 2022
7.200.901 1.086.5891 30.236 25.700 35 494
LTKL LTKT LTKM LTPBJ LPUT LPT
8.343.955
laporan yang diterima oleh PPATK 6,7% (c-to-c*)
5,3%
Keterangan: *) Perubahan c-to-c merupakan perbandingn Jan – Apr 2022 terhadap Jan-Apr 2021
14,9% 27,4% 201,0% 1066,7% 908,2%
HA Proaktif
264
Hasil Analisis (HA) Perubahan c-to-c*
102
-63,0%
6,3% (c-to-c*)
HA Inquiry
162
c-to-c:*
9,5% (c-to-c*)
HA Terkait Tindak Pidana Pendanaan
Terorisme (TPPT)
89 29
Informasi Hasil Analisis (IHA)
Hasil Pemeriksaan (HP) / Informasi Hasil
Pemeriksaan (IHP)
3
RINGKASAN EKSEKUTIF
Jakarta, April 2022
IVAN YUSTIAVANDANA Kepala PPATK
2003 s.d. Apr 2022
248.952.575
laporan yang diterima sejak pemberlakuan Undang-undang TPPU/TPPT
8.631.423 63.924 5.711
Periode 2003 s.d. 2010: 8.701.058 Laporan
Pelaporan berdasarkan periode 2003 s.d 2010 berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2002 dan UU Nomor 25 Tahun 2003.
210.996.165 28.231.259 617.908 380.534 21.862 3.789
Periode 2011 s.d. Apr 2022: 240.251.517 Laporan
Pelaporan periode setelah 2010 berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010.
LTKM LTPBJ LPUT LPT
210.996.165 36.862.682 681.832 380.534 27.573 3.789
LTKL LTKT
DAFTAR ISI
LAPORAN TRANSAKSI
ANALISIS DAN PEMERIKSAAN
817
22
24
27 32
36 41 43
45
ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME
BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NO 8 TAHUN 2010 DAN UNDANG – UNDANG NO. 9 TAHUN 2013
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN (LTKM)
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN TUNAI (LTKT)
LAPORAN PEMBAWAAN UANG TUNAI (LPUT)
LAPORAN TRANSAKSI PENYEDIA BARANG DAN JASA (LTPBJ)
LAPORAN TRANSFER DANA DARI/KE LUAR NEGERI (LTKL)
LAPORAN PENUNDAAN TRANSAKSI (LPT)
HASIL ANALISIS (HA) HASIL PEMERIKSAAN (HP)
PERMINTAAN INFORMASI KEPADA PJK/PBJ TERKAIT HASIL ANALISIS
PENGADUAN MASYARAKAT
RINGKASAN EKSEKUTIF
LAIN - LAIN
PUTUSAN PENGADILAN TERKAIT TPPUKETERANGAN AHLI AUDIT PERTUKARAN INFORMASI ANTAR FIU
NOTA KESEPAHAMAN (MOU)
SISTEM PELAPORAN
Volume 145/THN XI/2022
46 48
50 53 55
SISTEM PELAPORAN
Perubahan signifikan yang terjadi, bahwa pada sistem goAML:
• Untuk 1 (satu) laporan yang dikirimkan oleh Pihak Pelapor
dapatberisi lebih dari 1 (satu) transaksi.• Pihak Terlapor di dalam laporan menjadi
Individu Terkait (Involved Persons), Entitas Terkait (Involved Entities) dan Akun Terkait (Involved Account)serta di dalam 1 (satu) laporan tersebut
dapatberisi
lebih dari 1 (satu) Pihak Terkait.• Pihak Pelapor
diwajibkan untuk mengisi indikasi tindak pidanapada pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan
minimal 1 (satu).Sebagai upaya
optimalisasi pelaksanaan kewajiban pelaporanoleh penyedia jasa keuangan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorime, PPATK telah mengembangkan aplikasi goAML sebagai sarana untuk penyampaian pelaporan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakterisitik pelaporan penyedia jasa keuangan. Sistem ini merupakan
migrasidari Aplikasi Gathering Reports and Information Processing
System (GRIPS). Sehubungan dengan hal tersebut, PPATK telah mengadakan peluncuran atau go – live sistem pelaporan APUPPT GoAML pada 1 Februari 2021.MIGRASI SISTEM
• Peraturan PPATK Nomor 1 Tahun 2021
Tentang Tata Cara Penyampaian Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan, Transaksi Keuangan Tunai, Transaksi Keuangan Transfer Dana Dari dan Ke Luar Negeri melalui Aplikasi goAML bagi
Penyedia Jasa Keuangan• Peraturan PPATK Nomor 2 Tahun 2021
Tentang Tata Cara Penyampaian Laporan Transaksi dan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan melalui Aplikasi goAML bagi
Penyedia Barang dan/atau Jasa Lain• Peraturan PPATK Nomor 3 Tahun 2021
Tentang Tata Cara Penyampaian Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan melalui Aplikasi goAML bagi
ProfesiREGULASI
PERUBAHAN
LTKM
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
“Transaksi Keuangan Mencurigakan adalah:
a.Transaksi Keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik, atau kebiasaan pola Transaksi dari Pengguna Jasa yang bersangkutan;
b.Transaksi Keuangan oleh Pengguna Jasa yang patut diduga dilakukan dengan tujuan untuk menghindari pelaporan Transaksi yang
c. bersangkutan yang wajib dilakukan oleh Pihak Pelapor sesuai dengan ketentuan Undang- Undang ini;
d.Transaksi Keuangan yang dilakukan atau batal dilakukan dengan menggunakan Harta Kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana; atau e. Transaksi Keuangan yang diminta
oleh PPATK untuk dilaporkan oleh Pihak Pelapor karena melibatkan Harta Kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.”
Pasal (1) Ayat 5
UU No 8 Tahun 2010
1. Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme, PJK wajib menyampaikan laporan kepada PPATK.
2. Laporan sebagaimana yang dimaksud pada Ayat 1 meliputi:
a. Transaksi Keuangan Mencurigakan;
b. Transaksi Keuangan Mencurigakan terkait Pendanaan Terorisme.
Kewajiban Pelaporan – Pasal 2 Ayat (1) dan (2)
Perka PPATK Nomor 1 Tahun 2021
“PJK wajib mengisi laporan:
a. Transaksi Keuangan Mencurigakan;
b. Transaksi Keuangan Mencurigakan terkait Pendanaan Terorisme;
c. Aktivitas Mencurigakan akibat Pemutusan Hubungan Usaha;
d. Aktivitas Mencurigakan terkait Pendanaan Terorisme;
e. Transaksi Keuangan Mencurigakan atas Permintaan PPATK.”
Teknis Pelaporan – Pasal 34 Ayat (1)
“PBJ wajib menyampaikan kepada PPATK laporan:
b. Transaksi keuangan yang diminta oleh PPATK untuk dilaporkan sebagai Transaksi Keuangan Mencurigakan”
Kewajiban Pelaporan – Pasal 2 Ayat (1) huruf (b)
Perka PPATK Nomor 2 Tahun 2021
“PBJ wajib mengisi laporan:
b.Transaksi Keuangan Mencurigakan atas permintaan PPATK; dan
c. Aktivitas mencurigakan akibat tidak melanjutkan prosedur prinsip mengenali Pengguna Jasa atau pemutusan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa.”
Teknis Pelaporan – Pasal 26 Ayat (1) huruf (b) dan (c)
“Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, Profesi wajib menyampaikan laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan ke PPATK”
Kewajiban Pelaporan – Pasal 2 Ayat (1)
Perka PPATK Nomor 3 Tahun 2021
“Profesi wajib mengisi laporan:
a.Transaksi Keuangan Mencurigakan;
b.Aktivitas Mencurigakan akibat tidak melanjutkan prosedur prinsip mengenali Pengguna Jasa dan pemutusan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa.”
Teknis Pelaporan – Pasal 26 Ayat (1)
Pelaporan Transaksi Keuangan
Mencurigakan dimulai
sejak Januari Tahun 2013Dilaporkan oleh
Penyedia Jasa Keuangan (PJK), Penyedia Barang dan/atau Jasa (PBJ) serta Profesimelalui sistem
goAML
Grafik 1 Distribusi Jumlah Kumulatif
Penerimaan LTKM Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022)
LTKM
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
Tabel 1
Jumlah Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang dikirimkan oleh Pihak Pelapor per Bulan*)
Grafik 2 Distribusi Jumlah Kumulatif
Pihak Pelapor Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022) APR
2022
Pelaporan LTKM bulan ini
0,2%
Dibandingkan jumlah bulan Mar 2022 (m-to-m) Jumlah LTKM yang
disampaikan Pihak Pelapor kepada PPATK
7.006 LTKM
Pelaporan LTKM bulan ini
17,5%
Dibandingkan jumlah bulan Apr 2021 (y-to-y)
Indikasi Tindak Pidana mayoritas pada Apr
2022: Penipuan
31,1%
Mayoritas TKM pada Apr 2022 terjadi di
Kep. Riau 7,2%
DKI Jakarta 89,3%
Catatan:
*) Uraian LTKM disesuaikan dengan klasifikasi yang terdapat pada GoAML menurut Pasal 34 Ayat (1) Peraturan PPATK No 1 Tahun 2021
Rata-rata penerimaan
350 laporan/hari
(1 bulan = 20 hari)PJK - BANK
50%
PJK - NON BANK 50%
PBJ 0,33%
PROFESI 0,05%
PJK - BANK 33%
PJK - NON BANK 62%
PBJ 4,26%
PROFESI 1,14%
Laporan 2021 2022
Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
LTKM - Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan 5.080 4.033 5.149 6.896 7.308 7.466 7.933 6.165 5.670 9.810 5.261 5.853 6.367
LTKM - Terkait Transaksi Pendanaan Terorisme 75 21 15 42 29 2 24 399 11 55 36 14 33
LTKM - Atas Permintaan PPATK 703 420 472 268 416 704 409 388 532 235 672 1.033 509
LTKM - Terkait Aktivitas Pendanaan Terorisme 11 1 2 2 2 2 5 12 2 1 1 3 2
Laporan Aktivitas Mencurigakan - Pemutusan Usaha 92 122 108 85 89 144 138 165 164 101 66 89 95 Total 5.961 4.597 5.746 7.293 7.844 8.318 8.509 7.129 6.379 10.202 6.036 6.992 7.006
LTKM
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
Tabel 2
Jumlah Kumulatif LTKM & Pihak Pelapor per Kelompok Industri*)
*) Terdapat penyesuaian Kelompok Industri sesuai dengan kategorisasi yang diaplikasikan dalam di sistem GoAML (mulai Februari 2021)
**) Kelompok Industri Pasar Modal hanya tersedia pada sistem GRIPS (hingga Januari 2021) dan akan diklasifikasikan sesuai dengan sistem pelaporan GoAML menurut UU Nomor 8 Tahun 2010
Kelompok Industri*)
Laporan Pihak Pelapor
2021 2022 Jan 2003 s.d.
Apr 2022
Tahun 2022 (s.d Apr)
2022) Jan - Apr Total
2021 Jan - Apr
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PJK - BANK 13.555 42.184 15.092 359.398 117
Bank Umum 13.482 41.909 12.565 352.326 91
Bank Asing 551 1.108 319 11.078 9
Bank Campuran 130 529 156 5.681 6
Bank Milik Negara 1.840 7.764 3.243 113.644 4
Bank Pembangunan Daerah 427 836 193 24.820 22
Bank Swasta 10.534 31.672 8.654 197.103 50
Bank Perkreditan Rakyat 73 275 2.527 7.072 26
PJK - NON BANK 10.170 37.123 15.029 322.083 216
Perusahaan Pembiayaan 563 1.507 593 59.360 25
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Pialang Asuransi 731 12.201 1.348 52.554 34
Dana Pensiun Lembaga Keuangan 12 29 10 125 2
Perusahaan Efek 102 443 216 659 17
Manajer Investasi 51 120 29 149 2
Pasar Modal**) 247 247 0 11.398 0
Kustodian 0 0 2 2 1
Wali Amanat 0 4 0 4 0
Perposan sebagai Penyedia Jasa Giro 0 0 0 0 0
Pedagang Valuta Asing 3.673 11.076 4.170 142.274 76
Penyelenggara Alat Pembayaran Menggunakan Kartu 0 0 0 0 0
Penyelenggara E-Money dan / atau E-Wallet 675 1.040 355 1.707 6
Koperasi yang Melakukan Kegiatan Simpan Pinjam 2 13 3 331 2
Pegadaian 23 44 18 62 1
Perusahaan yang Bergerak di Bidang Perdagangan Berjangka
Komoditi 226 1.171 614 4.566 13
Penyelenggara Kegiatan Usaha Pengiriman Uang 3.865 9.222 7.664 48.874 33
Perusahaan Modal Ventura 0 0 0 2 0
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur 0 0 0 0 0
Lembaga Keuangan Mikro 0 0 0 0 0
Lembaga Pembiayaan Ekspor 0 0 0 3 0
Penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi
informasi 0 6 7 13 4
Penyelenggara layanan urun dana melalui penawaran saham
berbasis teknologi informasi 0 0 0 0 0
Penyelenggara layanan Transaksi Keuangan berbasis teknologi
informasi 0 0 0 0 0
PBJ 1 223 101 324 15
PROFESI 2 13 14 27 4
Total 23.728 79.543 30.236 681.832 352
Ta b el 3 Ju ml ah LTK M P ih ak P el ap o r p er K el o mp o k In d u st ri p er B u la n *) Te rdapat pe ny es uai an Ke lo m po k In du str is es uai de ngan kate go ri sa si yan g di apl ik as ik a n dal am di si ste m G oA M L (m ul ai Fe br uar i2021 ) **) Ke lo m po k In du str iP as a r M oda lh an ya te rs edi a pad a si ste m G RI PS (h in gg a Jan uar i202 1 ) dan ak an di kl as if ik as ik an se su a ik las if ik as ipa da si st em pe la po ran G oA M L.
Grafik 3
Perkembangan Jumlah Penerimaan LTKM per bulan dalam 1 tahun terakhir
Apr 2021 s.d Apr 2022
Grafik 4
Perkembangan Jumlah Penerimaan LTKM per Kumulatif hingga Bulan Berjalan dalam 3 tahun terakhir
2019 s.d Apr 2022
Catatan:month to month (m-to-m) : perbandingan jumlah pada bulan tertentu dibandingkan dengan jumlah bulan sebelumnya
Catatan:
• Pekembangan Jumlah Laporan Jan – Apr: perbandingan jumlah Laporan pada Bulan Januari hingga April pada tahun tertentu dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya
5.961 4.597 5.746 7.293 7.844 8.318 8.509 7.129 6379 10.202 6.036 6.992 7.006 -11,3%
-22,9%
25,0%
26,9%
7,6% 6,0% 2,3% -16,2%
-10,5%
59,93%
-40,8%
15,8%
0,2%
A p r-2 1 Me i-2 1 Ju n-2 1 Ju l-2 1 A g u- 2 1 Se p -2 1 Ok t-2 1 No v-2 1 D es-2 1 Ja n-2 2 Fe b -2 2 Ma r-2 2 A p r-2 2
2022 LTKM per Bulan % Perkembangan per Bulan (m-to-m)
23.375 22.781 23.728 30.236
78.587
68.057 79.543
-2,54% 4,16% 27,43%
2019 2020 2021 2022
Jumlah LTKM per Tahun
Jumlah Laporan Jan - Apr (year to date)
% Perkembangan Jumlah Laporan Jan - Apr (year to date)
Grafik 5
Penerimaan Rata – Rata per bulan LTKM Selama 4 tahun terakhir
2019 s.d Apr 2022
INDIKATOR DALAM PELAPORAN LTKM
Pihak Pelapor wajib menyampaikan penyebab transaksi dilaporkan sebagai Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan dengan memilih INDIKATOR dengan kode:
a. INDTPA : 26 Indikasi Tindak Pidana Asal sesuai UU No 8 Tahun 2010 b. POLA : Tidak sesuai profil pengguna jasa
c. HINDAR : Menghindari Pelaporan d. BATAL : Penggunaan Hasil Tidak Pidana e. MINTA : Permintaan PPATK
f. PUTUS : Permutusan Hubungan Usaha g. CBCC : LPUTLB
h. TUNDA : Penundanaan Transaksi i. TEROR : TP Pendanaan Terorisme j. LT : Indikator LT
k. AUDIT : Audit Kepatuhan & Audit Khusus l. INQUIRY : Permintaan Apgakum m. HENTI : Penghentian Transaksi n. KOREKSI : Koreksi Laporan
▪ Sesuai dengan Lampiran Peraturan PPATK No 1 Tahun 2021, bahwa Pihak Pelapor wajib menyertakan pilihan indikator yang menjadi penyebab transaksi untuk dilaporkan sebagai Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (jenis Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan, LTKM Atas Permintaan PPATK dan Laporan Aktivitas Mencurigakan Pemutusan Hubungan Usaha). Pilihan tersebut terdapat pada kelompok indikator dengan kode INDTPA, POLA, HINDAR, BATAL, MINTA, AUDIT, INQUIRY. Sementara itu, khusus untukpilihan indikator INDTPA wajib diisi minimal 1 (satu).
▪ Namun, kewajiban pilihan indikator INDTPA tidak berlaku untuk LTKM Terkait Pendanaan Terorisme dan LTKM Terkait Aktivitas Pendanaan Terorisme. Kedua jenis LTKM tersebut diwajibkan untuk memilih indikator pada kelompok TEROR sehingga tidak terdapat indikator INDTPA.
Dengan adanya kewajiban pilihan minimal 1 (satu) indikator TPA pada pelaporan TKM, yang selanjutnya menyebabkan kemungkinan perbedaan jumlah laporan per indikator TPA dengan parameter lain (Provinsi dan Kelompok), istilah yang digunakan oleh Tim Statistik PPATK menjadi “Jumlah Indikasi Tindak Pidana Asal pada LTKM”.
6.549 5.671
6.629
7.559
2019
2020
2021
2022
Ta b el 4 Ju ml ah In d ika si Ti n d ak P id an a As al p er B u la n p ad a L TK M
Catatan: *)TerdapatpenyesuaianjenisTindakPidanaAsalsetelahadanyaimplementasiGoAML **)TindakPidanainipadaimplementasiGRIPSdicantumkansebagaiPenyulundupanBarangdanmulaipadaimplementasiGoAMLakandidefinisikankembalimenjadiTPCukaidanTP Kepabeanan.Ta b el 5 Ju ml ah LTK M P ih ak P el ap o r p er P ro v in si Lo ka si K an to r Ca b an g P ih ak P el ap o r p er B u la n
Grafik 6
Distribusi 5 Penerimaan Terbesar Kumulatif LTKM per TPA
Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022)
Grafik 7
Distribusi 5 Penerimaan Terbesar Kumulatif LTKM per Provinsi
Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022)
Catatan:*) Lainnya: Tindak Pidana selain 5 Tindak Pidana yang disebutkan di atas
Catatan:
*) Lainnya: Provinsi selain 5 Provinsi yang disebutkan di atas
Indikasi Tindak pidana lain yang diancam pidana 4 tahun
32,5%
Penipuan 29,0%
Penggelapan 8,5%
Di Bidang Perpajakan
8,1%
Perjudian 5,3%
Lainnya 16,7%
DKI Jakarta 90,2%
Kepulauan Riau 6,7%
Banten 0,6%
Jawa Barat 0,6%
Jawa Timur 0,3%
Lainnya
1,6%
LTKT
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN TUNAI
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
UU Nomor 8 Tahun 2010
Transaksi Keuangan Tunai adalah transaksi keuangan yang dilakukan dengan menggunakan uang kertas dan/atau uang logam
Pasal 1 angka 6
Pasal 9 huruf f menyatakan
“ Penyedia Jasa Keuangan wajib mengisi laporan Transaksi Keuangan tunai dalam jumlah paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau dengan mata uang asing yang nilainya setara, yang dilakukan baik dalam satu kali Transaksi maupun beberapa kali Transaksi dalam 1 (satu) hari Kerja.”
153 Non-Bank 447
Bank
Pihak Pelapor LTKT selama tahun 2022 (s.d April) APR
2022
Pelaporan LTKT bulan ini
4%
Dibandingkan jumlah bulan Mar 2022 (m-to-m)
Jumlah LTKT yang disampaikan
Pihak Pelapor kepada PPATK
283.528 LTKT
Pelaporan LTKT bulan ini
27%
Dibandingkan jumlah bulan Apr 2021 (y-to-y)
Jumlah LTKT Kas Masuk yang disampaikan Pihak Pelapor
kepada PPATK
147.248 LTKT
Jumlah LTKT Kas Keluar yang disampaikan Pihak Pelapor
kepada PPATK
136.280 LTKT Rp
Laporan Transaksi Keuangan Tunai mulai efektif diterima PPATK sejak Januari Tahun 2003
Grafik 8
Perkembangan Jumlah LTKT yang Diterima oleh PPATK dalam 1 tahun terakhir
April 2021 s.d April 2022 Tabel 6
Jumlah Kumulatif LTKT & Pihak Pelapor per Kelompok Industri)
Catatan:
*) Terdapat penyesuaian Kelompok Industri sesuai dengan kategorisasi yang diaplikasikan dalam sistem GoAML (mulai Februari 2021).
**) Kelompok Industri Pasar Modal hanya tersedia pada sistem GRIPS (hingga Januari 2021) dan akan diklasifikasikan sesuai klasifikasi pada sistem pelaporan GoAML.
Ta b el 7 Ju m la h La p o ra n Tr an sa ksi K eua n ga n Tun ai P JK p er K el o m p o k In d u st ri p er B u la n
Catatan:*) Te rdapat pe ny es uai an Ke lo m po k In du str is es uai de ngan kate go ri sa si yan g di apl ik as ik a n dal am si ste m G oA M L (m ul ai Fe br uar i2021 ). **) Ke lo m p ok In du st ri Pas ar M oda l han ya te rs ed ia p ad a si st em G RI PS (h in gga Jan uar i 2 02 1 ) dan ak an di kl a si fi kas ik an se su ai kl as if ik as i p ad a si st em pe la p or an G oA M L.
Tabel 8
Jumlah Laporan Transaksi Keuangan Tunai Kas Masuk PJK per Kelompok Industri per Bulan
Catatan:
*) Terdapat penyesuaian Kelompok Industri sesuai dengan kategorisasi yang diaplikasikan dalam sistem GoAML (mulai Februari 2021).
**) Kelompok Industri Pasar Modal hanya tersedia pada sistem GRIPS (hingga Januari 2021) dan akan diklasifikasikan sesuai klasifikasi pada sistem pelaporan GoAML.
***) Nominal dalam bentuk rupiah.
Tabel 9
Jumlah Laporan Transaksi Keuangan Tunai Kas Keluar PJK per Kelompok Industri per Bulan
Catatan:
*) Terdapat penyesuaian Kelompok Industri sesuai dengan kategorisasi yang diaplikasikan dalam sistem GoAML (mulai Februari 2021).
**) Kelompok Industri Pasar Modal hanya tersedia pada sistem GRIPS (hingga Januari 2021) dan akan diklasifikasikan sesuai klasifikasi pada sistem pelaporan GoAML.
***) Nominal dalam bentuk rupiah.
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
LPUT
LAPORAN PEMBAWAAN UANG TUNAI
Pasal 34 Ayat 1
“Setiap orang yang membawa uang tunai dalam mata uang rupiah dan/atau mata uang asing, dan/atau instrumen pembayaran lain dalam bentuk cek, cek perjalanan, surat sanggup bayar, atau bilyet giro paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau yang nilainya setara dengan itu ke dalam atau ke luar daerah pabean Indonesia wajib memberitahukannya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.“
UU No 8 Tahun 2010
Laporan Pembawaan Uang Tunai dan/ atau Instrumen Pembayaran Lain ke dalam atau ke luar Daerah Pabean Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Pembawaan Uang Tunai dan/atau Instrumen Pembayaran Lain dengan nilai paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau dengan mata uang asing yang nilainya setara yang disampaikan kepada Pejabat Bea dan Cukai;
b. Pengenaan sanksi administratif atas pelanggaran Pembawaan Uang Tunai dan/atau Instrumen Pembayaran Lain dengan nilai paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau dengan mata uang asing yang nilainya setara;
dan/atau
c. Pembawaan Uang Tunai dan/atau Instrumen Pembayaran Lain yang memenuhi indikator mencurigakan
Pasal 2 Ayat 2
Perka PPATK Nomor 1 Tahun 2022 Pasal 35 Ayat 1
“Setiap orang yang tidak memberitahukan pembawaan uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar 10%
(sepuluh perseratus) dari seluruh jumlah uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain yang dibawa dengan jumlah paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).”
APR 2022
9 18 0
LPUT Laporan Biasa (LPUTLB)
Pelanggaran LPUT
Laporan Pembawaan Uang Tunai dari DJBC dimulai sejak Januari Tahun 2006
LPUT Mencurigakan
Tahun 2022 (s.d Apr 2022)
17 30 0
LPUT Laporan Biasa (LPUTLB)
Pelanggaran LPUT
LPUT Mencurigakan
lokasi pelaporan
Selama tahun 2022 (s.d Apr 2022)
Pelanggaran LPUT terbanyak terjadi di
Soekarno Hatta
Tabel 10
Jumlah Laporan Pembawaan Uang Tunai (LPUT) Biasa Berdasarkan Lokasi Pelaporan per Bulan
Tabel 11
Jumlah Pelanggaran Pembawaan Uang Tunai Berdasarkan Lokasi Pelaporan per Bulan
Tabel 12
Jumlah Pembawaan Uang Tunai Mencurigakan Berdasarkan Lokasi Pelaporan
Catatan:
Data dihitung sejak 2019 s.d April 2022
Lokasi Pelaporan 2019 2020 2021 2022 Jumlah
s.d. Apr 2022 Persentase (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Soekarno Hatta 3 18 0 0 21 100,0%
Total
Pembawaan Uang Tunai Mencurigakan 3 18 0 0 21 100%
Lokasi Pelaporan 2019 2020 2021
2021 2022 Jumlah
Jan 2006 s.d. April 2022 Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
Soekarno Hatta 2.492 711 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16.710
Batam 1.009 159 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 8.839
Ngurah Rai Denpasar 464 172 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 9 1.533
Tj. Pinang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 116
Tanjung Balai Karimun 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 53
Kuala Namu 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 49
Juanda 15 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 47
Entikong 11 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 32
Pontianak 6 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25
Semarang (Tj. Emas) 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20
Lainnya 12 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 131
Total 4.024 1.052 4 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 8 9 27.555
Lokasi Pelaporan 201
9 2020 2021
2021 2022 Jumlah
Jan 2006 s.d. April 2022 Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)
Ngurah Rai Denpasar 0 121 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 12 271
Soekarno Hatta 0 0 20 2 2 2 4 2 3 1 4 0 3 2 3 6 94
Kuala Namu 0 53 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 66
Batam 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 49
Pekanbaru 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15
Entikong 0 7 4 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 13
Pontianak 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8
Atambua 0 3 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 7
Medan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
Teluk Bayur 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
Lainnya 0 6 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 26
Total 0 199 26 3 2 2 6 3 3 1 4 0 5 2 5 18 559
LTPBJ
LAPORAN TRANSAKSI PENYEDIA BARANG DAN JASA
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
UU No 8 Tahun 2010
”Pihak Pelapor meliputi:
a. penyedia jasa keuangan:
1. bank;
2. perusahaan pembiayaan;
3. perusahaan asuransi dan perusahaan pialang asuransi;
4. dana pensiun lembaga keuangan;
5. perusahaan efek;
6. manajer investasi;
7. kustodian;
8. wali amanat;
9. perposan sebagai penyedia jasa giro;
10. pedagang valuta asing;
11. penyelenggara alat pembayaran menggunakan kartu;
12. penyelenggara e-money dan/atau e- wallet;
13. koperasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam;
14. pegadaian;
15. perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi; atau 16. penyelenggara kegiatan usaha
pengiriman uang.
b. penyedia barang dan/atau jasa lain:
1. perusahaan properti/agen properti;
2. pedagang kendaraan bermotor;
3. pedagang permata dan perhiasan/logam mulia;
4. pedagang barang seni dan antik; atau 5. balai lelang.”
Pasal 17 ayat (1)
Perka PPATK No 2 Tahun 2021
“PBJ wajib menyampaikan ke PPATK laporan:
a. Transaksi yang dilakukan oleh Pengguna Jasa dengan mata uang rupiah dan/atau mata uang asing yang nilainya paling sedikit atau setara dengan Rp500.000.0000 (lima ratus juta rupiah);”
Pasal 2 Ayat (1))
APR 2022
Laporan Transaksi dari PBJ mulai efektif diterima PPATK sejak Mei 2012
Jumlah LTPBJ yang disampaikan pada Apr 2022
8.027 Laporan
Jumlah PBJ Pelapor kepada PPATK tahun 2022
hingga Apr 2022
381 Pihak Pelapor
Pelaporan LTPBJ Apr 2022186,8%
Dibandingkan jumlah bulan Apr 2021 (y-to-y) Pelaporan LTPBJ Apr 2022
11,2%
Dibandingkan jumlah bulan Mar 2022 (m-to-m)
10.450 laporan
(40,66%)Perusahaan Properti
13.351 laporan
(51,95%)Pedagang Kendaraan Bermotor
1.225 laporan
(4,77%)Pedagang Perhiasan/
Logam Mulia
674 laporan
(2,62%)Balai Lelang
0 laporan
(0%)Pedagang Barang Seni/Antik
Pada Tahun 2022 ( s.d Apr 2022 ), laporan
Transaksi dari PBJ diterima dari:
Ta b el 14 Ju ml ah LTP B J p er K el o mp o k In d u st ri p er B u la n
Ta b el 13 Ju ml ah K u mu la tif La p o ra n & P ih ak P el ap o r p er K el o mp o k In d u st ri
Grafik 9
Perkembangan Jumlah Penerimaan LTPBJ per bulan dalam 1 tahun terakhir
Mar 2021 s.d Apr 2022
Grafik 11
Distribusi Total Kumulatif PBJ Pelapor Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022) Grafik 10
Distribusi Jumlah Kumulatif Penerimaan LTPBJ Tahun 2022 (Jan s.d Apr 2022)
2.799 3.447 2.976 4.070 3.742 6.375 5.045 5.145 8.250 5.392 5.063 7.218 8.027 43,7%
23,2% -13,7%
36,8% -8,1%
70,4%
-20,9%
2,0%
60,3% -34,6%
-6,1%
42,6%
11,2%
Apr-21 Mei-21 Jun-21 Jul-21 Agu-21 Sep-21 Okt-21 Nov-21 Des-21 Jan-22 Feb-22 Mar-22 Apr-22
2021 2022
Jumlah LT per Bulan % Perkembangan per Bulan (m-to-m)
Perusahaan Properti 40,7%
Pedagang Kendaraan Bermotor
51,9%
Pedagang Perhiasan/Loga
m Mulia 4,8%
Balai Lelang 2,6%
Barang Seni/Antik
0,0%
Perusahaan Properti
55,9%
Pedagang Kendaraan Bermotor
32,8%
Pedagang Perhiasan/Loga
m Mulia 1,3%
Balai Lelang
10,0% Barang
Seni/Antik 0,0%
LTKL
LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN TRANSFER DANA DARI/KE LUAR NEGERI
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
“Transfer Dana Dari dan Ke Luar Negeri adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dengan perintah dari Pengirim Asal kepada Penyelenggara Pengirim Asal yang bertujuan memindahkan sejumlah Dana dari luar wilayah Indonesia atau ke luar wilayah Indonesia kepada Penerima yang disebutkan dalam Perintah Transfer Dana sampai dengan diterimanya Dana oleh Penerima pada Penyelenggara Penerima Akhir tidak termasuk aktivitas transfer dalam negeri”
UU No. 8 Tahun 2010
Pasal 1 angka 4
Pasal 9 ayat (3)menyatakan “Penyedia Jasa Keuangan yang wajib menyampaikan laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana Dari dan Ke Luar Negeri ke PPATK merupakan bank dan badan usaha berbadan hukum Indonesia bukan bank”.
Perka PPATK No 1 Tahun 2021
Nilai Rata-Rata Transfer Dana per transaksi setiap laporan pada April 2022
Rp6,34 Miliar Outgoing
Rp4,52 miliar Incoming
238.495
laporan OUTGOING
1.587.122
laporan INCOMING
1.825.617
Laporan Transaksi Keuangan Transfer dana dari/ke luar negeri (LTKL)
APR 2022
NEGARA TUJUAN
NEGARA ASAL Tiga besar jumlah LTKL negara
tujuan dan asal transfer dana
*) Kegiatan Usaha Pengiriman Uang
402.637
237.999
284.193
Sepanjang Jan-Apr 2022
7.200.901 LTKL
Jenis Transaksi: NON-SWIFT SWIFT KUPU
*)57.643 36.790
32.237 TIONGKOK
SINGAPURA
AMERIKA SERIKAT
MALAYSIA
TAIWAN
SINGAPURA
-3,97% (m-to-m)
Apr 2022 terhadap Mar 2022
-3,78% (y-on-y)
Apr 2022 terhadap Apr 2021
5,27%
Terhadap Jan-Apr 2021
“Pelaporan dimulai sejak Januari 2014 oleh pihak pelapor yaitu Penyedia Jasa Keuangan: Bank dan Penyelenggara Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU)”
87 %
13 %
Ta b el 17 Ju ml ah La p o ra n Tra n sfer D an a D ari d an Ke Lu ar Neg eri B erd as arka n Jen is Tra n sa ks i Ta b el 18 To ta l No mi n al Tra n sa ks i Tra n sfer D an a D ari d an K e Lu ar Neg eri d al am Tri liu n Ru p ia h B erd as arka n J en is Tra n sa ks i
AprMeiJunJulAgsSeptOktNovDesJanFebMarApr (1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11)(12)(13)(14)(15)(16)(17)(18) Dari Luar Negeri29.204.85425.738.00318.982.9961.690.4771.622.2451.705.9371.540.8201.585.6981.538.0891.590.4601.715.3391.673.4541.491.1231.548.7311.624.2061.587.122186.419.999 SWIFT5.211.4454.219.8155.139.554481.542 387.885 555.523 462.576 460.580 489116450996461.729 516881473.612 425.797521.937549.73040.670.921 NON-SWIFT14.314.00914.014.09613.351.8721.206.495 1.230.902 1.148.422 1.076.078 1.123.202 104679911376251.176.294 11548841.014.350 1.111.7671.098.8121.035.78190.788.682 KUPU9.679.4007.504.092491.5702.440 3.458 1.992 2.166 1.916 21741.839 77.316 1.689 3.161 11.1673.4571.61154.960.396 Ke Luar Negeri3.701.0972.694.3172.722.641206.863199.000247.932 218.923 230.323245.774236.388245.640 269.422238.339 196.000276.885238.49524.576.732 SWIFT2.803.7032.316.4662.578.896196.861 189.629 237.009 208.629 219.399 234184225.856 230.622 256.859 227.680 186.370265.420230.12121.047.940 NON-SWIFT672.076194.38392.0266.950 6.800 8.228 7.336 7.233 80486.867 8.280 9.011 7.247 7.3878.7616.1752.267.847 KUPU225.318183.46851.7193.052 2.571 2.695 2.958 3.691 35423.665 6.738 3.552 3.412 2.2432.7042.1991.260.945 Total32.905.95128.432.32021.705.6371.897.3401.821.2451.953.8691.759.7431.816.0211.783.8631.826.8481.960.9791.942.8761.729.4621.744.7311.901.0911.825.617210.996.731
KUMULATIF s.d April 2022Jenis Transaksi20192020202120212022 AprMeiJunJulAgsSeptOktNovDesJanFebMarApr (1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11)(12)(13)(14)(15)(16)(17)(18) Dari Luar Negeri5.2684.7319.8485162.2745764741.0555204505495975854716266332.315 SWIFT4.9064.0685.0794713495244304534823995105565504355906082.184 NON-SWIFT3016082.57241657494136354736372926241998 KUPU61542.19741.26733566344461011533 Ke Luar Negeri5.0463.9905.4374163394653903774127574149004104484895001.848 SWIFT4.8903.7605.1163843184273653503837323778643894194584801.745 NON-SWIFT1422182913019362424262335311927281690 KUPU141230322234325333413 Total10.3148.72115.2869332.6131.0418641.4329321.2089641.4989969201.1151.1334.162
2022 Jenis Laporan2019202020212021KUMULATIF s.d April 2022
Grafik 12
Perkembangan Jumlah Laporan Transfer Dana Dari Luar Negeri per bulan dalam 1 tahun terakhir Apr 2021 s.d. Apr 2022 (dalam Ribuan)
Grafik 13
Perkembangan Jumlah Laporan Transfer Dana Ke Luar Negeri per bulan dalam 1 tahun terakhir Apr 2021 s.d. Apr 2022 (dalam Ribuan)
1.206 1.231 1.148 1.076 1.123 1.047 1.138 1.176 1.1551.014 1.112 1.099 1.036
481,5 387,9
555,5
462,6 460,6 489,1 451,0 461,7 516,9 473,6 425,8 521,9 549,7
2,4 3,5 2,0 2,2 1,9 2,2 1,8 77,3
1,7 3,2 11,2 3,5 1,6
Non-Swift Swift KUPU
6,95 6,80 8,23 7,34 7,23 8,05 6,87 8,28 9,01 7,25 7,39 8,76 6,20
197 190
237 209 219 234 226 231 257
228 186
265 230
3,05 2,57 2,70 2,96 3,69 3,54 3,67 6,74 3,55 3,41 2,24 2,70 2,20
Non-Swift Swift KUPU
Tabel 19
Jumlah Pihak Pelapor LTKL pada April 2022
Pihak Pelapor Jumlah Entitas
(1) (2)