• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI ANTARA PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI EKOSISTEM PESISIR DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS X SMA N 1 TANJUNGSARI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI ANTARA PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI EKOSISTEM PESISIR DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS X SMA N 1 TANJUNGSARI."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

commit to user

i

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI

ANTARA PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING

DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI EKOSISTEM PESISIR

DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS X

SMA N 1 TANJUNGSARI

SKRIPSI

Oleh :

SULASTRI

K4310080

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan konstitusi yang hidup sehingga responsif terhadap perubahan masyarakat, maka penafsiran terhadap kaidah konstitusi

Sistim pewarisan lahan yang tergolong primogenitur yang menyebabkan dominannya pemilikan lahan di kalangan kepala keluarga (laki-laki), lokasi repong yang jauh dari pemukiman

Strategi lain yang di lakukan untuk mensiasati kekurangan dalam memenuhi kebutuhan ialah memanfaatkan kredit informal, mengikuti arisan, menjual barang-barang

Seperti yang dikatakan oleh Muhaimin sebagaimana yang dikutip Sahlan menjelaskan tentang penciptaan suasana atau budaya religius di lingkungan sekolah, bahwasanya dalam

Fraudulent statement meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sifat agrobotani- agromorfologi diperoleh keanekaragaman aksesi yang terlihat dari nilai CV (koefisien keanekaragaman),

Sadirman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm.. bakatnya untuk mencapai sebuah prestasi yang unggul, selain itu faktor

Koentjoroningrat memberi batasan yang dimaksud dengan pranata sosial adalah sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menurut pola resmi