commit to user
1
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR
PUSAT TARI BALET DENGAN PENDEKATAN KONSEP MODERN
DI JAKARTA PUSAT
Fadila Atikasari Sanjaya
Iik Endang Siti Wahyuni
Rahmanu Widayat
Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret
Jln. Ir. Soetami 36A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah, 57126
email : [email protected]
Abstrak
Pergeseran gaya hidup masyarakat terutama perkotaan, memberikan pengaruh dibidang olah tubuh yang begitu besar. Tidak hanya monoton olahraga saja tetapi dapat dilakukan dengan menari. Salah satu bidang tari yang digemari di kota besar saat ini adalah Balet. Namun minat masyarakat yang besar pada Tari Balet tidak diimbangi dengan keberadaan fasilitas yang diperlukan. Gerand Mosterd (2008:11) menambahkan bahwa di Indonesia, menari kurang memiliki masa depan karena tidak adanya sanggar balet profesional di Indonesia bahkan untuk seni tari tradisional. Oleh karena itu, dibutuhkan Pusat Tari Balet. Pusat Tari Balet adalah tempat yang mewadahi aktifitas tarian dari Italia dengan ciri khas kostum, gerak langkah, musik, serta tata rias sehingga
dapat membangkitkan imajinasi para penonton. Pusat Tari Balet ini bertujuan untuk
menyediakan fasilitas untuk menyalurkan bakat dan hobi yang bersifat edukasi, informasi, dan entertaint. Metode Pusat Tari Balet menggunakan metode analisis dan observasi. Proyek ini menerapkan konsep modern yang mampu mewadahi segala aktivitas berkaitan dengan Tari Balet. Konsep modern diaplikasikan pada ruangan yang membutuhkan teknologi mutakhir di studio balet dan ruang pertunjukan. Ruang ini menggunakan lantai yang sesuai standart atau sprung floor dan sistem akustik pada sumber suara. Ide gagasan diambil dari salah satu tarian balet yaitu Swan Lake, berupa garis besar warna yaitu hitam dan putih dengan tema berupa transformasi gerak balet itu sendiri. Dengan adanya Pusat Tari Balet diharapkan mampu mendorong lahirnya balerina profesional di Indonesia.
commit to user
2
INTERIOR DESIGN
BALLET CENTER WITH MODERN CONCEPT
IN CENTRAL JAKARTA
Fadila Atikasari Sanjaya
Iik Endang Siti Wahyuni
Rahmanu Widayat
Interior Design, Faculty of Art and Design, Sebelas Maret University
Jln. Ir. Soetami 36A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah, 57126
email : [email protected]
Abstract
A shift in people's lifestyles, especially urban communities, give effect to the field if the body is so great. Not only monotonous sport alone but could have done with dancing. One area of dance popular today, especially in big cities is Ballet. But the great public interest in Ballet is not offset by the existence of the facility that is able to meet all the required activities. Gerand Mosterd (2008: 11) also added that in Indonesia, dancing less have a future in the absence of professional ballet studio in Indonesia, even for traditional dance. Therefore, there needs Ballet Center. Ballet Center is the center of activity that embodies dance from Italy that uses the hallmark of costumes, steps, music, and makeup so as to excite the imagination of the audience. Ballet Center aims to provide facilities for the talents and hobbies that are education, information, and entertain. Methods designs on Ballet Center using the method of analysis and observation. The project is applying modern concepts capable accommodate all the activities associated with Ballet. The modern concept applied to rooms that require cutting-edge technology such as a ballet studio and performance space by using floor according to standard or sprung floor and acoustic systems at the source of the sound. The idea of ideas taken is one that ballet Swan Lake, then taken outline colors to be applied is black and white with themes such as the transformation of motion ballet itself. With the Ballet Center is expected to encourage the birth of a professional ballerina in Indonesia.
.
commit to user
3 A. PENDAHULUAN
Balet adalah tari yang membutuhkan pelatihan berat dan teratur supaya dapat
menghasilkan gerakan-gerakan yang luwes dan presisi. Balet dapat diikuti oleh
berbagai kalangan. Mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Bagi anak-anak
usia belia adalah usia emas yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan baik
segi fisik maupun mental. Oleh karena itu, stamina dan kreatifitas anak sejak usia dini
perlu diasah. Salah satunya dengan mengajarkan olahraga sekaligus. Selain itu, bakat
anak dalam olah tubuh juga perlu disalurkan. Balet tidak hanya terbatas pada
anak-anak saja, orang dewasa pun juga dapat mempelajarinya sebagai hobi semata.
Terlebih gaya hidup yang modern seperti pola makan yang instan, rutinitas yang selalu
duduk, stress, dan malas berolahraga menyebabkan tidak sehat pada fisik maupun
psikis dapat dicegah dengan gerak tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan
tubuh. Berlatih Balet disamping dapat menghayati kenikmatan geraknya, sekaligus
dapat melangsingkan tubuh dan menyehatkan badan. Balet di Indonesia sendiri telah
mengalami perkembangan yang cukup pesat, terbukti dari banyaknya kompetisi Balet
di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya sehingga melahirkan banyak
penari profesional yang berlaga di dalam maupun luar negeri. Selain itu, Balet juga
sudah dikombinasikan dengan tarian tradisional, terbukti dengan adanya Sendra Tari
Ramayana Balet di Candi Prambanan, Yogyakarta.
B. KAJIAN PUSTAKA
1. Tinjauan Studio Balet dan Tata Pentas Balet
Studio balet adalah sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau
sekumpulan oranguntuk melakukan suatu kegiatan tari balet. Standart minimum
untuk ruang dansa dan tari adalah 4 meter (Neufert, 1990:179 jilid 1). Panggung
prosenium merupakan panggung konvensional yang memiliki ruang prosenium
atau suatu bingkai gambar melalui mana penonton menyaksikan pertunjukan. Arah
dari panggung ini hanya satu jurusan yaitu kearah penonton saja, agar pandangan
penonton lebih terpusat kearah pertunjukan. Para pemeran diatas panggung juga
agar lebih jelas dan memusatkan perhatian penonton. Dalam kesadaran itulah
maka keadaan pentas prosenium harus dapat memenuhi fungsi melayani
commit to user
4
Gambar 1 Denah panggung Prosenium
(Sumber: Scan Buku Akustik Lingkungan karya Lea Prasetio tahun 1986 hal 96)
2. Tinjauan Modern
Perancangan interior Pusat Tari Balet ini menggunakan konsep modern
sesuai gaya hidup masyarakat yang praktis dan simpel. Sisi seni gaya modern
terletak pada kesederhanaan bentuknya. Aliran modern juga sangat
mementingkan fungsi suatu benda. Arsitek ternama Mies van der Rohe
merangkum istilah modern dengan pernyataan “less is more”. Menurutnya tanpa
detailpun desain dapa menjadi indah dan bernilai tinggi. Satu nilai yang menjadi
prinsip utama konsep modern adalah perwujudan desain yang bebas dan tidak
terikat dengan sejarah dan tradisi setempat serta fungsional secara maksimal.
(Akmal,2013:8)
Era modern juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan pola
pikir kaum urban. Kesibukan membuat orang tak lagi menginginkan sesuatu yang
rumit. Kata simplicity, menjadi kunci dalam era ini tak hanya bentuk yang menjadi
lebih sederhana. Penggunaan bahan dan warnapun menjadi lebih sedehana.
Kehadiran hunian yang makin terbatas ukurannya seperti apartemen juga
mendorong lahirnya gerakan modern. Dengan desain yang sederhana, ergonomis,
dan sangat fungsional. Ruangan yang tadinya sempit terasa lebih lapang
(Amorani,2009:40).
Ciri-ciri arsitektur modern adalah satu gaya internasional yang dapat
menembus segala budaya dan geografis, bentuk mengikuti fungsi, semakin
sederhana semakin baik, ornamen adalah sebuah bentuk kejahatan, singular, dan
commit to user
5 3. Kerangka Teori Berpikir
Bagan 1. Pola Pikir Pusat Tari Balet
(Sumber : Disusun Penulis , 2016)
Latar Belakang
-Menyalurkan bakat dan hobi. -Melahirkan penari profesional - -Kurangnya wadah untuk Tari Balet
Literature
- Tinjauan Tari Balet - Konsep modern - Jakarta
Data Lapangan
-Bailamos Dance School, Jogja
-Gedung Pertunjukan WO Sriwedari,Solo
gerakan dasar tarian
swan like
commit to user
6 C. PROGRAMMING
1. Ide Gagasan
Menurut majalah
Treasure
dengan judul
Ballet Movemen Througth the
Century
,
Salah satu tari balet terkenal dan termahsyur sepanjang sejarah ialahTaian Swan Lake. Tarian yang dibuat oleh Petipa, aransemen musik oleh
Tcaikovsky. Ini diciptakan tahun 1895. Swan lake bercerita tentang seorang putri
yang dikutuk menjadi angsa putih dan mempunyai saingan angsa hitam untuk
merebut hati pangeran. Oleh karena itu, warna hitam dan warna putih diaplikasikan
untuk pusat tari balet.
2. Tema
Memunculkan tema dengan unsur pembentuk ruang dan funiture dari
teknik-teknik dasar tarian swan lake yang melalui proses transformasi desain.
Gambar 2. Transformasi Desain
(Sumber : Penulis , 2016)
3. Tinjauan Kegiatan
Program kegiatan utama yang pada Pusat Tari Balet yaitu upaya mendukung
kegiatan edukatif, informatif, dan entertaint. Penyelesaian ruang dan fasilitasnya
commit to user
7
Area Publik Area Semi Publik Area Privat Area Servis
- Lobby
Tabel 1. Program Ruang
(Sumber : Penulis,2016)
4. Zonning dan Grouping
Zonning terdiri atas ruang bersifat publik,semi publik, servis, dan privat. Ruang
publik yaitu dimana semua orang dapat mengakses ruangan tersebut tanpa ada
batasan-batasan , sedangkan semi publik setengah umum di mana semua orang
dapat mengakses maupun memakainya tapi ada kondisi kondisi tertentu di mana
orang tidak bisa dengan bebas menggunakannya. Adapun zona servis bersifat
umum namun sengaja difungsikan untuk kegiatan penunjang dan zona privat yang
bersifat sangat penutup dimana tidak sembarang orang boleh mengakses atau
menggunakannya tanpa ada izin Keuntungan dari pemilihan pola diatas adalah
pengelompokan cluster atau pengulangan kembali sesuai dengan jadwal menari
yang sudah ditentukan dan banyaknya jumlah pengguna.
Pola grouping yang disusun merupakan penjabaran dari zonning. Area publik
terdiri dari Lobby, Ballet Shop, Galeri, Konter Tiket, Konter makanan dan Bar, dan
Ruang Pertunjukan. Sedangkan Studio Balet merupakan area semi privat yang
berdekatan dengan area privat seperti ruang ganti dan ruang recovery yang
commit to user
5. Sistem Organisasi Ruang
Dalam perancangan proyek ini menggunakan Organisasi cluster
menggunakan pertimbangan penempatan peletakan sebagai dasar untuk
menghubungkan suatu ruang terhadap ruang lainnya. Seringkali penghubungnya
berupa sel-sel ruang yang berulang dan memiliki fungsi-fungsi serupa dan memiliki
persamaan sifat visual seperti halnya bentuk dan orientasi. Bentuk organisasi
commit to user
9
bersifat luwes dan dapat menerima pertumbuhan dan perubahan langsung tanpa
mempengaruhi karakternya.
6. Sistem Sirkulasi
a. Sirkulasi Pengunjung
Menggunakan sirkulasi linier yakni jalan yg lurus dapat menjadi unsur
pengorganisir utama deretan ruang. Sehingga memudahkan akses dari lobi,
konter , galeri,ruang pertunjukan, hingga ballet shop, dan kembali lagi ke lobi.
b. Sirkulasi Pengelola dan murid
Menggunakan sirkulasi jaringan yang merupakan konfigurasi yang terdiri
dari jalan-jalan yang menghubungkan titik-titik tertentu dalam ruang sehingga
akan memudahkan akses dalam beraktivitas.
7. Penerapan Desain pada Layout
Terdapat beberapa pertimbangan dalam menata layout Pusat Tari Balet ini,
diantaranya:
a. Pengelompokan fungsi ruang berdasarkan alur sirkulasi pengunjung dan
pengelola.
b. Pencahayaan dan penghawaan yang berdasar fungsi ruang.
c. Arah pandang atau view
Gambar 5. Layout
commit to user
10 8. Penerapan Desain pada Lantai
Dalam perancangan ini, lantai didominasi dengan penggunaan material
keramik , vynil roll, dan karpet woll. Vynil roll digunakan pada sprung floor dan
karpet woll pada ruang pertunjukan agar tidak menimbulkan bunyi langkah kaki
dan tidak cepat menghantarkan api jika terjadi kebakaran. Warna yang didominasi
adalah hitam putih, hitam dengan pertimbangan agar tidak cepat kotor pada lantai
studio tari, sedangkan putih agar mengesankan efek luas dan bersih, selain itu
karena sesuai dengan ide gagasan yang diambil.
Gambar 6. Floor Plan
(Sumber : Penulis, 2016)
9. Penerapan Desain pada Dinding
Dinding banyak diterapkan menggunakan decorative wall PVC, panel-panel
dinding, serta banyak menggunakan cermin , sedangkan dinding di ruang
pertunjukan dibuat bertrap agar menyerap suara dalam sistem akustik.
Gambar 7. Perspektif Lobby
commit to user
11 10. Penerapan Desain pada Langit-Langit
Langit-langit menggunakan gypsum, sedangkan untuk sistem akustik studio
karena tidak menimbulkan frekuensi yang begitu besar cukup menggunakan
gypsum berongga. Untuk ruang pertunjukan, menggunakan panel kayu dilapisi
veneer dan dibuat bertrap untuk sistem akustik, disela-selanya diberi indirect light.
Gambar 8. Ceiling Plan
(Sumber : Penulis, 2016)
11. Penerapan Desain pada Furniture
Sesuai dengan tema maka desain furniture dibuat dengan transformasi
gerakan dasar balet. Menggunakan material besi finishing cat duco hitam,
putih,dan sedikit aksen kuning dengan golf leaf.
Gambar 9. Furniture pada Pusat Tari Balet
commit to user
12 12. Interior Sistem
a. Pencahayaan
Untuk ruangan non ruang pentas akan menggunakan penerangan general
menggunakan downlight dan permainan indirect light sedangkan ruang pentas
menggunakan pencahayaan buatan seperti Follow Spot light, Flood Light,
Parabolic Aluminized Reflector (PAR).
b. Penghawaan
Sebagian besar ruangan akan menggunakan penghawaan buatan jenis Air
Conditioner ceiling cassette. Pemilihan jenis AC ini karena lebih efisien , hemat
energi, dan tingkat kebisingan yang rendah. Penghawaan pada ruang
pertunjukan dan ruang make up menggunakan AC central.
c. Akustik
Akustik akan banyak diaplikasikan pada Ruang pentas dan Studio Balet.
Aplikasi sistem akustika berprinsip pada soundproofing, yakni peredaman suara
yang mampu memblokade bunyi-bunyi yang tidak diinginkan pengunjung di luar.
Material soundproofing didominasi dengan penggunaan Glasswool, serta
material-material pendukung lainnya seperti karpet dan gypsum board. Aplikasi
akustik juga dilakukan pada dinding, flooring dan ceiling. Untuk dinding dan
ceiling, sistem pengaturan bertrap akan menyerap suara dan bagian panel akan
memantulkan suara. Untuk flooring, cukup menggunakan carpet wool sebagai
peredam langkah kaki.
d. Sistem Keamanan
Konsep sistem keamanan yang diterapkan dua sistem, yaitu sistem
keamanan yang dilaksanakan secara manual atau langsung oleh tim security
melalui sistem komunikasi dan sistem keamanan terkendali, meliputi tanda
bahaya, sirkulasi, peralatan detektor, pencahayaan darurat dan perlengkapan
antisipasi bahaya kebakaran.
D. KESIMPULAN
Desain interior Pusat Seni Tari Balet ini merupakan salah wadah bagi masyarakat
urban agar mau menikmati seni tari baik berolah gerak mauupun hanya menikmati
commit to user
13
hidup dan mencetak balerina profesional berisi informasi, edukasi dan rekreasi bagi
seluruh masyarakat Indonesia.
Desain interior Pusat Seni Tari Balet ini berada di kawasan Jalan Jendral
Sudirman, Jakarta Pusat. Kawasan ini dipilih karna lingkungan sekitarnya yang
mendukung. Di tengah pusat perkotaan sera berdekataan dengan pusat Olahraga,
Gelora Bung Karno
Konsep modern menjadi pemecahan masalah proyek ini karena sesuai dengan
teknologi yang mutakhir atau terbaru membuat Pusat Tari Balet menjadi aman dan
nyaman bagi balerina.
DAFTAR PUSTAKA
Akmal,Imelda.2003.Tropical Modern.Jakarta:PT Imaji Media Pustaka
Amorani, Kezia.2009. Ide-ide Segar Menata Rumah. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Neufert, Ernst. 1990. Data Arsitek jilid 1 (edisi terjemahan Sjamsu Amril). Jakarta : Erlangga